FISIOLOGI PERNAPASAN Fungsi paru-paru adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna, oksigen dipungut melalui hidung dan mulut. Pada waktu bernapas, oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkhial ke alveoli, dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler pulmonaris.Hanya satu lapisan membran, yaitu membran alveolikapiler, memisahkan oksigen dari darah. Oksigen menembus membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini, dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mmHg dan pada tingkat ini hemoglobinnya 95 persen jenuh oksigen. Di dalam paru-paru, karbon dioksida adalah salah satu hasil buangan metabolisme, menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkhial dan trakhea, dinafaskan keluar melalui hidung dan mulut. Empat proses yang berhubungan dengan pernafasan pulmoner atau pernafasan eksterna : 1. Ventilasi pulmoner, atau gerak pernafasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. 2. Arus darah melalui paru-paru 3. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh 4. Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi daripada oksigen. Semua proses ini diatur sedemikian sehingga darah yang meninggalkan paru-paru menerima jumlah tepat CO2 dan O2. Pada waktu gerak badan lebih banyak darah datang di paru-paru membawa terlalu banyak CO2 dan terlampau sedikit O2. Jumlah CO2 itu tidak dapat dikeluarkan, maka konsentrasinya dalam arteri bertambah. Hal ini merangsang pusat pernapasan dalam otak untuk memperbesar kecepatan dan dalamnya pernapasan. Penambahan ventilasi yang dengan demikian terjadi pengeluaran CO2 dan memungut lebih banyak O2. Proses fisiologi pernafasan dimana 02 dipindahkan dari udara ke dalam jaringan-jaringan, dan C02 dikeluarkan keudara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium. Stadium pertama adalah ventilasi yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan keluar paru-paru. karena ada selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus akibat kerja mekanik dari otot-otot. Stadium kedua, transportasi yang terdiri dan beberapa aspek yaitu :

mendapatkan energi. Secara garis besar bahwa Paru-paru memiliki fungsi sebagai berikut: (1) Terdapat permukaan gas-gas yaitu mengalirkan Oksigen dari udara atmosfer kedarah vena dan mengeluarkan gas carbondioksida dari alveoli keudara atmosfer. yaitu pemindahan gas secara efektif antara. dari unit pulmonary harus sesuai pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paru-paru. yang disebabkan pernapasan eksterna dan pernapasan interna atau penapasan jaringan. Kekuatan mendorong untuk pemindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas. tahap kcdua dari proses pemapasan mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran alveolus kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0.5 urn). alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi merata dari udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler dengan perkataan lain ventilasi dan perfusi.(1) Difusi gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksternal) dan antara darah sistemik dan sel. yaitu sel dimana metabolik dioksida untuk. Perubahan. Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin untuk memungkinkan oksigen berlangsung dan darah menerima sebagai gantinya hasil buangan oksidasi yaitu karbondioksida. (3) Reaksi kimia dan fisik dari 02 dan C02 dengan darah respimi atau respirasi interna menipakan stadium akhir dari respirasi.perubahan berikut terjadi dalam komposisi udara dalam alveoli. dan C02 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru (4) Transportasi. (5) Perfusi.-sel jaringan (2) Distribusi darah dalam sirkulasi pulmonal dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam alveolus. dimana darah bergerak sangat lambat. . (2) menyaring bahan beracun dari sirkulasi (3) reservoir darah (4) fungsi utamanya adalah pertukaran gas-gas PERNAPASAN JARINGAN ATAU PERNAPASAN INTERNA Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen (oksihemoglobin) mengitari seluruh tubuh dan mencapai kapiler. yaitu.

KECEPATAN DAN PENGENDALIAN PERNAPASAN Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama (a) kimiawi. pada penyakit jantung (yang menimbulkan kongesti paru-paru) dan pada kelemahan otot pernapasan.500 ml sampai 5. disebut kapasitas vital paru-paru. Diukurnya dengan alat spirometer. Beberapa faktor tertentu merangsang pusat pernapasan yang terletak di dalam medula oblongata. Udara yang dihembuskan Nitrogen : 79 % Oksigen : 16 % Karbon dioksida : 4-0.Udara (atmosfer) yang dihirup : Nitrogen : 79 % Oksigen : 20 % Karbondioksida : 0-0. kira-kira 1/10nya atau 500 ml adalah udara pasang surut (tidal air). Dan kalau dirangsang makapusat itu mengeluarkan impuls yang disalurkan oleh saraf spinalis ke otot pernapasan yaitu otot diafragma dan otot interkostalis.000 ml atau 4. (b) pengendalian oleh saraf.5 sampai 5 liter udara. Pada seorang laki-laki.4 Udara yang dihembuskan jenuh dengan uap air dan mempunyai suhu yang sama dengan badan (20 persen panas badan hilang untuk pemanasan udara yang dikeluarkan) Daya Muat Udara oleh Paru-paru Besarnya daya muat udara oleh paru-paru ialah 4. Hanya sebagian kecil dari udara ini. Volume udara yang dapat dicapai masuk dan keluar paru-paru pada penarikan napas dan pengeluaran napas paling kuat. .4 % Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembaban atmosfer. normal 4-5 liter dan pada seorang perempuan 3-4 liter. Kapasitas tidal. yaitu yang dihirup masuk dan dihembuskan ke luar pada pernapasan biasa dengan tenang. Kapasitas itu berkurang pada penyakit paru-paru .

Pusat pernapasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan. maka penarikan napas kuat menyusul. dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan. Oleh sebab gerakannya adalah otomatik. Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan dalamnya pernapasan. rasa takut dan sakit misalnya. Impuls aferen yang dirangsang oleh pemekaran gelembung udara.bila badan dicelup dalam air dingin atau menerima guyuran air dingin. Inspirasi-ekspirasi- . Suatu usaha untuk menahan napas untuk waktu lama akan gagal karena pertambahan karbondioksida yang melebihi normal di dalam darah akan menimbulkan rasa tak enak. tetapi tidak dapat dijalankan lama. menyebabkan impuls yang merangsang pusat pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat. Pengendalian secara sadar atas gerakan pernapasan mungkin. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernafas terus. dan diafragma). Kalau bernapas secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi. Impuls aferen dari kulit menghasilkan efek serupa. Pengendalian secara kimiawi Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. dan kemudian ada istirahat sebentar. pengendalian. Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat peka pada reaksi : kadar alkali darah harus dipertahankan. Emosi. kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan. sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru. Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme. akan menimbulkan kenaikan pada jumlah karbon dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesaran ventilasi paru-paru. Dalam hal paralisa otot pernapasan (interkostal. impulsnya berjalan dari daerah torax melalui saraf interkostalis untuk merangsang otot interkostalis. melalui saraf dan secara kimiawi adalah penting.Pengendalian oleh saraf. Gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot untuk memberi energi yang diperlukan untuk pekerjaan. Kedua. Impuls ini menimbulkan kontraksi ritmik pada otot diafragma dan interkostal yang kecepatan kira-kira lima belas kali setiap menit. Melalui beberapa radix saraf servikalis impuls ini diantarkan ke diafragma oleh saraf frenikus: dan di bagian yang lebih rendah pada sumsum belakang. Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. digunakan ventilasi paru-paru atau suatu alat pernapasan buatan lainnya untuk melanjutkan pernapasan. Hal yang kita ketahui semua. diantarkan oleh saraf vagus ke pusat pernapasan di dalam medula.

Otot interkostal eksterna diberi peran sebagai otot tambahan. udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-paru kempes kembali.istirahat. Tetapi bila penyediaan oksigen hanya berkurang. Ketika pernapasan sangat kuat. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas sampai bawah. Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya. Otot sebelah belakang dan abdomen juga dibawa bergerak dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang kempis. Dua saat terjadi sewaktu pernapasan: (a) inspirasi (b) ekspirasi.maka pasien menjadi kacau pikiran (menderita anoxia serebralis) Hal ini terjadi pada orang yang bekerja dalam ruangan sempit tertutup seperti dalam ruang kapal. yaitu vertikal. Paru-paru yang bersifat elastik mengembang untuk mengisi ruang yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. Kecepatan normal setiap menit : Bayi baru lahir 30-40 Dua belas bulan 30 Dari dua sampai lima tahun 24 Orang dewasa 10-20 Gerakan pernapasan. disebabkan sifat elastik paru-paru itu. di dalam tank atau ruang ketel uap: oksigen yang ada mereka habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk . gerakan dada bertambah. Kebutuhan tubuh akan oksigen Dalam banyak keadaan. kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari empat menit akan menyebabkan kerusakan pada otak yang tak dapt diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar. oksigen dapat diatur menurut keperluan. meluaskan rongga dada ke dua sisi dan dari belakang ke depan. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi: innspirasiistirahat-ekspirasi. Penaikan iga-iga dan sternum yang ditimbulkan oleh kontraksi otot interkostalis. Keadaan genting timbul bila misalnya seorang anak menudungi kepala dan mukanya dengan kantong plastik dan menjadi mati lemas. Otot leher dan bahu membantu menarik iga-iga dan sternum ke atas. Gerakan ini adalah proses pasif. termasuk yang telah disebut. Pada ekspirasi. Inspirasi atau menarik nafas adalah proses aktif yang diselenggarakan oleh kerja otot. Hal ini disebut pernapasan terbalik.

Nares anterior saluran-saluran di dalam.bernapas atau tidak dipindahkan ke udara yang normal. bibir tidak kebiru-biruan. Trachea tersusun atas 16 . Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas. menyingkirkan isi normal oksigen. berjalan dari farinx. Dalam hal ini. dan bronkiolus. Istilah lain adalah hipoxemia atau hipoxia. Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi maka warna merahnya hilang dan berubah menjadi kebiru-biruan. Hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. telinga. Trachea atau batang tenggorok kira-kira 9 cm panjangnya trachea berjalan dari larynx sarnpai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). maka mereka akan meninggal karena anoxemia atau disingkat anoxia. sampai ketinggian vertebrata servikals dan masuk ke dalarn trachea di bawahnya. melainkan merah ceri yang khas. larinx trachea. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah.20 lingkaran tak. Maka „letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal). bronkus. dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam. STRUKTUR MAKROSKOPIS Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung. bibir. Farinx (tekak) pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan chricoid. farinx. Laringx (tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang mernisahkan dari columna vertebrata. rongga hidung.lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh . bukan saja terkena anoxia tetapi ia juga menghirup karbon monoksida yang bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel darah merah. (rongga) hidung. rongga hidung. Pengobatan yang diperlukan adalah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfer atau lima atmosfer. lengan dan kaki pasien menjadi kebirubiruan dan ia disebut menderita sianosis. Larynx terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersama oleh ligarnen dan membran.

Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru.jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah belakang trachea. venula. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara).kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0.0 cm. sakkus alveolar dan alveoli. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru . medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri. arteriola. asinus atau. Bronkusbronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar daripada yang kiri. Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. ductus alveolar. Bronchus terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis.5 s/d 1. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikai. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. disebut bronckus lobus bawah. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah.jenis sel yang sama. bronchial venula.

sedangkan yang inferior kanan terbentuk oleh penyatuan venavena lobus inferior. pulmonalis inferior masing-masing paru darah beroksigen menuju atrium cordis sinistrum. Di sebelah posterior terhadap aorta ascendens. V. Pulmonalis dextra Pembuluh nadi ini lebih panjang daripada yang kiri. A. Dari kapiler-kapiler pulmonal. Vena-Vena Pulmonalis Dari paru-paru.mengandung 150 juta alveoli. pulmonalis dextra atas. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. V. pulmonalis dextra mempercabangkan sebuah cabang superior yang menuju lobus superior. melintas horizontal menyeberangi mediastinum dan memiliki posisi sebagai berikut : Di sebelah anterior dan sedikit inferior terhadap bifurcatio tracheae dan sebelah anterior terhadap bronchus principalis dexter. pulmonalis superior kiri. pulmonalis superior kanan terbentuk oleh penyatuan vena-vena dari lobus superior dan lobus medius. V. Pulmonalis dextra dan sinistra. PEMBULUH DARAH DAN PERSARAFAN PULMONAL Truncus pulmonalis mengembalikan darah yang kurang O2 dari ventrikel kanan jantung menuju paru-paru. tepat di sebelah inferior terhadap discus intervertebrale T 4/5 dan di sebelah antero-inferior terhadap sisi kira bifurcatio tracheae. A. A. pulmonalis superior kiri terbentuk dari penyatuan vena-vena lobus superior dan yang inferior dari penyatuan vena-vena lobus inferior. menjadi Aa. Tepat sebelum mencapai hilus. Pulmonalis sinistra A. V. darah balik berkumpul ke dalam cabang-cabang yang lebih besar tanpa disertai cabang-cabang arteri pulmonalis dan bronchi. Bifurkasi truncus pulmonalis. pulmonalis superior dan V. cava superior dan V. Di dalam paru. terjadi di sebelah kiri garis tengah. Arteri-arteri dan vena-vena bronchiales . pembuluh nadi pulmonal ini bercabang-cabang mengikuti percabangan bronchus dan berakhir sebagai anyaman kapiler yang membentuk plexus tepat di dinding dan septa alveoli serta saccus alveolaris. pulmonalis sinistra terletak di sebelah anterior terhadap aorta descenden dan sebelah posterior terhadap V.

epitelnya bersilia dan kekomplekannya berkurang sehingga menjadi epitel kubis bersilia pada bronkiolus terminalis. Rasa nyeri ini dihantarkan lewat serabut-serabut yang menyertai serabut-serabut simpatis. Masing-masing bronkiolus masuk ke lobus paru-paru yang membentuk 5-7 bronkiolus terminalis. bronchialis yang letaknya dalam mulai sebagai plaxus bronchialis intrapulmonal. bronkiolus terminal juga mempunyai sel-sel clara . Struktur ini dikelilingi oleh jaringan penyambung padat dan membentuk akar paru-paru. Plexus-plexus yang saling berhubungan ini terletak di sebelah anterior dan posterior terhadap bifurcatio tracheae dan bronchus principalis. Raya nyeri pada paru disebabkan oleh suplai oksigen yang berkurang pada jaring baru. oesophagus dan dinding bronchus sampai sejauh bronchiolus respirasi serta pembuluh-pembuluh pulmonal yang lebih besar. Pada bronkiolus yang lebih besar. Lobulus paru-paru berbentuk piramid dengan apeks yang mengarah ke arah permukaan paru-paru. broncihalis ini berasal dari aorta thoracalis atau A. anterior dan posterior yang dibentuk oleh cabang-cabang truncus symphatius segmen T 1-3 atau 4 dan parasimpatik N. STRUKTUR MIKROSKOPIS Bronkus Trakea membelah menjadi 2 bronkus utama yang masuk ke dalam paru-paru pada tiap hilus. Bronkiolus tidak mempunyai kelenjar pada mukosanya tetapi hanya ditunjukkan oleh adanya selsel goblet yang tersebar dalam epitel permulaan(bagian luar). kelenjar-kelenjar bronchial. A. bronchialis mensuplai darah beroksigen untuk nutrisi paru.A. Tiap lobulus dibatasi oleh septum jaringan penyambung tipis yang terlihat pada fetus. Setelah masuk ke dalam paru-paru. ujung caudal trachea. Selain sel-sel bersilia. Bronkus lobaris bercabang-cabang membentuk bronkus yang lebih kecil yang di sebut Bronkiolus. vagus. Selain itu. Darah balik lewat V. pada tiap-tiap hilus arteòh dan vena seòõ` pembuluh limfe masuk dan meninggalkan paru-paru. berhubungan bebas dengan cabang-cabang V. Persarafan Paru Lewat plexus pulmonalis. bronchialis yang membentuk dua sistem yang berbeda V. bronkus primer menuju ke arah bawah dan luar untuk membentuk 3 bronkus pada paru-paru kanan 2 bronkus pada paru-paru kiri. pulmonalis. intercostalis posterior bagian atas.

Serabut-serabut ini. mirip sarang tawon. Epitel bronkiolus terdiri atas epitel kubis bersilia tetapi pada bagian yang lebih distal. Kolagen berperan sebagai penyokong yang mencegah peregangan yang berlebihan dan sebagai pencegah kerusakan-kerusakan kapiler halus dan septa alveoli yang tipis. ke dua lamina basalis umumnya bersatu menjadi satu lamina basalis yang tipis. yang dirancang agar . Dalam lamina propria.ini berkisar dari 0. Dalam septa interalveolaris. Dinding alveoli dikhususkan untuk menyelenggarakan difusi antar lingkungan eksterna dan interna. Bronkiolus respiratorius digunakan untukmenggambarkan fungsi pada segmen jalannya pernapasan. Secara struktural alveoli menyerupai kantung kecil yang terbuka pada salah satu sisinya. Bronkiolus respiratorius dibatasi oleh epitel kubis bersilia. Umumnya. Duktus alveolaris dan alveoli dibatasi oleh sel-sel epitel selapis gepeng yang sangat tipis. tiap-tiap dinding dari 2 alveoli yang berdekatan bersatu dan dinamakan septum atau dinding interalveolaris. duktus alveolaris . Alveolus Alveoli ( jamak:alveolus ) merupakan evaginasi kecil seperti kantung dari bronkiolus respiratorius.yang permukaan apikalnya berbentuk seperti kubah yang menonjol ke arah lumen. Duktus alveolaris bermuara ke dalam atria. jaringan penyambung merupakan intertisial. dan sakus alveolaris. ruang yang menghubungkan antara multilokularis alveoli dengan dua atau lebih alveolaris pada setiap atrium.darah. tetapi pada tepi lubang alveolaris. di sekitar tepi alveoli merupakan jala sel otot polos yang saling berhubungan. Tebal keempat lapisan m.2 sampai 5 kapiler-kapiler pulmonalis yang beranastomosis disokong oleh talian serabut kolagen dan elastin. Untuk mengurang jarak penghalang udara. oksigen dan CO2 mengadakan pertukaran antara udara dan darah. silia mungkin tidak ada. epitel bronkiolus menuju epitel pembatas alveolus. Alveoli merupakan bagian terminal cabang-cabang bronkus dan bertanggungjawab akan struktur paru-paru yang menyerupai busa. Serabut-aerabut elastin memungkinkan alveoli mengembang pada waktu inspirasi dan secara pasif berkontraksi pada saat ekspirasi. Septum Alveolaris terdiri atas dua lapisan epitel pipih tipis yang diantaranya terdapat kapiler-kapiler. Dalam struktur yang menyerupai mangkok ini. Sel-sel clara pada manusia merupakan sel-sel sekretori. Di dalam interstisial septa alveolaris paling kaya akan jaringan kapiler dalam tubuh.

Endotel yang membatasi kapiler darah adalah kontinyu dan tidak fenestrata. makrofag. jadi sangat menambah permukaan pertukaran interna. ditemukan terselip diantara sel-sel epitel pipih. tampak lebih panjang daripada inti sel-sel pembatas. kadang-kadang hanya bergaris tengah 25 nm. dimana mereka mempunyai hubungan okludens dan desmosom. Gambaran yang paling nyata dalam sitoplasma pada bagian sel yang tipis adalah banyak mengandung vesikel-vesikel pinositik. yang memegang peranan penting dalam turnover surfaktan (di jelaskan di bawah) dan pembuangan partikelpartikel kecil yang merupakan kontaminan dari permukaan luar. disebut juga sel tipe I merupakan sel yang sangat tipis yang membatasi permukaan sel alveoli. Oksigen udara Alveoli masuk ke dalam kapiler darah melalui membran yang membatasi udara dan alveoli. Secara sitologis. sehingga dibutuhkan analisis mikroskop elektron untuk membuktikan bahwa semua kapiler diliputi oleh epitel pembatas . Pelepasan CO2 dari H2CO3 dikatalisis oleh enzim anhidrase karbonat yang terdapat dalam sel-sel darah merah. Sel endotel kapiler sangat tipis sekali dan mempunyai inti yang lebih kecil. inti dan organel-organel sel pipih berkelompok sedangkan sekitar inti sitoplasmanya menyebar. Oleh karena itu.memungkinkan pengembangan dan kontraksi dinding alveoli. merupakan struktur primer penyokong alveoli. Peranan utama sel ini adalah menyediakan penghalang yang tipis yang sangat permeabel bagi gas-gas. Sel Alveolar besar merupakan sel yang secara kasar kubis yang biasanya ditemukan dalam kelompokan 2 atau 3 sel sepanjang permukaan alveoli pada tempat- . Selain desmosom. Sel pipih Alveoler. tidaklah mengherankan bila eritrosit mengandung enzim tersebut lebih banyak dibandingkan selsel lain di tubuh. Paru-paru kira-kira mengandung 300 juta alveoli. yang telah dihitung kira-kira 70-80 m2. Dalam Interstitial septa juga ditemukan leukosit. Sel Alveolar besar. CO2 berdifusi dengan arah yang berlawanan. sel epitel pipih dan sel endotel kapiler satu sama lain merupakan bayangan cermin. seringkali mereka bersatu. dan fibroblast. disebut sebagai sel tipe II juga dinamakan sel septal. membentuk lapisan pembatas yang tipis. Secara sitologis. semua sel epitel mempunyai hubungan okludens yang berperanan mencegah kebocoran cairan jaringan ke dalam celah udara alveoler. yang menghubungkan sel-sel yang berdekatan. Sel ini sangat tipis. ini dan organel-organel sel yang lain berkelompok sehingga daerahdaerah lain sel menjadi sangat tipis sekali dalam rangka menambah efisiensi pertukaran gas. Untuk mengurangi tebal penghalang udara-darah. Sitoplasma pada bagian tipis terutama mengandung vesikel pinositotik.

Pada perkembangan fetus. Pengurangan regangan permukaan. Mereka mempunyai mitokondria. Surfaktan terutama membantu dalam mengurangi regangan permukan sel pipih alveolar. Tanpa Surfaktan. terutama terdiri atas dipalmitoil lesitin. Secara sitologis. karena penghalang terhadap infeksi disediakan oleh makrofag alveoler. mereka menunjukkan sifat sitoplasma yang vesikuler atau berbusa. sel-sel yang sangat tipis ini cenderung akan membulat. suatu fenomena umum yang diperlihatkan akibat kebutuhan untuk mengurangi energi yang dikeluarkan untuk mempertahankan permukaan yang lebih luas. berasal dari monosit yang asalnya dari sumsum tulang Banyak yang makrofag yang mengandung debu dan karbon dalam jaringan penyambung sekitar pembuluh darah utama pada pleura mungkin merupakan sel yang tidak pernah melalui epitel pembatas. retikulum endoplasma granuler. Vakuola-vakuola disebabkan karena adanya badan-badan multilameler atau sitosom yang terawetkan dan terdapat pada jaringan yang disiapkan untuk mikroskop elektron. berarti lebih sedikit tenaga inspirasi yang dibutuhkan oleh alveoli yang mengembang. Sel-sel ini. yang terdapat pada sel-sel yang tipis. peradangan kronik tidak terjadi. Pada potongan histologis. aparatus golgi yang berkembang baik. Penghalang yang paling tipis antara plasma darah dan udar inspirasi dikurangi sampai epitel alveoli. Bila terdapat dalam lumen alveoli. merupakan bagian dari epitel. Makrofag alveolar yang . Hubngan okludens sekitar pinggir sel-sel epitel mencegah kebocoran cairan jaringan ke dalam lumen alveoli. lamina basalis yang bersatu. dan mikrovili pada permukaan bebasnya. makrofag terletak di luar epitel tetapi di dalam lapisan surfaktan. Debu yang telah difagositosis dalam sel-sel ini mungkin berjalan dari lumen alveoli ke dalam interstitial oleh aktifitas pinositosis sel-sel epitel pipih. surfaktan timbul pada minggu terakhir kehamilan dan bersamaan dengan tinbulnya badan multilameler dalam sel alveoli besar.tempat dimana dinding alveoli bersatu dan membentuk sudut. sel-sel ini mirip jenis sel sekretoris. dan endotel kapiler. Makrofag ini juga dinamakan sel-sel debu. yang terletak pada lamina basalis. Walaupun rupa-rupanya peka terhadap infeksi bakteri dan virus. jadi mengurangi kerja pernapasan. karena mempunyai asal yang sama seperti sel epitel pipih yang membatasi dinding alveoli. Surfaktan berperan dalam fungsi utama ekonomi paru-paru. Lapisan surfaktan terdiri atas hipofase proteinaceous cair yang diliputi oleh selaput monomolekuler fosfolipid.

dibawa ke pharynk dimana mereka ditelan. elastin. septum alveoli juga mengandung fibroblast. Pada payah jantung. telah terbukti bahwa jaringan parenkim paru-paru akan berkerut bila terkena agen farmakologi seperti epinefrin dan histamin. mereka mengikuti cabang-cabang bronkus ke hilus. tetapi hanya sampai bronkiolus respiratorius. dan semuanya mengalir ke nodus limfatikus pada daerah hilus. Sel-sel kontraktil dalam septum ditemukan terikat pada permukan basal epitel alveoli dan tidak pada sel endotel. yang bereaksi dengan antiaktin dan antimiosin. dalam lapisan surfaktan. makrofag ini dinamakan sel payah jantung dan dan diidentifikasi dengan reaksi histokimia positif untuk pigmen besi (hemosiderin). Kolagen merupakan 15-20% masa parenkim dan terutama mengandung kolagen tipe I dan III.mencapai permukaan luar epitel. Mereka dapat membuat tekanan dalam alveoli seimbang atau memungkinkan sirkulasi kolateral udara bila bronkiolus tersumbat. Pada kasus ini. Setelah vena-vena meninggalkan lobulus. Pembuluh nutrisi terdiri atas arteria dan vena bronkialis. berkerut dan mengurangi volume lumen alveoli. mungkin mengandung satu pori atau lebih. dimana ditempat ini mereka beranastomosis dengan arteria pulmonalis. bergaris tengah 10-15 µm. Mereka disokong oleh jaringan penyambung tipis yang meliputi dan masuk septa interlobularis. Serabut tipe III mungkin berhubungan dengan serabut retikuler alveoli. In vitro. pada parenkim hanya satu. dimana mereka difagositosis oleh makrofag alveoler. mast cells. Pori ini disebut dengan alveolar. Selain sel-sel yang telah dibicarakan. Cabang-cabang arteria bronkialis juga mengikuti percabangan bronkus. Proliferasi kolagen paru-paru sering terjadi. Septum interalveolaris. Fibroblas interstitial mensintesis serabut-serabut kolagen. sedangkan kolagen tipe I mungkin terkonsentrasi dalam dinding bagian konduksi dan dalam pleura. dan suatu sel kontraktil yang baru saja ditemukan. Jaringan limfatik ini dinamakan pembuluh limfe profunda . Telah terbukti bahwa inhalasi NO2 mengakibatkan destruksi sebagian besar sel-sel pembatas‟ Venula-venula yang berasal dari jaringan kapiler. dan lebih dari 100 penyakit diketahui dikaitkan dengan fibrosis paru-paru. paru-paru mengalami kongesti dengan darah dan sel darah merah bergerak masuk ke dalam alveoli (diapedesis). sampai mereka ditemukan satu dalam parenkim paru-paru. Pembuluh Limfe Paru-Paru Pembuluh limfe mengikuti arteria dan vena bronkialis dan vena pulmonalis. dan zat dasar glikosaminoglikan. mereka juga terdapat dalam septa interlobaris. menghubungkan alveoli yang berdekatan. Sel-sel ini.

0-7. cairan atau gas yang terdapat dalam rongga pleura dengan cepat dapat direabsorbsi. Jadi. Tetapi molekul hemoglobin mengandung 38 gugusan histidin dan atas dasar ini ditambah faktor bahwa ia ada dalam jumlah besar hemoglobin di dalam darah akan mempunyai 6 kali kapasitas bufer protein plasma. yang bersambungan pada daerah hilus. sangat permeabel terhadap air dan zat lain. Mereka mengikuti seluruhpanjang pleura atau menembus jaringan paru-paru melalui septa interlobularis. rongga pleura dapat berubah menjadi rongga sebenarnya. pada keadaan tertentu. Oleh karena itu. Pada keadaan patologis tertentu. Di samping itu. memungkinkan pergeseran halus permukaan satu dengan yang lainnya selama pergerakan respirasai. Ia terdiri atas dua lapisan. Kedua membran diliputi oleh sel-sel mesotel yang terletak pada lapisan jaringan penyambung halus yang mengandung serabut kolagen dan elastin.7 gugusan karboksil dan amino bebas dari hemoglobin menyokong relatif sedikit ke kapasitas bufernya. Pleura Pleura adalah membran serosa yang meliputi paru-paru. pembuluh limfe tidak ada. kerja hemoglobin unik karena gugusan imidazol hemoglobin dideoksigenasi yang bersisosiasi akan kurang daripada oksihemoglobin. Dinding rongga pleura. mengandung cairan atau udara pada bagian dalamnya. kedua lapisan tersebut membatasai rongga yang semata-mata dibatasai oleh sel gepeng mesotel. seperti semua rongga serosa (periotenum dan perikardium). Kurva titrasi bagi Hb dan Hb02. sehingga merupakan bufer yang lebih baik dibandingkan HbO2.untuk membedakan dengan jaringan limfe superfisial yang terdiri atas pembuluh-pembuluh limfe yang terdapat pada pleura viseralis. Dalam keadaan normal. . BIOKIMIA Bufer dalam Darah Dalam rentang pH 7. rongga pleura ini hanya mengandung selaput cairan yang bekerja sebagai agen pelumas. Pembuluh-pembuluh limfe pada daerah ini mengalirkan limfe ke hilus. Sebaliknya. Pada bagian terminal percabangan bronkus dan diluar duktus alveolaris. yaitu parietal dan viseral. Cairan ini berasal dari plasma darah dengan cara eksudasi. yang membuat Hb menjadi satu asam lebih lemah. Serabut-serabut elastin pleura viseralis bersambungan dengan serabutserabut yang terdapat pada parenkim paru-paru. penimbunan cairan pada rongga ini sering terjadi pada keadaan-keadaan patologis.

Prot (protein dan HCO3 turun. maka sekitar 70% HCO3 yang dibentuk di dalam eritrosit memasuki plasma. Bila suatu asam kuat ditambahkan ke darah. Normalnya anion protein tak dapat melintasi membrana sel serta gerakan Na+ dan K+ diregulasi oleh pompa natrium kalium. suatu proses yang disebut spirometri. Akibatnya kadar darah 3 “anion bufer” Hb (hemoglobin). CO2 bereaksi dengan protein plasma untuk membentuk sejumlah kecil senyawa karbamino dan sejumlah kecil CO2 dihidrasi. Neutralitas elektrokimia dipertahankan oleh CI yang memasuki eritrosit dalam pertukaran bagi HCO3 (pergeseran klorida).Sistem bufer utama ketiga dalam darah merupakan sistem asam karbonat bikarbonat. Transpor Karbondioksida Kelarutan CO2 di dalam darah sekitar 20 kali kelarutan O2. terutama hemoglobin untuk membentuk senyawa karbamino. Sejumlah CO2 di dalam eritrosit beraksi dengan gugusan amino protein. H2CO3 berdisosiasi ke H+ dan HCO3 serta H+ dibufer. maka transpor CO2 dipermudah di dalam darah vena. sehingga ada jauh lebih banyak CO2 dibandingkan O2 di dalam larutan sederhana pada tekanan parsial seimbang. Pergeseran Klorida Karena peningkatan dalam kandungan HCO3 eritrosit jauh lebih besar dibandingkan yang dalam plasma sewaktu darah melewati kapiler. Penurunan dalam kejenuhan O2 hemoglobin sewaktu darah melewati kapiler jaringan memperbaiki kapasitas bufernya karena hemoglobin dideoksigenasi mengikat lebih banyak H+ dibandingkan oksihemoglobin (lihat di atas). Sekitar 11% CO2 yang ditambahkan ke dalam darah di dalam kapiler sistemik diangkut ke paru sebagai karbamino CO2. CO2 yang berdifusi ke dalam eritrosit cepat dihidrasi ke H2CO3.Di dalam plasma. Karena hemoglobin dideoksigenasi membentuk senyawa karbamino jauh lebih cepat dibandingkan HbO2. maka reaksi bufer utama dikendalikan ke kiri. Perekaman Perubahan Volume Paru Spirometri Metode sederhana untuk mempelajari ventilasi paru adalah dengan mencatat volume udara yang masuk dan keluar paru-paru. Pergeseran klorida timbul cepat dan pada hakekatnya lengkap dalam 1 detik. sementara HCO3 memasuki plasma. karena adanya karbonat anhidrase. tetapi reaksi hidrasi berlangsung lambat tanpa karbonat anhidrase. Sehingga kandungan CI eritrosit di dalam darah vena lebih besar bermakna dibandingkan di dalam darah arteri. terutama oleh hemoglobin. Bentuk Spirometer ini terdiri . Pemeriksaan tes fungsi paru.

dari sebuah drum yang dibalikkan di atas bak air. Volume residu yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru setelah ekspirasi paling kuat. dan lain-lain. Pemeriksaan fisik ada 4 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu : 1. besarnya kira-kira 500 mililiter pada rata-rata orang dewasa muda. posisi. Apabila seseorang bernapas dari dan ke dalam ruang ini. drum akan naik turun dan terjadi perekaman yang sesuai di atas gulungan kerta yang berputar. bentuk. ukuran. 2. simetris. Arti dari masing-masing volume ini adalah sebagai berikut : Volume alun napas (tidal) adalah volume udara yang diinspirasi atau dieksprisasi setiap kali bernapas normal. misalnya tentang : temperatur. . warna. Dan perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. Dalam drum terdapat gas untuk bernapas. dan sebuah pipa yang menghubungkan mulut dengan ruang gas. Contoh : mata kuning (ikterus). sama dengan volume maksimal paru yang mengembang. Inspeksi pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. kelembaban. terdapat struma di leher. Palpasi Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data. kulit kebiruan (sianosis). bila semua dijumlahkan. Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. “Volume” Paru Pada bagian kiri gambar 37-7 dituliskan empat “volume” paru. bentuk dan kebersihan tubuh klien. turgor. bentuk. dan drum tersebut diimbangi oleh suatu beban. Volume ini besarnya kira-kira 1200 mililiter. biasanya udara atau oksigen. Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara ekstra yang dapat diekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi alun napas normal. vibrasi. Cahaya yang adekuat diperlukan agar perawat dapat membedakan warna. dan biasanya mencapai 3000 mililiter. jumlah normalnya adalah sekitar 1100 mililiter. Volume cadangan inspirasi adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah dan di atas volume alun napas normal.

radiografi. suara nafas. Berbagai tehnik gambar dapat dikerjakan untuk pemeriksaan morfologi organ dada.Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama palpasi : · Ciptakan lingkungan yang nyaman dan santai. dan bising usus. tomografi. Misalnya : adanya tumor. 1 ) radiologi Pemeriksaan radiologi dapat digunakan untuk memeriksa kelainan pada paru terutama radang paru-paru. Auskultasi pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. 4. Redup : suara perkusi jaringan yang lebih padat. Pekak : suara perkusi jaringan yang padat seperti pada perkusi daerah jantung. Cara pemeriksaan dapat dilakukuan dengan foto toraks biasa proyeksi postero anterior. perkusi daerah hepar. dan lain-lain. bronkografi. krepitasi (patah tulang). Adapun suara-suara yang dijumpai pada perkusi adalah : Sonor : suara perkusi jaringan yang normal. Perawat menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. lateral. misalnya daerah caverna paru. Perkusi bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi. 3. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia. film dekubitus. oedema. CT-Scan dan Nuclear magnetic. pada klien asthma kronik. bentuk dan konsistensi jaringan. . · Tangan perawat harus dalam keadaan hangat dan kerin · Kuku jari perawat harus dipotong pendek. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri kanan) dengan tujuan menghasilkan suara. · Semua bagian yang nyeri dipalpasi paling akhir. Pemeriksaan penunjang. Hipersonor/timpani : suara perkusi pada daerah yang lebih berongga kosong. ukuran.

kegananasan serta trauma. Teknik ini berguna jika ada lesi dalam jalan udara bagian atas dan untuk melihat tumor. Pasien tidur pada sisi bagian yang dicurigai adanya cairan. hilus. Tomografi adalah cara pemeriksaan yang memungkinkan pemeriksaan lapisan tunggal jaringan dan mengaburkan jaringan diatas dan dibawahnya. Pemeriksaan sputum dapat membantu mendiagnosis berbagai penyakit saluran pernapasan seperti tuberkulosa.Foto toraks Foto toraks biasa. Tomografi Tomografi juga disebut planagrafi. bronchitis. . proyeksi postero anterior dan lateral adalah radiografi dasar mempelajari paru paru. Penyebanya bisa karena peradangan. infeksi. transudat dan eksudat. abses paru dan keganasan. Sputum adalah cairan secret yang dihasilkan dari paru-paru dan bronkus. Edema adalah cairan yang berlebihan pada jaringan interstitial atau rongga tubuh. Pemeriksaan juga dapat dengan pemeriksaan edema. Penyebabnya bias seperti kadar albumin plasma menurun. dan obstruksi pembuluh limfe. Film dekubitus Foto ini dibuat jika diduga adanya cairan dalam pleura. bronkiektasi dan melakukan lesi CT-Scan CT dan tomography konvensional berguna untuk penilaian penyakit-penyakit parenkim paru. Radiografi dengan voltage tinggi Kegunaan teknik radiografi ini adalah pembersihan densitas tulang. 2) pemeriksaan patologi Pemeriksaan patologi dapat berupa pemeriksaan sputum dan cairan pleura. Eksudat adalah cairan patologik pada rongga tubuh akibat kerusakan mesotel yang membatasi rongga tubuh. tekanan vena meningkat. Bronkografi Bronkografi dilakukan untuk melihat penyumbatan dalam lumen bronkus dan cabang cabangya. Foto lateral dibuat dalam posisi yang sama denga sinar horizontal. kemudian dibuat dengan foto horizontal. pneumonia. mediastinum dan dinding toraks. Cairan berlebihan pada organ tubuh dapat berupa transudat dan eksudat.Transudat adalah cairan patologis dalam rongga tubuh akibat proses bukan radang. spina yang terletak menutupi jalan udara pada foto frontal.