PERKEMBANGAN MATA

Adnan, 2008 Biologi fmipa UNM

1. Perkembangan Mata
Mata pada vertebarata merupakan organ yang sangat kompleks, dibentuk dari sumber primordial yang berbeda, yaitu ektoderem dan mesoderem pada daerah chepalik atau kepala embrio. Perkembangan awal komponen-komponen mata tergantung pada interaksi induktif antara satu komponen dengan komponen lain. Induksi ini diikuti dengan differensiasi intraseluler, dimulai dengan mitosis, kemudian sintesis RNA utama untuk pembentukan protein intraseluler spesifik, serabut-serabut ekstraseluler, dan matriks. Bahan-bahan ekstraseluler dan migrasi sel memainkan peranan yang penting dalam perkembangan mata. (Gambar 1)

Gambar 1.

Skema utama kejadian-kejadian induktif yang berlangsug pada mata embrionik. Kejadian-kejadian induktif atau inte-raksi jaringan ditandai dengan garuis putus-putus (Calson, 1988).

Akibat induksi mesoderem kepala. Pada waktu yang sama kedua lapisan cawan optik mulai berdifferensiasi dengan arah yang berbeda. Pada manusia. .2. Ketika invaginasi berlanjut. maka ektoderem membentuk plakoda lensa (Gambar 4. plakoda lensa juga menginduksi vesikula optik dan menyebabkan perubahanperubahan pada vesikula optik. Vesikula optik berinvaginasi membentuk cawan optik yang berdinding rangkap. sewaktu vesikula optik menginduksi pembentukan plakoda lensa. Pertumbuhan differensial ini menghasilkan vesikula optik yang berhubungan dengan diencephalon melalui tangkai optik. Tangkai optik ini kemudian disebut saraf optik (Gilbert.2). Pada pembentukan vesikula optik gen-gen khusus pada bakal vesikula optik diaktifkan untuk membentuk pesan khusus yang mengkode protein vesikula. 1985). sehingga evaginasi terjadi (Oppenheimer. hubungan antara cawan optik dan otak direduksi menjadi celah yang sempit. Pada manusia. Akson-akson dari retina saraf bertemu pada dasar mata dan berjalan melalui tangkai optik. Sel-sel lapisan dalam berkembang menjadi sel-sel batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya. Lapisan ini menjadi saraf retina. Bagian luar menjadi lebih tipis dan berkembang selsel granula-granula yang mengandung melanin dan akhirnya menjadi retina berpigmen. Pembentukan Vesikula Optik Sejarah perkembangan optik diawali pada dinding diencephalon. Plakoda lensa tumbuh terus. perkembangan mata dimulai pada waktu dinding diencephalon embrio berumur 22 hari menggelembung keluar secara lateral dari tabung neural. Vesikula optik tumbuh terus dan mencapai sel-sel mesenkim kepala hingga bersentuhan dengan ektoderem kepala. 1976). kemudian berinvaginasi dan melepaskan diri dari ektoderem kepala membentuk lensa mata.

2.C) Ektoderem ber-differensiasi menajdi sel-sel lensa pada saat vesikula melipat. (E) Lensa menginduksi ektoderem di atasnya menjadi kornea (Gilbert. Hasil differensiasi berupa terbentuknya. (A) Vesikula optik dari otak bersentuhan dengan ektoderem di atasnya.Gambar 2. sel-sel ganglion dari saraf mata. Selain itu sejumlah sel-sel yang berperan dalam memelihara integritas retina. 1985). . (B.3). Differensiasi retina saraf Retina saraf berkembang menjadi lapisan yang disusun atas beberapa tipe sel saraf yang berbeda(Gambar 4. sel-sel saraf bipolar dan apparatus sensori berupa sel batang dan kerucut (Gilbert. 1985). badan-badan sel dari akson saraf optik. (D) Vesikula optiuk menjadi retina berpigmen dan retina saraf. Pada stadium awal perkembangan retina. Pembelahan berlangsung pada permukaan luar lapisan saraf sambil bermigrasi menuju daerah yang lebih dalam dari cawan optik dan akhirnya cawan optik terisi dengan selsel neuroblast. dan neuron-neuron bipolar yang mentransmisikan stimulus elektrik dari sel-sel sensoris ke badan sel saraf optik. Differensiasi neuroblas dimulai pada bagian lapisan paling dalam dari retina. pembelahan sel terutama berlangsung pada tepi cawan optik (berlawanan dengan pembelahan sel-sel tabung saraf). yaitu sel-sel yang peka terhadap cahaya dan warna. Pembentukan mata.

1985). pada fetus manusia umur 25 minggu Akson-akson sel-sel ganglion membentuk saraf optik. Pada saat mereka berdifferensiasi. Skema organisasi retina neural (Gilbert. cahaya menginduksi pigmen ini untuk melangsungkan perubahan-perubahan kimia yang menghasilkan pelepasan elektron dan inpuls eletrik yang dihasilkan dan ditransmisikan ke otak melalui saraf mata. . badan-badan sel dari neuron luar berdifferensiasi membentuk juluran-juluran sitoplasma yang mengandung beberapa organel terspealisasi yang memperpanjang tunas dan mengatur ukuran bentuk daerah fotoreaktif.Gambar 3. Membran sel tersebut melipat dengan sendirinya membentuk kantungkantung yang berisi pigmen-pigmen fotoreseptif. Akson-akson sel-sel fotoreseptor tersebut bersinapsis dengan dendrit-dendrit neuron bipolar. menyebabkan mereka berdifferensiasi menjadi neuron bipolar retina. Lapisan nuklei luar yang mengandung nuklei dari neuron fotoresptik berdifferensiasi belakangan. Sementara itu dendruit-dendrit dari saraf tersebut bergabung dengan neuroblast dari lapisan dalam nuklei.

Differensiasi lensa dan kornea Selama berlangsungnya perkembangan lensa. Sel mesenkim mensekresikan kolagen tipe 1 dan enzim-enzim hyaluronidase yang mencerna asam hyaluronat. Jadi lensa terdiri atas tiga daerah yaitu zona dari sel-sel yang sedang membelah. Differensiasi dari jaringan lensa menjadi suatu membran transparan yang mampu mengarahkan cahaya menuju retina meliputi perubahan-perubahan dalam struktur dan bentuk. Ini menyebabkan matriks bergerak dan merupakan subtrat yang baik untuk migrasi sel-sel mesenkim turunan neural crest. Di bawah pengaruh dari tiroksin. Cristallin ini disintesis pada saat perubahan-perubahan bentuk sel terjadi dan menyebabkan vesikula lensa menjadi lensa yang definitif. . dan zona posterior dan pusat dari sel-sel serabut yang mengandung cristallin. Sel-sel pada bagian dalam vesikula lensa memanjang. Hal ini menyebabkan stroma menyusut. juga sintesis-sintesis protein spesifik lensa yang disebut crsitallin. plakoda lensa menyentuh ektoderem yang ada di atasnya. Sel-sel yang membelah tersebut bergerak ke arah ekuator vesikula dan pada saat melintasi ekuatorial. Serabut-serabut yang mensintesis cristallin terus bertumbuh dan pada akhirtnya mengisi ruang vesikula lensa. daerah ekuatorial dan pemanjangan seluler. ektoderem di atasnya menjadi kolumnar dan berisi dengan granula-granula sekretori. Di bawah pengaruh dari jaringan lenas. dan dibawah pengaruh saraf retina. 1985). Plakoda lensa kemudian menginduksi ektoderem di atasnya membentuk kornea yang transparan. stroma primer berkembang menjadi stroma sekunder dengan cara dehidrasi. menghasilkan serabut-serabut lensa. dan matriks yang kaya akan kolagen dari epitel beserta jaringan mesenkim berkembang menjadi kornea yang transparan (Gilbert. Granula-granula ini bermigrasi ke dasar sel-sel dan mensekresikan stroma primer yang mengandung kurang lebih 20 lapis kolagen tipe pertama dan kedua. mereka mulai memanjang. Pada saat serabut ini terus tumbuh mereka mensisntesis cristallin yang pada akhirnya mengisi sel dan menyebabkan inti sel terdesak. Sel-sel endotelium kapiler bermigrasi ke daerah ini dan mensekresikan asam hyaluronat kedalam matriks.3.

Gambar 4. . serabut-serabut baru berdifferensiasi (Gilbert. (B) sel-sel interior memanjang menghasilkan serabut-serabut lensa. 1985). (D) sel-sel lensa yang baru dibentuk dari epitelium anterior lensa. dan (E) pada saat lensa tumbuh. (C) lensa diisi dengan cristallin. (A) Vesikula lensa. Differensiasi sel-sel lensa.

D . 1985) . sel-sel endotelium masuk dan mensekresikan asam hyaluronat. B. Granula-granula yang dihasilkan epitel terinduksi untuk mensekresikan stroma primer yang mengandung kolagen. Sekret dari sel-sel mesenkim menyebabkan stroma menyusut. stroma akhirnya menjadi kornea (Gilbert. A. E. Lensa menginduksi ektoderem di atasnya menjadi epitel selindris sekresi C.Gambar 5 Perkembangan kornea. sel-sel mesenkim masuk. Cawan optik menginduksi pembentukan lensa. menmenyebabkan stroma menggembung. Dibawah pengaruh tiroksin.

Allyn and Bacon Inc. New York. Oppenheimer. Boston. Introduction to Embryonic Development. Sunderland. menyebabkan stroma primer menyusut. . 1985. Mc. B. Gilbert.M. Hyaluronidase yang disekresikan oleh mesenkim atau endotelium mencerna asam hyaluronat. Pattens Foundation of Embryology. Publ.F. Massacussetts. epitel kornea berdifferensiasi dan mensekresikan stroma primer yang mengandung lapisan kolagen. Sel-sel endotelium kemudian mensekresikan asam hyaluronat ke dalam daerah ini. R. Sinauer Ass. selanjutnya sel-sel mesenkim dari neural crest masuk. DAFTAR PUSTAKA Carlson. 1980. London. S.Di bawah pengaruh induktif lensa. Graw Hill Books. Development Biology. S. 1988.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful