http://papaji.forumotion.

com/t1650-inseminasibuatan-ib

Inseminasi Buatan (IB)
Arti Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan pada ayam adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan sperma ayam jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi. Keuntungan Inseminasi Buatan Keuntungan lnseminasi Buatan dibandingkan perkawinan secara alami dalam pengadaan a) Penggunaan pejantan relatif lebih sedikit (efisien). Memungkinkan dilakukannya seleksi dan persilangan antar induk yang memiliki mutu b) genetik unggul, sehingga dapat dihasilkan anak ayam unggul untuk tujuan tertentu. Memungkinkan dilakukannya persilangan bagi ayam jantan unggul yang sulit C) melakukan perkawinan secara alami. Dapat menghasilkan anak ayam dalam jumlah banyak, seragam dan dengan waktu relatif d) singkat. Memungkinkan dilakukannya persilangan dengan ayam jenis lain. e) Kerugian inseminasi buatan Kelemahan Inseminasi butan hampir tidak ada . hanya saja diperlukan pengetahuan dan ketrampilan
ferry bun on Sun May 02, 2010 11:09 pm

Inseminator. a) . perlu tenga kerja tambahan untuk pelaksanaan penampungan semen dan inseminasi ,hal itu bukan merupakan kendala serius karena asalkan diprogramkan dengan baik .. b) Kwalitas semen ayam cepat menurun pada kondisi alami diudara terbuka . Samapai saat ini belum ada methode Praktis untuk mengawetkan semen ayam seperti biasa yang dilakukan pada semen ternak besar, Oleh karena itu , Inseminasi tidak dapar ditunda tunda harus segera dilaksanakan setelah semen ditampung. Pelaksanaan Inseminasi Buatan . Pelaksanaan Inseminasi Buatan atau kawin suntik terdiri tiga tahap yaitu: a) Pemanpungan semen . b) Pengenceran semen . c) Inseminasi , Untuk Pelaksanaan Inseminasi , perlu dipersiapkan peralatan untuk menampung Semen dan alat suntik serta Bahan pengencer semen. Alat pemanpung semen yang paling baik dan praktis berupa tabung reaksi . Bahan mudah diperoleh di toko-toko alat – alat Laboratorium atau apotik Hindari pengunaan wadah yang besar karena menyulitkan saat memindahkan semen ke alat suntik mengingat produki semen sangat sedikit 0.3 – 1.0 ml setiap pemampungan . Alat suntik untuk inseminasi berupa alat suntik ( spuit ) yang mudah diperoleh di apotek . laboratorium Atau poultry shop . Hanya saja perlu dilakukan pengantian selang kecil, sedikit lebih kecil dari sedotan Mimunan ( selang untuk Infus ).alat

tersebut memudahkan dalam pemasukan semen kedalam alat kelamin ayam betina . 1.Penampungan Semen . Penampungan semen dilakukan oleh dua orang , seorang memegang ayam jantan yang akan ditampung semenya dan seorang Lagi melakukan pengurutan untuk mengeluarkan semen dari alat kelamin ayam jantan . sekaligus menampunya . 1. Cara Memegang ayam jantan . a) Pegang ayam dengan tangan kiri pada daerah sekitar paha. Kemudian ,dekap ayam diantara ketiak dan badan pemegang dengan posisi tubuh ayam menghadap kebelakang dan ekor ayam kearah depan . b) Pegang ekor ayam dengan tangan kanan dan sigkapkan kearah atas sehingga bagian kloaka tampak jelas .. 2. Cara menampung semen . a) Pegang ekor dengan tangan kiri dan tekan otot ekor reara atas sehingga Kloka tampak jelas. Letakan ibu jari dan telunjuk tangan kiri yang sesuai untuk memerah semen pada saat yg tepat. b) Pegang tabung penampung dengan tangan kanan diantara jari tengah dan telunjuk . Dengan tangan kanan pula , lakukan pengurutan pada daerah ujung ekor. Tepat dibawah tulang Pubis ( tulang supit istilah kita ) dengan ibu jari dan telunjuk pengurutan dilakukan dengan cepat dan kontiniu sampai Pejantan memberikan respon dengan mengeluarkan Papilea dari kloaka . pada saat itu , ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri dan kanan berkerja sama memerah keluar semen sampai reflek ejakulasi menghilang ... ( mantap toh kata sijago. hehehehe ).

jangan mengunakan alat pengaduk karena akan merusak kualitas sperma . kemampuan membuahi sel betina ( ovom ) semakin menurun . alat penampung digoyang . Setelah pemanpungan . hasil pembuahan yang baik ( daya tunas ) diperoleh sampai satu minggu setelah inseminasi . Cara Pengenceran semen .hasil yang baik diperoleh tidak lebih dari 15 menit.. Bahan pengencer berupa larutan NaCl fisiologi atau Aqua bidest . semen seekor pejantan yang ditampung 0.0. oleh karna dosis sangat sedikit .semen digunakan sebelum lebih dari 30 menit. Oleh karena itu .005 – 0.setelah mantap toh ( pemampungan ).0. Untuk keperluan inseminasi .1 ml telah memberikan hasil yang baik .05 – 0. cukup untuk 5-10 betina . Didalam alat kelamin betina . a) Produksi semen setiap pemerahan dari seekor pejantan sedikit sekitar 0. Sperma mampu bertahan hidup sekitar 2-3 minggu . c) Setelah diencerkan 1:1 maka dosis semula 0. untuk menjaga kwalitas sperma tetap baik pada setiap pemerahan .2 ml .0 ml .. Hasil yang diperoleh pada pengenceran 1 : 1 Agar campuran merata . semakin lama . b) Pengenceran dilakukan setelah semen ditampung .3.10 ml menjadi 0. berikan .0 ml. Diudara terbuka . sperma ayam hidup dalam jangka waktu terbatas .3-1. sebaiknya .3 – 1.. inseminasi dilakukan dua kali seminggu . untuk memudahkan inseminasi dilakukan pengenceran semen terlebih dahulu sehingga dosisnya dapat ditingkatkan untuk memudahkan pengukuran .. Penampungan semen dari seekor pejantan dapat dilakukan setiap hari . Dengan demikian .1.

penekanan pada kloka dilonggarkan sehingga semen dapat masuk kedalam saluran telur ( asyik . Teknis inseminasi .. a) untuk inseminasi. oleh karenanya dalam satu minggu . b) Pegang ayam betina bagian paha dengan tangan kiri (dilakukan oleh asisiten ) . posisi ayam dengan bagian ekor menghadap kearah orang yang akan melakukan inseminasi . Metode intra vaginal artinya sperma disuntikkan ke dalam vagina dengan kedalaman ± 3 cm. dengan menekan bagian perut /abdomen dan kloka terbuka lubangnya . Caranya sebagai berikut ..pakan sesuai kebutuhan .ehemmmmm) Methode Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan pada ayam dapat dilakukan dengan dua metode yaitu: 1. Pada bagian kiri berupa saluran telur dan sebelah kanan saluran pencernaan ( sebelah kiri ayam atau sebelah kiri inseminator ) c) Masukan alat inseminasi yang telah disiapkan oleh inseminator kelubang saluran telur dan semprotkan semen saat semen masuk .. dan tampak dua lubang saluran . ) 2. seorang memegang ayam betina dan seseorang lagi melakukan inseminasi . 2. ibu jari tangan kanan ditempatkan diatas kloaka . diperoleh dua orang pelaksana . seekor pejantan menghasilkan semen untuk inseminasi 35 – 75 betina ( banyak kan . Metode intra uterin artinya sperma dimasukkan ke bagian uterus dengan kedalaman ± 7-8 cm . seperti halnya pada pada pemampungan semen . baik kuantitas maupun Kwalitasnya .

6) Ketrampilan insiminator . Salam : Ferry Bun DAFTAR PUSTAKA .blogspot. Animal Science .Methode Intravaginal menghasilkan fertilitas lebih tinggi karena hampir sama dengan kawin alam .illinois. 4) Kondisi betina ( umur . 1) Sterilasi alat yang digunakan. Cambridge.pakan. R.E 1991.html . Factor –faktor yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi sebagai berikut. 3) Dosis ( 100 jt sperma / inseminasi ). diharapkan tidak ada telur didalam saluran reproduksi ayam betina sehingga tidak ada gerakan otot kearah luar ( peneluran).M. Denvil.pada saat itu .. fertilitas yang dicapai sekitar 90%.9th Ed The interstate printer abd Publisher inc. dan lain lain ) 5) Waktu inseminasi : sore hari sekitar jam 14:00 .J 1996 Reproduction in poultry . 2010 9:43 pm. Etches. total 1 kali diubah http://drhyudi. 2) Kwalitas semen / sperma .The University Press. Ensminger.com/2009/08/inseminasi-buatan-pada-ayam-dan-ayam.cab internasional . Terakhir diubah oleh ferry bun tanggal Mon May 03.

Disini ada keterkaitan antara fertilitas. Namun apabila dibandingkan dengan perkawinan alam ternyata regenerasi ini dapat dipercepat dengan cara perkawinan secara alam . pemberian pakan. Keberhasilan untuk menghasilkan anak ayam yang berkualitas tinggi tidak terlepas dari jumlah anak ayam yang menetas (daya tetas).Inseminasi Buatan pada Ayam dan Ayam Kesayangan Pendahuluan Inseminasi buatan (IB) pada unggas sebenarnya sudah dikenal sebelum tahun 1926 di daratan China dimana pada saat itu IB dilaksanakan untuk ternak itik. khususnya ayam petelur. perkandangan. Siklus dari regenerasi pada unggas relative cepat dibandingkan dengan ternak mamalia. 25 tahun kemudian IB dipraktekkan di Eropa Timur dan Israel pada angsa. Mempercepat proses regenerasi Regenerasi pada makhluk hidup selalu terjadi terus menerus dan merupakan fenomena alam. Teknik IB merupakan bagian dari tatalaksana ternak unggas dengan tujuan utama adalah memproduksi anak ayam semaksimal mungkin. Tatalaksana yang baik dari induk yang meliputi. Tujuan inseminasi buatan pada ayam dan ayam kesayangan adalah: 1. sedangkan daya tetas selalu berhubungan dengan fertilitas telur. daya tetas dan kemampuan memproduksi anak ayam. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini sudah jauh dikenal untuk mengembangkan unggas terutama untuk ayam pembibit. pemilihan bibit dan teknik perkawinan yang betul akan menghasilkan fertilitas yang tinggi. pedaging dan ayam kesayangan lainnya. Dengan manajemen yang baik maka anak ayam yang dihasilkan kemudian akan digunakan sebagai pengganti induk. Teknik perkawinan secara IB mutlak diperlukan untuk mempercepat peningkatan populasi ayam.

sehingga ruangan tersebut dapat digunakan untuk memelihara induk. Pejantan yang unggul tetapi mempunyai berat badan yang besar dan dapat mengawini betina yang proporsi badannya lebih ringan dengan jalan IB. 2. Hal ini berarti sifat genetic yang baik masih tetap dapat disebarluaskan tanpa adanya hambatan perkawinan. 3. yaitu: 1. pada perkawinan secara alam dengan system pemeliharaan dengan lantai letter (tanah). Pemeliharaan pejantan pada kandang battery ternyata mampu menghemat pakan 10% dibandingkan dengan pemeliharaan secara letter. Mempertahankan sifat keturunan yang baik Keberhasilan IB tidak hanya menurunkan jumlah biaya untuk pemeliharaan ayam pembibit tetapi dengan perkawinan ini peternak dapat mempertahankan sifat genetic yang baik dari unggas (ayam) yang dimilikinya. ini disesuaikan dengan kebutuhan sperma untuk jumlah tertentu dari ayam betina yang dipelihara. 4.tidak dapat dikontrol umlah sperma yang digunakan dan kurang efisien untuk unggas. Sifat yang baik dari pejantan dapat dipertahankan kemudian dikembangkan dan disebarluaskan kepada peternak lain yang membutuhkan. Menghemat tempat untuk pemeliharaan ayam pejantan Mengurangi jumlah pejantan yang dipelihara berarti mengurangi jumlah kebutuhan ruangan dan kandang. Disamping itu dapat mengurangi dan menanggulangi adanya kesulitan kawin karena perbedaan berat badan antara pejantan dan betina. Pada perkawinan alam setiap 100 ekor betina membutuhkan 8-10 ekor pejantan. tetapi pada perkawinan secara IB hanya membutuhkan 3-4 ekor pejantan. Perbandingan antara jumlah jantan dan betina mementukan jumlah keuntungan dari peternak unggas. Meningkatkan fertilitas telur Perkawinan secara IB dapat meningkatkan fertilitas telur. Apabila dibandingkan dengan perkawinan secara alam ternyata IB pada unggas memberikan beberapa keuntungan. Menghemat pakan Dengan mengurangi jumlah pejantan yang dipelihara berarti akan mengurangi jumlah pakan yang diberikan dan keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Hal ini karena . Dengan adanya IB maka kemampuan induk (pejantan dan betina) untuk berkembang biak akan lebih leluasa. Menurunkan jumlah pejantan Sungguh tidak efisien apabila beternak unggas tidak merencanakan pejantan dan betina yang dipelihara. 2.

antara lain: 1. Testes terlihat di rongga badan deret pada tulang belakang yaitu bagian belakang paru-paru atau bagian depan dari ginjal. Ovarium terletak di ujung cranial ginjal dan agak ke kiri dari garis tengah daerah . Metode perkawinan secara IB dapat meningkatkan jumlah DOC antara 8-10%. Testes berbentuk seperti biji buah buncis dengan warna putih krem. Alat kopulasi pada ayam berupa penis (papila) yang rudimenter. IB merupakan teknologi baru di dunia peternakan unggas sehingga mau tidak mau harus dipersiapkan tenaga terampil untuk menangani IB. sepasang saluran deferens dan alat kopulatoris. Penggunaan sperma 100 juta/ml sudah cukup menghasilkan fertilitas lebih dari 95%. Organ reproduksi unggas betina secara normal memiliki hanya satu ovarium dan satu saluran telur. Testes berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa pada tubulus semeniferus dan hormone testosterone pada sel Laydig. Membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Alat kelamin ayam jantan secara anatomi dan fungsinya terbagi dalam tiga bagian yaitu. Kemungkinan penyebaran penyakit melalui sperma yang bercampur feses.kebutuhan optimal sperma untuk menghasilkan fertilitas yang maksimal dapat dekat secara pasti sejak awal. Bila dibandingkan dengan mamalia maka saluran deferens pada unggas merupakan tempat pemasakan dan terjadi pada epididimis. Meskipun perkawinan secara IB banyak memberikan keuntungan namun terdapat juga beberapa kerugian. 2. 5. Pada itik dan angsa papila ini lebih panjang berbentuk spiral. Meningkatkan harga DOC Karena fertilitas meningkat maka jumlah anak ayam (DOC) yang dihasilkan meningkat pula. Setelah tubulus semeniferus kemudian ke saluran epididimis lalu diperpanjang oleh saluran deferens dan berakhir di kloaka. Kerugian ini tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Sedangkan dengan kawin alam adalah 78%. 3. Saluran deferens ini merupakan tempat transit dari sperma. yaitu sebelah kiri. Saluran deferens ini berakhir pada kloaka. testes dengan epididimis. Membutuhkan peralatan ekstra sehingga peternak mengeluarkan biaya tambahan.

Waktu ideal untuk memperoleh fertilitas yang tinggi adalah 6-10 hari (rata-rata 7 hari). sekresi bagian telur.sublumbal cavum abdominal. yaitu: konsentrasi sperma. Biasanya IB sering dilakukan pada pertengahan vagina yaitu kira-kira 1-2 cm dari kloaka agar sperma tidak kembali karena adanya kontraksi oviduct atau erosi dari uterovaginal junction. menampung kuning telur yang diovulasikan dari ovarium. 4. Ayam yang berumur lebih dari 40 minggu mempengaruhi fertilitas yang rendah ini disebabkan karena kemampuan original dari ayam betina itu sendiri di dalam menghasilkan telur yang fertil. Spermatozoa ini disimpan dalam glandula oviduct. waktu inseminasi. ia tergantung pada dinding dorsal abdomen oleh suatu lipatan peritoneum. sekresi cairan uterus. Tempat terbaik untuk IB sebenarnya pada utero-vaginal junction tetapi sulit pelaksanaannya karena tempatnya masuk ke dalam alat reproduksi kira-kira 3-4 cm dari kloaka. Di dalam industry peternakan ayam pembibit. Selanjutnya ke isthmus yang mensekresikan selaput kulit ke uterus atau kelenjar kulit yang menghasilkan kulit telur. uterus atau magnum. umur. 2. Dalam penerapan teknologi IB ada faktor yang berpengaruh terhadap fertilitas telur. deposisi semen. Hal ini karena sebagian besar ayam bertelur 4 jam setelah mendapatkan cahaya. Kuning telur diteruskan ke magnum yang menghasilkan albumin atau putih telur. Keberhasilan IB berkorelasi dengan saat prooses pembentukan telur. Secara teoritis tempat untuk IB dapat dilakukan pada alat reproduksi ayam pada bagian vagina. 3. Interval antara waktu inseminasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan sperma untuk hidup transit dan disimpan pada alat reproduksi ayam betina. Konsentrasi spermatozoa 100 juta/ml cukup untuk menghasilkan fertilitas lebih dari 95% dari telur yang dikumpulkan dari hari ke 2-9 setelah IB. oleh karena itu IB dilakukan sekali dalam seminggu. Erosi sperma yang masuk menyebabkan terjadinya infertilitas. Transit dan penyimpanan spermatozoa di dalam saluran reproduksi dipengaruhi oleh aktivitas dari oviduct antara lain ada atau tidaknya telur di uterus. . masingmasing dengan fungsi tertentu. Konsentrasi kurang dari 100 juta/ml menurunkan fertilitas telur. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan IB pada ayam: 1. interval antara waktu indeminasi. Saluran telur dapat dibagi atas lima bagian. IB dilakukan 8 jam setelah matahari terbit atau memakai penerangan buatan. dan akhirnya ke vagina yang membantu pengeluaran telur. Infundibulum yang berbentuk corong. dan strain ayam.

Oleh karena itu penambahan bahan pengencer air mani ayam hanya mempunyai arti penambahan volume air mani dan bukan untuk penyimpanan. b. sambil mengadakan urutan ke muka dan ke belakang pada bagian sekeliling anus.Tuberculine pipet/spuite 1 cc. Orang kedua dengan tangan kiri mengangkat ekornya ke atas. .Pelaksanaan IB Sebelum melaksanakan inseminasi spermatozoa ayam pejantan ke ayam betina. Untuk itu diperlukan 2 orang yaitu untuk memegang ayamnya. Cara pengambilan air mani Cara terbaik untuk mengambil air mani pada ayam jantan dengan cara mengurut pada bagian sekitar anus. Evaluasi semen d. ayam jantan harus segera diistirahatkan. dan yang lainnya mengadakan urutan pada bagian sekeliling anus dan menampung air mani yang keluar dengan corong beserta tabung penampungnya. Ayam pejantan harus diperlakukan secara halus dan perlakuan yang kasar dapat mengakibatkan kegagalan memperoleh air mani. c. Kadang-kadang air mani yang diperoleh terkontaminasi oleh darah. Sel spermatozoa akan lebih lama hidup di dalam oviduct bagian anterior karena di bagian itu banyak terdapat albumin.Tabung penampung. Urutan pada anus dilakukan dengan jari telunjuk dan ibu jari secara teratur dan terus-menerus sampai ayam jantan member respon dengan keluarnya penis dari kloaka dan pada saat ini akan diejakulasikan air maninya. Air . sambil menarik ke bawah kedua sayapnya dengan tangan kanan. . Persiapan alat-alat IB . Sel-sel spermatozoa hanya dapat hidup beberapa menit di dalam bahan pengencer. ini disebabkan oleh adanya luka pada papilla penis. Orang pertama memegang ayam jantan pada bagian diantara kedua kaki dengan tangan kiri. Pejantan harus dipisahkan sekurang-kurangnya 1 hari dari betina sebelum diambil air maninya. persiapan-persiapan yang dilakukan adalah: a. dengan corong yang berisi tabung penampung pada tangan kanan menampung air mani yang keluar.Corong plastic atau gelas dilapisi paraffin pada bagian lobangnya. Makanan ayam jantan yang dipakai harus terdiri dari banyak makanan butirbutiran. Bahan pengencer untuk sapi bukanlah bahan pengencer yang baik untuk air mania yam. Pengenceran air mani Air mani pada ayam akan mengalami banyak kerusakan di dalam bahan pengencer daripada air mani mamalia.

f. Tangan kanan mencari vagina dan kloaka dengan mengadakan penekanan pada bagian abdomen sekeliling anus dengan ibu jari dan jari telunjuk.mani yang diencerkan harus segera diinseminasikan. Evaluasi hasil IB Untuk mengetahui keberhasilan IB dapat dilakukan dengan pemeriksaan telur (peneropongan telur) mulai hari ke-3 setelah pengeraman. Segera setelah vagina keluar dari kloaka orang kedua memasukkan pipet tuberculin ke dalam vagina kira-kira sedalam 2 cm. Lubang sebelah kiri dalam kloaka adalah vagina. Cara inseminasi pada ayam betina Dalam melakukan inseminasi pada ayam diperlukan 2 orang. sementara itu tekanan pada abdominal dikurangi untuk mencegah keluarnya air mani dari vagina. FKH Universitas Udayana-Bali . tetapi mengalir ke depan dan masuk ke oviduct. lubang kedua sebelah kanan adalah anus. pertama pemegang betina yang akan diinseminasi pada bagian antara kedua paha dengan tangan kiri dan ditaruh diantara badan dan tangan kiri dengan bagian kepala menghadap ke belakang. Sumber: Wayan Bebas. e.

Mencegah penularan penyakit reproduksi.. • • • Tisu Gulung Tabung ukur 2 ml: buat nampung sperma Spuit 2-3 ml buat ngencerin sperma . Menghasilkan keturunan yang unggul sesuai dengan indukan yang kita inginkan.9% atau Ringer Laktat. 06 Mei 2012 INSEMINASI BUATAN adalah teknik untuk meindahkan sperma (jantan) ke dalam saluran reproduksi betina.http://n2rooms. Banyak deeh Bahan-bahan apa aja yang diperlukan??? • Ayam yang digunakan ayam betina dewasa yang sedang berproduksi telur (7-8 bulan) Ayam jantan yang sehat umur minimal 10 bulan. • • Alat-alat apa aja yang dipakai. alat yang dipake sederhana. gak susah nyariya..blogspot. nggak perlu tu namanya LABORATORIUM. maksimal 24 bulan (yang menghasilkan semen terbaik coooy) Pengencer semen: cairan NaCl 0. Menghindari perkawinan sedarah (tentunya degan recording yang bagus).(kalo perawatan alatnya bener sih ga bakalan ada penyakit2 yang nular) 4.html INSEMINASI BUATAN PADA AYAM Diposkan oleh Sweet Corn on Minggu.. Meningkatkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur dengan daya tetas baik (maksudnya yang berembrio lebih banyak kali yaaak) 5.. Teknik ini memiliki beberapa keunggulan seperti: 1. murah. Teknik ini mudah dilakukan oleh peternak.com/2012/05/inseminasi-buatan-pada-ayam.. 3. 2.

tangan kirinya megang tabung penampung sperma (kalo kidal bias dibalik. dengan cara mengurut punggungnya diterusin sampai kloaka. KOLEKSI SPERMA • • • Ayam jantan keluarin dari kandangnya Daerah sekitar kloaka dibersihin.. kira-kira sedalam 2-3 cm • • • Suntikan cairan sperma ke dalam saluran repro Diulang 3-4 hari Selamat mencoba (LEBIH JELASNYA MUNGKIN BISA LIAT GAMBAR DI BAWAH) . caranya tekan bagian bawah anusnya • Spuit berisi sperma dimasukin ke lubang yang sebelah kiri depan. termasuk bulu-bulunya Ayam dirangsang. • • • Ambil tuh ayam betina Bulu dan kotoran disekitar kloaka dibersihin Cairan sperma yang udah diencerin tadi disedot pake spuit. caranya tangan kanan menekan pangkal ekor. caranya digoyang-goyang.2 ml (jarumnya copot yaaaa…) • Saluran reproduksi betina dikeluarin. 0. 2. senyaman-nyamanya loooo coooy) • Sperma yang udah ketampung di tabung diencerin menggunakan NaCl fisiologis perbandingan 1:4 sampai 1:6 tergantung kualitas sperma. • Terus koleksi tuh sperma.• Spuit 1 ml buat masukin sperma ke saluran reproduksi betina. IB KE AYAM BETINANYA. CARANYA??? 1. • Campur tuh sampai homogen...

Rangsangan: urut dari punggung sampai pangkal ekor Tampung sperma di tabug penampungan IB kan ke saluran repro betina (lubang sebelah kiri depan) Inkubasi telur hasil IB .

paling nggak punya syarat: • • • • Punya pengetahuan tentang IB ayam Berpengalaman (Klasik banget) Sehat mental Dilakukan oleh 2 orang sekian dan terima kasih ooooya.Kuthuk hasil IB..ada videonya juga dari Youtube KELIK AJAH ...huraaaaaa INSEMINATOR (alias tuakang IB).......

HOBI LAINTags: AYAM. HOBI LAIN. Saat ini ayam buras telah banyak diusahakan oleh peternak dengan sistem intensif. Kendala dalam pengadaan bibit ini sangat dirasakan terutama oleh peternak ayam buras yang telah menerapkan sistem pemeliharaan secara intensif adalah pada saat akan menambah populasi induk atau menggantikan induk yang sudah tidak produktif lagi. sehingga apabila . seperti hasil pengamatan penulis pada kelompok ternak ayam buras “Karya Makmur”. Latar Belakang Ayam buras atau ayam kampung termasuk ayam Kedu banyak dipelihara oleh peternak dan merupakan sumber pendapatan keluarga di pedesaan. Desa Soropadan Kabupaten Temanggung dan kelompok tani ternak ayam buras di Desa Tegalrejo Dabupaten Magelang (Muryanto. disimpulkan bahwa pemeliharaan ayam buras saat ini dihadapkan pada tantangan pengadaan bibit.TEMANGGUNG30 KOMENTAR I.com/2009/01/07/teknologi-inseminasi-buatan-pada-ayamburas/comment-page-1/ TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA AYAM BURAS 07/01/2009 PUKUL 20:24By Duto Sri Cahyonoin AYAM DAN UNGGAS LAIN.http://omkicau. “Gemah Ripah”. yang ditandai antara lain dengan penggunaan kandang batere. Salah satu metode perkawinan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan pada pemeliharaan ayam buras dalam kandang batere adalah dengan menerapkan teknologi inseminasi buatan (IB).1. 1979). Demikian juga dengan laporan hasilhasil penelitian ayam buras di Sub Balai Penelitian Ternak Klepu-Ungaran. 1993). Penerapan teknologi IB bertujuan untuk meningkatkan produksi telur tetas (telur fertil) yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi. AYAM KAMPUNG. INSEMINASI BUATAN. PENDAHULAN 1. Manfaat lain dari penerapan IB adalah meningkatkan efisiensi penggunaan pejantan. AYAM BURAS. Salah satu permasalahan yang menonjol dalam pemeliharaan ayam buras adalah pengadaan bibit. Upaya untuk mengatasi kendala pengadaan bibit baik secara kuantitas maupun kualitas adalah dengan memperbaiki/menerapkan sistem perkawinan dan program seleksi yang baik (Warwick and Legate. Dengan penerapan teknologi IB maka akan diperoleh peningkatan produksi telur tetas yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi. baik ditinjau dari kuantitas maupun kualitasnya. sehingga apabila telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik. Desa Cibiyuk Kabupaten Pemalang.MAGELANG. memungkinkan dilaksanakan persilangan serta dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan mutu genetik. SOLO.

1. Embrio adalah benih dalam telur yang telah dibuahi. Penelitian ketiga dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Sumber Makmur” Desa sumingkir. Kabupaten Temanggung. Kecamatan Pringsurat. dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 4. Kata Kunci dan Definisi a.telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak-anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik. Lokasi Pengkajian Pengkajian teknologi IB dilakukan sebanyak 3 kali penelitia di 3 lokasi yang berbeda yaitu : Penelitian pertama dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan. Manfaat lain dari penerapan IB adalah : Meningkatkan effisiensi penggunaan pejantan. Definisi Dalam aplikasi teknologi IB dikenal beberapa istilah yang perlu untuk dipahami yaitu : Fertilitas adalah persentase telur yang tertunasi (fertil) dari jumlah telur yang ditetaskan. Kabupaten Purbalingga. Kabupaten Temanggung. Kata Kunci Inseminasi buatan. 2.2. 1. Penelitian kedua di unit tanaman ternak ayam Kedu Maron. Jumlah telur fertil Fertilitas = x 100% Jumlah telur yang ditetaskan Kematian embrio adalah persentase jumlah telur yang embrionya mati dari jumlah telur fertil. Daerah Rekomendasi Daerah rekomendasi teknologi hasil pengkajian ini pada dasarnya adalah tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu karena ayam Buras mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah. Jumlah embrio mati Kematian embrio = x 100% Jumlah telur fertil Daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dibagi jumlah telur fertil. Jumlah telur menetas Daya tetas = x 100% Jumlah telur fertil II. III.2. Kecamatan Kutasari. ayam Buras b. Meningkatkan produksi telur tetas. LANGKAH OPERASIONAL penerapan teknologi Teknologi IB ini dikaji menggunakan materi induk sebanyak 550 ekor dan pejantan 15 ekor yang dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian. lokasi pengkajian dan daerah rekomendasi 2. Penelitian pertama dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 dengan menggunakan materi induk ayam buras (kampung) sebanyak 200 ekor dan 5 ekor pejantan. Dapat dijadikan sebagai sarana meningkatkan mutu genetik. Memungkinkan dilaksanakan persilangan.321 .

dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 645 butir yang dialokasikan dalam 4 angkatan penetasan.10 9. Tabel 1.1 kg/ekor/hari.200 butir yang dialokasikan dalam 6 angkatan penetasan.butir yang dialokasikan dalam 19 angkatan penetasan. Penetasan dilakukan dengan menggunakan mesin tetas kapasitas 100 butir/mesin. Penelitian kedua dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 menggunakan materi induk ayam Kedu sejumlah 150 ekor dan 5 ekor pejantan. sedangkan pejantan yang digunakan adalah pejantan yang berumur 1. Konsumsi pakan induk adalah 0.38 13. sedangkan untuk pejantan 0.5 25 62. Pakan tersebut diberikan 2 kali/hari yakni pada pagi dan siang hari.41 5.86 2980.11 kg/ekor/hari. Komposisi dan kandungan nutrisi pakan ayam buras Uraian Konsentrat Jagung Bekatul Nutrisi : Kadar air Protein kasar Serat kasar Lemak Karbohydrat (kkal/kg) Komposisi/Kandungan Nutrisi (%) 12. Induk yang digunakan merupakan induk terpilih yang mempunyai produksi rata-rata 40%.86 . Telur yang dihasilkan diseleksi berdasarkan bobot dan bentuk fisik (normal dan tidak cacat). Sistem perkandangan yang digunakan adalah kandang batere untuk induk dan untuk pejantan dipelihara pada kandang individu. jagung giling dan katul dengan perbandingan 1 : 2 : 5 ditambah dengan mineral dan vitamin 2% per kg dari pakan campuran (Tabel 1).5 13. Pakan yang diberikan merupakan campuran antara konsentrat petelur. dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 1. Penelitian ketiga dilakukan pada Tahun Anggaran 1997/1998 menggunakan materi induk ayam buras 200 ekor dengan 5 ekor pejantan.5 tahun yang sudah terlatih untuk diambil spermanya.

Semarang Peralatan inseminasi buatan yang digunakan berupa : alat suntik (spuit). yaitu sperma yang diambil dari pejantan langsung diinseminasikan ke induk (sperma tidak disimpan). pengambilan sperma agar menghasilkan kualitas yang baik mulai dilakukan pada sore hari jam 15. Pengambilan sperma dilakukan dengan menekan dari atas pangkal ekor dengan tangan kanan. induk tersebut harus sedang berproduksi dan pemeliharaan induk pada kandang batere/individu (Ilustrasi 2). tabung pengencer sperma.. pejantan tersebut dipelihara pada kandang individu dan dilatih terlebih dahulu untuk diambil spermanya. dan 3) kelompok tani ternak ayam buras “Sumber Makmur” Desa Sumingkir. Pengambilan sperma Disiapkan pejantan yang akan diambil spermanya. 1993). pengencer sperma (NaCl fisiologis 0. Metode yang digunakan dalam penerapan teknologi IB adalah metode inseminasi secara langsung. Cara pengenceran : sedot sperma dari tabung penampung. setelah . Pengambilan sperma dilakukan oleh 2 orang. 3. ternak induk dan pejantan. maka ekornya langsung terangkat. dengan derajat pengenceran 1 : 6. Kabupaten Temanggung. berumur 1. Kabupaten Temanggung.1. Umur pemakaian dari alat-alat tersebut dapat digunakan selama 5 tahun. Kecamatan Pringsurat. sedang tangan kiri memegang tabung penampung sperma. Tanda pejantan yang sudah terlatih adalah apabila dilakukan pengelusan. mempunyai produksi tinggi. maka penerapan teknologi B pada ayam buras ini tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu. Pejantan sebagai penghasil sperma harus sehat. Slang yang tersedia dimasukkan ke ujung alat suntik (tempat jarum).9%) dan kain lap (Ilustrasi 1). Cara melatih pejantan: elus secara bersamaan bagian punggung dari bawah leher ke arah ekor dan dari bawah anus ke arah ekor (Ilustrasi 3). Namun demikian mengingat ayam buras dalam pengembangannya mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah.Abu 9.2. 2) Unit Taman Ternak ayam Kedu Maron. Biasanya setelah 7 hari pejantan sudah terlatih.Tahapan pelaksanaan IB tersebut adalah sebagai berikut : 3. telah melalui 3 periode pengkajian pada 3 lokasi yang berbeda yakni pada: 1) kelompok tani ternak ayam buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan. Alat-alat tersebut tersedia di apotik-apotik dan harganya relatif murah.9%. Rangsang pejantan sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Sebelum teknologi IB ini direkomendasikan. begitu sperma keluar langsung ditampung dalam tabung yang sudah disiapkan (Ilustrasi 5). Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0.82 Keterangan : Hasil analisa Balai Penelitian dan Pengembangan Industri. Kabupaten Purbalingga. Pengelusan dilakukan 5 – 10 kali.5 – 3 tahun.00 (Nasroedin et al. . tabung penampung sperma. Induk yang akan diinseminasi merupakan induk yang sehat. slang. Kecamatan Kutasari. hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sperma. Tahap Persiapan Pada tahap ini dipersiapkan yang digunakan. Bersihkan kotoran pada anus dan sekitarnya dengan kain lap (bulu sekitar anus dibersihkan/dipotong). Sebelum alat yang digunakan harus dibersihkan dahulu dengan air mendidih. satu memegang pejantan dan lainnya bertugas mengambil sperma (Ilustrasi 4).

3. yakni 69.2% vs 62.1 – 0. kemudian dilakukan penyuntikan/inseminasi. dimana 1 orang memegang ayam dan satu orang melaksanakan inseminasi (Ilustrasi 7).8%. karena telur yang pertama kemungkinan sudah lengkap atau sudah mempunyai kerabang. Seekor pejantan dapat diambil spermanya 3 – 5 kali per minggu. 3. Umur sperma yang telah diencerkan + 30 menit.1. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa teknologi IB menghasilkan fertilitas telur lebih tinggi 9. masukkan sperma ke tabung pengencer secara perlahanlahan melalui dinding tabung.4.3. Tiap inseminasi membutuhkan 0. sehingga tidak dapat dibuahi. bagian tumpul diatas dan telur siap ditetaskan (Ilustrasi 10 dan 11). Dari pengamatan selama proses penetasan menunjukkan bahwa kematian embrio telur tetas hasil IB sebesar 30. masukkan kedalam tabung pengencer kemudian goyang-goyangkan tabung sampai sperma dan NaCl tercampur (Ilustrasi 6). Inseminasi dilakukan 2 orang. iV. Ambil NaCl sesuai dengan derajat pengenceran.8%. Penyimpanan telur maksimal 10 hari. Pada Tabel 2 ditunjukkan bahwa rata-rata fertilitas telur dari penelitian 1 sampai 3 adalah 73.2 ml sperma yang sudah diencerkan dan inseminasi diulang 3 hari dari inseminasi sebelumnya. Bersihkan kotoran di anus dan sekitarnya. Pengambilan telur Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 2 setelah IB. Sedangkan fertilitas telur hasil kawin alam yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan IB rata-ratanya adalah 64.2%. Keragaan Hasil Hasil keragaan teknologi yang utama pada pengkajian teknologi IB ditunjukkan dengan tingginya angka fertilitas telur yang dapat menyamai atau lebih tinggi dari fertilitas telur hasil kawin alam. Rata-rata daya tetas dari telur hasil IB sedikit lebih tinggi bila dibandingkan pada kawin alam. bulu di sekitar anus dibersihkan (dipotong). Pengeluaran alat reproduksi/ saluran telur induk: tekan bagian tubuh dibawah anus dengan tangan kiri ke arah dada sampai keluar saluran/lubang telurnya yaitu sebelah kiri arah depan dan saluran kotoran sebelah kanan (Ilustrasi 8). Tujuan utama usaha ayam buras pada kelompok-kelompok tani ternak ayam buras yang menerapkan pemeliharaan sistem semi intensif/intensif pada umumnya adalah . Masukkan alat suntik (slangnya) secara perlahan kedalam saluran telur sedalam + 2 cm. bersamaan penyuntikan tersebut penekanan bagian bawah anus dilepaskan (Ilustrasi 9).1% dibandingkan pada kawin alam. Pelaksanaan IB Disiapkan induk yang akan diinseminasikan dan alat suntik yang sudah diisi sperma yang diencerkan. Hindarkan sperma dari sinar matahari secara langsung. HASIL pengkajian 4. Sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit dan sperma siap diinseminasikan.5%. Berdasar hasil keragaan tersebut dapat disimpulkan bahwa teknologi IB mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan produksi telur tetas sekaligus sebagai sarana memenuhi kebutuhan bibit ayam buras.diketahui banyaknya sperma.4%. Cara meletakkan telur. sementara tangan kanan memegang alat suntik yang sudah berisi sperma. sedangkan pada telur tetas hasil kawin alam lebih besar yakni 42.

2. Jumlah telur tetas yang sudah dipasarkan oleh kelompok ternak “Sumber Makmur” tersebut selama 1 tahun mencapai 900 butir dengan harga antara Rp.933 vs Rp. Terima kasih.-/butir dibandingkan dengan harga telur konsumsi. Kecamatan Kutasari. Tingginya keuntungan dari penerapan teknologi IB disebabkan karena harga telur tetas lebih tinggi (Rp. bahannya apa saja. Karena itu saya ingin mengembangkannya dengan cara inseminasi buatan dan penetasan dengan mesin tetas. Jawab: Untuk melakukan inseminasi buatan pada ayam buras diperlukan bahan berupa ayam jantan umur 12-30 bulan. 100. Namun dengan introduksi teknologi IB ternyata dapat membuka peluang usaha yaitu memproduksi telur tetas. dan kalau ada mohon klipingnya dikirimkan kepada saya.-/butir. sedangkan telur konsumsi Rp. masih mempunyai nilai yakni seharga telur konsumsi. . Terdapat perbedaan jenis input pada analisa finansial jenis usaha produksi telur tetas (penerapan IB) dengan produksi telur konsumsi. Bagaimana langkah-langkah inseminasi buatan.memproduksi telur konsumsi. Telur infertil (tidak tertunasi) yang dapat diketahui setelah proses penetasan berjalan 5-7 hari. dan sebagai perbandingan disajikan analisa finansial pada pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi.-/butir. Majalengka 45472. Ayam jantan mesin tetas. yakni dengan diperhitungkannya biaya penyusutan peralatan IB pada usaha produksi telur tetas. seperti yang dilakukan kelompok ternak “Sumber Makmur” Desa Sumingkir. Berdasarkan analisis tersebut ditunjukkan bahwa keuntungan per bulan dengan penerapan IB lebih tinggi 43. 142. serta telur infertil dari hasil IB dapat dijual sebagai telur konsumsi. atau lebih tinggi Rp. Perbedaan pada output usaha adalah nilai jual telur tetas sebesar Rp 450.-/butir. Sayangnya hasilnya tidak begitu bagus. Kabupaten Purbalingga yang telah memasarkan telur hasil IB kepada kelompok ternak ayam buras lainnya. tambahan biaya produksi dan tenaga kerja yang dikeluarkan dari penerapan teknologi IB relatif sedikit. ternyata fertilitas telurnya cukup baik yaitu 80%.640. 100) dibandingkan dengan harga telur konsumsi. Analisis finasial tersebut diperhitungkan pada skala pemeliharaan 100 ekor induk ayam buras (Tabel 3). Berdasarkan laporan dari kelompok yang membeli telur tetas. cairan NaCl 0.Bagaimana memilih telur yang baik untuk ditetaskan dan bagaimana menentukan telur jenis jantan dan betina. Sugiarto.4% dibandingkan dengan usaha pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi (Rp.9% atau bisa juga Ringer’s infuse. 450.233). 350. Analisis Finansial Analisis finansial yang dilakukan pada penerapan teknologi IB adalah analisa inputoutput usaha. 203. Bagaimana membuat rangkaian pengatur suhu pada Dono Jl Cipinang Raya No. Inseminasi Pada Ayam Buras Tanya: Saya tertarik dengan peternakan ayam buras dan mulai mengembangkannya . 4.

Soal telur jantan dan betina belum diperoleh kepastian karena belum tentu telur yang ovalitu jantan dan yang agak bulat itu betina. Penyuntikan ini dilakukan lagi tiap 3-4 hari. Cara lain ialah dengan memasukkan jari kelingking kedalam dubur sedalam 6-8 cm lalu spuit dimasukkan melalui bagian atas jari kelingking dan sperma disemprotkan dibagian ujung kelingking yaitu bagian uterus setelah ujung jari mulai ditarik perlahan. Karena rumit. Saat pengurutan sampai ke pangkal ekor dilakukan sedikit tekanan lebih kuat agar keluar urinenya dan dibersihkan dari duburnya itu. licin. Selanjutnya disuntik pada betina dengan cara mengambil cairan tadi dengan jarum suntik (spuit) sebanyak 1 ml. Daya simpan sperma ini dikulkas dengan suhu 7øC bisa 4 hari lamanya tapi pada ruangan biasa bisa disimpan hanya 30 menit. dubur ayam harus bersih dari kotoran.itu diperlukan untuk diambil spermanya.5 cc. Cara ini dapat mencegah keluarnya sperma/semen kembali. spermanya kira-kira 1. digoyang perlahan sampai merata lalu disimpan dalam termos sebelum digunakan. Cara ini membuat ayam jadi stres. Ini adalah tulisan Taufiq Rusdi MSc. ruang udara dalam telur (diteropong ke arah lampu/matahari) tidak terlalu lebar dan terletak diujung tunpul telur itu. kapas. kemudian ayam dikandangkan. Jangan sampai bercampur antara urine dan sperma karena sperma akan mati. Pengambilan sperma jantan dilakukan dengan cara mengurut bagian punggungnya mulai dari pangkal leher. atau retak. Memilih telur ialah yang seragam. Pengambilan telur dimulai pada hari kedua sejak dikeluarkan karena telur hari pertama tidak digunakan. alat suntik 0. Pengurutan di lakukan 3-5 kali dan setelah urine keluar maka sperma akan keluar juga menyusul lalu ditampung dengan tabung durham. urine dibersihkan dengan kapas sampai kering demikian juga sebelum pengambilan sperma.9% ditambah kuning telur dengan perbandingan 4:1 sebanyak 4. bentuknya oval. nanti dibaca klipingnya saja atau buku cara membuat mesin tetas telur karangan Farry B Paimin. terbitan Penebar Swadaya. Daya simpan hanya 4 hari pada suku 25øC. lalu perut bagian bawah ayam betina ditekan sehingga kloaka akan keluar dan jarum spuit dimasukkan sedalam 3 cm setelah tekanan dihilangkan. tabung reaksi. . Selanjutnya ialah mengambil sperma ayam jantan lalu diproses dengan bahan-bahan didalam tabung reaksi dan penyuntikan sperma pada ayam betina. Semoga bermanfaat untuk Anda. Sedangkan alat-alat yang diperlukan ialah penampung sperma (durham). Pengambilan sperma dapat dilakukan 2-3 kali dengan jarak waktu 15 menit. Tiap pejantan bisa memberikan 0.17 ml.25 cc sperma. bersih tidak bernoda.25 cc dipindahkan ketabung reaksi lalu dicampur dengan bahan pengencer berupa NaCl 0. Selanjutnya sperma disuntikan.

Meningkatkan produksi telur tetas. Manfaat lain dari penerapan IB adalah meningkatkan efisiensi penggunaan pejantan. seperti hasil pengamatan penulis pada kelompok ternak ayam buras “Karya Makmur”. PENDAHULAN 1. disimpulkan bahwa pemeliharaan ayam buras saat ini dihadapkan pada tantangan pengadaan bibit. Desa Cibiyuk Kabupaten Pemalang.TEMANGGUNG30 KOMENTAR I. Salah satu metode perkawinan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan pada pemeliharaan ayam buras dalam kandang batere adalah dengan menerapkan teknologi inseminasi buatan (IB). INSEMINASI BUATAN. Memungkinkan dilaksanakan persilangan. TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA AYAM BURAS 07/01/2009 PUKUL 20:24By Duto Sri Cahyonoin AYAM DAN UNGGAS LAIN. memungkinkan dilaksanakan persilangan serta dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan mutu genetik. sehingga apabila telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik. 1993). Manfaat lain dari penerapan IB adalah : Meningkatkan effisiensi penggunaan pejantan. yang ditandai antara lain dengan penggunaan kandang batere. AYAM KAMPUNG. “Gemah Ripah”. 1979). Demikian juga dengan laporan hasilhasil penelitian ayam buras di Sub Balai Penelitian Ternak Klepu-Ungaran.HOBI LAINTags: AYAM. Desa Soropadan Kabupaten Temanggung dan kelompok tani ternak ayam buras di Desa Tegalrejo Dabupaten Magelang (Muryanto.Salam. Penerapan teknologi IB bertujuan untuk meningkatkan produksi telur tetas (telur fertil) yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi. Salah satu permasalahan yang menonjol dalam pemeliharaan ayam buras adalah pengadaan bibit. AYAM BURAS.1. Saat ini ayam buras telah banyak diusahakan oleh peternak dengan sistem intensif. baik ditinjau dari kuantitas maupun kualitasnya. Kendala dalam pengadaan bibit ini sangat dirasakan terutama oleh peternak ayam buras yang telah menerapkan sistem pemeliharaan secara intensif adalah pada saat akan menambah populasi induk atau menggantikan induk yang sudah tidak produktif lagi. Dengan penerapan teknologi IB maka akan diperoleh peningkatan produksi telur tetas yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi. Latar Belakang Ayam buras atau ayam kampung termasuk ayam Kedu banyak dipelihara oleh peternak dan merupakan sumber pendapatan keluarga di pedesaan. . Upaya untuk mengatasi kendala pengadaan bibit baik secara kuantitas maupun kualitas adalah dengan memperbaiki/menerapkan sistem perkawinan dan program seleksi yang baik (Warwick and Legate. SOLO. HOBI LAIN.MAGELANG. sehingga apabila telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak-anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik.

Kabupaten Purbalingga. Jumlah embrio mati Kematian embrio = x 100% Jumlah telur fertil Daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dibagi jumlah telur fertil. Kata Kunci Inseminasi buatan. Penelitian pertama dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 dengan menggunakan materi induk ayam buras (kampung) sebanyak 200 ekor dan 5 ekor pejantan. 2.Dapat dijadikan sebagai sarana meningkatkan mutu genetik. Daerah Rekomendasi Daerah rekomendasi teknologi hasil pengkajian ini pada dasarnya adalah tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu karena ayam Buras mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah. dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 4. Definisi Dalam aplikasi teknologi IB dikenal beberapa istilah yang perlu untuk dipahami yaitu : Fertilitas adalah persentase telur yang tertunasi (fertil) dari jumlah telur yang ditetaskan. Penelitian kedua di unit tanaman ternak ayam Kedu Maron. LANGKAH OPERASIONAL penerapan teknologi Teknologi IB ini dikaji menggunakan materi induk sebanyak 550 ekor dan pejantan 15 ekor yang dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian. Jumlah telur menetas Daya tetas = x 100% Jumlah telur fertil II. Penelitian kedua dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 menggunakan materi induk ayam Kedu sejumlah 150 ekor dan 5 ekor pejantan.321 butir yang dialokasikan dalam 19 angkatan penetasan.2.200 butir yang dialokasikan dalam 6 angkatan penetasan. Embrio adalah benih dalam telur yang telah dibuahi. Penelitian ketiga dilakukan pada Tahun Anggaran 1997/1998 menggunakan materi induk ayam buras 200 ekor dengan 5 ekor . 1. III. Kecamatan Pringsurat. Penelitian ketiga dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Sumber Makmur” Desa sumingkir. ayam Buras b.1. Kabupaten Temanggung. lokasi pengkajian dan daerah rekomendasi 2. Kecamatan Kutasari. Kabupaten Temanggung. Kata Kunci dan Definisi a.2. Jumlah telur fertil Fertilitas = x 100% Jumlah telur yang ditetaskan Kematian embrio adalah persentase jumlah telur yang embrionya mati dari jumlah telur fertil. Lokasi Pengkajian Pengkajian teknologi IB dilakukan sebanyak 3 kali penelitia di 3 lokasi yang berbeda yaitu : Penelitian pertama dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan. dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 1.

5 13.86 9. Penetasan dilakukan dengan menggunakan mesin tetas kapasitas 100 butir/mesin.82 Keterangan : Hasil analisa Balai Penelitian dan Pengembangan Industri. Komposisi dan kandungan nutrisi pakan ayam buras Uraian Konsentrat Jagung Bekatul Nutrisi : Kadar air Protein kasar Serat kasar Lemak Karbohydrat (kkal/kg) Abu Komposisi/Kandungan Nutrisi (%) 12. Tabel 1. jagung giling dan katul dengan perbandingan 1 : 2 : 5 ditambah dengan mineral dan vitamin 2% per kg dari pakan campuran (Tabel 1). sedangkan untuk pejantan 0. pengencer sperma (NaCl fisiologis 0.pejantan. slang. Telur yang dihasilkan diseleksi berdasarkan bobot dan bentuk fisik (normal dan tidak cacat).38 13. tabung pengencer sperma.5 25 62. Pakan tersebut diberikan 2 kali/hari yakni pada pagi dan siang hari.86 2980.5 tahun yang sudah terlatih untuk diambil spermanya.41 5.1 kg/ekor/hari. sedangkan pejantan yang digunakan adalah pejantan yang berumur 1.11 kg/ekor/hari.10 9.9%) . Semarang Peralatan inseminasi buatan yang digunakan berupa : alat suntik (spuit). Konsumsi pakan induk adalah 0. Pakan yang diberikan merupakan campuran antara konsentrat petelur. Sistem perkandangan yang digunakan adalah kandang batere untuk induk dan untuk pejantan dipelihara pada kandang individu. Induk yang digunakan merupakan induk terpilih yang mempunyai produksi rata-rata 40%. dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 645 butir yang dialokasikan dalam 4 angkatan penetasan. tabung penampung sperma.

pengambilan sperma agar menghasilkan kualitas yang baik mulai dilakukan pada sore hari jam 15. Umur sperma yang telah diencerkan + 30 menit. Cara pengenceran : sedot sperma dari tabung penampung. dengan derajat pengenceran 1 : 6. Slang yang tersedia dimasukkan ke ujung alat suntik (tempat jarum). Sebelum alat yang digunakan harus dibersihkan dahulu dengan air mendidih. masukkan sperma ke tabung pengencer secara perlahanlahan melalui dinding tabung. 3. Pengambilan sperma dilakukan oleh 2 orang.2. induk tersebut harus sedang berproduksi dan pemeliharaan induk pada kandang batere/individu (Ilustrasi 2). Pengambilan sperma dilakukan dengan menekan dari atas pangkal ekor dengan tangan kanan. masukkan kedalam tabung pengencer kemudian goyang-goyangkan tabung sampai sperma dan NaCl tercampur (Ilustrasi 6). yaitu sperma yang diambil dari pejantan langsung diinseminasikan ke induk (sperma tidak disimpan). satu memegang pejantan dan lainnya bertugas mengambil sperma (Ilustrasi 4). hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sperma. Tanda pejantan yang sudah terlatih adalah apabila dilakukan pengelusan. Pengambilan sperma Disiapkan pejantan yang akan diambil spermanya. Kabupaten Temanggung. Pejantan sebagai penghasil sperma harus sehat. Sedot sperma yang telah . Hindarkan sperma dari sinar matahari secara langsung. sedang tangan kiri memegang tabung penampung sperma. Alat-alat tersebut tersedia di apotik-apotik dan harganya relatif murah. mempunyai produksi tinggi. Biasanya setelah 7 hari pejantan sudah terlatih. Kecamatan Kutasari. Pengelusan dilakukan 5 – 10 kali. Cara melatih pejantan: elus secara bersamaan bagian punggung dari bawah leher ke arah ekor dan dari bawah anus ke arah ekor (Ilustrasi 3). Rangsang pejantan sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0. telah melalui 3 periode pengkajian pada 3 lokasi yang berbeda yakni pada: 1) kelompok tani ternak ayam buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan. Bersihkan kotoran pada anus dan sekitarnya dengan kain lap (bulu sekitar anus dibersihkan/dipotong). pejantan tersebut dipelihara pada kandang individu dan dilatih terlebih dahulu untuk diambil spermanya. . Ambil NaCl sesuai dengan derajat pengenceran. Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penerapan teknologi IB adalah metode inseminasi secara langsung. berumur 1.9%. 2) Unit Taman Ternak ayam Kedu Maron. 1993). Kecamatan Pringsurat.Tahapan pelaksanaan IB tersebut adalah sebagai berikut : 3.00 (Nasroedin et al. begitu sperma keluar langsung ditampung dalam tabung yang sudah disiapkan (Ilustrasi 5). setelah diketahui banyaknya sperma.1. ternak induk dan pejantan. Kabupaten Temanggung. Umur pemakaian dari alat-alat tersebut dapat digunakan selama 5 tahun. dan 3) kelompok tani ternak ayam buras “Sumber Makmur” Desa Sumingkir. Sebelum teknologi IB ini direkomendasikan. maka penerapan teknologi B pada ayam buras ini tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu. Induk yang akan diinseminasi merupakan induk yang sehat..dan kain lap (Ilustrasi 1).5 – 3 tahun. Tahap Persiapan Pada tahap ini dipersiapkan yang digunakan. Namun demikian mengingat ayam buras dalam pengembangannya mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah. maka ekornya langsung terangkat.

3. iV. bersamaan penyuntikan tersebut penekanan bagian bawah anus dilepaskan (Ilustrasi 9). Dari hasil tersebut membuktikan bahwa teknologi IB menghasilkan fertilitas telur lebih tinggi 9. kemudian dilakukan penyuntikan/inseminasi.1 – 0.8%. dimana 1 orang memegang ayam dan satu orang melaksanakan inseminasi (Ilustrasi 7). Pada Tabel 2 ditunjukkan bahwa rata-rata fertilitas telur dari penelitian 1 sampai 3 adalah 73. Namun dengan introduksi teknologi IB ternyata dapat membuka peluang usaha yaitu memproduksi telur tetas.1. Penyimpanan telur maksimal 10 hari. Berdasarkan laporan dari kelompok yang membeli telur tetas. Dari pengamatan selama proses penetasan menunjukkan bahwa kematian embrio telur tetas hasil IB sebesar 30. Seekor pejantan dapat diambil spermanya 3 – 5 kali per minggu.diencerkan dengan spuit dan sperma siap diinseminasikan.2% vs 62. Inseminasi dilakukan 2 orang.1% dibandingkan pada kawin alam. 3. Masukkan alat suntik (slangnya) secara perlahan kedalam saluran telur sedalam + 2 cm. sehingga tidak dapat dibuahi. Kecamatan Kutasari. Tiap inseminasi membutuhkan 0. sedangkan pada telur tetas hasil kawin alam lebih besar yakni 42. Rata-rata daya tetas dari telur hasil IB sedikit lebih tinggi bila dibandingkan pada kawin alam. Pengambilan telur Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 2 setelah IB. bagian tumpul diatas dan telur siap ditetaskan (Ilustrasi 10 dan 11). 3. Cara meletakkan telur. bulu di sekitar anus dibersihkan (dipotong). sementara tangan kanan memegang alat suntik yang sudah berisi sperma.8%. Kabupaten Purbalingga yang telah memasarkan telur hasil IB kepada kelompok ternak ayam buras lainnya. HASIL pengkajian 4. karena telur yang pertama kemungkinan sudah lengkap atau sudah mempunyai kerabang. seperti yang dilakukan kelompok ternak “Sumber Makmur” Desa Sumingkir. Sedangkan fertilitas telur hasil kawin alam yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan IB rata-ratanya adalah 64. Tujuan utama usaha ayam buras pada kelompok-kelompok tani ternak ayam buras yang menerapkan pemeliharaan sistem semi intensif/intensif pada umumnya adalah memproduksi telur konsumsi. Berdasar hasil keragaan tersebut dapat disimpulkan bahwa teknologi IB mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan produksi telur tetas sekaligus sebagai sarana memenuhi kebutuhan bibit ayam buras.4%. ternyata fertilitas . yakni 69.5%.4. Bersihkan kotoran di anus dan sekitarnya. Pengeluaran alat reproduksi/ saluran telur induk: tekan bagian tubuh dibawah anus dengan tangan kiri ke arah dada sampai keluar saluran/lubang telurnya yaitu sebelah kiri arah depan dan saluran kotoran sebelah kanan (Ilustrasi 8).2 ml sperma yang sudah diencerkan dan inseminasi diulang 3 hari dari inseminasi sebelumnya. Keragaan Hasil Hasil keragaan teknologi yang utama pada pengkajian teknologi IB ditunjukkan dengan tingginya angka fertilitas telur yang dapat menyamai atau lebih tinggi dari fertilitas telur hasil kawin alam. Pelaksanaan IB Disiapkan induk yang akan diinseminasikan dan alat suntik yang sudah diisi sperma yang diencerkan.2%.

Terima kasih. Analisis Finansial Analisis finansial yang dilakukan pada penerapan teknologi IB adalah analisa inputoutput usaha.4% dibandingkan dengan usaha pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi (Rp. 142. Inseminasi Pada Ayam Buras Tanya: Saya tertarik dengan peternakan ayam buras dan mulai mengembangkannya . yakni dengan diperhitungkannya biaya penyusutan peralatan IB pada usaha produksi telur tetas. Analisis finasial tersebut diperhitungkan pada skala pemeliharaan 100 ekor induk ayam buras (Tabel 3). Majalengka 45472. Bagaimana membuat rangkaian pengatur suhu pada Dono Jl Cipinang Raya No. tabung reaksi. tambahan biaya produksi dan tenaga kerja yang dikeluarkan dari penerapan teknologi IB relatif sedikit. Tingginya keuntungan dari penerapan teknologi IB disebabkan karena harga telur tetas lebih tinggi (Rp. 350.5 cc. Berdasarkan analisis tersebut ditunjukkan bahwa keuntungan per bulan dengan penerapan IB lebih tinggi 43. masih mempunyai nilai yakni seharga telur konsumsi.2.9% atau bisa juga Ringer’s infuse. sedangkan telur konsumsi Rp. . Sugiarto. kapas. 203. 4.933 vs Rp.telurnya cukup baik yaitu 80%. Ayam jantan itu diperlukan untuk diambil spermanya. Sayangnya hasilnya tidak begitu bagus. 100) dibandingkan dengan harga telur konsumsi. 450.-/butir dibandingkan dengan harga telur konsumsi. dan sebagai perbandingan disajikan analisa finansial pada pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi. Selanjutnya ialah mengambil sperma ayam jantan lalu diproses dengan bahan-bahan didalam tabung reaksi dan penyuntikan sperma pada ayam betina.Bagaimana memilih telur yang baik untuk ditetaskan dan bagaimana menentukan telur jenis jantan dan betina. Bagaimana langkah-langkah inseminasi buatan. atau lebih tinggi Rp.640.-/butir.-/butir. dan kalau ada mohon klipingnya dikirimkan kepada saya. Pengambilan sperma mesin tetas. bahannya apa saja. alat suntik 0.-/butir. Sedangkan alat-alat yang diperlukan ialah penampung sperma (durham).233). Jumlah telur tetas yang sudah dipasarkan oleh kelompok ternak “Sumber Makmur” tersebut selama 1 tahun mencapai 900 butir dengan harga antara Rp. Jawab: Untuk melakukan inseminasi buatan pada ayam buras diperlukan bahan berupa ayam jantan umur 12-30 bulan. cairan NaCl 0. Terdapat perbedaan jenis input pada analisa finansial jenis usaha produksi telur tetas (penerapan IB) dengan produksi telur konsumsi. serta telur infertil dari hasil IB dapat dijual sebagai telur konsumsi. Karena itu saya ingin mengembangkannya dengan cara inseminasi buatan dan penetasan dengan mesin tetas. Perbedaan pada output usaha adalah nilai jual telur tetas sebesar Rp 450. Telur infertil (tidak tertunasi) yang dapat diketahui setelah proses penetasan berjalan 5-7 hari. 100.

Cara ini membuat ayam jadi stres. bentuknya oval. ruang udara dalam telur (diteropong ke arah lampu/matahari) tidak terlalu lebar dan terletak diujung tunpul telur itu. Selanjutnya sperma disuntikan. kemudian ayam dikandangkan. Pengurutan di lakukan 3-5 kali dan setelah urine keluar maka sperma akan keluar juga menyusul lalu ditampung dengan tabung durham. Karena rumit. Daya simpan sperma ini dikulkas dengan suhu 7øC bisa 4 hari lamanya tapi pada ruangan biasa bisa disimpan hanya 30 menit. Tiap pejantan bisa memberikan 0. Salam.25 cc sperma.17 ml. terbitan Penebar Swadaya. urine dibersihkan dengan kapas sampai kering demikian juga sebelum pengambilan sperma. Pengambilan sperma dapat dilakukan 2-3 kali dengan jarak waktu 15 menit. dubur ayam harus bersih dari kotoran. Daya simpan hanya 4 hari pada suku 25øC. Ini adalah tulisan Taufiq Rusdi MSc.9% ditambah kuning telur dengan perbandingan 4:1 sebanyak 4. bersih tidak bernoda. Saat pengurutan sampai ke pangkal ekor dilakukan sedikit tekanan lebih kuat agar keluar urinenya dan dibersihkan dari duburnya itu. Soal telur jantan dan betina belum diperoleh kepastian karena belum tentu telur yang ovalitu jantan dan yang agak bulat itu betina.25 cc dipindahkan ketabung reaksi lalu dicampur dengan bahan pengencer berupa NaCl 0. atau retak. lalu perut bagian bawah ayam betina ditekan sehingga kloaka akan keluar dan jarum spuit dimasukkan sedalam 3 cm setelah tekanan dihilangkan. Cara ini dapat mencegah keluarnya sperma/semen kembali. Selanjutnya disuntik pada betina dengan cara mengambil cairan tadi dengan jarum suntik (spuit) sebanyak 1 ml. licin. nanti dibaca klipingnya saja atau buku cara membuat mesin tetas telur karangan Farry B Paimin. Jangan sampai bercampur antara urine dan sperma karena sperma akan mati. . Semoga bermanfaat untuk Anda. spermanya kira-kira 1. Cara lain ialah dengan memasukkan jari kelingking kedalam dubur sedalam 6-8 cm lalu spuit dimasukkan melalui bagian atas jari kelingking dan sperma disemprotkan dibagian ujung kelingking yaitu bagian uterus setelah ujung jari mulai ditarik perlahan. digoyang perlahan sampai merata lalu disimpan dalam termos sebelum digunakan. Penyuntikan ini dilakukan lagi tiap 3-4 hari.jantan dilakukan dengan cara mengurut bagian punggungnya mulai dari pangkal leher. Memilih telur ialah yang seragam. Pengambilan telur dimulai pada hari kedua sejak dikeluarkan karena telur hari pertama tidak digunakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful