BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Urolitiasis merupakan keadaan telah terjadinya pembentukan batu dalam saluran kemih. Penyakit ini diduga telah ada sejak peradaban manusia dahulu karena ditemukan batu diantara tulang panggul kerangka mumi dari seorang berumur 16 tahun. Mumi ini diperkirakan berumur sekitar 7000 tahun. (bedah) Urolitiasis merupakan keadaan patologis yang sering terjadi dan sering

dipermasalahkan baik dari segi kejadian (insiden), etiologi, patogenesis maupun dari segi pengobatan. Urolitiasis ini disebabkan oleh multifaktor. ( management). Kejadian maupun komposisi batu penderita urolitiasis ini tidak sama diberbagai belahan bumi, bervariasi menurut suku bangsa dan geografi. Walaupun demikian, untuk komposisi batu diperoleh kesan bahwa batu kalsium oksalat merupakan jenis batu yang paling banyak dijumpai. (profil) Urolitiasis diperkirakan terjadi sekitar 102 per 100.000 penduduk New Zealend, Di Amerika serikat, sekitar 250.000 sampai 750.000 penduduknya menderita urolitiasis setiap tahun, dimana 15% terjadi pada laki- laki dan 6% terjadi pada perempuan. (management of). Di Jerman terjadi 750.000 kasus per tahun, dimana 25% diantaranya mengalami rekuren. Kejadian pada pria empat kali lebih tinggi dari pada wanita , kecuali untuk batu amonium magnesium fosfat (struvit), lebih sering terdapat pada wanita. Usia rata-rata terjadinya urolitiasis 30 sampai 50 tahun. ( profil analisis , eau).

Di Indonesia urolitiasis masih menempati porsi terbesar dari jumlah pasien di klinik urologi yang merupakan salah satu dari tiga penyakit terbanyak di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna, namun data lengkap dari kejadian penyakit ini masih belum banyak dilaporkan. (profil) Pada tahun 2002 berdasarkan data yang dikumpulkan dari seluruh rumah sakit di Indonesia adalah sebesar 37.636 kasus baru, dengan jumlah kunjungan 58.959 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, dengan jumlah kematian sebesar 378 orang..

Penyebab pasti pembentukan urolitiasis belum diketahui, oleh karena banyak faktor yang dilibatkan Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan keadaan keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik).. Diduga dua proses yang terlibat dalam penyakit ini yakni supersaturasi dan nukleasi. Identifikasi urolitiasis dapat dilakukan dengan analisis batu, sehingga jenis dan komposisi batu dapat diketahui. Dalam menegakkkan diagnosa pada urolitiasis memerlukan peranan radiologi, dimana dalam beberapa tahun ini pencitraan untuk urolitiasis meningkat seiring dengan perkembangan kecanggihan teknologi dalam penegakkan diagnosa yang lebih baik. (new and envolving). Kemajuan dalam bidang urologi telah secara drastis mengubah tatalaksana pasien dengan batu simtomatik yang membutuhkan operasi terbuka untuk pengangkatan batu. Perkembangan terapi invasif minimal mutakhir yaitu retrograde uteroscopic intrarenal surgery (RIRS), percutaneus nephrolitotomy (PNL), uteroskopi (URS), dan extracorporeal shock wave lithotrispy (ESWL) telah banyak digunakan dalam tatalaksana urolitiasis. 1.2 Batasan Masalah Makalah ini membahas mengenai definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiologi, , patogenesis, gejala klinis, diagnosis, dan peranan radiologi dalam diagnosa dan penatalaksanaan urolitiasis. 1.2 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui dan memahami definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiologi, patogenesis, gejala klinis, diagnois, dan peranan radiologi dalam diagnosa dan penatalaksanaan urolitiasis. 1.4 Metode Penulisan Metode yang dipakai adalah tinjauan kepustakaan dengan merujuk pada berbagai literatur.

1.5 Manfaat Penulisan

Melalui penulisan makalah ini diharapkan akan bermanfaat dalam memberikan informasi dan pengetahuan tentang urolitiasis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Defenisi Urolitiasis merupakan keadaan terjadinya pembentukan batu didalam sistem traktus urinarius sehingga menimbulkan manifestasi sesuai dengan derajat penyumbatan yang terjadi. Batu penyebab urolitiasis dapat terbentuk dan berada pada ginjal, ureter, kandung kemih atau uretra. (Bedah)
Batu ginjal adalah batu yang terbentuk di tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal dan merupakan batu slauran kemih yang paling sering terjadi (Purnomo, 2000)

2.2 Anatomi dan Fisiologi
Sistem urinaria terdiri dari organ-organ yang memproduksi urine dan mengeluarkannya dari tubuh. Organ urinaria terletak di rongga retroperitoneal dan terlindung oleh organ lain yang mengelilinginya, organ urinaria terdiri atas ginjal yang memproduksi urin, ureter yang menyampaikan urin ke kandung kemih sebagai penampung urin sementara, dan uretra yang membuang urin keluar dari tubuh: (sloane, ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi. Egc:jakarta) (dasar-darar urologi)

(gray anatomi +dasar2 urologi) Struktur di sekitar ginjal Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrus tipis dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (true capsule) ginjal dan di luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. dan batas bawah ginjal adalah lumbal ketiga. lebar 5 sampai 7. Ginjal Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke madial. dengan ketebalan agak lebih dari 2. (gray anatomy + sloane) Setiap ginjal memiliki panjang sekitar 11. (dasar urologi) Batas atas ginjal adalah vertebra toraks kedua belas. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm) dibanding ginjal kiri. Atau kurang lebih 0. terdapat sepasang (masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri vertebra) dan posisinya retroperitoneal.4% dari berat badan.5 cm. pada wanita dewasa 115-155 gram.25 cm.5 cm. Kelenjar adrenal bersama-sama ginjal dan jaringan lemak perirenal dibungkus oleh fasia .(grays anatomy) Gambar 1. Berat ginjal pada pria dewasa bervariasi 125-170 gram. hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan. Sistem urinaria a. Disebelah kranial ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal atau supra renal yang berwarna kuning.

yaitu sambungan dari ujung ureter bagian atas yang membentuk corong. tubulus kontortus distalis. jejenum. (dasar2 urologi + guyton fisiologi) .gerota. Batas luar pelvis terbagi menjadi kantong-kantong dengan ujung terbuka yang disebut kalises mayor. Mukosa sistem pelvikalises terdiri atas epitel transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk mengalirkan urine sampai ke ureter. (dasar urologi) Medula ginjal terbagi menjadi menjadi beberapa massa jaringan berbentuk kerucut yang disebut piramida ginjal. (dasar urologi) Struktur ginjal Secara anatomis ginjal terbagi menjadi 2 bagian yaitu korteks dan medula ginjal. sedangkan ginjal kiri dikelilingi oleh lien. (dasar urologi) Disebelah posterior ginjal dilindungi oleh otot-otot punggung yang tebal serta tulang rusuk ke XI dan XII.selain itu fasia gerota juga dapat sebagai barrier dalam menghambat penyebaran infeksi atau menghambat metastasis tumor ginjal ke organ lain di sekitarnya. Fasia ini berfungsi sebagai barier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal serta mencegah ekstravasasi pada saat trauma ginjal. yang meluas ke bawah terbagi menjadi kalises minor. Dasar dari setiap piramida dimulai pada perbatasan korteks dan medula serta berakhir di papila. dan duktus kolegentes. dan kolon. yang mengumpulkan urin dari tubulus setiap papila. Nefron adalah unit fungsiona terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus kontortus proksimal. Ginjal kanan dikelilingi oleh hepar. Di luar fasie gerota terdapat jaringan lemak retroperitoneal atau disebut jaringan lemak pararenal. Sedangkan disebelah anterior dilindungi oleh organ-organ intraperitoneal. Didalam korteks terdapat berjuta-juta nefron sedangkan di dalam medula banyak terdapat duktuli ginjal. yang menonjol ke dalam ruang pelvis ginjal. kolon. lambung. dan duodenum.

Urin yang terbentuk di dalam nefron disalurkan melalui piramida ke sistem pelvikalises ginjal untuk kemudian disalurkan kedalam ureter. (dasar urologi) Fungsi ginjal (dasar urologi + guyton) . sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai anastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain. beberapa zat yang masih diperlukan tubuh mengalami reabsobsi dan zat-zat hasil sisa metabolisme mengalami sekresi bersama air membentuk urine.Gambar 2. sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini. berakibat timbulnya iskemia/nekrosis pada daerah yang diperdarahi. Setiap hari tidak kurang 180 liter cairan tubuh difiltrasi di glomeruli dan menghasilkan urine 1-2 liter. sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena cava inferior. (dasar urologi) Vaskularisasi ginjal Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abnominalis. Anatomi ginjal Darah yang membawa hasil metebolisme tubuh difiltrasi di dalam glomeruli kemudian di tubuli ginjal.

Ureter Ureter adalah organ yang berbentuk tabung kecil yang berfungsi mengalirkan urine dari pielum ginjal ke dalam buli-buli. Renin yang berperan dalam mengatur tekanan darah. yang berperan dalam Gambar 3. Pada orang dewasa panjangnya kurang lebih 25-30 cm. 4. dan lapisan terdalam adalah epitelium mukosa yang mensekresi selaput mukus pelindung. Nefron Ginjal b. 5. metabolisme. Eksresi produk sisa metabolik dan bahkan kimia asing hormon aldosteron dan ADH (anti diuretik hormone)) 3. (gray + sloane) .Berbagai fungsi ginjal dalam homeostasis: 1. yaitu lapisan terluar adalah fibrosa. 7. 6. dan eksresi homon Glukoneogenesis Mengatur metabolisme ion kalisum dan vitamin D pembentukan sel darah merah. Dindingnya terdiri atas 3 lapisan. Menghasilkan hormon antara lain: eritropoetin. serta hormon prostaglandin. 2. 8. Lapisan otot dapat melakukan gerakan peristaltik (berkontraksi) guna mengeluarkan urine ke buli-buli. Pengaturan osmoalitas cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit Pengaturan tekanan arteri Pengaturan keseimbangan asam-basa Sekresi. di tengah adalah muskularis longitudinal ke arah dalam dan otot polos sirkular ke arah luar. Pengaturan keseimbangan air dan elektrolit (Mengontrol eksresi hormon- 9.

(dasar urologi) Untuk kepentingan radiologi dan kepentingan pembedahan. kontaksi itu dirasakan sebagai nyari kolik yang datang secara berkala.Gambar 4. Pada perabatasan antara pelvis renalis dan ureter atau pelvi ureter junction 2. (gray anatomi + dasar urologi) Disamping itu secara radiologis ureter dibagi dalam tiga bagian. (dasar urologi) Sepanjang perjalanan ureter dari pielum menuju buli-buli. sehingga batu atau benda-benda lain yang berasal dari ginjal seringkali tersangkut ditempat itu. Anatomi ureter Jika karena sesuatu sebab terjadi sumbatan pada aliran urine. secara anatomis terdapat beberapa tempat yang ukuran diameternya relatif lebih sempit dari pada tempat lain. sesuai dengan irama peristaltik ureter. Tempat ureter menyilang arteri iliaka di ronggo pelvis 3. yaiu yang berada dari pelvis renalis sampai menyilang vasa ilika. Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah: 1. yaitu : . yaitu ureter pars abdominalis. terjadi kontraksi otot polos yang berlebihan yang bertujuan untuk mendorong/mengeluarkan sumbatan itu dari saluran kemih. Pada saat ureter masuk ke vesika urinaria dalam posisi miring dan berada di dalam otot vesika urinaria (intramural) Keadaan ini dapat mencegah terjadinya aliran balik urine dari vesika urinria ke ureter atau refluks vesiko-ureter pada saat buli-buli berkontaksi. yaitu mulai dari persilangan dengan vsa ilika sampai masuk buli-buli. ureter dibagi menjadi dua bagiah. dan ureter pars pelvika.

Ureter 1/3 medial mulai dari batas atas sakrum sampai pada batas bawah Ureter 1/3 distal mulai batas bawah sakrum sampai masuk ke vesika sakrum urinaria. yang volumenya untuk orang dewasa kurang lebih adalah 300-450 ml: sedangkan kapasitas buli-buli pada anak menurut formula dari koff adalah: 3. 2. Vesica urinaria Vesica urinaria adalah organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot detrusor yang saling beranyaman. ureter dan uretra posterior. ditengah otot sirkuler. Vesika urinaria berfungsi menampung urine dari ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi. yaitu : 1. Permukaan superior merupakan lokus minoris . Permukaan superior.1. dan paling luar merupakan otot longitudinal. Mukosa vesika urinaria terdiri atas sel – sel transisional yang sama seperti mukosa-mukosa pelvis renalis. vesika urinaria mempunyai kapasitas maksimal. 3. Ureter 1/3 proksimal mulai dari pelvis renalis sampai batas atas sakrum. Disebelah dalam otat longitudinal. c. Dalam menampung urine. Permukaan superior yang berbatasan dengan ronggo peritoneum 2. Secara anatomik bentuk vesika urinaria terdiri atas 3 permukaan. Dua permukaan inferolateral (daerah terlemah) dinding vesika urinaria. Pada dasar vesika urinaria kedua muara ureter dan meatus uretra internum membentuk suatu segitiga yang disebut trigonum vesika urinaria.

Hal ini akan menyebabkan kontraksi otot detrusor. dan disebelah proksimal dan distal dari verumontanum ini terdapat krista uretralis. Uretra diperlengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak perbatasan vesika urinaria uretra. 4. Sfingter uretra interna terdiri atas otot polos yang dipersarafi oleh sistem simpatik sehingga pada saat vesika urinaria penuh.dan uretra pars membranesa. Secara anatomis uretra dibagi menjadi 2 bagian yaitu uretra posterior dan uretra anterior. . sfingter terbukan. Panjang uretra wanita kurang lebih 3-5 cm. terdapa suatu tonjolan verumontanum. Bagian akhir dari vas deferens yaitu kedua dukus ejakularis terdapat di pinggir kiri dan kanan verumontanum. Perbedaan panjang inilah yang menyebabkan keluhan hambatan pengeluaran urine lebih sering ada pria. pada saat miksi sfingter ini terbuka dan tertutup pda saat menahan miksi. Di bagian posterior lumen uretra prostatika. Pada pria. Uretra Uretra merupakan tabung yang menyalurkan urine ke luar dari vesika urinaria melalui proses miksi. dan relaksasi sfingter uretra sehingga terjai proses miksi. sedangkan uretra pria dewasa kurang lebih 23-25 cm.Kapasitas vesika urinaria = (umur (tahun) + 2) x 30 mL Pada saat kosong. serta sfingter eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan uretra posterior. Uretra posterior pada pria terdiri atas uretra pars prostatia yaitu bagian uretra yang dilingkupi oleh kelenjar prostat. Vesika urinaria yang terisi penuh memberikan rangsangan pada saraf aferen dan menyebabkan aktivasi pusat miksi di medula spinalis segmen sakral S2-4. vesika urinaria terletak di belakang simfisis pubis dan pada saat penuh berada diatas simfisis pubis sehingga dapat dipalpasi dan diperkusi. terbukanya leher vesika urinaria. sedangkan sekresi kelenjar prostat bermuara di dalam duktus prostatikus yang tersebar di uretra prostatik. organ ini berfungsi juga dalam menyalurkan cairan mani. Sfingter uretra eksterna terdiri atas otot bergaris dipersarafi oleh sistem somatik yang dapat diperintahkan sesuai dengan keinginan seseorang.

Panjang uretra wanita kurang dari 4 cm dengan diameter 8 mm. terdapat sfingter uretra eksterna yang terdiri atas otot bergaris. Kurang lebih sepertiga medial uretra.Uretra anterior adalah bagian uretra yang dibungkus oleh korpus spongiosum penis. Tonus otot sfingter uretra eksterna dan tonus otot Levator ani berfungsi mempertahankan agar urine tetap berada di dalam vesika urinaria pada saat perasaan ingin miksi. Miksi terjadi jika tekanan intravesika melebihi tekanan intrauretra akibat kontraksi otot detrusor. Uretra anterior penis terdiri atas pars bulbosa. vagina. Berasa dibawah simfisis pubis dan bermuara anterior kelenjar diantaranya disebelah bermuara periuretra. fossa navukularis dan meatus uretra eksterna. dan relaksasi sfingter uretra eksterna. Di dalam lumen uretra anterior terdapat beberapa muara kelenjar yang berfungsi dalam proses reproduksi. Di dalam uretra adalah kelenjar Skene. yaitu kelenjar cowperi berada dalam diafraga urogenitalis dan bermuara di uretra pars bulbosa. . serta kelenjar Littre yaitu kelenjar parauretralis yang bermuara di uretra pars pendularis. pars penularis.

dengan kemungkinan rekuren sebesar 50% terjadi dalam 5-10 tahun kemudian dan 75% terjadi kurang dari 20 tahun. dengan jenis kelamin 694(67%) laki-laki dan 334(32. Penelitian terbaru memperlihatkan peningkatan secara keseluruhan dari prevalensi tersebut maupun proporsi kejadian pada perempuan dengan urolitiasis pada usia lanjut.3 Epidemiologi Urolitiasis adalah permasalahan global yang dipengaruhi oleh geografi.8% dari kasus urologi pada tahun 2003 menjadi 35.2 juta per tahun penduduk amerika . sekitar 1. dan negara berkembang sama disebabkan oleh kondisi sosial dan ekonomi. Di Jakarta dilaporkan 34.1% pada tahun 2005. dan ras. Prevalensi urolitiasis meningkat secara progresif pada negara industri. Di Indonesia sampai saat ini angka kejadian BSK yang sesungguhnya belum diketahui.9% kasus urologi adalah batu saluran kemih.5%) wanita. Peningkatan prevalensi dari urolitiasis berdampak signifikan terhadap sistem kesehatan yang menyebabkan peningkatan biaya pengobatan dan angka kesakitan yang dihubungkan dengan komplikasi seperti infeksi dan penyakit gagal ginjal kronik.laki dan 6% perempuan akan mengalami urolitiasis. Data rekam medis RS Dr. Kariadi diketahui bahwa kasus batu saluran kemih menunjukkan peningkatan dari 32.000 kasus per tahun Jumlah penderita baru saluran kemih di sub bagian urologi bagian bedah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo periode Januari 1994 – Desember 2005 yaitu sebesar 1028 pasien. budaya.4% dari kasus urologi pada tahun 2004 dan meningkat menjadi 39. Analisis jenis BSK di Semarang . diperkirakan 170.2. dimana 14% terdiri dari laki.

3%). Batu Struvit 12. Fimosis b.2%. Hiperparatiroidisme b.didapatkan paling banyak batu Kalsium yaitu Kalium Oksalat (56.5% dan sisanya campuran.5%. Hiperkalsuria(ekskresi kalsium urin lebih besar dari 4 mg/kg/hari) 4. 1. Konstriksi hubungan ureteropelvik 3. Kurang minum. gangguan metabolik. Gangguan aliran air kemih a. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Ureterokele f. Refluks vesiko uretral e. infeksi saluran kemih. Batu Urat 5. suhu lingkungan tinggi 6. Kalsium Fosfat 9. Idiopatik 2.4 Etiologi Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin. Hipertrofi prostat d. dehidrasi. Striktur meatus c. Infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme berdaya membuat urease (proteus mirabilis) 5. Gangguan metabolisme a. (Kariadi) 2. Hiperurisemia c. Dehidrasi a. Benda asing .

sitrat. Jika kadar salah satu ataubeberapa zat itu berkurang akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. 3. Tabel 1: Etiologi Urolitiasis . Banyak teori yang menerangkan proses pembentukan batu di saluran kemih tetapi hingga kini masih belum jelas teori mana yang paling benar. Teori matriks Matriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin. Partikelpartikel yang berada dalam larutan yang kelewat jenuh (supersaturated) akan mengendap didalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu.Inti batu dapat berupa kristal atau benda asing di saluran kemih 2. Fragmen kateter. Teori penghambat kristalisasi Urine orang normal mengandung zat-zat penghambat pembentuk kristal. mukoprotein dan beberapa peptida.a. Penderita multitrauma c. antara lain : magnesium. Diet tinggi purin. telur sistosoma 7. pirofosfat. oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih. Anak di negara berkembang b. Multifaktor a. Jaringan mati (nekrosis papil) 8. beberapa teori pembentukan batu adalah : 1.globulin dan mukoprotein) merupakan kerangka tempat diendapkannya kristal-kristal batu. Teori nukleasi Batu terbentuk didalam urine karena adanya inti batu (nukleus).

Ada dugaan proses ini berperan dalam pembentukan awal dan nukleasi kristal. Subjek normal dapat mengeksresikan nukleus kristal kecil. Kelainan ini kemungkinan disebabkan oleh kristal sendiri. Inhibitor pembentukan batu dijumpai dalam air kemih normal. progresi dan agregatasi kristal. . Misalnya penambahan sitrart dalam kompleks kalsium dapat mencegah agregatasi kristal kalsium oksalat dan mungkin dapat mengurangi resiko agregatasi kristal dalam saluran kemih Batu ginjal dapat berbentuk bila dijumpai satu atau beberapa faktor pembentuk kristal kalsium dan menimbulkan agregasi pembentukan batu. dan memacu batu kalsium oksalat. Proses pembentukan batu dimungkinkan dengan kecenderungan ekskresi agregat kristal yang lebih besar dan kemungkinan sebagai kristal kalsium oksalat dalam air kemih Proses perubahan kristal yang terbentuk tubulus manjadi batu masih belum sejelas proses pembuangan kristal melalui aliran air kemih yang banyak. Aksi reaktan dan inhibitor belum diketahui sepenuhnya. Beberapa promoter( reaktan) dapat memacu pembentukan batu seperti asam urat. Batu kalsium oksalat dengan inhibitor sitrat dan glikoprotein.5 patogenesis Pembentukan batu saluran kemih memerlukan keadaan supersaturasi. Diperkirakan bahwa agregasi kristal menjadi cukup besar sehingga tertinggal dan biasanya ditimbun pada duktus kolektikus akhir.2. Selanjutnya secara perlahan timbunannya akan membesar. Pengendapan ini diperkirakan timbul pada bagian sel epitel yang mengalami lesi. Sekitar 20% pasien batu ginjal merupakan batu kalsium merupakan batu kalsium dan kebanyakan terdiri dari kalsium oksalat atau agak jarang kalsium fosfat.

kalsium fosfat ataucampuran dari kedua unsur itu.6 Klasifikasi dan Gejala Klinis Batu saluran kemih umumnya mengandung unsur : kalsium oksalat atau kalsiumfosfat. magnesium-amonium-fosfat (map). kandungan batu jenis ini terdiri atas kalsium oksalat. agregasi kristal. xantin dan sistin.faktor terjadinya batu kalsium adalah : - Hiperkalsiuria : adalah kadar kalsium dalam urine lebih besar dari 250-300 mg/hari. terbagi atas : a.. pertumbuhan kristal 2. Data mengena ikandungan/komposisi zat yang terdapat pada batu sangat penting untuk usaha pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya batu residif. asam urat. Klasifikasi menurut jenis batu. antara lain : .yaitu kurang lebih 70-80% dari seluruh batusaluran kemih. Usia Jenis kelamin Profesi dan mentalis me Konstitusi nutrisi Musim dan ras keturuna n Kelainan morfologi Gangguan aliran kemih Infeksi saluran kemih Kelainan metabolik Faktor genetik Ekskresi bahan pembentuk batu meningkat Ekskresi inhibitor kristal menurun Perubahan fisiko-kimiawi supersaturasi Kelainan kristaluria. Batu Kalsium Batu ini paling banyak ditemui.menurut pak (1976) terdapat 3 macam penyebab terjadinya hiperkalsiuri.

. dan stafilokokus. yang banyak terjadi pada tumor paratiroid atauhiperparatiroidisme primer hiperoksaluria : adalah ekskresi oksalat urine yang melebihi 45 g/hari. adanya gangguan kemampuan o o Hiperkalsiuri resorptif / puasa terjadi karena adanya peningkatan resorpsi kalsium tulang. Kuman-kuman yang termasuk pemecah urea adalah : proteus spp. amonium. Hiperkalsiuria renal terjadi karena reabsorpsikalsium melalui tubulus ginjal. jeruk sitrun. Suasana ini yang memudahkan garam-garam magnesium. sindrom malabsorpsi. klebsiella. karena itu sitratdapat bertindak sebagai penghambat pembentukan batu kalsium.kokoa. Kuman penyebab infeksi ini adalah kuman golongan pemecah urea atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim ureasedan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. karena di dalam urine magnesium akan bereaksi dengan oksalat menjadimagnesium oksalat sehingga mencegah ikatan kalsium dengan oksalat.enterobacter. dan sayuran berwarna hijau terutama bayam. diantaranya adalah : teh. - b. kopi instan. o o - Hipositraturia yaitu di dalam urine sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat. hipositraturia dapatterjadi karena : penyakit asidosis tubuli ginjal. fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat (map) dan karbonat apatit. Keadaan ini banyak dijumpai pada pasien yang mengalami gangguan pada usussehabis menjalani pembedahan usus dan pasien yang banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan oksalat. sumber asam urat di dalam urineberasal dari makanan yang banyak mengandung purin/asam urat maupun berasal darimetabolisme endogen. Hiperurikosuria : adalah kadar asam urat didalam urine yang melebihi 850mg/hari.o Hiperkalsiuria absorptif yang terjadi karena adanya peningkatan absorpsi kalsium melalui usus. Batu struvit disebut juga sebagai batu infeksi karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. karena terdiriatas 3 kation (ca. magnesium bertindak sebagai penghambat timbulnya batukalsium. minuman soft drink. atau pemakaian diuretik golongan tiazide dalam jangka waktu lama Hipomagnesuria Seperti halnya pada sitrat.sehingga menghalangi ikatan kalsium dengan oksalat atau fosfat. arbei. pseudomonas. asam urat yang berlebihan dalam urine bertindak sebagai inti batu ataunidus untuk terbentuknya batu kalsium oksalat. atau renal tubular acidosis. Mg dan NH4) batu ini dikenal sebagai triple phosphate.

sampai mungkin terabanya ginjal yang membesar akibat adanya hidronefrosis. Sesuai dengan gangguan yang terjadi. bila disertai infeksi saluran kemih. Selain itu. Pada pemeriksaan fisik mungkin kelainan sama sekali tidak ada. besarnya. Batu pelvis ginjal dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai dengan gejala berat. bahkan mungkin demam atau tanda sistemik lain. Walaupun demikian. Batu pelvis ginjal Batu pielum didapatkan dalam bentuk yang sederhana sehingga hanya menempati bagian pelvis. Faktor yang menyebabkan terbentuknya batu asam urat adalah : - urine yang terlalu asam (ph urine < 6) volume urine yang jumlahnya sedikit (<2 l/hari) atau dehidrasi. Batu jenis lain Batu sistin.c. Umumnya batu saluran kemih merupakan akibat obstruksi aliran kemih dan infeksi. Hiperurikosurik d. pasien yang mendapatkan terapi antikanker. batu xantin. tetapi dapat juga tumbuh mengikuti bentuk susunan pelviokaliks sehingga bercabang menyerupai tanduk rusa. dan morfologinya. peminum alkoholdan diet tinggi protein mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan penyakit ini. dan yang banyak menggunakan obat urikosurik diantaranya adalah sulfinpirazone. penyakit ini mempunyai tanda umum . dapat juga ditemukan kelainan endapan urin. penyakit mieloproliferatif. Kadang batu hanya terdapat pada satu kaliks. yaitu hematuria. kegemukan.Batu inibanyak diderita oleh pasien-pasien penderita gout. Nyeri di daerah pinggang dapat dalam bentuk pegal hingga kolik atau nyeri yang terus menerus dan hebat karena adanya pielonefrosis. Batu urat Batu asam urat merupakan 5-10% dari seluruh batu saluran kemih. batu ginjal yang terletak dipelvis . Nyeri dapat berupa nyeri tekan atau ketok pada daerah arkus kosta pada sisi ginjal yang terkena. baik hematuria nyata maupun mikroskopik. a. thiazide dan salisilat. batu triamteren dan batu silikat sangat jarang dijumpai diIndonesia Tanda dan gejala penyakit batu saluran kemih ditentukan oleh letaknya.

Tidak jarang etrjadi hematuria yang didahului oleh serangan kolik. Karena peristaltik. lanjutan dari kelainan yang dapat terjadi berupa hidronefrosis dengan atau tanpa pielonefritis sehingga menimbulkan gambaran infeksi umum . Bila keadaan obstruksi terus berlangsung. batu ureter juga bisa sampai ke kandung kemih dan kemudian berupa nidus menjadi batu kandung kemih yang besar. Batu juga bisa tetap tinggal diureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimptomatik.ulang sampai batu bergeser dan memberi kesempatan urin untuk lewat. selama itu kolik akan berulang. Batu ureter mungkin dapat lewat sampai ke kandung kemih. akan terjadi gejala kolik. Tabel 2 : Pielolitiasis. Batu Ureter Anatomi ureter mempunyai beberapa tempat penyempitan yang memungkinkan batu ureter terhenti.dapat menyebabkan terjadinya hidronefrosis. gejala dan tandanya Tidak ada gejala atau tanda Nyeri pinggang sisi atau sudut kostovertebral Hematuria makroskopik atau mikroskopik Pielonefritis atau sistitis Pernah mengeluarkan batu kecil ketika kencing Nyeri tekan kostovertebral Batu tampak pada pemeriksan pencitraan Gangguan faal ginjal b. Selama batu bertahan ditempat yang menyumbat. yakni nyeri yasng hilang timbul disertai perasaan mual dengan atau tanpa muntah dengan nyeri alih ke alat kelamin luar dan daerah inguinal. sedangkan batu kaliks pada umumnya tidak memberikan kelainan fisik.

- Kolik • • • Serangan nyeri Mual/ muntah Kegelisahan - Nyeri alih ke regio inguinal Perut kembung (ileus paralitik) Hematuria Tabel 3 : Ureterolitiasis. gejala dan tandanya .

terjadinya infeksi dari sistem kemih atau gagal ginjal. Pada anak. Kolik renal berbeda dengan nyeri akut abdomen. Bila selanjutnya terjadi infeksi yang sekunder. Kandung kemih Karena batu menghalangi aliran kemih akibat penutupan leher kandung kemih. d.tiba terhenti.tiba akan terhenti dan menetes disertai dengan nyeri. tetapi mtersangkut ditempat yang agak lebar ini adalah pars prostatika. 2. Dimana terjadi secara klasik berupa nyeri alih pada alat kelamin luar dan daerah inguinal. selain nyeri. Bila pada saat sakit tersebut penderita berubah posisi. sewaktu miksi juga terdapat nyeri menetap suprapubik. Bukan tidak mungkin didapatkan ditempat lain Gejala yang ditimbulkan mumnya miksi tiba. aliran yang mula. Adanya keluhan mual dan muntah. Penyulitnya dapat berupa divertikulum abses. fistel proksimal dan uremia karena obstruksi urin. menjadi menetes dan nyeri. Diagnosa kerja sebelumnya harus di tunjang dengan a.7 Diagnosa Batu yang berada pada sistem saluran kemih dapat memperlihatkan keadaan kolik renal yang akut atau suatu proses penyakit kronis yang berdasarkan mikroskopis terdapat hematuria.diantaranya : . Anamnesis Keluhan yang sering dikeluhkan oleh pasien : anamnesa dan klinis yang memperlihatkan kemungkinan faktor resiko terbentuknya batu.c. suatu saat air kemih akan dapat keluar karena letak batu sudah berpindah. nyeri menyebabkan anak bersangkutan menarik penisnya sehingga tidak jarang dilihat penis yang agak panjang.mual lancar secara tiba. Batu Uretra Batu uretra umumnya merupakan batu yang berasal dari ureter atau kandung kemih yang oleh aliran kemih sewaktu miksi terbawa uretra. bagian permulaan pars bulbosa dan di fosa navikular.

1) Nyeri kolik yg disebabkan aktivitas peristaltik otot polos sistem kaliks ataupun ureter meningkat karena usaha pengeluaran batu 2) Bisa juga ditemukan nyeri non kolik apabila terjadi peregangan kapsul ginjal dan terjadi hidronefrose 3) Batu yang terdapat di distal ureter dirasakan oleh pasien saat kencing atau sering kencing 4) Hematuria juga sering dikeluhkan oleh pasien akibat trauma pada saluran kemih yang diakibatkan batu Adanya riwayat yang berhubungan dengan peningkatan faktor resiko : 1) Pernah mengalami penyakit akibat sumbatan batu sebelumnya atau adanya riwayat keluarga yang mempunyai keluhan yang sama 2) Diet (tinggi garam dan oxalat) 3) Konsumsi cairan yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh 4) Obat. c. Pemeriksaan fisik Keluhan yang disampaikan pasien tergantung pada letak batu. IBD) 6) Imobilisasi 7) Operasi saluran kemih atau digestiv (sumber SMJ) b. Pemeriksaan laboratorium . Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan: 1) Jika terdapat demam juga difikirkan adanya urosepsis 2) Nyeri ketok di daerah kosto-vertebra 3) Teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis 4) Ditemukan tanda-tanda gagal ginjal.obatan 5) Penyakit lainnya (seperti gout. diabetes. Pemeriksaan Penunjang 1. retensi urine dan jika disertai infeksi didapatkan demam/menggigil. besar batu dan penyulit yang telah terjadi.

kebiasaan diet. or any other cystine test). Observasi dari komposisi batu dilakukan berdasarkan : • Qualitative cystine test (contohnya sodium nitroprusside test.a. oksalat. Pemeriksaan faal ginjal bertujuan mencari kemungkinan terjadinya penurunan fungsi ginjal dan untuk mempersipkan pasien menjalani pemeriksaan foto PIV. Perlu juga diperiksa kadar elektrolit yang diduga sebagai penyebab timbulnya batu salran kemih (kadar kalsium. Brand’s test. Analisis ulangan diindikasikan ketika terjadi banyak perubahan pada komposisi urin karena pengobatan. Menegakan diagnosis pasti b. • Bacteriuria/urine culture (in the case of a positive culture. b. . Untuk memprediksi tindakan medis apa yang harus dilakukan 3. Pencitraan Radiografi diperlukan untuk : a. hematuria dan dijumpai kristal-kristal pembentuk batu. Pemeriksaan sedimen urine menunjukan adanya lekosit. fosfat maupun urat dalam darah dan urine). ask for urease-producing microorganisms). Mengetahui letak batu dan ukuran dari batu c. • Urine pH (sedikit pasien dengan uric acid stones dan lebih banyak infection stones). lingkungan atau penyakit. Pemeriksaan kultur urine mungkin menunjukkan adanya adanya pertumbuhan kuman pemecah urea. Analisa komposisi batu (18 uro) Pada setiap pasien seharusnya dilakukan analisis batu. • Serum urate (in cases where a uric acid or urate stone is a possible alternative). • Demonstration of crystals of struvite or cystine upon microscopic examination of the urinary sediment. 2.

IVP) merupakan gold standar. Beberapa tahun ini. Pemastian diagnosis klinis 2. Keuntungan lainnya dari pencitraan non kontras adalah menyeimbangkan terhadap resiko . Pencitraan berperan sebagai : (SMJ) 1.Peranan Pencitraan pada Urolitiasis Diagnosa klinis seharusnya di dukung oleh prosedur pencitraan yang sesuai. Penatalaksanaan selanjutnya Diagnosis semua pasien dengan simptom batu di traktus urinarius membutuhkan teknik pencitraan yang dapat mendukung. Pada kasus nyeri kolik akut. informasi tambahan mengenai fungsi ginjal mungkin diperoleh dengan mengkombinasikan CT dengan pemakainan kontras. Hal ini akan banyak membantu untuk pendekatan atau penting jika ada penatalaksanaan lain yang harus dipertimbangkan bagi pasien dengan demam dan satu ginjal dan ketika diagnosa batu masih meragukan. (Guidlines) Pada kasus tertentu. pemeriksaan computed tomography (CT) telah diperkenalkan sebagai alternatif yang cepat dalam diagnosa dan bebas kontras. Menilai lokasi batu. memastikan ukuran dan densitas batu 3. excretory urography (intravenous pyelography . Keuntungan dari CT adalah memperlihatkan batu uric acid dan batu xanthine yang terlihat radiolusen pada foto polos.

ureter. Sebuah metode alternatif dan banyak digunakan untuk mengevaluasi pasien dengan nyeri pinggang akut dengan foto polos kidneys.radiasi dosis tinggi yang diberikan ketika pemeriksaan CT. bladder. (603 full) . ureters dan bladder (KUB) yang dikombinasi dengan ultrasonography.8 dihidroxyadenin Drug stone Chart illustrates commonly occurring urinary tract stones and describes their salient features. KUB = kidney. Ada pengalaman yang memperlihatkan bahwa 2 metode tersebut cukup untuk menegakkan diagnosis dari batu saluran kemih. (Guidlines) Tabel : Karakteristik gambaran radiografi batu saluran kemih Radio opak Kalsium oksalat dihidrat Kalsium oksalat mono hidrat Kalsium fosfat Poor radio opak Magnesium ammonium fosfat Apetite Cystine Radiolucent Asam urat Ammonium urat Xanthin 2. Pemeriksaan khusus dilakukan pada kasus tertentu diantaranya retrograde pyelography. antegrade pyelography and scintigraphy.

Modalitas Radiologi dalam Diagnosis Batu Saluran Kemih 10 Modalitas USG Sensitivit as (%) 19 Spesifisi tas (%) 97 Kelebihan Terjangkau Baik untuk melihat hidronefrosis Tidak meradiasi BNO 45-59 71-77 Terjangkau dan murah Digunakan sebagai pemeriksaan awal IVP 64-87 92-94 Terjangkau Memberikan informasi yang adekuat tentang batu (lokasi. & ukuran). anatomi.Tabel 2. dengan mengevaluasi fungsi ginjal Mahal dan kurang terjangkau Kurang baik untuk melihat batu di ureter media dan batu radiolusen Kekurangan Kurang baik dalam visualisasi batu ureter Kualitas bervariasi foto Butuh persiapan dan penggunaan kontras Mahal dan kurang terjangkau Tidak mengukur fungsi ginjal .3. radiodensitas. dan fungsi kedua ginjal CT non.95-100 kontras 94-96 Paling definitif dan spesifik Tidak menunjukkan derajat obstruksi dengan jelas Memberikan informasi tentang kondisi selain sistem genitourinari CT-urografi dengan kontras 100 100 Paling sensitif dan spesifik.

a. ultrasonografi. Pencitraan ini dapat menunjukkan adanya kelainan anatomi dan kelainan fungsi ginjal.Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan BNO. sedangkan batu asam urat bersifat radiolusen.Scan dan pemeriksaan dengan radionuklir. . BNO BNO merupakan pemeriksaan foto polos abdomen dengan persiapan adalah foto skrining untuk pemeriksaan kelainan-kelainan urologi. macam dan lokasi batu radio-opaque. Batu-batu jenis kalsium oksalat dan kalsium fosfat bersifat radioopaque dan paling sering dijumpai diantara batu jenis lain. BNO dapat menentukan besar. b. BNO mempunyai sensitifitas antara 44%-77% dalam diaagnosa urolithiasis dan BNO dapat membedakan antara batu radiolusen dan radioopak dan juga untuk perbandingan dalam follow up. CT. IVP Intravenous Pyelography (IVP) Pielografi Intra Vena (PIV) atau intravenous Pyelography (IVP) atau dikenal dengan Intra Venous Urography atau urografi merupakan suatu tipe X-ray yang dapat menggambarkan keadaan system urinaria melalui bahan kontras radio-opak.

Indikasi IVP Nyeri pinggang Hematuria Frequency (sering miksi) Dysuria Suspected renal calculus Tumor ginjal Kontras yang digunakan Conray (Meglumine iothalamat 60%) Urografin 60 (76mg%) Urografin 60-70 mg% Risiko pemeriksaan Risiko paparan radiasi sangat rendah Paparan radiasi selama kehamilan dapat menyebabkan kecacatan Dapat menyebabkan alergi terhadap kontras Dapat menyebabkan gagal ginjal. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemerisaan . karena pada keadaan ini bahan kontras tidak dapat diekskresi oleh ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih parah karena bersifat nefrotoksik. syok anafilaktik. Fase ini disebut sebagai fase nefrogram.. Perlu diwaspadai bahwa pemberian bahan kontras secara intravena dapat menimbulkan reaksi alergi berupa urtikaria. sampai timbulnya laringospasmus. terutama jika pasien mengkonsumsi glucophage (obat diabetik) Komplikasi lain yang berkaitan dengan kontras. Selanjutnya kontras akan mengisi system pelvikalises pada fase pielogram.Bahan kontras yang dipakai biasanya adalah jodium dengan dosis 300 mg/kg berat badan atau 1 ml/kg berat badan (sediaan komersial). Pada menit-menit pertama tampak kontras mengisi glomeruli dan tubuli ginjal sehingga terlihat pencitraan dari parenkim (nefrogram) ginjal. Disamping itu foto PIV tidak boleh dikerjakan pada pasien gagal ginjal.

- Feces atau udara di colon Aliran darah yang sedikit ke ginjal Barium disaluran cerna dari prosedur sebelumnya. gatal. Pada ginjal normal system pelvikaliseal sudah tampak Kontras sudah mengisi ureter dan buli-buli Foto dalam keadaan berdiri.00 malam sebelum pemeriksaan untuk mendapatkan keadaan dehidrasi ringan. 15. dimaksudkan untuk menilai kemungkinan terdapat perubahan posisi ginjal (ren mobilis) Melihat keseluruhan anatomi saluran kemih. Keesokan harinya pasien puasa. dan 45. beberapa saat dapat terjadi flushing. 30. antara lain: filling . mual/muntah. Persiapan Pemeriksaan ureum kreatinin (kreatinin maksimum 2) Malam sebelum pemeriksaan pasien diberi laksansia untuk membersihkan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal Pasien tidak diberi minum mulai jam 22. Pelaksanaan Pasien diminta mengosongkan kandung kemih Dilakukan foto BNO Injeksi kontras IV ( setelah cek tensi dan cek alergi). Diambil foto pada menit ke-5. Tabel : Tahapan Pembacaan Foto PIV Menit 0 5 15 30 60 Uraian Foto Polos Perut Melihat fungsi ekskresi ginjal. sakit kepala ringan. rasa asin di lidah. mengurangi bicara dan merokok (untuk menghindari gangguan udara usus saat pemeriksaan) Pada bayi dan anak diberi minum yang mengandung karbonat untuk mendistensikan lambung dengan gas Pada pasien rawat inap dapat dilakukan lavement Skin test subkutan.

hidronefrosis. atau kelainan lain. double system. Pasca miksi Menilai sisa kontras (residu urine) dan divertikel pada buli-buli. penebalan otot detrusor. . dan sakulasi buli-buli. Pada buli-buli diperhatikan adanya identasi prostat.defect. trabekulasi.

.

tapi yang dimanfaatkan dalam teknik ultrasonografi (kedokteran) hanya gelombang suara dengan frekuensi 1-10 MHz.kali. sedangkan nuntuk batu yang lain. USG merupakan prosedur primer. Untuk batu ginjal yang berukuran >5mm. USG dpat mendeteksi adanya batu di kaliks. pelvis.c. USG termasuk pemeriksaan yang aman (tanpa radiasi) sehingga bisa dilakukan berkali. USG dapat membedakan antara massa padat (hiperekoik) dengan massa kistus (hipoekoik). sedangkan batu non opak yang tidak dapat dideteksi dengan foto rontgen akan terdeteksi oleh USG sebagai echoic shadow. sensivitas dan spesifitasnya berkurangmenjadi masingmasing 78% dan 31%. ultrasound memiliki sensitifitas 95% dan dengan spesifitas hampir 100%. USG (Ultrasonografi) Ultrasonografi merupakan teknik imaging dengan menggunakan gelombang suara (ultrasound). Gelombang suara ultrasound memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Indikasi : Kolik renal atau ureter Suspek masa pada ginjal (ginjal yang besar) Ginjal yang tidak berfungsi pada urografi Hematuria Infeksi kemih yang rekuren Trauma Suspek penyakit polikistik Pireksia dengan penyebab yang tidak diketahui atau komplikasi pascabedah . pyelo-ureteric junction dan vesikoureter junction dan juga dapat melihat pelebaran sistem traktur urinarius bagian atas.

Jika ginjal belum dapat dilihat dengan cukup jelas. jika yang diperiksa adalah kandung kemih pasien harus minum air terlebih dahulu. Oleskan jeli pada abdomen kanan atas.- Gagal ginjal dengan penyebab yang tidak diketahui Skistosomiasis Persiapan : Persiapan pasien. pemeriksaan USG dimulai dengan pasien berbaring pada bagian punggungnya (telentang). lakukan skening lewat ruang sela iga. Lakukan skening ginjal kiri dengan urutan yang sama. Untuk melihat ginjal yang kiri. Ketika melakukan skening. Arahkan berkas ultrasound secara menyudut. untuk orang dewasa digunakan transduser kurvilnier 3. gunakan transduser 5 MHz. Untuk anak-anak atau orang dewasa kurus. Ginjal kiri kemudian dapat dilihat lewat lambung yang berisi cairan sementara pasien berada dalam posisi telentang. Teknik skening : Ginjal kanan dapat dilihat paling jelas dengan menggunakan hepar sebagai jendela akustik sementara pasien tidur telentang. coba dengan posisi dekubitus kanan) Gas dalam usus dapat pula dipindahkan jika pasien minum 3 atau 4 gelas air. Selanjutnya putar tubuh pasien ke posisi dekubitus lateral kiri untuk melihat ginjal kanan dalam pandangan koronal ini. tidak ada persiapan yang diperlukan. Skening selalu dilakukan dalam keadaan inspirasi dalam yang ditahan. Lakukan skening longitudinal dan tranversal pada kedua daerah ginjal. bagian ginjal berikut ini harus dikenali : . Pemeriksaan USG dimulai dengan skening longitudinal pada daerah abdomen kanan atas dan kemudian diikuti dengan skening tranversal. Suruh pasien menarik napas dalam dan menahannya. jika diperlukan dan atau gain untuk mendapatkan gambar USG parenkim ginjal yang paling jelas. Pemilihan transduser. Jangan lupa untuk menyuruh pasien rileks dan bernafas kembali secara normal. suruh pasien berputar ke dalam posisi telungkup dan oleskan jeli pada daerah renal kiri dan kanan. Posisi pasien. Penyetelan gain yang benar. pemeriksaan dimulai dengan meletakkan transduser pada abdomen kanan atas. Jika ginjal kiri tidak dapat dilihat (karena adanya gas yang berlebihan dalam usus. oleskan jeli pada abdomen kiri atas.5 MHz.

a) b) c) d) e) . f. sistem collecting dan pembuluh darah pada hilus). Medula renalis. Sinus renalis. Kapsula renalis. e. (lemak. Ureter bisa tunggal atau multipel dan acapkali terlihat dalam proyeksi koronal. tidak terputus-putus dan ekogenik di sekeliling ginjal. d. Ureter harus dicari di tempat saluran ini meninggalkan ginjal di daerah hilus. Sinus renalis merupakan bagian ginjal yang paling dalam dan memiliki ekogenositas yang paling besar. b. Bagian ini mengandung pirams renalis yang hipoekoik sehingga tidak boleh dikelirukan dengan kista pada ginjal. Ureter. Bagian tampak sebagai garis yang terang. Arteri dan vena renalis bisa multipel dan memasuki ginjal pada berbagai level. c. Pembuluh darah ini paling jelas terlihat di daerah hilus. Korteks renalis tampak kurang ekogenik dibandingkan hepar tetapi lebih ekogenik daripada piramis renalis di dekatnya. Pembuluh arteri dan vena renalis. Korteks.a. Ureter yang normal tidak selalu terlihat.

dengan bayangan bersih.Gambar (a) Normal kidney. transverse plane. di mana kandung kemih penuh bertindak sebagai akustik window (lihat bagian ureter bawah). ginjal polikistik dan ginjal ektopik. Jika batu berukuran kurang dari 5 mm. CT. terutama jika yang berukuran dari 5 mm. Namun. sebagian besar terjadi pada sistem yang normal. d. USG akurat untuk mendeteksi batu ginjal. USG sukar untuk mendeteksi kalkuli ureter. Sebuah korteks echogenic dapat mencegah visualisasi kalkuli. USG dapat digunakan untuk mendeteksi faktor anatomi dan bawaan penyebab stasis seperti divertikula pelvicalyceal. (b) Normal kidney. There is a normal low-resistance waveform. Alternatif yang digunakan adalah USG KUB yang seharusnya dipertimbangkan. (e) Normal right renal artery and vein seen from an anterior approach (in a very thin patient) Batu ginjal Stasis urin merupakan predisposisi pembentukan kalkulus atau batu. Batu matriks murni yang tidak mengandung kalsium akan muncul sebagai massa jaringan lunak. pelviureteric jungtion obstruksi. kalkuli tampak echogenic. (d) Normal renal artery seen through the kidney. karena gas usus di atasnya. kecuali kalkuli dalam ureter distal. Namun pemeriksaan ini mahal dan tidak tersedia pada setiap daerah. Gambar : CT Scan normal . akustik shadow posterior mungkin tidak hadir. (c) Doppler study of intra-renal vessels. Pada USG . longitudinal plane.Scan CT Scan tanpa kontras merupakan pencitraan yang akurat.

.Sebagai penilaian fungsi ginjal kreatini harus normal saat penggunaan metformin. c.2 jam sebelum menyuntikkan kontras. Perhatian khusus terhadap penggunaan kontras ini harus dilakukan ketika tidak ada pemeriksaan alternatif dengan menilai faktor resiko seperti peningkatan serum kreatinin. Alergi Terhadap Media Kontras (Guidline) Diperlukan perhatian pemakaian kontras terhadap pasien yang diketahui mengalami reaksi alergi atau yang punya resiko: • Selalu gunakan medium kontras low-molecular non-ionic • Berikan kortikosteroid diantara 12. Terjadinya vasokonstriksi dari arteriol glomerulus dapat menurunkan glomerular filtration Rate (GFR) dan meningkatkan resistensi vaskular ginjal. Metformin (Guidline) Pemakaian metformin dapat meningkatkan asidosis pada penggunaan kontras. Ini komplikasi yang disebabkan oleh retensi dimetilhylbiguanide.Pemakaian Kontras : a. asidosis laktat makan nilai serum dihubungkan dengan angka kematian yang tinggi dan dibutuhkan perhatian ketika penggunaan kontras pada pasien ini. Kadang. b. Reduced renal function (Guidline) Penggunaan medium kontras intravena dapat mengurangi perfusi ginjal dan berefek toxic pada sel tubulus.kadang. berikan 1 jam sebelum kontras dimasukkan. seperti prednison 30 mg • Penatalaksanaan ini dapat dikombinasi dnegan anti histamin intramukular seperti clemastine 2 mg. Kontras dapat diberikan ketika penggunaan metformin dihentikan 48 jam sebelum pemeriksaan radiologi.

d. gagal jantung. Seharusnya kontras tidak diberikan kecuali pasien telah diobati dengan tepat.dehidrasi. usia lanjut. Hindari penyuntikan ulang media kontras dalam interval kecil dari 48. diabeter. Hipertiroid tanpa pengobatan (Guidline) Pasien yang dicurigai hipertiroid level TSH sebaiknyadinilai sebelum menggunakan kontras.72 jam. Tabel : Terapi .