BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indekspengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.

1.2.Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah apa saja isu-isu aktual tentang kurikulum 2013 dan isu-isu tentang pendidikan di indonesia.

1.3.Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk mengetahui isu-isu aktual tentang kurikulum 2013 dan isu-isu tentang pendidikan di indonesia.

1

BAB II ISI/PEMBAHASAN GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Sebuah pertemuan menarik dilaksanakan di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia. Dr. 23 Januari 2013. Pertemuan untuk membahas tentang kurikulum selalu menarik sebab selalu terjadi perdebatan yang hangat tentang bagaimana implementasi kurikulum ini di tahun 2013. Rabo. Prof. perjalanan perubahan kurikulum 2013 juga tampak tertatih-tatih terkait dengan penganggarannya. menteri Agama. Roy Suryo. Biaya perubahan kurikulum ini tentu tidak 2 . bersama Komite Pendidikan Nasional. Adakah kemungkinan kurikulum ini diberlakukan tahun ini atau harus tahun Depan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. ketua UKP4. Pertemuan ini menarik tentu saja karena membahas isu terakhir terkait dengan perubahan kurikulum 2013. Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Kuntoro dan para pejabat eselon I dari beberapa kementerian. Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup. Menteri Pemuda dan Olah raga. Isu anggaran tentu saja sudah merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional. Suryadharma Ali. Mohammad Nuh. sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal. Makanya. Pertemuan ini menarik karena dihadiri oleh Wapres. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wapres ini menjadi menarik sebab membahas Tentang isu bagi bangsa Indonesia ke Depan terutama terkait dengan pendidikan yang tetap dianggap sebagai instrumen penting dan esensial bagi pengembangan manusia Indonesia di dalam menghadapi globalisasi dan juga tahun emas Indonesia tahun 2045. Boediono. sebab anggaran tahun ini tentu saja sudah direncanakan setahun sebelumnya sebagai konsekuensi anggaran berbasis kinerja. Gamawan Fauzi. Perbincangan itu tentu terkait dengan kesiapan anggaran pada tahun berjalan. menteri Dalam Negeri.

meskipun teknologi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bagi dunia pendidikan. guru disebut kependekan dari kata digugu lan ditiru atau yang diikuti kata-katanya dan diikuti tindakannya. Karena itu Mendikbud sangat optimis bahwa kurikulum 2013 akan bisa dilaksanakan meskipun akan mengalami kesulitan yang cukup berarti. baik anggaran kementerian sendiri maupun anggaran DAU dan DAK yang sudah digulirkan di daerah-daerah. D negara manapun. Sama saja antara kurikulum yang sebelumnya dengan kurikulum yang baru.sedikit sebab terkait dengan anggaran untuk penggandaan buku bagi seluruh siswa dari SD/MI sampai SMA/MA. Guru tidak boleh berubah di dalam fungsinya sebagai transformer ilmu dan pamong bagi para siswa. Sebagai transformer ilmu pengetahuan maka di dalam dirinya harus ada mindset untuk melakukan yang terbaik bagi profesinya sebagai guru dan sebagai pamong maka dia akan membimbing ara siswanya di dalam proses pencarian kebenaran yang berbasis pada ilmu pengetahuan. Jangan sampai kurikulumnya berubah tetapi mindset guru tidak berubah. Misalnya kendala revisi anggaran yang biasanya juga memakan waktu yang tidak pendek. akan tetapi peran guru di dalam proses pembelajaran tetaplah menjadi kata kunci sukses pendidikan. Selain itu juga contoh di dalam kehidupan masyarakat. Secara khusus kementerian agama tentu mengalami kesulitan yang lebih besar sebab ketersediaan anggaran yang sangat terbatas. Tetapi problem yang tidak kalah penting adalah mengenai guru. Apakah guru sudah siap menghadapi perubahan kurikulum. Tentu berbeda dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan yang memiliki anggaran cukup. Demikian pula guru adalah contoh bagi para siswa di dalam karakter dan tindakan. maka tentunya harus disiapkan secara memadai tentang kesiapan guru ini. Makanya di dalam diskusi di Komite Pendidikan Nasional ini. Di dalam konteks Jawa. 3 . juga mempertanyakan bagaimana penyiapan guru di dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Semua masih sependapat bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada kualitas guru dan profesionalitas guru. Karena menyangkut perubahan mindset guru.

Jadi pemain musik yang ahlilah yang akan menentukan apakah sebuah sajian instrumen musik bisa dinikmati atau tidak. maka status guru tentu sangat dihormati. Dialah yang akan menentukan apakah pendidikan Indonesia berhasil atau tidak. Sebagai Garda Depan. akan tetapi juga dari sisi penghargaan yang layak. Akan tetapi yang menjadi variabel substansialnya adalah para guru. fungsi guru di dalam diskusi apapun tentang peningkatan pendidikan tetaplah menempati posisi yang sangat penting. pelatihan yang dikemas untuk mengembangkan profesionalitas guru adalah jalan terbaik agar kurikulum 2013 akan bisa mengantarkan anak Indonesia ke Depan lebih baik atau tidak. Dengan demikian. Demikian pula guru yang berkualitas lah yang akan menentukan apakah pendidikan akan bisa menjadi wahana bagi pengembangan kapasitas manusia atau tidak. maka sekarang tentu tidak bisa lagi disebut dengan sebutan tersebut. Oleh karena itu perubahan mindset para guru tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat keberhasilan implementasi kurikulum. Dengan demikian. Kurikulum bagaimanapun baiknya tentu masih sangat tergantung kepada para guru. yaitu guru yang telah memperoleh pengakuan sebagai pekerja profesional. Sebagai pekerja profesional yang diakui oleh undang-undang. ahli teknik. Tanpa guru yang baik dan berkualitas rasanya jangan pernah bermimpi bahwa pendidikan Indonesia akan naik peringkat di dalam ranking kualitas pendidikan di dunia. sebagaimana dokter. Kurikulum sebagai dokumen adalah variabel instrumen keberhasilan pendidikan. ahli hukum dan sebagainya. Tidak hanya dari segi pendapatannya. 4 . Jadi. keberhasilan penerapan kurikulum 2013 juga sangat tergantung kepada perubahan mindset para guru di dalam mendidik para siswa. Jika dulu para guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa disebabkan oleh kurangnya penghargaan terhadapnya. Instrumen musik adalah kumpulan bunyi-bunyian yang akan bisa dinikmati dengan menyenangkan jika dimainkan oleh para pemain musik profesional.Guru merupakan Garda Depan bagi proses pembelajaran dan pendidikan. sesungguhnya para guru telah memperoleh penghargaan sebagai guru profesional.

bagaimana mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia bisa maju dan meningkat sejajar dengan negara-negara maju lainnya? otomatis mutu pendidikan di Indonesia akan semakin sulit untuk di tingkatkan jika 5 . sebagai pelaku pembangunan nasional di Indonesia agar semakin maju dan berkualitas. kalau hal itu tidak segera di benahi. Sulitnya Penyediaan guru berkompetensi di daerah-daerah pedesaan 3. Mahalnya biaya pendidikan Namun dari permasalahan-permasalahan tersebut. dalam artikel ini menjelaskan mengenai inti dari permasalahannya ialah terletak pada proses pelaksanaan sistem pendidikan yang kurang optimal yang menyangkut terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan pelajar terkait dengan terbatasnya dana pendidikan yang di sediakan pemerintah. Hal ini semakin memperjelas bahwa kesadaran tentang komitmen pemerintah untuk memajukan mutu pendidikan di indonesia kalau kenyataannya seperti yang tertera di artikel tersebut masih sebatas slogan saja. Minimnya fasilitas yang tersedia 5. Masyarakat pada umumnya juga sering kali mengabaikan pentingnya pendidikan sampai pada jenjang yang tinggi dengan alasan biaya pendidikan yang mahal. 2. Sistem pelaksanaan proses pendidikan yang kurang optimal 4. Rendahnya kualitas siswa 6. Padahal mereka itulah sebagai penerus dan harapan bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia. Selain itu kegiatankegiatan yang di lakukan depdiknas dalam upaya meningkatkan kompetensi guru juga tidak membuahkan hasil.MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA Masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya yaitu mengenai : 1. tentunya dengan adanya biaya pendidikan yang mahal menyulitkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang kurang mampu untuk menyekolahkan anak-anak mereka sampai pada jenjang perkuliahan atau lebih parahnya lagi bisa juga berakibat banyaknya anak-anak yang terancam putus sekolah seperti yang di ungkapkan dalam artikel tersebut. Rendahnya Mutu pendidikan yang berkaitan dengan kualitas/kompetensi para pengajar atau guru.

Semestinya. sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup. serat Malaysia. kalau mau menigkatkan kualitas pendidikan. India. otomatis akan mengganggu konsentrasi mereka dalam melaksanakan tugas. Akan tetapi menurut saya.perkembangannya tetap begitu upaya yang serius untuk mengatasi permasalahanpermasalahan dunia pendidikan hingga kini. dan Taiwan. sebenarnya komitmen pemerintah cukup kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. juga diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Indonesia menduduki urutan ke 12. Oleh sebab itu Pertama yang harus di benahi adalah mengenai sistem pendidikan di indonesia yang kurang optimal mencakup masalah anggaran dana yang disediakan pemerintah dan kedua masalah kulitas guru serta mahalnya biaya pendidikan. Selanjutnya kesejahteraan guru atau pengajar di indonesia juga masih sangat rendah. yang menyebabkan guru kehilangan gairah dalam mengajar. Jepang. masih banyak dari mereka terpaksa mencari usaha sambilan. Menurut survei tersebut sistem pendidikan Indonesia terburuk dikawasan Asia karena 13 negara yang disurvei oleh lembaga yang berkantor pusat di Hongkong itu. Hal ini di ketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh political and Economic Risk Consultancy (PERC).” Tentunya banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya mutu pendidikan di Indonesia salah satunya hal itu disebabkan kesadaran masyarakat dan pemerintah yang seolah-olah mengabaikan akan pentingnya pendidikan serta peran guru dalam membentuk generasi mendatang.Yunus mengenai “kondisi pendidikan di Indonesia menduduki peringkat terendah di antara negara-negara lain di Asia. Kompas.104 karya Firdaus M.5 September 2001). disusul Singapura. Terbukti dalam buku yang berjudul Pendidikan Berbasis Realitas Sosial hal. setingkat dibawah Vietnam (Fadjar. Cina. Korea Selatan dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik. memang kualitas guru di indonesia masihlah rendah dan belum memenuhi standart nasional yang menyebabkan kualitas murid juga kurang bagus. Pemerintah berupaya namun belum 6 . Dengan aktif mencari usaha sambilan di luar. Berbicara masalah kualitas guru.

Kedua kemampuan mengukur kinerja para pendidik dan terdidik dengan adanya standarisasi nasional yang di berlakuakn oleh pemerintah.14 tahun 2005 tersebut ialah meningkatkan profesionalisme guru serta meningkatkan kualitas hidup ekonomi para guru. di yakini para guru tersebut juga akan menjalankan tugasnya dengan profesional karena pendapatan atau gaji guru di tambah dengan bantuan intensif dan tunjangan fungsional lainnya saat ini lebih baik jika di bandingkan pendapatan mereka (guru) beberapa tahun yang lalu. Guru adalah prajurit terdepan didalam membuka cakrawala peserta didik memasuki dunia ilmu pengetahuan dalam era global dewasa ini. perhatian khusus dan meningkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan tujangan khusus kepada guru yang bertugas di daerah baik guru yang sudah di angkat PNS maupun guru swasta denagn pemberian subsidi tunjangan fungsional yang bersumber dari dana APBN dan dan insentif (dana perangsang guru) dari APBD.” Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini penghargaan ekonomi yang di berikan kepada guru relatif kurang padahal profesi guru sangatlah mulia.14 tahun 2005 telah menggariskan upaya-upaya untuk meningkatkan profesi guru sehingga dapat direkrut putera-putera terbaik bangsa untuk menempati profesi yang sangat dihormati itu yaitu untuk mencerdaskan kehidupan rakyat. salah satu upaya pemerintah saat ini pertama mulai ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru demi meningkatkan mutu pendidikan.A. 2006: hal. alasan dan tujuan perlunya standarisasi 7 . mengingat sejak berlakunya Undang-Undang No.R Tilaar bahwa “Undang-Undang No. Tidak mengherankan apabila salah satu kualifikasi akademik guru profesional menurut UU No.dapat mengangkat totalitas kinerja dan peningkatan mutu pendidikan secara optimal.167) mengemukakan “Salah satu upaya dari UU No.14 Tahun 2005 mempunyai sekurang-kurangnya ber ijazah S-1. Menurut H.14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen. mencerdaskan anak didik guna peningkatan mutu sumber daya manusia.” Dengan adanya perhatian pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan guru .A. tidak heran jika pemerintah baik pusat maupun daerah sudah saatnya perlu memberi penghargaan. Kemudian masih menurut H.R Tilaardalam buku (Standarisasi pendidikan Nasional.

jawabnya “Ya” dalam arti : 1. 2006: hal. Karena salah satu faktor yang menjadi penentu utama bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan nasional kita. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang berbunyi “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari anggaran pendapatan dan belanja daearah (APBD)”.R Tilaar dalam buku (Standarisasi pendidikan Nasional. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan politik 2. 3.nasional ini di jelaskan H. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika pengajarnya berkompetensi baik dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran. “Bahkan terhadap pengalokasian anggaran tersebut telah ditegaskan kembali pada pasal 49 ayat (1) Undang-Undang No.dengan demikian ketentuan tersebut berarti telah menggariskan bahwa anggaran 20% 8 .76-77) bahwa “ pertanyaan mengenai perlunya standarisasi nasional . tidak lain adalah faktor alokasi anggaran di bidang pendidikan.kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan dari kemajuan (progess) Selanjutnya masalah dana pendidikan dalam artikel tersebut menyatakan “selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yang berkulitas mesti bermodal atau berbiaya besar. tapi berbiaya besar maksudnya dalam artian pemerintah harus benar-benar mengalokasi dana pendidikan minimal 20% dari total APBN guna meningkatkan mutu dan maupun fasilitas belajar mengajar yang belum memadai.A. Standarisasi pendidikan nasional merupakan suatu tuntutan globalisasi. Sesuai ketentuan mengenai anggaran pendidikan telah di amanatkan secara langsung oleh UUD negara RI tahun 1945 dalam pasal 31 ayat (4) yang berbunyi “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”.” Saya sependapat dengan pernyataan itu mengenai pendidikan yang berbiaya besar. tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi.

Namun di perguruan tinggi.anak dari keluarga miskin menghadapi banyak kesulitan. padahal. Di tinjau dari upaya pemerintah dalam mengatasi hal tersebut. merekapun tidak mempunyai pilihan . melihat kenyataan bahwa ketika anak yang berasal dari keluarga kaya antri di sekolah-sekolah elite. hendaknya pemerintah mengevaluasi 9 . contoh lainnya setiap menjelang tahun ajaran baru. berdasarkan realitas yang terjadi di lapangan tidak sejalan dengan apa yang telah di amanatkan oleh UUD 1945 dan UU Sisdiknas.harus benar-banar murni di luar gaji guru dan biaya pendidikan kedinasan lainnya. Memang benar ada upaya pemerintah yang kini mulai di wujudkan dengan adanya program pemerintah berupa bantuan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang sangat membantu meringankan beban bagi mereka yang kurang mampu untuk bersekolah sesuai dengan aturan wajib belajar 9 tahun yaitu mulai dari tingkat SD-SMP. lantas bagaimana dengan nasib masyarakat miskin atau kurang mampu yang ingin memperoleh pendidikan? pastilah menyulitkan mereka. yang mana masih banyak problema-problema pendidikan yang di hadapi. Kita lihat saja biaya pendidikan di indonesia masihlah mahal sementara mutu pendidikan juga belum cukup meningkat. Angggaran sebesar itu tidaklah cukup untuk menunjang pendidikan di masa kini.dan bahkan perguruan tinggi. mereka tidak akan pernah bisa masuk dengan persyaratan yang rumit serta dana yang mahal kecuali jika mereka memperoleh beasiswa itupun biasanya juga hanya berlaku untuk sebagian anak yang beruntung dan memiliki prestasi tinggi. Berbekal nilai yang rendah dan dana yang sangat terbatas.” Disitulah letak kurang optimalnya pelaksanaan pendidikan. sarana dan prasarana yang kurang memadai serta fasilitas-fasilitas yang kurang terpenuhi. Namun demikian. orang tua dan atau bersama anaknya akan berebut/bersiang untuk bisa di terima di sekolah favorit dengan biaya yang cukup besar. bahkan sekalipun nilai memadai untuk melanjutkan ke sekolah bermutu. Serta membantu kelancaran proses belajar mengajar dan perbaikan fasilitas-fasilitas sekolah. undang-undang dasar negara kita menggariskan bahwa semua warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak. dapat kita saksikan penerimaan siswa baru dari tingkat TK hingga SMU. Pada saat seperti itu.

124 karya Drs. Hak yang miliki [5]oleh orang tua asuh yaitu salah satunya untuk menentukan besarnya bantuan yang diberikan secara jangka waktu pemberian bantuan (satu tahun atau lebih). suatu upaya bersama dengan dilandasi kemanusiaan. Kemudian peran orang tua asuh dalam rangka wajib belajar 9 tahun. kebijakan tersebut di nilai tidak adil karena todak membuka kesempatan bagi orang miskin untuk mendapatkan hak pendidikan di bangku kuliah. Pancanangan program Orangtua Asuh bagi anak kurang mampu dalam rangka Wajib belajar ini Telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Ary H. dan rasa kasih sayang kepada anak yang kurang mampu. hal. Mengenai tata cara penyerahan bantuan dan hak orangtua asuh.keikhlasan dan kasih sayang untuk anak-anak yang kurang mampu agar dapat belajar dengan baik. Nugroho Notosusanto di kompleks SD Pujokusuman Yogyakarta pada hari Senin tanggal 23 juli 1984. Progam orang tua asuh bagi anak yang kurang mampu usia 7-12 tahun ini bertujuan untuk mensukseskan wajib beljar. sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul KebijakanKebijakan Pendidikan. di harapkan semua orang yang mampu bersedia menjadi orangtua asuh karena syarat utamanya ialah kemanusiaan. Dr.” 10 . Gunawan yaitu “orang tua asuh menyerahkan bantuan yang telah disanggupinya kepada anak asuh melalui Kepala Sekolah atau Lembaga Pendidikan Dasar atau melalui Kelompok Kerja Wajib Belajar atau melalui Lembaga sosial yang telah di tentukan.1995 . Serta berhak mengetahui proses pemberian bantuan dan penggunaannya oleh anak asuh.kembali kebijakan PTN yang mematok biaya tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi mandiri khususnya . keikhlasan.

2 juta guru SD/MI hanya 13. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. baru 18. Di tingkat sekolah menengah.503 guru.544 dosen. 5) Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. efisiensi dan standardisasi pengajaran. baru 57.86% yang berpendidikan S2 ke atas (3. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: 1) Rendahnya sarana fisik. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak. 4) Rendahnya prestasi siswa. Bukan itu saja. 2) Rendahnya kualitas guru. dari sekitar 680.8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas.000 guru SLTP/MTs baru 38. dari 181.8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. 6) Mahalnya biaya pendidikan. tidak memiliki perpustakaan.48% berpendidikan S3). dari 337. Selain itu. buku perpustakaan tidak lengkap. sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1.  Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Untuk sarana fisik misalnya. Di tingkat pendidikan tinggi. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Walaupun guru dan 11 . Sementara laboratorium tidak standar.8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas.  Rendahnya Kualitas Guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. 3) Rendahnya kesejahteraan guru.PENYEBAB RENDAHNYA MUTU PENDIDIKAN Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas.

memberi les pada sore hari. pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi. kualitas guru. pedagang pulsa ponsel.  Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas.5 juta. menjadi tukang ojek. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.  Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. 460 ribu. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. pedagang mie rebus. tenaga pengajar memberikan andil sangatbesar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. sebagai cermin kualitas.  Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku 12 . pedagang buku/LKS.  Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. guru bantu Rp.pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Dengan pendapatan seperti itu. terang saja.

2. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya? 13 . tanpa modal. guru hanya mengenal buku paket. tanpa tenaga. atau tepatnya. tanpa persiapan yang rumit. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk „cuci tangan‟. pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Pembelajaran hanya pada buku paket Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum dari KBK menjadi KTSP.pendidikan. Apapun kurikulumnya. Akan tetapi. Materi dalam buku paketlah yang menjadi acuan dan guru tidak mencari sumber referensi lain. tidak harus murah atau gratis. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Ini ada tujuh penyebab kenapa mutu pendidikan di Indonesia rendah : 1. Mengajar Satu Arah Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu. Sejak era 60-70an. karena pembelajaran di sekolah sejak zaman dulu masih memakai kurikulum buku paket. Karena berceramah itu mudah dan ringan. Orang miskin tidak boleh sekolah.Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. yaitu metode berceramah satu arah. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? Tidak. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang dipakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar dikuasai sebagain besar guru.

Sekolah seharusnya memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. perhatian pemerintah itu sudah cukup. Sepertinya sudah diseragamkan. sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru. 14 . 6. tertinggal jauh dibandingkan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di kota. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. seolaholah Anak “Dipaksa” mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang. 7. Masih banyak sarana belajar di beberapa sekolah khususnya daerah. belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Selesai mengajar. untuk mendengarkan guru. Guru tak Menanamkan Diskusi Dua Arah Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. tangan dilipat di meja. namun masih kurang cukup. Siswa tidak dibiasakan bertanya. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan. Tapi apakah kita tahu kalau “guru juga menyontek” ? Ini lebih parah. Kurangnya Sarana Belajar Sebenarnya. menyontek telah menjadi budaya sendiri. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja. 5. Dalam setiap ujian. akibatnya siswa tidak berani bertanya. Metode Pertanyaan Terbuka tak Dipakai Contoh negara yang menggunakan pertanyaan terbuka adalah Finlandia. Aturan yang Mengikat Ini tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 4. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka. tes pegawai negeri yang diikuti guru. guru meminta anak untuk bertanya. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru. Budaya Mencontek Siswa menyontek itu biasa terjadi.3. Anak duduk rapi. siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. mendengarkan guru menjelaskan.

Rendahnya Mutu pendidikan yang berkaitan dengan kualitas/ kompetensi para pengajar atau guru. Aturan yang mengikat 5.BAB III PENUTUP 3. Mengajar satu arah 3. sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal. Minimnya fasilitas yang tersedia e. Sistem pelaksanaan proses pendidikan yang kurang optimal d. Metode pertanyaan terbuka tak dipakai 7.Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah isu-isu aktual pendidikan ini adalah sebagai berikut : Isu anggaran yang merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional. Pembelajaran hanya pada buku paket 2. Rendahnya kualitas siswa f. Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Mahalnya biaya pendidikan 7 penyebab kenapa mutu pendidikan di Indonesia rendah : 1.1. Budaya menyontek 15 . Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup. Kurangnya sarana belajar 4. Guru tak menanamkan diskusi dua arah 6. b. Masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya yaitu mengenai : a. Sulitnya Penyediaan guru berkompetensi di daerah-daerah pedesaan c.

2. 16 .3.Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah dengan mengetahui isu-isu pendidikan di indonesia ini dapat membuat kita termotivasi agar bisa memperbaiki metode dalam pembelajaran atau mengubah cara pikir kita tentang pendidikan agar pendidikan di indonesia kualitasnya bisa meningkat.

Mendagangakan sekolah. Suatu Tinjauan Yunuf. 2012. H. M.id (Diakses 6 mei 2013) Tilaar. Nur. Guru dan Implementasi Kurikulum 2013. 2004.ac. Firdaus. Jakarta : RINEKA CIPTA.Standarisasi Pendidikan Kritis.A. 2005. Syam.Ade dkk. Pendidikan Yogyakarta. Penyebab Kualitas Pendidikan Di Indonesia Rendah. Ary.sunanampel. Jakarta Selatan: Indonesia Corruption Watch. Dede.2006.org/artikel/7-penyebab-kualitas-pendidikan-diindonesia-rendah/ (Diakeses 6 Mei 2013) 17 . http://sahabatyatim. H.2005 Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. 2013. Berbasis Realitas Sosial. Jakarta : RINEKA CIPTA. Irawan. http://nursyam.Logung Pustaka. Fauzan.R.DAFTAR PUSTAKA Gunawan. Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful