Konseling Pada Pasien Diabetes Melitus

KONSELING PADA PASIEN DIABETES MELITUS

A. Pengenalan Diabetes Melitus Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999). Klasifikasi Diabetes Mellitus Berdasarkan Etiologinya (ADA, 2003) : 1. Diabetes Mellitus Tipe 1 Destruksi sel β umumnya menjurus ke arah defisiensi insulin absolut A. Melalui proses imunologik (Otoimunologik) B. Idiopatik 2. Diabetes Mellitus Tipe 2 Bervariasi, mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin. 3. Diabetes Mellitus Tipe Lain A. Defek genetik fungsi sel β : • kromosom 12, HNF-1 α (dahulu disebut MODY 3), • kromosom 7, glukokinase (dahulu disebut MODY 2) • kromosom 20, HNF-4 α (dahulu disebut MODY 1) • DNA mitokondria B. Defek genetik kerja insulin C. Penyakit eksokrin pankreas: • Pankreatitis • Trauma/Pankreatektomi • Neoplasma • Cistic Fibrosis • Hemokromatosis • Pankreatopati fibro kalkulus D. Endokrinopati: 1. Akromegali 2. Sindroma Cushing 3. Feokromositoma 4. Hipertiroidisme E. Diabetes karena obat/zat kimia: Glukokortikoid, hormon tiroid, asam nikotinat, pentamidin, vacor, tiazid, dilantin, interferon F. Diabetes karena infeksi G. Diabetes Imunologi (jarang) H. Sidroma genetik lain: Sindroma Down, Klinefelter, Turner, Huntington,

timbul gatal-gatal yang seringkali sangat mengganggu (pruritus). IFG (Impaired Fasting Glucose) = GPT (Glukosa Puasa Terganggu) B. siang atau malam) Makan terlalu sedikit. umumnya bersifat sementara. Prader Willi 4. IGT (Impaired Glucose Tolerance) = TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) GEJALA KLINIK Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. dan polifagia (banyak makan/mudah lapar). kesemutan pada tangan atau kaki.Chorea. Menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal 2. dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. KOMPLIKASI HIPOGLIKEMIA Serangan hipoglikemia pada penderita diabetes umumnya terjadi apabila penderita: Lupa atau sengaja meninggalkan makan (pagi. Mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes. Penderita gagal menerima obat Penderita gagal menerima obat dapat disebabkan oleh: . polidipsia (sering haus). yang secara spesifik ditujukan untuk mencapai 2 target utama. B. KOMPLIKASI MIKROVASKULAR Komplikasi mikrovaskular terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1. nefropati dan neuropati. dan penyakit pembuluh darah perifer (peripheral vascular disease = PVD). Komplikasikomplikasi mikrovaskuler. Pra-diabetes: A. koordinasi gerak anggota tubuh terganggu. tetapi merupakan faktor risiko untuk DM Tipe 2 5. antara lain retinopati. yaitu: 1. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Penatalaksanaan diabetes mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas DM. lebih sedikit dari yang disarankan oleh dokter atau ahli gizi Berolah raga terlalu berat Mengkonsumsi obat antidiabetes dalam dosis lebih besar dari pada seharusnya Minum alkohol Stress Mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia KOMPLIKASI MAKROVASKULAR 3 jenis komplikasi makrovaskular yang umum berkembang pada penderita diabetes adalah penyakit jantung koroner (coronary heart disease = CAD). Namun demikian ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai isyarat kemungkinan diabetes. Diabetes Mellitus Gestasional Diabetes mellitus yang muncul pada masa kehamilan. Gejala tipikal yang sering dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil). penyakit pembuluh darah otak. Selain itu sering pula muncul keluhan penglihatan kabur.

• Pada DMG. Efek sampinng : Jarang. IM. • Biasanya kebanyakan penderita diabetes atau DM gestasional yang ringan dapat di atasi dengan pengaturan jumlah dan jenis makanan. • Humulin Komposisi : Humulin R Reguler soluble human insulin (rekombinant DNA origin). Humulin 30/70 reguler soluble human insulin 30% & human insulin suspensi 70% (rekombinant DNA origin). Humulin R dapat diberikan secara IV. lipodistropi. Penderita tidak meminum obat yang diberikan karena ketidakpahaman d.  Penderita gangguan ginjal Pada penderita DM mempunyai kecenderungan tujuh belas kali lebih mudah mengalami gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh faktor infeksi berulang yang timbul pada DM dan . dispensing. Humulin R mulai kerja ½ jam. lamanya 18-24 jam. Peringatan : Pemindahan dari insulin lain.a. seperti:  Penderita hamil / menyusui Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah kelainan pada metabolisme karbohidrat dari faktor yang memberatkan yang terjadi selama kehamilan. e. Penderita tidak meminum obat yang diberikan karena tidak sesuai dengan keyakinan tentang kesehatannya. Humulin N mulai kerja 1-2 jam. sakit atau gangguan emosi. lamanya 6-8 jam. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI. Penentuan dosis insulin bergantung pada: BB ibu. Sebagian besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent DM). dan mengawasi kehamilan secara teratur. diberikan bersama obat hiperglokemik aktif. reaksi alergi local atau sistemik. Yang juga perlu mendapat perhatian ekstra terhadap munculnya masalah terkait obat apabila penderita berada dalam kondisi khusus. Penderita tidak mampu menebus obat dengan alasan ekonomi. Humulin N isophane human insulin (rekombinant DNA origin). maka dianjurkan agar penderita diberikan terapi insulin. KGD. pemberian anti diabetik secara oral.5 unit/kgBB. Obat DM oral kontraindikasi. Dosis insulin diperkirakan antara 0. Penderita tidak mematuhi aturan yang direkomendasikan dalam penggunaan obat c.5-1. puncaknya 1-8 jam. aktivitas. Diberikan secara injeksi SK. puncaknya 2-4 jam. Penderita tidak menerima pengaturan obat yang sesuai sebagai akibat kesalahan medikasi (medication error) berupa kesalahan peresepan. cara pemberian atau monitoring yang dilakukan. Dosis : Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individu. maka kelompok ini harus cepat-cepat diidentifikasi dan diberikan terapi insulin. Karena 15-20% dari pasien akan menderita kekurangan daya pengaturan glukosa dalam masa kehamilan. b. lamanya 14-15 jam. Kontraindikasi : Hipoglikemik. insulin yang digunakan adalah insulin dosis rendah dengan lama kerja intermediate dan diberikan 1-2 kali sehari. Indikasi : IDDM DM yang memang sudah diketahui sebelumnya dan kemudian menjadi hamil (DM Hamil = DMH = DM pragestasional). komplikasi yang ada. Humulin 30/70 mulai kerja ½ jam. Bila kadar plasma glukosa sewaktu puasa 105 mg/ml atau kadar glukosa setelah dua jam postprandial 120 mg/ml pada dua pemeriksaan atau lebih dalam tempo 2 (dua) minggu. resisten terhadap insulin. puncaknya 6-12 jam.

Peningkatan konsentrasi ion kalsium intraseluler menginduksi sekresi insulin. salisilat. ruam kulit. anemia hemolitik. dan beberapa obat (seperti. obat-obat simpatomimetik. dan obat-obat penghambat β-adrenergik). Repaglinide termasuk ke dalam insulin sekretagok akan tetapi . glikuidon). kotrimoksazol. Indikasi: digunakan untuk perawatan diabetes mellitus tipe 2. KI : Diabetes tergantung insulin (diabetes mellitus tipe 1). klorpromazin. Glikuidone tidak boleh digunakan pada masa kehamilan atau masa menyusui. pada pasien dengan gagal fungsi hati atau ginjal yang berat dan porfiria. ESO: hipoglikemia. dan kolestasis. merupakan obat oral penurun glukosa darah golongan meglitinide yang digunakan dalam penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 atau NIDDM (non-insulin dependet diabetes mellitus). Cara penggunaan obat DM pada penderita gangguan ginjal Obat Hipoglikemia Oral (OHO) • Sulfonilurea Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara : a) Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan b) Menurunkan ambang sekresi insulin c) Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa Klorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena risiko hipoglikemia yang berkepanjangan. • DexaNorm mengandung repaglinide 1 mg. Repaglinide menurunkan kadar glukosa darah dengan cara menstimulasi pelepasan insulin dari pankreas. menurunkan konduktansi potassium dan menyebabkan depolarisasi membran. kortikosteroid. Obat-obat yang dapat menggeser gliquidone dari ikatan protein. Glikuidon berikatan reseptor channel kalium sensitive ATP pada permukaan sel pancreas. gangguan GI. sementara waktu dapat mempertinggi kadar obat bentuk bebas dan menyebabkan hipoglikemia. prekoma diabetes dan ketidakseimbangan metabolik yang ekstrim dengan tendensi ke keadaan asidosis. Koma. Glikuidon juga diberikan pada pasien DM dengan gangguan fungsi ginjal atau hati ringan. penghambat MAO. sulfonamida. Olah raga. vasopresin dan antikoagulan oral dapat dipotensiasi dengan pemberian gliquidone. Mekanisme pelepasan insulin sangat bergantung pada konsentrasi sel-sel beta yang masih berfungsi pada islet pankreas. Kontrasepsi oral. turunan kumarin. Untuk orang tua dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek (tolbutamid. Membran yang terdepolarisasi menstimulasi influks ion kalsium melewati channel kalsium sensitive tegangan. mikonazol. fenilbutazon. maupun pada kondisi stress of surgery atau infeksi akut. demikian juga glibenklamid. • Glikuidon Nama Obat: Fordiab Mekanisme Kerja: menurunkan glukosa dalam darah dengan menstimulasi pelepasan insulin dari sel β pancreas dan meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin. dapat meningkatkan efek penurunan glukosa darah dari obat antidiabetik oral golongan sulfonilurea. dan produk-produk yang mengandung asam nikotinat yang diberikan pada saat bersamaan dapat mengurangi efek penurunan glukosa darah dari golongan sulfonilurea. Dosis: 15 mg sekali sehari pada waktu makan pagi.adanya penyempitan pembuluh darah kapiler yang disebut mikroangiopati diabetic. alkohol. maksimal 2 x sehari 30 mg saat makan. kloramfenikol. obat-obat tuberkulostatik. hormon tiroid. sulfinpirazon. Jangan digunakan pada pasien diabetes yang terkomplikasi dengan asidosis atau ketosis. siklofosfamid. golongan tetrasiklin. Interaksi Obat: Efek barbiturat.

Demikian pula gejala komplikasi seperti neuropati. Dexanorm bio ekuivalen dengan re-ference product. kalau perlu pemeriksaan penunjang. • Untuk menentukan diabetes usia lanjut baru timbul pada saat tua. Mekanisme pada saluran ion ini sangat selektif terhadap jaringan. polidipsi atau polifagi. Pasien perlu dipastikan tidak dalam kondisi infeksi aktif atau sakit akut dalam pemeriksaan ini. Efek Repaglinide terhadap pelepasan insulin oleh sel beta pankreas melalui mekanisme inhibisi ATP-dependent potassium channels di membran sel beta. Menawarkan flexibilitas waktu makan kepada pasien dengan kontrol glikemik yang tetap baik. Masa kerja pendek.  Penderita lanjut usia • Prevalensi DM pada lanjut usia cenderung meningkat. Diagnosis DM dibuat setelah dua kali pemeriksaan gula darah puasa > 126 mg/dl (dengan sebelumnya puasa paling sedikit 8 jam). Blokade saluran Kalium ini akan menghalangi ion Kalium keluar dari sel beta sehingga menyebabkan depolarisasi sel beta yang menyebabkan pembukaan saluran kalsium. pasien diabetes yang timbul pada usia lanjut kebanyakan tidak ditemukan adanya kelainan-kelainan yang sehubungan dengan diabetes seperti misalnya kaki diabetik.Pengukuran hemoglobin terglikosilasi (HbA1c ) tidak direkomendasikan sebagai alat diagnostik. • Kriteria diagnosis DM dapat mengacu pada rekomendasi ADA (American Diabetes Association) yang tidak menunjukkan adanya pertimbangan spesifik umur.  Penderita gangguan jantung (stage 3-4) Penderita DM mudah terkena penyakit jantung koroner. dan profil farmakokinetik. umumnya bias dengan perubahan fisik karena proses menua. Pelepasan insulin tergantung kadar glukosa darah dan akan berkurang pada kadar glukosa rendah. retinopati dan sebagainya. yaitu tidak adanya gejala klasik seperti poliuri. oleh karena itu memerlukan konfirasi pemeriksaan fisik. Umur ternyata merupakan salah satu faktor yang bersifat mandiri dalam pengaruhnya terhadap perubahan toleransi tubuh terhadap glukosa. Dapat digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal ringan sampai sedang (Cr Cl 30 ml/min). kelainan ini disebut “Penyakit Hati Diabetik”. . tetapi dipakai secara luas untuk memantau efektifitas pengobatan. pendekatan selalu dimulai dari anamnesis. Atau gula darah acak > 200 mg/dl dengan gejala-gejala diabetes. mudah terjadi infark miokard dimana otot jantung menjadi lemah karena kekurangan suplai oksigen. Ekskresi sebagian besar melalui hati dan empedu sehingga cukup aman diberikan pada pasien DM yang menderita gangguan fungsi ginjal. Dari jumlah tersebut dikatakan 50% adalah pasien berumur > 60 tahun. penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner. dan profil farmakokinetik. Dexanorm termasuk ke dalam insulin sekretagok akan tetapi berbeda dengan golongan sulfonilurea dalam hal struktur. Repaglinide dikonsumsi 30 menit sebelum makan dan secara cepat akan diabsorbsi dan dimetabolisme di hati untuk kemudian diekskresi terutama melalui empedu. dengan afinitas yang rendah terhadap otot jantung dan otot rangka. Pada pemeriksaan fisik. Penderita DM lebih mudah mengidap radang hati karena virus Hepatitis B dan hepatitis C dibanding orang yang tidak menderita penyakit DM.berbeda dengan golongan sulfonilurea dalam hal struktur. efek samping hipoglikemia lebih minimal dibandingkan sulfonilurea. Umumnya pasien diabetes dewasa 90% termasuk diabetes tipe 2. sehingga terjadi peningkatan influks kalsium yang menginduksi sekresi insulin. serta tumbuhnya jamur pada tempat-tempat tertentu. ikatan protein. hal ini dikarenakan DM pada lanjut usia bersifat muktifaktorial yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik.  Penderita gangguan hati Penderita DM akan mengalami penyakit lever akibat diabetesnya. ikatan protein.

Cadangan lemak tubuh cukup. • Penurunan berat badan. Faal hati / liver baik. Faal Ginjal baik. 2. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus. 9. sumber energy diperoleh dari cadangan gula dari hati. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya. 4. 5. Tak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat. Apakah terapi obat sesuai dengan indikasinya? Terapi obat dikatakan tidak sesuai bila obat yang diberikan tidak sesuai dengan indikasinya atau penderita memerlukan terapi obat tambahan karena adanya indikasi yang belum diobati (untreated indication) 2. cukup untuk puasa 1216 jam. Tanpa adanya asupan energi dari gula. 8. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup. 6. tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. 2 jam setelah makan 80-180 mg/dl). Apakah terapi obat tersebut aman? . Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan. maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan. apoteker perlu melakukan identifikasi dengan mengajukan empat pertanyaan sebagai berikut: 1. Apakah terapi obat tersebut efektif? Terapi obat dikatakan tidak efektif bila obat yang diberikan tidak tepat dalam pemilihannya atau dosis yang digunakan terlalu kecil. • Anak selalu merasa lapar. Tidak demam tinggi. Kadar gula darah terkontrol (gula darah puasa 80-126 mg/dl. Untuk meminimalkan masalah terkait obat. 7. hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Tak ada kelainan hormonal lain. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal. Meskipun anak makan melebihi biasanya. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula. baru digunakan cadangan gula dari lemak dan otot Tetapi pada diabetes yang gulah darahnya tinggi (>250 mg%): Sumber energy dari hati tidak mencukupi. • Penglihatan yang kabur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan. Tidak menggunakan suntikan insulin lebih 2 X sehari. Jika gula darah anak terlalu tinggi. • Infeksi jamur. Penderita anak-anak • Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. sehingga lebih cepat dipergunakan cadangan energy dari lemak dan otot . kemudian bila puasa lebig lam. • Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa.  Penderita sedang berpuasa Selama berpuasa. 3. 3. Diabetisi aman berpuasa apabila : 1. • Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas. Tak ada kelainan pembuluh darah jantung.

dan menyelesaikan terapi yang berhubungan dengan obat untuk meningkatkan pelayanan ke pasien dan kesehatan secara keseluruhan. atau dengan melakukan hubungan telepon. gigi dan lainnya bila diperlukan. kontribusi apoteker berfokus kepada pencegahan dan perbaikan penyakit. termasuk pasien obese. Hasil penelitian menunjukkan. Apoteker dapat menyarankan pasien untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Pemantauan kondisi penderita sangat diperlukan untuk menyesuaikan jenis dan dosis terapi. C. termasuk mengidentifikasi dan menilai kesehatan pasien. 2. Depresi juga sering dijumpai pada pasien diabetes. melakukan intervensi. kaki. Pasien-pasien ini dapat di identifikasi pada saat mereka mengambil obat di apotik/rumah sakit. pasien > 40 tahun. pasien dengan tekanan darah tinggi atau dislipidemia. berarti mencakup terapi obat dan non-obat. Apoteker harus bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya dalam penyesuaian dosis obat hipoglikemik oral (OHO). sehingga dapat dirujuk ke bagian penyakit jiwa bila diperlukan. antara lain komplikasi makrovaskular. pasien dengan sejarah keluarga diabetes. alasan ekonomi. antara lain: ● Tekanan darah (target < 130/80 mm Hg) ● LDL kolesterol (target < 100 mg/dl) ● Penggunaan aspirin untuk pasien DM dengan hipertensi dan resiko jantung ● Pemeriksaan mata. Pelayanan Kefarmasian dan Peran Apoteker dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Peran Apoteker Menurut The National Community Pharmacists Association‟s National Institute for Pharmacist Care Outcome di USA. Oleh karena itu ada area lain dari diabetes yang harus diperhatikan untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas secara keseluruhan. Identifikasi mentargetkan pasien-pasien dengan resiko tinggi. Memantau Penatalaksanaan diabetes Pemantauan terhadap kondisi penderita dapat dilakukan apoteker pada saat pertemuan konsultasi rutin atau pada saat penderita menebus obat.5 kg. Mengidentifikasi dan Menilaian Kesehatan pasien Apoteker dapat mengidentifikasi pasien-pasien yang tidak menyadari kalau mereka menderita diabetes. pediatris. memonitor. Kontribusi apoteker ini pada intinya adalah penatalaksanaan penyakit.Terapi obat dikatakan tidak aman. penurunan kadar gula saja dapat tidak dapat menurunkan komplikasi makrovaskular. 4. gigi (1x/tahun) ● Vaksinasi influenza dan pneumokokal . Apakah penderita mengikuti aturan yang telah disarankan? Penderita tidak mengikuti aturan penggunaan obat yang disarankan dapat terjadi karena ketidakpahaman penderita terhadap penyakit dan pengobatannya. atau ketidaknyamanan yang dialami. dan pasien yang mempunyai sejarah gestasional diabetes atau melahirkan anak dengan berat badan > 4. 3. 1. mengevaluasi. Merujuk pasien Salah satu peran apoteker yang tidak kalah penting adalah merujuk pasien kepada tim perawatan diabetes lainnya seperti bagian gizi. Kebanyakan morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes disebabkan karena komplikasi. memberikan pendidikan dan konseling. bila penderita mengalami reaksi obat yang tidak dikehendaki atau penderita mendapatkan dosis obat yang terlalu tinggi atau penderita menerima/menggunakan obat tanpa indikasi. Apoteker harus mendorong penderita untuk melaporkan keluhan ataupun gangguan kesehatan yang dirasakannya sesegera mungkin. poliklinik mata.

Paes dkk. sakit gigi. kebanyakan pasien dengan diabetes meremehkan bahaya akibat tidak mengontrol penyakitnya atau menyadari bahaya penyakit tetapi merasa tidak berdaya untuk mencegahnya. Sebagian besar pasien sangat kurang menyadari hal ini. obat . Menjaga dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap jadwal terapi. antara lain: • Regimen yang kompleks Studi menunjukkan kepatuhan paling tinggi terjadi bila obat oral diminum 1x sehari. farmasis/apoteker berada di posisi kunci untuk memberi penjelasan umum maupun khusus tentang terapi yang dijalani pasien. Untuk melakukan hal ini secara efektif. maka salah satu upaya penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi adalah konseling dan pemberian informasi yang lengkap dan akurat tentang terapi tersebut. kepatuhan terhadap obat berkurang dari 79% menjadi 38% bila obat yang 1x sehari diganti menjadi 3x sehari. Sayangnya. baik farmakoterapi maupun nonfarmakoterapi. Apoteker dapat memainkan penting dalam membantu pasien mengikuti terapi. antara lain: ● Kapan Anda terakhir kali melakukan pemeriksaan kadar gula darah Anda. Di dalam hal ini. Salah satu faktor utama kegagalan sebuah terapi adalah ketidakpatuhan terhadap terapi. farmasis/apoteker dapat mengajukan pertanyan-pertanyaan ketika pasien datang berkonsultasi atau menebus obat. • Kurang pengetahuan pasien terhadap penyakitnya Pasien akan patuh meminum obatnya bila mereka menyadari bahwa diabetes adalah penyakit yang serius dengan konsekuensi yang serius pula. apoteker harus mengerti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan menyebabkan ketidakpatuhan pasien terhadap terapi. Dan kepatuhan akan semakin menurun bila pasien mengkonsumsi beberapa obat sekaligus. dan konsekuensi akan berkurang dengan partisipasi aktif dari pasien. obat sakit kepala. dan bagaimana hasilnya? ● Obat diabetes apa yang Anda gunakan secara rutin? Bagaimana dosisnya? Apakah Anda mengalami kesulitan memenuhi dosis tersebut? Bagaimana Anda menyimpan obat-obat diabetes Anda di rumah? ● Apakah Anda menggunakan insulin? Apa merek insulin yang Anda gunakan? Apakah Anda mengalami kesulitan dalam menggunakan insulin sesuai dosis yang disarankan dokter? Bagaimana Anda menyimpan insulin di rumah? ● Apakah Anda mengkonsumsi obat-obat lain atau suplemen makanan tertentu selain obat diabetes yang diresepkan dokter? Misalnya obat hipertensi.Penjelasan diberikan kepada pasien mengenai target dan diharapkan pasien mengerti mengapa monitoring memegang peranan penting dalam terapi pencegahan. Untuk membantu meyakinkan bahwa pasien menjalankan terapi dengan baik. • Kebingungan tentang petunjuk cara minum obat • Biaya pengobatan yang cukup tinggi bagi pasien • Ada gangguan psikologi terutama depresi • Ada gangguan kognitif • Kurangnya dukungan sosial dari keluarga atau kerabat Mencermati hal-hal tersebut. mengungkapkan. • Kurang keyakinan pasien terhadap terapi/obat Pasien akan lebih patuh meminum obatnya apabila mereka menyadari bahwa obat yang diminum benar-benar dapat membantu mengatasi penyakitnya. 4.

obat penenang. Bila anda memikirkan untuk berhenti meminum salah satu obat. Apakah pasien mengerti keuntungan utama dari obatnya? d. sering atau sesekali saja? ● Apakah Anda melakukan diet sesuai dengan saran dokter atau ahli gizi Anda? ● Apakah Anda berolah raga secara teratur? Apa olah raga rutin yang Anda lakukan? ● Apakah Anda memiliki keluhan-keluhan pada kulit. 5. Apakah pasien mengerti cara meminum obatnya? b. kadar kolesetrol dsb) g. mata. jangan malu. bicarakan dulu dengan dokter. Apakah biaya menjadi masalah? f. Apakah Anda mendapatkan obat tersebut dengan resep dokter atau membeli bebas? Apakah Anda menggunakannya secara rutin. atau membingungkan. d. b.batuk. mulut dan gigi. obat antiinfeksi dan lain sebagainya. . Untuk mendapatkan hasil optimal. Apakah regimen obat terlalu kompleks? c. Bila anda khawatir dengan biaya obat anda. Jumlah obat yang anda minum bukanlah pertanda betapa sehat atau tidak sehatnya anda. 2. jadwal meminum obat harus dipatuhi c. menjadi beban. dapatkan rincian spesifik bila pasien mendiskusikan masalah obatnya. Meminum obat anda sesuai dengan yang diresepkan adalah sangat penting supaya diabetes anda terkontrol. tanyakan ke dokter atau Apoteker apakah ada alternatif lain yang lebih sederhana f. 6. telinga atau keluhan lainnya? ● dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sesuai Bagaimana apoteker dapat membantu ? Ada 6 langkah yang dapat dilakukan: 1. bicarakan dengan dokter atau apoteker. tanyakan langkah apa yang akan dilakukan pasien setelah diskusi dengan apoteker. Apakah pasien depresi? 4. mungkin ada alternative yang lebih murah yang sama keefektifannya. obat tidur. 3. Libatkan pasien. tekanan darah. Akhiri pertemuan. Simpulkan Dengan menyimpulkan masalah pasien. Beritahu dokter. bila pasien meloncati jadwal minum obatnya. kaki. Apoteker dapat membantu apakah pasien memerlukan perubahan sikap dan bagaimana melaksanakannya. Bila anda merasa depresi atau tertekan dengan ruwetnya penanganan diabetes anda. atau khawatir mengenai efek sampingnya. Misalnya. Identifikasi hambatan utama yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam minum obatnya seperti disebutkan diatas: a. e. tanyakan apakah ini terjadi pada waktu tertentu setiap harinya atau untuk obat-obat tertentu saja. ciptakan suasana dimana pasien menyadari kalau anda tertarik dan peduli dan bersedia untuk membantu menangani masalah yang berhubungan dengan obat. Bila regimen obat anda terlalu susah. Lebih baik anda diskusi dengan dokter atau Apoteker tentang target pengobatan seharusnya ( misalnya target kadar gula. Spesifik. Memecahkan masalah Saran-saran berikut dapat dicoba: a. Apakah pasien mengerti kalau obat dapat membantu walaupun pasien tidak merasakan keuntungannya? e.

misalnya tentang penyebab penyakit dan bagaimana gejala-gejala yang harus diwaspadai. Mencegah dan mengatasi komplikasi diabetik adalah salah satu hal penting dalam pengelolaan diabetes. tentang terapi obat dan efek samping obat. 6. Membantu penderita mencegah dan mengatasi komplikasi ringan. Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang tidak pernah mendapat pendidikan mengenai diabetes. Berikut ini adalah materi inti untuk pendidikan yang komprehensif yang dapat diberikan kepada pasien diabetes (Sumber: National Standard for diabetes self-management education. resiko untuk komplikasi major meningkat 4 kali lipat. hal-hal apa yang harus dihindari untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit. syok.5. Diabetes Care 2005) ● Definisi diabetes. Disamping itu. sampai pada perawatan kaki. Memberikan Pendidikan dan Konseling Tujuan pendidikan kepada pasien adalah untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada pasien untuk berpartisipasi dalam pengobatannya. proses penyakit. dan berupaya agar pasien dapat mengurus dirinya dan peduli terhadap kesehatannya Catatan: diperlukan pendekatan tim ahli kesehatan dalam pendidikan kepada pasien diabetes. apoteker juga dapat terlibat langsung dalam tindakan-tindakan pencegahan dan pengendalian komplikasi yang muncul. Apoteker berusaha membantu pasien memahami dan menerima diagnosis. 7. meningkatkan dan menjaga motivasi . mendeteksi. . tentang komplikasi dan pencegahannya. Kegunaan dan cara minum obat yang benar (misalnya obat hipoglikemik oral. kulit. dan mengobati komplikasi-komplikasi akut dan kronis ● Target untuk mencapai hidup sehat ● Menyesuaikan sendiri perawatan dalam kehidupan sehari-hari (problem solving) ● Penyesuaian psikososial dalam kehidupan sehari-hari Pendidikan kepada pasien dapat diberikan dalam 3 tahap: ● Tahap I Segera dilaksanakan setelah pasien di diagnosa dengan DM sehingga dapat membantu mengatasi kebingungan. terkejut dan lain sebagainya. ● Tahap II Memberikan informasi yang lebih dalam. obat antidislipidemia. sesuai dengan kompetensinya. dengan berfokus pada masalah yang telah teridentifikasi sewaktu menilai pasien (misalnya peripheral neuropathy) dan hal-hal lain yang mungkin dapat diantisipasi (misalnya mengatasi reaksi hipoglikemi). dan pilihan pengobatan ● Terapi nutrisi ● Aktivitas fisik ● Penggunaan obat ● Memonitor kadar gula sendiri ● Mencegah. aspirin) harus dijelaskan ● Tahap III Memberikan pendidikan berkelanjutan untuk menekankan konsep. tentang berbagai pemeriksaan diagnostik yang harus dilakukan. mulut dan gigi dan lain sebagainya. Menjawab pertanyaan penderita dan keluarga mengenai DM Seorang apoteker dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan penderita dan keluarganya tentang segala hal menyangkut diabetes dan pengelolaannya. Informasi mengenai komplikasi yang mungkin muncul menyertai diabetes sangat penting disampaikan kepada penderita dan keluarganya agar dapat melakukan antisipasi seperlunya. obat antihipertensi.

Agar penderita DM dapat berfungsi dan berperan optimal dalam masyarakat 4. penderita perlu diingatkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia 3. patofisiologi. akan menggangggu kebahagiaan dan ketenangan keluarga. Lewatkan satu dosis bila tidak makan 4. Agar penderita DM dapat lebih produktif dan bermanfaat 5. Segala informasi yang dianggap perlu untuk meningkatkan kepatuhan dan kerjasama penderita dan keluarganya terhadap program penatalaksanaan diabetes dapat disampaikan dalam konseling. Mungkin mengalami diare ringan dan kembung (bloatedness) 3. kondisi fisik. Laporkan tanda-tanda toksisitas hati misalnya mual. 2. selain itu juga agar jumlah hari sakit dapat ditekan. Apabila diminum dengan sulfonylurea atau insulin. sehingga komplikasi yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Jelaskan bahwa gangguan ginjal dapat mengarah pada asidosis laktat dan mintalah untuk memantau fungsi ginjal dan hati secara teratur. Secara umum. baik kondisi pengetahuan. muntah.glukosidase 1. urin berwarna gelap. terapi obat dan non-obat untuk diabetes dapat digunanakan untuk pendidikan kepada pasien dengan bahasa yang disesuaikan untuk awam. nyeri perut. Berikut ini contoh beberapa bahan konseling yang dapat diberikan kepada pasien menyangkut terapi Obat Hipoglikemik Oral (OHO). dsb. baik yang dikeluarkan secara pribadi. dsb. kelelahan yang tidak wajar.Pengetahuan yang diperoleh apoteker dari etiologi. 6. hingga 30 menit sebelum setiap kali makan 3. Laporkan masalah medis yang bersamaan dan prosedur diagnostik mendatang Tiazolidinedion 1. Apabila diminum bersamaan dengan sulfonylurea atau insulin. Hindari alkohol. Minumlah bersama makanan untuk menghindari gangguan pada perut (gastrointestinal upset) 2. hiperventilasi. penderita perlu diingatkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia 4. Minumlah glipizide kira-kira 30 menit sebelum makan untuk meningkatkan efektivitas 3. Namun dalam penyampaiannya harus mempertimbangkan kondisi penderita. Penghambat α. Untuk membantu penderita DM agar dapat merawat dirinya sendiri. Untuk menekan biaya perawatan. kelelahan yang tidak wajar dan kelemahan. Agar penderita DM memiliki harapan hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang optimal. Seseorang yang dapat bertahan hidup tetapi dengan kualitas hidup yang rendah. Kualitas hidup sudah merupakan keniscayaan. Tambahkan satu dosis setiap kali makan tambahan Biguanida 1. Minumlah dengan makanan 2. 3. Tanda-tanda hipoglikemia dan penanganannya 2. 5. tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dengan memberikan penyuluhan atau konseling kepada penderita diabetes dan keluarganya antara lain: 1. alkohol mungkin dapat menyebabkan hipoglikemia dan menginduksi reaksi flushing Meglitinida 1. tidak bernafsu makan (anoreksia). Minumlah bersama sendok pertama setiap makan . maupun kondisi psikologisnya. keluarga ataupun negara. Minumlah dengan segera. Terapi Bahan Konseling Sulfonilurea 1. Hindari alkohol 7. Laporkan gejala asidosis laktat misalnya kejang atau nyeri otot. Gejala hipoglikemia dan penanganannya 2.

nyeri perut. gula pasir tidak efektif karena pengaruh acarbose. yaitu: 1. maka bantulah ia untuk dapat mengelola diabetesnya dengan baik. sendawa. Lewati satu dosis bila tidak makan 3. Tingkatkan kepatuhan penderita terhadap terapi yang dijalani dengan memberikan informasi yang jelas tentang terapi yang dijalaninya dan akibat yang dapat timbul jika terapi tidak . atasi reaksi hipoglikemia dengan sumber glukosa yang sudah tersedia misalnya dekstrosa. Bantu penderita untuk mendapatkan pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui tipe diabetes yang diderita 2.2. Untuk penderita yang mendapat resep dokter dapat diberikan konseling secara lebih terstruktur dengan tiga pertanyaan utama sebagai berikut: • Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan Anda? • Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat Anda? • Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan Anda? Pengembangan Tiga Pertanyaan Utama : • Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan Anda? • Persoalan apa yang harus dibantu? • Apa yang harus dilakukan? • Persoalan apa yang menyebabkan anda ke dokter? • Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat Anda? • Berapa kali menurut dokter anda harus menggunakan obat tersebut? • Berapa banyak Anda harus menggunakannya? • Berapa lama Anda terus menggunakannya? • Apa yang dikatakan dokter bila Anda kelewatan satu dosis? • Bagaimana Anda harus menyimpan obatnya? • Apa artinya „tiga kali sehari‟ bagi Anda? • Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan Anda? • Pengaruh apa yang Anda harapkan tampak? • Bagaimana Anda tahu bahwa obatnya bekerja? • Pengaruh buruk apa yang dikatakan dokter kepada Anda untuk diwaspadai? • Perhatian apa yang harus Anda berikan selama dalam pengobatan ini? • Apa yang dikatakan dokter apabila Anda merasa makin parah/buruk? • Bagaimana Anda bisa tahu bila obatnya tidak bekerja? Pertanyaan Tunjukkan dan Katakan : • Obat yang Anda gunakan ditujukan untuk apa? • Bagaimana Anda menggunakannya? • Gangguan atau penyakit apa yang sedang Anda alami? Jika Anda menemukan seseorang yang baru saja mengetahui dirinya mengidap diabetes. 5. Laporkan gejala gangguan pencernaan yang terus menerus. Ada beberapa prinsip yang dapat diikuti untuk hal ini. Ajarkan penderita untuk dapat mengontrol kondisi diabetesnya dengan baik 4. 4. Peringatkan kemungkinan terjadinya diare. Ajarkan penderita untuk dapat memonitor kadar gula darah secara rutin dan teratur 5. khususnya pada pengobatan awal. Bantu penderita untuk mendapatkan perawatan rutin yang diperlukan 3. Apabila diminum/diberikan bersamaan dengan sulfonylurea atau insulin.

dan bila gejala makin berat segera laporkan pada dokter atau apoteker di apotik terdekat untuk segera mendapat pertolongan. .dijalankan dengan baik 6. Bantu penderita untuk mengantisipasi dan mencegah timbulnya masalah kesehatan jangka panjang yang disebabkan oleh keadaan diabetes atau efek samping terapi yang dilakukan 7. Bantu penderita untuk mengatasi masalah atau komplikasi yang timbul Mintalah penderita untuk segera memberi tahu anggota keluarga atau orang yang berada di sekitarnya pada saat itu apabila penderita mulai merasakan tanda-tanda awal serangan hipoglikemia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful