PRODUKSI BERSIH

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan zaman industri yang ada di Indonesia telah banyak melakukan suatu inovasi-inovasi baru dalam proses produksinya. Salah satunya yaitu industri pembuatan tahu di PT. Tahu Cibuluh milik pak Ismail. Secara umum tahu terbuat dari bahan baku kedelai, dimana Negara Indonesia merupakan salah satu penghasil kedelai, namun kedelai yang dihasilkan tidak dapat mencukupi kebutuhan industri tahu yang ada sebagai bahan baku, selain itu kedelai yang dihasilkan di Indonesia kualitasnya kurang bagus untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan tahu. Oleh sebab itu kebanyakan industri pembuatan tahu menggunakan kedelai impor termasuk industi PT. Tahu Cibuluh yang menggunakan bahan baku kedelai impor dari Amerika. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, diketahui bahwa saat ini industri kecil dan menengah pembuatan tahu di Indonesia masih belum menunjukkan prestasi yang mengagumkan, baik dari segi produktivitas maupun dari segi pendapatan. Kemungkinan faktor utama penyebabnya adalah adanya

ketidakefisienan dalam setiap tahapan proses produksi. Selain itu tenaga manusia sebagai penggerak cukup besar dan melelahkan. Kegiatan kunjungan langsung ke tempat industri kecil dan menengah pembuatan tahu yang telah dilaksanakan mendorong kami selaku mahasiswa yang berorientasi penyuluh lingkungan untuk memberikan perspektif mendasar tentang konsep pendekatan Produksi Bersih untuk industri pembuatan tahu mengingat prospek pengembangan tahu dari kedelai sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri diakui sangat

menjanjikan dan tahu juga merupakan makanan yang sangat digemari oleh penduduk Indonesia sehingga prospek pemasaran sangat menjanjikan dan dapat mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Karena itu, pengembangan berbagai jenis tahu dari kedelai membutuhkan kedelai yang memiliki kualitas yang terjaga

PRODUKSI BERSIH

2

dengan baik dan harus dapat memenuhi akan kebutuhan bahan baku terutama dalam pembuatan tahu.

1.2

Tujuan Adapun tujuan dari kunjungan langsung ke pabrik pembuatan tahu di PT.

Tahu Cibuluh yang berlokasi di Dasa Cibuluh, RT 3/RW 3 ini antara lain :

Melihat dan mengamati secara langsung kegiatan produksi industri kecil (skala menengah) di industri PT. Tahu Cibuluh

Mempelajari setiap aspek yang diamati baik itu pola pikir pekerja, sistem produksi, dan kondisi lingkungan sekitar industri PT. Tahu Cibuluh

Memunculkan kreatifitas akan adanya inovasi-inovasi baru terutama yang berkaitan dengan konsep Cleaner Production untuk Pengembangan Industri Kecil Menengah

1.3

Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain :

Sebagai modal dasar pembelajaran dan gambaran kerja secara nyata sebagai penyuluh industri kecil menengah ke depan.

Dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diperoleh untuk diterapkan di lapangan.

Dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi terhadap industri kecil menengah (PT. Tahu Cibuluh) berupa sentuhan teknologi/inovasi baru untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sesuai konsep Produksi Bersih.

Industri yang terkait (PT. Tahu Cibuluh) dapat menerapkan konsep Produksi Bersih dalam setiap aspek produksinya.

PRODUKSI BERSIH

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Produksi Bersih Produksi Bersih merupakan tindakan efisiensi pemakaian bahan baku, air

dan energi, dan pencegahan pencemaran, dengan sasaran peningkatan produktivitas dan minimisasi timbulan limbah. Istilah Pencegahan Pencemaran seringkali digunakan untuk maksud yang sama dengan istilah Produksi Bersih. Demikian pula halnya dengan Eco-efficiency yang menekankan pendekatan bisnis yang memberikan peningkatan efisiensi secara ekonomi dan lingkungan. Pola pendekatan produksi bersih bersifat preventif atau pencegahan timbulnya pencemar, dengan melihat bagaimana suatu proses produksi dijalankan dan bagaimana daur hidup suatu produk. Pengelolaan pencemaran dimulai dengan melihat sumber timbulan limbah mulai dari bahan baku, proses produksi, produk dan transportasi sampai ke konsumen dan produk menjadi limbah. Pendekatan pengelolaan lingkungan dengan penerapan konsep produksi bersih melalui peningkatan efisiensi merupakan pola pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing. Produksi bersih (clean production) salah satu pendekatan merancang ulang industri yang bertujuan mencapai cara cara pengurangan produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, menciptakan produk-produk dan limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologi. Produksi bersih merupakan salah satu pengolaan lingkungan yang dilaksanakan secara sukarela (voluntary) karena penerapannya tidak wajib. Namun, strategi produksi bersih mempunyai arti yang sangat luas karena di dalamnya termasuk upaya pencegahan dan perusakan lingkungan melalui pilihan jenis proses yang akrap lingkungan, analisis daur hidup produk, dan teknologi bersih. Menurut UNEP, Produksi Bersih adalah strategi pencegahan dampak lingkungan terpadu yang diterapkan secara terus menerus pada proses, produk,

proses. terpadu dan diterapkan secara terus-menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait dengan proses produksi. perhotelan. Penerapan Produksi Bersih sangat luas mulai dari kegiatan pengambilan bahan termasuk pertambangan. proses produksi. perhubungan. pertanian. produk. peningkatan efisiensi. mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimisasi risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan (KLH. manajemen yang bertanggung-jawab pada lingkungan dan evaluasi teknologi yang dipilih. produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam. mulai dari pengambilan bahan baku sampai kepembuangan akhir setelah produk tersebut tidak digunakan. didefinisikan sebagai strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif. jasa. Dari pengertian mengenai Produksi Bersih maka terdapat kata kunci yang dipakai untuk pengelolaan lingkungan yaitu : pencegahan pencemaran. rumah makan. Produksi Bersih. minimisasi risiko. . Pada produk. pariwisata. sampai pada sistem informasi. produksi bersih bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan selama daur hidup produk. energi. produksi bersih berarti meningkatkan efisiensi pemakaian bahan baku. mencegah atau mengganti penggunaan bahanbahan berbahaya dan beracun. menurut Kementerian Lingkungan Hidup. Pada proses industri. mengurangi jumlah dan tingkat racun semua emisi dan limbah sebelum meninggalkan proses. 1994).2003). perikanan. rumah sakit. Produksi bersih pada sektor jasa adalah memadukan pertimbangan lingkungan ke dalam perancangan dan layanan jasa.PRODUKSI BERSIH 4 jasa untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dan mengurangi risiko terhadap manusia maupun lingkungan (UNEP. konservasi energi. Dengan demikian maka perlu perubahan sikap.

Recycle. lebih baik dari pada strategi pengolahan limbah atau pembuangan limbah yang telah ditimbulkan (treatment strategy). sehingga harus dipahami betul analisis daur hidup produk  Upaya produksi bersih tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dalam pola pikir.Reduction. Adapun prinsip-prinsip pokok dalam strategi produksi bersih dalam Kebijakan Nasional Produksi Bersih (KLH.Reuse. Recovery/Reclaim) (UNEP. . masyarakat maupun kalangan usaha a) Reduce (pengurangan) adalah upaya untuk menurunkan atau mengurangi timbulan limbah pada sumbernya. kimia atau biologi. 2003) dituangkan dalam 5R (Rethink. sikap dan tingkah laku dari semua pihak terkait pemerintah. dengan implikasi :  Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik pada proses maupun produk yang dihasilkan. adalah suatu konsep pemikiaran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan beroperasi. Strategi untuk menghilangkan limbah atau mengurangi limbah sebelum terjadi (preventive strategy). Reduce. Reuse.PRODUKSI BERSIH 5 2.2 Pola Pendekatan Produksi Bersih Pola pendekatan produksi bersih dalam pencegahan dan pengolahan limbah yaitu dengan strategi 1E4R (Elimination. proses produksi sampai produk. b) Reuse (pakai ulang/penggunaan kembali) adalah upaya yang memungkinkan suatu limbah dapat digunakan kembali tanpa perlakuan fisika. 1999). b) Re-think (berpikir ulang). Kombinasi kedua strategy tersebut sesuai dengan skala prioritas pelaksanaan produksi bersih adalah sebagai berikut: a) Elimination (pencegahan) adalah upaya untuk mencegah timbulan limbah langsung dari sumbernya. Recovery and Recycle) yang akan kami jelaskan pada Bab Hasil dan Pembahasan. mulai dari bahan baku.

dan recovery) sebagai suatu strategi tingkatan pengelolaan limbah.3 Kendala dalam Penerapan Produksi Bersih Pengembangan pelaksanaan dan penerapan produksi bersih intinya adalah merubah pola pikir tradisional ‘end of pipe’. recycle. b) Kendala teknologi :  Kurangnya penyebaran informasi tentang konsep produksi bersih . Meskipun prinsip produksi bersih dengan strategi 1E4R atau 5R. bila tidak menguntungkan bagi perusahaan maka akan sulit bagi manajemen untuk membuat keputusan tentang penerapan konsep produksi bersih. namun perlu ditekankan bahwa strategi utama perlu difokuskan pada Pencegahan dan Pengurangan (1E1R) atau 2R pertama. baru kemudian melakukan strategi 3R berikutnya (reuse. 2. a) Kendala Ekonomi: Timbul bila kalangan usaha tidak merasa akan mendapatkan keuntungan dalam penerapan produksi bersih.PRODUKSI BERSIH 6 c) Recycle (daur ulang) adalah upaya mendaur ulang limbah untuk memanfaatkan limbah dengan memprosesnya kembali ke proses semula melalui perlakuakn fisika.kimia dan biologi.kimia dan biologi. Contoh hambatan:   Biaya tambahan peralatan Besarnya modal/investasi dibandingkan kontrol pencemaran secara konvensional sekaligus penerapan produksi bersih. kemudian dikembalikan ke dalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika. Sekecil apapun penerapan konsep produksi bersih. ambil ulang) adalah upaya mengambil bahan-bahan yang masih mempunyai nilai ekonomi tinggi dari suatu limbah. Bila strategi 1E1R atau 2R pertama masih menimbulkan pencemar atau limbah. d) Recovery/ Reclaim (pungut ulang.

Treatment (pengolahan) dilakukan apabila seluruh tingkatan produksi bersih telah dikerjakan.PRODUKSI BERSIH 7   Penerapan sistem baru ada kemungkinan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau malah menyebabkan gangguan Tidak memungkinkan tambahan peralatan. Disposal (pembuangan) limbah bagi limbah yang telah diolah. . Beberapa limbah yang termasuk dalam ketegori berbahaya dan beracun perlu dilakukan penanganan khusus. b. 1994). terbatasnya ruang kerja/produksi c) Kendala Sumber Daya Manusia :        Kurangnya dukungan dari pihak manajemen puncak Keengganan untuk berubah baik secara individu maupun organisasi Lemahnya komunikasi intern tentang proses produksi yang baik Pelaksanaan manajemen organisasi perusahaan yang kurang fleksibel Birokrasi yang sulit. Penekanan dilakukan pada pencegahan atau minimisasi timbulan limbah. sehingga limbah yang masih ditimbulkan perlu untuk dilakukan pengolahan agar buangan memenuhi baku mutu lingkungan. dan pengolahan maupun penimbunan merupakan upaya terakhir yang dilakukan bila upaya dengan pendekatan produksi bersih tidak mungkin untuk diterapkan. terutama dalam pengumpulan data primer Kurangnya dokumentasi dan penyebaran informasi Perlunya pelatihan tentang produksi bersih Tingkatan terakhir dalam pengelolaan lingkungan adalah pengolahan dan pembuangan limbah apabila upaya produksi bersih sudah tidak dapat dilakukan : a. Tingkatan pengelolaan limbah dapat dilakukan berdasarkan konsep produksi bersih dan pengolahan limbah sampai dengan pembuangan (Weston dan Stuckey.

kemudian berdasarkan lokasi unit usahanya tergolong industri yang dapat didirika disembarang tempat (dimana saja). kripik tahu. Tahu dikenal sebagai lauk nasi baik dalam wujud tahu goreng. 2. Berbagai daerah di pulau Jawa memiliki industri tahu yang khas atas daerah mereka masing – masing. industri tahu termasuk industri lokal (non basic industry). industri tahu tergolong industri rakyat. tahu semedang dari Jawa Barat. Menurut Deperindak (kini Kementrian Perdagangan yang telah memisah dari Kementrian Perindustrian). Industri tahu termasuk dalam kolompok aneka industri dengan komoditi industi makanan.5 Alat dan Bahan Produksi Tahu a.PRODUKSI BERSIH 8 2. Daerah daerah yang dikenal menghasikan tahu diantaranya adalah Kediri (tahu kuning). atau industri sedang (tenaga kerjanya berkisar antara 20 – 99 orang). Berdasarkan bahan mentahnya industri tahu termasuk industri agraris. Dilihat dari hasil produksinya industri tahu tergolong industri ringan. Selain itu menurut Pengolaan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengacu pada International Standard Industrial Classification (ISIC) industri tahu ini termasuk dalam industri rumah tangga (jumlah tenaga kerja 1 – 4 orang). sedangkan menurut penggolongan industri berdasarkan pasarnya. atau pun dibuat sayur.4 Industri Tahu Tahu merupakan salah satu makanan ringan yang menjadi kegemaran masyarakat Indonesia. Menurut penggolongan industri berdasarkan yang mengusahakannya. Alat           Wajan penggorengan Wadah hasil penggorengan Mesin penggilingan Jerigen Ember Pisau Wadah pengukusan Wadah penggumpalan Wadah pengepresan Kain untuk saringan . industri kecil (tenaga kerja 5 – 19 orang). dan Malang (Jawa Timur) juga patut di perhitungkan mengingat setiap desa didaerah tersebut memiliki industri tahu.

Bubur tahu tersebut dilakukan pengepresan hingga diperoleh tahu yang jadi. . Kedelai yang telah terpilih kemudian direndam selama beberapa jam dalam air. garam dan bibit penggumpal 2. 7. 2.PRODUKSI BERSIH 9 b. 6.lalu dikukus selama beberapa menit. Kedelai hasil perendaman dicuci kembali untuk memisahkan kulit arinya. Bahan  Bahan baku : Kacang kedelai  Bahan penolong : Air. 5. Tahu tersebut kemudian dipotong dengan ukuran tertentu sesuai dengan keinginanan. 3.6 Tahapan Proses Produksi 1. Hasil pengukusan diperoleh bubur kedelai yang kemudian disaring degan menggunakan kain (biasanya kain mori kasar). Kemudian filtratnya yang dikenal sebagai bubur tahu (susu kedelai) dilakukan penggumpalan dengan senyawa asam asetat atau bibit penggupal. 4. Kedelai digiling sampai halus.

3. selain menggunakan teknik wawancara langsung kepada pemilik dan pekerja di industri.2 Teknik Observasi Langsung Dalam penyusunan makalah ini.PRODUKSI BERSIH 10 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3. 3. Pertanyaan yang diajukan berupa daftar cek list dan beberapa pertanyaan lain seputar informasi mengenai proses produksi tahu dan penerapan produksi bersih di industri ini. kami juga melakukan teknik observasi langsung yaitu pengamatan pada proses produksi dan pabrik. Dimana pada metode ini kami melakukan pencarian Hot Spot industri dengan melihat – lihat keadaan sekitar dan mengambil beberapa gambar pada lokasi yang kami anggap hot spot pada saat pengamatan.3 Tempat / Waktu Pengambilan Data Setiap pengambilan data pasti memiliki tempat dan waktu. oleh karena itu kami juga memilih waktu-waktu untuk mengambil data yang diperlukan dari pihak industri. Agar waktu dan tempat yang digunakan efektif maka kami memilih tempat dan waktu sebagai berikut: .1 Teknik Wawancara Dalam penyusunan makalah Produksi Bersih ini kami melakukan penilitian produksi tahu di industri Tahu Cibuluh milik bapak Ismail dengan melakukan wawancara langsung kepada pemilik industri bapak Ismail dan beberapa pengrajin tahu serta pekerja yang ada di industri tahu ini.

4 Bahan dan Alat Pengambilan Data Dalam proses pengambilan data pasti akan membutuhkan alat serta bahan yang digunakan untuk mempermudah proses pengambilan data yang diinginkan. Begitu juga dengan kelompok kami. 6. Kamera 7. kami mempunyai cara-cara tersendiri dan cara kerja . Handphone 5. Komputer/ Laptop 6.5 Cara Kerja Pengambilan Data Dalam setiap proses pengambilan data pasti akan membutuhkan cara-cara yang digunakan oleh setiap individu atau kelompok untuk mempermudah mendapatkan data-data yang diinginkan dan dibutuhkan. 3. 4. Surat pengantar 3. Waktu Sabtu 17 Maret 2012 Rabu 28 Maret 2012 Jumat 30 Maret 2012 Rabu 14 April 2012 Sabtu. setiap individu/kelompok mempunyai caranya sendiri dalam pengambilan data. 5. begitu juga kami sangat membutuhkan bahan dan alat bantu untuk mengambil data yang diperlukan dari pihak industri untuk penyusunan makalah produksi bersih ini. 2. Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan dalam proses pengambilan data adalah sebagai berikut : 1. Pulpen 3. Buku tulis 2.PRODUKSI BERSIH 11 No 1. Kalkulator 4. Kendaraan 8. 7 April 2012 Rabu 11 April 2012 Keterangan Awal Peninjauan Mengambil Data Awal Industri Mengambil data kekelurahan setempat Melihat kondisi industri secara umum Melihat seluruh proses kegiatan industri Melihat Tempat/Lokasi pembuangan limbah 3.

Melakukan wawancara langsung dengan pihak pemerintah setempat/ kelurahan setempat . Melakukan wawancara langsung dengan pemilik industri.PRODUKSI BERSIH 12 yang kami gunakan dalam proses pengambilan data dari pihak industri ada beberapa cara yaitu sebagai berikut: 1. Melakukan wawancara langsung dengan para karyawan di pabrik Tahu Cibuluh 3. 2. Melihat secara langsung kegiatan dan keadaan disekitar pabrik 4.

khususnya untuk UKM (e.g. penerapan solusi teknis yang mahal) Berfokus pada opsi “win-win-win” Menghilangkan kesan bahwa tindakan untuk Lingkungan selalu menimbulkan biaya tambahan • • Langkah PREMA .1 PREMA Pendekatan PREMA adalah : • • • Sederhana Biaya rendah atau tidak ada biaya sama sekali Dapat diterapkan pada berbagai jenis & skala perusahaan. menghindari ide kapitalis.PRODUKSI BERSIH 13 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

Pada industri ini penyimpanan bahan baku langsung disimpan pada ember perendaman sehingga terkadang airnya tumpah dan membuat genangan air dlantai yang berlubang. Proses Perendaman Solusi :    Lakukan pembersihan selokan minimal setiap selesai produksi Hati-hati memindahkan kedele dari satu wadah ke wadah lainnya Usahakan air pencucian tidak sampai meluap . Hal ini sangat berbahaya untuk keselamatan kerja. Penyimpanan Bahan Baku Kedelai dan Proses Perendaman a) Keselamatan Kerja Lantai licin disekitar ember –ember penyimpanan kedelai yang direndam akibat air yang tumpah dari proses tersebut akan menyebabkan kecelakaan kerja jika para pekerja tidak berhati – hati pada saat melakukan proses di lokasi tersebut atau lalu lalang di tempat tersebut. Air tergenang pada lantai Ceceran kedelai di lantai Gambar 1.1.PRODUKSI BERSIH 14 4.1 Penemuan Fakta Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan fakta kualitatif berdasarkan Daftar Periksa Mengidentifikasi Hotspot Berdasarkan daftar periksa Hotspot Bahan Baku dan Proses Produksi A.

. Penyimpanan Kedelai Solusi :   Tidak mengisi ember penampung terlalu penuh Hati-hati memindahkan kedele dari satu wadah ke wadah lainnya c. Isi kedelai terlalu penuh sehingga akan menyebabkan terjadinya tumpahan Ceceran Kedelai Gambar 2. Tata letak yang seperti itu akan menghambat proses pekerjaan sehingga akan merugikan waktu kerja para pekerja. Kerugian Waktu pekerja Susunan ember penyimpanan yang tidak rapi dan tidak beraturan menyebabkan para pekerja susah untuk lalu lalang dan melakukan kegiatan produksi di daerah tersebut karena tempat penyimpanan tersebut merupakan jalur keluar masuk dari proses produksi.PRODUKSI BERSIH 15 b) Kerugian Finansial Pada tahap ini banyak terjadi ceceran kedelai sehingga akan mengurangi keuntungan karena bahan kedelai yang seharusnya masuk dalam bahan baku dan proses selanjutnya yang nantinya akan menjadi produk harus terbuang karena tercecer dilantai dan tergenang di air yang kotor.

Ceceran kedelai Gambar 4.PRODUKSI BERSIH 16 Lantai tergenang air Susunan ember tidak beraturan dan menghalangi jalan Gambar 3. Proses Penggilingan a) Kerugian financial Masalah ceceran kedelai pada proses perendaman hampir sama karena tempat prosesnya sama serta penampung bubur tahu yang telah digiling ditampung lagi dengan ember yang sama sehingga ceceran sama dengan proses perendaman. Proses Penggilingan . Proses Perendaman Solusi :    Melakukan pembersihan selokan minimal setelah selesai produksi Melakukan penataan ember yang sudah digunakan dengan rapi Mengatur tata letak pabrik baik agar tidak menggagu proses produksi B. Sehingga karena hal ini terus terjadi pada saat proses perendaman dan penggilingan maka kerugian finansial pun tidak bisa dihindarkan karena akan terjadi ceceran terus menerus.

hal itu juga akan mempengaruhi finansial diakhir proses.PRODUKSI BERSIH 17 Ceceran kedelai Solusi : Gambar 5. Penampung Penggiling  Tidak mengisi kedelai terlalu penuh  lainnya  mesin Tidak mengisi kedelai terlalu penuh kedalam penampung pada Hati-hati memindahkan kedelai dari satu wadah ke wadah b) Efisiensi waktu Industri tahu cibuluh ini menggunakan mesin penggiling yang sudah tua sehingga proses penggilingan relatif lama yang menyebabkan proses produksi harus menunggu sampai bubur tahu ukuran satu ember selesai digiling sehingga efesiensi waktu kurang dan pekerjaan menjadi lambat. .

Mesin Penggiling Mesin tua Solusi :  Melakukan perawatan mesin secara berkala/melakukan penggantian mesin yang memiliki efesiensi yang lebih baik  Adanya pekerja yang selalu menjaga dan mengontrol ember penampung bubur tahu  Tidak mengisi kedele terlalu penuh kedalam penampung pada mesin. Selain itu mesin penggiling yang sudah tua mengeluarkan suara yang bising sehingga menyebabkan kebisingan di ruang produksi. c) Menggangu Kesehatan Penggunan mesin penggiling yang sudah tua pada proses penggilingan kedelai untuk membuat bubur tahu menyebabkan kerja yang lambat.PRODUKSI BERSIH 18 Ceceran kedelai yang banyak Ceceran bubur tahu Gambar 6. C. Proses Perebusan a) Keselamatan kerja Para pekerja masih tidak memperdulikan keselamatan kerja mereka pada bubur tahu yang direbus dengan uap ketel sangat panas sehingga dapat . Dua hal ini yang akan menyebabkan terganggunya kesehatan para pekerja yaitu kebisingan dan polusi yang dihasilkan oleh mesin penggiling yang sudah tua. selain itu banyak dihasilkan polusi karena efisiensi mesin sudah kurang baik dan banyak bagian – bagian yang sudah tidak bekerja dengan baik.

Tidak menggunakan sarung tangan Lantai kotor Gambar 7. Dapat dilihat pada gambar bahwa salah satu pekerja mengambil bubur tahu panas tidak menggunakan sarung tangan. Perebusan Pipa uap kotor bekas perebusan sebelumnya Solusi :  Membuat jadwal kebersihan industri  Menggunakan APD yang sesuai seperti sarung tangan karet dengan tidak mengganggu kenyamanan kerja b) Mengganggu Kesehatan Minuman para pekerja diletakkan disebelah perebusan dimana perebusan menghasilkan uap yang nanti uapnya masuk kedalam minuman selain itu debu di ruang produksi dapat terbawa dengan uap dan masuk ke dalam gelas minuman pekerja Solusi :  Tidak menyimpan makanan ditengahtengah ruang produksi  Pekerja harus bekerja dengan rapi dan hatihati Minuman terbuka Ceceran bubu tahu Gambar 8. Sumur Perebusan .PRODUKSI BERSIH 19 menyebabkan tangan melepuh. Padahal jika nanti terjadi kecelakaan akan menghambat proses produksi dan berpengaruh pada hasil produksi.

hal itu akan menyebabkan kualitas tahu menurun. Proses Penyaringan Tali pengikat sangat tipis rawan putus jika beban terlalu berat Tidak menggunakan APD Kain penyaring sudah berlubang Gambar 9. Kain bagian bawah dari kawat penyaring sudah berlubang sehingga penyaringan tidak terlalu maksimal dalam menyaring bubur tahu sehingga terkadang ada ampas yang ikut terbawa. Tali pengikat kain saringan sangat tipis sehingga rawan untuk putus jika beban dari bubur tahu terlalu berat karena biasanya bubur tahu yang disaring sekaligus merupakan bubur tahu dari satu kali proses perebusan.PRODUKSI BERSIH 20 D. Proses Penyaringan Pada proses penyaringan bubur tahu yang panas setelah direbus para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) padahal hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena bisa saja pada proses penyaringan terkena bubur tahu. Solusi :   Mengganti tali pengikat dan kain penyaring dengan tali dan kain yang lebih ideal Menggunakan APD yang sesuai sperti sarung tangan karet dengan tidak mengganggu kenyamanan kerja .

PRODUKSI BERSIH 21 E. Proses Penggumpalan Solusi :    Pemilik industri memberikan instruksi agar para pekerja menggunakan pakaian ketika bekerja Membuat jadwal kebersihan industri Pekerja harus bekerja dengan rapi dan hati-hati a) Pengurangan Kualitas produk Pada proses penggumpalan para pekerja kebanyakan tidak menggunakan pakaian. Proses Penggumpalan Pekerja tidak menggunakan pakaian Tidak rapi Ceceran bubur tahu didinding bak Gambar 10. hal ini mungkin dikarenakan proses yang menguras keringat karena temperature yang panas oleh adanya uap perebusan. Tetapi hal ini bias berdampak tidak baik untuk produk karena dengan tidak menggunakan pakaian bisa saja keringat jatuh kedalam bak dan hal tersebut akan mengurangi nilai kebersihan produk dan akan menurunkan kualitas produk. .

. hal ini akan mengurangi hasil produk. bagian kulit badan akan gatal – gatal akibat iritasi dan nantinya akan mengganggu proses kerja dan berujung pada hasil produksi. Proses Penggumpalan Solusi :    Membuat jadwal kebersihan industri Pekerja harus bekerja dengan rapi dan hati-hati Pemilik industri memberikan instruksi agar para pekerja menggunakan pakaian ketika bekerja b) Keselamatan Kerja Tidak menggunakan pakaian pada proses penggumpalan juga dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti iritasi akibat terkena air cuka atau biang cuka pada saat proses penambahan air cuka atau biang cuka kedalam bak karena pasti ada ceceran atau terciprat pada saat penambahan. Iritasi ini bisa terjadi disebabkan oleh sifat dari cuka atau asam asetat yang bersifat iritasi atau korosif walaupun dalam keadaan encer. c) Ceceran Produk Hasil gumpalan dari proses penggumpalan terkadang banyak yang menempel pada dinding bak sehingga banyak yang tidak masuk kedalam produk. tidak menutup kemungkinan akan terciprat biang cuka atau air cuka kebagian badan yang tidak tertutup pakaian.PRODUKSI BERSIH 22 Tidak menggunakan pakaian Cipratan air cuka atau biang cuka Ceceran didinding tahu Gambar 11. Jika sudah terkena dengan air cuka. Sehingga jika para pekerja tidak menggunakan pakaian saat bekerja pada proses ini.

Alat pencetak Tahu Tidak menggunakan APD Kaki kayu yang terendam lama – lama akan rapuh dan rawan untuk patah Gambar 15. Pencetakan Tahu . Proses Pengepresan Tidak rapi Genangan air kotor dan berbau Gambar 14.PRODUKSI BERSIH 23 Solusi :  Pekerja harus bekerja dengan rapi dan hati-hati Gambar 12. Penggumpalan Ceceran pada dinding bak F. Proses Pengepresan Tidak menggunakan pakaian dan APD Keadaan sangat kotor Gambar 13.

PRODUKSI BERSIH

24

Pada proses pengepresan dan pencetakan ini biasanya dihasilkan ceceran pada saat memindahkan sari tahu dari bak penggumpalan kedalam pencetakan sehingga mengurangi hasil produksi. Selain itu daerah tempat pengepresan dan pencetakan ini sangatlah kotor dan bau hal ini disebabkan karena air pengepresan yang keluar dari cetakan tidak langsung disalurkan pada pipa pembuang tetapi air yang keluar langsung jatuh kelantai yang berlubang dan tergenang sehingga timbul bau yang tidak sedap akibat pembusukan air tahu yang didiamkan lama. Solusi :      Membuat jadwal kebersihan industri Menggunakan APD yang sesuai seperti sarung tangan karet dengan tidak mengganggu kenyamanan kerja Pemilik industri memberikan instruksi agar para pekerja menggunakan pakaian ketika bekerja Adanya pemeriksaan peralatan produksi yang digunakan secara berkala Memaksimalkan fungsi selokan yang sudah dibuat

G. Proses Penirisan

Genangan air

Kotor & tidak rapi
Gambar 16. Rak Penirisan

Kotor dan berdebu Gambar 17. Lantai rak penirisan

PRODUKSI BERSIH

25

Pada proses penirisan ini, tahu yang sudah dicetak ditaruh pada rak – rak yang sudah tersedia, dimana rak penyimpanan tahu ini sangat kotor dan berdebu, hal ini dapat menyebabkan tahu terkena debu dan akhirnya kotor. Selain itu pada tempat rak tahu ini sangat banyak air tergenang di bawahnya dimana air ini berasal sebagian dari tirisan tahu dan sumber air dalam pabrik yang meluap. Dikawatirkan ketika ada pekerja yang lewat untuk mengambil tahu dari rak akan terpeleset atau tercelup pada lubang lantai dan jatuh. Lokasi rak ini sangatlah tidak rapi terbukti dimana – mana banyak karung bekas ampas dan air kotor yang tergenang sehingga merusak estetika. Solusi :    Membuat jadwal kebersihan industri Pekerja harus bekerja dengan rapi dan hati-hati Memaksimalkan fungsi selokan yang sudah dibuat

H. Proses Pemotongan
Tidak menggunakan APD

Gambar 18. Proses Pemotongan

PRODUKSI BERSIH

26

Ceceran potongan tahu yang tidak sesuai ukuran

Gambar 19. Siwilan 3 cepon

Proses pemotongan tahu sangat banyak dihasilkan siwilan tiga cepon atau potongan tahu yang tidak sesuai ukuran yang akan dipasarkan. Hal ini dapat disebabkan oleh wadah cetakan tahu melebihi ukuran tahu yang akan dipotong sehingga biasanya bagian pinggir tahu akan berlebih dan menjadi siwilan 3cepon. Selain itu pekerja masih saja tidak menggunakan pakaian padahal tidak menutup kemungkinan ada keringat yang jatuh keatas potongan tahu dan akan merusak tahu. Solusi :  Pemilik industri memberikan instruksi agar para pekerja menggunakan pakaian ketika bekerja  Menyesuaikan ukuran cetakan tahu agar sesuai dengan yang diinginkan

I. Proses Penggorengan secara terus menerus sehingga kualitas tahu yang dihasilkan tidak terlal sehat Pada proses penggorengan ini para pekerja kebanyakan tidak menggunakan APD, padahal proses penggorengan ini memiliki potensi bahaya yang besar karena berhubungan dengan minyak panas dan jika sampai terciprat pada bagian kulit yang tidak terlindungi akan menyebabkan kulit melepuh dan nantinya akan mengganggu proses dan produk. Selain itu penggorengan ini dilakukan dengan menggunakan minyak goreng sisa dan ditambah secara terus menerus sehingga kualitas tahu yang dihasilkan tidak sehat.

PRODUKSI BERSIH 27 Tidak menggunakan APD (Pakaian) Gambar. Pengambilan tahu Minyak goreng hitam Gambar. 20 Proses Penggorengan Tidak menggunakan APD Gambar 21. 22 Alat Penggorengan Solusi :  Pemilik industri memberikan instruksi agar para pekerja menggunakan pakaian ketika bekerja  Menggunakan APD yang sesuai seperti sarung tangan karet dengan tidak mengganggu kenyamanan kerja  Adanya pemantauan terhadap kondisi minyak goreng yang digunakan .

Proses pembungkusan Proses pembungkusan dilakukan di tempat yang terbuka sehingga tidak menutup kemungkinan ada debu yang menempel pada tahu karena atiupan angin.PRODUKSI BERSIH 28 J. Langit-langit pabrik .laba Gambar 25. Pembungkusan Solusi :   Tempat maupun alas tempat pembungkusan dilakukan ditempat yang lebih bersih Menggunakan sarung tangan seperti plastik ketika melakukan pengemasan tahu. K. Ruang Produksi Banyak debu dilangit – langit dan jaring laba . Gambar 23. Kondisi Umum Ruang Produksi. Bahan Bakar dan Limbah Minuman tidak bertutup Tata letak yang tidak rapi Gambar 24. Selain itu pembungkusan dilakukan langsung dengan tangan tanpa menggunakan ADP.

Penampung Ampas didalam pabrik Gambar 29.PRODUKSI BERSIH 29 Gudang bahan bakar tertata rapi Gambar 26. Tumpukan Jerigen . Bio Gas Tumpukan jerigen kosong yang tertumpuk berlebihan akan dapat menyebabkan kecelakaan kerja Gambar 30.Bahan bakar Banyak bahan bakar yang tercecer diketel uap Ceceran ampas tahu dibak penampung Gambar. 27 Ketel Uap Biogas yang tidak terawatt dan kotor Gambar 28.

1.PRODUKSI BERSIH 30 Solusi yang ditawarkan :  Tidak menyimpan makanan atau makan di ruang produksi  Mengadakan jadwal pembersihan tempat kerja minimal sebulan sekali secara rutin dan bersama-sama  Berhati-hati dalam melaksanakan setiap proses produksi yang dilakukan  Melakukan penataan ruang produksi dengan rapi  Mengusahakan penyimpanan atau penumpukan barang tidak melebihi kapasitas. produk antara dan Non Product Output (NPO) . 4.2Analisis Biaya dan Lingkungan Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui secara kuantitatif nilai uang yang hilang akibat inefisiensi Pembuatan diagram alir berdasarkan proses dengan memperhatikan input.

Diagram Alir Pembuatan Tahu di Industri Tahu Cibuluh .PRODUKSI BERSIH 31 A.

PRODUKSI BERSIH 32 .

PRODUKSI BERSIH 33 .

Data Dasar Industri Tahu Cibuluh .PRODUKSI BERSIH 34 A.

PRODUKSI BERSIH 35 .

PRODUKSI BERSIH 36 .

Tahu Cibuluh Tahun 2012 . Perhitungan Produk dan Non Product Output (NPO) PT.PRODUKSI BERSIH 37 B.

PRODUKSI BERSIH 38 .

PRODUKSI BERSIH 39 .

PRODUKSI BERSIH 40 .

PRODUKSI BERSIH 41 .

PRODUKSI BERSIH 42 .

3 Analisis Penyebab Akar permasalahan : a. Ceceran Karena pekerja lelah dan kurang istirahat Para pekerja ingin cepat selesai Agar menghe mat tempat Karena ember terlalu penuh Saat pencucian dan perendaman ada yang tercecer Isi ember jangan terlalu penuh dan waktu kerja dikurangi Ceceran kedelai kapasitas ember terlalu penuh Saat pengangkutan dan pengukusan ada yang tercecer Bubur Tahu Ceceran Kedelai Cara mengangkut dan mengaduk terburu-buru dan tidak hati-hati. Para pekerja takut terkena tumpahan bubur tahu yang panas Tidak menggunakan APD Kurangi kapasitas ember dan gunakanlah APD Ceceran Kedelai .PRODUKSI BERSIH 43 5.1.

Kayu Bakar Para pekerja diberi waktu untuk istirahat Kurang waktu istirahat Pekerja lelah ingin cepat istirahat Penggunaan yang berlebihan hingga tumpah Agar pembakaran cepat Pekerja ingin cepat selesai Keadaan gudang yang tidak tertata rapi Kayu bakar Tidak adanya piket kebersihan Membuat system organisasi dan jadwal kebersihan Tidak adanya system organisasi yang dibuat pemilik Tidak adanya system yang mengharuskan melakukan pembersihan .PRODUKSI BERSIH 44 Sewilan tiga cepon Ukuran cetakan tidak sesuai dengan tahu yang dipotong Ketidaktauan dan Tidak adanya keasadaran pemilik industri Disosiallisasikan keuntungan dari siwilan 3 cepon dan cetakan diusahakan memiliki ukuran yang sesuai dengan tahu yang dipotong Tidak memikirkan keuntungan yang didapatkan jika tidak ada ciwilan 3 cepon Sudah sejak pertama melakukan pemotongan seperti itu Malas memodifikasi cetakan Tidak kreatifitas untuk memodifikasi cetakan b.

Air Air Penggunaan Air yang Boros pada proses produksi Pekerja merasa air selalu ada Sumber air langsung dari mata air dan sumur milik sendiri tidak dari PAM Pekerja diberi pengarahan untuk hemat menggunakan air Melakukan penghematan dalam penggunaan air Tidak menggunakan air untuk kegiatan yang kurang penting Pekerja belum memahami penghematan penggunaan air bisa menghemat listrik Air gratis hanya membayar listrik saja .PRODUKSI BERSIH 45 c.

500 = Rp.1. Pengembangan Langkah Perbaikan Mencari solusi bagi akar permasalahan dengan mempertimbangkan sisi: 1. 6. 10.4. Kemudahan dan waktu perbaikan Manfaat Tujuan Mengetahui kebutuhan baku produktivitas pembuatan tahu bahan dan Langkah Yang diambil Membuat pembukuan dan melakukan pencatatan Investasi yang diperlukan Ekonomi Buku 5 @ Rp. energy. Perbaikan Lingkungan 3.000 Sub total =Rp.000 Lingkungan Prioritas K3 Organisasi Mudah mengetahui produktivitas kerja setiap harinya dan memudahkan memonitoring Tinggi Penanggung jawab Jadwal Waktu 1 minggu Pak Ngadini selaku pengerajin 1 bahn baku. 16.000 Bolpoint 4 @ Rp. 1. dan air yang dgunakan . Keuangan (investasi) 2. 2000 = Rp.PRODUKSI BERSIH 46 4.

600 Rp.25% menjadi 0.415.034.943.760 semakin Semakin ceceran limbah semakin berkurang timbulan akan sedikit dikit maka akan - Kenyamanan kerja karena lingkungan Tinggi Pak selaku omoq 3 hari Memodifikasi penggiling menjadi 0.840 dari menjadi sehingga Semakin ceceran limbah semakin berkurang timbulan akan sedikit dikit maka akan - Kenyamanan kerja karena lingkungan Tinggi Pak selaku Omoq 3 hari kedelai pada ember agar tidak meluap dan ceceran bersih tanpa ceceran pengerajin 2 menyebabkan kedelai dan bau keuntungan yang didapat sebanyak /tahun Proses penggilingan mesin  1 lembar seng ukuran (1 x1 m) = Rp.000 Dapat ceceran mengurangi dari 0.5% Rp.2.807.606.14 sehingga keuntungan Rp.362/tahun diperoleh bersih tanpa ceceran pengerajin 2 dan bau semakin .000  Kawat behel 1 gulung = Rp.000 Sub total = Rp.10 % biaya NPO yang dapat dikurangi RP.1. 10. 28. 10.5.19 menjadi Rp.2.25% dengan biaya NPO yang dapat dikurangi dalam setahun yaitu : Rp. 8.PRODUKSI BERSIH 47 Mengurangi ceceran yang terbentuk Proses mengurangi Perendaman kapasitas - Mengurangi cecran dari 0.990.799.359.2.000  Selang 1 m = Rp.

PRODUKSI BERSIH 48 Proses Pemotongan tahu memodifikasi dengan ukuran nampan sesuai - Meniadakan siwilan 3 cepon sehingga menjadi potongan tahu sesuai Semakin ceceran limbah semakin berkurang timbulan akan sedikit Mengurangi dikit maka akan - Menambah produktivitas kerja dan hasil produk Tinggi Pak selaku Pian 1 mnggu pengerajin 3 potongan tahu ukuran dari 1 % menjadi tidak ada siwilan 3 cepon dengan biaya NPO yang dapat berkurang yaitu : Rp.983. NPO yang dan mengurangi pencemaran udara asap karena . 9.111/tahun dan bau semakin Mengurangi pemborosan penggunaan bakar kayu Merapikan gudang bahan bakar serta mengganti karung penyimpan yang rusak dan hati – hati dalam penambahan bakar kedalam tungku pembakaran agar tidak tumpah - Mengurangi penggunaan bahan bakar awalnya banyak tempat - Kenyamanan kerja karena kayu bakar dan serbuk kayu Tinggi Pak Komeng selaku pengerajin 4 3 hari pemakaian kayu bakar dan serbuk kayu berarti cecerannya disekitar tertata rapi pembakaran dan ruang produksi menjadi lebih berkurang. sehingga ada biaya berkurang meningkatkan keunungan.

5000 = Rp. 5.PRODUKSI BERSIH 49 Mengurangi pemborosan penggunaan Air Mengganti keran yang  Keran 2 @ Rp. meningkatkan produktivitas produksi .000 Sub total Rp.000 Mengurangi biaya Mengurangi timbulan air limbah akibat air terbuang Mengura ngi kecelakaan kerja dengan menghinda ri genangan air dilantai Kenyamaanan kerja dengan yang suasana bersih dan tinggi Pak Komeng selaku pengerajin 5 5 hari rusak dan mematikan saat air tidak digunakan penggunaan pompa listik menjadi lebih murah. 15.000  Lem keran 1 gulung = Rp. 10.

Adapun implikasi dari re-think yang dapat dilakukan di Industri PT.5. lingkungan kerja menjadi nyaman dan pekerja menjadi sehat serta sejahtera. dalam merubah kondisi yang ada maka diperlukan menetapkan prinsip-prinsip penerapan produksi bersih agar tercipta efesiensi kerja sehingga produksi semakin meningkat. Oleh karena itu. Tahu Cibuluh ini antara lain :  Adanya perubahan dalam pola pikir pemilik industri untuk meningkatkan produksi agar tidak hanya berorientasi pada untung sekali produksi saja tetapi berkesinambungan.PRODUKSI BERSIH 50 4. RE-THINK Rething merupakan suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan seperti ketika akan beroprasi.  Upaya mengurangi nilai NPO dalam penerapan produksi bersih dapat merubah pemikiran produksi yang berorientasi pada keuntungan yang didapatkan dari segi ekonomi. lingkungan. . dan oraganisasi. Adapun prinsip produksi bersih yang harus diterapkan antara lain penerapan prinsip 5R sebagai berikut : a. Tahu Cibuluh Dari fakta-fakta yang telah disebutkan di atas terlihat banyak sekali kondisi-kondisi yang seharusnya tidak terjadi dan harus dirubah. Penerapan Langkah Penerapan Produksi Bersih di Industri PT.1.

ada yang namanya manajemen Good House Keeping. dan Good Huse keeping juga merupakan sarana manajemen untuk pengelolaan biaya.PRODUKSI BERSIH 51 b.  Pemanfaatan limbah cair dari produksi tahu secara efektif untuk pengolahan biogas yang dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi pencemaran kelingkungan. Good House Keeping yaitu Sejumlah langkah praktis berdasarkan akal sehat yang segera dapat diambil oleh perusahaan dan atas inisiatif perusahaan sendiri untuk meningkatkan operasi perusahaan. c.    Sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan contohnya pemborosan air dan bahan bakar. Replace ( Mengganti). Semakin banyak kita menggunakan material.  Mengganti barang – barang yang sudah perlu diganti dan dapat mencemari lingkungan serta penurunan produktivitas kerja seperti mesin penggilingan. Di dalam mendukung program PREMA diperlukan. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. buang). . Reduce (Mengurangi). Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai. semakin banyak sampah yang dihasilkan. e. saringan tahu. pengelolaan lingkungan hidup dan perubahan organisasional. dan menyempurnakan prosedur organisasional dan keselamatan tempat kerja. d.   Penggunaan kembali karung – karung bahan bakar untuk ampas tahu. Recycle (Mendaur ulang). Mengurangi penggunaan minyak goreng berkali – kali pakai. Reuse (Memakai kembali).

mengadakan perbaikan operasional. Ketika kita menerapkan Good Housekeeping. rasionalisasi pemakaian masukan bahan baku. kemudian mengurangi volume dan/atau toksisitas limbah. dan emisi yang berkaitan dengan produksi. Good Housekeeping ini dapat diimplementasikan pada berbagai jenis perusahaan serta dapat diimplementasikan pada berbagai skala perusahaan. air. kita juga dapat berfokus pada tiga keuntungan yaitu “win-win-win”. sehingga dapat juga menghindari terbentuknya limbah B3 dalam proses produksi . Good Housekeeping ini sangat sesuai untuk IKM karena penerapan manajemen Good Housekeeping ini mudah dan gampang serta bisa diterapkan secara langsung di dalam proses industri. kemudian menggunakan kembali dan/atau mendaur ulang masukan primer dan bahan kemasan secara maksimal. Win-win-win adalah keuntungan yang dapat dilihat dari dibidang lingkungan. limbah air. Didalam menerapkan produksi bersih kita perlu melakukan beberapa perubahan dari berbagai aspek antara lain: • Perubahan material input – Bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan bahan berbahaya dan beracun yang masuk atau digunakan dalam proses produksi. sehingga mengurangi kerugian masukan bahan berharga dan karenanya mengurangi biaya operasional. Adapun langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan dalam menerapkan manajemen Good House-keeping ini antara lain. dan enerji.PRODUKSI BERSIH 52 Adapun kelebihan yang bisa kita dapatkan dalam menerapkan Good Housekeeping ini antara lain. kemudian adanya tata cara perhitungan biaya serta adanya pembuatan penjadwalan terhadap produksi. Memperbaiki kondisi kerja dan keselamatan kerja dalam perusahaan . organisasi serta yang paling penting yaitu keuntungan dibidang ekonomi. biaya yang diperlukan untuk menerapkan Good housekeeping ini juga tidak mahal.

tata letak.PRODUKSI BERSIH 53 – Perubahan material input termasuk pemurnian bahan dan substitusi bahan • Perubahan teknologis – Mencakup modifikasi proses dan peralatan yangdilakukan untuk mengurangi limbah dan emisi. • Perubahan produk – Meliputi substitusi produk. baik untuk digunakan kembali pada proses awal atau sebagai material input dalam proses yang lalu. • Teknologi bersih untuk mengurangi limbah dengan cara : – Perubahan bahan baku dengan nilai produksi tinggi dan menghasilkan limbah lebih rendah – Memperbaiki teknologi produksi yang lebih efisien (proses. kondisi proses) – – Perubahan produk yang sedikit menghasilkan limbah Daur ulang limbah Berikut beberapa kiat praktis dalam menerapkan Proses Produksi bersih di suatu Industri Kecil dan Menengah seperti:  Kurangi pemakaian kemasan  Pilih bahan yg dapat dipakai kembali (botol gallon aqua) . otomatisasi peralatan. konservasi produk. perubahan teknologi dapat dimulai dari yang sederhana dalam waktu yang singkat dan biaya yang murah sampai yang memerlukan infestasi tinggi dll. alat. dan perubahan komposisi produk • Onsite reuse – Merupakan upaya penggunaan kembali bahan-bahan yang terkandung dalam limbah.

metode produksi bersih diatas dilakukan maka akan dapat diperoleh keuntungan yang besar jika dihitung dalam 1 tahun.392. kemasan. 14. contoh 1.198. yang telah digunakan  Pinjam/sewa alat yang jarang digunakan  Jual/sumbangkan barang yang habis pakai. 14. ceceran kita mengurangi limbah padat yang dapat menyebabkan timbulan bau dan merusak estetika kebersihan. penggilingan dan peniadaan siwilan 3 cepon saja dalam satu tahun diperoleh keuntungan sebesar Rp. Jika .maka akan diperoleh pula manfaat lingkungan dan organisasi didalam proses produksi seperti untuk kelingkungan kita dapa mengurangi terbentuknya limbah .86 dari biaya NPO yang seharusnya terbuang percuma.392. Apalagi untuk menerapkan produksi bersih pada penggunaan air dan bahan bakar pada proses produksi maka akan lebih meningkatkan keuntungan dalam setahunnya.PRODUKSI BERSIH 54  Rawat dan reparasi perawatan  Pakai kembali tas.198. Contoh 2.dll. tetapi masih bermanfaat  Pilih barang yang kemasannya dapat dipakai kembali  Pilih produk dengan kemasan daur ulang  Jadikan sampah sebagai kompos  Sosialisasikan konsep pakai (use). pakai kembali (reuse) dan daur ulang (recycle)  Kreatif menggunakan kembali barang bekas Jika penerapan langkah perbaikan dan metode. Keuntungan dalam menerapkan produksi bersih seperti yang sudah dijelaskan pada prema diatas selain keuntungan nilai ekonomi sebesar Rp. Seperti langkah perbaikan yang diatas dengan pengurangan ceceran pasda saat proses perendaman.86 Yang diperoleh .

PRODUKSI BERSIH 55 kita mengurangi pemborosan penggunaan air ketika proses produksi maka kita sudah mengurangi pembentukan limbah cair yang dibuang kelingkungan. . Untuk system organisasinya kita bisa mendapatkan keuntungan lebih kearah manajemen dalam roses produksi yang nantinya akan meningkatkan produktivitas kerja dan hasil produksi.

Diagram Alir Setelah penerapan Produksi Bersih pada Tabel Perbaikan .PRODUKSI BERSIH 56 A.

PRODUKSI BERSIH 57 .

PRODUKSI BERSIH 58 .

Perhitungan Produk dan Non Product Output (NPO) PT.PRODUKSI BERSIH 59 B. Tahu Cibuluh Tahun 2012 Setelah Penerapan Produksi Bersih .

PRODUKSI BERSIH 60 .

PRODUKSI BERSIH 61 .

PRODUKSI BERSIH 62 .

PRODUKSI BERSIH 63 .

PRODUKSI BERSIH 64 .

lingkungan kerja menjadi nyaman. Tahu Cibuluh ini antara lain :  Diharapkan terutama kepada pemilik PT. serta manajemenmanajemen dalam produksi bersih agar tercipta efesiensi kerja sehingga produksi semakin meningkat. .  Untuk para pekerja diharapkan bisa memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam bekerja.1 Kesimpulan Pada observasi yang telah kami lakukan pada industri PT. pekerja menjadi sehat serta timbul kesejahteraan baik bagi pekerja maupun bagi semua yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan Industri tersebut . Oleh karena itu.PRODUKSI BERSIH 65 BAB V PENUTUP 5. Tahu Cibuluh agar segera mengaplikasikan prinsip-prinsip serta manajemen-manejemen dalam penerapan Produksi Bersih yang telah dibahas dalam makalah ini dan mengarahkan para pekerjanya. Tahu Cibuluh ini terdapat banyak sekali kekurangan-kekurangan seperti kondisi-kondisi yang seharusnya tidak terjadi malah banyak terjadi kemudian hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan malah sering dilakukan.2 Saran Adapun beberapa saran yang ingin kami coba berikan untuk PT. dalam merubah kondisi yang ada maka diperlukan untuk menerapkan prinsip-prinsip. 6.

pdf http://industri16heriyanto.org/cleanerproduction/files/Penerapan_Produksi_Bersih_di_Kawasan_Industri.org/wiki/Produksi_bersih http://vibet.ac.id/2011/02/15/produksi-bersihcleaner-production/ .blog.PRODUKSI BERSIH 66 DAFTAR PUSTAKA http://id.mercubuana.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful