http://elpramwidya.wordpress.

com/2009/04/22/model-pembelajaran-di-smk/

Model Pembelajaran di SMK

22

APR

KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang kemudian dikukuhkan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Nomor 24 Tahun 2006 yang disempurnakan dengan Nomor 6 tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaannya. BSNP juga telah menerbitkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengalaman melakukan persiapan untuk penyusunan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (KTSP-SMK), ternyata berbagai ketentuan tentang penyusunan KTSP yang termuat pada peraturan-peraturan tersebut, termasuk pedoman penyusunannya, masih memerlukan analisis dan upaya pensistematisan yang tidak sederhana, terutama karena ada beberapa ketentuan yang saling terkait tapi berada pada dokumen yang berbeda-beda. Atas dasar itulah, maka sesuai dengan tugas dan fungsinya, Direktorat Pembinaan SMK berupaya merevisi Bahan Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2006 menjadi Edisi 2008 yang sepenuhnya diturunkan secara sistematis dari peraturanperaturan tersebut dan pedoman pelaksanaannya. Bahan bimbingan teknis hasil revisi ini diharapkan dapat membantu para pihak yang terlibat dalam pengembangan dan implementasi KTSP-SMK serta satuan pendidikan SMK pada umumnya, dalam upaya menerapkan peraturan-peraturan dimaksud. Pada gilirannya, seperti yang diharapkan, setiap SMK atau kelompok SMK akan mampu menyiapkan sendiri KTSP yang akan diimplementasikannya. Seri bahan bimbingan teknis (Bimtek) ini meliputi judul-judul berikut. 1. Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK; 2. Teknik Penyusunan RPP; 3. Teknik Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal SMK; 4. Teknik Penyusunan Modul Bahan Ajar); 5. Teknik Pelaksanaan Pengembangan Diri pada SMK; 6. Model-model Pembelajaran SMK;

7. Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK; 8. Implementasi Sistem Kridit Semester pada SMK. Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga terwujudnya seri buku bahan bimbingan teknis ini, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya. Jakarta, November 2008 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Dr. Joko Sutrisno NIP. 131415680 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Pelaksanaan Proses Pembelajaran 2 BAB II MULTI KECERDASAN DALAM PEMBELAJARAN A. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence) 9 B. Kecerdasan Logika Matematika (Logical Mathematic Intelligence) 11 C. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence) 13 D. Kecerdasan Kinestetik (Body Kinesthetic Intelligence) 14 E. Kecerdasan Musik (Music Intelligence) 15 F. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence) 17 G. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence) 18 H. Kecerdasan Natural (Naturalistic Intelligence) 20 BAB III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN A. Project Work 22 B. Quantum Teaching and Learning (QTL) 28 C. Contextual Teaching and Learning (CTL) 32 D. Problem-Based Learning (PBL) 38 E. Model Mengajar Inquiry Training 45 F. Model Bermain Peran (Role Playing) 46 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional

minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. menantang. pelaksanaan proses pembelajaran. dan kemandirian sesuai dengan bakat. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kreativitas. Dalam eksplorasi guru. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran. menantang memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 2. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. mengkondisikan peserta didik tentang apa yang akan dipelajari. b. 2 Kegiatan Inti Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. elaborasi dan konfirmasi. Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). inspiratif. Proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel. pasal 19. Dipertegas dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses bahwa standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran. dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. B. menyenangkan. bervariasi dan memenuhi standar. yang dapat meliputi proses eksplorasi. 1) melibatkan peserta didik dengan menerapkan prinsip alam ambang guru dan belajar . menyenangkan.Pendidikan (SPN). Dalam kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. bagaimana mempelajarinya dan apa yang akan didapatkan sebagai hasil belajar yang akan mereka ikuti. Dalam kegiatan pendahuluan guru. a. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. pelaksanaan proses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Eksplorasi Kegiatan eksplorasi dimaksudkan untuk mencari informasi yang luas dan mendalam berdasarkan pengalaman peserta didik tentang materi yang akan dipelajari. penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran. 3. a. dinyatakan bahwa: 1. inspiratif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu: 1 Kegiatan Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan menfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. kreativitas.

2) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. studio atau lapangan. 6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tulisan. guru. peserta didik dengan guru. 2) membantu menyelesaikan masalah. 2) menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran serta sumber belajar lain yang relevan 3) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik. tulisan. 2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. menyelesaikan masalah. 4) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih lanjut. turnamen. secara individu atau kelompok. 5) memberi motivasi kepada peserta untuk bereksplorasi lebih lanjut. lingkungan. 3) memberi kesempatan untuk berpikir. maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik. Dalam hal ini guru: 1) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan. Konfirmasi Kegiatan eksplorasi adalah memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai metoda. dan sumber belajar lainnya. dan bertindak tanpa rasa takut. 5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. 4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. 8) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri. 1) membiasakan peserta didik dalam membaca dan menulis melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran .dari aneka sumber. Elaborasi Pada kegiatan elaborasi. isyarat. 3. 4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. 5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. 7) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran. 3) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi. festival. 3) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar. c. atau cara-cara lain yang efektif terhadap produk yang dihasilkan. menganalisis. Guru perlu: 1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. b. diskusi.

Beberapa karakteristik yang ada pada orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan bahasa antara lain adalah : 1. membaca dan menulis. memahami. menguraikan. b. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menghubungkan suatu artikel/cerita . yang dikenal dengan multi kecerdasan. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial atau pengayaan. e. tanda baca dan kosa kata yang efektif. Berbicara secara efektif kepada beragam pendengar. penyair. Menirukan suara. berbicara. memahami. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence) Kecerdasan Linguistik merupakan kemampuan berpikir dalam bentuk kata-kata dan penggunaan bahasa untuk mengekspresikan dan memberi makna yang kompleks. Memperlihatkan kemampuan untuk mempelajari bahasa lainnya. Menulis secara efektif. bahasa. memahami dan menerapkan aturan-aturan tata bahasa. beragam tujuan. 5. berdiskusi dan menjelaskan dan yang paling penting adalah mendorong rasa ingin tahunya. 2. A. Seorang guru perlu memahami berbagai jenis kecerdasan peserta didik. 7. Memberi kesempatan peserta didik untuk memimpin suatu diskusi atau debat.yang dapat dilakukan dalam bentuk: a. Mendengarkan dan merespon setiap suara dan berbagai ungkapan kata. menafsirkan atau menerangkan. d. bersama-sama dengan peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran. menyampaikan pembelajaran tahap berikutnya. 6. Pembentukan lingkungan pembelajaran Verbal-Linguistik : 1. 2. Kelas pada setiap pelajaran harus berupa lingkungan yang kaya akan bahasa tempat peserta didik berbicara. ejaan. pembicara. 4. Menggunakan keterampilan menyimak. meringkas. Biasanya kecerdasan ini dimiliki oleh para pengarang. Kecerdasan peserta didik dalam belajar didasari beberapa jenis kecerdasan yang ada. menulis dan membaca. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. fasih. layanan konseling dan atau memberikan tugas individu maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik. c. 4. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Belajar melalui menyimak. 8. dan penyiar berita. 3. agar dapat menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dalam menjembatani proses belajar peserta didik. membaca dan menulis serta diskusi. dan bergairah. 3. 9. Membaca secara efektif. Menyimak secara efektif. Menugaskan peserta didik untuk membuat sebuah artikel. Kondisikan peserta didik untuk menceritakan suatu kisah atau suatu masalah yang terkait dengan materi pelajaran. menafsirkan dan mengingat apa yang diucapkan. jurnalis. dan mengetahui cara berbicara secara sederhana. BAB II MULTI KECERDASAN DALAM PEMBELAJARAN Setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.

pilot. membuat hipotesis dan merumuskan berbagai model. dan pemrogram komputer. C. Menyusun suatu laporan/ resume/kajian pada suatu topik/ materi yang relevan. 7. menggunakan analogi untuk menjelaskan. 2.dengan realita atau materi pelajaran. . 5. menerjemahkan suatu pokok bahasan ke dalam rumus matematika. 4. 3. 7. Mengkondisikan kegiatan ”talk show” dalam suatu program/materi. pelukis. melukiskan kembali. Mengajukan dan menguji hipotesis. mesin dan ilmu kimia. akuntan. perhitungan logaritma. Menunjukkan keterampilan memecahkan masalah secara logis. Menggunakan bermacam-macam keterampilan matematis. waktu dan hubungan sebab akibat. Kecerdasan Logika Matematika (Logical Mathematic Intelligence) Merupakan kemampuan dalam menghitung. dan informasi visual dalam bentuk grafik. insinyur. 5. menafsirkan statistik. seperti akuntansi. merencanakan dan memimpin suatu eksperimen. 6. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang merasakan bayangan eksternal dan internal. 5. seperti memperkirakan. Memahami pola-pola dan hubungan-hubungan. B. dan arsitek. mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis. Menugaskan peserta didik untuk mempresentasikan sesuatu pokok bahasan. Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menunjukkan realita. Mengungkapkan ketertarikan dalam karir. Mengenal konsep-konsep yang bersifat kuantitatif. 6. Mengarahkan dirinya pada benda-benda secara efektif dalam ruangan. mengubah dan memodifikasi bayangan dan obyek melalui ruang untuk menghasilkan suatu gambar/grafik ataupun suatu benda. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu-menu yang terkait dengan logika matematis. antara lain: 1. serta menyelesaikan operasi-operasi matematika. 3. 2. Kecerdasan matamatika biasanya dimiliki oleh para ilmuwan. Merasakan berbagai tujuan dan fungsi mereka dalam lingkungannya. Belajar dengan melihat dan mengamati. 8. ahli matematika. merancang suatu simbol atau kode. 4. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan spasial antara lain adalah : 1. mengkategorikan fakta-fakta. menggunakan diagram venn untuk menjelaskan. Berpikir secara sistematis dengan mengumpulkan bukti. pemahat. 6. 2. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan matematika antara lain adalah: 1. teknologi informasi. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence) Kemampuan membangkitkan kapasitas untuk berpikir dalam tiga dimensi seperti yang dilakukan pelaut. 9.

ukiran atau obyek repro lain dalam bentuk yang dapat dilihat. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence) Merupakan kecerdasan yang memiliki sensitivitas pada pola titian nada. jembatan tiruan dan maket. 7. 3. Membuat suatu permainan atau sejenisnya. 6. Menciptakan suatu karya. dan sejenisnya. ahli bedah. berpartisipasi dalam bermain peran dan permainan ketangkasan. . Merencanakan dan menghadiri suatu perjalanan lapangan. Menciptakan bentuk baru dari media visual spasial. Kecerdasan Kinestetik Tubuh (Bodily Kinesthetic Intelligence) Kemampuan seseorang untuk menggerakkan suatu obyek dan keterampilanketerampilan fisik yang halus. 4. Menikmati gambar-gambar tak beraturan. D. Menggunakan suatu sistem memori untuk mempelajari. Kemampuan atau kecerdasan ini dimiliki oleh para atlit. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu-menu yang terkait dengan kecerdasan spasial. berpikir dalam gambar dan memvisualisasikan detail. 2. kritikus. Merancang sebuah poster. Membaca grafik. denah dari suatu obyek. sketsa. jika terlibat langsung dan berpartisipasi. bagan. dan pembuat alat musik. 4. belajar dengan lebih baik. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu-menu yang terkait dengan kinestetik. Menciptakan suatu model. 2. melodi. antara lain: 1. 5. Menikmati bentukan hasil tiga dimensi. Menciptakan sebuah pertunjukkan. 5. penari. menjelajahi lingkungan dan sasaran melalui sentuhan dan gerakan. menikmati secara konkrit dalam mempelajari pengalaman-pengalaman. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan kinestetik antara lain adalah : 1. 4. 2. E. Membuat suatu ilustrasi. dan nada seperti yang dimiliki oleh komposer. 7. menunjukkan keterampilan atau mendemonstrasikan keahlian dalam bidangnya. 8. ritme. 3. Menciptakan suatu gerakan atau rangkaian gerakan untuk menjelaskan. Merancang suatu produk. 5. buletin. dan diagram visual. mengembangkan kerjasama dan rasa terhadap waktu. lukisan. Cakap mendesain secara abstrak. seperti perjalanan ke alam bebas. musisi. Menggunakan proyeksi untuk mengajar. Membuat variasi bentuk dan ukuran dari suatu objek.3. seperti obyek origami. 6. antara lain: 1. peta. Merasakan dan menghasilkan sebuah bayangan mental. 3. dan seniman. Bermain peran atau menirukan. 5. 4. 6.

atau seorang pendengar yang sensitif. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu yang terkait dengan kecerdasan musikal. Meyajikan suatu pertunjukkan dengan iringan musik yang tepat. F. 6. mengetahui dan menggunakan cara-cara yang beragam dalam berhubungan dengan orang lain. 7. merasakan perasaan. Mengembangkan improvisasi dan bermain dengan suara/bunyi. aliran dan variasi budaya. 5. 8. 9. Mengoleksi musik dan informasi mengenai musik dalam berbagai bentuk. pekerjaan sosial dan konseling. Menuliskan suatu lirik lagu untuk suatu pokok bahasan/materi. antara lain: 1. 2. 8. 5. 3. 6. 4. memimpin suatu rapat. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan musikal antara lain adalah : 1. seperti yang dimiliki oleh guru. bersama seorang rekan menggunakan penyelesaian masalah berat. 5. Menggunakan musik untuk mempertinggi semangat belajar. 3. terikat dengan dan berinteraksi dengan orang lain. tingkah laku dan gaya hidup orang lain. 7. 2. Mengembangkan referensi kerangka berpikir pribadi untuk mendengarkan musik. 10. Mengenali dan mendiskusikan berbagai gaya musik. 2. baik secara verbal maupun non verbal. 3. Menyanyikan sebuah kritikan atau lagu. mempengaruhi pendapat dan perbuatan orang lain. membentuk dan menjaga hubungan sosial. 2. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence) Merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secera efektif. . 4. Menyajikan kelas musik dalam waktu singkat pada suatu materi/pokok bahasan. 3. mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan penengah sengketa. memahami dan berkomunikasi secara efektif. Mengembangkan kemampuan menyanyi atau memainkan instrumen secara sendiri. Mendengar dan merespon dengan ketertarikan terhadap berbagai bunyi. menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan group yang berbeda. Merespon terhadap musik secara kinestetik. Menikmati dan mencari kesempatan untuk mendengarkan musik atau suara-suara alam pada suasana belajar. pikiran. pekerja sosial. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan interpersonal antara lain adalah : 1. bermain peranan dengan berbagai perspektif. 4. antara lain: 1. seperti mengajar. artis atau politisi yang sukses. motivasi. berpartisipasi dalam kegiatan kolaboratif dan menerima bermacam peran yang perlu dilaksanakan. Tertarik pada karir yang berorientasi interpersonal. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu-menu yang terkait dengan kecerdasan interpersonal.

mengajarkan orang lain tentang suatu hal. sadar akan wilayah emosinya. misalnya mudah berinteraksi dengan hewan. seperti yang dimiliki oleh ahli agama. menemukan cara-cara dan jalan keluar untuk mengekpresikan perasaan dan pemikirannya. mengembangkan model diri yang akurat. Mengomentari atau menilai hasil pekerjaannya. Lingkungan belajar diupayakan berupa menu-menu yang terkait dengan kecerdasan intrapersonal. antara lain: 1. G. membangun dan hidup dalam suatu sistem nilai etika (agama). 9. menciptakan suatu sistem /prosedur dari suatu kegiatan. 6. 5. mengatur dan ikut serta dalam sebuah kelompok. ahli psikologi dan ahli filsafat. berlatih memberi dan menerima umpan balik. mampu memprediksi terjadinya perubahan alam. memberdayakan orang lain (memiliki tanggung jawab kemanusiaan). 5. BAB III MODEL – MODEL PEMBELAJARAN Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dirancang atau . 3. 7. 7. H. 10. 3. 2. berusaha untuk mengaktualisasikan diri. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence) Merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuannya untuk merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. 6. 8.4. 4. 2. 4. Kecerdasan ini terkait dengan sensitifitas terhadap alam dan faktor lingkungan. mudah mengenali berbagai spesies hewan maupun tumbuhan. Menggambarkan perasaannya tentang sesuatu. Menggambarkan bahwa kemampuan yang dimilikinya dapat membantu menuju kesuksesan. 5. Kecerdasan Natural (Naturalistic Intelligence) Merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan lingkungan alam dan merupakan kecerdasan kedelapan dari kecerdasan yang tidak termasuk teori asli Multiple Intelligences dari Gardner. Beberapa karakteristik orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan intrapersonal antara lain adalah : 1. Menerima umpan balik dari orang lain. termotivasi untuk mengidentifikasi dan memperjuangkan tujuannya. berusaha mencari dan memahami pengalaman batinnya sendiri. Merangkai dan mengejar suatu tujuan. bekerja mandiri. Kecerdasan ini akan lebih mudah diwujudkan melalui pengumpulan dan penganalisaan suatu subjek yang berhubungan dengan alam. Menggunakan acuan belajar. Membuat suatu jurnal. mengatur secara kontinyu pembelajaran dan perkembangan tujuan personalnya. 7. 6.

1) Inventarisasi Standar Kompetensi Lulusan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi standar kompetensi (SK) yang terdapat dalam kurikulum/silabus..1 ………………………………………….……………. Pola pembelajaran dikenal dengan istilah sintak ( Bruce Joyce. Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku. Project Work Project work adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematis dan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa). Inventarisasi jenis pekerjaan (job). P.3 …………………………………. 1985) Pada penjelasan pelaksanaan pembelajaran yang tertuang pada Lampiran Permendiknas Nomor 41 tahun 2007.……………. tentang Standar Proses. SK3 …………….dikembangkan dengan menggunakan pola pembelajaran tertentu. P.. dinyatakan tentang beberapa model pembelajaran alternatif yang dapat dikembangkan dan digunakan secara inovatif sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi di kelas serta untuk mendukung iklim belajar PAKEM (pembelajaran aktif.……………………. Model pembelajaran project work sering digunakan untuk program pembelajaran produktif. b. kreatif. c.……… P.……… Dst. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan terkait dengan iklim belajar PAKEM antara lain: A. dan atau standar pekerjaan lain yang ada di DU/DI/masyarakat. melalui proses produksi/pekerjaan yang sesungguhnya. Dst ………. Pola pembelajaran yang dimaksud dapat menggambarkan kegiatan guru dan peserta didik dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya proses belajar.2 …………………………………. Inventarisasi Produk (Barang/Jasa) Setiap Pekejaan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengiden-tifikasi produk yang dapat dihasilkan oleh . standar kompetensi dan produk yang dapat dihasilkan. Langkah-langkah pembelajaran project work 1. Setiap kompetensi keahlian pada umumnya memiliki lebih dari satu bidang/jenis pekerjaan yang dapat di isi oleh lulusan... Inventarisasi Pekerjaan (Job) Pendataan jenis pekerjaan (job) dapat mengacu: kepada jenis pekerjaan yang ada di kurikulum. Perencanaan Project Work a. SK2 ……………. II poin C. SK1 …………………………. Pola pembelajaran menjelaskan karakteristik serentetan kegiatan yang dilakukan oleh guru-peserta didik. efektif dan menyenangkan). Iklim belajar PAKEM diharapkan dapat menumbuhkembangkan secara optimal multi kecerdasan yang dimiliki setiap peserta didik.

Produk (Pr1) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. Produk (Pr1) dan (Pr2 ) dapat digunakan sebagai pilihan peserta didik sebagai media pembelajaran SK1 dan SK2 4. Daftar Nama Produk Setiap Bidang Pekerjaan No Bidang/Jenis Pekerjaan Nama Produk (barang/Jasa) 1 P1 Pr1 Pr2 2 P2 Pr3 Pr3 3 P3 Pr4 Pr5 d. selanjutnya dianalisis standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap produk dan bidang pekerjaan dengan menggunakan tabel 2. Tabel 1. SK2. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Produk (Barang/Jasa) Hasil inventarisasi standar kompetensi lulusan. Tabel 2. sedangkan kolom berikutnya diisi dengan kode Standar Kompetensi hasil inventarisasi (Kurikulum/Silabus). Penetapan Bukti Belajar/Evidence of Learning Berdasarkan hasil analisis standar kompetensi terhadap produk. SK3 dan SK 5. Produk (Pr2 ) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. guru diminta untuk menetapkan bukti-bukti belajar (Evidence Of Learning) yang akan digunakan sebagi . SK2. SK4 2. e. 3. Menentukan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk (barang/jasa) dengan memberi tanda cek (√) pada kolom standar kompetensi terkait. dan produk tersebut. Hasil analisis Standar Kompetensi terhadap Jenis Produk pada tabel 2 dapat dimaknai sebagai berikut.setiap bidang/jenis pekerjaan sehingga peserta didik memilki orientasi produk yang akan dihasilkan pada setiap pembelajaran. demikian selanjutnya untuk Produk yang lain. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Standar Kompetensi Produk Kode Standar Kompetensi SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SKn Pr1 √ √ √ Pr2 √ √ √ √ Pr3 Prn Baris pada kolom 1 diisi kode produk (nama barang/jasa). Setelah seluruh standar kompetensi teridentifikasi terhadap produk yang ada. Alternatif produk dapat dipilih oleh peserta didik. maka guru menetapkan alternatif produk yang akan dikembangkan untuk setiap standar kompetensi yang dipelajari. 1. bidang pekerjaan.

melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). Peserta didik 1. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work Pembelajaran dengan pendekatan Project Work dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 3. Quantum Teaching and Learning (QTL) . dan kesesuaian waktu pelaksanaan. B.acuan dalam penilaian hasil belajar peserta didik. a. memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan. Komponen project work yang dinilai terdiri dari penyusunan rencana Project Work. memilih salah satu judul/nama produk/jasa. alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta. Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisasi dalam bentuk portofolio. 4. Peserta didik dinyatakan kompeten apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan pada indikator dari setiap kompetensi dasar. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan guru. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar dengan pendekatan project work pada dasarnya adalah penilaian standar kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Penetapan pencapaian nilai mengacu pada Pedoman Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK. menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh. mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio. 3. Kerangka rencana Project Work sebagai berikut. Guru menyampaikan: 1. laporan. pelaksanaan proses produksi. 3) SKETSA/GAMBAR KERJA (jika diperlukan) 4) BAHAN PRODUKSI 5) FASILITAS/PERALATAN PRODUKSI 6) PROSES PRODUKSI • RENCANA ANGGARAN BIAYA • SASARAN PASAR/KONSUMEN • JADWAL PELAKSANAAN 2. Dan menyusun rencana Project Work sesuai dengan judul yang dipilih. kesesuaian produk/jasa. dan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). sikap. b. menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work 6. strategi pembelajaran dengan pendekatan project work 3. 2. keterampilan. 1) LATAR BELAKANG 2) KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUK/JASA. ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa 5. tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2. melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan. kegiatan. 4. 5.

strategi. kesepakatan dan dukungan dalam belajar. . Menumbuhkan lebih banyak kegembiraan dalam pengajaran. belajar mengakui dan mendukung orang lain. Filosofi pendekatan pembelajaran Quantum dikenal dengan istilah TANDUR yang merupakan kepanjangan dari : T = Tumbuhkan. umpan balik dan pertumbuhan bagi peserta didik. sediakan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang diperoleh selama proses pembelajaran U = Ulangi. Menciptakan keriangan dan ketakjuban. Sebagai contoh peserta didik berani menghabiskan sebagian waktunya untuk datang ke sekolah merupakan salah satu resiko peserta didik dalam memasuki proses belajar. kegembiraan dan kepuasan. guru harus membangun hubungan dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Menjalin rasa simpati dan saling pengertian. b. memberi dan menerima. Kelas merupakan tempat bagi peserta didik mencari dan terbuka terhadap umpan balik. ciptakan dan berikan pengalaman langsung yang dapat dimengerti oleh peserta didik N = Namai. melalui pemberian afirmasi (penguatan atau penegasan). tunjukkan kepada peserta didik cara mengulangi materi dan tegaskan bahwa “Aku mampu bahwa aku memang mampu” R = Rayakan. Pendekatan Pembelajaran Quantum Kelas merupakan komunitas belajar yang menjadi tempat untuk meningkatkan kesadaran. berikan kata-kata kunci. kesatuan. Membangun ikatan emosional. dan perayaan. merasa lebih berdaya dan diterima di dalam kelompoknya. Dengan rasa saling memiliki akan menciptakan rasa kebersamaan. konsep. d. perolehan keterampilan ataupun ilmu pengetahuan dan beri penghargaan 1. partisipasi. daya dengar.Merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Kunci untuk membangun ikatan emosional adalah dengan menciptakan kesenangan dalam belajar. tumbuhkan minat dengan menunjukkan manfaat dari kompetensi yang dipelajari terhadap kehidupan peserta didik A = Alami. pengakuan. untuk mudah diingat dan dipahami D = Demonstrasikan. diperlukan langkah-langkah berikut: a. karena dengan rasa saling memiliki akan memberikan nilai tambah. akui hasil belajar peserta didik. baik dalam bentuk penyelesaian. e. Mengambil Resiko Peserta didik belajar berani mengambil resiko. model. Ciptakan rasa saling memiliki Umumnya semua peserta didik ingin merasa saling memiliki. Untuk membentuk lingkungan kelas yang dapat mengakomodasi semua tempat belajar yang baik. rumus. dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar. Untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik pada proses pembelajaran. mengalami perubahan. partisipasi. c. menjalin hubungan. serta belajar dan tumbuh sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

baik di kelas. aroma dan unsur organik lainnya. alat 2) bantu dapat digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. mereka memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. C. Keteladanan akan memperkuat proses pembelajaran yang dilakukan. Dimanapun mereka berada. mengubah keadaan mental peserta didik. dan kemampuan guru dalam mengajar 4) Menjaga agar komunitas kelas tepat berjalan agar peserta didik tetap memiliki minat belajar tinggi Lingkungan yang mendukung model pembelajaran quantum antara lain : 1) Poster ikon. 4) Tumbuhan. serta mendukung lingkungan belajar. bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajari dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan peserta didik sehari-hari (konteks pribadi. poster afirmasi. dapat memperkaya kesegaran ruangan kelas 5) Musik dapat digunakan untuk menata suasana hati. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengatur posisi tempat duduk sehingga proses interaksi dapat berjalan dengan baik. sosial dan kultural). 3) Pengaturan tempat duduk peserta didik memiliki peran penting dalam proses pembelajaran.f. Karakteristik Pembelajaran Berbasis CTL 1) Kerjasama 2) Saling menunjang 3) Menyenangkan 4) Tidak membosankan 5) Belajar dengan bergairah 6) Pembelajaran terintegrasi 7) Menggunakan berbagai sumber 8) Peserta didik aktif Guru perlu mengkondisikan dan mempersiapkan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3) Meyakinkan kemampuan peserta didik dalam belajar. Contextual Teaching and Learning (CTL) Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) merupakan suatu proses belajar yang holistik. Langkah-langkah pembelajaran quantum: 1) Menentukan tujuan pembelajaran 2) Komunitas dalam belajar memiliki tujuan yang sama. kemampuan guru dan fasilitas yang dimiliki. Dengan demikian. di sekolah maupun di lembaga diklat lain. dan mengkaitkannya dengan realitas dan kebenaran (konstruktivisme). penggunaan warna. Memberikan keteladanan Keteladanan guru dalam segala hal menjadi cara yang ampuh dalam membangun hubungan dan memahami perasaan orang lain. . memiliki tujuan sama yaitu mengembangkan kecakapan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan.

sehingga setiap peserta didik perlu mengerti kekhasan. mendatangkan ahli ke kelas. Mengajar berarti berpartisipasi dengan peserta didik dalam membentuk pengetahuan. guru. Komponen CTL a. keterampilan dan sikap (performansi) yang diperoleh peserta didik. bersikap kritis. e. Peserta didik mempunyai cara untuk mengerti sendiri. antara lain berupa pembentukan kelompok kecil. mempertanyakan kejelasan. 6. antara guru dengan peserta didik. 1. menulis karangan. 2) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan atau gambar. QUESTIONING ( bertanya) Questioning dapat diterapkan antara peserta didik dengan peserta didik. berlatih secara fisik. membuat makna. mencari sendiri arti dari apa yang mereka pelajari dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. b. Belajar bukanlah suatu proses mengumpulkan sesuatu. Questioning juga dapat dilakukan saat berdiskusi. AUTHENTIC ASSESSMENT (penilaian yang sebenarnya) 1) Kemajuan belajar dinilai dari proses dan hasil. bekerja dalam kelompok. Guru berperan sebagai mediator dan fasilitator untuk membantu proses belajar peserta didik agar berjalan baik. 5. INQUIRY (merumuskan masalah) Bagaimana cara melukiskan suasana kerja di suatu unit kerja? Dapat dilakukan antara lain melalui: 1) mengamati atau melakukan observasi. tetapi merupakan suatu proses menemukan sesuatu melalui pengembangan pemikiran dengan cara membuat kerangka pengertian yang baru. teman sekelas. 2) Menilai pengetahuan. 2. d. KONSTRUKTIVISME Merancang pembelajaran dalam bentuk peserta didik bekerja praktik mengerjakan sesuatu. c. kelompok besar. . Proses belajar lebih ditekankan pada peserta didik yang belajar. 4. tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. antara peserta didik dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. ketika mengamati atau menemui kesulitan. 3. mengadakan justifikasi.Guru perlu memahami: 1. antara peserta didik dengan guru. 3) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru ke peserta didik. mendemonstrasikan atau menciptakan ide. yaitu peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. LEARNING COMMUNITY (masyarakat belajar) Masyarakat belajar dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan. Materi yang diberikan. bekerja dengan kelas sederajat atau bekerja dengan kelas di atasnya. atau audien yang lain. keunggulan dan kelemahannya dalam menghadapi suatu apapun. Belajar adalah kegiatan aktif. dan bekerja dengan masyarakat di lingkungan sekolah.

sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup peserta didik melalui proses pengkajian secara seksama. f. 3) Kesan dan saran peserta didik mengenai pembelajaran 4) Proses dan hasil Diskusi. selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. D. 4) Karakteristik Penilaian dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran. 5) Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong peserta didik untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari.3) Penilai tidak hanya oleh guru. Problem-Based Learning (PBL) 1. 5) Hasil karya. Penilaian dilakukan dalam bentuk formatif maupun sumatif. 6) Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. Realisasi dari refleksi dapat berupa: 1) pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh peserta didik 2) Catatan atau jurnal peserta didik. bukan sekedar mengingat fakta. Prinsip Dasar . 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal peserta didik. Pengertian tersebut sejalan dengan yang diutarakan oleh Barrows & Tamblyn: “…the learning which result from the process of working towards the understanding of. serta mendorong peserta didik untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman peserta didik terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Model pembelajaran CTL dilaksanakan dengan langkah sebagai berikut: 1) Mengkaji materi ajar yang bersifat konsep atau teori yang akan dipelajari peserta didik. Definisi PBL PBL adalah pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah. PBL menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. 1980).” (Barrows & Tamblyn. bersifat berkesinambungan. tetapi bisa juga model dari peserta didik yang memiliki kelebihan dengan cara mendemonstrasikan kemampuannya atau dari pihak luar yang bertindak sebagai native speaker. MODELING (pemodelan) Guru bukan satu-satunya model. terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feed back. REFLECTION (refleksi) Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah diketahui. dan hal-hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. or resolution of a problem. Sebagai model pembelajaran. g. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman peserta didik dan lingkungan kehidupannya. 2. 5) Obyek yang diukur adalah pengetahuan dan keterampilan. tetapi juga bisa teman atau orang lain.

8. teknik dan ketrampilan berpikir. Karakteristik Masalah PBL a. Diskusi kelompok. sebagai respons terhadap masalah yang dihadapi. Mengenali dan memahami masalah serta mampu membuat keputusan yang beralasan dalam situasi baru. kritis dan aktif. Berkolaborasi secara produktif dalam kelompok. Informasi dari narasumber (dijelaskan sekilas dan berdasarkan pertanyaan peserta didik). Beradaptasi dan berpartisipasi dalam perubahan. f. b. yaitu: kompleks dan berubah-ubah sesuai kebutuhan. b.a. Beberapa Kelebihan PBL a. Masalah dapat berupa tugas melakukan sesuatu. Mengadopsi pendekatan yang lebih universal atau menyeluruh. Tujuan PBL a. PBL merangsang keterbukaan pikiran serta mendorong peserta didik untuk melakukan pembelajaran yang reflektif. Lingkungan dan hasil uji coba praktis. c. c. 6. b. Sumber-sumber lain yang dapat diakses peserta didik. dsb) yang perlu diselesaikan. self-directed learning. Menilai sejauh mana pemahaman peserta didik tentang materi yang dipelajari 4. Masalah harus cukup kompleks dan ambigu sehingga peserta didik terdorong untuk menggunakan berbagai strategi penyelesaian masalah. d. Masalah harus bermakna dan ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik termotivasi mengarahkan dirinya untuk menyelesaikan masalah dan mengujinya secara praktis. d. Menalar secara kritis dan kreatif. g. b. peserta didik mencari/membentuk pengetahuan baru untuk menyelesaikan masalah. baik yang disediakan secara langsung maupun yang ada di sekitar tempat belajar. Masalah yang dihadapi akan merangsang peserta didik untuk mencari solusinya. PBL mencerminkan sifat alamiah pengetahuan. 5. Mempraktikkan empati dan menghargai sudut pandang orang lain. 3. Mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar b. c. Bahan bacaan. pertanyaan. Masalah berupa tugas yang tidak memiliki struktur yang jelas sehingga merangsang peserta didik untuk mencari informasi untuk memperjelasnya. d. Metode dalam PBL a. b. e. Sumber Pembelajaran a. Kompetensi yang dikembangkan a. c. pertanyaan atau hasil identifikasi dari keadaan yang ada di sekitar peserta didik. PBL merangsang peserta didik untuk bertanya dan menggali pengetahuan secara mendalam. . 7. Pembelajaran berawal dari adanya masalah (soal. Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta menemukan cara untuk mengatasi kelemahan diri.

Menyusun ‘trigger problems’ c. Belajar mandiri (individual). Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan Contoh Pelaksanaan PBL Proses Sasaran Hasil Tutor memulai sesi dengan presentasi masalah Peserta didik dirangsang untuk dapat mengidentifikasi masalah konkret Pembelajaran tentang konteks masalah dan ruang lingkup materi Peserta didik mencari dan menyusun kerangka berpikir untuk menyelesaikan masalah Peserta didik aktif menggali berbagai sumber untuk memperoleh info yang dibutuhkan Belajar secara kumulatif dan mengaitkan berbagai pengetahuan Peserta didik menguji pendekatan dan solusi masalah mereka Peserta didik melatih kemampuan logika dan analisis Meningkatkan perkembangan mental lebih kompleks Peserta didik mengevaluasi dan merevisi solusi mereka.) c. pemecahan masalah. jadwal. Jumlah anggota kelompok berkisar antara 5-8 orang.b. Heterogen (latar belakang dan kemampuan cukup beragam). c. Langkah-langkah PBL a. Guru membantu peserta didik dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya e. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. b. 9. d. Guru berperan sebagai fasilitator b. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 10. Memastikan jalannya proses pembelajaran dan setiap anggota kelompok terlibat e. tugas. b. Peserta didik dibagi secara acak. d. d. Guru juga dapat berperan sebagai narasumber terutama utk informasi yang sulit diperoleh dari sumber lain d. Eksperimen kelompok. dll. hipotesis. pengumpulan data. Waktu kerja disesuaikan dengan jadwal belajar dan kesediaan anggota kelompok. Observasi gejala dan wawancara terhadap narasumber. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Karakteristik Kelompok a. Melakukan evaluasi 11. memanfaatkan feed-back Membandingkan dengan kelompok lain dan menerima umpan balik Memperoleh tambahan pengetahuan tentang masalah Peserta didik menyusun ‘teori’ baru berdasarkan pengalaman penyelesaian masalah . Komparasi dengan hasil-hasil penyelesaian masalah yang sudah ada. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. e. c. Peran Guru a. Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik.

d. d. Langkah-Langkah Pembelajaran a. Fase kesembilan. Langkah-Langkah Kegiatan Belajar a. Model Bermain Peran (Role Playing) 1.sosialisasi KTSP 2009) . i. Pengertian Model pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan analogi tentang situasi permasalahan kehidupan yang sebenarnya. e. Fase ketujuh. membangun konsep dan hipotesis serta menguji untuk mencari jawaban 2. Fase empat. h. e. E. Fase kelima. c. menyiapkan pengamat. Fase lima. b. Fase tiga . Fase satu. diskusi dan evaluasi. 2) Membuat hipotesa tentang hubungan-hubungan penyebab. Mampu membuat solusi yang realistik dan tepat-guna. MODEL MENGAJAR INQUIRY TRAINING 1. Fase ketiga. membagi pengalaman dan menarik generalisasi. diskusi dan evaluasi. g. Fase dua: mengumpulkan informasi yang dilihat dan dialami terkait dengan masalah c. menginterpretasikan. Fase pertama memotivasi kelompok dengan mengidentifikasi dan menjelaskan masalah. Fase kedelapan.Peserta didik belajar melakukan abstraksi dan generalisasi brdasarkan pengalaman Mampu mengintegrasi pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman Peserta didik menerapkan ‘teori’ untuk membahas masalah baru dan evaluasi kritis Peserta didik menguji apakah pengetahuan yang diperolehnya berguna/ tidak. Fase kedua. Fase keempat. Fase keenam. f. menyiapkan tahap-tahap peran. (Sumber BSNP. memilih peran. mengekplorasi isu-isu. mengorganisasikan data dan memformulasikan suatu paparan. F. pemeranan ulang. pemeranan. menjelaskan peran. mengidentifikasi masalah b. Pengertian Model mengajar Inquiry Training adalah model pembelajaran yang diarahkan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual yang terkait dengan penalaran sehingga mampu merumuskan masalah. mengelompokkan data: 1) Memisahkan variabel-variabel yang relevan. menganalisis strategi inquiri dan mengembangkan model pembelajaran yang lebih efektif. 2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.