Bentuk-bentuk kejujuran

Misalnya adalah pengertian, manfaat, bentuk dan macamnya, sebab-sebab harus jujur, cara menjadi orang jujur, dan cara menjaga kejujuran. Dalam kesempatan ini, tidak semua topik atau tema kejujuran akan dibahas oleh Materi Dakwah Islam dan Kultum, tetapi hanya terbatas pada bentuk dan macam kejujuran. Sedangkan yang lain, insya Allah dibahas pada kesempatan yang lain. Ada beberapa bentuk atau macam kejujuran yang harus senantiasa dilakukan oleh seorang, baik muslim atau bukan. Jujur adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kontek Indonesia. Penting bagi Indonesia karena Negara ini banyak terjadi korupsi dalam berbagai lini dan tingkatan. Baik yang individu maupun kolektif. Menjadi sebuah keniscayaan, bila kejujuran menjadi semangat bersama. Adapun bentuk, macam, dan aneka pegelompokan kejujuran adalah sebagai berikut: 1. Jujur niat dan kemauan (shidqu an-niyyah wa al-'azm) Adalah melakukan segala sesuatu dilandasi motivasi dalam kerangka hnaya mengharap ridha Allah swt. Nilai sebuah amal di hadapan Allah swt. sangat ditentukan oleh niat atau motivasi seseorang. Rasulullah saw. dalam sebuah hadits yang sangat populer menyatakan bahwa sesungguh-nya segala amal manusia ditentukan oleh niatnya. Selain itu, seorang muslim harus senantiasa menimbang-nimbang dan menilai segala sesuatu yang akan dilakukan apakah benar dan bermanfaat. Apabila ia sudah yakin akan kebenaran dan kemanfaatan sesuatu yang akan dilakukan, maka tanpa ragu-ragu lagi akania lakukan. Kadang sesuatu yang benar belum tentu bermanfaat di masyarakat tertentu. Demikian juga sesuatu yang bermanfaat belum tentu benar. Oleh karena itu, pertim-bangan benar dan bermanfaat secara bersamaan perlu dikedepankan. 2. Jujur dalam perkataan (shidqu al-lisan) Jujur dalam bertutur kata adalah bentuk kejujuran yang paling populer di tengah masyarakat. Orang yang selalu berkata jujur akan dikasihi oleh Allah swt. dan dipercaya oleh orang lain. Sebaliknya, orang yang berdusta, meski hanya sekali apalagi sering berdusta maka akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Rasu¬lullah mengingatkan:

-

-

"Jaminlah kepadaku enam perkara dari dirt kalian, niscaya aku men-jamin bagi kalian surga: jujurlah jika berbicara, pemihilah jika berjanji, tunaikan jika dipercaya, jagalah kemahian kalian, tiinduk-kanlah pandangan, dan tahanlah tangan kalian" (HR. Ahmad)

maka dia telah melakukan kebo-hongan" (HR. Jika orang tersebut melakukan atau meninggalkan sesuatu. Jujur dalam berpenampilan sesuai kenyataan (shidq al-hal) .s. Allah memberi pujian orang-orang yang jujur dalam berjanji. ia berkhianat” (HR. Sesungguhnya ia adalah seorang yang jujur janjinya. jika berjanji. Maryam[19]: 54) 4. lisan dan jujur dalam berjanji tidak akan sempurna jika tidak dilengkapi dengan jujur ketika berinteraksi atau bermu'amalah dengan orang lain. yang menepati janji-nya sebagai berikut: ‫ن‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ي‬ “Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ismail di dalam al-Qur 'an. Ahmad) Orang yang sering mengingkari janji juga akan kehilangan kepercayaan orang lain. tidak sombong dan tidak pamer (riya). ia ingkar. Ia tidak tamak dan serakah dalam bermu'amalah. yaitu: jika berkata ia dusta. Bukhari Muslim) Sementara itu. Dia memuji Nabi Ismail a. bahkan akan mendapatkan label munafik. Semua orang akan merasa nyaman dan aman berinteraksi dan bermu'amalah dengannya. dan berkhianat sekalipun terhadap non muslim. 5. Seorang muslim tidak pernah menipu. dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi” (Qs. Jujur dalam bermu'amalah (shidq al-mu 'amalah) Jujur dalam niat. Ketika ia menjual tidak akan me-ngurangj takaran dan timbangan. Barang siapa yang selalu bersikap jujur dalam bermu'amalah maka dia akan menjadi kepercayaan masya¬rakat. meskipun hanya terhadap anak kecil. sebagaimana sabda Rasulullah: ‫ق‬ ‫آ‬ ‫خن‬ ‫ئ‬ ‫خ ف‬ ‫ي‬ ‫ث ذب‬ ‫يه‬ ‫الث‬ “Ciri-ciri orang munafik ada tiga. Nabi bersabda: ‫يه‬ ‫هي ذ‬ ‫عط‬ ‫ع هك‬ ‫ي‬ "Barangsiapa berkata kepada anak kecil. Jujur ketika berjanji (shidq al-wa 'ad) Seorang muslim yang jujur akan senantiasa menepati janji-janjinya kepada siapapun. memalsu. Pada saat membeli tidak akan memperberat timbangan dan menambah takaran. Orang yang jujur dalam bermu'amalah juga senantiasa bersikap santun. semuanya da¬lam koridor Allah swt. dan jika diper¬caya. kemudian dia tidak memberinya.3. kemari soya beri korma ini.

Rasulullah saw. ia sama seperti orang yang memakai dua kepribadian.com/2011/11/bentuk-bentuk-dan-macamkejujuran. Read more: http://www.Seorang yang jujur akan senantiasa menampilkan diri apa adanya sesuai kenyataan yang sebenarnya.html#ixzz1oyIqQtC0 . bersabda: ‫ع‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫عط ي‬ ‫ن ي‬ ‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ع‬ “Seorang perempuan bertanya. Ia tidak memakai topeng dan baju kepalsuan. aku mempunyai kebutuhan. Dia sudah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya sembari berikhtiar untuk menggapai keinginan-keinginan yang diharapkannya. Orang yang memiliki sifat shidq al-hal tidak akan memak-sakan diri untuk memiliki dan menik-mati sesuatu yang di luar jangkauan kemampuannya. Maka apakah aku berdosa jika aku berpura-pura telah dicukupi kebutuhanku oleh suamiku dengan apa yang tidak diberikan kepadaku? Rasul bersabda : orang yang berpura-pura tercukupi dengan apa yang tidak diterimanya sama dengan orang yang memakai dua pakaian palsu” (HR Bukhari) Maksud hadits ini adalah orang yang berhias dengan sesuatu yang bu-kan miliknya supaya kelihatan kaya.pak-sodikin. : Ya Rasulullah. tidak mengada-ada dan menampilkan diri secarabersahaja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful