1.

Pengertian profesionalisme

Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Profesi adalah ―Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan, kejujuran) tertentu‖ (Nurdin, 2002: 15) ―sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter, hakim, dan seba gainya‖ (Usman, 1995: 14). Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana, 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya, guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri, pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Banyak yang pandai berbicara tertentu, namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik, 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. Dari rumusan di atas ―dipersiapkan untuk itu‖ mengandung arti luas. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. Namun menurutnya, untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter, maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan, dan bukan sekedar latihan. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan, tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Hanya saja menurutnya, profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal, sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. 2. Pengertian Guru Profesional

Guru adalah ―orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik, jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid, surau, musallah, di rumah dan sebagainya (Djamarah, 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut:

1. Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh, sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany, maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. 2. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut, yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy, 1989: 79)

Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab, harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri, naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu, mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT, jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. b. Sehat jasmani

Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. c. Berkelakuan baik

Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik, guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah, 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa, guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. Dari persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto, 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya‖ (Uzer, 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah, 2002: 36) terdiri dari:

1. Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan 2. Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) 3. Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. 4. Menghargai orang lain termasuk anak didik 5. Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat, sombong dan tidak singkat akal) 6. Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang.

Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang, yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan, bahan pengajaran, kegiatan belajar mengajar, metode dan alat bantu mengajar, serta penilaian atau evaluasi. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana, 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran, metode mengajar, alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman, 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar, dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Untuk itu, dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu, dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana, 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman, 1999: 15) 3. Kriteria profesionalisme guru

Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter, insinyur, ahli hukum, dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional, contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal, 2003 : 5). Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional

apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi, sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : 1. Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial 2. Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab 3. Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain, bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan, kosa kata dan kawaid, b) keterampilan berbahasa, meliputi keterampilan mendengar, bidara, membeca, dan menulis. 4. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (al-Qosimy, 1989 : 91)

Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. 4. Fungsi dan Tugas Guru

Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya, guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar, disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja, tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah, 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah :
        

Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. Guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum

Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5.  Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. baik perkembangan fisik maupun mental. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 4. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. 2. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitankesulitan yang dihadapi anak didik. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Dalam hal ini pembimbing yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. . Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1.

. 11. http://www. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10.sarjanaku. Kedua. 12. Definisi Profesionalisme Profesionalisme berasal dari istilah professional yang dasar katanya adalah profesi (profession).com/2011/01/profesionalisme-guru. Pada tingkat tinggi. 2010 ramlannarie GURU profesionalisme 3 Comments PROFESIONALISME GURU A. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni (art) yang menjadi ciri tampilan professional seorang penyandang profesi. (3) mengharuskan adanya pembayaran untuk melaku-kannya (lawan amatir). kata professional merujuk pada dua hal: Pertama. adalah kierja atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. Profesional berarti persyaratan yang memadai sebagai suatu profesi (Abin Syamsuddin. (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Menurut Dedi Supriyadi (1998:95) dan Sudarwan Danim (2002:22). atau penampilan seseorang yang sesuai dengan ketentuan profesi. 1996:48). Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran.html PROFESIONALISME GURU May 12.8. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. orang yang biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan dia mengabdi diri pada pada pengguna jasa disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya. adalah orang yang menyandang sutau profesi. Selain itu pengertian profesional menurut Tilaar (1999) bermakna: (1) sesuatu yang bersangkutan dengan profesi. Untuk itu ada baiknya penulis kemukakan terlebih dahulu istilah profesional. 13.

dilandasi oleh pengetahuan-pengetahuan yang khusus (esoteric knowledge). The purpose of wich is to supply skilled service or advice to other for definite fee or salary. menyatakan mampu. dan kesetiaan terhadap profesi tersebut. pengakuan. meskipun levelnya tinggi. Rumusan yang singkat dan sederhana ini mengandung sejumlah makna yang masih perlu dikaji lebih lanjut agar dapat dipahami keseluruhan definisi profesi. Blackington (1968) dalam Oemar Hamalik (2006:3) menyatakan a profession may defined most . Secara sosiologi dikemukakan Carr-Saunders dalam Peter Jarvis (1992:21) bahwa: ―profession may perhaps be defined as an accupation bessed upon specialized intellectual study and training.‖ Namun tetap bias diwujudkan. atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu. dan makna sociology.‖ Menurut Abin Syamsuddin Makmun (1996:47) ―profesi menunjukkan suatu kepercayaan (to profess mean to trust). makna terminology. karena dalam realitanya bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkannya.‖ Sedangkan Cogan (1953) dalam Peter Jarvis (1992:21) memberikan batasan ―… that a profession is vacation of some practice is founded upon an understanding of teoritical structure of some depertemen of learning or science. dari sekedar pekerjaan-pekerjaan yang mendatangkan keuntungan pribadi. Ada kode etik yang memberikan pertimbangan-pertimbangan secara otomatis dalam membedakan pekerjaan mana yang tergolong pekerjaan profesi dan mana yang bukan.‖ Sedangkan kata profesi dapat diketahui dari tiga sumber makna. istilah profesional dapat diartikan pula sebagai: ―usaha untuk menjalankan salah satu profesi berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki seseorang dan berdasarkan profesi itulah seseorang mendapatkan suatu imbalan pembayaran berdasarkan standar profesinya. Secara etimologi.‖ Parelius and Parelius dalam Wuradji (1988:50) memberikan batasan tentang pekerjaan profesi itu menuntut adanya spesialisasi secara menjurus (highly specialized). profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental. pekerjaan-pekerjaan yang menuntut keterampilan manual atau fisikal. bila dilakukan dengan sungguh-sungguh. yang artinya mengakui. profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus. Secara ideologi pekerjaan profesi menekankan pada tanggung jawab dan pelayanan tertentu. yaitu makna etimology. serta diantara para praktisi professional diikat dalam suatu organisasi profesi dengan cakupan yang luas. yaitu: (1) pernyataan atau janji yang terbuka. bahkan suatu keyakinan (to belief in) atas suatu kebenaran (ajaran agama) atau kredibilitas seseorang. tidak digolongkan dalam profesi. (2) mengandung unsur pengabdian.Menurut S. tanggung jawab.‖ Merujuk pada definisi ini. Kemampuan mental disini menurut Sudarwan Danim (2002:21) adalah: ―adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrument untuk melakukan perbuatan praktis. Menurut Oemar Hamalik (2006:2) ada beberapa komponen yang terkandung dalam definisi profesi. Vollmer & Mills dalam Abin Syamsuddin (1996:47) mempersepsikan bahwa profesi itu hanyalah merupakan jenis model atau tipe pekerjaan ideal saja. dan menunjukkan suatu pekerjaan atau urusan tertentu (a particular business). Secara terminology. Prayudi A. dilandasi oleh pendidikan yang tinggi denganprogram-program pendidikan dan latihan yang matang. Dedi Supriadi (1998:95) menyatakan bahwa ―profesi menunjukkan suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. (1979). bukan pekerjaan manual.‖ Secara sosiologi. dan (3) suatu jabatan atau pekerjaan.

‖ Dedi Supriyadi (1998:95) istilah profesionalisme merujuk pada derajat penampilan individu sebagai seorang professional atau penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi. and dedication to being masier knowledge and skillful provider of service stemming from the knowledge upon which the occupation is based. Jenis pekerjaan seperti yang telah digambarkan di atas salah satu diantaranya adalah jabatan guru. but genuinely. diperlukan kegiatan manajemen sumberdaya manusia. no doubt.‖ Sementara itu Friedson (1970:151) mendefisikan: ―professionalism as commitment to professional ideal and career. atau sifat profesional. suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi. Dalam hal ini Peter Jarvis (1992:28) menyatakan: ―professionalism … commitment to the accupa-tional organization. Dengan demikian dapat diartikan. Pandji Anoraga & Sri Suyati (1995:85) menyatakan ―profesionalisme merupakan suatu tingkah laku. Istilah ini diangkat dari bahasa Inggris professionalism yang secara leksikal berarti ―sifat professional‖ (Sudarwan Danim. Dari definisi yang telah dikemukakan di atas penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pengertian profesi adalah suatu jenis pekerjaan yang bukan dilakukan dengan mengandalkan kekuatan fisik.simply as a vacation which is organized. bahwa kompetensi professional tentu saja meliputi ketiga unsur itu walaupun tekanan yang lebih besar terletak pada unsur keterampilan sesuai dengan peranan yang dikerjakan. Guru adalah salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam pengelolaan organisasi pendidikan. Untuk mencapai hasil pendidikan sebagai mana yang diharapkan. Pada hakekatnya guru merupakan profesi tenaga akademik pada lembaga pendidikan tingkat sekolah. Selanjutnya disini patut pula kiranya penulis kemukakan istilah profesionalisme.‖ Profesinalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber kehidupan. kualitas. Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pengertian profesionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dilakukannya berbagai kegiatan kerja tertentu dalam kehidupan masya-rakat dengan berbekal keahlian yang tinggi dan berdasarkan pada rasa keterpanggilan jiwa dengan semangat untuk melakukan pengabdian memberikan bantuan layanan pada sesama manusia. Sebagaimana dinyatakan oleh Oemar Hamalik (2006:42) bahwa profesionalisme guru mengandung pengertian yang meliputi unsur-unsur kepribadian. . 2002:23). Sehingga Danim (2002) menyatakan bahwa ―orang yang profesional memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama atau katakanlah berada dalam satu ruang kerja. Untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya secara terus menerus. for the performance of function. incompletely. dan tindak-tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. dan keterampilan. Oleh karenanya dapat dimaknai sebagai mutu. menuntut pendidikan yang tinggi bagi orang-orang yang memasukinya serta mendapat pengakuan dari orang lain. Profesi-onalisme itu berkaitan dengan komitmen para penyandang profesi. keilmuan. mengembangkan strategi-strategi baru dalam tindakannya melalui proses pembelajaran yang terus menerus pula.

yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis. studi banding. penentun tanggung jawab kerja bagi professional di dalam menjalankan pekerjaannya. Sudarwan Danim (2002:23). 2. observasi praktikal. Ornstein & Levine mengemukakan paling sedikit ada 14 karakteristik sebuah profesi seperti yang diuraikannya di bawah ini: 1. B. dan langkah-langkah lain yang dituntut oleh persyaratan profesi masing-masing. pembentukan organisasi kerja untuk mengatur tenaga kerja yang terdapat dalam organisasi tersebut. Pedoman kerja tersebut disebut juga sebagai etika kerja. merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan). studi mandiri dari berbagai sumber media. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luar jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang dapat melakukannya). . profesionalisme. Adapun profesionalisasi dimaknai sebagai suatu proses untuk menjadikan suatu pekerjaan memperoleh status profesional. memberi-kan pelayanan yang ketat dan penilaian dari masyarakat pengguna jasa profesi untuk menentukan pelayanan kerja sebagai pelayanan yang profesional. penelitian dan pengembangan. dan profesionalisasi yang diuraikan di atas sebenarnya sudah memberikan gambaran da penjelasan secara nyata tentang sifat-sifat khas atau karakteristik dari sebuah profesi. Keenam. diskusi antar anggota profesi. Ketujuh. Menurut Peter Jarvis (1992:28). penentuan pedoman kerja sebagai landasan kerja yang disebut juga sebagai standar perilaku tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya atau kehaliannya. penentuan spesialisasi bidang pekerjaan sesuai dengan pengetahuan khusus dan keterampilan untuk menerapkan pengetahuan khusus tersebut yang dimiliki oleh seseorang. Ketiga. maka dibutuhkan proses profesionalisasi.Untuk mencapai derajat profesionalisme yang tinggi. studi lanjutan. namun menurut Abin Syam-suddin (1996:48) ―tidak ada kesimpulan hasil kajian para pakar tersebut mengenai perangkat karakteristik keprofesian. mengikuti forum-forum ilmiah.‖ Ornstein & Levine dalam Soetjipto dan Raflis Kosasi (1999:15) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang memiliki beberapa karakteristik. Telaahan tentang karakteristik profesi telah banyak dilakukan para pakar yang meminatinya. Kelima. Kedua. peningkatan kreativitas kerja sebagai usaha untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik bagi profesi itu sendiri maupun bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanannya. dan Nina Syam (2002:13) terdapat tujuh tahapan menuju status professional yang dapat penulis resumekan sebagai berikut: Pertama. professional. melakukan uji coba. Melayani masyarakat. penentuan tenaga ahli yang memenuhi persayaratan untuk menjalankan pekerjaan sesuai dengan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya. keempat. Karakteristik Profesi Uraian tentang profesi.‖ Profesionalisasi mengandung makna dua dimensi utama. Sudarwan Danim (2002:23) menyatakan bahwa: ―profesionalisasi adalah suatu proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai criteria standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesi itu. Aktualisasi dari profesionalisasi itu antara lain dengan melakukan penelitian.

10. 3. 6. 13. 9. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan. Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mem-punyai persyaratan masuk (untuk menduduki jabatan tersebut memerlukan izin tertentu atau ada persya-ratan khusus yang ditentukan untuk dapat mendu-dukinya). 5. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. sementara tidak ada supervisi dari luar terhadap pekerjaan dokter itu sendiri). Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan (crusial). 6. 8. 7. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien. 8. 9. eksplisit yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang ber-hubungan dengan layanan yang diberikan (langsung bertanggung jawab terhadap apa yang diputuskannya. Tidak berbeda jauh dengan ciri-ciri tersebut di atas.al (1991) mengemukakan ciri-ciri utama suatu profesi itu sebagai berikut: 1. 7. sistematik. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari public dan kepercayaan diri setiap anggotanya (anggota masyarakat selalu menyakini dokter lebih tahu tentang penyakit pasien yang dilayaninya). relative bebas dari supervisi dalam jaba-tan (misalnya dokter memakai tenaga administrasi untuk mendapat klien.3. dengan penekanan terhadap layanan yang akan di-berikan. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat. anggota profesi otonom dan bebas dari campur . Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas. Jabatan yang menentukan keterampilan/keahlian ter-tentu. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi (bila dibanding dengan jabatan lainnya). 11. 4. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai professional itu sendiri. Keterampilan/keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggu-nakan teori dan metode ilmiah. 5. anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi. Sanusi et. tidak dipindahkan ke atasan atau instansi yang lebih tinggi). Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat Pergu-ruan Tinggi dengan waktu yang cukup lama. bukan oleh Departemen Kesehatan). Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri. 14. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya. 4. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok ‗elite‘ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggo-tanya (keberhasilan tugas dokter dievaluasi dan dihargai oleh organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam praktiknya melayani masyarakat. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu (tidak diatur oleh orang luar). Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktik (teori baru dikembangkan dari hasil penelitian). 12. 2.

career line. dan pengabdian. educational standards. 2. sangsi dan pengakuan masyarakat atas kewenangan ini. Professions are accupationally related social institution established and maintained as a means of providing essential services to the individual and the society. are granted autonomy in control of the actual work of the profession and the conditions wich surround it (admissions. Menguasai pengetahuan yang berguna dan kete-rampilan atas dasar latihan spesialisasi atau pendidikan yang sangat khusus. The profession is based on one more undergriding disciplines from which it draws basic insight and upon wich is builds its own applied knowledge and skills. Schien dalam Andi PP Undap (1988:97) mengemukakan 12 karakteristik suatu profesi seperti berikut ini. Oteng Sutisna (1993:303) yang mengutif pendapat More (1970) menyebutkan ciri-ciri profesi adalah sebagai berikut: 1. Eash profession is conserned with an identified area of need of function (e. behavior and skills normally are not possessed by nonprofessional. 4. 5. Memperoleh otonomi berdasarkan spesialisasi teknis yang tinggi sekali. dan adanya kebudayaan profesi atau nilai-nilai. 3. adanya kewenangan yang diakui oleh klien. possesses a body of knowledge and repertoire of behaviors and skills (professional culture) needed in the practice of the profession. 4. 3. 10. examination and licensing. 6.tangan orang luar. 1.g. Sementara Volmer & Mills dalam Abin Syamsuddin (1996:47) mengajukan unsur-unsur essensial profesi adalah: Suatu dasar teori sistematis. ethical and performance standard. 5. Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat. and professional individuality. maintenance of physical and emotional health. and whitin the context of possible impact on other related conditions or decisions. The profession collectively. preservation of rights and freedom. enchanching the opportunity to learn). The profession is organized into one more professional associations which. The profession has agreed-upon performance standard for admission to the profession and for the contituance within it. such knowledge. 7. against a background of principles and theories. kesadaran prestasi. 6. Edgar H. Terikat oleh syarat-syarat kompetensi. . dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula. dan lambing-lambang. 2. Anggota organisasi professional yang formal. Seorang professional menggunakan waktu penuh untuk menjalankan pekerjaannya. norma. and professional discipline). The members of the profession are involved in decision making in the service of client the valid knowledge available. adanya kode etik yang mengatur hubungan-hubungan dari orang-orang professional dengan klien dan teman sejawat. Terikat oleh suatu panggilan hidup dan dalam hal ini memperlakukan pekerjaannya sebagai perangkat norma kepatuhan dan perilaku. within broad limit of social accountability.

2. 6. Berbakti untuk perluasan pengetahuan dalam bidang-nya. Melindungi kesejahteraan anggota-anggotanya. Sehingga jabatan tersebut akan dikerjakan dengan sepenuh hati. 3. Disertai oleh kegiatan-kegiatan intelektual yang ulung dan anggota-anggotanya memiliki pengetahuan-pengetahuan serta kecakapan-kecakapan yang mengkhusus. 10. yaitu: 1. Disini secara implicit suatu pengertian bahwa seorang professional tidak boleh bekerja lebih banyak di luar dan menomor-duakan tugas utamanya. Preparation for and induction to the profession is provided through protacted preparation program. accountability for the competence of the professional practice within the particular case is to the profession it self. Memberikan prioritas yang tinggi pada pelayanan. 10. Mendasarkan praktiknya pada prinsip-prinsip etik yang dirumuskan dengan jelas. 4. Seorang professional harus bekerja full-time di bidang profesinya dan sebagai sumber penghidupan. Mengutamakan perbaikan diri dan perkembangan dalam usaha-usaha pelayanan. Seorang professional memiliki pengetahuan khusus dan keterampilan yang diperolehnya dalam pendidikan yang cukup lama. 4. dan yang ia pentingkan . M. bukan untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan organisasi atau golongannya. Mempunyai otonomi yang luas dan dalam banyak hal menentukan standarnya sendiri.8. 9. There is relative freedom from direct on the job supervition and from direct public evaluation of the individual practitioner. 7. Diwakili oleh organisasi atau organisasi-organisasi yang efektif. Membutuhkan suatu persiapan yang relative lama dan menjurus. 9. Menentukan standar yang relative tinggi untuk diterima sebagai anggota profesi. Ia harus bekerja tanpa pamrih. 11. 11. based upon the profession‘s demonstrated capacity to provide service markelly beyond that wich would otherwise be available. Pidarta (1980:45) sambil mengutip pendapat Edgar H. 5. Seorang professional harus berorientasi pelayanan kepada klien. Membuat keputusan-keputusan dalam tindakannya demi untuk kepentingan klien. 3. Individual practitioners are characterized by a strong service motivation and lifetime commitment to competence. Philip Kochman (1970:83-88) berpendapat senada dengan Schein memberikan 12 kriteria tentang pekerjaan yang bersifat profesi. Pekerjaannya merupakan suatu karier seumur hidup. 12. usually in the professional school or college or university campus. 8. Membutuhkan ijin atau sertifikat untuk berpraktik. 2. yang merupakan dasar bagi pilihan jabatan tersebut. Seorang professional memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja dalam bidangnya. 12. 5. The professional accepts responsibility in the name of his or her profession and is accountable through his or her profession to the society. There is hight level of public trust and confidence in the profession and in individual practitioners. Authority to practice in any individual case derives from the client or the employing organization. Schien mengemukakan kriteria profesi sebagai berikut: 1.

public acceptance). 6. 7. 10. Seorang professional tidak boleh mengadvertensi keahliannya untuk mendapat pasaran luas. serta harus dapat menciptakan hubungan intim demi untuk kemajuan klien. Seorang professional harus siap menerima sanksi dari masyarakat. and essential service. seseorang memerlukan waktu yang cukup lama. seperti seorang guru sejak tahap awal sampai akhir dari perencanaan dalam pengajaran sampai memberi nilai kepada siswa. atau ukuran-ukuran lain yang sejenis. Selanjutnya Abin Syamsuddin (1996:48-51) yang mengulas secara khusus pendapat Lieberman (1956) menggambarkan beberapa karakte-ristik dari suatu profesi. Sebagai konsekuensi dari otonomi profesi. Profesional itu melakukan pelayanan secara otonom. klien dan petugas professional harus jujur dan terbuka. Seorang professional mempunyai otonomi dalam bertindak mengenai apa yang baik bagi klien. ditambah dengan pengalaman praktik yang terbimbing sehingga mencapai tingkat kemandirian secara penuh dalam menjalankan profesinya (long period of specialized training. definite. ia tidak bias melemparkan tanggung jawab kepada orang lain. Keduanya. . memiliki keahlian yang sama. Memiliki pengetahuan yang spesifik. mendapatkan pengakuan masyarakat (a unique. 8. Tidak boleh ada motif-motif yang lain tersembunyi di dalamnya. seorang professional akan menerima beban tanggung jawab pribadi secara penuh akibat tindakannya bila terjadi kekeliruan. Bila mendapat kasus yang tak dapat ditangani sendiri ia membuat rujukan kepada orang lain yang dianggap berwewenang atau membawa ke dalam suatu panel (a broad range of autonomy for both the individual practitioners and the accupational group as a whole).adalah bagaimana dapat melayani siswa dengan sebaik-baiknya demi kemajuan siswa itu sendiri. Kinerja pelayanan itu sedekian cermat secara teknis. atau seorang dokter mendiagnosa sampai pemberian terapi. atasan atau sanksi hokum akibat kesalahannya (an acceptance by the practitionare or broad personal responsibility for judgment made and acts performance with the scope of professional). serta merupakan jenis layanan yang sangat penting atau amat dibutuhkan oleh kliennya. Dia adalah orang yang lebih tahu tentang apa yang baik bagi klien daripada klien itu sendiri. Menurut Lieberman profesi ini merupakan suatu jenis pelayanan atau pekerjaan yang khas. Pelayanannya berdasarkan atas kebutuhan objektif dari klien. dan dalam wilayah tertentu. Klienlah yang diharapkan berinisiatif untuk mencari dia. Pelayanan itu amat menuntut kemampuan kinerja intelektual yang berbeda dengan layanan manual (an emphasiz upon intellectual techniques in performing its service). 9. Untuk memperoleh penguasaan teori pengetahuan dan kemam-puan profesionalnya. bersifat definitive yakni jelas batas kawasan cakupan bidang garapannya. Menjadi anggota organsiasi profesi yang diseleksi lewat ukuran-ukuran tertentu seperti standar pendi-dikan. Untuk mencapai kualifikasi keprofesionalan seseorang minimal memer-lukan waktu lima tahun. sehingga kelompok assosiasi profesi yang bersangkutan sudah memberikan jaminan bahwa anggotanya dipandang mampu untuk melakukan sendiri tugas pelayanan tersebut. Seorang professional adalah seorang yang mengabdi kepada tugasnya. mastery of teoritical knowledge).

Mempunyai hubungan dengan profesi pada bidang-bidang lain dan memperoleh pengakuan dan penghargaan yang selayaknya baik secara social dan secara legal atas keberadaan profesi. mengendalikan. Perkembangan Keprofesian Merujuk pada pendapat Elliot (1972:14) bahwa profesi secara histories ada dua tipe. yaitu: tipe profesi sebagai status dan tipe profesi pekerjaan. jelas bukan profesi. memberi sanksi bila diperlukan terhadap pelanggar kode etik (a comprehensive self-gouvering organization of practitioners).Kinerja pelayanan professional harus mengutamakan kepentingan orang lain. dan menjadi norma dasar dalam pemberian penghargaan atau hukuman bagi pelanggannya. Karena keunikan profesi ini. maka jabatan pedagang. biasanya dalam forum tertinggi kekuasaan anggota (a code ethics has been clarified and interpreted at ambiguous and doubt ful points by concrete cases). dimana saja. Kalau beberapa ciri tersebut di atas dipakai sebagai acuan. baik dengan atau tanpa imbalan (an emphasis upon the service to be rendered. Professional harus siap memberikan pelayanan kapan saja. Kode etik itu dikembangkan dan diputuskan untuk diberlakukan kepada anggotanya melalui forum tertentu dalam organisasi. Perangkat kode etik ini harus selalu dipatuhi. rather than the economic gain to the practitioners. semakin lengkap memenuhi kriteria akan semakin besar pengarunya pada wibawa profesinya dimana masyarakat pengguna jasa profesi yang ada. daripada mempertimbangan kepentingan ekonomi yang diterimanya. dan kepada siapa saja baik dalam keadaan dinas maupun dalam keadaan istirahat. penari. Profesi sebagai status diartikan sebagai sesuatu . Pengetahuan professional berkaitan dengan pengausaan suatu disiplin akademik secara keahlian yang mendasari praktiknya. Namun apakah jabatan guru dapat disebut sebagai sebuah pofesi? C. Ideology profesionalisme menuntut praktisinya selalu mengikuti perkembangan terbaru di bidangnya demi menjaga kompetensinya dan memberikan layanan yang tepat pada kliennya. maka hanya anggota assiasilah yang berhak menjalankan peranan itu. serta tukang koran. as the basis for the organization and performance of the social service delegated to the occupational group). Setiap bidang pekerjaan dan jabatan professional harus memenuhi criteria sebagai standar dari jabatan professional sebagaimana disebutkan di atas. dan anggota secara pribadi melalui organisasinya itu sendiri jadi pengendali dan polisi profesi yang dimulai saat penerimaan jadi anggota. penyanyi. Adanya kode etik yang disepakati bersama oleh semua anggota untuk memberi bimbingan nurani professional dan memberi pedoman bagi segala tingkah lakunya. Memiliki jurnal dan sarana publikasi professional lainnya yang menyajikan berbagai karya penelitian dan kegiatan ilmiah sebagai media pembinaan dan pengembangan para anggotanya serta pengabdian kepada masyarakat dan khasana ilmu pengetahuan yang menopang profesinya. Kompe-tensi pengetahuan dan keterampilannya tidak bersifat statis.

engineers. Would – be professions – familiarity with modern practice in business. antara lain: 1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam. Berdasarkan proses tersebut ternyata untuk mencapai tingkat professional. kesehatan. Semiprofesions – based upon technical practice and knowledge. pendeta. profesi pendeta. social workers. insinyur (engineering) dan optometri. Pekerjaan yang segera diakui sebagai profesi (emergent professions) adalah pekerja sosial (social worker) yang masih semi professional akan segera diakui sebagai profesi yang professional. Howsam. tetapi menduduki tempat yang tinggi dalam system tingkatan social masyarakat. Dimana baik Reiss maupun Richey masing-masing mengelompokkan pada lima tipe profesi. sedangkan ahli bedah. Profesi terbaru adalah arsitektur.al (1976) menyatakan diperlukan perjuangan panjang yang terus menerus dan bertahap dari pekerjaan yang masih bersifat semi professional untuk diakui sebagai pekerjaan yang menuntut professional penuh. teologi. etc. 5. personal directors. nurses. Mengingat tugas dan tanggung jawab guru yang begitu kompleks. profesi keperaawatan adalah sebagai status. maka jabatan guru menurut Muhammad Ali (2002) merupakan sebuah profesi. medicine.g.g. Lebih lanjut Muhammad Ali (2002) untuk memasuki profesi guru memerlukan persyaratan khusus. dan pada masyarakat . Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.al (1976:7-9) menyatakan bahwa: Profesi tertua adalah hukum. yaitu: (1) profesi yang sudah tua. social scientist.g. etc. Selanjutnya Robert B. New professions – founded upon new discipline. teachers. e.yang secara relative tidak begitu penting dalam organisasi kerja dan dalam melayani masyarakat. Elliot (1972) juga mengakui bahwa perubahan perkembangan profesi dalam hubungannya dengan situasi masyarakat secara khusus telah digambarkan dalam studi tertentu. masyarakat industri sebagai berikut: Old established professions – founded upon the study of a branch of learning. bidan digolongkan sebagai pekerjaan. Marginal professions – based upon technicians. Hal ini oleh Elliot dipandang dari dimensi sejarah. sales directors. Contohnya adalah profesi pada bidang kesehatan. dan (5) pekerjaan atau jabatan yang belum jelas statusnya. e. e. Sedangkan profesi sebagai pekerjaan didasarkan pada spesialisasi dari pendidikan dan latihannya. dan guru. proses profesionalisasi terus berlangsung. 3. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. (2) profesi baru. (3) profesi yang sedang tumbuh. chemist. Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. (4) semiprofessional.g. 4. Sementara itu Richey (1974) dalam Abin Syamsuddin (1996:52) telah mengidentifikasi tingkattingkat keprofesian. 2. et. Reiss (1955) dalam Peter Jarvis (1992:23) secara sederhana memberikan lima tipe profesi komptemporer. e. draughtsmen. Lebih lanjut Howsam et. distinguish this group who aspire to professional status.

tapi sudah merupakan profesi. penilaian. misalnya guru senior membina guru yang lebih junior. and they have less autonomy from supervision or societal control than ‗the professions‘ … Selanjutnya Robert B. Howsam et. dan memiliki kualifikasi tertentu. khususnya di Indonesia sudah menjadi sebuah profesi sebagai mana termuat dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. their status less legitimated [low or moderate]. Tilaar (2000:137-139) memberi penjelasan tentang tingkat dari setiap pekerjaan (okupasi) menjadi mata pencaharian dengan membeda-kannya ke dalam tiga tingkat kemahiran yakni: (1) delitan. . dan sebagian lagi tidak memgakuinya. yang bermakna bukan seluruhnya merupakan jabatan professional. hal itu semakin memegang peranan yang sangat penting (Tirtamihardja dan Sulo. penilaian maupun pengendalian pengajaran. malah mendekati status professional penuh. (2) tenaga semiprofessional. Namun sebelumnya Conny Semiawan (1991) mengemukakan hierarki profesi tenaga kependidikan terbagi dalam tiga kelompok. dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. pelaksanaan. Tenaga kependidikan yang termasuk dalam kategori ini juga berwenang untuk membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesionalnya.yang akan datang. namun jabatan ini sedang bergerak kearah itu. 2000:143). sebagian orang cenderung menyatakan guru sebagai sebuah profesi. Hal ini bermakna bahwa jabatan ini menuntut pendidikan yang khusus. Tenaga semiprofessional merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau setara yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Berdasarkan analisis ini tampak jabatan guru belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai suatu profesi yang utuh. Pendapat ini sebelumnya telah dikemukakan oleh Amitai Etzioni (1969:v) yang menyatakan guru adalah jabatan semiprofessional disebabkan oleh: … the training [of teachers] is shorters. Oleh sebab itu dapat dikatakan jabatan sebagian guru. dan (3) professional. pelaksanaan. dan bahkan banyak orang sependapat bahwa guru hanya jabatan semiprofesional atau profesi yang baru muncul (emerging profession) karena belum semua ciriciri di atas dapat dipenuhi.al (1976) menulis bahwa guru harus dilihat sebagai profesi yang baru muncul. (2) amatiran. dan (3) tenaga paraprofessional. Karena dalam setiap profesi atau jabatan tentu saja memiliki tingkat kemahiran. their right to privileged communication less established. Sehingga jabatan guru bukan saja menyangkut tentang pekerjaan. dan karena itu mempunyai status yang lebih tinggi dari jabatan semiprofessional lainnya. yaitu: (1) tenaga professional. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. secara dejure profesi guru. Pada saat sekarang. dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan jabatan guru di daerah lainnya. baik dalam hal yang perencanaan. Lebih lanjut Semiawan (1991) menjelaskan bahwa. there is less of a specialized knowledge. tenaga professional merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1 atau setara. pengendalian pendidikan/pengajaran.

Perbedaan tersebut terletak pada beberapa karakteristik. dan (3) tidak memenuhi kualifikasi. Sejalan dengan pendapat di atas. Sanusi Uwes (2003:149) menyatakan ada tiga bidang yang harus dikuasai oleh seorang guru yang professional dalam menjalani profesinya. Dengan demikian. dan melaksanakan tugas administrative lainnya. sertifikasi. yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. prossessing neither the academic nor the teacher training attainment appropriate to the level of assignment. Dalam kaitan ini. 2. Menurut pendapat para ahli. yaitu: (1) berkualifikasi penuh. dan lisensi. 3. Oleh sebab itu. Selain dari tiga bidang tersebut. . Windham (1988) mengklasifikasi-kan derajat mutu tenaga kependidikan menjadi tiga kategori. yaitu: (1) ahli dalam bidang pengajaran. pelaksanaan. maka seorang sarjana pendidikan (S. Pendekatan kategori setiap profesi tidak menunjukkan perbedaan unsur-unsur atau beberapa elemen yang memerlukan pelayanan. bagi setiap guru dituntut memiliki sifat-sifat profesionalisme yang tinggi. (2) terampil dalam bidang penelitian. seorang guru juga harus memiliki kemampuan dalam memberikan bimbingan kepada siswa. dan (3) memiliki kompetensi dalam pengabdian kepada masyarakat. diantaranya adalah kepemilikan: kompetensi. (2) berkualifikasi sebagian. sebagaimana telah diatur dalam undang-undang bahwa pekerjaan di bidang kependidikan merupakan profesi yang menuntut profesionalisme penuh dalam bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya.Pd) yang lulusan dari Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK). Timbulnya maksud tersebut antara lain terungkap dari harapan masyarakat agar semua tenaga kependidikan meningkatkan kemampuan-nya melalui pemberian pelayanan tugas pengajaran dan tugas-tugas lainnya secara lebih professional. Dengan adanya beberapa syarat seperti tersebut di atas.Tenaga paraprofessional merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 ke bawah. ada hal yang membedakan antara pekerjaan biasa (okupasi) dengan pekerjaan yang menuntut kemampuan professional penuh. 1990:234). prossessing the academic and teacher training attainment appropriate the assigned level and type of teaching. prossessing the academic but not the teacher training appropriate to the level of assignment. Underqualified. tenaga kependi-dikan yang masih berpendidikan belum mencapai S1 termasuk dalam kategori sebagai guru yang belum professional. akreditasi. Qualified. Underqualified. Windham (1988) mengemukakan sebagai berikut: 1. penilaian. tetapi menunjukkan pada sifat dan hakikat dari pelayanan (Arikunto. belum tentu dapat menjadi guru bila tidak memiliki persyaratan tersebut. Jenis-jenis profesi kependidikan menuntut pelayanan yang ditujukan kepada orang lain. dan pengendalian pendidikan/pengajaran.

Http://artikel. Menjadi Guru Profesional. . Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Depdiknas.Tampubolon (2001:174) menyatakan peran guru bersifat multi dimensional. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas. (online). Derek. Bandung: Sinar Baru Algesindo. karena guru merupakan sebuah profesi. (2003). sering menjadi perhatian masyarakat luas (Soetjipto & Raflis Kosasi. (b) pendidik atau pengajar. Ani M. (8 Februari 2005). (d) produsen atau pelayanan. pekerjaan. Danim. Bandung: Pustaka Setia. ————. dan bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. Moch Uzer (1993). (e) pembimbing atau fasilitator. dimana guru menduduki peran sebagai: (a) orang tua. 2004. Hasan. sehingga orang-orang yang menekuni profesi ini dituntut memiliki kemampuan professional. Improving Learning Profesional Practice in Secondary Schools. dan (g) peneliti atau nara sumber. Tersedia: http://www. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. (5 Juli 2005). (2005). Sejalan dengan menguatnya tuntutan derajat keprofesionalan dalam segala aspek kehidupan. naik. (2004). Nana.html. Isjoni. Jakarta: Depdknas. Sutisna (1989) menyebutkan bahwa pekerjaan guru mulai diperhitung-kan sebagai salah satu profesi. (2002). (f) motivator atau stimulator. Termasuk dalam hal ini pekerjaan guru. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. atau tetap sesuai dengan jenjang tuntutannya. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Jakarta: Depdiknas. (1999:42). meningkatkan pengetahuannya. maka ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. (c) pemimpin atau manajer. tetapi juga diperlukan kepribadian yang matang yang dapat diteladani oleh banyak orang Daftar Pustaka Sudjana. Pekerjaan yang sudah menjadi sebuah profesi menuntut kinerja yang professional dari setiap orang yang menekuninya.. dan jabatan. Kinerja Guru. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Apabila seorang guru dapat menunjukkan citra kepada masyarakat. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. (2003). ————. Perkembangan Profesonalitas Guru di Abad Pengetathuan. Usman. Glover. & Sue Law. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2003-2010 (HELTS). Sehingga menyandang predikat guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual saja. Muhammad. (online). Peraturan Pemerintah Republik Indonedia No.jurnal+pendidikan. Guru selaku tenaga professional memiliki citra yang baik di masyarakat. Peran tersebut dapat bergradasi menurun. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. para pemangku jabatan dan pekerjaan tersebut sibuk melakukan gerakan peningkatan kemampuan mereka pada masing-masing bidang profesi. (2002). (2005). (2004). Sudarwan. com. Tersedia: Artikel Pendidikan Network. memberi arahan dan dorongan kepada siswanya. Bandung: Remaja Rosda Karya Ali. Bagaimana guru meningkatkan pelayanannya.us/isjoni12. Undang-undang Republik Indonesia No. temantemannya serta anggota masyarakat.

Guru dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan mengikuti kemajuan jaman. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Grasindo. Ahmad. dan pendidikan menengah # ZAKIYAH DARADJAT Guru adalah pendidik profesional karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundah paa orang tua # POERWADARMINTA Guru adalah orang yang kerjanya mengajar # SUPRIYADI. Sanusi. http://ramlannarie. Surya. Kydd. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. mengarahkan. T. menilai.al. Usman. 1 Tahun I. Bandung: UPI Bandung. Sudjana. Jakarta: Depsikbud.al. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. 1999 Guru adalah orang yang berilmu. memiliki pengetahuan terbatas. Bandung: UPI Bandung. mengajar. Bandung: Angkasa. Sudah tidak waktunya lagi guru yang kaku. Dedi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. (Makalah). serta menjadi teladan bagi masyarakat # WILLIAM Guru adalah pemegang kendali dalam "kendaraan" pendidikan # MOHAMAD SURYA Guru adalah orang tua di sekolah dan orang tua adalah guru di rumah. Studi Pengembangan Pendidikan Profesional Tenaga Kependidikan. Permasalahan. September 1999. et. jujur dan baik hati.wordpress. Bandung: PPs UPI Bandung. Uzer. (1999). (1991). Moh. Profesional Development for Educational Management. Supriyadi. (2001). Menjadi Guru Profesional. pendidikan dasar. Sertifikasi Jabatan Profesi Guru. (1996). Mohammad. Pengembangan Profesi dan Kinerja Tenaga Kependidikan. (1999). Pembinaan Staf Akademik Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. # SYAIKH MUHAMMAD Guru adalah tauladan dalam akhlaknya yang baik dan perangainya yang mulia # UMAR TIRTA & LA SULA Guru adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan sasaran peserta didik # M. Konflik Internal dan Ekternal Profesionalisasi Jabatan Kependidikan. Soetjipto & Raflis Kosasi. melatih. Bandung: Remaja Rosdakarya. membimbing. (2005). Sutisna. et. Rahmat. Saat ini sosok guru sudah ikut "ter-reformasi". (1991). berakhlak. disegani. (2004). Studi Pengembangan Model Pendidikan Profesional Tenaga Kependidikan. (2005). (Pedoman dan Intisari Perkuliahan – Handout). Makmun. Perlindungan Profesi Guru: Kode Etik dan Undang-undang Guru. NGALIM PURWANTO Guru adalah seorang yang berjiwa besar terhadap masyarakat dan negara . (terjemahan). Sunaryo. (ed).com/2010/05/12/profesionalisme-guru/ Menurut pepatah jawa. Profesi Keguruan. Raka (1981). dan Pendekatan. Oteng. (Makalah). Formasi: Journal Kajian Manajemen Pendidikan No.Joni. Guru adalah digugu lan ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya dan masih ada banyak pepatah yang berhubungan dengan guru lainnya walaupun intinya sama. Kartadinata. Abin Syamsuddin. Berikut ini adalah pengertian dan definisi guru: # UU RI NO 14 TAHUN 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. dan tidak mau terbuka dengan kemajuan teknologi. Lesley. Jakarta: P3G Depdikbud. (1999).

yang artinya mengakui. Melakukan bidang dan ilmu dan kerampilan tertentu.# OEMAR HAMALIK. Pengertian profesi menurut Ornstien dan Levine 1984: Melayani masyarakat. Pengertian Profesi : Profesi adalah dapat dirumuskan sebagai pekerjaan tetap berupa pelayanan (service occupation). Menurut Danin. Berikut pengertian profesi Selamat menikmati !      Pengertian profesi menurut Osnstien dan Live 1984: Melayani masyarakat. dibawah ini ada Pengertian Profesi menurut para ahli. 2003 Guru adalah orang yang bertanggung jawab dalam merencanakan dan menuntun murid-murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan # SYAIFUL BARI DJAMARAH & ASWAN ZAIN Guru adalah seseorang yang menjadi salah satu sumber belajar yang erkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas http://carapedia. 2002. menyatakan mampu. atau ahli dalam melakukan suatupekerjaan. Pengertian profesional menurut Sanusi et all (1991) mengatakan bahwa profesi adalah: Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikan yang menentukan (erusial) Pengertian profesi menurut De George. http://for7delapan. Melakukan status social dan ekonomi yang tinggi. 2. merupakan karir yang dilakukan sepanjang hayat. Secara estimologi. yang udah di kumpulin dari beberapa sumber. adanya pengakuan.html Definisi Profesi menurut para ahli Posted on Juni 22. 2012 by ardiyo47 Apa sih profesi itu?? buat teman-teman yang sedang mencari Pengertian Profesi menurut para ahli truss mampir di blog ane. Memerlukan latihan khusus dalam jangka waktu yang lama. Melakukan status social dan ekonomi yang tinggi. profesi .com/2012/06/22/definisi-profesi-menurut-para-ahli/ PROFESI MENURUT PARA AHLI 1. Sedangkan secara terminologi. Memerlukan latihan khusus dalam jangka waktu yang lama. Pengertian profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.com/pengertian_definisi_guru_info2159.profecus. merupakan karir yang dilakukan sepanjang hayat.wordpress. sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin. Melakukan bidang dan ilmu dan kerampilan tertentu.

mengartikan istilah professional sebagai berikut . Wirjanto (1989). tidak boleh ada hubungan hirarki. Menurut Sanusi et all (1991) mengatakan bahwa profesi adalah: Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikan yang menentukan (erusial) 5. Sarjana hukum dan Ketua LBH Surakarta. Menurut Soemarno P. yang mengutip Roscoe Pond. dalam seminar Akademika UNDIP 28-29 Nopember 1989.  Harus ada ilmu yang diolah di dalamnya. Menurut the george profesi.  Harus ada kebebasan. 4. Menurut Prof. Menurut Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesional sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan.  Harus ada kebebasan ( = hak tidak boleh dituntut ) terhadap penentuan sikap dan perbuatan dalam menjalankan profesinya.  Mempunyai sistem pengetahuan yang isoterik (tidak dimiliki sembarang orang)  Ada pendidikannya dan latihannya yang formal dan ketat .  Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan ―apa saja‖ dan ―siapa saja‖ untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.  Harus ada Kode Etik dan peradilan Kode Etik oleh suatu Majlis Peradilan Kode Etik. 2. Dari pendapat ini. adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas 3. Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio‖ yang mempunyai dua pengertian yaitu  janji/ikrar dan pekerjaan.berarti suatu pekerjaanyang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental 3. PROFESIONAL MENURUT PARA AHLI 1. seorang guru besar dari Universitas Gadjahmada (UGM) merumuskan pengertian professional tersebut sebagai berikut . Soempomo Djojowadono (1987).

atau untuk mengisi waktu luang. 7. Contoh: mereka harus mendapatkan bimbingan seorang pelatih teknis yang profesional di bidangnya. .  Bekerja sepenuhnya (full time) berbeda dengan amatir yang sambilan  Mempunyai motivasi yang kuat. ahli profesional. adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Menurut Prof. Sementara itu Philips (1991:43) memberikan definisi profesional sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut. untuk senang-senang. 8. dan keterampilan) sesuatu bidang profesi. Pengertian Profesional Kata profesional berasal dari profesi yang artinya menurut Syafruddin Nurdin. keahlian. merumuskan pengertian professional tersebut sebagai berikut . Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian. Membentuk asosiasi perwakilannya.  berbasis (membutuhkan dll) kemampuan atau keterampilan yang khusus untuk melaksanakannya.  melibatkan pembayaran dilakukan sebagai mata pencarian.  Mempunyai pengetahuan (science) dan keterampilan (skill)  Membuat keputusan atas nama klien (pemberi tugas)  Berorientasi pada pelayanan ( service orientation ) 6.  Ada pengembangan Kode Etik yang mengarahkan perilaku para anggotanya 4.  Orang yg mengamalkan (karena pengetahuan. diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut di dalam science dan teknologi yang digunakan sebagai prangkat dasar untuk di implementasikan dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat. memprofesionalkan menjadikan bersifat atau kelas profesional. sarjana arsitektur pertama yang berhasil meraih gelar doktor di Indonesia. 5. Edgar Shine yang dikutip oleh Parmono Atmadi (1993). Menurut Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka (Edisi Empat) menafsirkan profesional sebagai: Yang terkait dengan (bergiat dalam) bidang profesi (seperti hukum. mendapatkan pembayaran. efisien (teratur) dan memperlihatkan keterampilan tertentu. dan lain sebagainya) Contoh: profesional. Menurut the George profesional. medis. sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi.

Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Pada sisi lain . tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya dengan mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Berikut adalah empat kompetensi yang harus dimiliki olah seorang guru (PP No. guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah‖ (Djamarah. membimbing. profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Dalam kelas yang ideal. baik di sekolah maupun di luar sekolah‖ (Djamarah. Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku. Djamarah berpendapat ―guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik. tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. menilai. Menurut Sardiman. dan mengevaluasi peserta didik 1. . 4. Guru (dari Sanskerta berarti guru. PENGERTIAN GURU Menurut Ametembun (1994 :33) megemukakan bahwa ―Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. pendidikan dasar. menilai hasil pembelajaran. 1994). Tentunya seorang guru sebagai tenaga pengajar harus mempunyai kompetensi yang memadai untuk melaksanakan tugasnya. 2001:123 Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid. 3. baik secara individual maupun klasikal. baik di sekolah maupun luar sekolah 2. melatih.melakukan penelitian. 5. 1987). membantu pengembangan dan pengelolaan program sekolah serta mengembangkan profesionalitasnya (Depdiknas 2004: 8).9. 2000:32). (KBBI. dan pendidikan menengah.19/2005). Guru adalah salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya proses pembelajaran bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia. mengarahkan. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal. baik secara individual maupun secara klasikal. mengajar. 1994:33). 10.

6. mendinamisasi dan membentengi TNO dari tendensi penyimpangan serta penyalahgunaannya baik secara internal maupun eksternal PAMUDJI.guru berasal dari bahasa India yang artinya orang yang mengajarkan tentang kelepasan dan kesengsaraan (Shamsudin. 1985 Profesionalisme memiliki arti lapangan kerja tertentu yang diduduki oleh orang . (Purwanarminta. 25 Nopember 1997). melatih.html Pengertian Profesionalisme Menurut Beberapa Ahli 02. pendidikan dasar dan pendidikan menengah (UU tentang Guru dan Dosen. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing.Dalam proses belajar mengajar guru adalah orang yang memberikan pelajaran. Republika.. mendorong. mengajar. lingkungan maupun bagi bangsa ini. 9. 1984: 335) Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar.blogspot. namun juga bagi rekan seprofesi. Pertama secara sempit.com/2012/06/profesi-menurut-para-ahli.53 Le pank No comments KIKI SYAHNARKI Profesionalisme merupakan "roh" yang menggerakkan. Seorang guru adalah merupakan seorang sosok panutan bagi masyarakat. Secara etimologi (asal-usul kata). mengarahkan. Menurut Zakiah Darajat (1992). Sedangkan menurut Hadari Nawawi bahwa pengertian guru dapat dilihat dari dua sisa. membimbing. yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. jalur pendidikan formal. 7.orang yang memiliki kemampuan tertentu pula . Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik. guru diartikan ―orang yang kerjanya mengajar‖. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini. http://samad717. Bab I Pasal 1 ayat 1). Pengertian Guru . bukan saja bagi murid-muridnya. yang ikut berperan serta dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan‖. 10. 8. Dalam kamus bahasa Indonesia. guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas.

html Profesionalisme menurut para pakar Kembali ke duniaku sebagai mahasiswa yang tak luput dari masa-masa sulit menjelang akhir perkuliahan.KORTEN & ALFONSO.lepank. keterampilan (skill). bisa melakukan (ability) ditunjang dengan pengalaman (experience) yang tidak mungkin muncul tiba-tiba tanpa melalui perjalanan waktu. aku hanya akan postingin beberapa definisi profesionalisme menurut para pakar.requirement) AHMAD BAHAR Profesionalisme merupakan usaha suatu kelompok masyarakat untuk memperoleh pengawasan atas sumber daya yang berhubungan dengan suatu bidang pekerjaan AHMAN SUTARDI & ENDANG BUDIASIH Profesionalisme adalah wujud dari upaya optimal yang dilakukan untuk memenuhi apa-apa yang telah diucapkan. Kali ini aku mau ngpost tentang sebagian dari isi skripsiku yang belum kelar. menyatakan bahwa. waktu yang tepat. dan mengembangkan program-program . ntar kalau sudah kelar tu skripsi yang bikin kusut urat syaraf otakku baru lah aku post kan semua isinya. yaitu memiliki pengetahuan (knowledge). “Keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu tinggi.” 3. cermat. “Paham atau keyakinan bahwa sikap dan tindakan aparatur dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dan pelayanan selalu didasarkan pada ilmu pengetahuan dan nilai-nilai profesi aparatur yang mengutamakan kepentingan publik. Sementara itu. menyusun agenda.com/2012/08/pengertian-profesionalisme-menurut. Profesionalisme aparatur dalam hubungannya dengan organisasi publik menurut Kurniawan (2005:79) digambarkan sebagai. Sedarmayanti (2004:157) mengungkapkan bahwa. yaitu pada masa penyusunan skripsi. “Bentuk kemampuan untuk mengenali kebutuhan masyarakat.” 4.” 5. 1. sehingga tindakannya bisa diterima oleh semua unsur yang terkait http://www. Profesionalisme menurut Dwiyanto (2011:157) adalah. Menurut Siagian (2009:163) profesionalisme adalah.” 2. “Profesionalisme merupakan cermin dari kemampuan (competensi). mungkin dapat dipergunakan sebagai referensi rekan-rekan yang akan membuat makalah atau sebagainya. memprioritaskan pelayanan. dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan. dengan cara yang tidak merugikan pihak-pihak lain. Atmosoeprapto dalam Kurniawan (2005:74). 1981 Yang dimaksud dengan profesionalisme adalah kecocokan (fitness) antara kemampuan yang dimiliki oleh birokrasi (bureaucratic-competence) dengan kebutuhan tugas (ask . “Profesionalisme adalah suatu sikap atau keadaan dalam melaksanakan pekerjaan dengan memerlukan keahlian melalui pendidikan dan pelatihan tertentu dan dilakukan sebagai suatu pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan.

Agung.” 6. Transformasi Pelayanan Publik. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional? tentang : . PENDAHULUAN Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan. dan prosedur teknis. 2. 2009. Agus. 2005. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. 2004. http://gounovo-sf. 4. Administrasi Pembangunan. kejuruan. Apa konsep profesi? 2. Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Mandar Maju. Semoga definisi-definisi tersebut di atas dapat berguna untuk menambah pemahaman dan pandangan rekan-rekan tentang arti profesionalisme sumber daya aparatur. kemampuan aparatur dalam menyelenggarakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif serta mampu secara cepat dan tepat menanggapi aspirasi masyarakat dan perubahan lainnya sehingga dapat memuaskan masyarakat. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain.pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat atau disebut dengan istilah resposivitas. Yogyakarta: Pembaruan 3. Sedarmayanti.com/2012/02/profesionalisme-menurut-para-pakar. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: PT. dsb) tertentu. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) Bagian Kedua: Membangun Manajemen Sistem Kinerja Guna Meningkatkan Produktivitas Menuju Good Governance (Kepemerintahan yang Baik). maka pada tulisan ini akan dibahas 1. berikut juga akan saya sampaikan referensi dari definisi-definisi diatas. Siagian. aturan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu.html MENJADI GURU PROFESIONAL 26-05-2011 00:12:07. I.blogspot. yaitu meliputi: 1. pada PENDIDIKAN MENJADI GURU PROFESIONAL?* 1. Kurniawan. Sondang P. Profesionalisme sumber daya aparatur menurut pendapat saya sendiri adalah. Dwiyanto. 2011. Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk. Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi.. Untuk memudahkan pembahasan.

(3) dilakukan menurut teori. profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui. Soetjipto (2004. Secara etimologi. (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. bukan mencari keuntungan finansial. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama. prinsip. Pengertian Profesi Pernahkah anda mendengar istilah profesi? Bukankankah kita sering mendengar istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering mendengar orang bertanya: "apa profesi dia?". Atau ada perkataan: "dia berprofesi sebagai dokter". Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat? 1. maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. "profesi ayah saya pengusaha". dan sebagainya. profesinya sebagai arsitek". 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. pengakuan. (2) telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. Syarat-syarat Profesi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta. menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin. (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat. B. Terkesan profesi itu sama artinya dengan pekerjaan atau jabatan. Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional. dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan . lantas apa yang membedakannya? Marilah kita cermati istilah profesi secara baik agar kita tidak keliru menafsirkannya Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien.15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Mengutip pendapat Ornstein dan Levine. profesi saya guru". Betulkah demikian? Jika tidak. Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman.3. (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien. KONSEP PROFESI A. 2002:20). II. prosedur. (6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi.

Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik. memmbina profesi anggota. Menjadi anggota organisi profesi 8. Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien 7. (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya.Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada. dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata 6. Memiliki kode etik profesi 10. (4) memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang. namun sebenarnya lebih dari itu. (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut. STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. 9. (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat 11. dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama 4. Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial. . mengawasi prilaku anggota. Berhak mendapat imbalan yang layak Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan. Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien 5. Ilmu. sepertinya tidak semua jenis atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi pekerjaan 1. (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya. Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut. pengetahuan. memberi sanksi. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. pengetahuan. Telah memiliki ilmu. dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang 3. Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan 2. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut. Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota. dan memperjuangkan kesejahteraan anggota.

keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be). Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. 1. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu.Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. kewenangan profesional. karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan. Partisipasi . Sejalan dengan hal di atas. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain. tepat (efektif). Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja. dan sosial. Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together). pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri. personal. Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar. efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis. Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain : 1. mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know). keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do). cepat (produktif). Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. independent (bebas dari tekanan pihak luar). 1. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain. pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu.

Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. KESIMPULAN 1. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. 1. melaksanakan. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. orang tua peserta didik (komite sekolah). Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. 1. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi. maka guru semakin merasakan akuntabel.guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. Melakukan penelitian seperti PTK. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. IV. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah. Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. 1. Atas dasar . Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.

merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah. memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. Bandung : Pustaka Setia Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Bab I pasal 1 tentang Guru dan Dosen. Jakarta : Rineka Cipta Sudarwan Danim.guru-indonesia. Menjadi Guru Profesional. pengabdian. dkk. memerlukan persiapan lama untuk memangkunya. 2000. 2008. sarijo.menentukan baku prilakunya. partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. DAFTAR PUSTAKA Direktorat Profesi Pendidik. Jakarta : Depdikns Made Pidarta. dan berhak mendapatkan imbalan 3. 2004. mementingkan layanan. Uzer Usman.net/artikel_detail-490. Nana Sudjana. Jakarta. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. dan sebagai jabatan profesional. Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat. 2003. Jakarta : Depdiknas Moh. dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya.html . berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. Landasan Kependidikan. Pedoman Penilaian Guru Berprestasi. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. 2002. Soetjipto. Pembinaan Profesi Guru. memiliki kode etik. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. 1987. mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Bandung : Remaja Rosdakarya. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual. Jabatan guru merupakan jabatan profesional. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. memiliki pengetahuan dan keterampilan. melakukan penelitian seperti PTK. 4.pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya 2. Profesi Keguruan. mempunyai organisasi profesional. Jakarta : Renika Cipta Muchlas Samani. 2001.

15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus . profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. 5. dsb) tertentu. kejuruan. Apa konsep profesi? 2. Soetjipto (2004. dan prosedur teknis. Partisipasi riil pemerintah dalam mewujudkan guru professional. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. aturan. PENDAHULUAN Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. Untuk memudahkan pembahasan. Secara etimologi. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk. Mengutip pendapat Ornstein dan Levine. II. Standar kompetensi guru. KONSEP PROFESI Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu.BAGAIMANA MENJADI GURU PROFESIONAL I. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. maka pada tulisan ini akan dibahas tentang : 1. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional? 3. 7. Kompetensi-kompetensi apa saja yang harus dimilki oleh guru professional? 6. Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat? 4. Kode etik guru dalam SISDIKNAS. pengakuan. menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin. PEMBAHASAN 1. 2002:20).

e. minat dan panggilan jiwa. dan idealism. Dalam pasal 1 ayat (1) butir 1 ditetapkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur formal. Memilki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. yaitu guru dan dosen: a. Harus memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. keimanan. b. kemahiran dan kecakapan yang memenuhi standarmtu atau norma tertentu. Dalam UU Guru dan Dosen ditetapkan Sembilan prinsip professional. serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. g. Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman.dengan waktu yang panjang. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Memilki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. mengajar. d. dan akhlak mulia. h. Sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. ketakwaan. Dalam RUU tentang guru dan dosen. dan Memilki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. teknis dan moral dalam menjalankan tugasnya secara bertanggungjawab dengan jaminan kesejahteraanyang memadai untuk memenuhi hak warga Negara memperoleh pendidikan yang bermutu (UU SISDIKNAS pasal 5 ayat 1). . i. termasuk pada pendidikan usia dini. f. serta memerlukan pendidikan profesi. Memiliki bakat. maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional. Patut disadari bahwa kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional dimaksudkan agar guru dan dosen memiliki kompetensi ilmu. membimbing. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Memilki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. Memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupannya yang memerlkan keahlian. mengarahkan. melatih. c.

pengetahuan. (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya. (4) memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang. pengetahuan. dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien. (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien. (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya. (6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi. Ilmu. prosedur. (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat. sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut. dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama 4. prinsip. (3) dilakukan menurut teori. Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan 2. bukan mencari keuntungan finansial. Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial. (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut. Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien 5. (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik. dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien . (2) telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada.2. Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut. SYARAT-SYARAT PROFESI Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta. Telah memiliki ilmu. bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata 6. (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya. dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang 3. 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama.

dan sosial. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. perlindungan profesi. objektif dan akuntabel. serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi. Memiliki kode etik profesi 10. Guru dan dosen sebagai pendidik professional. STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. independent (bebas dari tekanan pihak luar). sepertinya tidak semua jenis pekerjaan atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi. Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota. yang menyebut bahwa sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan pendidikan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah dan dilaksanakan secara transparan. kompetensi soaial. pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Menjadi anggota organisi profesi 8. cepat (produktif). kewenangan profesional. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. perlindungan hokum. Berhak mendapat imbalan yang layak Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan. efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsurunsur ilmu atau teori yang sistematis. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. pembinaan dan pengembangan profesi. 3. namun sebenarnya lebih dari itu.7. Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat 11. Setiap orang yang memiliki sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu (pasal 12). personal. . dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. 9. pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. kompetensi kepribadian. memmbina profesi anggota. tepat (efektif). memerlukan juga perhatian dalam penegakan hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga professional. mengawasi prilaku anggota. Kompetensikompetensi tersebut diuji melalui sertifikasi pendidik bagi guru yang diatur dalam pasal 11 ayat 2 dan 3 UU GD. Adapun kompetensi guru professional sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogic. memberi sanksi. dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (pasal 10 ayat 1 UU GD).

Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know).Sejalan dengan hal di atas. Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be). Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain. . Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain. karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain : A. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. C. dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together). Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. B. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya. keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do).

Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya. 4. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. melaksanakan. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. orang tua peserta didik (komite sekolah). Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi. Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Melakukan penelitian seperti PTK. maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru. E. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. F. dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. 14/2005 (UUGD) .D. UU No. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. STANDAR KOMPETENSI GURU 1. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. maka guru semakin merasakan akuntabel. memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah.

keterampilan. dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan pendidikan tertentu. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan.  Kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan. Kompetensi Guru sebagai Agen Pembelajaran  Kompetensi Pedagogik  Kompetensi Kepribadian  Kompetensi Sosial  Kompetensi Profesional 5. GURU SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL Berarti pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik. 3. 2. kompetensi. dan perilaku yang harus dimiliki. keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”. Kompetensi Pedagogik  Pemahaman wawasana atau landasan kependidikan  Pemahaman terhadap peserta didik  Pengembangan kurikulum/silabus  Perancangan pembelajaran  Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis  Pemanfaatan teknologi pembelajaran  Evaluasi hasil belajar  Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya 6. dihayati. Syarat menjadi guru yaitu wajib memiliki:  Kualifikasi akademik  Kompetensi  Sertifikat pendidik  Sehat jasmani & rohani  Kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 4. Kompetensi Sosial . Kompetensi Kepribadian  Mantap  Berakhlak mulia  Arif dan bijaksana  Berwibawa  Stabil  Dewasa  Jujur  Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat  Secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri  Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan 7.

mata pelajaran. teknologi. isyarat  Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional  Bergaul secara efektif dengan peserta didik. memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu. Kompetensi Profesional  Kemampuan guru dalam pengetahuan isi (content knowledge)  penguasaan:  Materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan. atau seni yang relevan. Guru kita dianggap belum memiliki profesionalitas yang baik untuk kemajuan pendidikan secara global. Berbagai kendala yang dihadapi sekolah terutama di daerah luar kota. atau kelompok mata pelajaran yang diambil. Berkomunikasi lisan.  Konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan. Tetapi apakah hal tersebut memiliki hubungan korelasional yang signifikan? Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru. KOMPETENSI GURU PROFESIONAL Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia merupakan cerminan rendahnya kualitas sistem pendidikan nasional. mata pelajaran. umumnya mengalami kekurangan guru yang sesuai dengan kebutuhan. orang tua/wali peserta didik. atau kelompok mata pelajaran yang diambil. tenaga kependidikan. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan subjek atau bidang studi yang sesuai dengan latar belakang guru. Salah satu kambing yang paling hitam yang jadi penyebab semua ini adalah rendahnya kesejahteraan Guru. tulisan. dinyatakan bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi professional. semakin membuat laju perkembangan pendidikan belum maksimal. 5. Rendahnya kualitas dan kompetensi guru secara umum.  Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku. Yang dimaksud dengan penguasaan materi secara luas dan mendalam dalam hal ini termasuk penguasaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai pendukung profesionalisme Guru. Kemampuan akademik tersebut antara lain. yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan.  Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan 8. Kompetensi profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan Guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai. pimpinan satuan pendidikan. Akhirnya sekolah terpaksa menempuh . sesama pendidik.

lebih baik ada guru yang bisa mendampingi dan mengarahkan belajar di kelas. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang. dan kemampuan . A. affective. Dari pada kosong sama sekali. keterampilan. kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. guru mengasuh pelajaran yang tidak sesuai bidangnya. Pengertian Kompetensi Guru Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Selain itu. Setelah berkenalan dengan semua peserta. kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge. Akibatnya dapat berdampak pada ketidakjelasan grade di setiap jenjang pendidikan yang memunculkan kebingungan yang berujung stress dan frustasi terhadap anak dalam mengikuti pembelajaran di kelas. McAhsan (1981:45). which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive.kebijakan yang tidak popular bagi anak. Guru biologi harus dapat memahami batasan materi biologi dan keterampilan ilmiah yang mestinya dimiliki oleh anak di setiap jenjang pendidikan. saya mengikuti training Guru Mata Pelajaran IPA Biologi SMP se kabupaten Luwu Timur. SMP dan SMA. Beberapa bulan yang lalu. seorang Guru biologi hendaknya dapat memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum nasional tentang pembelajaran biologi menjadi kurikulum berbasis sekolah yang lebih kontekstual bagi anak. Sebuah kondisi yang sungguh memprihatinkan bagi pendidikan di negara ini!!! Sebuah Illustrasi: Seorang Guru biologi harus memiliki pemahaman yang benar terhadap kurikulum pendidikan biologi. baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Penjabaran kurikulum menjadi silabus pembelajaran yang sesuai dengan resources yang ada. Hal ini penting. and psychomotor behaviors”. ternyata salah seorang peserta adalah guru honor di sebuah SMP di kawasan transmigrasi di Kabupaten Luwu Timur mengajarkan mata pelajaran IPA Terpadu. pada hal awalnya honor untuk guru Agama Hindu sedangkan latar belakang pendidikan hanya SPG (Sekolah Pendidikan Guru) setara SMA. Diyakini Robotham (1996:27). agar tidak terjadi overlapping antara pembelajaran biologi di SD. akan dapat menciptakan situasi pembelajaran yang bermakna dan dimaknai oleh anak. Dalam hal ini. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. and abilities or capabilities that a person achieves. skills.

namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan. ketetapan. dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. teknologi maupun etika.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill. keterampilan. atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Jadi kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang berkaitan dengan kinerja berkriteria efektif dan atau unggul dalam suatu pekerjaan dan situasi tertentu.Muhaimin (2004:151) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas. Selanjutnya masih menurut Syah. kekuatan. Robbins (2001:37) menyebut kompetensi sebagai ability. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif. Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222). afektif. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. dan keberhasilan bertindak. yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. “kompetensi” adalah kemampuan. keterampilan. keterampilan dan sikap. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental sedangkan kemampuan fisik adalah kemampuan yang di perlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. berdasarkan kriteria atau standar tertentu. knowledge. kompetensi dikatakan underlying characteristic karena karakteristik merupakan bagian yang mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang dan dapat memprediksi berbagai situasi dan jenis pekerjaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kemampuan individu dibentuk oleh dua faktor. and attitude. keterampilan. Dikatakan causally related. karena kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja. Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan. Dikatakan criterion-referenced.Menurut Syah (2000:230). Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. yaitu kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. but in particular the consistent applications of those skill. dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan. dan keterampilan. Depdiknas (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam melaksanakan profesinya.Spencer & Spencer (1993:9) mengatakan “Competency is underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-reference effective and/or superior performance in a job or situation”. karena kompetensi itu benar-benar memprediksi siapa-siapa saja yang kinerjanya baik atau buruk. knowledge.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai . kecekatan. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran.yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. sikap. keadaan berwenang. kecakapan. dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Selanjutnya Spencer & Spencer menjelaskan. and attitude to the standard of performance required in employment”.

(4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. (6) mampu menyusun perangkat penilaian. penggunaan alat bantu pengajaran. B. a. keterampilan.Berdasarkan uraian di atas. (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. diperlukan pula kemahiran dan keterampilan teknik belajar. Dimensi-dimensi Kompetensi Guru Menurut Undang-undang No. dan kemampuan melakukan penilaian. apakah kegiatan yang lalu perlu diulang. dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat. memilih berbagai media dan sumber belajar. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru. (3) merencanakan pengelolaan kelas. yang mencakup: merumuskan tujuan. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. dan (8) mampu mengalokasikan waktu. menguraikan deskripsi satuan bahasan. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12).penguasaan terhadap pengetahuan. dan keterampilan menilai hasil . Kompetensi Pedagogik Dalam Undang-undang No. (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran. b. kompetensi kepribadian. (7) mampu menentukan teknik penilaian. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. merancang kegiatan belajar mengajar. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. (3) mampu mengorganisir materi. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan. pengetahuan tentang siswa. (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. apakah metodenya diubah.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. 1. apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan. misalnya: prinsip-prinsip mengajar. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. (2) mampu memilih materi. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. penggunaan metode mengajar. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. kompetensi sosial. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar.

media pelajaran. evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan pendidikan. penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan. (3) berkomunikasi dengan siswa. (6) memotivasi siswa. c. (10) memberikan umpan balik. (4) menggunakan alat peraga. (3) menggunakan media dan metode. (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif.Dengan demikian. (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar. Dengan demikian. (6) melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan. (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar. melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. (4) melakukan pemantapan belajar. dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana berlangsung hubungan antara manusia.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi . (5) menggunakan bahasa yang komunikatif. (9) menyimpulkan pelajaran. sedangkan evaluasi yang salah akan merugikan pendidikan.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan pembelajaran. sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa. (7) mengorganisasi kegiatan.belajar siswa.Tujuan utama melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa. kemudian mendiagnosis. dan (5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar meliputi (1) membuka pelajaran. (2) menyajikan materi. dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal siswa. sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. (7) memperbaiki program belajar mengajar. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa. Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan. (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran. (2) mengarahkan tujuan pengajaran. dan (12) menggunakan waktu. evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya manusia. dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran. dan (8) melaksanakan hasil penilaian belajar. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar Menurut Sutisna (1993:212). menilai dan merespon setiap perubahan perilaku siswa. persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang menyatakan. (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran. Penilaian diartikan sebagai proses yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditetapkan. dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis.Yutmini (1992:13) mengemukakan. kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran. (11) melaksanakan penilaian. sehingga tindak lanjut hasil belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan.

(15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. Selain itu. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan. (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis. mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. (11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. dan (3) kemampuan melakukan penilaian. (2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda. (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. arif. Kompetensi Kepribadian Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. (4) mampu memeriksa jawab. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya). (3) pengetahuan tentang inti demokrasi. Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. bertanggung jawab dan . penerimaan diri. (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. berwibawa. terbuka. (5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian. (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. (12) mengklasifikasi kemampuan siswa. (13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. meliputi (1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran. (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian. pengarahan diri. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. dan perwujudan diri. (6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). dan (16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian.Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan merencanakan program belajar mengajar. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid. 2. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. (14) mampu melaksanakan tindak lanjut.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap.penilaian belajar peserta didik. (4) pengetahuan tentang estetika. (8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Dalam kaitan ini. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati. berakhlak mulia.

(3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap. dan patut diteladani oleh siswa. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. kurikuler dan tujuan pembelajaran. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Oleh sebab itu. (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies). dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa. (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan. (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama. (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. (2) pemahaman. Menurut Undang-undang No. institusional. (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. mencakup (1) penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. dan (2) keteladanan. sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya. (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma. nilai. misalnya administrasi sekolah. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting.mampu menilai diri pribadi. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. (3) kepribadian. mengemukakan kompetensi . (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang. Oleh karena itu.Berdasarkan uraian di atas. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal guru. bimbingan dan penyuluhan dan. penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. Kompetensi guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. 3. (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan. di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya. tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional. paham tentang teori-teori belajar. (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. aturan.

Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. sesama guru. (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. (7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. keguruan dan pembelajaran siswa. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. (6) menulis buku pelajaran. (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya. (4) mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai. (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. (3) kemampuan pengembangan profesi. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. dan sebagainya. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. (4) memahami fungsi sekolah. (11) membuat alat peraga/media. kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. psikologis. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. (8) menulis karya ilmiah. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru . (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar. Kompetensi Sosial Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. pemahaman wawasan. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut.Berdasarkan uraian di atas. (7) menulis modul. (4) menulis makalah. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 4.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah. (12) menciptakan karya seni. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. (2) menguasai substansi materi.profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain. orangtua/wali peserta didik. dan penguasaan bahan kajian akademik. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah.Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. (10) menemukan teknologi tepat guna. (13) mengikuti pelatihan terakreditasi. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. dan masyarakat sekitar”.

lalu bagaimana caranya supaya guru dapat memahami dan menerapkan kompetensi2 tersebut dalam melaksanakan profesinya. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa. dan kecakapan saja. meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional. dalam penelitian skripsi saya tentang tingkat profesionalisme guru. (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru. Sepertinya suatu hal tidak mudah untuk mewujudkan kompetensi2 yang harus dimiliki guru dengan kodisi guru-guru yang ada dilapangan. guru harus memiliki kompetensi (1) aspek normatif kependidikan. (2) interaksi guru dengan kepala sekolah. kepala sekolah. (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok. (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan. membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. kecerdasan. (3) interaksi guru dengan rekan kerja. dan berkinerja sesuai dengan SNP (Standar .Berdasarkan uraian di atas. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. bahkan dengan anggota masyarakat. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator (1) interaksi guru dengan siswa. tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya. pegawai tata usaha. Bentuk partisipasi riil pemerintah dalam mencetak guru profesional Berbagai upaya telah banyak dilakukan dan untuk kinerja meningkatkan kompetensi. pembelajaran Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) IPA di Indonesia. sesama guru. yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat.untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan IPA (PPPPTK IPA) yang mempunyai fungsi PTK IPA mengembangkan yang dan memberdayakan berkompeten. dan (3) mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan.ternyata masih terdapat guru-guru yang tidak menguasai kompetensi2 tersebut. kualifikasi. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. Kompetensi ini social kemasyarakatan berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial. berkualifikasi. bahkan masih terdapat guru2 yang tidak mengetahui tentang standar kompetensi guru seperti yang terdapat dalam PP No 19 tahun 2005. masih banyak dijumpai guru-guru yang belum menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan lebih tepatnya yang seharusnya dikuasai oleh guru. 6.

dan akan terus-menerus dilakukan adalah melalui pengembangan Website PPPPTK IPA. Dalam rangka terus meningkatkan peran dan kiprahnya tersebut. Melalui kerjasama diklat peningkatan guru IPA Madrasah Aliyah. Madrasah Tsanawiyah. yang telah. sedang. Dengan bekal kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan IPA. Kiprah ini dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih berkualitas bagi selluruh warga negara Indonesia.Madrasah Ibtidaiyah Kerjasama dengan Departemen Agama PPPPTK IPA selalu berusaha untuk dapat berkiprah dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Kerjasama Antar Lembaga Diklat Peningkatan Komptensi Guru IPA Madrasah Aliyah. baik di tingkat nasional maupun internasional. terus menerus melakukan pembenahan agar sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kondisi serta kebutuhan local.Madrasah Ibtidaiyah diharapkan akan dapat mempercepat terwujudnya. Madrasah Tsanawiyah. Salah satu upaya peningkatan kompetensi dan kinerja pembelajaran PTK IPA. . PPPPTK IPA yakin dapat berperan dalam perkembangan pendidikan IPA.Nasional Pendidikan). generasi bangsa yang dapat berkompetisi secara global. PPPPTK IPA berusaha memperkuat kerjasama dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu PPPPTK IPA bekerjasama dengan Departemen Agama dalam rangka mengabdikan selluruh kemampuannya untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan IPA di tingkat Nasional.

. Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat. Pelaksanaan kerjasama ini dalam bentuk kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan kompetensi guru inti IPA SMP dan SMA yang dilaksnakan dari tanggal 16 30 Juni 2010 bertempat di PPPPTK IPA bandung.Diklat Peningkatan Komptensi Guru Inti IPA SMP dan SMA Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dinas Pendidikan Provinsi Riau memilih PPPPTK IPA untuk bekerja sama dalam peningkatan kompetensi bagi guru-guru inti IPA SMP dan SMA Biologi. memiliki kode etik. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. 1. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya 2. dan sebagai jabatan profesional. memiliki pengetahuan dan keterampilan. PPPPTK IPA dalam setiap kegiatan pelaksanaan kegiatan diklat selalu berbasis kepada penelitian. memerlukan persiapan lama untuk memangkunya. Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Pertimbangan mengapa kerjasama ini dilakukan adalah sebagai berikut . KESIMPULAN 1. PPPPTK IPA dalam setiap kegiatan pelaksanaan kegiatan diklat selalu mengembangkan bahan ajar dan media diklat 5. dan berhak mendapatkan imbalan 3. pengabdian. Jabatan guru merupakan jabatan profesional. Karena pembelajaran IPA itu tidak dapat dilaksanakan dengan pembelajaran teori saja melainkan praktek langsung baik di laboratorioum maupun di luat laboratorium 2. PPPPTK IPA memiliki sarana dan prasarana praktek IPA sangat Lengkap 3. Fasilitator/instruktur di PPPPTK IPA syarat akan pengalaman mengenai pembelajaran IPA 4. mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual.

Google. sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat. Profil Baru Guru dan Dosen Indonesia. merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. mempunyai organisasi profesional. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Havighurst menjelaskan bahwa peran guru disekolah sebagai pegawai ( employee) dalam hubungan kedinasan sebagai bawahan (subordinate) terhadap atasannya.com/2011/06/menjadi-guru-profesional. WWW. maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. Pustaka Indonesia: Jakarta. sebagai pengatur disiplin. 2007.memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. sahabat yang dapat memberikan nasehat-nasehat. sebagai mediator dalam hubungannya dengan anak didik.blogspot. Ada beberapa peran guru yang dikemukakan oleh para ahli seperti dibawah ini: 1. http://makhulmathic. 2. 2005. kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah. Diakses tanggal 23 februari 2011. Ciri bangsa yang maju adalah adanya campur tangan dari seorang guru. evaluator. Prey Katz menggambarkan peran guru sebagai komunikator. dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya. membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. melakukan penelitian seperti PTK.COM. Anwar. mementingkan layanan. . berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah.menentukan baku prilakunya. motivator sebagai pemberi dorongan dan inspirasi. Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu. Rajawali Pers: Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Arifin. Sardiman. Hal ini sejalan dengan tuntutan zaman yang terus berubah oleh sebab itu. 4. Guru yang memiliki kualitas dasar ilmu yang kuat akan menjadi tumpuan dalam mempercepat kelahiran generasi-generasi yang mandiri dan berakhlak. guru juga dituntut untuk mampu mengikuti dan menyikapi perubahan zaman yang ada.html Guru sangat menentukan maju tidaknya suatu bangsa. dan pengganti orang tua. partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.

pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai moral. dan menguasai bahan yang akan diajarkan. guru diibaratkan seperti ibu kedua yang mengajarkan berbagai macam hal yang baru dan sebagai fasilitator anak supaya dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal. 3.html#.blogspot. Federasi dan Organisasi Profesional Guru Sedunia. Idealnya sebuah sekolah. dan hak seorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Pengertian guru menurut para ahli menurut Noor Jamaluddin (1978: 1) Guru adalah pendidik. Menurut Stoll mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada anak didiknya. mengungkapkan bahwa peran guru disekolah tidak hanya sebagai transmiter dari ide tetapi juga berperan sebagai transformer dan katalisator dari nilai dan sikap. dikatakan unik karena mereka tidak bisa menggenerelasisakan kebutuhan anak didik dalam cara. http://zhalabe. bentuk dan ukuran yang sama.UVVE1PLD2ho Pengertian Guru Guru adalah sebagai pendidik dan pengajar anak. .hanya saja ruang lingkupnya guru berbeda. tanggung jawab. guru mendidik dan mengajar di sekolah negeri ataupun swasta.com/2012/03/peran-guru-menurut-para-ahli. merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari. James W. yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas. Ia juga diharapkan dapat menjamin bahwa setiap peserta didik mampu mencapai standar optimal yang mereka bisa raih. sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri. wewenang. mengemukakan bahwa tugas dan peran guru antara lain tugas dan peranan guru antara lain menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran. yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya. mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi. menurut Peraturan Pemerintah Guru adalah jabatan fungsional. Brown. Peran guru dan sekolah bagi anak didik bersifat unik. 4.

html . wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah. membimbing. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan pendidikan menengah. mengajar. mengarahkan.com/2012/07/pengertian-guru. pendidikan dasar. http://bayuzu. menilai.Pan Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas.blogspot.menurut Keputusan Men. melatih. menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful