Macam-macam puasa Sunnah dalam Islam Puasa Sunnah adalah puasa yang tidak diwajibkan dilakukan untuk

umat islam tetapi jika dilakukan akan mendapat pahala dari Allah Swt. Banyak ragam puasa sunnah dalam Islam, semua puasa dalam islam dimulai waktu Subuh dan diakhiri dengan berbuka puasa di waktu magrib. Islam tidak mengenal puasa ngebleng yaitu puasa beberapa hari sekaligus tanpa berbuka puasa. Puasa mempunyai manfaat yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa. Dengan puasa yang sesuai dengan tuntunan Islam, insya Allah akan mendapat ridho dariNya dan pahala yang akan kita dapat di samping manfaat kesehatan yang kita dapat secara langsung. Ada banyak ragam macam puasa sunnah dalam Islam, apa saja? Yuk kita bahas

Macam-macam puasa Sunnah yang telah dituntunkan dalam hadits-hadits Rosulullah SAW adalah sebagai berikut : 1. Puasa Senin-kamis 2. Puasa Daud 3. Puasa Arafah 4. Puasa syawal (6 hari) 5. Puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah 6. Puasa di bulan Sa‟ban 7. Puasa Ayyamul Bidh 8. Puasa di bulan Muharram 9. Puasa „asyura dan Tasu‟a 10. Puasa bagi yang masih bujang (belum menikah)

boleh berurutan ataupun tidak. manfaatnya adalah menambah Derajat kemuliaan kita.” (HR. Rasulullah SAW bersabda: “Shaum pada hari Arafah akan menghapus dosa 2 tahun.15 kecuali pas hari tasyrik. Puasa di bulan Muharram dilakukan sepanjang bulan muharram (tidak dibatasi jumlahnya) Puasa ‘asyura dan Tasu’a.”Tidak pula jihad fisabilillah. masing masing mempunyai manfaat/hikmah dan waktu pelaksanaannya yang telah ditentukan. Puasa bagi yang masih bujang (belum menikah) dilakukan bagi mereka yang mempunyai syahwat yang tinggi namun belum menikah. ia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Rasulullah SAW bersabda: “Semua amal akan ditunjukkan (pada Allah) pada ahari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW bersabda “Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Dawud dan shaum yang paling disukai Allah adalah shaum Dawud. 5.” (H. Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada hari dimana amal salih pada hari itu lebih disukai Allah dari pada sepuluh hari ini. bermanfaat untuk meredam gejolak syahwat asalkan puasa dilakukan diluar hari yang diharamkan untuk puasa.Dari sekian banyak macam puasa Sunnah.14.12. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melaksankan shaum Ramadhan kemudian dilanjutukan dengan shaum 6 hari di bukan Syawal maka seakan-akan ia telah shaum selam setahun penuh.R Muslim) 3. “Wahai Rasulullah. Hadist-hadist yang berkaitan dengan beberapa macam puasa sunnah diatas adalah sebagai berikut : 1. aku dalam kondisi Shaum. tidak pula jihad fisabilillah?” Beliau bersabda. Ia tidur setengah malam dan bangun pada sepertiganya dan tidur lagi pada seperenamnya. untuk puasa „asyura dilakukan pada tanggal 10 muharram sedangkan tasu‟a dilakukan tanggal 9 dan 11 muharram. Puasa Daud dilakukan selang seling sehari puasa sehari tidak dan seterusnya dg konsisten kecuali hari tasyrik 11.” (H. kecuali seseorang yang pergi dengan hartanya lalu tidak kembali lagi. tahun lalu dan tahun yang akan datang.13.” ( Hadits Hasan riwayat at Tirmidzi) Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi disebutkan bahwa arti ditunjukkan adalah ditunjukkan kepada Allah. yaitu Puasa Senin kamis dilakukan pada setiap hari Senin dan Kamis. Puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah (pas tanggal 10 tidak puasa karena pas id Adha) Puasa di bulan Sa’ban selama bulan sa‟ban (tidak dibatasi jumlahnya) Puasa Ayyamul bidh dilakukan berurutan pada tiap tanggal 13. at Tirmidzi. maka aku suka jika saat amalku ditunjukkan.14 dzulhijjah dan 2 hari raya (id fitri dan id adha) Puasa Arafah dilakukan bagi muslim yang sedang tidak wukuf di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah Puasa syawal dilakukan selama bulan syawal setelah ramadhan sejumlah 6 hari.” Sahabat berkata.” (Mutafaq‟alaih) 2.R Muslim) 4.Abu daud dan Ahmad) .

yaitu pada hari ketiga belas. 9. “Rasulullah SAW menyuruh kami shaum tiga hari setiap bulan. Bukhari dan Muslim) *ref postingan dari www. Selamat berburu pahala via puasa sunnah http://www. Bukhari) 11. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang shaum pada hari Syak maka ia telah mendurhakai Abu Al Qasim (Rasulullah SAW) . Dari Aisyah.irwanto.” ( HR.net/2012/08/macam-macam-puasa-sunnah-dalam-islam. Rasulullah SAW. bersabda “Shaum yang paling utama setelah Ramadhan adalah shaum di Bulan Muharram dan Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan at Tirmidzi. Yang dimaksud dalam hadits di atas adalah bahwa fadhilah shaum ada pada seluruh bulan Muharram. “ Rasullullah Saw melaksanakan shaum hingga kami mengatakan beliau tidak pernah berbuka dan beliau berbuka (tidak shaum) hingga kami katakana beliau tak pernah shaum. Dan saya tidak melihat beliau menyempurnakan shaum sebulan penuh selain Ramadhan dan saya juga tidak melihat beliau lebih banyak menjalankan shaum dalam satu bulan kecuali di bulan sya‟ban.html . barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah.” (H. Ummul Mukminin RA beliau berkata. Rasulullah SAW ditanya tentang shaum pada hari Asyura‟ maka beliau bersabda.” (HR. Muslim) 8.R An Nasa‟i) 7. bukan hanya pada tanggal 10 dimana pada hari itu disunahkan shaum Asyura saja.empat belas. “ Akan menghapus dosa setahun yang lampau” (HR. maka hendaklah segera menikah.” (HR. dan lima belas. Karena bisa tehjadi Nabi SAW mengetahui fadhilah bulan muharram pda masa-masa akhor (kenabian Beliau) atau beliau banyak menemui uzur pada bulan ini sepert safar dan sebagainya.6. Disamping kesehatan jiwa dan raga yang kita dapatkan.net Demikian beberapa macam puasa sunnah yang dapat kita lakukan untuk semakin mempertebal iman islam kita dan semoga dengan puasa sunnah yang kita laksanakan tersebut mendapat ridho Allah Swt. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum karena shaum akan menjadi perisai baginya. Muslim. Beliau berkata “Itu seperti shaum setahun.jatger.” (HR. karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Rasulullah SAW bersabda “Wahai sekalian pemuda. at Tirmidzi dan Abu Daud) Meskipun dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Nabi SAW lebih banyak shaum pada bulan Rajab. Dari Abu Dzar berkata. akan tetapi hal ini tidak menafikan fadhilah bulan Muharram. Muslim) 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful