Contoh Teks Dakwah

Posted in 18.08

ِ َّ ِ ُ ‫اْلم‬ ِ ‫ذي أَنحعمنَا بِنِعم‬ ِ ِ ‫ة اح‬ ِ ‫واح‬ ‫سالَِم‬ ‫إل ح‬ ‫حَ ح‬ َ ‫إل حْيَان‬ َ ‫دِ هلل ال ح َ َ ح‬ ِ ‫ من ي ه‬.‫ات أَعمالِنا‬ ِ‫غ‬ ِ‫ده‬ ِ ‫من سيِّئ‬ ِ ‫سنَا‬ ِ‫ف‬ ِ ِ‫فره ونَعوذُ بِاهلل‬ ِ‫ده ونَستَع‬ ِ‫و‬ ‫َن‬ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ش‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ت‬ ‫س‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫ح‬ ‫ح‬ ُ َ ُ ُ ‫َح‬ َ ََ ‫و ح‬ ‫ح َ َ َ ح َح‬ ‫ح‬ ُ ُ ُ ‫ح ُح‬ ‫َ ح ُ َ ح‬ َ ‫مُُ َ ح‬ َ ‫َن‬ ٍ َّ ‫ُم‬ ِ ‫م صل وسلِّم علَى‬ ِ ‫ضلِحلو فَالَ ى‬ ِِ‫د وعلَى اَل‬ ِ ‫اهلل فَالَ م‬ ‫و‬ ‫اد‬ ‫ي‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ض‬ َ ‫ح‬ َّ َُ ‫سيِّدنَا‬ ََ ‫م‬ َ ُ ُ ُ َّ‫ اَلل‬.ُ‫ي لَو‬ َ َ ‫ه َّ َ ِّ َ َ ح‬ ُ ‫ح‬ َ ُ ُ َ َ ِ ‫وأح‬ ِ ِ‫وصحب‬ ‫د‬ َّ ‫ْي أ‬ ُ‫ع‬ َ ‫َْجَع ح‬ ‫َما بَ ح‬ ‫ََح‬
Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Assalamu ‘alaikum wr.wb. Wallahu'alam.Bismillâhirrahmânirrahîm Segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengumpulkan kita di tempat yang baik ini dengan izin Allah laksana satu hati dalam tubuh satu orang, sehingga kita menjadi saudara-saudara yang saling mencintai. Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan taufik, serta menganugerahkan kemudahan kepada kita untuk menuntut ilmu syar’i, yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berilmu, dan orangorang yang berjalan mengikuti jalan ilmu.

Sebelum segala sesuatu dimulai, saya mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kepada hadirin semua untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sebab, takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan himpunan segala kebaikan. Takwa merupakan pangkal kebenaran hakiki bagi setiap Muslim.

Beliau lalu bertanya kepada Fatimah. Banyak peristiwa yang memaparkan sifat amanah dan keadilannya. Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah.saudara sekalian. kelapangan. Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat perbuatan anaknya itu. Fatimah memahami tindakan suaminya yang ingin menjaga amanah kaum muslimin. dan Allah akan menganugerahkan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia duga”. Di antaranya ialah cerita ini: Pada suatu hari. hai orang-orang yang berakal”. Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin yang terkenal dengan sifat amanah dan adil. legalah hati Khalifah Umar bin Abdul Aziz. sebagai seorang ibu. tiba-tiba mengambil sebiji buah epal dari bakul. dari segala kesedihan. Tetapi. beliau melihat lagi anaknya sedang memakan buah epal. “Wahai Fatimah. niscaya Allah membuatkan baginya jalan keluar dari segala kesulitan.Takwa merupakan bekal yang sejati bagi setiap Muslim. Dan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah bersabda “Barangsiapa bertakwa kepada Allah. Sebab buah epal itu adalah hak kaum muslimin. Ketegasan Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu menyebabkan anaknya menangis. melainkan “Mencari Pemimpin yang Amanah di Masa Kini” Pada zaman dahulu kala.” Mendengar jawapan itu. anaknya yang masih kecil sedang bermain-main berhampiran dengannya. Sungguh sakit . dari manakah adinda peroleh buah epal itu? Adakah ia milik kaum muslimin?” “ Tidak kakanda. Ibunya. Namun saudara . kanda merasakan seolah-olah kanda menarik jantung kanda sendiri. kemudian dia menggigit buah epal yang rangup itu. sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku. Dia berlari pulang mengadu kepada ibunya. Buah epal itu adinda beli di pasar untuk mendiamkan anak kita yang menangis tadi. Fatimah membujuk anaknya dengan membeli sebuah epal di pasar. Beliau mendukung anaknya sambil berkata kepada isterinya. semasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang membagikan buah epal kepada kaum muslimin. Dengan segera dia menghampiri anaknya dan mengeluarkan buah epal itu dari mulutnya anaknya. Seperti yang tersiratkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah/2:197 yang artinya: “Berbekallah. beliau juga memahami perasaan dan keinginan anaknya. pokok pembahasan dalam ceramah kali ini bukanlah mengenai takwa. “Ketika kanda menarik buah epal itu dari mulut anak kita.

ataupun masalah yang ditimbulkannya. Pemimpin merupakan lambang kekuatan. Semua mengaku terbaik! Dewasa ini banyak sekali orang yang mengacungkan dirinya menjadi pemimpin. Di Indonesia banyak sekali anggota DPR yang notabene adalah para artis. Amin… Bila kita bandingkan. dahulu para sahabat Radhiyallahu „Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin.” Begitulah kisah singkat Khalifah Umar bin Abdul Aziz.benar setulus hati bekerja untuk rakyat.kanda rasa. sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa label pemimpin rakyat untuk membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang menentukan nasib jutaan jiwa umat. tetapi kanda tidak sanggup mendapat dosa karena sebiji buah epal yang bukan hak kita. menjadi para koruptor hebat. Namun harus kita sadari juga bahwa pemimpin bukanlah hanya sekadar lambang. ada banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. entah dalam cakupan wilayah yang sempit atau lebih luas. hasil kerjanya. Semoga Allah mengurniakan kita dengan sifat yang mulia ini. Al-Bukhari). apakah akan menjadi tinta emas yang senantiasa dikenang atau tinta hitam yang senantiasa diratapi. Di mana keberadaan pemimpin kita yang amanah? Benar sabda Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan. Mampukah ia menjadi pemimpin sejati. tidak masalah.. pejabat. Okelah. padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan. bukan juga sebuah perkara besar jika mereka memiliki kompetensi yang handal dan kecakapan yang baik dalam bidang tersebut. Karena itu. Sungguh kuat sifat amanah beliau. Misalnya saja menjadi pemimpin dan wakil rakyat dalam dunia DPR. Baik dilihat dari sisi kualitas pendidikan. Ya. ia . lulusan sarjana dan bahkan pekerja biasa. Memang benar tidak semuanya seperti itu. mari kita teengok keberadaan mereka.” (HR. apa yang sebenarnya bisa diungkap dari mereka. kalau mereka benar. kerakusan dan ketamakan yang memakan diri mereka semakin hari semakin menggemparkan berita nusantara ini. kandidat yang terpilih itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah di negeri ini. Tetapi kebanyakan dari mereka telah meninggalkan amanat kepemimpinan yang mereka emban. Telah terungkapkan fakta bahwa kelayakan mereka tidak bisa dijamin 100 %. Hal ini menjadi pemandangan yang sangat memilukan untuk rakyat.. pemikir hebat. atau justru menjadi pemimpin yang menghianati amanat rakyat. kedisiplinan dan persatuan. Meskipun torehan itu masih tanda tanya besar. Memilih pemimpin bukanlah perkara sepele. Suka tidak suka. Namun. maka sekarang. keutuhan.

dia bekerja lebih keras.memerlukan kompetensi. kelayakan dan aktivitas yang prima untuk memimpin bawahannya. Bukan sebaliknya. Selain itu. Kalau ternyata sesuai. Seorang pemimpin sejati.Jujur Pemimpin Islam haruslah jujur kepada dirinya sendiri dan pengikutnya. Orang akan mengikuti seseorang jika ia benar-benar meyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya. mampu meningkatkan kemampuan dirinya untuk memuliakan orangorang yang dipimpinnya. Melihat esensi kepemimpinan. dalam memilih pemimpin ada tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah terhadap pilihan kita. Agar bisa mengetahui kesesuaiannya dengan karakter pemimpin ideal yang diatur oleh Islam. selalu ingin mendapatkan dan mengambil sesuatu dari orang-orang yang dipimpinnya. Dia menafkahkan lebih banyak. pemimpin yang selalu ingin dilayani. Pemimpin yang perkataan dengan perbuatannya senantiasa sejalan. perlu disadari. menurut perspektif Islam ada dua peran yang dimainkan oleh seorang pemimpin: 1. tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Di antara karakteristik pemimpin dalam Islam. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkhidmat dan menjadi pelayan bagi kaumnya.Kompeten Kompotensi dalam bidangnya mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin Islam. maka jangan sungkan memberikan suara. 2. yaitu: 1. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita. sebagai seorang Muslim. belum tentu hal tersebut sebagai tanda kemuliaan. dia berpikir lebih kuat. Seorang pemimpin yang dimuliakan orang lain. 2. Pemandu (muwajjih) Pemimpin adalah pemandu yang memberikan arahan pada pengikutnya untuk menunjukkan jalan yang terbaik agar selamat sampai di tujuan tentu saja itu baru tercapai dengan sempurna jika di bawah naungan syariat Islam. Nah. . Di sinilah pentingnya seorang pemilih mengenal calon pemimpinnya. Demikianlah pemimpin sejati yang dicontohkan Nabi Shallallahu „Alaihi Wasallam. Pelayan (khadim) Pemimpin adalah pelayan bagi pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contoh terbaik. lebih lama dan lebih mendalam dibanding orang yang dipimpinnya.

Ali Imran: 159). Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi yang jauh dari sikap emosional. ilmu. Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya Kapasitas ilmiah serta empati dan rasa sensitivitas yang baik akan mereka yang dipimpinnya. yaitu: 1. tetapi juga kemampuan memilih hal yang akan dilempar kepada publik serta timing yang tepat dalam melemparkannya.Sabar Pemimpin Islam haruslah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan. Dan ada pula rahasia kekuatan pemimpin menurut islam. 4. Tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) serta tidak merendahkan orang lain. hatinya. pikiran dan hawa nafsunya) sebelum memimpin orang lain. . Dan yang terpenting dari semua itu adalah sang pemimpin akhirnya mampu mengambil sebuah kebijakan yang tepat dalam sebuah kondisi yang memang dibutuhkan oleh rakyat yang dipimpinnya. lidahnya. serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. 6. Nabi Muhammad Shallallahu „Alaihi Wasallam dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan ilmu dan keimanan yang kuat. angin) dengan ilmu dan keimanan yang kuat.Musyawarah Dalam menghadapi setiap persoalan. 5. 2. pada akhirnya akan melahirkan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Ibadah dan taqarrub kepada Allah. paling banyak ilmunya dan paling banyak idenya. Komunikasi yang baik kepada rakyatnya bukanlah sekadar kemampuan retorika yang baik. “Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya—padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya. dan wawasan yang luas Seluruh nabi dan rasul memimpin dengan kekuatan iman dan ilmu. Dengan ilmu dan iman seorang pemimpin sanggup memimpin dirinya (seperti memimpin matanya. Kekuatan iman.Inspiratif Seorang pengikut akan merasakan „aman‟ jika pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman dan menimbulkan rasa optimis seburuk apa pun situasi yang sedang dihadapi. Nabi Sulaiman Alaihissalam memerintah hampir seluruh makhluk (seperti jin. binatang.” (QS. seorang pemimpin Islam haruslah menempuh jalan musyawarah serta tidak menentukan keputusan sendiri.Rendah hati Seorang pemimpin Islam hendaklah memiliki sikap rendah hati. Lalu bagaimana dengan yang selain beliau? 7.3. Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa‟dirahimahullah mengatakan.

3. Ketika Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam menghimbau umatnya untuk berhias dengan akhlak mulia. pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu Wata‟ala. 2. Ketika Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallammenyuruh bertahajud. dan tawakkal. beliaulah manusia yang paling mulia akhlaknya. beliau b ertempur paling depan. beliaulah yang kakinya bengkak karena banyak bertahajjud.” Maka jadikanlah janji Allah memasukan pemimpin yang adil dalam surga-Nya sebagai sumber energi hidup kita. Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin. kesabaran. Khalifah Umar bin Khaththab memberikan sebuah ungkapan. marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Keteladanan. Setelah pemimpin dipilih lewat jalan musyawarah maka wajib bagi pengikutnya (yang menang dan yang kalah untuk taat kepadanya. Setelah itu. ketawadhuan. Karena itu. Bagi pemimpin dan calon pemimpin masa depan. Dinamis dan kritis Seorang pengikut harus dinamis dan kritis dalam mengikuti kepemimpinan seseorang. Ibadah dan taqarrub juga akan melahirkan kekuatan ruhaniyah yang dahsyat. Taat Seorang pengikut harus patuh kepada pemimpin. . tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala. Setidaknya. “Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas. Islam tidak mengajarkan suatu ketundukan buta atau sekadar ikut-ikutan. Dan yang pasti. amanah yang kita emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah. kita telah berusaha melakukannya. Ketika Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam mengajak jihad. Seperti itulah seharusnya pemimpin dan pengikut yang baik di negeri kita. dapat melahirkan kewibaan. kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. bersedekah paling ringan dan hidup paling bersahaja. akan senantiasa dibutuhkan seorang Muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat. Ada pemimpin tentunya juga ada pengikut. optimisme. kecuali sang pemimpin telah melanggar ketentuan Allah dan membuat kerusakan). Inilah kriteria pengikut yang baik: 1.Ibadah dan banyak bertaqarrub kepada Allah.

wb.Demikianlah dakwah singkat dari saya. Apabila ada tutur kata yang salah dan kurang berkenan. Kesempurnaan hanyalah milik Allah sang pencipta. Semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin sekalian. Wassalamu „alaikum wr. . yang diciptakan. Wallahu Waliyyu at-Taufiq. bukan kita. saya mohon maaf dari lubuk hati kalian yang ikhlas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful