P. 1
atletik

atletik

|Views: 325|Likes:
Published by A's Boh
olahraga
olahraga

More info:

Published by: A's Boh on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar

dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai atletik beserta cabang-cabangnya tersebut. Sesuai dengan tugas Penjaskes yang diberikan untuk dapat lebih memahami mengenai Atletik, maka kami menyusun makalah atau karya ilmiah ini demi memenuhi indikator tersebut. Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah :    Pengertian, sejarah, fungsi, dan tujuan Atletik Pengelompokkan atletik Teknik dan peraturan atletik

Manfaat Penulisan Tentunya karya tulis ini memiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :    Penulis bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan atletik serta cabangcabang dalam atletik tersebut Mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya cabang olahraga atletik Pembaca bisa mengetahui lebih banyak mengenai atletik

1

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Atletik Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Istilah athletic dalam bahasa Inggris dan athletic dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan. Atletik adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kegiatan alami manusia. Menurut Mochamad Djumidar A. Widya (2004) dalam bukunya Gerak-Gerak Dasar Atletik Dalam Bermain, menyebutkan bahwa atletik adalah salah satu unsur dari Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang merupakan komponen-komponen pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani serta pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selarasa dan seimbang. Bahkan didalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0413/U/1987 disebutkan bahwa atletik adalah cabang olahraga yang wajib diberikan di semua jenjang pendidikan karena atletik adalah ibu dari semua cabang olahraga, sehingga atletik penting sejak anak-anak usia dini. Sejarah Atletik Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian Game (dimulai 6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games (dimulai 51 memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi. Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah
2

kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850. Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat di dalam trek. Atletik termasuk di dalam Olimpiade modern di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian. Wanita pertama kali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer. AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Atletik Prinsipnya adalah pembinaan proses dan kebenaran gerak. Sehingga lebih berfungsi dan bertujuan untuk: a. pemenuhan minat untuk bergerak, b. pengenalan dasar-dasar gerak atletik dalam bentuk permainan, c. merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani (bertambahnya tinggi dan berat badan yang harmonis) serta perkembangan gerak, d. memelihara dan meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani, e. membantu merehabilitasi kelainan gerak pada usia dini, f. menghindari rasa kebosanan, g. membantu menanamkan rasa disiplin, kerjasama, kejujuran, mengenal akan peraturan dan norma-norma lainnya, h. menangkal pengaruh buruk yang datangnya dari luar. Ruang Lingkup Pembelajaran Pendidikan Jasmani Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2007 Ruang lingkup pembelajaran mata pelajaran pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan bermuara pada cabang atletik, karena mencakup semua aktivitas gerak dalam cabang atletik yaitu:

3

a) Eksplorasi gerak, keterampilan gerak lokomotor non-lokomotor dan gerak manipulatif kedalam semua cabang permainan jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya (Dasar-dasar gerak jalan dan lari, lompat serta lempar) b) Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya c) Aktivitas senam dan gerak ritmik, meliputi: ketangkasan sederhana dengan alat dan tanpa alat, gerak bebas, senam aerobik, dan aktivitas lainnya. d) Aktivitas air atau gerak akuatik, meliputi renang, permainan di air, keselamatan, keterampilan gerak di air dan aktivitas lainnya. Pengelompokkan Atletik  Lari - Reaksi Lari merupakan salah satu nomor yang paling dominan di kecabangan atletik yaitu dimana nomor-nomor lari itu paling banyak diperlombakan. Dalam perlombaan nomor lari tidak hanya melakukan lari saja, tapi dibutuhkan suatu reaksi yang cepat ketika melakukan awalan lari dan juga dibutuhkan kecepatan yang maksimal untuk nomor-nomor pendek seperti nomor 60m, 100m, 200m, dan lainnya. Dengan reaksi yang cepat seorang atlet bisa melakukan awalan yang lebih baik dibandingkan dengan atlet yang reaksi lambat. Maka dari itu diperlukan sekali latihan-latihan yang bisa mendukung reaksi kita untuk bisa cepat lagi. Ini adalah salah satu contoh latihan-latihan reaksi untuk pemula, untuk latihannya kita bisa menggunakan suara (bunyi), atau dengan sentuhan, seperti contoh untuk suara, kita bisa menyuruh atlet untuk berbaring tengkurap dengan posisi kepala berada pada arah berlawanan dengan arah yang digunakan untuk berlari (belakang). Kemudian kita memberitahu kepada atlet, bahwa jika anda terdengar suara hitungan angka 5, anda harus berlari kebelakang. Kita bisa mengecoh konsentrasi mereka dengan menyebut angka 15, 50, dan lain-lainnya. Dan jika kita menyebut angka 5, mereka pasti bereaksi dengan membangun badan mereka, berbalik dan lari kearah belakang. Inilah salah satu contoh untuk melatih reaksi untuk atlet pemula tetapi menggunaakan tepuk tangan.

-

Kecepatan Ketika kita telah mendapatkan reaksi yang cepat, kita tidak hanya bisa bergantung pada itu saja karena nomor lari itu jarak yang paling minimalnya hanya 60 meter, sedangkan reaksi yang dihasilkan itu hanya dibutuhkan karena untuk menghasilkan awalan yang baik dan cepat agar lari bisa maksimal, maka dari itu diperlukan latihan untuk kecepatan, karena ini factor untuk menentukan hasil finish yang maksimal. Untuk melatih kecepatan pada seorang pemula kita bisa menggunakan model latihan yang sederhana, yang berupa mainan agar atlet itu sendiri tidak merasa jenuh terhadap program latihannya. Kita bisa mengelola suatu permainan yang bisa membuat mereka untuk mengacu kecepatannya,
4

yaitu sebagai contohnya, kita membuat suatu perlombaan lari bolak-balik untuk mengumpulkan bola kecil dari tempat satu ketempat kedua, dengan jarak kira – kira 25 meter, kemudian kita juga harus memberi suatu hukuman untuk yang kalah, seperti push up 10 kali atau menggendong yang menang yang tujuannya agar mereka bisa lari maksimal untuk mengumpul bola – bola itu. Selain model permainan diatas, kita juga bisa menggunakan bentuk permainan yang lainnya, seperti lari zigzag yang berfungsi untuk melatih kecepatan dan kecerdikan karena dengan lari yang berliku-liku seperti itu mereka selalu menca ri ide untuk bagaimana caranya biar malaju cepat, yaitu dengan teknik-teknik yang mereka temukan sendiri. Tetapi dalam permainan ini mereka harus dibuat suatu perlombaan biar mereka selalu semangat untuk melaksanakannya.  Lompat Di atletik tidak hanya ada nomor lari saja, tetapi juga ada nomor-nomor yang lainnya seperti lompat, sedangkan lompat itu sendiri terbagi menjadi; lompat jauh, lompat tinggi, dan lompat gala. Dimana pada ini semua merupakan gabungan antara kecepatan, kekuatan, dan ketangkasan dalam upaya untuk melompat semaksimal mungkin. Pada nomor lompat sangat diperlukan sekali kekuatan kaki, karena kaki digunakan sebagai tumpuan dan mendarat ketika melakukan lompatan. Pada model latihan lompat untuk pemula kita bisa memilih beberapa permainan yg sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti contoh; lari karung karena pada permainanini memerlukan lompatan untuk menuju ke garis finish, sehingga dengan otomatisnya kita akanmeloncat–loncat sampai ke garis finish, dan inilah yang kita perlukan pada cabang atletik terutama pada nomor lompat. Selain lomba lari karung kita juga bisa menggunakan permainan yang lainnya, yang tujuannya biar seorang atlet pemula itu tidak merasa jenuh dan bosen terhadap latihan dan permainan yang seperti itu terus, kita seorang pelatih harus mampu berfikir kreatif, yaitu mencari permainan sperti apa lagi yang harus digunakan untuk latihan melompat. Ini adalah contoh yang kedua untuk model latihan melompat untuk pemula, yaitu; permaianan melompat kardus, dimana kita bisa menyuruh atlet kita untuk melompat kardus mie baik dengan cara kekiri dan kekanan maupun\ depan\belakang\dengan\satusyarattanpa menyentuh karsus tersebut. Lempar Lempar adalah merupakan salah satu nomor yang ada di kecabangan atletik, lempar itu sendiri juga terbagi antara beberapa nomor, seperti lemar lembing, cakram, dan tolak peluru. Pada nomor lempar sangat berbeda sekali dengan baik nomor lari maupun nomor lompat, karena pada keduanya ini yang lebih dominan dibutuhkan hanya kekuatan kaki berbeda dengan lempar yang sangat memerlukan sekali kekuatan tangan untuk melempar sejauh mungkin. Untuk melatih kekuatan tangan itu sendiri, untuk seorang atlet yang pemula kita juga
5

bisa memanfaatkan atau menggunakan permainan sebagai modal kita untuk melatih, dengan permain yang kita selalu gunakan ini diharapkan kita juga bisa melihat atlet-atlet yang memiliki bakat tertentu. Untuk nomor lempar ini kita bisa mengunakan permainan lempar bola kecil dengan memasang target lempar dihapannya, kira - kira 10 meter. Dengan memberi kesempatan 10 kali lemparan untuk masing - masing dari mereka, kemudian kita menghitung jumlah lemparan yang mengenai sasaran, dari keduanya kita lihat siapa yang mengenai sasaran yang paling banyak itu yang menang. Fungsi dari permainan ini sendiri adalah untuk melatih kekuatan tangan sejauh mana melemparnya dan juga berfungsi untuk selalu fokus terhadap sasaran.

6

BAB III TEKNIK DAN PERATURAN ATLETIK Peraturan Atletik  Kompetisi Frekuensi Kejuaraan Dunia Atletik IAAF 2 tahun sekali  Kejuaraan Dunia Atletik Dalam Ruang IAAF 2 tahun sekali  Kejuaraan Dunia Lintas Alam IAAF Setahun sekali  Kejuaraan Dunia Setengah Maraton IAAF Tidak lagi dilangsungkan  Kejuaraan Dunia Lari Jalan Raya IAAF Setahun sekali  Kejuaraan Dunia Atletik Junior IAAF 2 tahun sekali  Kejuraan Dunia Atletik Remaja IAAF 2 tahun sekali  Kejuaraan Dunia Jalan Cepat IAAF 2 tahun sekali  Piala Dunia Atletik IAAF 4 tahun sekali Liga Emas IAAF Setahun sekali  Final Atletik Dunia IAAF Setahun sekali Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor,selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan. Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untu event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkn di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon.

7

Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yardm dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untukAmerican Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan. Jenis Lari dalam Atletik : a. b. c. d. e. Lari jarak pendek, Lari jarak menengah, Lari panjang, Lari estafet, dan Lari halang rintang

Nomor dalam lempar yaitu : 1. Lempar Cakram Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan. 2. 3. 4. Tolak Peluru Lontar Martil Lempar Lembing

Macam – Macam Start 1. Start berdiri (Flting Start) 2. Start melayang (Flying Start) 3. Start Jongkok (Cruched Start)

8

Cara Melakukan Start Jongkok Start pendek, cara melakukannya ialah lutuk kaki belakang diletakkan/ditempakkan pada ujung kaki yang muka, jaraknya satu kepal. Jadi boleh dikatakan ujung kaki belakang hamper sejajar dengan tumit kaki yang muka. Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu, letakkan dibelakang garis start. Bukan telapak tangan yang mengenai tanah, tetapi pinggiran dari telunjuk dan ibu jari. Pandangan kemuka kurang lebih 1 setengah m, usahakan badan jangan sampai renggang/tegang dan usahakan berat badan berada kedua belah tangan. Sehingga bila ada tanda untuk berangkat sudah mudah untuk meluncur/bergerak. Karena dalam start ini harus dapat mengubah keadaan sikap badan dari yang stabil/seimbang kepada sikap yang labil/ tidak seimbang. Latihan Start untuk Lari Hal – hal yang harus dihindari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tidak cukup dorongan kedepan dan kurangnya lutut diangkat. Menjejakkan kaki keras – keras ketanah dan mendaratkannya dengan tunit. Tubuh condong sekali kedepan atau melengkung sekali kedepan. Memutar kepala dan menggerakan bahu secara berlebihan. lengan diayunkan terlalu keatas dan ayunan terlampau jauh menyilang dada. Pelurusan tang kurang sempurna dari kaki yang akan dilangkahkan. Berlari Zig Zag dengan gerakan kekiri dan kanan. Pada aba – aba komando siap kepala diangkat, dagu terlalu tinggi atau terlalu rendah, langkah yang kurang sempurna dan condong kedepan secara tiba – tiba

Hal – hal yang harus di utamakan : 1. Membuat titik tertinggi pada kaki yang mengayun (kaki yang bebas) sama besar eksensinya dengan kaki yang mendorong (kaki yang menyentuh tanah) 2. Membuat kaki yang dilangkahkan seelastius mungkun. 3. Menjaga posisi tubuh sama seperti jalan biasa. 4. Menjaga kepala tetap tegak dan pandangan lurus kedepan. 5. Mengayunkan lengan sejajar dengan pinggul dan sedikit menyilang kebadan. 6. Membuwat gerak kaki yang sempurna dengan langkah secara horizontal. 7. Lari pada satu garis lurus dengan meletakkan kaki yang satu tepat di depan kaki yang lain. 8. Pada komando siap gerakan tubuh condong kedepan dan bila tanda “bunyi” pistol dibunyikan tubuh bergerak kedepan dengan lengan dan kaki Cabang-cabang atletik : Pria: - 10000m - 100m - 110m Lari Rintang - 1500m
9

-

200m 20km Jalan Cepat 3000m Lari Rintang 400m 400m Lari Rintang 4x100m Maraton 4x400m Maraton 5000m 50km Jalan 800m Decathlon Lempar Cakram Lempar Martil Lompat Tinggi Lempar Lembing Lompat Jauh Maraton Lompat Galah Tolak Peluru Triple Jump

Wanita: - 10000m - 100m - 100m Lari Rintang - 1500m - 200m - 20km Jalan Cepat - 3000m Lari Rintang - 400m - 400m Lari Rintang - 4x100m Maraton - 4x400m Maraton - 5000m - 800m - Lempar Cakram - Lempar Martil - Heptathlon - Lompat Tinggi - Lempar Lembing - Lompat Jauh - Maraton - Lompat Galah - Tolak Peluru - Triple Jump

10

Modifikasi Pembelajaran Atletik modifikasi pembelajaran yang kreatif dan efektif, berikut ini disajikan beberapa contoh materi bahasan dan jenis modifikasi pembelajaran atletik bagi kelas 1, 2 dan 3 yang telah disesuaikan dengan karakteristik dan perkembangan anak dengan pendekatan keterampilan proses dan metode bermain yang menyenangkan dengan pengalaman gerak meliputi tiga aspek yaitu : Dasar-dasar gerakan jalan dan lari Θ Berbagai bentuk gerakan jalan dan lari individual: 1. Lari/jalan ke depan, ke belakang dan ke samping 2. Lari/jalan angkat paha, tumit menyentuh pantat, langkah kuda. 3. Lari/jalan dengan ujung kaki 4. Lari/jalan membawa benda 5. Lari/jalan pada lintasan berkelok-kelok 6. Lari/jalan naik turun tangga 7. Lari/jalan meniru gerak binatang (kuda, gajah, ular, beruang, dll) 8. Lari/jalan sambil jongkok 9. Berjalan diatas balok titian Θ Berbagai bentuk gerakan jalan dan lari berpasangan atau tim: 1. Lari/jalan bersalaman 2. menepuk satu tangan dengan tangan lawan 3. menepuk kedua tangan dengan tangan lawan 4. bergandengan pada siku membuat satu putaran 5. bergandengan tangan setinggi bahu, membuat putaran 6. bergandengan dua tangan membuat satu putaran Bentuk-bentuk Modifikasi Pembelajaran Atletik dengan Bermain a. Gambar modifikasi pembelajaran gerak dasar jalan dan lari b. Gambar modifikasi pembelajaran gerak loncat dan lompat c. Gambar modifikasi pembelajaran gerak melempar

11

BAB IV PENUTUP SIMPULAN Dalam penulisan makalah atletik ini kami dapat menyimpulkan : Atletik merupakan cabang olahraga yang meliputi lari, lompat dan lempar Atletik merupakan induk dari semua cabang olahraga karena hampir semua gerakan terdapat dalam atletik

begitu banyaknya cara kita untuk melatih seorang atlet pemula dengan menggunakan permainan yang intinya dari permainan itu berfungsi untuk menghibur dan melatih secara tak langsung, karena disuatu sisi mereka tidak sadar atas latihan-latihan dasar dari atletik karena mereka merasa keasyikan dalam menjalankan permainan tersebut yang dapat menghilangkan kejenuhan dan kebosanan yang terjadi pada diri mereka dan kita sebagai pembimbing juga bisa melihat bakat-bakat atlet tersebut dari aktivitas mereka di permainan tersebut. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengelola permainan menjadi suatu bahan latihan, maka dari itu kita yang insyaallah menjadi pelatih ini akan selalu dituntut untuk menjadi seorang pelatih yang kreatif yang tujuannya agar anak didik kita tidak mudah merasa jenuh atas program latihan yang kita beri.

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->