KONSELING PADA PASIEN DIABETES MELITUS

A. Pengenalan Diabetes Melitus Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999). Klasifikasi Diabetes Mellitus Berdasarkan Etiologinya (ADA, 2003) : 1. Diabetes Mellitus Tipe 1 Destruksi sel β umumnya menjurus ke arah defisiensi insulin absolut A. Melalui proses imunologik (Otoimunologik) B. Idiopatik 2. Diabetes Mellitus Tipe 2 Bervariasi, mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin. 3. Diabetes Mellitus Tipe Lain A. Defek genetik fungsi sel β : • kromosom 12, HNF-1 α (dahulu disebut MODY 3), • kromosom 7, glukokinase (dahulu disebut MODY 2) • kromosom 20, HNF-4 α (dahulu disebut MODY 1) • DNA mitokondria B. Defek genetik kerja insulin C. Penyakit eksokrin pankreas: • Pankreatitis • Trauma/Pankreatektomi • Neoplasma • Cistic Fibrosis • Hemokromatosis • Pankreatopati fibro kalkulus D. Endokrinopati: 1. Akromegali 2. Sindroma Cushing 3. Feokromositoma 4. Hipertiroidisme E. Diabetes karena obat/zat kimia: Glukokortikoid, hormon tiroid, asam nikotinat, pentamidin, vacor, tiazid, dilantin, interferon F. Diabetes karena infeksi G. Diabetes Imunologi (jarang) H. Sidroma genetik lain: Sindroma Down, Klinefelter, Turner, Huntington,

Penderita gagal menerima obat Penderita gagal menerima obat dapat disebabkan oleh: . penyakit pembuluh darah otak. nefropati dan neuropati. umumnya bersifat sementara. dan polifagia (banyak makan/mudah lapar). dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. IGT (Impaired Glucose Tolerance) = TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) GEJALA KLINIK Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Gejala tipikal yang sering dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil). KOMPLIKASI HIPOGLIKEMIA Serangan hipoglikemia pada penderita diabetes umumnya terjadi apabila penderita: Lupa atau sengaja meninggalkan makan (pagi. KOMPLIKASI MIKROVASKULAR Komplikasi mikrovaskular terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Diabetes Mellitus Gestasional Diabetes mellitus yang muncul pada masa kehamilan. Komplikasikomplikasi mikrovaskuler. IFG (Impaired Fasting Glucose) = GPT (Glukosa Puasa Terganggu) B. tetapi merupakan faktor risiko untuk DM Tipe 2 5. yang secara spesifik ditujukan untuk mencapai 2 target utama. koordinasi gerak anggota tubuh terganggu. polidipsia (sering haus). B. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Penatalaksanaan diabetes mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas DM. kesemutan pada tangan atau kaki. antara lain retinopati. siang atau malam) Makan terlalu sedikit. Menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal 2. Prader Willi 4. dan penyakit pembuluh darah perifer (peripheral vascular disease = PVD). lebih sedikit dari yang disarankan oleh dokter atau ahli gizi Berolah raga terlalu berat Mengkonsumsi obat antidiabetes dalam dosis lebih besar dari pada seharusnya Minum alkohol Stress Mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia KOMPLIKASI MAKROVASKULAR 3 jenis komplikasi makrovaskular yang umum berkembang pada penderita diabetes adalah penyakit jantung koroner (coronary heart disease = CAD). Pra-diabetes: A. Namun demikian ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai isyarat kemungkinan diabetes. timbul gatal-gatal yang seringkali sangat mengganggu (pruritus). yaitu: 1.Chorea. Selain itu sering pula muncul keluhan penglihatan kabur. Mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes.

puncaknya 1-8 jam.5-1. sakit atau gangguan emosi. Humulin N isophane human insulin (rekombinant DNA origin). b. Penentuan dosis insulin bergantung pada: BB ibu. reaksi alergi local atau sistemik. cara pemberian atau monitoring yang dilakukan. Dosis insulin diperkirakan antara 0. lamanya 14-15 jam. puncaknya 2-4 jam. resisten terhadap insulin. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam DMG karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan dalam jumlah besar melalui ASI. Diberikan secara injeksi SK. diberikan bersama obat hiperglokemik aktif. puncaknya 6-12 jam.  Penderita gangguan ginjal Pada penderita DM mempunyai kecenderungan tujuh belas kali lebih mudah mengalami gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh faktor infeksi berulang yang timbul pada DM dan . maka kelompok ini harus cepat-cepat diidentifikasi dan diberikan terapi insulin.5 unit/kgBB. Indikasi : IDDM DM yang memang sudah diketahui sebelumnya dan kemudian menjadi hamil (DM Hamil = DMH = DM pragestasional). Sebagian besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent DM). lamanya 18-24 jam. Humulin 30/70 reguler soluble human insulin 30% & human insulin suspensi 70% (rekombinant DNA origin). Humulin 30/70 mulai kerja ½ jam. e. Humulin R mulai kerja ½ jam. Humulin N mulai kerja 1-2 jam. komplikasi yang ada. Kontraindikasi : Hipoglikemik. • Pada DMG. pemberian anti diabetik secara oral. Penderita tidak mampu menebus obat dengan alasan ekonomi. • Humulin Komposisi : Humulin R Reguler soluble human insulin (rekombinant DNA origin). lipodistropi. Humulin R dapat diberikan secara IV. lamanya 6-8 jam.a. Karena 15-20% dari pasien akan menderita kekurangan daya pengaturan glukosa dalam masa kehamilan. Penderita tidak mematuhi aturan yang direkomendasikan dalam penggunaan obat c. aktivitas. insulin yang digunakan adalah insulin dosis rendah dengan lama kerja intermediate dan diberikan 1-2 kali sehari. Penderita tidak meminum obat yang diberikan karena ketidakpahaman d. Yang juga perlu mendapat perhatian ekstra terhadap munculnya masalah terkait obat apabila penderita berada dalam kondisi khusus. dispensing. seperti:  Penderita hamil / menyusui Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah kelainan pada metabolisme karbohidrat dari faktor yang memberatkan yang terjadi selama kehamilan. Peringatan : Pemindahan dari insulin lain. maka dianjurkan agar penderita diberikan terapi insulin. Bila kadar plasma glukosa sewaktu puasa 105 mg/ml atau kadar glukosa setelah dua jam postprandial 120 mg/ml pada dua pemeriksaan atau lebih dalam tempo 2 (dua) minggu. Obat DM oral kontraindikasi. KGD. Penderita tidak meminum obat yang diberikan karena tidak sesuai dengan keyakinan tentang kesehatannya. IM. Dosis : Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individu. dan mengawasi kehamilan secara teratur. • Biasanya kebanyakan penderita diabetes atau DM gestasional yang ringan dapat di atasi dengan pengaturan jumlah dan jenis makanan. Penderita tidak menerima pengaturan obat yang sesuai sebagai akibat kesalahan medikasi (medication error) berupa kesalahan peresepan. Efek sampinng : Jarang.

Membran yang terdepolarisasi menstimulasi influks ion kalsium melewati channel kalsium sensitive tegangan. kortikosteroid. demikian juga glibenklamid. prekoma diabetes dan ketidakseimbangan metabolik yang ekstrim dengan tendensi ke keadaan asidosis. sulfinpirazon. menurunkan konduktansi potassium dan menyebabkan depolarisasi membran. mikonazol. kloramfenikol. Kontrasepsi oral. fenilbutazon. Repaglinide menurunkan kadar glukosa darah dengan cara menstimulasi pelepasan insulin dari pankreas. Interaksi Obat: Efek barbiturat. ESO: hipoglikemia. dan obat-obat penghambat β-adrenergik). Repaglinide termasuk ke dalam insulin sekretagok akan tetapi . dan kolestasis. anemia hemolitik. siklofosfamid. hormon tiroid. pada pasien dengan gagal fungsi hati atau ginjal yang berat dan porfiria. sulfonamida. Indikasi: digunakan untuk perawatan diabetes mellitus tipe 2. penghambat MAO. gangguan GI. Jangan digunakan pada pasien diabetes yang terkomplikasi dengan asidosis atau ketosis. obat-obat tuberkulostatik. dapat meningkatkan efek penurunan glukosa darah dari obat antidiabetik oral golongan sulfonilurea. Untuk orang tua dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek (tolbutamid. maupun pada kondisi stress of surgery atau infeksi akut. • Glikuidon Nama Obat: Fordiab Mekanisme Kerja: menurunkan glukosa dalam darah dengan menstimulasi pelepasan insulin dari sel β pancreas dan meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin. klorpromazin. Obat-obat yang dapat menggeser gliquidone dari ikatan protein. dan beberapa obat (seperti. glikuidon). salisilat. • DexaNorm mengandung repaglinide 1 mg. Glikuidone tidak boleh digunakan pada masa kehamilan atau masa menyusui. Glikuidon berikatan reseptor channel kalium sensitive ATP pada permukaan sel pancreas. obat-obat simpatomimetik. kotrimoksazol. dan produk-produk yang mengandung asam nikotinat yang diberikan pada saat bersamaan dapat mengurangi efek penurunan glukosa darah dari golongan sulfonilurea. ruam kulit. merupakan obat oral penurun glukosa darah golongan meglitinide yang digunakan dalam penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 atau NIDDM (non-insulin dependet diabetes mellitus). golongan tetrasiklin. Cara penggunaan obat DM pada penderita gangguan ginjal Obat Hipoglikemia Oral (OHO) • Sulfonilurea Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara : a) Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan b) Menurunkan ambang sekresi insulin c) Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa Klorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena risiko hipoglikemia yang berkepanjangan. Peningkatan konsentrasi ion kalsium intraseluler menginduksi sekresi insulin. maksimal 2 x sehari 30 mg saat makan. vasopresin dan antikoagulan oral dapat dipotensiasi dengan pemberian gliquidone. Mekanisme pelepasan insulin sangat bergantung pada konsentrasi sel-sel beta yang masih berfungsi pada islet pankreas. turunan kumarin. sementara waktu dapat mempertinggi kadar obat bentuk bebas dan menyebabkan hipoglikemia.adanya penyempitan pembuluh darah kapiler yang disebut mikroangiopati diabetic. alkohol. KI : Diabetes tergantung insulin (diabetes mellitus tipe 1). Glikuidon juga diberikan pada pasien DM dengan gangguan fungsi ginjal atau hati ringan. Olah raga. Dosis: 15 mg sekali sehari pada waktu makan pagi. Koma.

serta tumbuhnya jamur pada tempat-tempat tertentu. dan profil farmakokinetik. • Kriteria diagnosis DM dapat mengacu pada rekomendasi ADA (American Diabetes Association) yang tidak menunjukkan adanya pertimbangan spesifik umur. Blokade saluran Kalium ini akan menghalangi ion Kalium keluar dari sel beta sehingga menyebabkan depolarisasi sel beta yang menyebabkan pembukaan saluran kalsium. kelainan ini disebut “Penyakit Hati Diabetik”. Ekskresi sebagian besar melalui hati dan empedu sehingga cukup aman diberikan pada pasien DM yang menderita gangguan fungsi ginjal. • Untuk menentukan diabetes usia lanjut baru timbul pada saat tua.  Penderita gangguan hati Penderita DM akan mengalami penyakit lever akibat diabetesnya. kalau perlu pemeriksaan penunjang. Dexanorm bio ekuivalen dengan re-ference product. dan profil farmakokinetik. Efek Repaglinide terhadap pelepasan insulin oleh sel beta pankreas melalui mekanisme inhibisi ATP-dependent potassium channels di membran sel beta. efek samping hipoglikemia lebih minimal dibandingkan sulfonilurea. Umur ternyata merupakan salah satu faktor yang bersifat mandiri dalam pengaruhnya terhadap perubahan toleransi tubuh terhadap glukosa. retinopati dan sebagainya.berbeda dengan golongan sulfonilurea dalam hal struktur. Menawarkan flexibilitas waktu makan kepada pasien dengan kontrol glikemik yang tetap baik. mudah terjadi infark miokard dimana otot jantung menjadi lemah karena kekurangan suplai oksigen. tetapi dipakai secara luas untuk memantau efektifitas pengobatan. Pelepasan insulin tergantung kadar glukosa darah dan akan berkurang pada kadar glukosa rendah. Atau gula darah acak > 200 mg/dl dengan gejala-gejala diabetes. pasien diabetes yang timbul pada usia lanjut kebanyakan tidak ditemukan adanya kelainan-kelainan yang sehubungan dengan diabetes seperti misalnya kaki diabetik.Pengukuran hemoglobin terglikosilasi (HbA1c ) tidak direkomendasikan sebagai alat diagnostik. oleh karena itu memerlukan konfirasi pemeriksaan fisik. Umumnya pasien diabetes dewasa 90% termasuk diabetes tipe 2. Demikian pula gejala komplikasi seperti neuropati. dengan afinitas yang rendah terhadap otot jantung dan otot rangka. pendekatan selalu dimulai dari anamnesis. sehingga terjadi peningkatan influks kalsium yang menginduksi sekresi insulin. ikatan protein. penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner. Mekanisme pada saluran ion ini sangat selektif terhadap jaringan. . ikatan protein. Dapat digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal ringan sampai sedang (Cr Cl 30 ml/min). Dexanorm termasuk ke dalam insulin sekretagok akan tetapi berbeda dengan golongan sulfonilurea dalam hal struktur. Pasien perlu dipastikan tidak dalam kondisi infeksi aktif atau sakit akut dalam pemeriksaan ini.  Penderita lanjut usia • Prevalensi DM pada lanjut usia cenderung meningkat. Diagnosis DM dibuat setelah dua kali pemeriksaan gula darah puasa > 126 mg/dl (dengan sebelumnya puasa paling sedikit 8 jam). Pada pemeriksaan fisik. hal ini dikarenakan DM pada lanjut usia bersifat muktifaktorial yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Masa kerja pendek. Penderita DM lebih mudah mengidap radang hati karena virus Hepatitis B dan hepatitis C dibanding orang yang tidak menderita penyakit DM. Repaglinide dikonsumsi 30 menit sebelum makan dan secara cepat akan diabsorbsi dan dimetabolisme di hati untuk kemudian diekskresi terutama melalui empedu. polidipsi atau polifagi. yaitu tidak adanya gejala klasik seperti poliuri.  Penderita gangguan jantung (stage 3-4) Penderita DM mudah terkena penyakit jantung koroner. Dari jumlah tersebut dikatakan 50% adalah pasien berumur > 60 tahun. umumnya bias dengan perubahan fisik karena proses menua.

 Penderita sedang berpuasa Selama berpuasa. 8. cukup untuk puasa 1216 jam. kemudian bila puasa lebig lam. baru digunakan cadangan gula dari lemak dan otot Tetapi pada diabetes yang gulah darahnya tinggi (>250 mg%): Sumber energy dari hati tidak mencukupi. • Penurunan berat badan. Apakah terapi obat tersebut efektif? Terapi obat dikatakan tidak efektif bila obat yang diberikan tidak tepat dalam pemilihannya atau dosis yang digunakan terlalu kecil. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan. hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya. maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas. Tak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat. Untuk meminimalkan masalah terkait obat. Tak ada kelainan pembuluh darah jantung. 4. Tanpa adanya asupan energi dari gula. • Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. 3. Tidak demam tinggi. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup. • Infeksi jamur. Meskipun anak makan melebihi biasanya. 3. • Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Faal hati / liver baik. Faal Ginjal baik. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal. apoteker perlu melakukan identifikasi dengan mengajukan empat pertanyaan sebagai berikut: 1. Kadar gula darah terkontrol (gula darah puasa 80-126 mg/dl. sumber energy diperoleh dari cadangan gula dari hati. Tak ada kelainan hormonal lain. 5. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan. sehingga lebih cepat dipergunakan cadangan energy dari lemak dan otot . 2. Apakah terapi obat tersebut aman? . Apakah terapi obat sesuai dengan indikasinya? Terapi obat dikatakan tidak sesuai bila obat yang diberikan tidak sesuai dengan indikasinya atau penderita memerlukan terapi obat tambahan karena adanya indikasi yang belum diobati (untreated indication) 2. tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. 2 jam setelah makan 80-180 mg/dl). 6. Penderita anak-anak • Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Cadangan lemak tubuh cukup. • Penglihatan yang kabur. • Anak selalu merasa lapar. Jika gula darah anak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan. maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Tidak menggunakan suntikan insulin lebih 2 X sehari. maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. 9. Diabetisi aman berpuasa apabila : 1. 7.

2. pediatris. pasien > 40 tahun. gigi (1x/tahun) ● Vaksinasi influenza dan pneumokokal . Apoteker dapat menyarankan pasien untuk memeriksakan kadar gula darahnya. antara lain komplikasi makrovaskular. Apakah penderita mengikuti aturan yang telah disarankan? Penderita tidak mengikuti aturan penggunaan obat yang disarankan dapat terjadi karena ketidakpahaman penderita terhadap penyakit dan pengobatannya. Kontribusi apoteker ini pada intinya adalah penatalaksanaan penyakit. Pemantauan kondisi penderita sangat diperlukan untuk menyesuaikan jenis dan dosis terapi. 4. Pelayanan Kefarmasian dan Peran Apoteker dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Peran Apoteker Menurut The National Community Pharmacists Association‟s National Institute for Pharmacist Care Outcome di USA.Terapi obat dikatakan tidak aman. Kebanyakan morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes disebabkan karena komplikasi. pasien dengan tekanan darah tinggi atau dislipidemia. kontribusi apoteker berfokus kepada pencegahan dan perbaikan penyakit. sehingga dapat dirujuk ke bagian penyakit jiwa bila diperlukan. Depresi juga sering dijumpai pada pasien diabetes. atau dengan melakukan hubungan telepon. Memantau Penatalaksanaan diabetes Pemantauan terhadap kondisi penderita dapat dilakukan apoteker pada saat pertemuan konsultasi rutin atau pada saat penderita menebus obat. kaki. berarti mencakup terapi obat dan non-obat. Mengidentifikasi dan Menilaian Kesehatan pasien Apoteker dapat mengidentifikasi pasien-pasien yang tidak menyadari kalau mereka menderita diabetes. termasuk mengidentifikasi dan menilai kesehatan pasien. memberikan pendidikan dan konseling. Apoteker harus bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya dalam penyesuaian dosis obat hipoglikemik oral (OHO). Identifikasi mentargetkan pasien-pasien dengan resiko tinggi. melakukan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan. Merujuk pasien Salah satu peran apoteker yang tidak kalah penting adalah merujuk pasien kepada tim perawatan diabetes lainnya seperti bagian gizi. antara lain: ● Tekanan darah (target < 130/80 mm Hg) ● LDL kolesterol (target < 100 mg/dl) ● Penggunaan aspirin untuk pasien DM dengan hipertensi dan resiko jantung ● Pemeriksaan mata. mengevaluasi. Apoteker harus mendorong penderita untuk melaporkan keluhan ataupun gangguan kesehatan yang dirasakannya sesegera mungkin. C. memonitor. poliklinik mata. dan pasien yang mempunyai sejarah gestasional diabetes atau melahirkan anak dengan berat badan > 4.5 kg. dan menyelesaikan terapi yang berhubungan dengan obat untuk meningkatkan pelayanan ke pasien dan kesehatan secara keseluruhan. gigi dan lainnya bila diperlukan. alasan ekonomi. 3. Pasien-pasien ini dapat di identifikasi pada saat mereka mengambil obat di apotik/rumah sakit. 1. atau ketidaknyamanan yang dialami. Oleh karena itu ada area lain dari diabetes yang harus diperhatikan untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas secara keseluruhan. penurunan kadar gula saja dapat tidak dapat menurunkan komplikasi makrovaskular. pasien dengan sejarah keluarga diabetes. bila penderita mengalami reaksi obat yang tidak dikehendaki atau penderita mendapatkan dosis obat yang terlalu tinggi atau penderita menerima/menggunakan obat tanpa indikasi. termasuk pasien obese.

farmasis/apoteker berada di posisi kunci untuk memberi penjelasan umum maupun khusus tentang terapi yang dijalani pasien. Apoteker dapat memainkan penting dalam membantu pasien mengikuti terapi. Salah satu faktor utama kegagalan sebuah terapi adalah ketidakpatuhan terhadap terapi. • Kurang pengetahuan pasien terhadap penyakitnya Pasien akan patuh meminum obatnya bila mereka menyadari bahwa diabetes adalah penyakit yang serius dengan konsekuensi yang serius pula. mengungkapkan. obat sakit kepala. kebanyakan pasien dengan diabetes meremehkan bahaya akibat tidak mengontrol penyakitnya atau menyadari bahaya penyakit tetapi merasa tidak berdaya untuk mencegahnya. Sayangnya. Sebagian besar pasien sangat kurang menyadari hal ini. baik farmakoterapi maupun nonfarmakoterapi.Penjelasan diberikan kepada pasien mengenai target dan diharapkan pasien mengerti mengapa monitoring memegang peranan penting dalam terapi pencegahan. Dan kepatuhan akan semakin menurun bila pasien mengkonsumsi beberapa obat sekaligus. dan konsekuensi akan berkurang dengan partisipasi aktif dari pasien. farmasis/apoteker dapat mengajukan pertanyan-pertanyaan ketika pasien datang berkonsultasi atau menebus obat. • Kurang keyakinan pasien terhadap terapi/obat Pasien akan lebih patuh meminum obatnya apabila mereka menyadari bahwa obat yang diminum benar-benar dapat membantu mengatasi penyakitnya. obat . Untuk melakukan hal ini secara efektif. Di dalam hal ini. apoteker harus mengerti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan menyebabkan ketidakpatuhan pasien terhadap terapi. 4. • Kebingungan tentang petunjuk cara minum obat • Biaya pengobatan yang cukup tinggi bagi pasien • Ada gangguan psikologi terutama depresi • Ada gangguan kognitif • Kurangnya dukungan sosial dari keluarga atau kerabat Mencermati hal-hal tersebut. maka salah satu upaya penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi adalah konseling dan pemberian informasi yang lengkap dan akurat tentang terapi tersebut. Paes dkk. Untuk membantu meyakinkan bahwa pasien menjalankan terapi dengan baik. kepatuhan terhadap obat berkurang dari 79% menjadi 38% bila obat yang 1x sehari diganti menjadi 3x sehari. antara lain: • Regimen yang kompleks Studi menunjukkan kepatuhan paling tinggi terjadi bila obat oral diminum 1x sehari. sakit gigi. Menjaga dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap jadwal terapi. dan bagaimana hasilnya? ● Obat diabetes apa yang Anda gunakan secara rutin? Bagaimana dosisnya? Apakah Anda mengalami kesulitan memenuhi dosis tersebut? Bagaimana Anda menyimpan obat-obat diabetes Anda di rumah? ● Apakah Anda menggunakan insulin? Apa merek insulin yang Anda gunakan? Apakah Anda mengalami kesulitan dalam menggunakan insulin sesuai dosis yang disarankan dokter? Bagaimana Anda menyimpan insulin di rumah? ● Apakah Anda mengkonsumsi obat-obat lain atau suplemen makanan tertentu selain obat diabetes yang diresepkan dokter? Misalnya obat hipertensi. antara lain: ● Kapan Anda terakhir kali melakukan pemeriksaan kadar gula darah Anda.

Bila regimen obat anda terlalu susah. tanyakan langkah apa yang akan dilakukan pasien setelah diskusi dengan apoteker. Bila anda merasa depresi atau tertekan dengan ruwetnya penanganan diabetes anda. tekanan darah. kadar kolesetrol dsb) g. Bila anda khawatir dengan biaya obat anda. Identifikasi hambatan utama yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam minum obatnya seperti disebutkan diatas: a. 3. mulut dan gigi. Simpulkan Dengan menyimpulkan masalah pasien. Apoteker dapat membantu apakah pasien memerlukan perubahan sikap dan bagaimana melaksanakannya. Akhiri pertemuan. Misalnya. mungkin ada alternative yang lebih murah yang sama keefektifannya. Apakah pasien mengerti kalau obat dapat membantu walaupun pasien tidak merasakan keuntungannya? e. bicarakan dengan dokter atau apoteker. Jumlah obat yang anda minum bukanlah pertanda betapa sehat atau tidak sehatnya anda. ciptakan suasana dimana pasien menyadari kalau anda tertarik dan peduli dan bersedia untuk membantu menangani masalah yang berhubungan dengan obat. Apakah regimen obat terlalu kompleks? c. dapatkan rincian spesifik bila pasien mendiskusikan masalah obatnya. menjadi beban. Apakah biaya menjadi masalah? f. jadwal meminum obat harus dipatuhi c. Bila anda memikirkan untuk berhenti meminum salah satu obat.batuk. tanyakan ke dokter atau Apoteker apakah ada alternatif lain yang lebih sederhana f. atau membingungkan. Apakah pasien mengerti cara meminum obatnya? b. kaki. . Apakah pasien depresi? 4. jangan malu. b. tanyakan apakah ini terjadi pada waktu tertentu setiap harinya atau untuk obat-obat tertentu saja. Meminum obat anda sesuai dengan yang diresepkan adalah sangat penting supaya diabetes anda terkontrol. Beritahu dokter. Libatkan pasien. 6. atau khawatir mengenai efek sampingnya. 2. Memecahkan masalah Saran-saran berikut dapat dicoba: a. obat tidur. bicarakan dulu dengan dokter. obat penenang. mata. d. Apakah Anda mendapatkan obat tersebut dengan resep dokter atau membeli bebas? Apakah Anda menggunakannya secara rutin. Lebih baik anda diskusi dengan dokter atau Apoteker tentang target pengobatan seharusnya ( misalnya target kadar gula. sering atau sesekali saja? ● Apakah Anda melakukan diet sesuai dengan saran dokter atau ahli gizi Anda? ● Apakah Anda berolah raga secara teratur? Apa olah raga rutin yang Anda lakukan? ● Apakah Anda memiliki keluhan-keluhan pada kulit. e. telinga atau keluhan lainnya? ● dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sesuai Bagaimana apoteker dapat membantu ? Ada 6 langkah yang dapat dilakukan: 1. obat antiinfeksi dan lain sebagainya. bila pasien meloncati jadwal minum obatnya. Spesifik. Untuk mendapatkan hasil optimal. Apakah pasien mengerti keuntungan utama dari obatnya? d. 5.

misalnya tentang penyebab penyakit dan bagaimana gejala-gejala yang harus diwaspadai. obat antidislipidemia. sesuai dengan kompetensinya. . Membantu penderita mencegah dan mengatasi komplikasi ringan. tentang terapi obat dan efek samping obat. sampai pada perawatan kaki. obat antihipertensi. Menjawab pertanyaan penderita dan keluarga mengenai DM Seorang apoteker dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan penderita dan keluarganya tentang segala hal menyangkut diabetes dan pengelolaannya. mendeteksi. Mencegah dan mengatasi komplikasi diabetik adalah salah satu hal penting dalam pengelolaan diabetes. proses penyakit. Berikut ini adalah materi inti untuk pendidikan yang komprehensif yang dapat diberikan kepada pasien diabetes (Sumber: National Standard for diabetes self-management education. dan pilihan pengobatan ● Terapi nutrisi ● Aktivitas fisik ● Penggunaan obat ● Memonitor kadar gula sendiri ● Mencegah. Diabetes Care 2005) ● Definisi diabetes. Apoteker berusaha membantu pasien memahami dan menerima diagnosis. Kegunaan dan cara minum obat yang benar (misalnya obat hipoglikemik oral. dan mengobati komplikasi-komplikasi akut dan kronis ● Target untuk mencapai hidup sehat ● Menyesuaikan sendiri perawatan dalam kehidupan sehari-hari (problem solving) ● Penyesuaian psikososial dalam kehidupan sehari-hari Pendidikan kepada pasien dapat diberikan dalam 3 tahap: ● Tahap I Segera dilaksanakan setelah pasien di diagnosa dengan DM sehingga dapat membantu mengatasi kebingungan. Memberikan Pendidikan dan Konseling Tujuan pendidikan kepada pasien adalah untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada pasien untuk berpartisipasi dalam pengobatannya. tentang komplikasi dan pencegahannya. mulut dan gigi dan lain sebagainya. dengan berfokus pada masalah yang telah teridentifikasi sewaktu menilai pasien (misalnya peripheral neuropathy) dan hal-hal lain yang mungkin dapat diantisipasi (misalnya mengatasi reaksi hipoglikemi).5. meningkatkan dan menjaga motivasi . terkejut dan lain sebagainya. kulit. tentang berbagai pemeriksaan diagnostik yang harus dilakukan. apoteker juga dapat terlibat langsung dalam tindakan-tindakan pencegahan dan pengendalian komplikasi yang muncul. 7. syok. ● Tahap II Memberikan informasi yang lebih dalam. Informasi mengenai komplikasi yang mungkin muncul menyertai diabetes sangat penting disampaikan kepada penderita dan keluarganya agar dapat melakukan antisipasi seperlunya. Disamping itu. Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang tidak pernah mendapat pendidikan mengenai diabetes. hal-hal apa yang harus dihindari untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit. aspirin) harus dijelaskan ● Tahap III Memberikan pendidikan berkelanjutan untuk menekankan konsep. dan berupaya agar pasien dapat mengurus dirinya dan peduli terhadap kesehatannya Catatan: diperlukan pendekatan tim ahli kesehatan dalam pendidikan kepada pasien diabetes. 6. resiko untuk komplikasi major meningkat 4 kali lipat.

Segala informasi yang dianggap perlu untuk meningkatkan kepatuhan dan kerjasama penderita dan keluarganya terhadap program penatalaksanaan diabetes dapat disampaikan dalam konseling. hingga 30 menit sebelum setiap kali makan 3. penderita perlu diingatkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia 4. Mungkin mengalami diare ringan dan kembung (bloatedness) 3. Minumlah dengan makanan 2. Untuk membantu penderita DM agar dapat merawat dirinya sendiri. selain itu juga agar jumlah hari sakit dapat ditekan. penderita perlu diingatkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia 3. patofisiologi. Apabila diminum bersamaan dengan sulfonylurea atau insulin. tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dengan memberikan penyuluhan atau konseling kepada penderita diabetes dan keluarganya antara lain: 1. Hindari alkohol 7. Jelaskan bahwa gangguan ginjal dapat mengarah pada asidosis laktat dan mintalah untuk memantau fungsi ginjal dan hati secara teratur. 5. Hindari alkohol. Minumlah glipizide kira-kira 30 menit sebelum makan untuk meningkatkan efektivitas 3. Minumlah bersama sendok pertama setiap makan . Tanda-tanda hipoglikemia dan penanganannya 2.glukosidase 1. akan menggangggu kebahagiaan dan ketenangan keluarga. dsb.Pengetahuan yang diperoleh apoteker dari etiologi. Terapi Bahan Konseling Sulfonilurea 1. Kualitas hidup sudah merupakan keniscayaan. Gejala hipoglikemia dan penanganannya 2. Agar penderita DM memiliki harapan hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang optimal. Minumlah bersama makanan untuk menghindari gangguan pada perut (gastrointestinal upset) 2. Penghambat α. kelelahan yang tidak wajar. Minumlah dengan segera. Secara umum. keluarga ataupun negara. 2. nyeri perut. Laporkan gejala asidosis laktat misalnya kejang atau nyeri otot. hiperventilasi. Apabila diminum dengan sulfonylurea atau insulin. kelelahan yang tidak wajar dan kelemahan. Laporkan tanda-tanda toksisitas hati misalnya mual. Agar penderita DM dapat lebih produktif dan bermanfaat 5. Berikut ini contoh beberapa bahan konseling yang dapat diberikan kepada pasien menyangkut terapi Obat Hipoglikemik Oral (OHO). terapi obat dan non-obat untuk diabetes dapat digunanakan untuk pendidikan kepada pasien dengan bahasa yang disesuaikan untuk awam. Laporkan masalah medis yang bersamaan dan prosedur diagnostik mendatang Tiazolidinedion 1. baik yang dikeluarkan secara pribadi. Seseorang yang dapat bertahan hidup tetapi dengan kualitas hidup yang rendah. Namun dalam penyampaiannya harus mempertimbangkan kondisi penderita. muntah. 3. baik kondisi pengetahuan. kondisi fisik. Tambahkan satu dosis setiap kali makan tambahan Biguanida 1. urin berwarna gelap. sehingga komplikasi yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Lewatkan satu dosis bila tidak makan 4. alkohol mungkin dapat menyebabkan hipoglikemia dan menginduksi reaksi flushing Meglitinida 1. Untuk menekan biaya perawatan. Agar penderita DM dapat berfungsi dan berperan optimal dalam masyarakat 4. maupun kondisi psikologisnya. dsb. 6. tidak bernafsu makan (anoreksia).

Lewati satu dosis bila tidak makan 3. sendawa. Laporkan gejala gangguan pencernaan yang terus menerus. Ada beberapa prinsip yang dapat diikuti untuk hal ini. nyeri perut. atasi reaksi hipoglikemia dengan sumber glukosa yang sudah tersedia misalnya dekstrosa. 4. Ajarkan penderita untuk dapat memonitor kadar gula darah secara rutin dan teratur 5. Untuk penderita yang mendapat resep dokter dapat diberikan konseling secara lebih terstruktur dengan tiga pertanyaan utama sebagai berikut: • Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan Anda? • Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat Anda? • Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan Anda? Pengembangan Tiga Pertanyaan Utama : • Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan Anda? • Persoalan apa yang harus dibantu? • Apa yang harus dilakukan? • Persoalan apa yang menyebabkan anda ke dokter? • Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat Anda? • Berapa kali menurut dokter anda harus menggunakan obat tersebut? • Berapa banyak Anda harus menggunakannya? • Berapa lama Anda terus menggunakannya? • Apa yang dikatakan dokter bila Anda kelewatan satu dosis? • Bagaimana Anda harus menyimpan obatnya? • Apa artinya „tiga kali sehari‟ bagi Anda? • Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan Anda? • Pengaruh apa yang Anda harapkan tampak? • Bagaimana Anda tahu bahwa obatnya bekerja? • Pengaruh buruk apa yang dikatakan dokter kepada Anda untuk diwaspadai? • Perhatian apa yang harus Anda berikan selama dalam pengobatan ini? • Apa yang dikatakan dokter apabila Anda merasa makin parah/buruk? • Bagaimana Anda bisa tahu bila obatnya tidak bekerja? Pertanyaan Tunjukkan dan Katakan : • Obat yang Anda gunakan ditujukan untuk apa? • Bagaimana Anda menggunakannya? • Gangguan atau penyakit apa yang sedang Anda alami? Jika Anda menemukan seseorang yang baru saja mengetahui dirinya mengidap diabetes. maka bantulah ia untuk dapat mengelola diabetesnya dengan baik. Apabila diminum/diberikan bersamaan dengan sulfonylurea atau insulin. Tingkatkan kepatuhan penderita terhadap terapi yang dijalani dengan memberikan informasi yang jelas tentang terapi yang dijalaninya dan akibat yang dapat timbul jika terapi tidak . gula pasir tidak efektif karena pengaruh acarbose. 5. yaitu: 1. Bantu penderita untuk mendapatkan perawatan rutin yang diperlukan 3. Ajarkan penderita untuk dapat mengontrol kondisi diabetesnya dengan baik 4.2. Peringatkan kemungkinan terjadinya diare. Bantu penderita untuk mendapatkan pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui tipe diabetes yang diderita 2. khususnya pada pengobatan awal.

. Bantu penderita untuk mengantisipasi dan mencegah timbulnya masalah kesehatan jangka panjang yang disebabkan oleh keadaan diabetes atau efek samping terapi yang dilakukan 7. Bantu penderita untuk mengatasi masalah atau komplikasi yang timbul Mintalah penderita untuk segera memberi tahu anggota keluarga atau orang yang berada di sekitarnya pada saat itu apabila penderita mulai merasakan tanda-tanda awal serangan hipoglikemia. dan bila gejala makin berat segera laporkan pada dokter atau apoteker di apotik terdekat untuk segera mendapat pertolongan.dijalankan dengan baik 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful