LKS-01 LEMBAR KERJA SISWA Tujuan Percobaan Mengukur hambatan, kuat arus dan tegangan Alat dan Bahan

1. Resistor : 2 buah (100Ω dan 200Ω) 2. Protoboard : 1 buah 3. Baterai : 2 buah @1,5 volt 4. Multimeter : 1 buah 5. Kabel penghubung : 4 buah Teori Dasar Multimeter adalah alat untuk mengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOAM (VolT, Ohm, Ampere meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

Gambar 4. Multimeter digital Fungsi Multimeter : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Mengukur tegangan DC Mengukur tegangan AC Mengukur kuat arus DC Mengukur nilai hambatan sebuah resistor Mengecek hubung-singkat / koneksi Mengecek transistor Mengecek kapasitor elektrolit Mengecek dioda, led dan dioda zener Mengecek induktor Mengukur HFE transistor (type tertentu)

Gambar 5. Multimeter analog

pegang ujung negatif dan positif.11. Nolkan jarum Multimeter tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan ohm adjust. x10 Ω. jarum harus tidak bergerak”. x10. x100. 2. x100 Ω. x1k. Hubungkan kabel testlead merah ke terminal pengukuran + dan testlead hitam ke terminal pengukuran – Tempatkan kedudukan saklar pemilih ke posisi Ω dan pilih daerah batas ukur yang sesuai . Mengukur suhu (type tertentu) Pengkalibrasian Multimeter 1. atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel negatif dan positif. Pada dasarnya untuk pengukuran. Mengukur Hambatan 1. Setiap mau mengukur posisi ohm hendaknya letakkan range selector pada skala yang paling kecil. yaitu setiap memindahkan range selector ke masing2 nilai ohm terlebih dahulu ujung taspinnya disatukan/ dihubungkan. “Baik tidaknya range selector x1 Ω. 4. Sambil melihat jarum multimeter menunjukkan kurang atu lebih dari angka nol disebelah kanan. Range Selector ohm meter harus betul2 diperhatikan. Kurang atau lebihnya jarum tersebut kita atur dengan tombol ohm adjusting knop kearah kiri atau kanan sehingga jarum multimeter tersebut benar2 ke posisi angka nol. 5. 2. Posisikan Range Selector pada x1 Ω. Perhatikan multimeter baik atau rusak kondisinya Nolkan jarum Multimeter pada posisi sebelah kiri dengan menggunakan Ohm Zero Correction dengan cara memutar kekiri atau kekanan agar jarum tersebut benar2 ke angka nol sebelah kiri 3.

3. 2. 5. Periksa jarum penunjuk ke posisi nol dengan memutar pengukur nol. Hubungkan testlead warna merah ke terminal pengukuran + dan testlead warna hitam ke terminal pengukuran – Tempatkan kedudukan saklar pemilih ke posisi DC dan pilih daerah batas ukur yang sesuai Periksa jarum penunjuk ke posisi nol dengan memtar pengatur nol. Hubungkan kabel testlead merah ke keterminal positif dan testlead hitam ke terminal – Tempatkan kedudukan saklar pemilih ke posisi DC mA dan pilih daerah batas ukur yang sesuai Periksa jarum penunjuk ke posisi nol dengan memutar pengatur nol Hubungkan testlead secara seri pada rangkaian yang akan di hitung kuat arusnya dengan memperhatikan arah arus listriknya Skala yang digunakan 0. Hubungkan ujung testlead warna merah ke polaritas positif rangkaian yang akan di ukur dan testlead hitam ke polaritas negatif Pembacaan skala voltmeter disesuaikan dengan skala yang digunakan. Pembacaan skala ohmmeter dari kanan ke kiri Mengukur tegangan DC 1. Skala yang digunakan 0.1 Skala pembacaan 0-250 0-10 0-250 0-50 0-10 Dikalikan dengan 0. Lakukan pengukuran hambatan dengan menghubungkan testlead pada ujungujung kaki resistor.25 mA DC 25 mA DC Skala pembacaan 0-250 0250 Dikalikan dengan 0. 4. Hubungkan singkat ujung testlead warna merah ke dan hitam.25 V DC 10 V DC 250 V DC 500 V DC 1000 V DC Mengukur arus DC 1.001 1 1 10 100 . lihat jarum penunjuk ke posisi nol dengan pemutar nol. 4. 2. 3. 5. 4.001 0.3.

5.500 mA DC Langkah-langkah eksperimen: A. Buatlah rangkaian seri seperti pada gambar 2 R1 R2 Ω . Mengukur Hambatan 1. Mengukur Hambatan 0-50 10 1. Hubungkanlah testlead ke hambatan yang akan di ukur (seperti gambar 1) dan bacalah penunjuk jarum meter (pembacaan skala ohmmeter dari kanan ke kiri) Ω R1 Gambar 1 B. Masukkan testlead ke terminal pengukuran + dan ke terminal pengukuran – 2. Mengukur Hambatan. Buat objek yang akan diukur tidakmemiliki tengangan. kemudian amperemeter dan voltmeter diatur dalam skala ohmmeter. Putar saklar selektor keposisi Ω dan pilih range yang sesuai 3. Kuat Arus dan Tegangan Pada Rangkaian Seri Dan Paralel Rangkaian Seri (Percobaan 1) a. 3. Kalibrasikan multimeter. Periksalah alat-alat yang digunakan dalam praktikum 2. Hubung singkatkan ujung testlead warna merah dan hitam. serta setelah jarum penunjuk ke posisi 0 dengan memutar knop 0 adj 4.

Catatlah hasil pengukuran dan hitung persen kesalahan pada tabel pengamatan di bawah ini ! Persentase kesalahan pengukuran hambatan : x 100% R1 R2 Rtotal praktek Rtotal teori % kesalahan b. Bacalah arus pada rangkaian seri dan ukurlah besar kuat arus di setiap hambatan . Pasanglah ohmmeter dan ukur besar hambatan total rangkaian seri pada gambar 2 5. Hitunglah persen kesalahan dari pengukuran kuat arus tersebut dengan menggunakan rumus : Persentase kesalahan pengukuran kuat arus: x 100% I1 I2 Itotal praktek I total teori % kesalahan .Gambar 2 4. 3. Mengukur Kuat arus 1. Masukkan hasil pengamatan pada tabel dibawah ini. Pasanglah amperemeter pada rangkaian! R1 R2 A Gambar 3 2.

V R1 R2 Gambar 5 3.c. Pasanglah voltmeter pada rangkaian seri. masukkan hasil pengamatan pada tabel dibawah ini. Bacalah tegangan di setiap hambatan pada rangkaian seri dengan cara memindahkan voltmeter ke kaki hambatan (R1. Hitung persen kesalahan dari pengukuran tegangan dengan menggunakan rumus : Persentase kesalahan pengukuran tegangan : x 100% . seperti gambar 4 di bawah ini R1 R2 V Gambar 4 2. Mengukur tegangan 1.R2. R3) yang disusun paralel dengan hambatan.

Masukkan hasil pengamatan pada tabel dibawah ini. Pasanglah ohmmeter dan ukur besar hambatan total rangkaian paralel pada gambar 6. Hitung persen kesalahan dan catatlah hasil pengukuran pada tabel pengamatan di bawah ini : x 100% R1 R2 Rtotal praktek Rtotal teori % kesalahan b. Vin V1 V2 Vtotal praktek Vtotal teori % kesalahan Rangkaian Paralel (Percobaan 2) a. Mengukur hambatan 1. kemudian amperemeter dan voltmeter R1 R2 diatur dalam skala ohmmeter. 3. Mengukir Kuat arus 1. Periksalah alat-alat yang digunakan dalam praktikum 2. Kalibrasikan multimeter.4. 5. Buatlah rangkaian paralel seperti pada gambar 6 Ω Gambar 6 4. Pasanglah amperemeter pada rangkaian! R1 R2 A .

Bacalah arus pada rangkaian paralel dan ukurlah besar kuat arus di setiap hambatan . seperti gambar 9 V R1 R2 .Gambar 7 6. Masukkan hasil pengamatan pada tabel dibawah ini. Mengukur tegangan 1. seperti gambar 8 di bawah ini R1 R2 V Gambar 8 2. Bacalah tegangan di setiap hambatan pada rangkaian paralel dengan cara memindahkan voltmeter ke kaki hambatan (R1.R2) yang disusun paralel dengan hambatan. Pasanglah voltmeter pada rangkaian paralel. hitung persen kesalahn pada pengukuran kuat arus tersebut. Persentase kesalahan pengukuran kuat arus: x 100% I1 I2 Itotal praktek Itotal teori % kesalahan c.

2.Gambar 9 3. Hitung persen kesalahan dan hasil pengukuran pada tabel pengamatan berikut ini. kuat arus dan tegangan pada rangkaian paralel ? Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan. 3. kuat arus dan tegangan pada rangkaian seri ? Bagaimana hasil pengukuran kuat arus. Persentase kesalahan pengukuran tegangan : x 100% Vin V1 V2 Vtotal praktek Vtotal teori % kesalahan Pertanyaan : 1. . Bagaimana hasil pengukuran hambatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful