P. 1
Makalah Isu-Isu Kurikulum 2013

Makalah Isu-Isu Kurikulum 2013

|Views: 4,685|Likes:
Published by Yulia Windarsih

More info:

Published by: Yulia Windarsih on Jun 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indekspengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.

1.2.Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah apa saja isu-isu aktual tentang kurikulum 2013 dan isu-isu tentang pendidikan di indonesia.

1.3.Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk mengetahui isu-isu aktual tentang kurikulum 2013 dan isu-isu tentang pendidikan di indonesia.

1

ketua UKP4. menteri Dalam Negeri. Rabo. Gamawan Fauzi.BAB II ISI/PEMBAHASAN GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Sebuah pertemuan menarik dilaksanakan di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia. Pertemuan ini menarik tentu saja karena membahas isu terakhir terkait dengan perubahan kurikulum 2013. sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal. 23 Januari 2013. Makanya. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wapres ini menjadi menarik sebab membahas Tentang isu bagi bangsa Indonesia ke Depan terutama terkait dengan pendidikan yang tetap dianggap sebagai instrumen penting dan esensial bagi pengembangan manusia Indonesia di dalam menghadapi globalisasi dan juga tahun emas Indonesia tahun 2045. perjalanan perubahan kurikulum 2013 juga tampak tertatih-tatih terkait dengan penganggarannya. Biaya perubahan kurikulum ini tentu tidak 2 . Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Pertemuan ini menarik karena dihadiri oleh Wapres. Perbincangan itu tentu terkait dengan kesiapan anggaran pada tahun berjalan. Prof. bersama Komite Pendidikan Nasional. Dr. Suryadharma Ali. Mohammad Nuh. sebab anggaran tahun ini tentu saja sudah direncanakan setahun sebelumnya sebagai konsekuensi anggaran berbasis kinerja. Adakah kemungkinan kurikulum ini diberlakukan tahun ini atau harus tahun Depan. Isu anggaran tentu saja sudah merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional. Roy Suryo. Pertemuan untuk membahas tentang kurikulum selalu menarik sebab selalu terjadi perdebatan yang hangat tentang bagaimana implementasi kurikulum ini di tahun 2013. Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup. Menteri Pemuda dan Olah raga. menteri Agama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Boediono. Kuntoro dan para pejabat eselon I dari beberapa kementerian.

baik anggaran kementerian sendiri maupun anggaran DAU dan DAK yang sudah digulirkan di daerah-daerah. meskipun teknologi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bagi dunia pendidikan. Sebagai transformer ilmu pengetahuan maka di dalam dirinya harus ada mindset untuk melakukan yang terbaik bagi profesinya sebagai guru dan sebagai pamong maka dia akan membimbing ara siswanya di dalam proses pencarian kebenaran yang berbasis pada ilmu pengetahuan. Tetapi problem yang tidak kalah penting adalah mengenai guru. Secara khusus kementerian agama tentu mengalami kesulitan yang lebih besar sebab ketersediaan anggaran yang sangat terbatas. Di dalam konteks Jawa. akan tetapi peran guru di dalam proses pembelajaran tetaplah menjadi kata kunci sukses pendidikan. Selain itu juga contoh di dalam kehidupan masyarakat. juga mempertanyakan bagaimana penyiapan guru di dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Sama saja antara kurikulum yang sebelumnya dengan kurikulum yang baru. D negara manapun. Makanya di dalam diskusi di Komite Pendidikan Nasional ini. Karena menyangkut perubahan mindset guru. Demikian pula guru adalah contoh bagi para siswa di dalam karakter dan tindakan. Tentu berbeda dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan yang memiliki anggaran cukup. maka tentunya harus disiapkan secara memadai tentang kesiapan guru ini. 3 .sedikit sebab terkait dengan anggaran untuk penggandaan buku bagi seluruh siswa dari SD/MI sampai SMA/MA. Jangan sampai kurikulumnya berubah tetapi mindset guru tidak berubah. guru disebut kependekan dari kata digugu lan ditiru atau yang diikuti kata-katanya dan diikuti tindakannya. Karena itu Mendikbud sangat optimis bahwa kurikulum 2013 akan bisa dilaksanakan meskipun akan mengalami kesulitan yang cukup berarti. Semua masih sependapat bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada kualitas guru dan profesionalitas guru. Guru tidak boleh berubah di dalam fungsinya sebagai transformer ilmu dan pamong bagi para siswa. Apakah guru sudah siap menghadapi perubahan kurikulum. Misalnya kendala revisi anggaran yang biasanya juga memakan waktu yang tidak pendek.

Akan tetapi yang menjadi variabel substansialnya adalah para guru. maka status guru tentu sangat dihormati. Dengan demikian. Jika dulu para guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa disebabkan oleh kurangnya penghargaan terhadapnya. 4 . Demikian pula guru yang berkualitas lah yang akan menentukan apakah pendidikan akan bisa menjadi wahana bagi pengembangan kapasitas manusia atau tidak. akan tetapi juga dari sisi penghargaan yang layak. Sebagai Garda Depan. ahli hukum dan sebagainya. sebagaimana dokter. Kurikulum bagaimanapun baiknya tentu masih sangat tergantung kepada para guru. pelatihan yang dikemas untuk mengembangkan profesionalitas guru adalah jalan terbaik agar kurikulum 2013 akan bisa mengantarkan anak Indonesia ke Depan lebih baik atau tidak. Instrumen musik adalah kumpulan bunyi-bunyian yang akan bisa dinikmati dengan menyenangkan jika dimainkan oleh para pemain musik profesional.Guru merupakan Garda Depan bagi proses pembelajaran dan pendidikan. Jadi. maka sekarang tentu tidak bisa lagi disebut dengan sebutan tersebut. sesungguhnya para guru telah memperoleh penghargaan sebagai guru profesional. ahli teknik. fungsi guru di dalam diskusi apapun tentang peningkatan pendidikan tetaplah menempati posisi yang sangat penting. yaitu guru yang telah memperoleh pengakuan sebagai pekerja profesional. Dengan demikian. keberhasilan penerapan kurikulum 2013 juga sangat tergantung kepada perubahan mindset para guru di dalam mendidik para siswa. Dialah yang akan menentukan apakah pendidikan Indonesia berhasil atau tidak. Jadi pemain musik yang ahlilah yang akan menentukan apakah sebuah sajian instrumen musik bisa dinikmati atau tidak. Oleh karena itu perubahan mindset para guru tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat keberhasilan implementasi kurikulum. Sebagai pekerja profesional yang diakui oleh undang-undang. Tanpa guru yang baik dan berkualitas rasanya jangan pernah bermimpi bahwa pendidikan Indonesia akan naik peringkat di dalam ranking kualitas pendidikan di dunia. Kurikulum sebagai dokumen adalah variabel instrumen keberhasilan pendidikan. Tidak hanya dari segi pendapatannya.

Rendahnya kualitas siswa 6. Rendahnya Mutu pendidikan yang berkaitan dengan kualitas/kompetensi para pengajar atau guru. Hal ini semakin memperjelas bahwa kesadaran tentang komitmen pemerintah untuk memajukan mutu pendidikan di indonesia kalau kenyataannya seperti yang tertera di artikel tersebut masih sebatas slogan saja. bagaimana mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia bisa maju dan meningkat sejajar dengan negara-negara maju lainnya? otomatis mutu pendidikan di Indonesia akan semakin sulit untuk di tingkatkan jika 5 . Masyarakat pada umumnya juga sering kali mengabaikan pentingnya pendidikan sampai pada jenjang yang tinggi dengan alasan biaya pendidikan yang mahal. tentunya dengan adanya biaya pendidikan yang mahal menyulitkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang kurang mampu untuk menyekolahkan anak-anak mereka sampai pada jenjang perkuliahan atau lebih parahnya lagi bisa juga berakibat banyaknya anak-anak yang terancam putus sekolah seperti yang di ungkapkan dalam artikel tersebut. Padahal mereka itulah sebagai penerus dan harapan bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia. Minimnya fasilitas yang tersedia 5. 2. Mahalnya biaya pendidikan Namun dari permasalahan-permasalahan tersebut. Sistem pelaksanaan proses pendidikan yang kurang optimal 4. dalam artikel ini menjelaskan mengenai inti dari permasalahannya ialah terletak pada proses pelaksanaan sistem pendidikan yang kurang optimal yang menyangkut terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan pelajar terkait dengan terbatasnya dana pendidikan yang di sediakan pemerintah. Sulitnya Penyediaan guru berkompetensi di daerah-daerah pedesaan 3. sebagai pelaku pembangunan nasional di Indonesia agar semakin maju dan berkualitas.MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA Masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya yaitu mengenai : 1. kalau hal itu tidak segera di benahi. Selain itu kegiatankegiatan yang di lakukan depdiknas dalam upaya meningkatkan kompetensi guru juga tidak membuahkan hasil.

perkembangannya tetap begitu upaya yang serius untuk mengatasi permasalahanpermasalahan dunia pendidikan hingga kini. Akan tetapi menurut saya. dan Taiwan. Menurut survei tersebut sistem pendidikan Indonesia terburuk dikawasan Asia karena 13 negara yang disurvei oleh lembaga yang berkantor pusat di Hongkong itu. kalau mau menigkatkan kualitas pendidikan. sebenarnya komitmen pemerintah cukup kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. otomatis akan mengganggu konsentrasi mereka dalam melaksanakan tugas. Jepang. disusul Singapura. serat Malaysia. Cina. sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup. setingkat dibawah Vietnam (Fadjar. Terbukti dalam buku yang berjudul Pendidikan Berbasis Realitas Sosial hal. Korea Selatan dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik. Selanjutnya kesejahteraan guru atau pengajar di indonesia juga masih sangat rendah.5 September 2001). Indonesia menduduki urutan ke 12. memang kualitas guru di indonesia masihlah rendah dan belum memenuhi standart nasional yang menyebabkan kualitas murid juga kurang bagus. Kompas. masih banyak dari mereka terpaksa mencari usaha sambilan.104 karya Firdaus M. Berbicara masalah kualitas guru. Pemerintah berupaya namun belum 6 . Oleh sebab itu Pertama yang harus di benahi adalah mengenai sistem pendidikan di indonesia yang kurang optimal mencakup masalah anggaran dana yang disediakan pemerintah dan kedua masalah kulitas guru serta mahalnya biaya pendidikan.” Tentunya banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya mutu pendidikan di Indonesia salah satunya hal itu disebabkan kesadaran masyarakat dan pemerintah yang seolah-olah mengabaikan akan pentingnya pendidikan serta peran guru dalam membentuk generasi mendatang. yang menyebabkan guru kehilangan gairah dalam mengajar. Hal ini di ketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh political and Economic Risk Consultancy (PERC). India.Yunus mengenai “kondisi pendidikan di Indonesia menduduki peringkat terendah di antara negara-negara lain di Asia. Dengan aktif mencari usaha sambilan di luar. juga diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Semestinya.

14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen.R Tilaardalam buku (Standarisasi pendidikan Nasional. salah satu upaya pemerintah saat ini pertama mulai ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru demi meningkatkan mutu pendidikan.167) mengemukakan “Salah satu upaya dari UU No. Menurut H.dapat mengangkat totalitas kinerja dan peningkatan mutu pendidikan secara optimal. di yakini para guru tersebut juga akan menjalankan tugasnya dengan profesional karena pendapatan atau gaji guru di tambah dengan bantuan intensif dan tunjangan fungsional lainnya saat ini lebih baik jika di bandingkan pendapatan mereka (guru) beberapa tahun yang lalu.” Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini penghargaan ekonomi yang di berikan kepada guru relatif kurang padahal profesi guru sangatlah mulia. Kemudian masih menurut H.A. Guru adalah prajurit terdepan didalam membuka cakrawala peserta didik memasuki dunia ilmu pengetahuan dalam era global dewasa ini. 2006: hal. tidak heran jika pemerintah baik pusat maupun daerah sudah saatnya perlu memberi penghargaan. mengingat sejak berlakunya Undang-Undang No.R Tilaar bahwa “Undang-Undang No. perhatian khusus dan meningkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan tujangan khusus kepada guru yang bertugas di daerah baik guru yang sudah di angkat PNS maupun guru swasta denagn pemberian subsidi tunjangan fungsional yang bersumber dari dana APBN dan dan insentif (dana perangsang guru) dari APBD. Kedua kemampuan mengukur kinerja para pendidik dan terdidik dengan adanya standarisasi nasional yang di berlakuakn oleh pemerintah.A.14 Tahun 2005 mempunyai sekurang-kurangnya ber ijazah S-1. alasan dan tujuan perlunya standarisasi 7 .” Dengan adanya perhatian pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan guru . mencerdaskan anak didik guna peningkatan mutu sumber daya manusia.14 tahun 2005 telah menggariskan upaya-upaya untuk meningkatkan profesi guru sehingga dapat direkrut putera-putera terbaik bangsa untuk menempati profesi yang sangat dihormati itu yaitu untuk mencerdaskan kehidupan rakyat. Tidak mengherankan apabila salah satu kualifikasi akademik guru profesional menurut UU No.14 tahun 2005 tersebut ialah meningkatkan profesionalisme guru serta meningkatkan kualitas hidup ekonomi para guru.

tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi. 2006: hal. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang berbunyi “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari anggaran pendapatan dan belanja daearah (APBD)”. “Bahkan terhadap pengalokasian anggaran tersebut telah ditegaskan kembali pada pasal 49 ayat (1) Undang-Undang No. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika pengajarnya berkompetensi baik dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran. 3. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan globalisasi.” Saya sependapat dengan pernyataan itu mengenai pendidikan yang berbiaya besar. Sesuai ketentuan mengenai anggaran pendidikan telah di amanatkan secara langsung oleh UUD negara RI tahun 1945 dalam pasal 31 ayat (4) yang berbunyi “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan politik 2.R Tilaar dalam buku (Standarisasi pendidikan Nasional.kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu.A. tapi berbiaya besar maksudnya dalam artian pemerintah harus benar-benar mengalokasi dana pendidikan minimal 20% dari total APBN guna meningkatkan mutu dan maupun fasilitas belajar mengajar yang belum memadai. Karena salah satu faktor yang menjadi penentu utama bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan nasional kita. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan dari kemajuan (progess) Selanjutnya masalah dana pendidikan dalam artikel tersebut menyatakan “selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yang berkulitas mesti bermodal atau berbiaya besar. jawabnya “Ya” dalam arti : 1. tidak lain adalah faktor alokasi anggaran di bidang pendidikan.dengan demikian ketentuan tersebut berarti telah menggariskan bahwa anggaran 20% 8 .nasional ini di jelaskan H.76-77) bahwa “ pertanyaan mengenai perlunya standarisasi nasional .

undang-undang dasar negara kita menggariskan bahwa semua warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak. sarana dan prasarana yang kurang memadai serta fasilitas-fasilitas yang kurang terpenuhi.harus benar-banar murni di luar gaji guru dan biaya pendidikan kedinasan lainnya. yang mana masih banyak problema-problema pendidikan yang di hadapi. padahal. melihat kenyataan bahwa ketika anak yang berasal dari keluarga kaya antri di sekolah-sekolah elite. orang tua dan atau bersama anaknya akan berebut/bersiang untuk bisa di terima di sekolah favorit dengan biaya yang cukup besar. Serta membantu kelancaran proses belajar mengajar dan perbaikan fasilitas-fasilitas sekolah. Berbekal nilai yang rendah dan dana yang sangat terbatas. Di tinjau dari upaya pemerintah dalam mengatasi hal tersebut. dapat kita saksikan penerimaan siswa baru dari tingkat TK hingga SMU. merekapun tidak mempunyai pilihan .dan bahkan perguruan tinggi. Memang benar ada upaya pemerintah yang kini mulai di wujudkan dengan adanya program pemerintah berupa bantuan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang sangat membantu meringankan beban bagi mereka yang kurang mampu untuk bersekolah sesuai dengan aturan wajib belajar 9 tahun yaitu mulai dari tingkat SD-SMP. bahkan sekalipun nilai memadai untuk melanjutkan ke sekolah bermutu.” Disitulah letak kurang optimalnya pelaksanaan pendidikan. Angggaran sebesar itu tidaklah cukup untuk menunjang pendidikan di masa kini. Namun demikian. contoh lainnya setiap menjelang tahun ajaran baru. Pada saat seperti itu. mereka tidak akan pernah bisa masuk dengan persyaratan yang rumit serta dana yang mahal kecuali jika mereka memperoleh beasiswa itupun biasanya juga hanya berlaku untuk sebagian anak yang beruntung dan memiliki prestasi tinggi. Kita lihat saja biaya pendidikan di indonesia masihlah mahal sementara mutu pendidikan juga belum cukup meningkat. hendaknya pemerintah mengevaluasi 9 . berdasarkan realitas yang terjadi di lapangan tidak sejalan dengan apa yang telah di amanatkan oleh UUD 1945 dan UU Sisdiknas. Namun di perguruan tinggi. lantas bagaimana dengan nasib masyarakat miskin atau kurang mampu yang ingin memperoleh pendidikan? pastilah menyulitkan mereka.anak dari keluarga miskin menghadapi banyak kesulitan.

Progam orang tua asuh bagi anak yang kurang mampu usia 7-12 tahun ini bertujuan untuk mensukseskan wajib beljar. Nugroho Notosusanto di kompleks SD Pujokusuman Yogyakarta pada hari Senin tanggal 23 juli 1984. Hak yang miliki [5]oleh orang tua asuh yaitu salah satunya untuk menentukan besarnya bantuan yang diberikan secara jangka waktu pemberian bantuan (satu tahun atau lebih). Dr. di harapkan semua orang yang mampu bersedia menjadi orangtua asuh karena syarat utamanya ialah kemanusiaan. Mengenai tata cara penyerahan bantuan dan hak orangtua asuh.1995 . sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul KebijakanKebijakan Pendidikan. Serta berhak mengetahui proses pemberian bantuan dan penggunaannya oleh anak asuh.124 karya Drs. kebijakan tersebut di nilai tidak adil karena todak membuka kesempatan bagi orang miskin untuk mendapatkan hak pendidikan di bangku kuliah. suatu upaya bersama dengan dilandasi kemanusiaan.” 10 . Gunawan yaitu “orang tua asuh menyerahkan bantuan yang telah disanggupinya kepada anak asuh melalui Kepala Sekolah atau Lembaga Pendidikan Dasar atau melalui Kelompok Kerja Wajib Belajar atau melalui Lembaga sosial yang telah di tentukan. hal. keikhlasan. Ary H. Pancanangan program Orangtua Asuh bagi anak kurang mampu dalam rangka Wajib belajar ini Telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof.kembali kebijakan PTN yang mematok biaya tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi mandiri khususnya .keikhlasan dan kasih sayang untuk anak-anak yang kurang mampu agar dapat belajar dengan baik. Kemudian peran orang tua asuh dalam rangka wajib belajar 9 tahun. dan rasa kasih sayang kepada anak yang kurang mampu.

banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak.8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. 4) Rendahnya prestasi siswa.503 guru. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1. Di tingkat pendidikan tinggi. Sementara laboratorium tidak standar. efisiensi dan standardisasi pengajaran. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. 2) Rendahnya kualitas guru. tidak memiliki perpustakaan. Walaupun guru dan 11 . Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Di tingkat sekolah menengah.000 guru SLTP/MTs baru 38.2 juta guru SD/MI hanya 13.  Rendahnya Kualitas Guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Bukan itu saja.544 dosen.86% yang berpendidikan S2 ke atas (3. 5) Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. dari 337.48% berpendidikan S3). Selain itu. dari sekitar 680.  Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Untuk sarana fisik misalnya. baru 18. 3) Rendahnya kesejahteraan guru. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. baru 57.8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas.PENYEBAB RENDAHNYA MUTU PENDIDIKAN Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. 6) Mahalnya biaya pendidikan. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: 1) Rendahnya sarana fisik. dari 181. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. buku perpustakaan tidak lengkap. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya.8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas.

460 ribu. Sekarang. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. sebagai cermin kualitas.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Dengan pendapatan seperti itu. memberi les pada sore hari. pedagang buku/LKS. terang saja. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. menjadi tukang ojek.  Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku 12 . idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah.  Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.  Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. guru bantu Rp. pedagang pulsa ponsel. pedagang mie rebus. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.5 juta. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan.  Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi.pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. tenaga pengajar memberikan andil sangatbesar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. kualitas guru. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain.

Sejak era 60-70an. Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang dipakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar dikuasai sebagain besar guru. Orang miskin tidak boleh sekolah. karena pembelajaran di sekolah sejak zaman dulu masih memakai kurikulum buku paket.pendidikan. tidak harus murah atau gratis. Apapun kurikulumnya. Pembelajaran hanya pada buku paket Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum dari KBK menjadi KTSP. tanpa tenaga. kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. guru hanya mengenal buku paket. Mengajar Satu Arah Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu. yaitu metode berceramah satu arah. pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Ini ada tujuh penyebab kenapa mutu pendidikan di Indonesia rendah : 1. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya? 13 . tanpa modal. atau tepatnya.Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? Tidak. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Karena berceramah itu mudah dan ringan. 2. tanpa persiapan yang rumit. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk „cuci tangan‟. Akan tetapi. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Materi dalam buku paketlah yang menjadi acuan dan guru tidak mencari sumber referensi lain.

seolaholah Anak “Dipaksa” mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang. akibatnya siswa tidak berani bertanya. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru. Aturan yang Mengikat Ini tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 7. guru meminta anak untuk bertanya.3. tes pegawai negeri yang diikuti guru. Dalam setiap ujian. Sekolah seharusnya memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan. Guru tak Menanamkan Diskusi Dua Arah Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Siswa tidak dibiasakan bertanya. menyontek telah menjadi budaya sendiri. Selesai mengajar. 4. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru. Sepertinya sudah diseragamkan. Heninglah suasana kelas. Tapi apakah kita tahu kalau “guru juga menyontek” ? Ini lebih parah. Metode Pertanyaan Terbuka tak Dipakai Contoh negara yang menggunakan pertanyaan terbuka adalah Finlandia. untuk mendengarkan guru. 5. mendengarkan guru menjelaskan. perhatian pemerintah itu sudah cukup. Masih banyak sarana belajar di beberapa sekolah khususnya daerah. Budaya Mencontek Siswa menyontek itu biasa terjadi. siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Kurangnya Sarana Belajar Sebenarnya. 6. tertinggal jauh dibandingkan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di kota. 14 . Anak duduk rapi. namun masih kurang cukup. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka. sementara kompetensi bertanya tak disentuh. tangan dilipat di meja.

Rendahnya Mutu pendidikan yang berkaitan dengan kualitas/ kompetensi para pengajar atau guru.Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah isu-isu aktual pendidikan ini adalah sebagai berikut : Isu anggaran yang merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional.1. Kurangnya sarana belajar 4. Sulitnya Penyediaan guru berkompetensi di daerah-daerah pedesaan c. sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal. Guru tak menanamkan diskusi dua arah 6. Masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya yaitu mengenai : a. Metode pertanyaan terbuka tak dipakai 7. Sistem pelaksanaan proses pendidikan yang kurang optimal d.BAB III PENUTUP 3. b. Pembelajaran hanya pada buku paket 2. Aturan yang mengikat 5. Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup. Mahalnya biaya pendidikan 7 penyebab kenapa mutu pendidikan di Indonesia rendah : 1. Budaya menyontek 15 . Rendahnya kualitas siswa f. Mengajar satu arah 3. Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Minimnya fasilitas yang tersedia e.

2.3.Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah dengan mengetahui isu-isu pendidikan di indonesia ini dapat membuat kita termotivasi agar bisa memperbaiki metode dalam pembelajaran atau mengubah cara pikir kita tentang pendidikan agar pendidikan di indonesia kualitasnya bisa meningkat. 16 .

Jakarta : RINEKA CIPTA.Ade dkk. Dede.2006.A.ac. Guru dan Implementasi Kurikulum 2013. Irawan. M.R.DAFTAR PUSTAKA Gunawan. Fauzan. 2013. Mendagangakan sekolah. Nasional. H.id (Diakses 6 mei 2013) Tilaar.Standarisasi Pendidikan Kritis.org/artikel/7-penyebab-kualitas-pendidikan-diindonesia-rendah/ (Diakeses 6 Mei 2013) 17 . 2005. http://sahabatyatim. 2004.sunanampel.Logung Pustaka. Firdaus. Syam. Nur. H. Penyebab Kualitas Pendidikan Di Indonesia Rendah. Jakarta Selatan: Indonesia Corruption Watch.2005 Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. Ary. http://nursyam. Berbasis Realitas Sosial. Suatu Tinjauan Yunuf. Pendidikan Yogyakarta. Jakarta : RINEKA CIPTA. 2012.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->