MODUL TIGA

KOMUNIKASI SEBAGAI ILMU

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Lecture: Indiwan seto wahju W

PROGRAM KELAS KARYAWAN FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MERCUBUANA 2010

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Indiwan Seto Wahju W.

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

1

MODUL 3 HAKIKAT ILMU KOMUNIKASI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI
1. Latar Belakang Sejarah Ilmu komunikasi yang kita kaji sekarang, sebenarnya merupakan hasil dari suatu proses perkembangan yang panjang. Status ilmu komunikasi ini di Indonesia diperoleh melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/82 tahun 1982. Keppres itu telah membawa penyeragaman nama dari ilmu yang dikembangkan di Indonesia, termasuk ilmu kita ini. Sebelumnya terdapat beberapa nama yang berbeda di berbagai universitas atau perguruan tinggi. Di Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung dan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta misalnya digunakan nama Publisistik, sedang di Universitas Indonesia (UI) Jakarta nama Publisistik telah lama diganti dengan Ilmu Komunikasi Massa. Selain itu Universitas Hasanuddin (Unhas) Ujung Pandang menggunakan nama Publisistik/Ilmu Komunikasi. Di Unpa berdiri sebagai suatu fakultas, sedang di UI, UGM, Unhas dan di universitas lainnya, berstatus sebagai jurusan (departemen) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sesungguhnya kajian ini di tanah air dimulai dengan nama Publisistik, dengan dibukanya jurusan Publisistik pada Fakultas Sosial dan Politik di Universitas Gajah Mada (1950) dan pada Fakltas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat di Universitas Indonesia (1959). Demikian juga di Jakarta dibuka pada tahun 1956 Akademi Penerangan dan Perguruan Tinggi Jurnalistik (Kemudian Jurnalistik berganti menjadi Publisistik). Pada tahun 1960 di Universitas Pajajaran Bandung dibuka Fakultas Jurnalistik dan Publisistik. Beberapa tokoh yang telah berjasa memasukkan ilmu kita ini ke Indonesia dan kemudian mengembangkannya di Perguruan Tinggi, antara lain Drs. Marbangun, Sundoro, Prof. Sujono Hadinoto, Adinegoro, danProf. Dr. Mustopo. Pada tahun 1960-an, deretan tokoh itu bertambah lagi dengan datangnya dua orang pakar dalambidang kajian ini, yaitu Dr. Phil. Astrid S. Susanto dari Jerman Barat (1964) dan Dr. M. Alwi Dahlan dari Amerika Serikat (1967). Nama Ilmu Komunikasi Massa dan Ilmu Komunikasi baru mulai muncul dalam berbagai diskusi dan seminar pada awal tahun 1970-an. Kemudian pada tahun 1973 Jurusan Publisistik pada Fakultas Sosial Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dibuka tahun 1961, telah memperbaharui nama menjadi Jurusan Publisistik/Ilmu Komunikasi. Demikian juga Jurusan Publisistik pada Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia (UI) dengan resmi berganti nama menjadi Departemen Ilmu Komunikasi Massa tahun 1976. Ilmu Publisistik berkembang di Eropa, khususnya Jerman, sedang ilmu komunikasi massa lahir di Amerika Serikat. Masuknya ke dua ilmu itu ke tanah air, selain karena adanya hubungan dengan bangsa-bangsa dari kedua benua tersebut, juga terutama karena dibawa oleh mereka yang pernah belajar baik di Eropa maupun di Amerika. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa lahirnya ilmu komunikasi yang dewasa ini dapat diterima baik di Eropa maupun di Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia, adalah merupakan hasil perkembangan dari publisistik dan ilmu komunikasi massa. Hal ini dimulai oleh adanya pertemuan antara tradisi Eropa yang mengembangkan ilmu publisistik dengan tradisi Amerika yang mengembangkan ilmu komunikasi massa. Hal ini antara lain diupayakan oleh Stappers dari negeri Belanda melaluikarya Garbner dari Amerika Serikat. Dalam disertasinya di tahun 1966 (sepuluh tahun setelah Garbner), Stappers sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi massa adalah objek dari publisistikwissenschaft (Djajusman, 1985:13). Akhirnya untuk melacak asal-usul Ilmu Komunikasi itu, kita harus mengkaji perkembangan ilmu kita ini baik di Eropa maupun di Amerika Serikat. Di Erpa, kususnya di

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Indiwan Seto Wahju W.

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

2

Jerman, Ilmu Komunikasi berkembang dari Publizistikwisenschaft sedang di Amerika Serikat berkembang dari ilmu komunikasi massa. Publisistik Publisistik (Publizistik) di Jerman, sebenarnya berkembang dari Ilmu Pers atau Ilmu Persuratkabaran yang dikenal dengan nama Zaitungswissenschaft. Asalnya dapat ditelusuri sampai abad ke-19 ketika surat kabar sebagai objek studi ilmiah mulai menarik perhatian para pakar di masa itu. Suratkabar sebagai salah satu hasil dari pertumbuhan teknologi dan industri ternyata membawa berbagai implikasi sosial yang sangat menarik bagi kaian ilmu kemasyarakatan dan kemanusiaan. Adalah mengesankan karena kesadaran dan perhatian seperti ini, baru lahir dan berkembang setelah dua ratus tujuh puluh tiga tahun kemudian dari terbitnya Relation (1609) sebagai suratkabar tercetak pertama di dunia ini. Pada awalnya ahli ekonomiKarl Bucher (1847-1930) yang tertarik menulis dan mengajarkan sejarah pers, organisasi pers dan statistik pers pada tahun 1884. Bahkan pada tahunitu studi pers muncul dengan nama Zaitungskunde di Universitas Bazel (Swiss), dan delapan tahun kemudian (1892) muncul juga di Universitas Laipzig di Jerman (Everth, 1927). Kehadiran pengetahuan persuratkabaran ini di Universitas tersebut, semakin banyak menarik perhatian ilmuwan. Pakar Sosiologi misalnya Max Weber telah mengusulkan dalam Kongres Sosiologi (1910), agar sosiologi pers dimasukkan sebagai proyek pengkajian sosiologi disamping sosiologi organisasi. Weber pun telah meletakkan dasar-dasar ilmiah bagi pengkajian pers sebagai studi akademik. Sepuluh tahun kemudian pakar sosiologi yang lain – Ferdinant Tonnis (1885-1936) – mengkaji sifat pendapat umum dalam masyarakat massa. Dalam hubungan antara pers dengan pendapat umum itulah kemudian yang menaikkan gengsi suratkabar menjadi ilmu dengan lahirnya Zaitungswissenschat (Ilmu Suratkabar) dalam tahun 1925. Dengan demikian persuratkabaran tidak lagi dipandang sebagai keterampilan belaka (Zaitungskunde), melainkan telah tumbuh sebagai suatu disiplin ilmu, sebagaimana disiplin yang lain. Munculnya radio dan film pada awal abad ke-20 membuka pengkajian baru yang lebih luas daripada suratkabar. Demikian pula dengan berkembangnya kajian mengenai pendapat umum dankajian mengenai retorika, semakin meluaskan bidang studi ilmu ini, sehingga tidak dapat lagi ditampung oleh Zaitungswissenschaft. Justru itu pada tahun 1930 Walter Hagemann mengusulkan dan memperkenalkan nama Publizistik sebagai suatu disiplin ilmu yang mencakup bukan saja suratkabar, tetapi juga radio, film, retorika dan pendapat umum. Gagasan Hagemann ini semakin berkembang dan kemudian lebih disempurnakan dan disistematiskan oleh Emil Dofivat. Dalam perkembangan selanjutnya Publisistik semakin mendapat pengakuan sebagai salah satu disiplin dalam ilmu sosial. Objek penelitiannya bukan lagi suratkabar melainkan offentiche aussage (pernyataan umum). Menurut Hagemann, Publisistik adalah ilmu tentang isi kesadaran yang umum dan aktual. Kemudian Dofivat menyebut publisistik sebagai segala upaya menggerakkan dan membimbing tingkah laku khalayak secara rohaniah, justru itu publisistik merupakan suatu kekuatan yang dapat mengendalikan tingkah laku manusia dan mewarnai perkembangan sejarahnya. Dengan demikian publisistik, bukanlah ilmu pers atau kewartawanan, melainkan ilmu yang dikembangkan untuk memahami dan mengendalikan segala tenaga yang mempengaruhi tindakan khalayak. Objek studinya adalah pernyataan umum yang aktual. Justru karena itu, kemudian terasa bahwa objek studi ini cukup sempit, sebab bagaimana dengan pernyataan yang tidak bersifat umum dan yang tidak aktual? Padahal dalam kehidupan dan kegiatan manusia sebagai makhluk sosial, banyak sekali terjadi pernyataan yang tidak ditujukan kepada khalayak dan karena itu tidak bersifat umum dan juga tidak aktual. Hal-hal inilah yang kemudian menyebabkan publizistik harus menepi dan merelakan diri menjadi cakupan dari Ilmu Komunikasi yang lebih luas. Dalam hal ini eksistensi publisistik tidak terhapus melainkan hidup sebagai salah satu sub disiplin dalam Ilmu Komunikasi yang khusus mempelajari pernyataan yang bersifat umum dan aktual. Di sini publisistik sesungguhnya kurang lebih sama dengan komunikasi massa.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Indiwan Seto Wahju W.

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

3

Hal ini berarti. hal ini dimaksudkan untuk membantu negara-negara tersebut melakukan pembangunan dan perubahan erencana terutama dalam bidang ekonomi. Perbedaannya hanya karena studimengenai retorika. karena semakin banyak pakar dari disiplin sosiologi. maka studi ini hanyalah merupakan bagian dari departemen bahasa Inggris dalam universitas. Dalam perkembangan selanjutnya kedua bidang kajian itu akhirnya menyatu menjadi ilmu Komunikasi (Communcation Science). pada tahun 1870. sosial dan politik. ekonomi pembangunan. sehingga perlu diperluas menjadi ilmu komunikasi saja (massanya dihilangkan). sehingga objek kajiannya tidak hanya mengenai suratkabar. seperti di Universitas Kansas. sehingga perlu memberi nama yang lebih sesuai yaitu Ilmu Komunikasi Massa. Hal seperti ini banyak dilakukan oleh jurnalis Amerika pada masa itu. telah melakukan magang pada percetakan saudaranya di Boston. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 4 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Tokoh-tokoh utama dalam periode ini antara lain Harold D. Carl I. Dengan demikian kajiannya tidak hanya menyangkut media massa saja. Dengan demikian kedua bidang itu masing-masing dikembangkan pada departemen tersendiri. melainkan mencakup juga radio.Ilmu Komunikasi Massa Ilmu Komunikasi Massa (Mass Communication Science) berkembang di Amerika Serikat melalui jurnalistik. Keempat media itu disebut media massa. yang sebelum meningkatkan keahliannya di House of Coslon di London. Hal ini lebih berkembang lagi setelah Perang Dunia II. hampir sama dengan publisistik di Eropa sebagaimana dikemukakan di atas. barulah mulai dirintis oleh Robert Leo di Washington College. dirasa semakin tidak mampu menampung kegiatan ini. Berkembangnya studi tentang pembangunan ini seperti sosiologi pembangunan. pembangunan politik dan komunikasi pembangunan. Namun sebagai pengetahuan yang diajarkan di universitas. dan ilmu komunikasi massa mengembangkan studi mengenai pembangunan terutama di negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia Kedua. Sebelum adanya sekolah jurnalistik. radio. karena yang diajarkan hanyalah hal-hal yang bersifat teknis. yaitu Departemen Speech Communication dan Departemen Mass Communication. film dan televisi. sebagaimana misalnya yang dilakukan oleh Benjamin Franklin. film dan televisi. Namun setelah Bleyer memasukkan Jurnalistik sebagai minor program Ilmu Sosial di Universitas Wisconsin tahun 1930-an. Missouri dan Pennsylvania. politik danpsikologi yang melakukan pengkajian berbagai aspek dari aspek dari suratkabar. Hal ini lebih diperkuat lagi oleh berbagai studi yang menemukan bahwa yang lebih berperanan dalam proses perubahan dalam masyarakat terutama dalam penyebaran gagasan baru dan teknologi baru. Dasar ilmiah ilmu ini semakin kokoh. Perkembangan ke arah lahirnya ilmu komunikasi itu dimulai tahun 1950-an para pakar ilmu sosial. dan metodologinya semakin disempurnakan. mulailah jurnalistik berkembang sebagai disiplin tersendiri. Jurnalistik sebagai suatu keterampilan mengenai suratkabar sudah mulai dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1700. tetapi sudah mencakup komunikasi sosial seperti penyuluhan. cermah dan retorika. menimbulkan kesadaran bagi banyak ahli bahwa ilmu komunikasi massa. Pada waktu itu Jurnalistik belum mendapat penghargaan para ilmuwan. berkembang sendiri di Amerika sebagai suatu disiplin tersendiri dengan nama Speech Communication di eberapa universitas. Sebelum jurnalistik dipelajari di Universitas. yang dicakup dalam publisistik. Pada masa ini para pakar itu semakin merasa bahwa jurnalistik tidak lagi mampu menampung berbagai pengkajian yang telah mereka lakukan. Hovland. Paul Lazarsfeld danIthiel de Sola Pool. seperti sosiologi dan ilmu politik. justru bukan media massa. Justru karena itu ia kemudian menyisihkan sebagian dari kekayaannya untuk dijadikan modal mendirikan School of Jurnlism bersama Mury Butler (Presiden Columbia University) tahun 1911/1912. melainkan komunikasi tatap muka persona). Joseph Politzer misalnya yang kemudian menjadi kaya raya – kini namanya diabadikan (hadiah Politzer) sebagai supremasi dari karya jurnalistik terbaik di Amerika dewasa ini – hanya menempuh karirnya sebagai wartawan dari dunia praktis saja. Lasswell. bahwa Amerika Serikat terlambat 26 (dua puluh enam) tahun dari Eropa. Sesungguhnya ilmu komunikasi massa ini. maka selama 170 tahun (1700-1870). kegiatan ini dilakukan secara magang. Namun demikian buku mengenai suratkabar dan penerbitnya telah terbit di Amerika Serikat tahun 1810 dengan lahirnya karya Isaiah Thomas berjudul History of Printing in America.

yaitu (1) seseorang. tetapi lebih luas dari itu. pers dan media massa. Ilmu Komunikasi Dewasa Ini Berdasarkan latarbelakang sejarah di atas. yang diuraikan oleh B. namun hingga dewasa ini di Indonesia paradigma baru itu belum berkembang. Memang Speech Communication (komunikasi bicara) hanya menitikberatkan perhatiannya pada komunikasi interpersonal. komunikasi organisasi. Studi ini juga pada awalnya berada di departemen bahasa Inggris. (3) reaksi. segi manusia. lebih diperkuat lagi oleh departemen Speech Communication (di Indonesia lebih dikenal dengan retorika). retorika dan komunikasi persona. Bahkan semua itu merupakan “bidang studi” dari ilmu komunikasi. Dalam dekade ini (1980-an) terjadi lagi suatu perkembangan yang sangat penting. ternyata diperlukan waktu beberapa dasawarsa. Dari latar belakang sejarah tersebut juga sudah dapat dilihat bahwa perubahan nama itu sesungguhnya karena perubahan atau lebih tepat perluasan objek dan bidang studi ilmu ini. Schramm yang kemudian memimpin Departemen Komunikasi Massa di Universitas Iowa. sama sekali tidak menghilangkan eksistensi kajian-kajian sebelumnya seperti jurnalistik. sebagaimana diuraikan di atas sudah dianggap klasik. (9) isi dan (10) konsekuensi Someone perceives an event and reacts in a situation through some means to make available materials in some from and context conveying content of some consequence). Rumusan ini disebutnya sebagai usaha menuju model komunikasi umum. jelas bahwa untuk sampai kepada nama ilmu komunikasi sebagaimana dipakai di seluruh dunia dewasa ini. mengenai paradigma ilmu komunikasi. sedang yang baru disebut sebagai perspektif psikologis. segi sistem dan sebagainya. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 5 . (5) sarana. (4) situasi. dan memimpin penelitian komunikasi di Stanford dan East est Center. sarjana bahasa Inggris yang tertarik kepada kajian komunikasi. (6) material. segi teknik dan metode. Hal ini akan diuraikan secara khusus pada bab yang akan datang. Laswell (1948) telah mengemukakan lima segi yang merupakan bidang analisis komunikasi. Sejak tahun 1949 departemen ini telah mengusulkan agar komunikasi bisa menjadi suatu disiplin tersendiri yang mencakup juga komunikasi massa. dikenal tokoh lainnya seperti Daniel Larner. karena memimpin sebuah University Press. yang dapat dikaji secara tersendiri. (4) kepada siapa. sebab paradigma atau pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan dari ilmu komunikasi. segi pengaruh. pidato (retorika). Rogers. Dengan demikian ilmu komunikasi mencakup semua pernyataan antar manusia baik melalui media massa dan retorika maupun yang dilakukan secara langsung. Justru itu kehadiran ilmu komunikasi. persuasi dan sebagainya. Aurey Fisher tahun 1978. (3) melalui saluran apa. 2. (2) berkata apa. yang memisahkan diri tahun 1900. Dengan demikian ilmu komunikasi tidak lagi mengkaji pernyataan antar manusia saja. maka pada awal perkembangannya dapat dirumuskan bahwa ilmu komunikasi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari secara sistematis segala segi pernyataan antar manusia. Berdasarkan objek studi tersebut. Rumusan ini bermakna bahwa pernyataan antar manusia sebagai objek pokok studi ini memiliki banyak segi atau aspek yang juga harus dipelajari seperti segi media. sejak orang di Jerman mengembangkan ilmu pers (1925) dan orang Amerika mengajarkan jurnalistik di universitas (1930). Kelima segi itu masing-masing dapat merupakan bidang studi. bukan pula hanya media massa (ilmu komunikasi massa) atau pernyataan umum (publisistik) melainkan komunikasi atau pernyataan antar manusia. Selain Schramm. Selain itu Garbner (1956) merumuskan 10 aspek komunikasi yang bisa dikaji tersendiri. Pada masa dini komunikasi. Muncul beberapa paradigma yang baru. (7) bentuk. Harold D. Hampir semua universitas atau sekolah tinggi yang mengasuh disiplin ilmu ini PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. dan (5) bagaimana efeknya (who says what in which channel to whom with what effect?). dan Everatt M. segi fungsi. Paradigma yang klasikitu disebut sebagai pespektif mekanis. Perkembangan ilmu komunikasi massa menjadi Ilmu Komunikasi. Objek studi ilmu komunikasi dengan sendirinya bukan hanya suratkabar (ilmu pers/jurnalistik). telah menulis banyak buku dalam berbagai macam masalah mengenai komunikasi. (2) persepsi terhadap peristiwa.kendatipun terjadi perkembangan yang penting. (8) konteks. adalah Wilbur Schramm. mekanis dan pragmatis. segi pengaruh.Tokoh utama yang telah membawa ilmu komunikasi massa menjadi ilmu komunikasi. yang kemudian terkenal dengan formula Lasswell yaitu (1) siapa.

rado. era komunikasi tulisan.000 SM Bangsa Sumeria menulis dalam lembaran tanah liat. Bahkan menurut Fisher (1986). publisistik dan retorika sama sekali tidak terhapus. retorika.000 tahun sebelum masehi. atau sekitar tahun 22. Sejarah perkembangan komunikasi yang lebih jelas diperkirakan dapat ditelusuri sejak sekitar 4. Program studi komunikasi pembangunan/penyuluhan/penerangan mempelajari terutama mengenai penggunaan komunikasi secara sadar untuk menimbulkan perubahan berencana dalam masyarakat. perkembangan ilmu komunikasi masih merupakan revolusi yang belum tuntas. Dengan demikian sejarah komunikasi sebenarnya sama dengan sejarah peradaban manusia. baik melalui media maupun secara langsung. perencanaan dan kepemimpinan). PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 6 . Ketiga program studi yang mempelajari baik teori maupun segi praktis itu. era telekomunikasi.000 tahun sebelum masehi (SM). Bahkan dalam membagi jurusan atau program studi.000 SM Zaman Cro-Magnon : Bahasa diperkirakan telah dikenal pada zaman ini.masih berkiprah pada paradigma lama yang dinamakan perspektif mekanis dalam komunikasi. Amerika Serikat. jelas masih nampak peninggalan dari tradisi lama. menurut Rogers. Program studi Hubungan Masyarakat/Periklanan. baik dalam bentuk bahasa ataupun lambang-lambang dan tanda-tanda komunikasi lainnya.000 cacuum tubes oleh para ahli dari Universitas pennsylvania. Komunikasi massa/jurnalistik. 3. Dominasi paradigma lama tersebut di atas dapat dilihat pada nama-nama jurusan atau program studi yang ada di eberapa universitas di Indonesia. hingga kini tidak ada dokumentasi yang menjelaskan bagaimana bentuk dan corak komunikasi yang terjadi pada saat itu atau beberapa generasi setelah Adam dan Hawa. 22. Everett M. Namun demikian. mulai terjadi pada pertengahan abad ke-19. era komunikasi cetakan. kewartawanan. mempelajari mengenai public relations (organisasi. Program studi komunikasi massa/jurnalistik. Era komunikasi tulisan diperkirakan dimulai ketika Bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Pada zaman ini yang disebut sebagai zaman Cro-Magnon. para ahli pra-sejarah menemukan lukisanlukisan dalam gua yang diperkirakan merupakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut.000 SM. Era telekomunikasi diawali dengan ditemukannya alat telegraph oleh Samuel Morse pada tahun 1844. komunikasi massa. Sejak zaman itu hingga sekarang. Semuanya itu dapat dirangkum ke dalam tiga pembagian besar yaitu : 1. Era komunikasi cetakan dimulai sejak penemuan mesin cetak “handpress” oleh Gutenerg pada tahun 1456. yang sesungguhnya juga mencerminkan pengorganisasian dan pengembangan ilmu komunikasi dewasa ini. Gambaran kronologis mengenai perkembangan dari keempat era tersebut disertai dengan bentuk-bentuk penemuan komunikasi yang menandai masing-masing era adalah sebagai berikut : 35. sehingga eksistensi jurnalistik.000 SM Ahli pra-sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua. Komunikasi pembangunan merupakan perkembangan terakhir sesuai dengan perkembangan ilmu sosial pada umumnya. Tiga belas ribu tahun kemudian. film dan televisi). hubungan-hubungan manusiawi. Era keempat. Komunikasi pembangunan/penyuluhan/penerangan. dari erbagai aspek termasuk dari aspek teknik jurnalistik (berita. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Dalam hal ini dititikberatkan pada perencanaan dan strategi komunikasi secara makro dan terpadu dengan bidang-bidang lainnya. manajemen. Ilmu ini masih dalam proses perkembangan yang pesat. era komunikasi interaktif. Hubungan masyarakat/periklanan. promosi dan periklanan. I. diperkirakan bahasa sebagai alat berkomunikasi sudah dikenal. Roger (1986) dalam bukunya “Communication Technology : The New Media in Society”. Era Komunikasi tulisan 4. yakni telah dimulai sejak Tuhan menciptakan Adam dan Hawa di muka bumi ini. tepatnya tahun 1946. nampak tradisi lama masih diteruskan. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Pada saat itu. dan era komunikasi interaktif. produksi dan sebagainya). mempelajari tentang media massa (pers. antara lain menyebutkan bahwa sejarah komunikasi diperkirakan dimulai sejak sekitar 35. sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi dalam empat era perubahan. ditemukan “Mainframe Computer” ENIAC dengan 18. 2.

Kedua. sebuah unit pengendali computer (CPU) dengan semiconductor chip oleh Ted Hoff. 1979 Sistem Videotext pertama diperkenalkan olehritish-Post Office. Periode ini umumnya disebut sebagai periode konsolidasi. Th. California. Era telekomunikasi Th. tiap perode masing-masing memberikan karakteristik tersendiri terhadap penekanan bidang studi dan konteks peristiwa komunikasi yang diamati. Ohio. 1041 Th. Th. II. Th. ENIAC dengan 18. Pertama. 1971 Penemuan microprocessor. “The New York Swi”. Th. III. Secara umum. Th. SPUTNIK. 1947 William Shockley. 1844 Samuel Morse mengirimkan pesan melalui alat telegraph yang pertama. a. 1941 Siaran TV komersial pertama. Periode tradisi retorika Perkembangan lahirnya ilmu komunikasi dapat ditelusuri sejak peradaban Yunani Kuno beberapa ratus tahun sebelum masehi. Th. Th. Tulisan dalam lembaran tanah liat diganti oleh tulisan dalam lembaran metal di Korea. Th. 1975 HBO (Home Box Office) mulai menyiarkan siaran TV kabel melalui satelit.00 vacuum tubes oleh Universitas Pennsylvania. sistem TV kabel interaktif pertama diperkenalkandi Columbus. 1912 Lee de Forest menemukan “vacuum tube”. 1946 Penemuan Mainframe Computer. Amerika Serikat. Th. Th. Berikut adalah uraian singkat mengenai kondisi dan perkembangan ilmu komunikasi untuk setiap periode. 1895 Guglielmo Marconi mengirimkan pesan melalui radio. periode setelah Perang Dunia II sapai tahun 1960-an. 1957 Rusia meluncurkan satelit angkasa luar pertama. dikendalikan oleh minicomputer yang besarnya 3000 kali lebih kecil dari ENIAC. Altair 8800. di Cina menemukan sejenis alat cetak buku yang sederhana. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu-ilmu pengetahuan sosial. 1977 Qube. Amerika Serikat. Era komunikasi interaktif Th. Th. Amerika Serikat. Th. Era komunikasi cetakan Th. periode “tradisi retorika” yang dimulai sejak zaman Yunani Kuno. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 7 . Ketiga. 1241 Pi Sheng. 1833 Penerbitan suratkabar “penny press” yang pertama. IV.Th. Sebutan “komunikasi” dalam konteks arti yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. John Bardeen dan Walter Brattain menemukan pesawat radio transistor. 1456 Gutenberg menemukan alat mesin cetak (metal) “handpress”. Th. 1933 RCA di Amerika Serikat mendemonstrasikan TV. Th. Th. Th. Th. Amerika Serikat. 1920 Siaran radio pertama oleh KDKA di Pittsburgh. 1975 Pemasaran microcomputer pertama. 1976 Sistem teletext pertama diperkenalkan oleh BBC dan ITV di Inggris. 1839 Daguerre menemukan metode fotografi yang praktis untuk suratkabar. Inggris. 1956 Penemuan videotape oleh perusahaan Ampex. Dan. sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi dalam empat periode. 1876 Penemuan film bioskop. perode antara tahun 1900 sampai Perang Dunia II yang dapat disebut sebagai periode pertumbuhan ilmu komunikasi. Redwood City. periode keempat adalah periode teknologi komunikasi yang dimulai dari tahun 1960-an sampai sekarang. 1969 Pesawat luar angkasa NASA berpenumpang manusia mendarat di Bulan. Th.

. Pengertian “retorika” menurut Aristotle. Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah “retorika”. Mereka menyusunan aturan retorika yang meliputi lima unsur : . telegraph. Tokoh-tokohnya yang terkemuka pada masa ini antara lain Thomas Wilson. kedua. Kenneth Burke.A. Perancis dan Jerman. bidang kajian komunikasi dan kehidupan sosial mulai berkembang sejalan dengan proses modernisasi yang terjadi. TV dan lain-lain. Rene Descartes. Di bidang pengkajian komunikasi dan pendidikan misalnya. keterampilan komunikasi. menunjuk kepada segala upaya yang bertujuan untuk persuasi. serta kemampuan untuk mengungkapkan fakta-fakta yang mendukung (logika). propaganda. Foss. Socrates. 1985:15). pecahnya Perang Dunia I dan II. adalah penemuan-penemuan teknologi komunikasi seperti telephone.“inventio” (urutan argumentasi) . Jurgen Habermas.al.berlaku sekarang ini memang belum dikenal saat itu. Pertama. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 8 . Semua perubahan ini memberi bentuk dan arah kepada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini.Forsdale. Dalam abad pertengahan studi retorika ini secara institusional semakin mapan. Lebih lanjut Aristotle menyatakan bahwa retorika mencakup tiga unsur yakni : . b. Stephen Tolmin. Cicero dan Quintilian ini. Francis Bacon. dan . aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal. Tokoh-tokoh retorika lainnya yang dikenal pada zaman itu adalahCorax. analisis psikologi sosial komunikasi. Glambattista Vico. 1978). serta . John Locke. dan David Hume. menurut Quintilian dan Cicero merupakan faktor-faktor penentu keberhasilan upaya persuasi yang dilakukan seseorang.“memoria” (ingatan).“ethos” (kredibilitas sumber) . dan penelitian komunikasi komersial.“dispositio” (pengaturan ide) . menurut Aristotle.“logos” (hal yang menyangkut fakta). Para ahli berpendapat bahwa studi retorika sebenarnya telah ada sebelum zaman Yunani (Golden. Pada masa itu. Pengertian retorika sekarang ini menunjuk pada “kemampuan manusia menggunakan lambang-lambang untuk berkomunikasi satu sama lainnya” (Foss et.“eloqutio” (gaya bahasa) . Ernesto Grassl. kemudian menjadi dasar bagi bidang kajian “speech communication” (komunikasi ujaran) dan “rhetoric”. Dengan demikian paya persuasi. Retorika tidak lagi diartikan secara sempit sebagai upaya persuasi. Periode Pertumbuhan : 1900 – Perang Dunia II Pertumbuhan komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu sosial barangkali dapat dikatakan dimulai pada awal bad ke 19.“pathos” (hal yang menyangkut emosi/perasaan). 1981). dan Plato. Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan Mesir Kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemni dan Ptah-Hotep.“pronunciatio” (cara penyampaian pesan) Kelima unsur ini. komunikasi dan pendidikan. Marshall McLuhan. Tokoh-tokoh retorik yang terkenal pada saat ini antara lain : I. 1978. khususnya di negara-negara Inggris. Diasumsikan bahwa komunikasi mempunyai peran dan kontribusi yang nyata terhadap perubahan sosial. Weaver. Sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi pada masa ini. radio. Pokok-pokok pikiran Aristotle ini kemudian dikembangkan lagi oleh Cicero dan Quintilian. Penelitian-penelitian empiris dan kuantitatif mulai banyak dilakukan dalam mengamati proses dan pengaruh komunikasi. Secara umum bidang-bidang studi komunikasi yang berkembang pada periode ini meliputi hubungan komunikasi sosial. menuntut tiga faktor yakni kredibilitas dari pelaku komunikasi yang melakukan kegiatan persuasi. dan Chaim Perelman. 1985. Michel Foucault. richard M. strategi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. kemampuan untuk merangsang emosi/perasaan dari pihak yang jadi sasaran. Richards. Dalam akhir abad ke 18 prinsip-prinsip retorika yang dikemukakan oleh Aristoteles. Ketiga. proses industrialisasi dan modernisasi yang terjadi di negara-negara Eropa Barat dan Amerika. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya pengkajian yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani Kuno dengan perintisnya Aristotle (Golden.

Emile Durkheim. Kedua. Disebut demikian karena pokok-pokok pikiran mereka dipandang sebagai landasan bagi pengembangan teori-teori komunikasi. c. dan Sir Herbert Spencer dipandang punya pengaruh terhadap pengembangan teori-teori komunikasi yang terjadi pada periode ini. Hovland. adanya konsep-konsep baku tentang dasar-dasar proses komunikasi. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi. Hovland (keduanya ahli psikologi sosial). yakni yang merintis upaya pelembagaan pendidikan komunikasi sebagai bidang kajian akademis. merupakan lembaga pendidikan tinggi ilmu komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. (2) asosiasi- PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Istilah “Mass Communication” (Komunikasi Massa) dan “Communication Research” (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Kurt Lewin dan Carl I. Harold Lasswell. Mereka adalah Claude E. Wilbur Schramm sendiri dinilai sebagai “institutionalizer”. Lazarsfeld (ahli sosiologi). Sementara itu dua tokoh lainnya yakni Claude E. 1987). termasuk negara-negara berkembang. Pertama. Sedikitnya ada tujuh tokoh yang punya andil besar dalam periode ini. Amerika lain dan Afrika. studi-studi khusus tentang peranan dan kontribusi komunikasi dalam proses perubahan sosial. Paul F. August Comte. dan WilburSchramm. Shannon. sejalan dengan kegiatan pembangunan yang terjadi di seluruh negara. Periode teknologi komunikasi : 1960-an – Sekarang sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Karena pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 9 . langsung atau tidak langsung juga dipengaruhi oleh gagasan-gagasan para ahli ilmu sosial Eropa. dalam erger dan Chaffee. Pokok-pokok pikiran dari Marx Weber. merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai “insinyur insinyur komunikasi”. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial. Karena jasanyalah pengembangan bidang kajian komunikasi menjadi suatudisiplin ilmu sosial yang mapan dan melembaga menjadi teralisasi. serta “reading and listening”. komunikasi antarpribadi. d. tetapi juga negara-negara berkembang di Asia. Pendekatan komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya. Paul F. dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa. komunikasi kelopok dan organisasi. Carl I. Kurt Lewin. Tokoh-tokoh ilmuwan Eropa lainnya yang dianggap punya andil besar adalah Grabriel Tarde dan Georg Simmel. disebut oleh Wilbur Schramm sebagai “the founding fathers” (para pendiri atau perintis) ilmu komunikasi. Harold D. Pikiran-pikiran baru tentang komunikasi yang terjadi pada masa ini. Nortert Wiener. Lasswell (ahli ilmu politik). karena disadari bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial yang kompleks. “Institute of Communication Research” yang didirikan Schramm di Illonis pada tahun 1947. dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah memasuki periode “lake off” (linggl landas) sejak taun 1950. munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan proses komunikasi. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh tiga hal. terutama Jerman dan Perancis. difusi inovasi. Pada masa itu (menjelang akhir abad ke 18) universitas-universitas di Eropa. Lazarsfeld. Lebih lanjut. juga mulai banyak dilakukan.komunikasi instruksional. Periode konsolidasi : PD II – 1960-an Perode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960-an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia. Ketiga. Secara institusional kepesatan perkemangan ilmu komunikasi pada masa sekarang ini antara lain tercermin dalam beberapa indikator sebagai berikut : (1) jumlah universitas yang menyelenggarakan program pendidikan komunikasi semakin banyak dan tidak hanya teratas dinegara-negara maju seperti AS. adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam.

TV Cable. laser vision. mograts. Sementara sebelumnya populer dengan jurusan Publisitik atau jurnalisik. Periode masa sekarang juga disebut periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut : (1) kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seprti komputer. parabola. 1989. dimana peerangan menjadi salah satu jurusan yang ada di dalamnya. Di Bandung. Dalam bidsang keilmuan. hingga saat ini terdapat 126 definisi. Dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainnya di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik. Pada tahun-tahun berikutnya perguruan-perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi semakin banyak jumlahnya. kompetisi antar industri media. Jawa Barat. Litlejonh. 1950. kerena disadari bahwa informasi di masa sekrang ini merupakan komoditi yang mempunyai nilai tambah. yakni Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (IPK). videotext. dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer. Sejalan dengan perubahan nama Fakultas. dan alat komunikasi jarak jauh lainya. 1981. hasil-hasil penelitian ilmiah ataupun terapan. dan kemudian menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP-UI pada tahun 1983. kemajuan disiplin komunikasi ini juga tercermin dengan (1) semakin banyaknya literatur komunikasi seperti buku-buku.(3) ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks “center periphery” (pusat dan sekelilingnya/ pinggiranya). studistudi komunikasi yang banyak di lakukan (khususnya di negara maju seperti AS) cenderung difokuskan pada proses dan dampak sosial penggunaan teknologi media komunikasi. serta (5) semakin meluasnya proses demokratisasi (liberalisasi ?) ekonomi dan poliik. 1982. Kini perguruan tinggi ini namanya telah berubah menjadi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 10 . serta aspek-aspek yang menyangku manajemen informasi. sekitar 50 teori dan 28 model tentang komunikasi (Dance. (2) tumbunya idustri media yang jangakauanya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regioanal dan global. pendidikan komunikasi dimulai pada tahun 1960 dengan didirikannya Fakultas Djurnalistik dan Publisistik yang berada di bawah naungan Yayasan Pembina Universitas Padjadjaran. akademi tersebut kemudia menjadi bagian sosial politik dari fakultas hukumUniversitas Gajah Mada. Menurut PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Dibukanya jurusan Publisistik ini sekaligus merupakan awal dari munculnya fakultas baru di lingkungan Universitas Indonesia. komunikasi manusia mesin. satelit komunikasi. 1981). Sebagai gambaran. jurusan komunikasi sebenarnya merupakan jurusan yang tergolong “tertua”. ilmu komunikasi telah diajarkan pada akademi ilmu politik di yokyakarta pada tahun 1949. Sebagai akiatnya. dan bentuk-bentuk penerbitan lainnya (2) semakin beragamnya bidangbidang studi spesialisasi komunikasi (3) serta semakin banyaknya teori-teori dan model-model tentang komunikasi yang dihasilkan para ahli. Fakultas ini kemudian menjadi Institut Publisistik. Sebutan jurusan ilmu komuikasi baru dikenal pada sekitar tahu 1970-an. Mcquail & Windahl. teleprinter. aspek-aspek politik dan ekonomi informasi. Kini namanya telah berubah menjadi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOMUNPAD). Di Universitas Indonesia. video home computers. pendidikan komunikasi telah dimulai sejak tahun 1959 dengan dibukanya jurusan Publisistik pada Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan. dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar-budaya. Porsdale. Menurut lapa “perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia” yang dibuat oleh Tun ISKI Semarang. sebutan jurusan Publisistik pun ikut berganti menjadi Departemen Komunikasi Massa (1972). Empat taun kemudian sebutan Fakultas IPK diganti menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS-UI).asosiasi profesional di bidang ilmu komuniksasi juga semakin banyak tidak saja dalam jumlahnya tetapi juga cakupan keanggotaanya yang regional dan internasional. dan tanggal 3 November 1965 diubah statusnya menjadi Fakultas Publisistik Universitas Padjajaran. dan sejak tahun 1983 nama FIS-UI ini diubah lagi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). jurnal-jurnal. VCR.(4) semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara. Perguruan tinggi berikutnya yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi adalah perguruan tinggi Djurnalistik di Jakarta yang didirikan pada tanggal 5 September 1953. dan (3) semakin banyak pusat-pusat penelitian dan pengembangan komunikasi. arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya “transborder data flow”).

ilmu alam (natural science). Bidang-bidang spesialisasi studilainnya seperti komunikasi pembangunan. 2. Jenjang pendidikan yang dielenggarakan pun semakin meningkat. dalam bukunya. kehumasan. Dr. Filsafat dan Agama. Menurut peraturan pendidikan yang baru. yaitu : 1. 4. yakni : 1. Di UI program pendidikan tinggi komunikasi bahkan sudah dielenggarakan sampai jenjang tertinggi yakni S-3 (program doktoral). majalah dan radio. Ilmu alam (yang terbagi atas teoritika dan praktika) 2. Ilmu kebudayaan. termasuk ilmu apa. Endang Saifuddin Anshari. yakni : 1. Humaniora (studi humanitas. Ilmu agama/kerohanian. Tujuan kurikulum umumnya diarahkan pada upaya pemberian pengetauan dan keahlian bagi kalangan yang berkecimpung atau berminat untuk bekerja dalam bidang pers khususnya surat kabar. Marilah kita lihat pendapat para ahli mengenai hal itu. jurusan perpustakaan yang sebelumnya umumnya masuk dalam fakultas sastra. Ilmu pertanian PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 11 . humanities studies). “broadcasting” (siaran radio dan TV). serta bidang penerangan. perfilman. Lama sudah para ahli yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan mempermasalahkan apakah komunikasi itu ilmu atau sekadar pengetahuan. Pada masa sekarang ini. Ilmu sosial. periklanan. apakah termasuk kelompok ilmu sosial (social science). membagi ilmu menjadi tiga kelompok. para ahli yang satu dengan yang lainnya mempunyai pendapat yang berbeda. atau kelompok lain? Mengenai pengelompokan ilmu. semua ahli sama-sama mencantumkan ilmu sosial sebagai salah satu kelompok ilmu. Gama dan Unpad telah mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi komunikasi sampai jenjang S-2 (program magister). Antropologi fisik c. Mohammad Hatta dalam bukunya. Berikut ini adalah pembagian ilmu selengkapnya. pendidikan tinggi komunikasi pada universitasuniversitas/sekolah tinggi di Indonesia tidak lagi terbatas pada bidang kewartawanan/ jurnalistik dan penerangan. Ilmu kultur H. Ilmu farmasi e. sekarang ini dimasukkan sebagai salah satu bidang studi komunikasi.data yang ada hingga kini terdapat sekitar 45 perguruan tinggi/sekolah tinggi/akademi (negeri dan swasta) yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi. informatika dan teknologi komunikasi telah pula diselenggarakan. 1. Biologi b. The Proper Study of Mankin. Ilmu. Apabila komunikasi itu memang ilmu. Ilmu kedokteran d. Sementara di perguruan-perguruan tinggi swasta umumnya hanya diselenggarakan pada tingkatan akademi/program diploma atau sampai S1. Ilmu eksakta dan teknik Pengelompokan ilmu menurut undang-undang tersebut ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Ilmu sosial (yang terbagi atas teoritika dan praktika) 3. Beberapa universitas negeri seperti UI. menggolongkan ilmu menjadi tiga kelompok. MA. 3. Ilmu alam (natural science) 2. Dalam buku tersebut “publisistik dan jurnalistik” termasuk ke dalam ilmu kemasyarakatan (social science). Pada awalnya kurikulum program pendidikan tinggi komunikasi di Indonesia hanya dititikberatkan pada bidang studi jurnalistik dan penerangan. sama dengan penggolongan Stuart Chase dalam bukunya. Dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi Nomor 22 Tahun 1961 dicantumkan penggolongan ilmu pengetahuan yang terdiri atas empat kelompok. Meskipun demikian. Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science) a. Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan. Ilmu kemasyarakatan(social science) 3.

Ilmu seni e. Ilmu Kemasyarakatan (Social Science) a. Geologi j. Jika sosiologi. Ilmu teknik i. Ilmu politik i. Ilmu-ilmu terapan berubungan dengan pengubahan atau pengawasan dari situasi-situasi yang praktis. Ilmu ekonomi c. yang dapat dirasakan guna dan manfaatnya secara langsung dan bersifat sosial. ditinjau dari sudut kebutuhan manusia. Ilmu alam h. Antropologi budaya dan sosial g. Ilmu-ilmu murnimengembangkan ilmu itu sendiri tanpa menanyakan apakah ilmu itu secara langsung berguna bagi masyarakat. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 12 . 2. Ilmu sejarah h. Ilmu pasti g. Prof. Ilmu hukum b. Prof. Harsojo menyatakan bahwa apabila suatu ilmu dipelajari dan dikembangkan dengan tujuan untuk memajukan ilmu itu sendiri. misalnya. 3. Harsojo mengutip pendapat Robert Bierstedt dalam bukunya The Social Order. Ilmu filsafat c. Dan sebagainya. Dalam pada itu. Publisistik dan jurnalistik k. Ilmu agama b. Dan sebagainya. Sosiologi f.f. maka ilmu seperti itu digolongkan ke dalam ilmu-ilmu murni. yang menyusun sejumlah ilmu murni yang erat hubungannya dengan ilmu-ilmu terapan sebagai yang tertera di bawah ini : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. memperkaya diri dengan cara memperoleh pengertian yang lebih mendalam dan lebih sistematis mengenai ruang lingkup atau bidang perhatiannya. Humaniora (Studi Humanitas. Adapun ilmu-ilmu terapan mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah-masalah yang praktis. merpakan ilmu sosial murni. Ilmu jiwa f. Ilmu bahasa d. Ilmu pendidikan j. Humanities Studies) a. Ilmu jiwa sosial d. Ilmu bumi sosial e. Dan sebagainya. maka yang kita maksud dengan pernyataan itu adalah : tujuan langsung sosiologi adalah untuk memperoleh pengetahuan yang sistematis mengenai masyarakat manusia pada umumnya.

tetapi banyak tahap. Rogers. Memang para ahli komunikasi sendiri menganggap demikian. Ini disebabkan oleh jasa Joeph Pulitzer. Pengambilan keputusan banyak dilakukan atas dasar hasil komunikasi antarpersona (interpersonal communication) dan komunikasi kelompok (group communication) sebagai kelanjutan dari komunikasi massa (mass communication). Elihu Katz. komunikasi kelompok.Ilmu-ilmu murni Fisika Astronomi Matematika Kimia Fisiologi Ilmu politik Jurisprudence Zoologi Botani Geologi Sejarah Ekonomi Sosiologi Ilmu-ilmu terapan Bangun karya Navigasi Akuntansi Farmasi Ilmu obat-obatanpolitik Hukum Peternakan Pertanian Bangun karya minyak Jurnalistik Tata niaga Administrasi Diplomasi Dari contoh pengelompokan ilmu tadi. Gagasan Pulitzer ini mendapat tanggapan positif dari Charles Eliot dan Nicholas Murray Butler – masing-masing Rektor Harvard University dan Columbia University – karena ternyata journalism tidak hanya mempelajari dan meneliti hal-hal yang bersangkutan dengan persuratkabaran semata-mata. dan para cendekiawan lainnya menunjukkan bahwa segala sosial yang diakibatkan oleh media massa tidak hanya berlangsung satu tahap. Everett M. dan komunikasi antarpersona. menganggap jurnalistik sebagai ilmu. Oleh sebab itulah di Amerika Serikat muncul communication science atau kadangkadang dinamakan juga communicology – ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosial sebagai akibat dari proses komunikasi massa. Pada tahun 1967 terbit buku The Communicative Arts and Science of Speech dengan pengarang Keith Brooks yang mengetengahkan pembahasan mengenai communicology secara luas. antara lain radio dan televisi. Kebutuhan orang-orang Amerika akan science of communication tampak sudah sejak tahun 1940-an. Hovland mendefinisikan science of communication sebagai : “a systematic attempt to formutate in regorous fashion the principles by which information is transmitted and opinions and attitudes are formed”. dalam menyusun urutan ilmu. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 13 . Sedangkan prosesnya sendiri dari komunikasi itu oleh Hovland didefinisikan sebagai : “The process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify the behaviour of other individuals (communicatees)”. Ini disebabkan oleh objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu lainya. Frank Stanton. Penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld. Maka journalism berkembang menjadi mass communication. seorang tokoh pers kenamaan di Amerika Serikat yang pada tahun 1903 mendambakan didirikannya “School of Journalism” sebagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan. publisistik dan jurnalistik – istilah lain untuk komunikasi – dianggap pengelompokan pada ilmu sosial dan merupakan ilmu terapan (applied science). dalam hal ini ilmu terapan. terutama yang termasuk ke dalam ilmu sosial/ilmu kemasyarakatan. Dan karena termasuk ke dalam ilmu sosial dan ilmu terapan. Mengenai communicology ini Keith Brooks antara lain mengatakan : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Robert Merton. maka ilmu komunikasi sifatnya interdisipliner atau multidisipliner. Wilbur Schramm. Bernard Berelson. Hazel Gaudet. yakni tahun 1457. Bierstedt. Hal ini tidak mengherankan karena pada tahun ia menulis bukunya itu. radio dan televisi juga menyiarkan produk-produk siaran lainnya. Hovland menampilkan definisinya mengenai ilmu komunikasi. Ini dikenal dengan two-step flow communication dan multistep flow communication. bukan sekadar pengetahuan (knowledge). mass communication dianggap tidak tepat lagi karena tidak merupakan proses komunikasi yang menyeluruh. pada waktu seorang sarjana bernama Carl I. tetapi juga media massa lainnya. journalism di Amerika Serikat sudah berkembang menjadi ilmu (science). Selain menyiarkan pemberitaan. Dalam perkembangan selanjutnya.

yang mendapat distorsi dari gangguan-gangguan. more succienctly. Seorang komunikolog adalah seorang ahli ilmu komunikasi. by one or more persons. the actual message or messages communicated. source (s). Dari pendapat Brooks itu jelas bahwa communicoloty atau ilmu komunikasi merupakan integrasi prinsip-prinsip komunikasi yang diketengahkan para cendekiawan berbagai disiplin akademik. then. pidato. Devito dalam bukunya. memberikanpenafsiran. Komunikasi berarti juga suatu filsafat komunikasi yang realistis. They are what we might call the universals of comunication:… the elements that are present in every communication act. with some effect and with some opportunity for feedback. Devito mengenai communicology atau science of communication beserta penjelasannya mengenai arti komunikasi. and cross validates the findings in specialized discipline and research programs. interpersonal. small grop. Communicologist refers to the communication student-researcher teorist or. penerima. yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan. komunikasi massa atau komunikasi antarbudaya). kegiatan komunikasi meliputi komponen-komponen sebagai berikut: konteks. of sending and receiving messages distorted by noise. suatu program penelitian sistematis yang mengkaji teori-teorinya. feedback and effect. Unsur-unsur tersebut agaknya paling esensial dalam setiap pertimbangan mengenai kegiatan komunikasi. Istilah komunikasi dipergunakan untuk menunjukkan tiga bidang studi yang berbeda: proses komunikasi. Devito menegaskan bahwa komunikologi adalah ilmu komunikasi. Oleh karena itu. Betapa luasnya komunikasi ini didefinisikan oleh Devito sebagai : “the act. Communicoloty: An Introduction to the Study of Communication. terutama komunikasi oleh dan diantara manusia.“Many communication scholars in many academic disciplines have contributed to our understanding of the basic processes and the special tpes and forms of communications activity in recent years. dalam suatu konteks. pesan yang dikomunikasikan. dan saling mengabsahkan penemuan-penemuan yang dihasilkan disiplin-disiplin khusus dan program-program penelitian. apakah itu intra-persona. (Kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih. receiver (s). The communication act. regardless of whether it intrapersonal. saluran. pesan. would include the following components: context. menjembatanikesenjangan dalam pengetahuan. dan studi mengenai proses komunikasi. antarpersona. gangguan. decoding processes. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 14 . proses penyampaian atau proses encoding. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. sending or encoding processes receiving. noice. interprets. mendefinsikan communicology sebagai berikut : “Communicology is the study of the science of communication. particularly that subsection concerned with communication by and among humans. These elements seem the most essential in any consideration of the communication act. mass communication or intercultural communication”. the communication scientist… The term communication has been used as a catch all to refer to three different areas of study: the process or act of communicating. A communicology is concerned with the integration of communication principles from this scholars. A communicology also stands for a realistic philosophy of communication. …unsur-unsur yang terdapat pada setiap kegiatan komunikasi. arus balik dan efek. Komunikasi merupakan program yang luas yang mencakup – tanpa membatasi dirinya sendiri – kepentingan-kepentingan atau teknik-teknik setiap disiplin akademik. within a context. messages. public speaking. Ini dapat kita namakan kesemestaan komunikasi. a systematic research program which tests its theories. fills in gaps in knowledge. Dalam pada itu Joseph A. It provides a broad program wich includes but not does limit itself to the interests or techniques of any one academic discipline”. Demikian pendapat Joseph A. yang menimbulkan efek dan kesempatan untuk arus balik. sumber. and the study of the process of communicating”. penerimaan atau proses dekoding. kelompok kecil. channels.

radio. “communicationis the process by wich an individual transmits stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. ahli komunikasi dan pendidikan. maintained. Dalam penerbitan Department of Communication University of Hawaii itu diberikan contoh-contoh untuk membuktikan communication as a social science. Selanjutnya forsdale mengatakan. bahwa pemberian signal dalam komunikasi dapat dilakukan dengan maksud tertentu atau dengan disadari dan dapat juga terjadi tanpa disadari. Bila orang yang mengirim signal menggunakan bahasa yang sama denganorang yang menerima. tidak mencakup proses komunikasi tatap muka (face-to-face communication) yang juga tidak kurang pentingnya. pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses. radio. komunikasi massa terbatas pada proses penyebaran pesan melalui media massa. Begitu juga dalam ruang lingkupnya. Janis dan Kelley Hovland. Jelas pla bahwa mass communication merupakan salah satu bidang saja dari sekian banyak bidang yang dpelajari dan diteliti oleh ilmu komunikasi. maka si penerima akan dapat memahami maksud dari signal tersebut. di pasar. struktur-struktur dan perkembangan strategi komunikasi untuk tujuan-tujuan sosial selanjutnya. Jadi. intercultural communication. bukan sebagai suatu hal. movies. teori-teori.Dalam pada itu Department of Communication University of Hawaii dalam penerbitan yang dikeluarkan secara khusus menyatakan communication as a social science. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. group communication. Demikianlah beberapa hal yang menunjukkan bahwa komunikasi adalah ilmu. Ditegaskan dalam Encyclopedia Internasional bahwa mass communication is a process by which a message is transmitted through one more of the mass media (newspapers. Misalnya setiap bahasa mempunyai aturan tertentu baik bahasa lisan. yakni surat kabar. televisi. interpersonal communication. Atas dasar itu. Dengan berkomunikasi. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa varbal dan nonverbal yang mempunyai aturan tertentu. dan ilmu komunikasi ini termask ke dalam ilmu sosial yang meliputi intrapersonal communication. manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 15 . dan buku. tetapi kalau tidak mungkin dia tidak dapat memahami maksudnya. Dan ditegaskan di situ bahwa bidang studi ilmu sosial mencakup tiga kriteria : 1. film. Bidang studi dilandasi analisis kuantitatif atau empiris (the field of study is grounded in quantitative or empirical analysis) 3. Dengan katakata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Bidang studi mempunyai tradisi yang diakui (the field of study has a recognized tradition). di tempat pekerjaan. Definisi Hovland. dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. dan diubah. majalah. mass communication. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. bahasa tulisan maupun bahasa isyarat. Definisi Forsdale Menurut Lois Forsdale (1981). dipelihara. and books) to an audience that is relatively large and anonimous. Pada definisi ini komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses. 2. Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. television. Dengan adanya aturan ini menjadikan orang yang menerima signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal yang diterimanya. kepada mahasiswa diberikan mata kuliah-mata kuliah mengenai asas-asas. dan sebagainya. Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu. definisi Forsdale ini kelihatannya lebih umum dari definisi pertama yang mengatakan komunikasi hanya terjadi dengan penuh kesadaran sedangkan pada Forsdale dapat dalam kondisi sadar dan tidak sadar. Janis dan Kelley seperti yang dikemukakan oleh Frosdale (1981) adalah ahli sosiologi Amerika. and altered by means of shared signals that operate according to rles”. Kalau kita bandingkan dengan definisi pertama. kalau definsi pertama lebih menekankan komunikasi hanya diantara manusia. mengatakan bahwa. Bidang studi didasarkan atas teori (the field of study is theory based) 2. “communication is the process by which a system is established. sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan. 1. terutama dalam kehidupan organisasi. magazines.

Definisi Arni Muhammad Berdasarkan prinsip umum dari definisi di atas dan berdasarkan bahwa pengertian komunikasi ini akan digunakan untuk memahami komunikasi organisasi. Komunikasi merupakan suatu proses dimana yang terlibat. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/ makna yang perlu difahami bersama oleh pihak-pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan komunikasi (menurut William Albig). dan yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Bahasa Bahasa baik yang bersifat lisan maupun tulisan. dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain. Definisi William J. Pada definisi inpun komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan. Ruben Brent D. Dia mengatakan komunikasi adalah proes dengan mana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan. Ruben (1983) memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut : Komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya. Definisi Brent d. dan tidak ada henti-hentinya. dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan. seorang kepala bagian. Begitu juga halnya dengan si penerima pesan dapat berupa seorang anggota organisasi. mengirimkan. 3. mengganggukan kepala. 2. mengumpulkan bahan. kelompok orang dalam organisasi. dan sebagainya. tersenyum. 4. Isyarat Misalnya dengan menggerakkan suatu bagian badan seperti kerlingan mata. ada yang mengatakan pemberian signal dan ada pula yang mengatakan pengiriman informasi dan simbol tetapi menurut penafsiran penulis semua istilah itu cenderung untuk menyatakan maksud yang sama yaitu pengiriman pesan yang akan diinterpretasikan oleh si penerima pesan. Proses komunikasi merupakan proses yang timbal balik karena antara si pengirim dan si penerima saling mempengaruhi satu sama lain. pimpinan. berubah-ubah. Misalnya kalau kita ingin berpidato di depan umum sebelum berpidato tersebut kita telah melakukan serentetan sub aktivitas seperti membuat perencanaan.sedangkan pada definisi kedua komunikasi baik diantara manusia maupun komunikasi dalam sistem kehidupan binatang. maka penulis berusaha menyusun definisi sendiri seperti berikut : komunikasi adalah pertkaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. dan diberi arti. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 16 . Tanda PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. kelompok. yaitu mengirim dan menerima pesan tetapi sesungguhnya komunikasi adalah suatu fenomena yang kompleks yang sulit dipahami tanpa mengetahui prinsip dan komponen yang penting dari komunikasi tersebut. menciptakan dan berbagi informasi satu sama lain untuk mencapai saling pengertian (Everett M. melatih diri di rumah. dalam kelompok. diterima. atau organisasi. atau orgnaisasi secara keseluruhan. 5. Yang dimaksud dengan lambang dalam pengertian komunikasi di atas adalah : 1. Ada yang mengatakan proses pengiriman stimulus. Istilah proses maksudnya bahwa komunikasi itu berlangsung melalui tahap-tahap tertentu secara terus-menerus. Rogers). Kelihatannya dari definisi ini proses komunkasi sangat sederhana. jelas bahwa pada hakikatnya komunikasi merupakan suatu proses tetapi proses mengenai apa belumlah ada kesepakatan. Si pengirim pesan dapat berpa seorang individu. Seller Seiler (1988) memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat universal. baru kemudian tampil berpidato didepan umum. menentukan tema pidato. Dari keempat definisi yang dikemukakan di atas. 3.

yaitu kata communio atau common. Dalam situasi tertentu pula komunikasi dimaksudkan atau ditujukan untuk merubah sikap (attitude). b. yaitu : 1. Communication to designate interaction by means of signs and symbols. 1964) 4. Berdasarkan prinsip-prinsip pendefinisian itu maka Dance (1970). Secara sederhana Kamus Umum Bahasa Indonesia menjelaskan pengertian “komunikasi” sama dengan perhubungan. Komunikasi adalah sebagai penggunaan lambang. sehingga ada efek tertentu yang diharapkan. c. 1959) 5. Dalam situasi tertentu. Carl I. gambar-gambar lain. 2. Hovland dan buku Social Communication menjelaskan : Komunikasi adalah proses bilamana seseorang individu (komunikator) mengoper stimulans (biasanya lamang katakata) untuk merobah tingkah laku individu lainnya (komunikan) (Communicationis the process by which an individual) (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify the behavior of other individuals communicant). kuning berarti hati-hati. Communications is the process by which an individual (the communicator) transmits stimulus (usualy verbal symbols) to modify. Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna sama bagi kedua pihak. Wilbur Schramm dalam uraiannya “How communications works” mengatakan : Komunikasi berasal dari bahasa Latin. William Albig dalam bukunya Public Opinion mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu (communication is the process of transmitting meaninfull symbols between individuals). Noel Gist dalam bukunya Fundmentals of Sociology mengemukakan pendapatnya : Bilamana interaksi sosial meliputi pengoperan arti-arti dengan menggunakan lambanglambang. Komunikasi adalah sebagai transmisi informasi. Pemahaman beberapa ahli akan maksud komunikasi dapat memperluas pemahaman kita tentang nilai-nilai komunikasi. d. Komunikasi adalah aktivitas yang datang dari pihak lain/mempengaruhi. Communication is process that makes common to or several what was the monopoly of one or some (Gode. 1939) Aubrey Fisher (1986) juga menyusun lima kategori definisi komunikasi. Komunikasi adalah sebagai aktivitas dari suatu pihak. hijau berarti boleh jalan. Bilamana kita PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. berarti berpartisipasi atau memberitahukan. Komunikasi adalah yang menekankan sharing atau pemilikan. (3) definisi yang menempatkan komunikasi sebagai fenomena stimuli respons. komunikasi menggunakan media tertentu untuk mencapai sasaran yang jauh tempatnya dan/atau banyak jumlahnya. sehingga communis opinio berarti pendapat umum atau pendapat mayoritas. pendapat (opinion) atau tingkah laku (behavor) seseorang atau sejumlah orang. the behavior of other individual (Hoveland. dan sebagainya. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 17 . dan Stappers berhasil menyusun enam kategori “serba makna” atas definisi komunikasi. antara lain : a. 4. grafik. Gambar Misalnya peta. (Cullen. dan (5) definisi yang melihat komunikasi sebagai kategori sosial. (2) definisi yang menempatkan komunikasi sebagai kontrol sosial. Lima kategori definisi itu adalah : (1) definisi komunikasi yang memusatkan perhatian pada penyampaian atau pengoperasian pesan. 1948) 3. Dengan komunikasi orang dapat menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada kelompok ataupun kepada masyarakat luas. Berdasarkan etimologi kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin communicare. Communication is an information transformation process which originates at mind and ends at a mind (Toda. Communication is the discriminatory respons of an organisme to a stimulus (Stevens. Communication is essentially the relationship set up by the transmission of stimully and the evocation of response (Cherrey. (4) definisi komunikasi yang menekankan unsur kebersamaan arti (commoness of meaning). Kata communis berarti milik bersama atau berlaku di mana-mana. 1967) 6.Misalnya dalam peraturan lalu lintas : merah berarti berhenti. it is known as communication). itulah komunikasi (When social interaction involves the transmission of meanings through the use of symbols. Komunikasi adalah yang menekankan hubungan. 1950).

Frank E. komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku (Anderson. ataupun isyarat. Pengurangan rasa ketidakpastian Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian. sehingga sikap. ide atau pemahaman dapat dimengerti oleh komunikator maupun oleh komunikan. Disamping lima pandangan di atas. pandangan dan pemahamannya) ke pola dan pemahaman yang dikehendaki komunikator. pengirim atau sumber) 2. ide dan gagasan) 3. Jadi esensi komunikasi itu ialah menemukan dan memadukan si penerima dan si pengirim atas isi pesan yang khusus. mencapai ide yang sama demi tujuan bersama pula. Dance (1976). juga dalam tingkatan biologis. nilai. 1954) 2. Dari kelioma buah pikiran di atas dapat dilihat adanya dua nilai yang selalu ada. 1964) 5. adalah salah satu perwujudan komunikasi. Nilai pertama adalah informasi. Jadi proses penyampaian informasi itu berdaya guna (berefek) terhadap komunikan maupun komunikator). PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 18 . (Communication comes from Latin communio = common. Pengertian/pemahaman Komunikasi adalah suatu proses dengan mana kita bisa mehamai dan dipahami oleh orang lain. apakah itu berupa lambang-lambang atau berpa gambaran yang menjadi stimulans. Pesan atau message itu jelas wujud dan proses (pengoperannya).mengadakan komunikasi itu berarti kita mencoba membagikan informasi… agar si penerima maupun si pengirim sepaham atas suatu pesan tertentu. merubah pola pikir atau sikap orang lain (komunikan) untuk dapat membangun kebersamaan. X. paradigma Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk memahami komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan : Who says what in which channel to whom with what effect? Pertanyaan ini mengandung lima unsur dasar dalam komunikasi. atau alamat) 5. Dari definisi-definisi ia menemukan adanya 15 (lima belas) komponen konseptual pokok. Dengan hasil/dampak apa? (efect. sikap atau gagasan) dari komunikator untuk merubah serta membentuk perilaku komunikan (pola. Siapa mengatakan? (komunikator. Komunikator memberikan rangsangan (stimulans). pesan melaluimedia atau lambang-lambang. Secara ontologis dapat dilihat. 1959) 3. Nilai kedua adalah persuasif. Onong Uchjana Effendy dalam bukunya Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek mengatakan : Komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh komunikator kepada komunikan. e. Proses PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. yaitu : 1. Kepada siapa? (komunikan. Interaksi/hubungan/proses sosial Interaksi. Secara aksiologis diperlihatkan proses pemindahan pesan tersebut dari komunikator kepada komunikan. Ecara epistomologis nampak bahwa komunikasi bertujuan merubah tingkah laku seseorang. menginventarisasi 126 definisi komunikasi yang berbeda-beda satu sama lainnya. Berikut adalah gambaran mengenai kelima belas komponen tersebut disertai dengan contohcontoh definisinya. yakni proses pemindahan itu hendak mencapai satu sasaran. mempertahankan atau memperkuat ego (Bamlund. karena tanpa komunikasi tindakan-tindakan kebesamaan tidak akan terjadi (Mead. 1. sikap. Dengan saluran mana? (media. Apa (message : pesan. orang yang menerimanya dan memahaminya. bertindak secara efektif. tulisan. Simbol-simvol/verbal/ujaran Komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal (Hoben. channel dan sarana) 4. apakah itu dengan bahasa lisan. bahwa komunikasi itu adalah hubungan atau proses pemindahan dan pengoperan arti. 1963) 4. ide. When we communicate we are trying to share information… the receiver and the sender tuned together for a particlar message). message. penerima. seorang sarjana Amerika yang menekuni bidang komunikasi. hasil komunikasi) Maka dapat disimpulkan bahwa arti komunikasi adalah : seni penyampaian informasi (pesan.

dari suatu sumber terhadap penerima. emosi. Waktu/situasi Proses komunikasi merupakan suatu transisi dari suatu keseluruhan struktur situasi ke situasi yang lain sesuai pola yang diinginkan. (2) komunikasi kelompok. (Newcomb. angka-angka. 1953) 11. 1957) 8. melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata. serta (4) teori-teori kritis dan interpretif. keahlian. alat apa yang dipakai sebagai saluran pengalihan. Sementara kelompok teori-teori kontekstual terdiri dari teori-teori tentang. ilmu komunikasi adalah : Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. dan lain-lain (Berelson dan Steiner. gagasan. secara umum teori-teori komunikasi dapat dibagi dalam dua kelompok. 1955) 7. (Ayer. Definisi Hovland di atas menunjukkan bahwa yang dijadikan objek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi. Kata komunikasi kadang-kadang menunjuk kepada apa yang dialihkan. (Schacter. 1951) Kelima belas komponen konseptual tersebut di atas merupakan kerangka acuan yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menganalisis fenomena peristiwa komunikasi. Hovland. (Sondel. (Stevens. Kelompok pertama disebut “teori-teori umum” (general theories). secara gabungan (kombinasi dari beberapa komponen) ataupun secara keseluruhan. Menurut Littlejon (1989). Oleh karena itu komunikasi juga menuntut adanya partisipasi. dan (4) komunikasi massa. dan lain-lain. (Miller. (Ruesch. Kekuasaan/kekuatan Komunikasi adalah suatu mekanisme yang menimbulkan kekuatan/kekuasaan. 1956) 15. Stimuli Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai penyampaian informasi yang berisikan stimuli diskriminatif. dan lain-lain. Tanggapan diskriminatif Komunikasi adalah tanggapan diskriminatif dari suatu organisme terhadap suatu stimulus. Komponen-komponen tersebut. dapat dijadikan sebagai fokus perhatian dalam penelitian. berdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatannya. (Gode. Replikasi memori Komunikasi adalah proses yang mengarahkan perhatian seseorang dengan tujuan mereplikasi memori. 1966) 13. Dalam banyak kasus. (3) komunikasi organisasi. (1) komunikasi antar pribadi. Tujuan/kesengajaan Komunikasi pada dasarnya penyampaian pesan yang disengaja dari sumber terhadap penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku pihak penerima. seperti telegraf. 1950) 12. 1966) 14. Menurut Carl I. Saluran/alat/jalur Komunikasi adalahalat pengiriman pesan-pesan kemiliteran perinta/order. (2) teori-teori “behavioral” dan “cogitive” (3) teori-teori konvensional dan interaksional. (American College Dictionary). apa yang dialihkan itu kemudian menjadi milik atau bagian bersama. Pengalihan/penyampaian/pertukaran Penggunaan kata komunikasi tampaknya menunjuk kepada adanya sesuatu yang dialihkan dari suatu benda atau orangke benda atau orang lainnya. baik secara tersendiri. Menghubungkan/menggabungkan Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dalam kehidupan dengan bagian lainnya. 1964) 6. kurir. (Cartier dan Harwood. 10. melainkan juga pembentukan pendapat umum PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W.Komunikasi adalah proses penyampaian informasi. gambar-gambar. Kelompok kedua adalah kelompok “teori-teori kontekstual” (contextual theories). Ada empat jenis teori yang diklasifikasikan masuk ke dalam kelompok teori-teori umum : (1) teori-teori fungsional dan struktural. atau menunjuk kepada keeluruhan proses upaya pengalihan. dan lain-lain. telepon. Kebersamaan Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. radio. 1959) 9. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 19 .

Carl I. berdasarkan paradigma Lasswell tesebut. communicatee. Pengendalian. opini. yaitu bahwa komunikasi bertujuan untuk mempengaruhi orang lain. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of other individuals). baik yang datang dari dalam organisasi ataupun dari luar organisasi. Perasaan bisa berupa keyakinan.(public opinion) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang amat penting.Komunikan (communicant. 8. yaitu komunikasi antara pihak pimpinan dan karyawan bertujuan untuk menemukan penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi. Para peminat komunikasi seringkali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya. peraturan. impact. dan pemikiran alternatif pemecahan masalah. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 20 . dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati. Bahkan dalam definisinya secara khusus mengenai pengertian komunikasinya sendiri. yaitu sebagaipenyaring informasi. kekhawatiran.Komunikator (communicator. seorang manajer berkomunikasi dengan para karyawannya untuk menciptakan suasana yang baik. 6. The Structure and Function of Communication in Society. komunikasi adalah : 1. Pikiran bisa merupakan gagasan. pendapat. 7. Umpan balik (feedback).Pesan (message) . yaitu mengontrol setiap pelaksanaan program agar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan dan untuk memenuhi sasaran yang tepat dalam pelaksanaan serta menghindari adanya kesenjangan informasi. keragu-raguan. Dalam perselisihan yang berat. 2.Efek (effect. dan ubungan yang menyenangkan. Komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). maka kesatuan akan hancur. hubungan baik hanya dapat dikembalikan melalui proses komunikasi yang berkelanjutan. source. kepastian. 9. sender) . receiver. 5. komunikasi merupakan sasaran pelicin agar kelompok dapat berfungsi dengan baik. Pengaruh.Media (channel. Memberikan informasi. Mempermudah perubahan. Menurut UdaiPareek. sehingga informasi yang berkembang senantiasa relevan dengan kepentingan dan kebutuhan informasi. 4. keberanian. Pengambilan keputusan memerlukan berbagai macam komunikasi. perhatian dan dukungan. media) . kemarahan. influence). 3. sangat penting. sikap yang benar. Jika komunikasi terputus. Dalam hal ini komunikasi yang merupakan ungkapan perasan. Pemecahan masalah (problem solving). komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut : Who says what in which channel to whom with what effect? Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu. Hovland menampilkan definisinya mengenai ilmu komunikasi. perkembangan organisasi dan sebagainya. Hovland mendefinisikan science of communication sebagai : “a systematic attempt to formulate in PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. kegairahan. yakni : . recipient) . Pembentukan kelompok. informasi. yaitu komunikasi antarkaryawan dapat membantu kesulitan perubahan terhadap tindakan perbaikan dalam organisasi. berguna untuk mengetahui prestasikerja karyawan dan memperoleh langkah-langkah perbaikan yang diperlukan sekaligus memberikan motivasi kepada pihak organisasi untuk mengembangkan rencana-rencana yang menantang dan realistik. Jadi. dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Menjaga pintu. misalnya pertukaran informasi. yakni pengiriman informasi dari sumber kepada orang lain atau sekelompok yang dapat berupa kebijakan organisasi.

The communication act. Pada tahun 1967 terbit buku The Communicative Arts and Science of Speech dengan pengarangnya Keith Brooks yang mengetengahkan pembahasan mengenai communicology secara luas. yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan. (kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih. A communicology also stands for a realistic philosophy of communication. pesan yang dikomunikasikan dan studi mengenai proses komunikasi. sending or encoding processes receiving. Communicologist refers to the communication student-researcher teorist or. feedback and effect. the communication scientist… The term communication has been used as a catch all to refer to three different areas of study: the process or act of communicating. Komunikologi merupakan program yang luas yang mencakup – tanpa membatasi dirinya sendiri – kepentingan-kepentingan atau teknik-teknik setiap disiplin akademik. ini didefinisikan oleh Devito sebagai : “the act. source (s).rigorous fashion the principles by wich information is transmitted and opinions and attitudes are formed”. Istilah komunikasi dipergunakan untuk menunjukkan tiga bidang studi yang berbeda : proses komunikasi. Sedangkan prosesnya sendiri dari komunikasi itu oleh Hovland didefinisikan sebagai : “the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify the behaviour of other individuals (communicatees)”. more succinetly. regardless of wheteher it intrapersonal. yang menimbulkan efek dan kesempatan untuk arus balik. A communicology is concerned with the integration of communication principles form this scholars. of sending and receiving messages distorted by noise. Mengenai Communicology ini Keith Brooks antara lain mengatakan : “Many communication scholars in many academic disciplines have contributed to our understanding of the basic processes and the special types and forms of communications activity in recent years. with some effect and with some opportunity for feedback. the actual message or messages communicated. Devito menegaskan bahwa komunikologi adalah Ilmu Komunikasi. and the study of the process of communicating”. It provides a broad program which includes but not does limit itself to the interests a board program which includes but not does limit itself to the interests a broad program wich includes but not does limit itself to the interests or techniques of any one academic displine”. dalam suatu konteks. and cross validates the findings in specialized discipline and research programs. wold include the following components: contect. Karena itu kegiatan komunikasi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Dari pendapat Brooks itu jelas bahwa Communicology atau Ilmu Komunikasi merupakan integrasi prinsip-prinsip komunikasi yang diketengahkan para cendekiawan berbagai disiplin akademik. messages. public speaking. yang mendapat distorsi dari gangguan-gangguan. Seorang komunikolog adalah seorang ahli ilmu komunikasi. These elements seem the most essential in any consideration of the communication act. menjembatani kesenjangan dalam pengetahuan. fills in gaps in knowledge. processes. channels. dan saling mengabsahkan penemuan-penemuan yang dihasilkan disiplin-disiplin khusus dan program-program penelitian. then. by one or more persons. within a context. particularly that subsection concerned with communication by and among humans. a systematic research program which tests its theories. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 21 . suatu program penelitian sistematis yang mengkaji teori-teorinya. They are what we might call the universals of communication : …the elemtns that are present in every communication act. decoding. interprets. noise. Joseph A. mass communication or intercltural communication”. Devito dalam bukunya Communicology : An Introduction to the Study of Communication mendefinisikan Communicology sebagai berikut : “Communicology is the study of the science of communication. Komunikasi berarti juga suatu filsafat komunikasi yang realistis. receiver (s). terutama komunikasi oleh dan diantara manusia. Betapa luasnya komunikasi. memberikan penafsiran. interpersonal. small group.

komunikasi massa atau komunikasi antar budaya). commonness). pertukaran. Jadi setiap langkah. selain terjadi hubungan antar manusia juga terjadi interaksi atau saling mempengaruhi. ada tiga unsur utama dari definisi komunikasi yang luas dan komprehensif. Kata sifatnya „communis” artinya bersifat umum dan terbuka. Definisi Hovland di atas menunjukkan bahwa yang dijadikan obyek ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi. Justru itu semua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Artinya proses merupakan perubahan atau serangkaian tindakan dan peristiwa selama beberapa waktu menuju suatu hasil tertentu. sumber. Lawrence Kincaid & Wilbur Chramm (1977:6). proses penyampaian atau proses encoding. dan (3) mencakup aspek manusia dan bukan manusia. dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya. Unsur-unsur tersebut agaknya paling esensial dalam setiap pertimbangan mengenai kegiatan komunikasi. penerima. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses merubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of other individuals). Jadi komunikasi atau berkomunikasi berarti suatu upaya bersama-sama orang lain. pemberian bagian (dalam sesuatu). Istilah ini bersumber dari bahasa Latin communicatio yang artinya pemberitahuan. Komunikasi pada hakekatnya adalah suatu proses sosial. Pendapat Wilbur Schramm dan Kincaid tersebut. berunding atau berdialog. ikut mengambil bagian. pesan. Ini dapat kita namakan kesemestaan komunikasi… unsur-unsur yang terdapat pada setiap kegiatan komunikasi. menyebut komunikasi sebagai proses saling membagi atau menggunakan informasi secara bersama dan pertalian antara para peserta dalam proses informasi. Beberapa sarjana. Bahkan dalam definisinya secara khusus mengenai pengertian komunikasinya sendiri. maka komunikasi dalam arti yang sebenarnya tidak tercapai. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 22 . gangguan. saluran. melainkan juga dengan tujuan mengubah tingkah laku orang lain. Istilah proses memang berarti sesuatu yang sedang berlangsung. Kata kerjanya “communicare” artinya bermusyawarah.. bersama-sama (Inggrisnya common. Hovland. Seperti telah diutarakan di muka. pidato. Dalam hubungan ini D. maka dalam komunikasi. antar persona. Itulah sebabnya perubahan merupakan hasil proses komunikasi yang tidak mungkin dielakkan. Pada saat arti dan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Istilah komunikasi diambil dari perkataan Inggeris “communication”. Sebagai proses sosial. yaitu sesuatu yang berlangsung atau berjalan antar manusia. yang pernah ditulis sebelumnya. apabila komunikasinya itu memang komunikatif seperti diuraikan di atas. merupakan juga bagian yang penting dalam komunikasi. komunikasi bukan saja sekedar penyampaian pesan.meliputi komponen-komponen sebagai berikut : konteks. pendapat atau perilaku orang lain. Menurut Carl I. Akan tetapi seseorang akan dapat merubah sikap. (2) pengiriman informasi. apakah itu intrapersona. adalah proses komunikasi yang asasi. Carld I Hovland (1955) misalnya tegas-tegas merumuskan : “Komunikasi adalah proses dengan mana seorang individu (komunikator) mengoperkan stimuli (biasanya menggunakan lambang-lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku individiu (komunikan) yang lain”. atau pembangunan kebersamaan dengan orang lain dengan membentuk perhubungan. arus balik dan efek. kelompok kecil. tetapi juga pembentukan pendapat umum (public opinion) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang amat penting. ilmu komunikasi adalah paya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. mulai pesan diciptakan sampai menimbulkan pengaruh atau perubahan pada sasaran. Definisi dari Flipo. penerimaan atau proses dekoding. melkiskan komunikasi itu sebagai suatu proses pengoperan pesan antara manusia. arti. Dalam definisi Hovland ini. dan pengertian. bila informasi dikirimkan dan diterima tetapi tidak mengerti. yaitu : (1) komunikasi harus dipandang sebagai suatu proses. di sini jelas bahwa masalah pengaruh pesan itu. mau tidak mau pasti mengalami perubahan. sebenarnya merupakan “sanggahan” pada teori Schramm sendiri.

tanaman. maka penerimaan dan penafsiran terhadap pesan-pesan komunikasi dapat dikatakan telah terjadi. Hubungan adalah sentral Rumusannya antara lain : “Communication is essentially the relationship set up by the transmission of stimuli and the evocation of response” (Cherrey. 1967) 6. juga Fisher (1986) membuat pula 5 (lima) kategori dari definisi yang berhasil diketemukannya. Penggunaan lambang Rumusannya antara lain : “To designate interaction by means of signs and symbols” (Cullen. the behavior of other individual” (Hoveland. sedang Shachter menulis : “Komunikasi merupakan mekanisme untuk melaksanakan kekuasaan”. emosi. 2. Hovland (1948) yang kemudian dikemukakan juga antara lain olehShannon dan Weaver (1949) danoleh Shachter (1961). dan (5) definisi yang melihat komunikasi sebagai integrator sosial. Susanto (1978) menulis : “Komunikasi adalah kegiatanpengoperanlambang yang mengandung arti/makna. Hasil adalah yang utama : “Sharing” atau pemilikan Rumusannya antara lain : “It is a process that makes common to or several what was the monopoly of one or some” (Gode. dimungkinkan suatu mesin elektronis (misalnya : komputer) menjadi pengirim dan penerima informasi di dalam suatu sistem komunikasi modern. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 23 . demikian juga Astrid S. mengakui bahwa pengirim (encoder) dan penerima (decoders) informasi dapat merupakan obyek yang hidup atau bernyawa maupun benda mati. melalui penggunaan simbol. 4. (4) definisi yang menekankan pada unsur kebersamaan arti. Padahal dengan perkembangan yang pesat dibidang teknologi dewasa ini. Unsur ketiga dari suatu definisi yang lengkap harus mencakup aspek manusia dan bukan manusia. Brelson dan Steiner (1964) juga merumuskan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi. Aktivitas dari suatu pihak Rumusannya antara lain : “Communication is the discriminatory response of an organism to a stimulus” (Stevens. 1939) Selain pengelompokan Stappers di atas. Menurut Dance (1970). Shannon dan Weaver (1949) menyatakan bahwa komunikasi menyangkut semua prosedur melalui mana fikiran seseorang dapat mempengaruhi orang lainnya. keterampilan. 1964). atau diterima tetapi tidak ditafsirkan secara tepat. Transmisi informasi Rumusannya antara lain : “Communication is an information transformation process which originates at a mind and ends at a mind” (Toda. 1948). Suatu definisi proses komunikasi modern yang tepat. mesin. Bila informasi dikirimkan oleh suatu pihak dan tidak diterima oleh pihak lain yang menjadi sasaran komunikasi. Definisi yang menempatkan komunikasi sebagai kontrol sosial di mulai oleh Carl I. akhirnya Stappers berhasil membuat enam kategori dari multi makna definisi komunikasi. idea. angka. dan seterusnya. (2) definisi yang menempatkan komunikasi sebagai kontrol sosial. Aktivitas datang dari fihak lain : mempengaruhi Rumusannya antara lain : “The process by which an individual (the communicator) “transmits” stimuli (usually verbal symbols) to modify. sebagaimana dikutip oleh Djajusman (1985:14-15) sebagai berikut : 1. dimana hanya manusia saja yang berperan sebagai pihak pengirim dan penerima informasi. Tahun 1939 oleh William Albig (1939) yang menulis bahwa komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu-individu. 1959) 5. dan binatang dapat juga secara bersamaan menjadi suatu saluran atau jaringan kerja komunikasi. Baik Hoveland maupun Shannon & PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. 1950). grafik dan lain-lain. Baik manusia. (3) definisi yang memandang komunikasi sebagai fenomena stimuli-respons. Kelima kategori itu adalah (1) definisi yang memusatkan perhatian pada penyampaian atau pengoperan. Hoveland merumuskan: “Komunikasi adalah proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk mengubah tingkahh laku orang lain. 3. Banyak pembahasan mengenai proses komunikasi membatasi hanya pada interaksi antar manusia.pengertian dirubah menjadi informasi. maka terjadilah apa yang disebut “miskomunikasi”.

melainkan manusia yang berinteraksi atau pengguna informasi. sebagai inti komunikasi. Perumusan ini bermaksud bahwa komunikasi yang baik atau efektif. sehingga kadang-kadang orang sering keliru menafsirkan dan menandainya. Selain itu Djajusman (1985) menekankan pada interaksi sosial. komunikasi dapat dirumuskan sebagai “kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh kemampuannya. dan selalu berubah-ubah. bergerak. yang dengan begitu saja dapat diserahkan atau diberikan dari seseorang kepada orang yang lain. yang mengandung arti atau makna. Komunikasi adalah suatu tingkah laku. secara teknis pelaksanaan. Karena sifatnya yang sangat cair dan mudah berubah itu. Kedua definisi ini juga tidak melihat adanya pengirim dan penerima. Lebih dari suatu barang yang tertentu. dEngan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan definisi mengenai komunikasi itu. Atau lebih jelasnya. ada yang menekankan pada fungsi dan sebagainya. Dari sudut pandang pertukaran makna. komunikasi dapat didefinisikan sebagai “proses penyampaian makna dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain melalui media tertentu”. pengirim dapat mengetahui apakah pesannya dimengerti dan sejauh mana pesannya dimengerti oleh orang yang dikirimi pesan itu. Kategori ini ditemukan juga dalam kategori Stappers di muka yaitu aktivitas datang dari fihak lain untuk mempengaruhi. Penerima menerima pesan. Kedua definisi di atas memberi tekanan pada pesan atau informasi. Dengan menerima tanggapan dari si penerima pesan itu. pengirim pesan dapat menilai efektifitas pesan yang dikirimkannya. mengenai fikiran. Pertukaran makna merupakan inti yang terdalam dari kegiatan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. suatu pemindahan atau penyampaian informasi.Weaver menerima unsur penyampaian dan penggunaan lambang dengan memberi tekanan pada tujuan mempengaruhi. penerima pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertentu pula kepada orang yang menyampaikan pesan itu kepadanya”. adalah komunikasi yang mampu menciptakan kebersamaan arti bagi orang-orang yang terlibat. Gode (1969) yaitu : “Komunikasi adalah suatu proses yang membuat adanya kebersamaan bagi dua atau lebih orang yang semula dimonopoli oleh satu atau beberapa orang”. fungsi komunikasi sebagai integrator sosial atau perekat hidup bersama. Tanpa persamaan arti. Ada pakar yang menekankan pada tujuan. Gagasan itu diolahnya menjadi pesan dan dikirimkan melalui media tertentu kepada orang lain sebagai penerima. sebab yang digunakan bersama dalam komunikasi adalah informasi. Atau perbuatan penyampaian suatu gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lainnya. masih bisa kita tambahkan dengan satu kategori definisi yang meletakkan pesan sebagai fokus sentral komunikasi manusia. Kedua pakar itu menulis bahwa komunikasi adalah proses saling membagi atau menggunakan informasi secara bersama dan bertalian antara para peserta dalam proses informasi. Komunikasi berawal dari gagasan yang ada pada seseorang. pengaruh komunikasi yang menimbulkan perubahanpada semua fihak yang berkomunikasi dan syarat komunikasi yang efektif (menciptakan kebersamaan arti). sesungguhnya telah terungkap mengenai esensi komunikasi sebagai penyampaian informasi. Pengertian komunikasi itu demikian kompleksnya. Dalam komunikasi terjadilah pertukaran kata dengan arti dan makna tertentu. Justru itu selain kategori Stappers maupun kategori Fisher di muka. Demikian pula tanpa pesan tak mungkin ada interaksi sosial. Berdasarkan tanggapan itu. mempunyai posisi yang sama sebagai peserta dalam proses komunikasi. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 24 . Dari proses terjadinya komunikasi itu. dengan merumuskan : “komunikasi adalah interaksi sosial melalui pesan”. perbuatan atau kegiatan penyampaian atau pengoperan lambang-lambang. maka komunikasi itu adalah suatu gejala yang dinamis. Komunikasi adalah suatuproses. maka komunikasi itu sangat sukar ditentukan bentuknya. Dari lima kategori definisi yang dibuat oleh Fisher di atas. dan perasaanperasaan. disebabkan juga karena adanya perbedaan dalam memandang segi atau aspek yang melekat pada komunikasi itu. dan sesudah mengerti isi pesan itu kemudian menanggapi dan menyampaikan tanggapannya kepada pengirim pesan. sukar difikirkan adanya komunikasi.

Definisi ini kemudian dikembangkan oleh rogers bersama D. “Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. maka kita memiliki beberapa kesamaan dengan orang lain. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya. yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam”. 1980). tetapi juga dalam hal ekspresi muka. Menurut sebuah definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia (human communication) bahwa : “Komunikasi adalah suatu transaksi. Rogers seorang pakar Sosiologi Pedesaan Amerika yang telah banyak memberi perhatian pada studi riset komunikasi. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal. HOVLAND : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Karena merupakan interaksi. dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”. tetapi makna dari kata-kata. tetapi arti atau makna dari kata-kata. berarti kita berusaha untuk mengadakan “commones” (persamaan) dengan orang lain. komunikasi merupakan kegiatan yang dinamis. dimana ia menginginkan adanya perubahan sikap dan tingkah laku serta kebersamaan dalam menciptakan saling pengertian dari orang-orang yang ikut serta dalam suatu proses komunikasi. WILLIAM ALBIG : Yang dimaksud dengan komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang bahasa yang mengandung arti diantara individu-individu”. Karena itu jika kita berada dalam suatu situasi berkomunikasi. seni. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 25 . Everettt M. sengaja atau tidak disengaja. dan teknologi. Menurut Hafied Cangara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi. khususnya dalam hal penyebaran inovasi membuat definisi bahwa : “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih. Rogers mencoba menspesifikasikan hakikat suatu hubungan dengan adanya suatu pertukaran ifnormasi (pesan).komunikasi karena yang disampaikan orang dalam komunikasi bukan kata-kata. WILBUR SCHRAMM : Bahwa jika kita mengadakan komunikasi. terusmenerus terjadi saling memberi dan menerima pengaruh dan dampak dari komunikasi tersebut. Definisi-definisi yang dikemukakan di atas tentunya belum mewakili semua definisi komunikasi yang telah dibuat oleh banyak pakar. lukisan. Selama komunikasi berlangsung. baik pada pengirim maupun pada penerima. Yang ditanggapi orang dalam komunikasi bukan kata-kata. dalam bukunya Komunikasi Melalui Siaran Radio” mengatakan bahwa “Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai suatu kebersamaan. Menurut Drs. Sugijono. Hal ini sangat penting terutama bagi orang-orang yang setiap hari berkecimpung dalam dunia penerangan. seperti kesamaan bahasa atau kesamaan arti dari simbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi. Untuk mencapai itu semua seseorang yang ingin menyampaikan pesan terlebih dahulu harus memahami pesan yang akan disampaikan”. proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan (1) membangun hubungan antarsesama manusia (2) melalui pertukaran informasi (3) untuk menguatkansikap dan tingkah laku orang lain (4) serta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu"”(Book. diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak Adam dan Hawa. namun sedikit banyaknya kita telah dapat memperoleh gambaran seperti apa yang diungkapkan oleh Shannon dan Weaver (1949) bahwa komunikasi adalah entuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya. Lawrence Kincaid (1981) sehingga melahirkan suatu definisi baru yang menyatakan bahwa : “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya. CARL I.

yakni perubahan tingkah laku. gambar. dan atas dasar asas-asas tersebut disampaikan informasi serta dibentuk pendapat dan sikap”.Penyampaian pesan atau lambang-lambang itu bertujuan untuk memperoleh saling pengertian antar kedua belah pihak. Laswell. yakni merubah tingkah laku manusia. intentional). seperti : isyarat. 2) the correlation of the parts of society in responding to the environment. Pada umumnya lambang yang dipergunakan dalam komunikasi adalah lambang bahasa. dengan lain perkataan: penganggarapan berita. Gejalanya sudah kelihatan sejak tahun empat puluhan seusainya Perang Dunia II. Pemikiran Lasswell yang sampai kini sering dikutip oleh para ahli komunikasi bukan saja di Amerika tetapi juga di negara-negara lain. dan 3) the transmission of the social harritage from one generation to the next. menurut Lasswell ialah : 1) the surveillance of the environment. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 26 . baik secara verbal maupun non verbal. sehingga antara kedua belah pihak terdapat adanya saling pengertian). SUSANTO : Komunikasi merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti. (Dengan kata lain bahwa komunikasi adalah suatuu proses penyampaian pesan.Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan. skema. . suatu. juga keharusan adanya efek. Kebutuhan manusia akan ilmu komunikasi tampak secara kentara di Amerika Serikat. Ebagaimana telah disinggung di muka. Adapun fungsi komunikasi. ASTRID S. Yang dimaksud dengan “surveillance” oleh Lasswell ialah mengumpulkan dan menyebarkan informasi mengenai kejadian dalam suatu lingkungan. Hovland menyatakan bahwa ilmu komunikasi adalah “suatu upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas. Perkataan “to modify the behavior of other individuals” dalam definisi Hovland itu mengandung arti bahwa komunikasi yang menjadi garapan ilmu komunikasi adalah komunikasi yang bertujuan (purposive. Pada tahun 1948 ia menghasilkan suatu pemikiran mengenai komunikasi dalam bentuk paper yang kemudian dimuat dalam buku “The Communication of Ideas” suntingan Lyman Bryson. Kegiatan yang disebut “correlaton” di sini mencakup interpretasi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. diakui oleh para cendekiawan bahwa adalah Carl I. Definisi Hovland tersebut pada dekade yang sama telah diperkuat dan dikembangkan oleh seorang sarjana hukum di Yale University yang bernama Harold D. baik berupa informasi atau berita dengan mempergunakan lambang atau bahasa atau sarana. Hovland mendefinisikannya sebagai “proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk merubah tingkahh laku orang-orang lain (komunikate) atau dalam bahasa asalinya : “the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify the behavior of other individuals (communicatees)”. Sedang mengenai komunikasinya sendiri. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam komunikasi terhadap beberapa pokok pengertian. berita atau lambang-lambang yang mengandung arti. Dari keempat definisi tersebut. dan sebagainya. warna. Definisi Hovland tersebut menunjukkan bahwa ilmu komunikasi mempelajari dan meneliti perubahan sikap dan pendapat akibat informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Dikatakan “umumnya” karena ada kalanya seorang komunikator menyampaikannya dengan lambang-lambang lain. Hovland yang pertama-tama merumuskan apa itu “science of communication”. ialah mengenai proses dan fungsi komunikasi. Berkata Lasswell bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komunikasi ialah menjawab pertanyaan : “Wo Says What In Which Channel To Wom With What Effect?” Kesamaan dengan definisi Hovland ialah selain unsur-unsur komunikasi. yaitu sebagai berikut : . grafik.Komunikasi adalah proses dimana seorang individu (komunikator) mengoperkan perangsang berpa lambang-lambang bahasa untuk merubah tingkah laku individu-individu yang lain (komunikan).

Tetapi dalam karyanya yang diterbitkan awal tahun tujuh-puluhan Schramm meminta kepada para peminatnya agar “teori peluru komunikasi” itu dianggap tidak ada. Komunikasi manusia didefinisikannya sebagai “all procedures by which one mind affect another”. lalu dimodifikasikannya dengan berbagai variasi. melainkan oleh pengaruh komunikasi antar persona. terutama dalam hubungannya dengan kampanye dan media. mengenai pengaruh terhadap keputusan pemberian suara dalam pemilihan presiden. Illinois. Terhadap konsumen dilakukannya di Decatur. Sedang penyebaran informasi mengenai obat-obatan kepada para dokter dilakukan di kota-kota bagian Timur Amerika Serikat. Berkata dia bahwa seorang propagandis dapat menembakkan peluru komunikasi yang ajaib itu kepada pendengar atau penonton. Dan kalau pun ada yang berubah pendirianya. message. Sejak itu dan sampai sekarang teori komunikasi dua tahap tersebut terus diperkaya dengan hasil-hasil penelitian dalam berbagai aspeknya. nilai dan norma sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain atau dari para anggota suatu kelompok kepada pendatang baru. Bagi Schramm pada waktu itu. banyak dikutip oleh sarjana lain. Kedua sarjana tersebut dalam bukunya itu – berlainan dengan para penulis sebelumnya – mempelajari komunikasi manusia dengan pendekatan elektronik. Lalu pada tahun-tahun dan dekade-dekade berikutnya yang ditulisnya adalah kupasan terhadap teori-teori dan konsep-konsep komunikasi yang diketengahkan ahli lain. bagaikan sirkit listrik yang meneruskan elektron kepada filamen dan membuat lampu pijar menjadi menyala. Hipotesa penelitian tersebut ialah “bahwa gagasan seringkali datang dari radio dan surat kabar kepada pemuka pendapat (opinion leaders). encoder. sasaran komunikasi sifatnya pasif. dan sebagainya. yakni yang disebut Two Step Flow of Communication. bukan saja di negeri asal teori tersebut. Ohio Amerika Serikat. yakni “transmission of culture” difokuskan kepada kegiatan mengkomunikasikan informasi. teman sepermainan. Pada tahun 1949 terbit buku The Mathematical Theory of Communication yang ditulis oleh Claude Shannon dan Warren Weaver. adalah Wilbur Schramm yang dapat dinilai sebagai penulis produktif. Paul Lazarsfeld dan rekan-rekannya pada tahun empat-puluhan itu menyelidiki pengaruh komunikasi. ternyata bukan disebabkan oleh pengaruh media massa. Konsep ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lazarsfeld. Yang ketiga. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 27 . seperti anggota keluarga. Robert Merton dan rekan-rekannya mengadakan studi opinion leadershp di masyarakat pinggiran yang mereka namakan Rovere. Dalam karyanya yang diterbitkan pada tahun lima-puluhan chramm mengetengahkan konsepnya yang ia namakan The Bllet Theory of Communication. ini dapat diidentifikasikan sebagai tajuk rencana atau propaganda. dan beberapa hal. Tetapi kebanyakan buku dan artikelnya merupakan pendalaman terhadap komponenkomponen komunikasi yang diketengahkan oleh Glaude Shannon dan Warren Weaver. diantaranya Indonesia. sahabat. tidak berdaya bagaikan tertembus peluru. teman sekantor. tetapi juga di negara-negara berkembang. Sebab – katanya – sasaran media massa ternyata tidak pasif. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa hanya sedikit saja penduduk yang berubah pendapatnya disebabkan suatu kampanye pemilihan umum. decoder dan destination. Kalau Lasswell menitikberatkan penelitiannya kepada proses dan fungsi komunikasi. menjadi bahan penelitian para peminat pada tahun-tahun berikutnya. TEORI KOMUNIKASI PADA TAHUN LIMAPULUHAN Sejak tahun limapuluhan – dan sampai sekarang – diantara sekian banyak penulis mengenai komunikasi. Kampenye pemilihan presiden dilaksanakan di Elmira New York. Pada waktu itu muncul konsep yang hingga kini tetap terkenal dan tetap diterapkan. Ini sama dengan kegiatan pendidikan. Demikian pula gagasannya mengenai “feedback” yang merupakan pesan kembali kepada sumber (source) dan gangguan (noise) yang terdapat pada saluran komunikasi. Berelson dan Gaudet di Erie County. Proses berlangsungnya komunikasi yang terkenal dengan komponen-komponennya source. yakni komunikasi dengan orang-orang terdekat.terhadap informasi mengenai lingkungan. dan dari sini ke penduduk yang kurang aktif. Konsep “komunikasi dua tahap” itu menimbulkan motivasi pada para peminat komunikasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Juga ia menunjukkan bahwa tidak semua akibat komunikasi mempunyai nilai positif bagi sistemsosial di mana kegiatanitu berlangsung atau bagi sekelompok orang yang terlibat. “Jika sasaran terkena peluru”. Teori peluru komunikasi yang telah dikubur dan ditentang oleh kebanyakan teoritisi itu. Mereka memperkenalkan Four Theories of the Press yang terdiri dari Authoritarian Theory. secara aktif si sasaran mencari apa yang ia inginkan dari media massa. Pada tahun yang sama dan dengan pendekatan yang sama telah dikemukakan sebuah teori oleh Leon Festinger yang dinamakannya The Theory of Cognitive Dissonance. Untuk akibat komunikasi yang memang menjadi tujuan. Social Responsibility Theory dan Soviet Communist Theory. atau lebih sederhana lagi pertautan antara kegiatan (action) dengan pengetahuan (knowledge). Apa yang mereka sebut Soviet Communist Theory dalam buku yang diterbitkan tahun 1956 itu. yang menurut Merton bisa menjadi “boomerang effect”. Merton memberi istilah”manifest functions” dan akibat sampingan yang bukan menjadi tujuan ia sebut “latent functions”. dan apa yang mereka namakan Social Responsibility Theory hanyalah modifikasi dari Libertarian Theory. Sebagai ilustrasi Festinger memberikan contoh seorang pemuda yang berkencan: antusiasmenya terhadap gadisnya adalah sesuai dengan apa yang ia sama sekali tidak sesuai dengan kencan tersebut. dan karena arah Social Responsibility Theory berbeda dengan Libertarian Theory. kata Lazarsfeld. Dari hasil penelitian yang lebih mendalam dapat diketahui bahwa orang-orang yang mempunyai sikap tertentu dan kepercayaan tertentu akan berbeda tanggapannya dari orang-orang lain. Hibertarian Theory. Teorinya itu ia namakan Functional Theory. ia lalu melakukan interpretasi sesuai dengan kebutuhan dan predisposisinya. anak muda berbeda dengan orang tua. sehingga tanggapannya terhadap isi komunikasi dengan mudah dapat diduga. Ia mengatakan bahwa komunikasi persuasif akan sangat efektif jika dapat mengurangi disonansi. Yang menyelidiki komunikasi dengan pendekatan lain – dalam hal ini pendekatan sistem – ialah Fred S. pendapat dan kepercayaan. Seringkali pula sasaran itu senang untuk ditembak”. Yang mereka maksudkan dengan press dalam teori tersebut ialah media massa. ialah perkembangan dari Authoritarian Theory. Kadang-kadang pula efeknya berlainan dengan yang menjadi tujuan sebenarnya. telah menyebabkan para ahli sosiologi dan periklanan menampilkan teori yang mereka namakan Category Theory of Communication. Dibedakannya sehingga menjadi empat teori. pria berbeda dengan wanita orang kaya berbeda dengan orang miskin. dan akan sangat tidak efektif apabila orang yang dijadikan sasaran persuasi meningkatkan disonansinya. Teori ini diketengahkan Festinger dalam hubungannya dengan komunikasi persuasif. ialah karena orang-orang Soviet telah menghasilkan sesuatu yang sangat berbeda dengan otoritarisme. Disonansi antara informasi dengan perbuatannya itu akan cukup menyusahkan dirinya. Theodore Peterson dan Wilbur Schramm. Merton membedakan akibat (fungsi) darikegiatan komunikasi dengan tujuan di belakang kegiatan tersebut. Teori ini berhubungan dengan kebutuhan para pemimpin media massa dan para ahli periklanan untuk menemukan cara yang sederhana untuk mengklasifikasikan khalayak. Pada tahun lima-puluhan itu sebagai akibat dari situasi dunia setelah Perang Dunia II selesai. melainkan juga media massa pada umumnya. Dalam pada itu Baymond Bauer berkata bahwa sasaran komunikasi jauh daripada pasif. Kadang-kadang peluru itu tidak menembus.Pendapat Schramm yang terakhir itu telah didukung oleh Paul Lazarsfeld dan Raymond Bauer yang telah melakukan penelitian secara mendalam. muncul negara-negara yang baru merdeka setelah begitu lama berada dalam alam penjajahan. menurut ketiga pengarang itu. Pada tahun berikutnya muncul teori lain yang diketengahkan oleh Robert K. Teori ini menelaah pertautan antara informasi. dan sebagainya. “ia berusaha untuk tidak jatuh terjerembab. Merton. Pertautan semacam ini oleh Festinger dinamakan “pertautan yang tak sesuai (dissonant relationship)”. sebab yang dibahas oleh ketiga penulis itu bukan saja media cetak. Apabila ia menemukannya. Siebert. orang Timur berbeda dengan orang Barat. Negara-negara yang baru berkembang dan giat melakukan pembangunan dalam PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Akibat-akibat yang tidak dikehendaki ditinjau dari segi kepentingan masyarakat dinamakannya “dysfunctions”. sehingga ia akan berusaha mengurangi dampaknya dengan jalan memperbesar aspek situasi keuangannya agar sesuai dengan kegiatannya. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 28 . Dengan berkembangnya penelitian dapat diketahui dengan mudah orang-orang yang berpendidikan perguruan tinggi mempunyai minat media yang berlainan dengan mereka yang berpendidikan rendah.

Sebuah informasi mula-mula disiarkan melalui media massa kepada sejumlah perorangan yang “mengetahui banyak (well-informed)”. Marshall McLuhan mengadakan analisa terhadap setiap media komunikasi. Memang “Development Communication” (komunikasi pembangunan) merupakan istilah yang khas dan dikupas oleh banyak ahli. Dikatakan “the medium is the message” karena medium itulah yang menentukan dan mengontrol derajat dan bentuk asosiasi dan aksi manusia. Individual Differences Theory menyatakan bahwa khalayak yang secara selektif memperhatikan suatu pesan komunikasi. DeFleur mengambil sasaran komunikasi. TEORI KOMUNIKASI PADA TAHUN ENAMPULUHAN Diantara teori-teori komunikasi yang muncul pada tahun enampuluhan adalah pemikiran Marshall McLuhan yang banyak dianalisa para ahli komunikasi. karena tanpa cahaya listrik. Social Relationship Theory.segala bidang itu memerlukan komunikasi sebagai faktor penunjangnya. yakni teori yang menempatkan komunikasi pada poros proses modernisasi. Tampillah buku-buku dan artikelartikel mengenai Communication Theories of Development. DeFleur sekaligus mengetengahkan empat teori. akan sesuai dengan sikapnya. baik secara individual maupun dalam hubungannya dengan lingkungan sosial dan kebudayaannya. dikupas dan dikritik oleh banyak ahli komunikasi. keterbukaan terhadap media massa (mass media exposure) dan partisipasi participation). Social Relationships Theory dan Cultural Norms Theory. Pada awal tahun lima-puluhan itu para ahli komunikasi giat melakukan penelitian komunikasi di negara-negara di benua-benua Asia dan Afrika serta di Amerika Latin. berdasarkan “Two Step Flow of Communication” yang telah diketengahkan oleh Paul Lazarsfeld dan rekan-rekannya. Asumsi dasar dari teori yang kedua ini ialah bahwa kendati pun masyarakat modern sifatnya heterogin. yang masing-masing ia namakan Individual Differences Theory. Apabila Individual Differences Theory menyajikan pandangannya mengenai proses komunikasi sesuai dengan penemuan-penemuan dalam psikologi umum. Variabel pertama. tetapi teorinya sendiri tidak banyak ditampilkan. baik yang ia klasifikasikan sebagai “hot medium” maupun “cold medium”. agak sukar difahami. Kesamaan orientasi dan perilaku ini akan mempunyai kaitan dengan gejala yang diakibatkan media massa. bertautan secara positif dan ketat. Kegiatan tersebut adalah isi (content) dari cahaya listrik. Yang pertama. Pendapat McLuhan yang dituangkan dalam bukun ya “Understanding Media” tahun 1964. pesan komunikasi tadi dilanjutkan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. Berbeda dengan McLuhan yang mengambil komponen media sebagai obyek penelitiannya. Melvin L. kedua dan ketiga – menurut Lerner – mempunyai pengertian yang baku. Apakah cahaya itu dipergunakan untuk menerangi operasi membedah otak atau pertandingan baseball di waktu malam – kata McLuhan – itu merupakan persoalan perbedaan. melek huruf (literacy). McLuhan antara lain mengambil cahaya listrik sebagai perumpamaan. yakni Social Categories Theory konsisten dan tampaknya bersumber pada teori sosiologi umum mengenai massa. partisipasi psikologi. Dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1966 berjudul “Theories of Mass Communication”. partisipasi komunikasi. yakni bahwa The Medium is the Message dikutip. Pada tahun 1957 seorang ahli komunikasi bernama Daniel Lerner mengetengahkan teorinya yang menyatakan bahwa ada empat variabel yang tercakup oleh modernisasi. partisipasi. Dalam uraiannya mengenai teorinya itu. kegiatan itu tidak akan ada. tetapi variabel keempat. Social Categories Theory. Suatu kelompok dari khalayak akan memilih isi pesan komunikasi yang kira-kira sama dan akan memberikan tanggapan yang kira-kira sama pula. Tanggapannya terhadap pesan komunikasi seperti itu akan dirubah oleh tataan psikologisnya. khususnya apabila bersangkutan dengan kepentingannya. berbagai jenis partisipasi itu melekat satu sama lain. orang-orang yang mempunyai sejumlah sifat yang sama akan memiliki pola hidup tradisional yang sama. kepercayaannya dan nilai-nilainya. maka teori yang kedua. dan sebagainya. Teori yang ketiga. dan telah pula dibicarakan di muka. partisipasi ekonomi. Dengan bertitiktolak dari anggapannya itu. Nyatanya dalam proses modernisasi. Oleh orang-orang yang disebut pemuka pendapat (opinion leaders) ini. Partisipasi ini mencakup partisipasi politik. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 29 . yakni urbanisasi (urbanization).

Yang dimaksudkan dengan “homophily” ialah derajat yang sama antara sepasang perseorangan yang berinteraksi dalam hubungan dengan sifat-sifatnya. kata Stephenson selanjutnya. Ketiga. Pertama. komunikasi akan efektif kalau sumber dan penerima (komunikator dan komunikan) “homophilous”. Dan pekerjaan adalah fungsi dari semua pranata sosial. Untuk memperoleh sesuatu diperlukan pekerjaan. Kedua sarjana ini melihat komunikasi dari sudut kejiwaan baik pada pihak komunikan yang menerima pesan komunikasi maupun pihak komunikator yang menyampaikannya. Ada dua jenis perilaku komunikasi. yakni membuat penduduk membebaskan diri dari kontrol sosial lalu masuk ke arena permainan. ada tiga cara di mana media massa secara potensial mempengaruhi norma-norma dan batasan-batasan situasi perorangan. Bowmik. Ilustrasi untuk jenis yang pertama ialah percakapan dua orang yang tidak mempunyai tujuan tertentu. yakni derajat yang tidak sama.melalui saluran antar persona (dari mulut ke mulut). Dengan alasan itu. Kedua. kata Stephenson. permainan adalah hanya kesenangan. masing-masing tidak mengharapkan apa-apa. persuasi atau permintaan. si pemuka pendapat tadi bukan saja meneruskan informasi. Jenis komunikasi ini disebut Stephenson “communication pain”. media massa menciptakan kesan-kesan pada khalayak bahwa normanorma budaya yang sama mengenai topik-topik tertentu dibentuk dengan cara-cara yang khusus. kepercayaannya. media massa bisa “menciptakan keyakinan baru (creative new shared convictions)” mengenai topik. sematamata hanya bercakap-cakap saja. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. nilainya. Dalam hubungan sosial yang informal ini. tetapi kepentingan sentral dari media massa bukanlah pekerjaan melainkan kesenangan. dalam istilah Stephenson. kata Stephenson. Hasilnya. tidak memiliki pesawat radio atau tidak mempunyai pesawat televisi. baik dalam komunikasi mapun perilaku lain. Tetapi. umpamanya. Yang sangat berbeda ialah komunikasi yang dimaksudkan untuk menghasilkan kegiatan. dengan lain perkataan orang-orang yang tidak berlangganan surat kabar. mestinya yang dipelajari ialah komunikasi dalam artian permainan dan kesenangan. Di sini tampak adanya pengaruh pribadi (personal influence) yang merupakan mekanisme penting yang bisa merubah isi pesan komunikasi. dan lain sebagainya. tetapi juga interpretasinya. seperti pendidikannya. Sehubungan dengan itu. pada hakekatnya merupakan anggapan dasar bahwa melalui penyajian yang selektif dan penekanan pada tema tertentu. Yang berbeda dengan penulis-penulis lainnya mengenai komunikasi ialah William Stephenson yang pada tahun 1967 memperkenalkan teorinya yang ia namakan The Play Theory of Communication dan dituangkannya dalam bukunya dengan judul yang sama. dengan topik mana khalayak kurang berpengalaman sebelumnya. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 30 . bukannya “information theory of mass communication”. “Heterophily” adalah kebalikannya. TEORI KOMUNIKASI PADA TAHUN TUJUHPULUHAN Dalam periode tahun tujuhpuluhan perkembangan ilmu komunikasi ditandai oleh teori Homophily-heterophily in Communication yang diketengahkan oleh Everett M. Rogers dan Dilip K. perintah. Di sini tidak ada usahausaha mempengaruhi atau meyakinkan. media massa bisa “merubah norma-norma yang sudah ada (change existing norms) dan karenanya merubah orang-orang dari bentuk tingkah laku yang satu ke perilaku yang lain. kontrol sosial adalah suatu pekerjaan. Tetapi mereka menyukai pengalaman. Menurut kedua ahli tersebut. kepada orang-orang yang kurang keterbukaannya terhadap media massa. kesenangan berkomunikasi. Adalah sebaliknya yang “heterophilious”. Stephenson memilih “play theory of mass communication”. Cultural Norms Theory sebagai teori keempat yang diketengahkan DeFleur. ialah “communication pleasure”. status sosialnya. pasangan sumber dan penerima yang homophilous akan berinteraksi lebih banyak. isi pesan komunikasi bisa “memperkuat pola-pola yang sudah ada (reinforce existing patterns)” dan mengarahkan orang-orang untuk percaya bahwa suatu bentuk sosial dipelihara oleh masyarakat. Stephenson berpendapat bahwa perilaku permainan dalam media massa (mass media play behavior) sangat bermanfaat dan bahwa studi terhadap komunikasi massa dalam artian persuasi dan efek sosial adalah salah.

katanya. yakni “kenalilah diri mereka (know thyself)” menjadi “kenalilah pesan anda dan sasaran anda beserta pertautannya”. KOMUNIKASI SEBAGAI ILMU A. Pertama. Struktur ilmu bahkan apa yang disebut pokok ilmu mengalami perubahan. tetapi di lain pihak ada komunikasi internasional yang tidak memerlukan terjemahan. Memang benar bahwa tidak sedikit buku mengenai komunikasi yang diterbitkan. Kendati pun demikian. Empati berarti kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya pada peranan orang lain. dan penterapan teori lama dengan memfokuskan pada salah satu komponen komunikasi. Definisi ilmu itu tidak lagi dirumuskan berdasarkan sifat ilmu dilihat dari filsafatnya. ini berarti si komunikator dapat merasakan apa yang dirasakan si komunikan. Sebagai contoh gramatika (ilmu bahasa abad lalu dan ilmu bahasa abad ini). Kedua sarjana terakhir inimentes teori tersebut dalam komunikasi internasional. adalah menjadi pertanyaan apakah dalam komunikasi dengan menggunakan bahasa resmi yang sama itu. berikutnya muncul Clozentropy Theory yang mula-mula diketengahkan oleh Donald K. saya pernah berdiskusi mengenai Bahasa PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. setua ilmu itu sendiri. Pada dekade ini. Dalam beberapa hal. Dalam tahun tujuh puluhan ini relatif tidak banyak teori komunikasi yang dihasilkan para ahli. Sannon dan Warren Weaver: The Mathematical Theory of Communication yang juga telah disinggung di atas. serta Perancis dengan Haiti. Taylor dan “entropy” dari teori komunikasinya Claude E. Pendapat ini dapat dilihat dari dua sudut pandang dalam penyelidikannya. Istilah “clozentropy” merupakan paduan dari “cloze procedure” dari Wilson L. Renungan mengenai apakah ilmu itu. jika sumber atau penerima yang heterophilous itu dapat mengempatikan diri satu sama lain. Clozentropy Theory telah memperbaiki pemeo yang dikenal sebelumnya. definisi mengenai apakah ilmu itu sebenarnya makin sulit. arti istilah yang digunakan berbeda-beda pada waktu yang berlainan. Studi yang dilakukan oleh Lowvy dan Marr mengenai Clozentropy Theory itu menekankan pentingnya pra keakraban dengan isi pesan yang janggal (prior familiarity idiosynctance content) dalam hubungannya dengan pengertian pesan. Ilmu itu tidak abadi melainkan berubah dalam arti yang lebih trivial yaitu tidak ada ilmu yang selesai. melainkan berdasarkan apa yang dilaksanakan oleh ilmu dengan melihat metodologinya. definisi ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut. Portugal dengan Brazil. Penelitian yang mendukung Clozentropy Theory tersebut dilakukan karena ternyata di satu pihak komunikasi internasional mencakup pesan-pesan dari negara A dalam bahasa X yang diterjemahkan lalu disampaikan ke negara B dalam bahasa Y. penyelidikan mengenai segi historis ilmu-ilmu itu yang membawa kepada pengertian bahwa bagi ilmu yang sama. dapat diharapkan pengertian yang maksimal jika pesan yang disampaikan itu dalam konteks nasional dan kebudayaannya yang berbeda. Meksiko dengan Argentina. Dengan lain perkataan. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 31 . Ilmu bukan ibarat sebuah bangunan gedung dengan dasar yang abadi yang sepanjang sejarahnya hanya dilengkapi dengan tingkat-tingkat baru. Oleh karena itu. Saat ini ilmu memperoleh posisi yang lebih bebas sampai akhirnya mandiri. Hakekat Ilmu Dahulu orang lebih mudah memberikan definisi ilmu daripada sekarang. Marr. komunikasi. Peranan ilmu-ilmu makin lama makin besar sehingga semakin menentukan dalam kehidupan sehari-hari individu maupun masyarakat. tetapi isinya hanyalah merupakan penguatan atau kritik terhadap teori yang sudah ada. Orang sering menganggap ilmu itu sebagai suatu kesatuan di luar dan di atas waktu yang terdiri dari himpunanhimpunan. pengertian adalah isi pesan komunikasi yang khas. Amerika Serikat dengan Australia. komunikasi efektif mungkin terjadi. Darnell pada tahun 1970. Para ilmuwan dapat mengembangkan ilmunya lebih lanjut. petunjuk-petunjuk dan pernyataan-pernyataan. seperti Amerika Serikat dengan Inggris. perbandingan teori yang satu dengan yang lainnya. Lowry dan Theodore J. Ekuador dengan Bolivia. komunikasi yang tidak efektif itu bisa dijadikan efektif kalau si sumber mempunyai kemampuan empatik (emphatic ability). prakeakraban lebih penting daripada tingkat pendidikan formal. kemudian dikembangkan oleh Dennis T.

Rogers. penyampaian informasi secara mekanistis dan matematis. Artinya bahwa kedua bahasa itu mengalami perubahan yang besar. Selain itu ilmu adalah penyepadanan prosedurprosedur yang dapat membimbing penelitian menurut arah tertentu. komunikasi massa. penelahan. Organisasi ini memelihara ilmu komunikasi sebagai dsiplin ilmu maupun profesi. Information system (sistem informasi).Pali danSanskrit dengan kolega-kolega saya dari Thailand. komunikasi organisasi. dari ilmuwan psikologi tercatat nama Carl I. pemrosesan dan efek dari simbol dan sistem signal dengan mengembangkan pengujian teori-teori menurut hukum generalisasi guna menjelaskan fenomena yang berhubungan dengan produksi. bahasa. Daniel Lerner. komunikasi penyuluhan dan lain-lain. Harold D. Tampak bahwa definisi yang dikemukakan oleh Berger dan Chaffe tersebut cukup memadai untuk menerangkan berbagai konteks komunikasi. processing and effect of symbol and signal system by developing testable theories containing lawful generalization. dimana para pengembara lewat. Ibaratnya bahwa bahasa yang dalam percakapan sehari-hari masih menggenangi sawah yang oleh ilmuilmu disalurkan lewat parit. yang mempelajari pengolahan. Timbul pertanyaan dalam pikiran kita sebagai berikut : Apakah yang dimaksud dengan ilmu komunikasi itu? Berger dan Chaffe (1983:17) menerangkan bahwa ilmu komunikasi adalah : “Communication science seeks to understand the production. politik. Di Amerika Serikat pada tahun 1924 didirikan Speech Association of Amerika (SAA) yang mengembangkan pengkajian. Laos dan India. komunikasi politik. dan Shannon dan Weaver seorang ilmuwan bidang matematika dan teknik. Ciri ilmu mempergunakan metode. termasuk dalam Bahasa Jawa modern. that explain phenomena associated with production. komunikasi pendidikan. termasuk prodksi. Apakah Ilmu Komunikasi Itu? Sejak awal perkembangannya banyak para ahli dari berbagai disiplin ilmu memberikan sumbangan besar terhadap keberadaan ilmu komunikasi. matematika dan teknik. Kedua. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 32 . “Metode” berarti bahwa penyelidikan berlangsung menurut suatu rencana tertentu. humanistik dan ilmiah. Hoveland dan Paul Lazarsfeld. Kelahiran ilmu komunikasi merupakan titik pertemuan antara sosiologi. pemrosesan dan efeknya. Bekas persinggahan para pengembara ini tampak mengibaratkan keluasan ilmu komunikasi. Divisi yang ada di International Communication Association (ICA) mencerminkan spesialisasi ilmu komunikasi dewasa ini antara lain sebagai berikut : 1. Perkembangan ilmu komunikasi dimulai tahun 1950-an di Amerika Serikat yang merupakan peleburan Department of Speech Communication dan Department of Mass Communication menjadi Communication Science. Oleh karena itu metode ilmiah timbul dengan membatasi secara tegas bahasa yang dipakai oleh ilmu tertentu. ilmu baru itu merupakan titik pertemuan antara beberapa ilmu-ilmu yang disebut sebagai “kulturologi”. pengajaran dan implementasi prinsipprinsip komunikasi yang artistik. namun masih mempertahankan kesinambungan. Metode ilmiah mengadakan penataan data yang sebelum ditata merupakan tumpukan yang kacau balau. pemrosesan. singgah dan meneruskan perjalanan. Pada prinsipnya unsur-unsur dasar dari kedua bahasa itu masih hidup di negara-negara tersebut. processing and effect”. Sifat eklektif ini digambarkan oleh Wilbur Schramm (1963:2) bahwa ilmu komunikasi merupakan jalan simpang yang ramai dengan segala disiplin ilmu yang melintasi. Suatu metode disusun menurut bahasa atau lebih luas memakai suatu sistem lambang. kritik. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. komunikasi pembangunan. Lasswell seorang ahli ilmu politik. Ilmu komunikasi itu mencari untuk memahami mengenai prodksi. B. Menurut Fisher (1986:17) bahwa ilmu komunikasi mencakup semua dan bersifat eklektif. Pada tahun 1949 berdiri the Nationa Society for the Study of Communication (NSSC) organisasi ini berafiliasi kepada Speech Association of America (SAA). Organisasi ini pada tahun 1968 memisakan diri dari Speech Association of America (SAA) dan tahun 1969 mengubah namanya menjadi International Communication Association (ICA). komunikasi kelompo. psikologi. Schramm membandingkan ilmu komunikasi dengan kota purba Babelh-Dehre. dan Everett M. pemrosesan dan efek atau sistem signal di dalam komunikasi antarpribadi. Sosiolog seperti Max Weber. Wilbur Schramm (bahasa).

memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksud komunikator. Definisi Komunikasi Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Severin dan Tankard (1992) mengatakan bahwa komunikasi sebagai kombinasi dari skill. Political communication (komunikasi politik). 7. Instructional communication (komunikasi pembelajaran). Kita dapat melihat bagaimana luasnya kajian bidang komunikasi. Di Indonesia pada tahun 1950-an di Unversitas Gajah Mada. Kita juga mencaat nama-nama seperti Marbangun Hardowirogo. dengan menggunakan simbol-simbol. Kata sifatnya communis yang bermakna umum atau bersama-sama. Raymond S. Menurut Harold D. 4. Ross (1983:8) mendefinisikan komunikasi adalah suatu proses menyortir. 8. science and art. C. Istilah komunikasi atau communication itu berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti pengetahuan. yang mendalami komunikasi dalam proses pendidikan dan penerapan teknologi komunikasi dan informasi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. yang mengkaji mengenai media massa. mengingat ilmu komunikasi dikembangkan dari ilmuwan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Cherrey sebagaimana dikutip oleh Anwar Arifin (1995:24) mengatakan bahwa : “Communication is essentially the relationship set p day the transmission of stimuli and the evocation of response”. the behaviour of other individu”. pertukaran. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 33 . komunikasi non-verbal dan komunikasi kelompok. Interpersonal communication (komunikasi antarpribadi). Organizational communication (komunikasi organisasi). Gode (1969:5) memberikan pengertian mengenai komunikasi adalah sebagai berikut : “It is a process that makes common to or several what was the monopoly of one or some”. 3. Health communication (komunikasi kesehatan) yang menelaah komunikasi dalam penyuluhan kesehatan masyarakat. menelaah proses penyampaian pesan yang mempunyai konsekeusni terhadap sistem politik. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi (Deddy Mulyana. 6. figur. emosi. grafik dan sebagainya. 2001:62). pada tahun 1960 berdiri Fakultas Publisistik pada Universitas Pajajaran. Sujono Hadinoto dan Prof. Yogyakarta dibuka Jurusan Publisistik pada Fakultas Sosial dan Politik dan pada Fakultas hukum dan Ilmu Pengetauan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (1959). Prof. gagasan. pesan dan efek yang ditimbulkan. Komunikasi adalah proes dimana individu mentransmisikan stimulus untuk mengubah perilaku individu yang lain. Adinegoro. gambar. Moestopo sebagai tokoh-tokoh yang telah berjasa meletakkan dasar ilmu komunikasi dipelajari di universitas. ketrampilan dan sebagainya. yang mempelajari hubungan antarpribadi. Steiner mendefinisikan komunikasi sebagai transmisi informasi. Para ahli mendefinisikan komunikasi sesuai sudut pandang masing-masing. Mass communication (komunikasi massa). Hoveland (1948:371) mendefinisikan komunikasi adalah. Everett M. Lasswell sebagaimana dikutip oleh Sendjaja (1999:7) cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan berikut : Who Says What In Wich Channel To Whom With What Effect? Atau Siapa mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan efek bagaimana? Sedangkan Bernard Berelson dan Gary A. Bandung. Sundoro. yang mendalami proses pertemuan antarbudaya dari segi komunikasi. Rogers dan Lawrence Kincaid (1981:18) menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam. 5. Intercultural communication (komunikasi lintas budaya).2. kata-kata. yang mempelajari gejala komunikasi dalam organisasi dan manajemen. “The process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang”.

melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi). sengaja atau tidak disengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal. 1959] Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata. dan lain-lain. angka-angka. Janis & Kelley. Definisi komunikasi dari Gode memberi penekanan pada proses “penularan” pemilikan. mempertahankan atau memperkuat ego. kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima). Definisi komunikasi dari Lasswell secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang lima komponen yang terlibat dalam komunikasi. bertindak secara efektif. Kata penularan lebih tepat dipergunakan dalam konteks definisi ini dibandingkan dengandistribusi atau pembagian. Paling tidak kita telah memperoleh gambaran apa yang dimaksud komunikasi. Simbol-simbol yang dimaksud dapat berbentuk kata-kata. Definisi ini juga memberikan penekanan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan tersebut mempunyai tujuan yakni mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya yang menjadi sasaran komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi. untuk mengurangi ketidakpastian. dan lain-lain. tetapi juga dalam hal ekspresi muka. 1964] Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa. 1957] Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. komunikasi adalah upaya atau tindakan yang mempunyai tiga tujuan. komunikasi adalah proses penyampaian. [Weaver. sedangkan cara penyampaiannya melalui penggunaan simbol-simbol. Menurut Ruesch. Bagi Barnlund. keahlian. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lainnya (khalayak) [Hovland. dan dengan akibat apa (hasil yang terjadi pada diri penerima). sebagaimana diungkapkan oleh Shannon dan Weaver (1949) bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain. [Berelson dan Steiner. emosi. dan lain-lain. [Ruesch. tentu belum mewakili semua definisi yang telah dibuat para ahli. dan lainlain. 1964] Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. 1960] Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Yakni siapa (pelaku komunikasi pertama yang punya inisiatif sebagai sumber). emosi. angka-angka. gagasan. [Barnlund. Menurut Berelson dan Steiner. 1949] Definisi dari Hovland. keahlian. mengatakan apa (isi informasi yang disampaikan).Definisi-definisi yang dikemukakan di atas. 1953). kepada siapa. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 34 . dan dengan akibat atau hasil apa” (Who says what? In which channel? To whom? With what effect?) [Lasswell. mengatakan apa. [Gode. dengan saluran apa. Karena. gambar-gambar. gagasan. komunikasi adalah proses menjalin PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. seni dan teknologi. apa yang dimiliki seseorang (sebelum komunikasi) tidak akan menjadi berkurang baik kualitas ataupun kuantitasnya setelah dikomunikasikan kepada orang-orang lainnya. Hal yang disampaikan adalah informasi. sebagai dasar bertindak secara efektif. Yakni dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki satu orang kemudian (setelah komunikasi) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. gambar-gambar. Definisi ini menunjukkan bahwa komunimkasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego. Janis dan kelley menunjukkan bahwa komunikasi adalah suatu proses yang terjadi antara satu orang dengan orang-orang lainnya.

setiap pelaku komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan : membentuk. Pertama. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Indiwan Seto Wahju W. penyampaian. penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan/atau antara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu”. Untuk keperluan modul ini. Masing-masing definisi mempunyai penekanan arti dan konteks yang berbeda satu sama lainnya. Sementara itu. menerima dan mengolah pesan. Yakni menghubungkan antara satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. definisi komunikasi dari Weaver memberikan penekanan pada upaya atau kegiatan seseorang dalam mempengaruhi pikiran orang lainnya. penyampaian. penerimaan dan pengolahan pesan. Ketujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Definisi di atas memberikan beberapa pengertian pokok sebagai berikut . komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan. PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 35 .hubungan. menyampaikan. yang dimaksud dengan komunikasi adalah : “Suatu proses pembentukan.