P. 1
Laporan-Pendahuluan-SNH

Laporan-Pendahuluan-SNH

|Views: 26|Likes:
Published by Vawaid Amrullah
tugas kuliah
tugas kuliah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Vawaid Amrullah on Jun 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

Laporan Pendahuluan SNH

STROKE NON HEMORAGIK A. Definisi Gangguan peredaran darah diotak (GPDO) atau dikenal dengan CVA ( Cerebro Vaskuar Accident) adalah gangguan fungsi syaraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak ( dalam beberapa detik) atau secara cepat ( dalam beberapa jam ) dengan gejala atau tanda yang sesuai dengan daerah yang terganggu.(Harsono,1996, hal 67) Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. (Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131) Penyakit ini merupakan peringkat ketiga penyebab kematian di United State. Akibat stroke pada setiap tingkat umur tapi yang paling sering pada usia antara 75 – 85 tahun. (Long. C, Barbara;1996, hal 176). Stroke Hemoragik Pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan keluarnya darah ke jaringan parenkim otak, ruang cairan serebrospinalis disekitar otak atau kombinasi keduanya. Perdarahan tersebut menyebabkan gangguan serabut saraf otak melalui penekanan struktur otak dan juga oleh hematom yang menyebabkan iskemia pada jaringan sekitarnya. Peningkatan tekanan intrakranial pada gilirannya akan menimbulkan herniasi jaringan otak dan menekan batang otak.2
SNH (Stroke Non Hemoragik ) Yaitu tersumbatnya aliran darah yang menyebabkan aliran darah keotak sebagian atau keseluruhan terhenti. SNH Ada 3 jenis yaitu : 1. Stroke tombotik (Disebabkan oleh trombo) 2. Strok Embolik (Disebabkan oleh F . Pathway (Hubungan Sebab Akibat) Tonus otot Menempel pada Cerebral Mengenai Saraf Simpatis Gangliosides Menjadi kaku Kekakuan dan kejang khas -Keringat berlebihan pada tetanus -Hipertermi -Hipotermi -Aritmia -Takikardi Hipoksia berat

Stroke Non-Hemoragik (Stroke Iskemik, Infark Otak, Penyumbatan) Iskemia jaringan otak timbul akibat sumbatan pada pembuluh darah serviko-kranial atau hipoperfusi jaringan otak oleh berbagai faktor seperti aterotrombosis, emboli, atau ketidakstabilan hemodinamik.2 Aterotrombosis terjadi pada arteri-arteri besar dari daerah kepala dan leher dan dapat juga mengenai pembuluh arteri kecil atau percabangannya. Trombus yang terlokalisasi terjadi akibat penyempitan pembuluh darah oleh plak aterosklerotik sehingga menghalangi aliran darah pada bagian distal dari lokasi penyumbatan. Gejala neurologis yang muncul tergantung pada lokasi pembuluh darah otak yang terkena.2 B. Etiologi Penyebab-penyebabnya antara lain: 1. Trombosis ( bekuan cairan di dalam pembuluh darah otak ) 2. Embolisme cerebral ( bekuan darah atau material lain ) 3. Iskemia ( Penurunan aliran darah ke area otak) (Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131) C. Faktor resiko pada stroke 1. Hipertensi 2. Penyakit kardiovaskuler: arteria koronaria, gagal jantung kongestif, fibrilasi atrium,

2002. 5. Peningkatan hematokrit ( resiko infark serebral) 6. hematoma. iskemia dan adanya infark 2.2000 hal 292) G. Sementara Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan.menunjukan adanya tekanan normal . 2.namun lebih dari 24 jam Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit (RIND) c. Hal ini disebut Transient ischemic attack (TIA). Suzanne. Gejala makin lama makin berat (progresif) Hal ini desebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution d. Manifestasi klinis Gejala . Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena 7. hal 2131) D. Diabetes Melitus ( berkaitan dengan aterogenesis terakselerasi) 7. Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama. Kolesterol tinggi 4.gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. 2002. (Smeltzer C. Penatalaksanaan 1. Pungsi Lumbal . Sementara. Marilynn. dan kadar estrogen tinggi) 8. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark. Gejala-gejala itu antara lain bersifat: a.KOMPLIKASI . memperberat atau malah menetap. hal 2131) H. Gejala itu muncul bervariasi. Penyalahgunaan obat ( kokain) 9. EEG: Memperlihatkan daerah lesi yang spesifik 6. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal (DoengesE. Patways F. Diuretika : untuk menurunkan edema serebral .1996. Obesitas 5.penyakit jantung kongestif) 3. Sudah menetap/permanen (Harsono. hal 67) E. bergantung bagian otak yang terganggu. merkok. Suzanne. b. hemoragik. CT Scan Memperlihatkan adanya edema . Anti koagulan: Mencegah memberatnya trombosis dan embolisasi. Kontrasepasi oral( khususnya dengan disertai hipertensi.tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan 4. Konsumsi alkohol (Smeltzer C. Angiografi serebral membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri 3. Pemeriksaan Penunjang 1.

kehilangan sensasi atau paralysis. perubahan EKG .Denyut karotis.Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic). kelemahan umum. disritmia.kesulitan dalam beraktivitas . sianosis pada tahap lanjut b. Integritas ego Data Subyektif: .Hipertensi arterial . kulit dan membran mukosa pucat.Inkontinensia.Perubahan tingkat kesadaran .Disritmia. tidak adanya suara usus( ileus paralitik ) 5. Makan/ minum Data Subyektif: .mudah lelah. femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal 3. 2002. Pengkajian Sekunder 1. paraliysis ( hemiplegia ) . kesediahan . . . kelemahan.Circulation TD dapat normal atau meningkat .Perasaan tidak berdaya. gagal jantung . Data obyektif: .Hipoksia Serebral Penurunan darah serebral Luasnya area cedera (Smeltzer C. dingin. Pengkajian Primer .Riwayat penyakit jantung ( penyakit katup jantung.Nafsu makan hilang . takikardi.Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat.kesulitan berekspresi diri 4. Eliminasi Data Subyektif: .Pulsasi : kemungkinan bervariasi . kesulitan istirahat ( nyeri atau kejang otot ) Data obyektif: . bunyi jantung normal pada tahap dini. kegembiraan .gangguan penglihatan 2.Airway Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk . hilang harapan Data obyektif: . hipotensi terjadi pada tahap lanjut. Suzanne. endokarditis bacterial ). Aktivitas dan istirahat Data Subyektif: . timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur.Breathing Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas. anuria .Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK . Sirkulasi Data Subyektif: .distensi abdomen ( kandung kemih sangat penuh ). disritmia. hal 2131) I. suara nafas terdengar ronchi /aspirasi . Pengkajian a. polisitemia.

Marilynn. menyerang) dan gangguan fungsi kognitif .Obesitas ( factor resiko ) 6. . Diagnosa Keperawatan 1.Status mental .Gangguan berespon terhadap panas.Keamanan Data obyektif: . kesulitan untuk melihat objek.d terputusnya aliran darah : penyakit oklusi.Tidak mampu mengenali objek. Interaksi social Data obyektif: . kata.Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya Data obyektif: .Tingkah laku yang tidak stabil. kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata. Perubahan perfusi jaringan serebral b.nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid.Gangguan dalam memutuskan. Sensori neural Data Subyektif: . Peningkatan lemak dalam darah Data obyektif: . genggaman tangan tidak imbang.Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat. ketegangan otot / fasial 8. disfagia .Gangguan rasa pengecapan dan penciuman Data obyektif: . Respirasi Data Subyektif: . berkurang kesadaran diri 10.Kehilangan sensasi lidah . perhatian sedikit terhadap keamanan. berkurangnya reflek tendon dalam ( kontralateral ) .Problem berbicara. Nyeri / kenyamanan Data Subyektif: .Afasia ( kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa. hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit . reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif..Perokok ( factor resiko ) 9.Pusing / syncope ( sebelum CVA / sementara selama TIA ) . . tenggorokan. sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati . gangguan tingkah laku (seperti: letergi. dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh . global / kombinasi dari keduanya. . dan wajah yang pernah dikenali .Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral ( sisi yang sama ) .Wajah: paralisis / parese ( ipsilateral ) .Kelemahan.Ekstremitas : kelemahan / paraliysis ( kontralateral pada semua jenis stroke.Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral 7.Penglihatan berkurang . pipi . pendengaran. koma biasanya menandai stadium perdarahan .Riwayat DM. gelisah. apatis.Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik .2000 hal 292) J. stimuli taktil .Problem dalam mengunyah ( menurunnya reflek palatum dan faring ) .Perubahan persepsi terhadap tubuh. warna.Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan . ketidakmampuan berkomunikasi (Doenges E. kesemutan/kebas.

.berikan medikasi sesuai indikasi : • Antifibrolitik.Berikan oksigenasi sesuai advis .Pantau BGA dan Hb sesuai indikasi 3.Perubahan tingkat kesadaran .berikan suplemen oksigen sesuai indikasi . termasuk bicara jika pasien mengalami gangguan fungsi .Bantu meningkatakan fungsi.Monitor tanda tanda vital .Pertahankan tirah baring . intelektual dan emosional .Tentukan factor factor yang berhubungan dengan situasi individu/ penyebab koma / penurunan perfusi serebral dan potensial PTIK .Ekspansi dada simetris .Peran pasien menampakan tidak adanya kemunduran / kekambuhan Intervensi : Independen . sediakan lingkungan yang tenang . Ketidakefektifan bersihan jalan napas b. Pola nafas tak efektif berhubungan dengan adanya depresan pusat pernapasan Tujuan : Pola nafas efektif .Penghisapan sekresi . reflek batuk dan sekresi . spasme pembuluh darah serebral. missal cyclandelate. misalnay pandangan kabur.Kaji dan pantau pernapasan. perubahan lapang pandang / persepsi lapang pandang .Tidak terdapat tanda distress pernapasan .Perubahan tanda tanda vital Tujuan Pasien / criteria evaluasi .Evaluasi pupil (ukuran bentuk kesamaan dan reaksi terhadap cahaya ) . ketidakmampuan mengatasi lendir Kriteria hasil: . misal aminocaproic acid ( amicar ) • Antihipertensi • Vasodilator perifer.Kepala dielevasikan perlahan lahan pada posisi netral .perdarahan.Deficit sensori .d kerusakan batuk. kehilangan memori .Monitor dan catat status neurologist secara teratur .GDA dan tanda vital dalam batas normal Intervensi: . • Manitol 2.Posisikan tubuh dan kepala untuk menghindari obstruksi jalan napas dan memberikan pengeluaran sekresi yang optimal . edema serebral Dibuktikan oleh : . atur kunjungan sesuai indikasi Kolaborasi . bahasa.Terpelihara dan meningkatnya tingkat kesadaran.Bunyi napas bersih saat auskultasi . kognisi dan fungsi sensori / motor .Pasien memperlihatkan kepatenan jalan napas .Bantu untuk mengubah pandangan . isoxsuprine.Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi jalan napas setiap 4 jam . .Menampakan stabilisasi tanda vital dan tidak ada PTIK .Perubahan respon sensorik / motorik. kegelisahan .

2000 6. Pengertian  Defisit neurologis yang terjadi secara mendadak yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah otak. 1996 TINJAUAN MATERI I. 1995).Kriteria hasil: . Marilynn E. Long C. Barbara. Bandung. Trombosis cerebral .RR 18-20 x permenit . o Pantau penurunan bunyi nafas. Etiologi Penyebab-penyebab 1. 1996 4. Edisi 3. Brunner & Suddarth. kedalaman pernafasan. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. dkk. Smeltzer C. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan .Yogyakarta. 1996 2. Depkes. Jilid 2. Gajah Mada university press. EGC . Harsono. Buku Ajar : Neurologi Klinis. 1993 3. biasanya sekunder pada arteri sclerosis. Doengoes. Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan. (Linda Juall Carpenito. Rencana Asuhan Keperawatan. Perawatan Medikal Bedah. o Auskultasi bunyi nafas. o Pastikan kepatenan O2 binasal o Berikan posisi yang nyaman : semi fowler o Berikan instruksi untuk latihan nafas dalam o Catat kemajuan yang ada pada klien tentang pernafasan DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. 1989). EGC.2002 5. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. EGC. Jakarta. 2000. Tuti Pahria. Jakarta.  Stroke adalah disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang terganggu (WHO. Suzanne. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ganguan Sistem Persyarafan. II. Cidera serebro vaskuler atau stroke meliputi awitan tiba-tiba defisit neurologis karena insufisiensi suplai darah kesuatu bagian dari otak. Insufisiensi suplai darah disebabkan oleh thrombus.Ekspansi dada normal Intervensi : o Kaji frekuensi. terhadap embolisme barasal dari tempat lain dalam tubuh atau terhadap perdarahan akibat rupfur arteri (aneurisma). irama.

Thrombus dapat berasal dari flak arterosklerotik atau darah dapat beku pada area yang stenosis. Akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah kedalam parenkim otak yang dapat mengakibatkan penekanan. emboli. Jika sirkulasi serebral terhambat. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. Anoksia serebtal dapat terjadi oleh karena gangguan yang bervariasi. Hypoksia setempat  Spasme arteri serebral yang disertai perdarahan sub aradinoid  Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migran. pengerasan dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan sehingga otak akan membengkak. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri serebral. 4. dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi. Perubahan irreversible dapat anoksia lebih dari 10 menit. Emboli Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh darah. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebral dapat revensibel untuk jangka waktu 4-6 menit. Hypoksia Umum  Hipertensi yang parah  Cardiac pulmonary arrest  CO turun akibat aritmia 5. peningkatan viskositas hematokrit meningkat dapat melambatkan aliran darah serebral  Arteritis (radang pada arteri) 2. Arterosklerosis sering/cenderung sebagai faktor penting trhadap otak. Pemeriksaan Diagnostik . salah satunya cardiac arrest. Haemortologi Perdarahan intrakranial atau intra serebral termasuk perdarahan dalam ruang sub arachnoid/kedalam jaringan otak sendiri. Ini terjadi karena atherosklerosis dan hypertensi. Oklusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus menyebabkan oedema dan nekrosis diikuti thrombosis dan hypertensi pembuluh darah. 3. III.Thrombosit ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan oedema dan kongesti disekitarnya. IV. jaringan otak tertekan sehingga terjadi infark otak. Perdarahan intraserebral yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dari keseluruhan penyakit cerebrovaskuler. perdarahan dan spasme vaskuler) atau oleh karena gangguan umum (Hypoksia karena gangguan paru dan jantung). dapat berkembang cerebral. Keadaan yang dapat menyebabkan thrombosit cerebral:  Atherosklerosis/arterioskerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya ketentuan atau elastisitas pembuluh darah  Hypercoagulasi pada polysitemia Darah bertambah kental. Patofisiologi Suplai darah ke otak dapat berubah pada gangguan fokal (thrombus. lemak dan udara. oedema dan mungkin hemiasi otak.

Diagnosa Keperawatan .      V. Rontgen kepala dan medulla spinalis Elektro encephalografi Fungsi lumbal Angiografi Computerized tomografi scaning (CT scan) Magnetik Resonance Imaging (MRI) Path Ways Penyakit yang mendasari stroke Penurunan perfusi jaringan cerebral Iskemia SNH Hipoksia Metabolisme anaerob terganggu Nekrosis jaringan otak Aktifitas elektrolit Volume cairan bertmbah Pompa Na dan K gagal Asam laktat meningkat Nadan K influk Edema cerebral Retensi air TIK meningkat Hernia cerebral VI.

1. Pasien tenang 2. hemiplegi. Pasien tidak cemas merasa stroke bisa disembuhkan mengetahui penyakit yang diderita  Gejala yang yang terjadi karena bervariasi  Monitor status neurology dan periksa TTV pasien mungkin penekanan cerebral Resiko injuri b/d kelemahan anggota gerak  Memonitor aktifitas pasien Mencegah resiko terjadinya  Membantu pasien dalam setelah injuri  Supaya mengetahui aktifitas pasien melakukan aktifitas pada  Mengurangi waktu tersebut  Kolaborasi: terjadinya injuri membantu resiko tindakan keperawatan 1x3 jam dengan KH:  Mempertahakan posisi agar tidak jatuh  Konsul dengan ahli terapi  Dapat fisik untuk latihan aktif program pengembalian kekuatan otot Kurangnya informasi tentang Bertambahnya pengetahuan tentang stroke stroke  Anjurkan minum obat pasien untuk  agar penyakitnya cepat sembuh  setelah tindakan  anjurkan pasien untuk Agar program terapi tidak putus ditengah jalan b/d keterbatasan dilakukan kognitif aturan pengobatan kontrol kembali jika obat sudah habis   dan keperawatan dengan Kaji tingkat kemampuan pasien mengenai Untuk seberapa mengetahui KH:  Rendah diri panyakitnya kemampuan pasien . kecemasan anggota gerak tubuh. Reiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan gangguan mobilitas fisik 4. Intervensi DP Kecemasan kelemahan neurology muskuler Tujuan Intervensi pendkes bahwa  Agar Rasional pasien b/d Kecemasan berkurang  Berikan dengan tindakan 1x3 jam dengan KH: 1. paraplegi 3. adanya sumbatan darah ke otak 2. Gangguan perawatan diri berhubungan dengan imobilitas. Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan suplai darah dan O2 keotak menurun. Resiko atropi berhuungan dengan anggota gerak. VII.

Penurunan kesadaran c. (1995). dekubitus.Ataksia (berjalan tidak tegap) 8.Mual dan muntah d.Disatria (bicara pelo) b. Clinical Concept. Jakarta. Jakarta Stroke non-hemoragik (stroke iskemik. c) Sosial Akan mengalmi gangguan komunikasi dengan orang lain. infark otak. penyumbatan) 1) Stroke akibat trombosis serebri 2) Emboli serebri 3) Hipoperfusi sistemik Stroke non hemoragik adalah terjadi disaat seorang sedang beristirahat.berkurang dengan adanya dukungan mengenai penyakitnya dari keluarga  Dapat efek mengerti samping bagi dan pengobatan pasien keluarga DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Komplikasi a) Fisik Dan Biologis Bahu kaku. gangguan mobilitas fisik b) Psikologi Biasanya mengalami gangguan jiawa diakibatkan karena ketegangan akibat kematian jaringan otak. bangun tidur atau di pagi hari. Jakarta. EGC. kesadaran umumnya baik. Guidelines for planing and documenting patient care. Buku saku Diagnosa Keperawatan. (1999) (Rencana Asuhan Keperawatan). Carpenito. tidak ada pendarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat menimbulkan edema sekunder. Ni Made Sumarwati. Jakarta. (patofisiologi). (2000).Vertigo e. Nursing care plans. diatara pembicaraan . (1996). Lynda Juall. Alih bahasa. mengalmi gangguan bicara.Nyeri kepala karna hipertensi c. Edisi 8. Alih bahasa : I Made Kariasa. Alih bahasa : Peter Anugrah EGC.Kelumpuhan anggota gerak d. Tanda dan gejala a.gangguan menelan f. Prince A Sylvia. Text book of Medical-Surgical Nursing. Doengoes Merillynn. EGC.

TINDAKAN KEPERAWATAN No TGL/ JAM DP TIDAKAN KEPERAWATAN RESPON TTD .susah dimengaerti.

40 WIB 2 - Memonitor aktifitas pasien. 25 – 9 – 2005 09. 03-05-2005 09. Membantu pasien dalam melakukan aktifitas pada waktu tersebut Kolaborasi: Pasien sangat senang karena merasa diperhatikan konsul dengan ahli terapi fisik untuk latihan aktif - Anjurkan pasien untuk minum obat anjurkan pasien untuk kontrol kembali jika obat sudah habis Pasien mau melakukan semua tindakan yang dianjurkan seperti kontrol dan minum obat secara teratus yang sesuai dengan aturan - Mengkaji tingkat kemampuan pasien mengenai penyakitnya 3. 03-05-2005 09.30 WIB 1 - Memberikan pendkes bahwa stroke bisa disembuhkan Pasien sangat kooperatif dan mengetahui bahwa penyakitnya dapat disembuhkan - Monitor status neurology dan periksa TTV pasien 2.30 WIB 3 CATATAN PERKEMBANGAN No TGL/ JAM DP CATATAN PERKEMBANGAN TTD .1.

45 WIB 2 S : pasien tidak takut jatuh O : Pasien tenang dan tidak cemas A : Masalah teratasi P: memberi pendkes tentang latihan aktif S : Pasien akan kontrol dan mau mengikuti program terapi sesuai dengan 3.35 WIB 1 S: Pasien mengatakan sedikit mengerti tentang penyakit stroke O : pasien tampak rileks dan tenang A : masalah teratasi sebagian P : lanjutkan intervensi untuk memberikan pendkes agar lebih jelas 2. 03-05-2005 09. O : Pengetahuan pasien sudah bertambah A : masalah teratasi P : pasien sudah boleh pulang .1. 03-05-2005 09.55 WIB 3 saran. 03-05-2005 09.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->