PENGEMBANGAN RPP DAN SILABUS

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Teknologi Pembelajaran” oleh dosen pengampu Ngadino Yustinus, M.Pd

Oleh:

Disusun oleh : FILIPUS WISNU BANGKIT MAISAROH ANNIS MUFIDA TUTI INDRAWATI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Penyusunan RPP dan Silabus” ini tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra Indonesia 2 semester 3, program studi PGSD FKIP UNS Surakarta. Penulis ucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang telah berperan serta dalam pengerjaan makalah ini, mulai dari persiapan, pengumpulan data, pemilihan data yang relevan, pengerjaan makalah, penulisan, pengeditan, hingga penyelesaian makalah. Makalah ini berisi tentang pengertian dari wacana dan juga analisis mengenai wacana. Semoga makalah ini dapat menjadi suatu bacaan yang bermanfaat, mampu menambah wawasan dan menunjang perkembangan pola pikir kita ke arah yang lebih maju, terarah, dan baik. Demikian kata pengantar dari penulis, Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalh ini untuk itu apabila ada kesalahan dalam bentuk apapun, penulis mohon maaf. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan dan peningkatan kualitas karya selanjutnya. Surakarta, 7 Oktober 2012

Penyusun

ii

............................................................. 4 B.......................................................................................... dan Sekolah.................................................... Menganalisis Kebutuhan dan Potensi.............. Merumuskan Indikator..................... iii BAB I PENDAHULUAN............................................................ 16 E............ 20 iii .......................................................................................................................................14 C.................................................................................................................................................................................................. Latar Belakang.............................................................................................17 F................................ 2 C...... Mengembangkan Indikator Penilaian.......................... Fungsi Indikator ...................... Pengertian.............................................................................................................................. Tujuan..........................15 D....................................................................19 DAFTAR PUSTAKA. Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran.....................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................. Manfaat Indikator Penilaian.......4 A.................................. Menganalisis Tingkat Kompetensi dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar............................... 2 BAB II INDIKATOR DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN................ 1 B....................................................................................................................................... 5 BAB III MEKANISME PENGEMBANGAN INDIKATOR.................................... Peserta Didik. 1 A.....................................7 A..................................................................................... 7 B..... Ruang Lingkup............................................... ii DAFTAR ISI.............................................................

masyarakat dan lingkungannya. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 22 dan nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). 19.BAB I PENDAHULUAN A.sarana prasarana. masyarakat. Pemerintah hanya menetapkan SNP yang menjadi acuan sekolah dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik. Pengembangan KTSP berdasarkan SNP memerlukan langkah dan strategi yang harus dikaji berdasarkan analisis yang cermat dan teliti. Sedangkan standar lainnya ditetapkan melalui Permendiknas nomor 13. SNP merupakan acuan dan pedoman dalam mengembangkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan lingkungan. penilaian. 1994 dan sebagainya. Analisis dilakukan terhadap tuntutan kompetensi yang tertuang dalam rumusan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD). kebutuhan potensi peserta didik. pengelolaan. serta analisis peluang dan tantangan dalam memajukan pendidikan pada masa yang akan datang dengan dinamika dan kompleksitas yang semakin tinggi. Pemerintah tidak lagi menetapkan kurikulum seperti kurikulum 1984. 1 . analisis mengenai kebutuhan dan potensi peserta didik. 16. 24 dan 41 Tahun 2007 tentang tenaga pendidik dan kependidikan. 20. dan proses.

Berdasarkan uraian di atas. memberikan pemahaman lebih luas kepada guru dalam mengembangkan indikator kompetensi berdasarkan tuntutan KD dan SK. mendorong guru dan sekolah terus mengembangkan kurikulum melalui penyusunan dan pengembangan indikator yang digunakan sebagai acuan pembelajaran dan penilaian. 2. Ruang Lingkup Ruang lingkup pengembangan indikator mencakup pengertian dan fungsi indikator dalam KTSP. Dengan demikian diperlukan panduan pengembangan indikator yang dapat dijadikan pedoman bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan SK dan KD tiap mata pelajaran. B. 4.2 Penjabaran SK dan KD sebagai bagian dari pengembangan KTSP dilakukan melalui pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu KD yang ditetapkan dalam SI dan telah dijabarkan dalam silabus. minimal sesuai dengan SI dan SKL. materi pembelajaran dan penilaian. mendorong pengembangan kurikulum lebih lanjut untuk mencapai kompetensi. 3. kegiatan pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD menjadi indikator. C. mekanisme. dan implementasi dalam pengembangan . Tujuan Penyusunan panduan ini bertujuan: 1. melebihi SI dan SKL sehingga mutu pendidikan diharapkan meningkat. maka pengembangan indikator merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan pencapaian kompetensi peserta didik. memotivasi guru untuk mengembangkan kurikulum di tingkat sekolah guna mencapai kompetensi.

3 instrumenpenilaian. .

2. dan lingkungan/ daerah. dan sekolah. yaitu: 1. Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. satuan pendidikan. karakteristik mata pelajaran. Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikoator soal. Pengertian Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. peserta didik. pengetahuan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. 3. Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. 2. tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD. terdapat dua rumusan indikator. potensi dan kebutuhan peserta didik. Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan: 1. 4 . mata pelajaran. masyarakat. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi. Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian.BAB II INDIKATOR DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN A. dan keterampilan.

B. Indikator berfungsi sebagai berikut : 1. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan indikator sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal. potensi dan kebutuhan peserta didik. 2. Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi peserta didik. 3. serta lingkungan. melaksanakan. Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar Indikator menjadi pedoman dalam merancang. Fungsi Indikator Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan SK-KD. Indikator yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry. serta 5 . Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran Desain pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar kompetensi dapat dicapai secara maksimal. 4. sekolah. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. karena indikator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi.

Pengembangan indikator penilaian harus mengacu pada indikator pencapaian yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan SK dan KD. 6 .mengevaluasi hasil belajar. serta pengembangan indikator penilaian. Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian.

Tingkat kompetensi dapat diklasifikasi dalam tiga bagian. Hal ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar secara nasional. tingkat proses. Sekolah dapat mengembangkan indikator melebihi standar minimal tersebut. dan tingkat penerapan. Kata kerja pada tingkat pengetahuan lebih rendah dari pada tingkat proses maupun penerapan. Tabel 1. Tingkat kompetensi dapat dilihat melalui kata kerja operasional yang digunakan dalam SK dan KD. yaitu tingkat pengetahuan. Menganalisis Tingkat Kompetensi dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Langkah pertama pengembangan indikator adalah menganalisis tingkat kompetensi dalam SK dan KD. Klasifikasi tingkat kompetensi berdasarkan kata kerja yang digunakan disajikan dalam Tabel 1.BAB III MEKANISME PENGEMBANGAN INDIKATOR A. Tingkat penerapan merupakan tuntutan kompetensi paling tinggi yang diinginkan. Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional 7 .

2. 3. Mengungkapkan sebab (state causality) 3 Menerapkan dan 1. Menghubungkan (relate) 13. 5. 6. 4. 4. 7. Menerapkan suatu prinsip (applying a principle) Membuat model (model building) 8 .Klasifikasi No 1 Tingkat Kompetensi Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval) 1. 2 Memproses (processing) 9. 9. Membedakan (distinguish) 14. 5. 7. 2. Membandingkan (compare) 11. 3. 8. 8. 1. 2. Kata Kerja Operasional yang Digunakan Mendeskripsikan (describe) Menyebutkan kembali (recall) Melengkapi (complete) Mendaftar (list) Mendefinisikan (define) Menghitung (count) Mengidentifikasi (identify) Menceritakan (recite) Menamai (name) Mensintesis (synthesize) Mengelompokkan (group) Menjelaskan (explain) Mengorganisasikan (organize) Meneliti/melakukan eksperimen (experiment) Menganalogikan (make analogies) Mengurutkan (sequence) Mengkategorikan (categorize) Menganalisis (analyze) 10. Mengklasifikasi (classify) 12. 6.

maka indikator yang dirumuskan harus mencapai kemampuan keterampilan yang diinginkan. penggunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang diinginkan. pengetahuan. 4. 8. dan 4. Mempertimbangkan /memikirkan kemungkinan- Selain tingkat kompetensi. 7. Membayangkan /mengkhayalkan/ mengimajinasikan (Imagining) 12. 5.Klasifikasi No Tingkat Kompetensi mengevaluasi 3. mencakup sikap. serta keterampilan. Menciptakan (creating) 14. 9 . Menduga/membuat dugaan/ kesimpulan awal (hypothezing) 10. Afektif dan Psikomotorik disajikan dalam tabel 2. 6. Klasifikasi kata kerja berdasarkan aspek kognitif. Kata Kerja Operasional yang Digunakan Mengevaluasi (evaluating) Merencanakan (planning) Memperhitungkan/meramalkan kemungkinan (extrapolating) Memprediksi (predicting) Menduga/Mengemukakan pendapat/ mengambil kesimpulan (inferring) Meramalkan kejadian alam/sesuatu (forecasting) Menggeneralisasikan (generalizing) kemungkinan (speculating) 11. 9. Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang digunakan SK dan KD. Merancang (designing) 13. 3. Jika aspek keterampilan lebih menonjol.

Tabel 2 : Kata Kerja Ranah Kognitif 10 .

Pengetahuan Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar Membilang Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memasangkan Menamai Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis Pemahaman Penerapan Memperkirakan Menugaskan Menjelaskan Mencirikan Merinci Mengurutkan Menerapkan Menyesuaikan Mengkategorikan Menentukan Analisis Menganalisis Mengaudit Memecahkan Menegaskan Mendeteksi Mendiagnosis Menyeleksi Sintesis Mengabstraksi Mengatur Menganimasi Mengumpulkan Mengkode Menyusun Penilaian Membandingkan Menyimpulkan Menilai Mengarahkan Menimbang Memisahkan Memprediksi Memperjelas Menugaskan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memvalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan Mengkategorikan Mengkritik Mengombinasikan Memutuskan Mengidentifikasi Mengasosiasikan Mengkalkulasi Membandingkan Memodifikasi Menghitung Mengkontraskan Menghitung Membangun Mencegah Menentukan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengadaptasi Menyelidiki Mempertahankan Membiasakan Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan Mengklasifikasi Merinci Menominasikan Mengarang Mendiagramkan Membangun Megkorelasikan Menanggulangi Merasionalkan Menguji Menjelajah Membagankan Menemukan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Merancang Mendikte Meningkatkan Memberi indeks Mengubah Menghubungkan Menafsirkan Menggambarkan Mencerahkan Menyimpulkan Merencanakan Mengemukakan Mengemukakan Menelaah Memaksimalkan Memperjelas Memerintahkan Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasi Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekonstruksi Mengoperasikan Mengedit Mempersoalkan Mengaitkan Mengkonsepkan Memilih Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Mensimulasikan Memecahkan Melakukan Mengukur Melatih Mentransfer 11 .

Pengetahuan Pemahaman Penerapan Mentabulasi Memproses Meramalkan Analisis Sintesis Penilaian 12 .

Kata Kerja Ranah Psikomotorik 13 .Tabel 3. Kata Kerja Ranah Afektif Menerima Memilih Mempertanyakan Mengikuti Memberi Menganut Mematuhi Meminati Menanggapi Menjawab Membantu Mengajukan Mengompromikan Menyenangi Menyambut Mendukung Menyetujui Menampilkan Melaporkan Memilih Mengatakan Memilah Menolak Menirukan Mengaktifkan Menyesuaikan Menggabungkan Melamar Mengatur Mengumpulkan Menimbang Memperkecil Membangun Mengubah Membersihkan Memposisikan Mengonstruksi Memanipulasi Mengoreksi Mendemonstrasikan Merancang Memilah Melatih Memperbaiki Mengidentifikasikan Mengisi Menempatkan Membuat Memanipulasi Mereparasi Mencampur Menilai Mengasumsikan Meyakini Melengkapi Meyakinkan Memperjelas Memprakarsai Mengimani Mengundang Menggabungkan Mengusulkan Menekankan Menyumbang Mengelola Menganut Mengubah Menata Mengklasifikasika n Mengombinasikan Mempertahankan Membangun Membentuk pendapat Memadukan Mengelola Menegosiasi Merembuk Pengalamiahan Mengalihkan Menggantikan Memutar Mengirim Memindahkan Mendorong Menarik Memproduksi Mencampur Mengoperasikan Mengemas Membungkus Artikulasi Mengalihkan Mempertajam Membentuk Memadankan Menggunakan Memulai Menyetir Menjeniskan Menempel Menseketsa Melonggarkan Menimbang Menghayati Mengubah perilaku Berakhlak mulia Mempengaruhi Mendengarkan Mengkualifikasi Melayani Menunjukkan Membuktikan Memecahkan Tabel 4.

Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Kewarganegaraan dan Kepribadian Jasmani Olahraga dan Kesehatan Estetika Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Penjas Orkes Seni Budaya Aspek yang Dinilai Afektif dan Kognitif Afektif dan Kognitif Psikomotorik. Peserta Didik. dan Sekolah Pengembangan indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek mendengar. IPA. dan/atau Psikomotorik sesuai karakter mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Matematika. membaca. berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan mengembangkan indikator. Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran. Afektif. dan sekolah karena indikator menjadi acuan dalam penilaian. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen standar isi mengenai tujuan. Kognitif. peserta didik. 14 . IPS Bahasa. karakteristik penilaian kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut. dan Kognitif Afektif dan Psikomotorik Afektif. dan TIK. ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata pelajaran. Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan indikator.B. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran lainnya.

C. Penyelenggaraan pendidikan seharusnya dapat melayani kebutuhan peserta didik. 15 . atau lilin mainan. Indikator pertama tidak mengakomodir keragaman karakteristik peserta didik karena siswa dengan intelegensi dan gaya belajar visual verbal dapat mengekspresikan melalui cara lain. Peserta didik dengan karakteristik unik visual-verbal atau psiko-kinestetik selayaknya diakomodir dengan penilaian yang sesuai sehingga kompetensi siswa dapat terukur secara proporsional. Sekolah kategori tertentu yang melebihi standar minimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi. Rutherford. Memvisualisasikan perbedaan model atom Thomson. Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir keragaman tersebut. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi Kebutuhan dan potensi peserta didik. sekolah dan daerah perlu dianalisis untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan indikator. Membuat model atom Thomson. Termasuk sekolah bertaraf internasional dapat mengembangkan indikator dari SK dan KD dengan mengkaji tuntutan kompetensi sesuai rujukan standar internasional yang digunakan. Rutherford. Sekolah dengan keunggulan tertentu juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan indikator. 2. lingkungan. steroform. dan Niels Bohr dengan menggunakan bahan kertas.Pengembangkan indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. misalnya melalui lukisan atau puisi. dan Niels Bohr. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan gaya belajar. Karakteristik sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan indikator karena target pencapaian sekolah tidak sama. Sebagai contoh dalam mata pelajaran fisika terdapat indikator sebagai berikut: 1. serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.

Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik. Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator 2. 5. 16 . dan/atau psikomotorik. Indikator juga harus dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu sekolah di masa yang akan datang. Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai. termasuk tingkat potensi yang diraihnya. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek. D. Contoh kata kerja yang dapat digunakan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran tersaji dalam lampiran 1. Merumuskan Indikator Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut: 1. 4. sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah yang berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan indikator. Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi. yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran. afektif. 6. Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif.Peserta didik mendapatkan pendidikan sesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya. 3.

termasuk penilaian diri. 17 . Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian. Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi guru. lembar pengamatan. dan atau penilaian hasil karya atau produk. Rumusan indikator penilaian memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal. peserta didik maupun evaluator di sekolah. Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Pengembangan indikator dapat menggunakan format seperti contoh berikut.E. Mengembangkan Indikator Penilaian Indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator (indikator pencapaian kompetensi). Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah.

atau Paschen Siswa dapat menerapkan konsep energi ionisasi. atau Niels Bohr Tes tertulis • Menghitung perubahan energi elektron yang mengalami eksitasi • Siswa dapat menghitung energi dan momentum sudut electron berdasarkan teori atom Bohr Tes tertulis • Siswa dapat menghitung besar momentum sudut berdasarkan teori atom mekanika kuantum Tes tertulis • Menghitung panjang gelombang terbesar dan terkecil pada deret Lyman. dan Bohr Siswa dapat menunjukkan sikap kerjasama. Rutherford. Balmer.Kompetensi Dasar/Indikator 3. Tes tertulis Tes tertulis 18 . minat dan kreativitas. dan mekanika kuantum • Siswa dapat menunjukkan kelemahan dari teori atom Thomson. Rutherford. dan/ atau energi foton berdasarkan data dan deskripsi elektron dalam atom. serta komitmen melaksanakan tugas dalam kerja kelompok Penilaian hasil karya/produk Penilaian sikap Mendeskripsikan karakteristik teori atom Thomson. Rutherford. Niels Bohr. dan Paschen pada spectrum atom hidrogen • • Siswa dapat menghitung panjang gelombang atau frekuensi terbesar dari deret Lyman.2 Mendeskripsikan perkembangan teori atom • • • Indikator Penilaian Bentuk Siswa dapat memvisualisasikan bentuk atom Thomson. energi foton. Balmer.

dan ulangan akhir semester. dan/atau tes perbuatan) maupun nontes. 4. 2. Orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetensi siswa lebih maksimal. Guru dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian yang dilakukan melalui tes (tes tertulis seperti ulangan harian. tes praktik.F. Manfaat Indikator Penilaian Indikator Penilaian bermanfaat bagi : 1. Dengan demikian siswa dapat melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti penilaian sesungguhnya. Peserta didik dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes. 3. Pimpinan sekolah dalam memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian di kelas. ulangan tengah semester. 19 .

Measurement and Evaluation in Education and Psychology. Jakarta: Fokus Media. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2002). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. and Lehmann. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007. (1991).J. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Balai Pustaka Mardapi. 2006. dan Ghofur. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 2006. Dj. Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. New York: David Mc Key Company. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. A taxonomy of the psychomotor domain: A guided for developing behavioral objective. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Mehrens. Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA. Jakarta. W. (1972). I. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang tentang Standar Penilaian Pendidikan. Rinehart and Winston.DAFTAR PUSTAKA Harrow. A. (2004). Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Inc. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. A. Fort Woth: Holt. Jakarta. 20 . J.A.

multiply. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.com/journal/item/32? &show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem http://aritmaxx. Jakarta: Fokus Media.wordpress.W.com/2009/03/26/langkah-langkahpenyusunan-rpp/ http://my-world-ly2k.com/2012/02/langkah-langkahpenyusunan-rpp. Classroon Asessment: What teachers need to know. Mass: Allyn-Bacon.Popham.com/2010/04/29/panduan-pengembanganindikator/ http://qeebening. (1999).wordpress. http://zaifbio.blogspot..J.html 21 .wordpress.com/2012/01/04/langkah-langkahpenyusunan-rpp/ http://gustisyahroni.

judgmental behaviors)  Menganalisis (analyze)  Menghargai (appraise)  Menilai (assess)  Mengkombinasikan (combine)  Membandingkan (compare)  Menyimpulkan (conclude)  Mengkontraskan (contrast)  Mengkritik (critize)  Menarik kesimpulan (deduce)  Membela/mempertahankan (defend)  Menunjukkan / menandakan (designate)  Menentukan (determine)  Mencari /menjelajah (discover)  Mengevaluasi (evaluate)  Merumuskan (formulate)  Membangkitkan/menghasilkan/menyeba bkan (generate)  Membujuk/menyebabkan (induce)  Menduga/Mengemukan pendapat/mengambil kesimpulan (infer)  Merencanakan (plan)  Menyusun (structure)  Menggantikan (substitute)  Menyambut/menyalami (greet)  Menolong/membantu (help)  Berinteraksi/melakukan interaksi (interact)  Mengundang (invite)  Menggabung (joint)  Menertawakan (laugh)  Menemukan (meet)  Berperanserta (participate)  Mengizinkan/membolehkan (permit)  Memuji-muji (praise)  Bereaksi (react)  Menjawab/menyahut (reply)  Tersenyum (smile)  Berbicara (talk)  Berterimakasih (thank)  Berkunjung (visit)  Bersukarela (volunteer) tingkat Tinggi                      Menyarankan (suggest) Memilih (choose) Mengumpulkan (collect) Mendefinisikan (define) Menjelaskan sesuatu (describe) Mendeteksi (detect) Membedakan antara 2 macam (differentiate) Membedakan/Memilih-milih (discriminate) Membedakan sesuatu (distinguish) Mengidentifikasi (identify) Mengindikasi (indicate) Mengisolasi (isolate) Mendaftarkan (list) Memadukan (match) Meniadakan (omit) Mengurutkan (order) Mengambil (pick) Menempatkan (place) Menunjuk (point) Memilih (select) Memisahkan (separate) 22 . logical.Lampiran 1 Contoh Kata Kerja Operasional Sesuai dengan Karakteristik Matapelajaran Berhubungan dengan Prilaku Sosial  Menerima (accept)  Mengakui/menerima sesuatu (admit)  Menyetujui (agree)  Membantu (aid)  Membolehkan/menyediakan/memberika n (allow)  Menjawab (answer)  Menjawab/mengemukakan pendapat dengan alasan-alasan (argue)  Mengkomunikasikan (communicate)  Memberi pujian/mengucapkan selamat (compliment)  Menyumbang (contribute)  Bekerjasama (cooperate)  Berdansa (dance)  Menolak /menidaksetujui (disagree)  Mendiskusikan (discuss)  Memaafkan (excuse)  Memaafkan (forgive) Berhubungan dengan Kompetensi Berpikir (complex.

Berhubungan dengan Kompetensi Musik (seni)  Meniup (blow)  Memainkan (play)  Menundukkan kepala (bow)  Memetik (misal gitar) (pluck)  Bertepuk (clap)  Mempraktikkan (practice)  Menggubah /menyusun (compose)  Menyanyikan (sing)  Menyentuh (finger)  Memetik/mengetuk-ngetuk (strum)  Memadankan/berpadanan (harmonize)  Mengetuk (tap)  Menyanyi kecil/bersenandung (hum)  Bersiul (whistle)  Membisu (mute) Berhubungan dengan Kompetensi Berbahasa rita-kan (recite)  Menyingkat/memendekkan (abbreviate)  Mengatakan (say)  Memberi tekanan pada sesuatu /menekankan (accent)  Menandai (sign)  Mengabjad/menyusun menurut abjad  Berbicara (speak) (alphabetize)  Mengeja (spell)  Mengartikulasikan/ mengucapkan kata Menyatakan (state) kata dengan jelas (articulate)  Menyimpulkan (summarize)  Memanggil (call)  Membagi atas suku-suku kata  Menulis dengan huruf besar (capitalize) (syllabicate)  Menyunting/mengedit (edit)  Menceritakan (tell)  Menghubungkan dengan garis  Menerjemahkan (translate) penghubung (hyphenate)  Mengungkapkan dengan kata-kata  Memasukkan (beberapa spasi) (verbalize) /melekukkan (indent)  Membisikkan (whisper)  Menguraikan/memperlihatkan garis  Mengucapkan/melafalkan/menyatakan bentuk/ menggambar denah atau peta (pronounce) (outline)  Memberi atau membubuhkan tanda  Mencetak (print) baca (punctuate)  Membaca (read)  Menulis (write)  Mendeklamasikan/membawakan/mence Berhubungan dengan Kompetensi Drama  Berakting/berperilaku (act)  Menjabat/mendekap/ menggengam (clasp)  Menyeberang/melintasi/ berselisih (cross)  Menunjukkan/mengatur/ menyutradarai (direct)  Memajangkan (display)  Memancarkan (emit)  Memasukkan (enter)  Mengeluarkan (i  Mengekspresikan (express)  Meniru (imitate)  Meninggalkan (leave)  Menggerakkan (move)  Berpantomim/Meniru gerak tanpa suara (pantomime)  Menyampaikan/menyuguhkan/ mengulurkan/melewati (pass)  Memainkan/melakukan (perform)  Meneruskan/memulai/beralih (proceed)  Menanggapi/menjawab/ menyahut (respond)  Memperlihatkan/Menunjukkan (show)  Mendudukkan (sit)  Membalik/memutar/mengarahkan/men gubah/ membelokkan (turn) Berhubungan dengan Kompetensi Seni Lukis  Memasang (assemble)  Mengukir (carve)  Mencampur (blend)  Mewarnai (color)  Menyisir/menyikat (brush)  Mengkonstruk/membangun(construct)  Membangun (build)  Memotong (cut) 23 .

                  Mengoles (dab) Menerangkan (dot) Menggambar (draw) Mengulang-ulang/melatih (drill) Melipat (fold) Membentuk (form) Menggetarkan/memasang (frame) Memalu (hammer) Menangani (handle) Menggambarkan (illustrate) Mencairkan (melt) Mencampur (mix) Memaku (nail) Mengecat (paint) Menepuk (pat) Menggosok (polish) Menuangkan (pour) Menekan (press) Menggulung (roll) Menggosok/ menyeka (rub) Menggergaji (saw) Memahat (sculpt) Menyampaikan/melempar (send) Mengocok (shake) Membuat sketsa (sketch) Menghaluskan (smooth) Mengecap/menunjukkan (stamp) Melengketkan (stick) Mengaduk (stir) Meniru/menjiplak (trace) Menghias/memangkas (trim) Merengas/memvernis (varnish) Melekatkan/menempelkan/merekatkan (paste)  Menyeka/menghapuskan/ membersihkan (wipe)  Membungkus (wrap)                Berhubungan dengan Kompetensi Fisik (Jasmani)  Melengkungkan (arch)  Mengangkat/mencabut i  Memukul (bat)  Berbaris (march)  Menekuk/melipat/ membengkokkan  Melempar/memasangkan/memancangka (bend) n/menggantungkan (pitch)  Mengangkat/membawa (carry)  Menarik (pull)  Menangkap (catch)  Mendorong (push)  Mengejar/memburu (chase)  Berlari (run)  Memanjat (climb)  Mengocok (shake)  Menghadap (face)  Bermain ski (ski)  Mengapung (float)  Meloncat (skip)  Merebut/menangkap/ mengambil (grab)  Berjungkirbalik (somersault)  Merenggut/memegang/  Berdiri (stand) menyambar/merebut (grasp)  Melangkah (step)  Memegang erat-erat (grip)  Melonggarkan/merentangkan (stretch)  Memukul/menabrak (hit)  Berenang (swim)  Melompat/meloncat (hop)  Melempar (throw)  Melompat (jump)  Melambungkan/melontarkan (toss)  Menendang (kick)  Berjalan (walk)  Mengetuk (knock) Berhubungan dengan Perilaku Kreatif  Mengubah (alter)  Menanyakan (ask)  Mengubah (change)  Merancang (design)  Menggeneralisasikan (generalize)  Memodifikasi (modify)  Menguraikan dengan kata-kata sendiri (paraphrase)  Meramalkan (predict)  Menanyakan (question) Menyusun kembali (rearrange) Mengkombinasikan kembali (recombine) Mengkonstruk kembali (reconstruct) Mengelompokkan kembali (regroup) Menamakan kembali (rename) Menyusun kembali (reorder) Mengorganisasikan kembali (reorganize) Mengungkapkan kembali (rephrase) Menyatakan kembali (restate) Menyusun kembali (restructure)           24 .

Kesehatan. Menceritakan kembali (retell)  Menuliskan kembali (rewrite)  Menyederhanakan (simplify)  Mengsintesis (synthesize)  Mengsistematiskan (systematize) Berhubungan dengan Kompetensi Matematika  Menambah (add)  Memadukan/mengintegrasikan (integrate)  Membagi dua (bisect)  Menyisipkan/menambah (interpolate)  Menghitung/mengkalkulasi (calculate)  Mengukur (measure)  Mencek/meneliti (check)  Mengalikan/memperbanyak (multiply)  Membatasi (circumscribe)  Menomorkan (number)  Menghitung/mengkomputasi (compute)  Membuat peta (plot)  Menghitung (count)  Membuktikan (prove)  Memperbanyak (cumulate)  Mengurangi (reduce)  Mengambil dari (derive)  Memecahkan (solve)  Membagi (divide)  Mengkuadratkan(square)  Memperkirakan (estimate)  Mengurangi (substract)  Menyarikan/menyimpulkan (extract)  Menjumlahkan (sum)  Memperhitungkan (extrapolate)  Mentabulasi (tabulate)  Membuat grafik (graph)  Mentally (tally)  Mengelompokkan (group)  Memverifikasi (verify) Berhubungan dengan Kompetensi Sains  Menjajarkan (align)  Menerapkan (apply)  Melampirkan (attach)  Menyeimbangkan (balance)  Mengkalibrasi (calibrate)  Melaksanakan (conduct)  Menghubungkan (connect)  Mengganti (convert)  Mengurangi (decrease)  Mempertunjukkan/memperlihatkan (demonstrate)  Membedah (dissect)  Memberi makan (feed)  Menumbuhkan (grow)  Menambahkan/meningkatkan (increase)  Memasukkan/menyelipkan (insert)  Menyimpan (keep) Memanjangkan (lenghthen) Membatasi (limit) Memanipulasi (manipulate) Mengoperasikan (operate) Menanamkan (plant) Menyiapkan (prepare) Memindahkan(remove) Menempatkan kembali(replace) Melaporkan (report) Mengatur ulang (reset) Mengatur (set) Menentukan/menetapkan (specify) Meluruskan (straighten) Mengukur waktu (time) Mentransfer (transfer) Membebani/memberati (weight)                 Berhubungan dengan Kompetensi Umum. dan Keamanan  Mengancingi (button)  Mengosongkan (empty)  Membersihkan (clean)  Mengetatkan/melekatkan (fasten)  Menjelaskan (clear)  Mengisi/memenuhi/melayani /membuat (fill)  Menutup (close)  Melintas/berjalan (go)  Menyikat/menyisir(comb)  Mengikat tali/menyusuri (lace)  Mencakup (cover)  Menumpuk/menimbun (stack)  Mengenakan/menyarungi (dress)  Menghentikan (stop)  Minum (drink)  Merasakan (taste)  Makan (eat)  Mengikat/membebat (tie)  Menghapus (eliminate) 25 .

    Tidak mengancingi (unbutton) Membuka/menanggalkan (uncover) Menyatukan (unite) Membuka (unzip)     Menunggu (wait) Mencuci (wash) Memakai (wear) Menutup (zip) 26 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.