1

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN ANAK “N” DENGAN POST TREPANASI PASCA TRAUMA CAPITIS DI INSTALASI PICU PERJAN RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR
Trauma Kapitis A. Konsep Dasar Tengkorak kepala sebagai pelindung jaringan otak mempunyai daya elastisitas untuk mengatasi trauma bila dipukul atau terbentur benda tumpul. Namun pada tempat benturan beberapa milidetik akan terjadi depresi maksimal atau diikuti osilasi. Trauma pada kepala dapat menyebabkan fraktur pada tengkorak dan trauma jaringan lunak/otak atau kulit seperti kontusio/memar otak, edema otak, perdarahan atau laserasi dengan derajat yang bervariasi tergantung pada luasnya daerah trauma. B. Etiologi Trauma kapitis paling sering dijumpai pada kecelakaan lalulintas (60%). Disamping itu dapat pula dijumpai pada kecelakaan yang terjadi sewaktu berolahraga, jatuh dari pohon, kejatuhan kelapa dll. Setiap trauma kapitis dapat menimbulkan kerusakan pada otak (brain damage), disamping itu dapat pula dijumpai luka pada kepala atau mungkin suatu factor kranii atau hanya luka memar saja. Suatu fraktor kranii membuktikan bahwa trauma kapitis tersebut adalah trauma yang cukup berat, dan trauma yang bdemikian berat biasanya menimbulkan pula kerusakan pada otak, namun demikian tidak jarang kita lihat adanya kerusakan pada otak tanpa tanda-tanda adanya fraktur kranii pada foto rotgen.. Bila kepala itu terbentur pada jalan aspal misalnya maka gaya akselerasi deselerasi yang mencakup seluruh otak akan dapat menimbulkan kerusakan sel-sel neuron, perdarahan, laserasi serebri dan kontusio serebri pada otak. Setiap trauma kapitis yang telah menimbulkan kesadaran menurun/koma, walaupun sangat singkat selalu/telah memberikan suatu kerusakan struktural pada otak. Kerusakan dapat beruipa kelainan yang reversible tetapi dapat pula menjadi kerusakan yang permanen misalnya sel-sel ganglion dalam nucleus vestibularis tampak berkurang. Disamping kesadaran yang menurun, suatu trauma kapitis dapat pula menimbulkan amnesia yang terbagi dalam : 1. Amnesia Retrograd ; yaitu amnesia tentang hal-hal yang terjadi beberapa saat sampai beberapa hari terjadi trauma kapitis. Suradi Efendi, S.Kep (Atol) Ners Unhas ‘01

berlangsung dalam beberapa minggu. ¤ Funduskopi terlihat papil bendung.2 2. Bila penderita memperlihatkan kesadaran menurun terus.bedahan abdominal. Hematoma Epidural Suradi Efendi. misalnya semula hanya samnolen menjadi koma misalnya semula skor 10 menjadi skor 4. Suatu trauma kapitis dapat menimbulkan kesadaran menurun tetapi apa yang menimbulkan kesadaran itu menurun sampai kini masih belum jelas. b. Amnesia pasca traumatic (PTA = Post Traumatik Amnesia) yaitu amnesia tentang hal-hal yang terjadi sesudah trauma kpitis. Dari panjangnya PTA ini secara retrospektif kita dapat mengetahui tentang berat ringannya trauma kapitis tersebut. timbul karena adanya ruptur di kapiler subtansia grisea dan subtansia alba. tulang atau operasi lainnya. Kontusio cerebri Terdapat perdarahan jaringan otak. c. Selain dari pada itu penderita tidak ingat lagi siapa yang bertamu danb menengoknya pada waktu itu. Komusio cerebri Adalah dimana sipenderita koma setelah mendapat trauma kapitis. Eeg dll. mengalami kesadaran menurn sejenak (± dari 10 menit). ¤ Setelah tindakan pem. S. Trauma Kapitis tertutup a. d. keadaan ini mengkhawatirkan karena akan dapat menimbulkan inkaserasio inkus kedalam insisura tentorii atau tonsil serebelli kedalam foramen magnum. Walaupun penderita telah dapat bicara spontan namun ia tidak ingat bahwa waktu itu telah dilakukan pemeriksaan rotgen.Kep (Atol) Ners Unhas ‘01 bahkan sewaktu-waktu dapat . hendaknya mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan : ¤ Hipoksia –hiperkapnoe ¤ Telah diberikan injeksi luminal. largati atau vitamin. Kesadaran menurun (dapat sampai koma yang dalam). Bila terjadi trauma kapitis maka dapat dibedakan atas : 1. Edema cerebri Bila hal ini terjadi. ¤ Kesadaran terus menurun. maka : ¤ Penderita bertambah gawat. dapat berlangsung beberapa jam sampai berhari-hari. kemudian dengan cepat siuman kembali tanpa mengalami suatu defisit neurologis.

Haematoma Intraserebral g. VIII dan VI (atau N. Fraktur Basis Cranii : Fraktur fossa kranii media. VII. Bila ada perlukaan kepala. timbul karena telah terjadi sobekan pada arteri meningen media atau pada salah satu cabangnya dari artericarotis ekterna yang masuk dalam rongga tengkotak melalui foramen spinosum.sebaiknya dilakukan foto ronogen kepala dan palpasi. Trauma kapitis ringan sehingga penderita tidak ingat kapan dan dimana kepalanya terbentur. Diagnosis yang kronis tidak gampang dan gejalanya sangat menyerupai gejala tumor serebri serta terletak diantara duramater dan arachnoid yang dapat menyerap cairan sekitarnya. tidak menimbulkan kesadaran menurun. nampak pada foto kepala utamanya proyeksi tangensial pada tempat fraktur . perlu reposisi ( oper ratif atau disedot vakum ) agr tulang kembali kedudukannya semula. Haematoma Subdural Timbul oleh karena adanya sobekan pad “Biridgins Veins”. f. apalagi bila menekan girus prensentralis. S.3 Adalah suatu haematom yang terjadi diantara duramater tulang. e. Diantaranya trauma kapitis danm timbulnya haematoma subdural terdapat jarak yang cukup panjang. Fraktur Impresi ( fraktur depresi ) Bagian yang patah menonjol kedalam rongga tengkorak.IV III dan V) • Mungkin otoroe(keluar liquor dari liang telinga) Frakltur fossa kranii anterior. tampak : • Anosmi Suradi Efendi. Dikemudian hari dapat menimbulkan epilepsy. oleh karena itu simptomatologi sangat menyerupai gejala tumor serebri. Fraktur Kranii Untuk mengetahui ada tidaknya fraktur kranii. sewaktu pembersihan luka sebaiknya diraba dasar luka ditutup. Sobekan dapat terjadi bila ada garis fraktur yang jalannya melintang dengan jalannya arteri meningen media. tampak : • Perdarahan liang telingan • Lesi N. tidak jarang ditemukan juga fraktur bentuk bintang (stellate fracture ). dapat akau atau kronis.Kep (Atol) Ners Unhas ‘01 .

Lesi spiral lain yang sering adalah ovulsi radialis terutama dari regio fleksus brachialis yang sangat nyeri. Trauma Kapitis Terbuka Trauma Spirai : Lesi spiral terutama servikal memerlukan tindakan penanganan ekstra karena transportasi dan pembuatan foto leher dapoat mencelakakan penderita. terutama lesi servikal atau misalnya akibat fraktur atau spordilostesis C1 – C2 – C3. Jadi kekurangan aliran darah keotak tidak walaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Diagnosis ovulsi diperkuat oleh EEG.Kep (Atol) Ners Unhas ‘01 . tidak boleh kurang dari 20 mg%.4 • Lesi N Optikus dekstra/sinistra atau keduanya • Mungkin Rinorhea (keluar liquor dari hidung) 2. Energi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. Hal ini menyebabkan timbulnya metabolic asidiosis. karena akan menimbulkan koma. mielografi dan MRI C. sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70% akan terjadi gejala-gejala permulaan disfungsi serebral. Suradi Efendi. hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan as. Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema cerbral. D. Kebutuhan glukosa sebanyak 25% dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh. Sebaiknya leher segera difiksasi sejak dijalan raya. Pada kontusio berat. Penatalaksanaan Obat-Obatan : 1. Pada saraf otak mengalami hipoksia. Umumnya tidak diperlukan obat khusus tetapi anti oedema dapat menolong. Laktat akibat metabolisme anaerob. yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. secara dermatomal jelas dan dapat mengakibatkan paresis anggota badan terkait. S. Demikian pula dengan kebutuhan glukosa sebagai bahan bakar metabolisme otak. evaked potensial. Otak tidak punya cadangan oksigen. Pembuatan foto sangat hati-hati atau ditunda dahulu dan dipasang kawat likasi atau traksi leher secepatrnya. Dalam keadaan normal aliran darah serebral (CBF) adalah 50 – 60 ml/ menit /100gr jaringan otak yang merupakan 15% dari curah jantung (CO). dosis sesuai debgan berat ringannya trauma. jangan dilakukan funksi lumbal atau pemeriksaan kaku kuduk dan valsava. tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolic anaerob. Patofisiologi Otak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi.

Pada trauma berat. Antibiotik yang mengandung barier darah otak (penicillin) atau untuk infeksi anaerob diberikan metronidazole. 5. Therapi hiperventilasi (trauma kapitis berat) untuk mengurangi vasodilatasi. aminophel (18 jam pertama dari terjadinya kecelakaan). 7.Kep (Atol) Ners Unhas ‘01 . Dextrose 5% 8 jam ke tiga.5 2. Pada trauma ringan bila muntah-muntah tidak dapat diberikan apa-apa hany cairan infus dextrose 5%. Karena pada hari-hari pertama didapat penderita mengalami penurunan kesadaran dan cendrung terjadi retensi Na dan elektrolit maka hari-hari pertama (2 – 3 hari). tidak terlalu banyak cairan. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah. makanan diberikan melalui NGT (2500 – 3000 TKTP). Aminophusin. S. 3. 2 – 3 hari kemudian diberikan makanan lunak. Suradi Efendi. 4. Pengobatan anti edema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10%. Makanan atau cairan. Pemberian analgetik. Pemberian protein tergantung nilai urea N. 6.