Journal Reading

Kejang demam : Panduan Praktik Klinik untuk Tatalaksana Jangka Panjang terhadap Anak dengan Kejang Demam Sederhana
Steering committee on Quality improvement and management, subcommittee on febrile seizure

Oleh: Miliyandra,SKed Pembimbing : Dr. Msy Rita Dewi A, SpAK

Abstrak
Kejang demam
kelainan kejang yang paling umum pada masa kanak-kanak, mempengaruhi 2% sampai 5% anak-anak antara usia 6 sampai 60 bulan

Abstrak
Kejang demam sederhana
kejang umum yang singkat (<15 menit) muncul sekali selama periode 24 jam pada anak yang demam yang tidak memiliki infeksi intrakranial, gangguan metabolik, atau riwayat kejang tanpa demam.

Tidak menggantikan penilaian klinik atau untuk menetapkan sebuah protokol untuk semua pasien dengan kelainan ini.• Panduan praktis klinik “PengobatanAnak dengan Kejang Demam Sederhana jangka Panjang”) menekankan mengenai Risiko dan manfaat terapi antikonvulsan kontinyu dan intermiten Penggunaan antipiretik pada anak dengan kejang demam sederhana. . Membantu dokter spesialis anak dalam memberikan kerangka kerja analitik untuk intervensi terapetik.

• membantu praktisi mengedukasi perawat mengenai risiko rendah yang berhubungan dengan kejang demam sederhana . • mengurangi biaya dengan menghindari terapi yang tidak akan menunjukkan perbaikan outcome jangka panjang anak. • memperbaiki kesehatan anak dengan kejang demam sederhana dengan menghindari terapi yang berpotensi tinggi memiliki efek yang tidak diharapkan.Outcome yang diharapkan dari panduan praktis ini: • Pemahaman praktisi terhadap basis keilmuan untuk memakai atau menghindari berbagai pengobatan untuk anak-anak dengan kejang demam sederhana.

Pendahuluan Kejang demam kejang yang muncul pada anak-anak yang demam antara usia 6 dan 60 tahun yang tidak memiliki infeksi intrakranial.  Terbagi 2 : Kejang Demam sederhana dan Kejang Demam Kompleks . atau riwayat kejang tanpa demam. gangguan metabolik.

.Kejang demam sederhana  terjadi selama kurang dari 15 menit bersifat umum (tanpa komponen fokal)  muncul sekali dalam periode 24 jam Kejang demam kompleks terjadi lebih lama (> 15 menit) bersifat fokal  muncul lebih dari sekali dalam 24 jam.

(2)peningkatan risiko epilepsi. dan (4)kematian. (3)risiko kejang demam rekuren. .Empat potensial outcome efek yang tidak diinginkan Kejang Demam Sederhana (1)penurunan IQ.

. • Anggota panel meninjau dan menandatangani persyaratan sukarela AAP dan formulir konflikkepentingan.  2 ahli neurologi anak  dokter spesialis anak yang berpraktek.Metode • Mengupdate panduan klinis praktis penatalaksanaan anak dengan kejang demam sederhana • Komite dipimpin ahli neurologi anak  ahli neuroepidemiologi.

Pediatri Perkembangan. Kedokteran Kegawatdaruratan Pediatrik.Panduan ditinjau oleh Anggota Komite Pemandu AAP pada Perbaikan Kualitas dan Penatalaksanaan Anggota seksi AAP di neurologi. . dan Epidemiologi Anggota Komite AAP pada Kedokteran Kegawatdaruratan Pediatrik dan Pertanggungjawaban Medik dan Manajemen Risiko Angggota Konsil AAP pada Anak-Anak dengan Kecatatan dan Pediatri Komunitas Anggota di luar organisasi termasuk Pekumpulan Neurologi Anak dan Akademi Neurologi Amerika.

dan efek yang tidak diharapkan dari terapi antikonvulsan kontinyu maupun intermiten . efektivitas terapi antikonvulsan intermiten dalam mencegah kejang demam rekuren. efektivitas antipiretik dalam mencegah kejang demam rekuren.Permasalahan spesifik : efektivitas terapi antikonvulasan kontinyu dalam mencegah kejang demam rekuren.

bukti yang sangat konsisten dari penelitian Rekomendasi observasional Pilihan Penelitian obdervasional(desain control kasus dan cohort) Pilihan .Pengklasifikasian Rekomendasi untuk Panduan Klinik Praktis Kualitas Bukti RCTs yang didesain dengan baik atau penelitian diagnostic pada populasi yang relevan Menonjolnya manfaat atau bahaya Rekomendasi kuat Keseimbangan manfaat dan bahaya RCTs atau penelitian diagnostic dengan keterbatasan minor.

RCT mengindikasikan uji terkontrol.teracak. Tidak ada rekomendasi X. berdasarkan prinsip pertama.Pendapat ahli. situasi pengecualian yang memvalidasi penelitian tidak dapat dilakukan dan ada penonjolan manfaat atau bahaya Rekomendasi kuat Rekomendasi Penilaian kualitas-bukti terintegrasi dengan penilaian keseimbangan yang diantisipasi antara manfaat dan bahaya jika kebijakan dibuat yang mengarah pada pendesainan kebijakan sebagai rekomendasi kuat. rekomendasi pilihan atau tidak direkomendasikan. laporan Pilihan kasus. .

rekomendasi kuat mungkin dibuat ketika bukti kualitas tinggi tidak mungkin didapatkan dan manfaat yang diantisipasi melebihi bahaya. Dalam beberapa keadaan yang jelas teridentifikasi. Implikasi Klinisi harus mengikuti rekomendasi kuat kecuali pada rasional yang jelas untuk pendekatan alternatif .Pernyataan Rekomendasi kuat Definisi Rekomendasi kuat terhadap tindakan tertentu dibuat ketika manfaat yang diantisipasi dari intervensi yang direkomendasikan jelas melebihi bahayanya (karena rekomendasi kuat melawan tindakan dibuat ketika bahaya yang diantisipasi jelas melebihi manfaatnya) dan kualitas bukti yang mendukung sangat baik.

rekomendasi dapat dibuat ketika bukti kualitas tinggi yang diantisipasi melebihi bahayanya Klinisi dapat mengikuti rekomendasi namun harus tetap waspada terhadap informasi baru dan sensitive terhadap pilihan pasien Pilihan Pilihan mendefinisikan jalan yang dapat diambil baik ketika kualitas bukti dicurigai atau dilakukan secara seksama telah menunjukkan sedikit manfaat yang jelas terhadap pendekatan daripada pendekatan lain Klinisi harus mempertimbangkan pilihan dalam pengambilan keputusan dan pilihan pasien dapat memiliki peranan penting . Lagipula.Rekomendasi Rekomendasi terhadap tindakan tertentu dibuat ketika manfaat yang diantisipasi melebihi bahayanya namun kualitas bukti tidak terlalu kuat. dalam beberapa keadaan yang jelas teridentifikasi.

Tidak ada rekomendasi Tidak ada rekomendasi mengindikasikan bahwa ada kekurangan bukti yang diterbitkan dan bahwa keseimbanangan manfaat dan bahaya yang diantisipasi tidak jelas. Klinisi harus waspada terhadap bukti yang baru diterbitkan yang memperjelas keseimbangan manfaat melawan bahaya. .

tidak berbahaya dan tidak meningkatkan risiko perkembangan epilepsi lebih lanjut secara signifikan . teracak dan penelitian diagnostik dengan sedikit keterbatasan) Manfaat: Pencegahan kejang demam rekuren. Kualitas bukti aggregat: B (uji kontrol.Rekomendasi • Terapi anti konvulsan kontinyu maupun intermiten tidak direkomendasikan untuk anakanak dengan 1 atau lebih kejang demam sederhana.

sakit kepala dan ataksia dengan diazepam intermiten dan juga adanya risiko menutupi infeksi sistem saraf pusat yang sedang berkembang. gangguan tidur dan reaksi hipersensitivitas dengan fenobarbital. letargi. dan pankreatitis dengan asam valproat dan hiperaktivitas. iritabilitas. penurunan dan kenaikan berat badan. gangguan gastrointestinal. letargi.Bahaya: Efek yang tidak diharapkan seperti hepatotoksisitas fatal yang jarang . Penilaian Manfaat/Bahaya: Menonjolnya bahaya daripada manfaat Level kebijakan: Rekomendasi . trombositopeni.

 Terapi harian fenobarbital mengurangi angka kejang demam selanjutnya dari 25 per 100 subjek per tahun menjadi 5 per 100 subjek per tahun. harus diberikan tiap hari dan dalam kisaran terapetik. gangguan tidur. iritabilitas.  Efek terhadap tingkah laku yang tidak diharapkan muncul sampai 20% sampai 40% dari pasien dan dapat menjadi cukup parah sehingga membutuhkan penghentian obat . letargi.  agar agen efektif.  Efek yang tidak diharapkan dari fenobarbital termasuk hiperaktivitas.Manfaat dan Risiko Terapi Antikonvulsan Kontinyu Fenobarbital  Fenobarbital efektif mencegah rekurensi kejang demam sederhana. dan reaksi pasien hipersensitivitas.

dan gangguan tidur. efek yang tidak diharapkan termasuk gangguan tingkah laku. Primdon bersifat aktif dalam mencegah rekurensi kejang. iritabilitas.Primidon Dosis 15 sampai 20 mg/kg perhari Mengurangi angka rekurensi kejang demam. .

. penurunan dan kenaikan berat badan.  Dalam penelitian dimana anak-anak mendapatkan asam valproat untuk mencegah rekurensi kejang demam. tidak ada kasus hepatotoksisitas yang fatal yang diharapkan. gangguan gastrointestinal. mengalami kejang demam selanjutnya.  asam valproat sama kurang efektivitasnya dalam mencegah kejang demam sederhana dengan fenobarbital  Kerugian terapi dengan asam valproat termasuk hubungannya dengan hepatotoksisitas yang fatal (khususnya pada anak-anak berusia kurang dari 2 tahun.Asam Valproat  Penelitian terkontrol. teracak. hanya 4% anak-anak mengkonsumsi asam valproat. yang juga memiliki risiko tertinggi kejang demam). trombositopenia. yang berkebalikan dengan 35% subjek kontrol. dan pankreatitis yang semuanya jarang.

Camfield dkk mengobati anak-anak (yang kondisinya gagal membaik dengan terapi fenobarbital) dengan karbamazepin.  Hal yang secara teoritis memungkinkan. 13 dari 16 anakanak yang diobati dengan karbamazepin mengalami kejang demam rekuren dalam 18 bulan.  Antony dan Hawke membandingkan anak-anak yang telah diobati dengan level terapetik fenobarbital atau karbamazepin.  Meski dengan adanya kepatuhan yang baik. bahwa angka rekurensi yang sangat tinggi ini disebabkan oleh efek karbamazepin yang tidak diharapkan. dan 47% dari anak-anak dalam kelompok yang diobati dengan karbamazepin mengalami kejang rekuren dibandingkan dengan hanya 10% pada mereka dalam kelompok fenobarbital.Karbamazepin  Karbamazepin belum efektif dalam mencegah rekurensi kejang demam sederhana. .  Penelitian lain.

Antikonvulsan lainnya belum ada yang diteliti untuk digunakan sebagai pengobatan kejang demam sederhana secara kontinyu.Fenitoin Fenitoin telah ditunjukkan bersifat efektif dalam mencegah rekurensi kejang demam sederhana. bahkan ketika agen ini berada dalam kisaran terapetik. .

 Anak-anak dengan riwayat kejang demam diberikan diazepam oral (0.Manfaat dan Risiko Terapi Antikonvulsan Intermiten Diazepam  Pemberian diazepam oral (yang diberikan saat waktu demam) dapat mengurangi rekurensi kejang demam. . anak-anak dengan riwayat kejang demam diberikan oral saat waktu demam dan kemudian dibandingkan dengan anak-anak pada kelompok kontrol yang tidak terapi.33 mg/kg. tiap 8 jam selama 48 jam) pada saat demam.  Harus dicatat bahwa semua anak-anak dimana diazepam dianggap gagal bersifat tidak patuh dengan pemberian obat. Pada kelompok diazepam oral.  Risiko kejang demam per orang tahun menurun sebesar 44% dengan diazepam.  Dalam penelitian yang lebih terbaru. sebagian dikarenakan efek pengobatan yang tidak diharapkan. ada angka rekurensi sebesar 11% dibandingkan dengan angka rekurensi 30% pada kelompok kontrol.

Periode Follow up dua belas tahun menemukan bahwa pragnosis jangka panjang dari anak-anak dalam kedua kelompok tidak berbeda tanpa memandang apakah pengobatan ditunjukkan untuk mencegah kejang atau mengobati kejang. Walupun agen-agen ini efektif dalam menghilangkan kejang. masih dipertanyakan apakah agen ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap outcome. Dalam penelitian oleh Knudse dkk.Diazepam Ada literatur yang mendemonstrasikan kemungkinan dan keamanan menginterupsi suatu kejang demam sederhana yang berlangsung kurang dari 5 menit dengan diazepam rektal dan dengan midazolam intranasal dan bukal. . anak-anak diberi diazepam rektal saat waktu demam atau hanya saat onset kejang.

nasal atau bukal. bahkan ketika diberikan melalui rute rektal.Kerugian potensial terhadap pengobatan intermiten adalah bahwa kejang dapat muncul sebelum demam diperhatikan. Efek yang tidak diharapkan dari diazepam oral dan rektal dan baik midazolam infranasal dan bukal termasuk letargi. rektal. baik yang diberikan melalui rute oral. . dan ataksia. sakit kepala. Depresi pernafasan sangat jarang. Kejang rekuren mungkin disebabkan oleh kegagalan dari metode daripada kegagalan dari agen. Sedasi yang disebabkan oleh benzodiazepin manapun. memiliki potensi menutupi infeksi sistem saraf pusat yang sedang berkembang.

. mengurangi risiko rekurensi kejang demam sederhana. dengan tidak adanya antikonvulsan.Manfaat dan risiko Antipiretik Intermiten  Tidak ada penelitian yang telah mendemonstrasikan bahwa antipiretik. termasuk pengguna antipiretik.  Risiko rekurensi secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang diobati denga fenobarbital. mengobati 79 anak-anak yang telah mengalami kejang demam sederhana dengan palcebo plus instruksi antipiretik (baik aspirin atau aseraminofen) versus fenobarbital harian plus instruksi antipiretik (baik aspirin atau asetaminofen). menunjukkan bahwa intruksi antipiretik.  Vamfield dkk. tidak efektif dalam mencegah rekurensi kejang demam.

9°C Pemberian asetaminofen profilaktik selama episode demam tidak efektif dalam mencegah atau mengurangi demam dan dalam mencegah rekurensi kejang demam. Asetaminofen diberikan tiap 4 jam atau hanya untuk peningkatan suhu lebih dari 37. .Walaupun antipiretik diberikan secara reguler (tiap 4 jam) atau secara sporadik tidak mempengaruhi outcome.

 asetaminofen dan ibuprofen dianggap sebagai antipiretik yang aman dan efektif untuk anak-anak. Asetaminofen diberikan bersama dengan diazepam oral dosis rendah.  Ibuprofen tidak efektif dalam mencegah rekurensi kejang demam.  hepatotoksisitas (dengan asetaminofen) dan kegagalan pernafasan. . asidosis metabolik. dan koma (dengan ibuprofen) telah dilaporkan pada anak-anak setelah terjadi keebihan dosis atau dengan adanya faktor risiko. Rekurensi kejang demam tidak berkurang. dibandingkan dengan kelompok kontrol. gagal ginjal. Dalam uji terkontrol buta ganda teracak.

tetapi tidak akan mencegah kejang demam. • Hampir semua anak-anak memiliki prognosis yang sangat baik. . toksisitas potensial yang berhubungan obat antiepileptik sifatnya melebihi risiko yang relatif kecil yang berhubungan dengan kejang demam sederhana. • Diazepam oral intermiten saat onset penyakit demam dapat efektif dalam mencegah rekurensi. primidon.Kesimpulan • Kejang demam sederhana merupakan kejadian yang jinak dan biasa untuk anak usia di antara 6 sampai 60 bulan. • Terapi jangka panjang tidak direkomendasikan. • Walaupun ada bukti bahwa baik terapi antiepileptik kontinyu dengan fenobabital. atau asam valproat dan terapi antiepileptik intermiten dengan diazepam oral sifatnya efektif dalam mengurangi risiko rekurensi. • Antipiretik dapat memperbaiki kenyamanan dari anak-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful