Kita sering mendengar kata istighosah.

Gampangnya, istighosah adalah meminta pertolongan agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana. Istighosah berisi do‟a permintaan pada Allah, itulah yang diperintahkan. Jika istighosah ditujukan pada makhluk yang ia mampu memenuhinya adalah boleh. Yang bermasalah adalah jika istighosah tersebut ditujukan pada makhluk dalam perkara yang hanya bisa dipenuhi oleh Allah. Yang disebutkan terakhir ini termasuk syirik bahkan syirik akbar. Ditambah lagi istighosah sering ditambah dengan tumbal atau sesaji yang ini ditujukan pada penjaga laut atau penjaga kaki gunung. Inilah tradisi yang masih laris manis di masyarakat kita yang tidak jauh dari kesyirikan. Memahami Istighosah

Ibnu Taimiyah berkata bahwa makna istighotsah adalah,

ْ ‫ب‬ َ َ ‫ال‬ ‫ث‬ ِ ‫غ ْو‬ ِ َ‫طل‬
“Meminta bantuan (pertolongan).”[1] Yang dimaksud adalah meminta dihilangkan kesulitan.[2]

Istighosah termasuk do‟a. Namun do‟a sifatnya lebih umum karena do‟a mencakup isti’adzah(meminta perlindungan sebelum datang bencana) dan istighosah (meminta dihilangkan bencana).[3]

Istighosah adalah Ibadah

Dalil-dalil berikut menunjukkan bahwa istighosah termasuk ibadah dan tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

ً‫كإ‬ ‫ِن ه‬ ‫ك ه‬ َ‫و‬ َ ‫ما‬ َ‫و‬ ‫فإ ِ ه‬ َ ‫ت‬ َ ْ‫فإِن‬ َ ‫ك‬ َ ‫ٌ ْن‬ ْ ‫َل َت‬ َ ‫ع ْل‬ ُ ْ‫ع مِن‬ ُ ‫د‬ َ ْ‫سس‬ َ ْ‫وإِنْ ٌَم‬ َ )601( ‫ٌِن‬ َ ‫الظالِم‬ َ ‫ذا م‬ َ‫ف‬ َ ُّ‫َل ٌَضُر‬ َ ‫ُك‬ َ ‫فع‬ َ ‫َل‬ َ ‫َّللا‬ ِ ‫ون ه‬ َ ُ ‫َّللا‬ ِ َ ‫ن‬ ِ ‫د‬ ْ ‫ُو‬ ‫ه إِ ه‬ َ‫ف‬ َ‫ف‬ َ ٌَ ْ‫من‬ َ ِ‫د ل‬ َ ‫ْر‬ َ ‫ب‬ َ ‫َل‬ َ ٍّ‫بضُر‬ ْ ‫ُر‬ َ ‫ال‬ ‫را ه‬ ‫ر‬ ُ ‫غفُو‬ ُ ‫شا‬ ُ َ‫ف ل‬ ِ‫د‬ ِ ‫با‬ ِ‫ب‬ ِ ِ‫فضْ ل‬ َ ُ‫و‬ َ ِ َ ِِ ْ‫ُ مِن‬ َ ‫ه‬ َ ‫َل‬ َ ‫د‬ َ ‫ُو‬ َ ُ ‫َل‬ َ ِ‫كاش‬ ِ ُ‫ه ٌُِِ ٌب‬ ٍ ٌَ ِ ‫ك‬ ِ ِ ٌ ْ‫وإِن‬ )601( ‫م‬ ُ ٌِ‫الره ح‬
“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim". Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya

kita diperintahkan untuk berharap pada Allah saja sebagaimana disebutkan dalam ayat. Di dalamnya termasuk kesehatan. Dan rizki adalah sesuatu yang diberi atau dihadiahi. harta. maka itu termasuk kesyirikan. Jika ada suatu perkara bisa dihilangkan oleh makhluk dalam perkara yang ia mampu. Mayoritas orang yang melakukan istighosah dan do‟a adalah dalam rangka meminta rizki. “Ayat ini menunjukkan larangan berdo‟a kepada selain Allah dan termasuk syirik yang menafikan tauhid. .”[4] Syaikh Sholih Al Fauzan berkata mengenai ayat 107 bahwa do‟a dan ibadah lainnya hanya boleh ditujukan pada Allah dan do‟a yang ditujukan pada selain-Nya termasuk kesyirikan karena tidak dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. Namun hakekatnya Allah yang menakdirkan itu semua dengan izin-Nya.dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. hewan tunggangan. dan segala hal yang dibutuhkan oleh seseorang. setiap bencana dan musibah yang menghilangkan adalah Allah semata. Syaikh Muhammad At Tamimi menyebutkan dalam kitab tauhid tentang fawaid dari ayat ini di mana beliau berkata.” (QS. Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullahberkata. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu. “Meminta rizki tidak boleh ditujukan selain pada Allah semata.[7] Dalam meminta rizki.” (QS. Sebagaimana meminta surga tidak boleh meminta kecuali dari-Nya. ً‫ز‬ ْ ‫وا‬ ْ ِّ‫َّللا الر‬ ْ‫ر‬ ُ‫ش‬ ُ َ‫ون ل‬ ُ ِ‫َل ٌَمْ ل‬ َ ‫َّللا‬ ُ ‫فا ْب َت‬ َ ‫قا‬ ُ‫ب‬ َ ‫ز‬ ُ ْ‫ون مِن‬ ُ‫ب‬ ‫ه‬ ُ َ‫كرُ وا ل‬ ُ ِْ‫وا‬ ُ ْ‫ٌِن َتع‬ ِ ٌْ َ‫ه إِل‬ َ ُِ‫دو‬ َ ‫ق‬ ِ ‫غوا ِِ ْندَ ه‬ َ ‫ك‬ ِ ‫ون ه‬ َ ‫د‬ َ ‫إِنه الهذ‬ ْ‫ك‬ ِ ‫د‬ ِ ‫م‬ ُ ‫ُون‬ َ ‫جع‬ َ ْ‫تر‬ “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala. Guru kami. tempat tinggal. Yunus: 106-107).[5] Ayat di atas menunjukkan pula bahwa pada hakekatnya. maka itu hanyalah sebab.” Orang-orang yang berdo‟a termasuk di dalamnya istighosah disebut orang yang sesat sebagaimana disebutkan dalam ayat. maka mintalah rezki itu di sisi Allah. keselamatan. dan kamu membuat dusta. Al „Ankabut: 17). makanan.[6] Sehingga jika seseorang menujukan satu amalan kepada makhluk dalam perkara yang hanya bisa dilakukan oleh Allah.

Intinya. maka ia benar-benar sesat dan tidak ada yang lebih sesat darinya. “Jika selain Allah tidak bisa mengabulkan do‟a hingga hari kiamat. An Naml: 62). Syaikh Muhammad bin Sholih Al „Utsaimin berkata. Sehingga yang dimaksud adalah mayit dan bukan berhala. Karena yang digunakan kata “ ”.”[9] Masih banyak ayat-ayat yang semisal di atas.[8] Yang bisa mengabulkan do‟a ketika seseorang dalam kesulitan (baca: istighosah) hanyalah Allah semata. Dan memalingkan ibadah kepada selain Allah termasuk kekufuran dan syirik.” (QS.[10] Kapan Istighosah Termasuk Syirik? . Allah Ta’ala berfirman. ً ِ‫قل‬ ْ ُ ْ ُ‫جٌب‬ َ ‫ما َت‬ َ ِ‫طره إ‬ َ ْ‫المُض‬ ْ ٌَ ‫و‬ ُ ‫م‬ ُ ُ‫عل‬ ‫ذه‬ َ ‫َّللا‬ َ َ‫َل‬ ٌ َ‫ئل‬ ‫رُون‬ ُ ْ‫من‬ ِ َ‫ض أ‬ َ ‫ك‬ َ ‫ٌَل‬ ِ‫ع ه‬ َ‫م‬ َ ‫ه‬ َ ‫فا‬ َ ْ‫و ٌَج‬ َ ُ َ ‫كشِ فُ السُّو‬ َ ُِ‫ِا‬ َ َ‫ذا د‬ َ ‫م‬ ِ ْ‫اْلَر‬ ْ‫ك‬ ْ َ‫أ‬ ِ ٌ “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.ْ ‫وم‬ َ ِ‫وإ‬ َ ْ‫من‬ َ ْ‫َل ٌَس‬ ْ ٌَ ْ‫ممهن‬ َ ‫م‬ ُ ْ‫ِن‬ ُ ْ‫دُِو مِن‬ ‫ذا‬ ُ‫و‬ ُ َ‫جٌبُ ل‬ ُّ ‫ض‬ ِ ‫غا‬ ِ‫م‬ ِ ‫ل‬ َ )5( ‫ون‬ َ ُ‫فل‬ َ ‫د‬ َ ‫م‬ َ ‫ة‬ َ ‫القِ ٌَا‬ َ ‫ه إِلَى‬ َ ‫َّللا‬ ِ ‫ون ه‬ َ َ‫منْ أ‬ َ‫و‬ َ ْ ‫ِه‬ ُْ ِ ‫ت‬ ِ ‫ِائ‬ ِ ‫د‬ ِ ٌْ ُ ‫كا‬ ُ ‫كا‬ ‫ر ال ه‬ َ ‫م‬ َ‫و‬ َ ُ‫ناس‬ ً ‫م أَِْ دَ ا‬ )1( ‫ٌن‬ ُ َ‫نوا ل‬ ِ‫ب‬ َ ‫ِر‬ َ ُ َ ِ‫حُ ش‬ ْ ‫ِه‬ ْ‫ه‬ ِ ‫ع َبادَ ت‬ ِ ‫نوا‬ ِ ‫كاف‬ “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru (berdo’a pada) sembahansembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaanpemujaan mereka. ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa istoghosah kepada selain Allah termasuk bagian dari do‟a. Jadi ayat ini dimaksudkan bahwa orang yang berdo‟a pada selain Allah (termasuk istighosah). bagaimana mungkin engkau menjadikan selain Allah sebagai tempat untuk berisitghosah?” Sehingga sungguh batil ketergantungan para hamba selain Allah ini dengan sesembahan-sesembahan mereka. Al Ahqaf: 5-6). Sedangkan do‟a adalah ibadah. dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). Yang dimaksud “sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya” bukanlah berhala. maka yang dimaksud adalah orang berakal. Begitu pula istighosah adalah ibadah.” (QS.

Karena istighosah bisa saja diminta dari makhluk yang mampu memenuhinya. namun ada yang tidak bisa memenuhinya. Sebagai contoh adalah apa yang terjadi di kaki Gunung Merapi berikut ini: Suharno.[12] Tradisi Istighosah Disertai Tumbal Jelas sekali jika istighosah dilakukan dengan meminta pada penjaga laut atau penjaga gunung agar terlepas dari bencana dinilai sebagai kesyirikan bahkan syirik akbar. Karena istighosah yang termasuk syirik akbar adalah meminta tolong pada makhluk pada perkara yang tidak dimampui selain Allah. pemimpin ritual. Pendapat terakhir. itulah yang lebih tepat. Sebagian lagi berkata bahwa istighosah adalah meminta pertolongan dihilangkan bencana pada makhluk pada perkara yang tidak dimampui selain Allah. yaitu ketika istighosah ditujukan pada makhluk yang mereka sebenarnya tidak mampu memenuhinya. Istighosah termasuk syirik akbar jika permintaan tolong tersebut ditujukan pada makhluk dalam perkara yang hanya bisa dipenuhi oleh Allah. Sehingga kapan istighosah dikatakan syirik akbar sangat baik jika yang jadi pegangan adalah kriteria kedua sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh di atas. maka tidak boleh hal ini ditujukan selain pada Allah terkhusus pada hal-hal yang hanya mampu dilakukan oleh Allah semata.”[11] Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa jika seseorang meminta tolong pada orang lain ketika ia akan tenggelam dan ini termasuk istighosah. Akan tetapi sayangnya ritual istighosah diikuti dengan kesyirikan seperti disertai dengan ritual tumbal kepada penjaga kaki gunung. Namun istighosah yang dilakukan saat ini kadang terlihat islami karena dilakukan dengan berdo‟a meminta pada Allah. Syaikh Sholih Alu Syaikh hafizhohullah berkata. Selain itu akan dilakukan juga istighosah di . maka ketika orang yang dimintai tolong tidak mampu menolong. itu belum tentu termasuk syirik akbar. “Sebagian ulama memberikan ketentuan kapan istighosah termasuk syirik akbar. Sedangkan menolong orang yang tenggelam mampu dilakukan oleh makhluk.Sebagaimana telah dipahami bahwa istighosah adalah meminta pertolongan agar terhindar dari kesulitan. Selasa (15/3). mengungkapkan. "Ini adalah ritual pertama yang dilakukan warga Srumbung. tidak yang lainnya. kepada tim CyberNews.

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda. Al An‟am: 162). Ini adalah keyakinan batil dan termasuk syirik kepada Allah. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Allah Ta’ala berfirman. Sebagaimana seseorang tidak boleh shalat kepada selain Allah. Rabb semesta alam” (QS. َ ْ‫حر‬ ِّ ِ َ ‫وا ْن‬ َ ‫ِّك‬ َ ‫ِرب‬ َ‫لل‬ َ ‫ف‬ “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu. . Yang dimaksud nusuk adalah sembelihan dan dalam ayat ini digandengkan dengan perkara shalat. serta termasuk meminta tolong pada setan. sebagai bentuk komunikasi dan hubungan antara manusia dengan alam. walaupun dinyatakan hal itu akan mendatangkan manfaat. 1978). Muslim no.lereng merapi. begitu pula dalam hal menyembelih. dan berkorbanlah (menyembelihlah)” (QS. sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar kami diberi kekuatan dan keselamatan dalam menghadapi cobaan dan musibah panjang ini" Dalam ritual tersebut juga diikuti penanaman dua pasang kepala kerbau jantan dan betina sebagai tumbal kepada Merapi yang dilakukan di Jurang Jero. Menyembelih dalam ayat ini digandengkan dengan shalat. ‫ْر ه‬ ‫ن ه‬ َ ْ‫من‬ َ ِ‫ح ل‬ ِ‫َّللا‬ َ ‫ب‬ َ‫ذ‬ َ ُ ‫َّللا‬ َ‫ع‬ َ َ‫ول‬ َ ِ ٌ‫غ‬ “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR. Dalam ayat lain disebutkan. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa menyembelih adalah suatu ibadah dan seseorang tidak boleh beribadah pada jin atau setan. Ritual tersebut. Al Kautsar: 2). atau menolak bahaya. yang berjarak 40 km dari puncak Merapi. ibadatku. dijelaskan Suharno. ْ ِّ‫رب‬ ُ‫و‬ َِ ْ ُ‫ق‬ ‫ٌِن‬ ُ ‫ن‬ َ ‫عالَم‬ َ ‫ال‬ َ ‫َلِل‬ ِ ‫ماتًِ ِ ه‬ َ‫م‬ َ‫و‬ َ ‫اي‬ َ ٌ َ ْ‫مح‬ َ‫و‬ َ ًِ‫سك‬ َ ًِ‫َلت‬ َ ‫ل إِنه‬ “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku. Dalam ayat.

Bagaimana kita mau lepas dari bencana sedangkan yang kita lakukan mendatangkan murka-Nya? Lihat bahasan: Bahaya Jika Kita Berbuat Syirik. Dan tentu saja hal ini butuh ilmu tentang tauhid dan perlu ada kesabaran untuk mendakwahinya. Bahaya syirik tetap harus terus kita terangkan pada masyarakat. Tugas kita sebagai generasi muda untuk memberantas tradisi tersebut dengan mendakwahkannya lewat cara yang santun dan lemah lembut. Al An‟am: 88). Basmi Kesyirikan Perlu kita sadari bahwa kesyirikan masih laris manis di negeri kita. namun butuh bertahap dan butuh akan kesabaran yang besar. Kaum muslimin perlu diberikan penerangan bahwa sebenarnya bukan dengan memberikan tumbal atau sesajen pada penjaga gunung atau penjaga laut yang bisa membuat bencana itu reda atau hilang. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Dakwah tentu saja tidak bisa mengubah keadaan masyarakat dalam waktu semalam. Di antaranya syirik bisa menghapus amalan kebaikan seorang muslim sebagaimana disebutkan dalam ayat. menjauhkan kita dari segala macam kesyirikan serta semoga semakin hidup generasi-generasi dengan akidah yang kokoh dan yang berpegang dengan cara beragama yang diajarkan salafush sholih. . niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. serta menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Karena syirik adalah sebab utama yang mendatangkan murka dan siksa Allah.Lihat bahasan: Jembatan Ambruk karena Tidak Ada Tumbal. َ ‫ب‬ ْ َ‫و أ‬ ُ ‫كا‬ ُ‫ر‬ َ ‫ما‬ ْ َ‫ول‬ ‫ون‬ ُ ‫ِ ْن‬ َ ُ ‫مل‬ َ ْ‫نوا ٌَع‬ َ ‫م‬ َ ‫ط‬ َ َ‫كوا ل‬ َ‫ش‬ َ ْ‫ه‬ ِ‫ح‬ “Seandainya mereka mempersekutukan Allah.” (QS. Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik untuk terus dapat mentauhidkan-Nya.

Istighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit. ‫فا‬ ‫ا ر‬ ‫و و ا‬ ‫و‬ Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat.id Bacaan Istighosah . meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama.Kata “istighotsah” ‫ ةثاغتسا‬berasal dari “al-ghouts”‫ ثوغلا‬yang berarti pertolongan. (H. Seperti kata ghufron nanupma itrareb gnay ‫ غ فرا‬ketika diikutkan pola istif‟al menjadi istighfar ‫ رافغتسا‬yang berarti memohon ampunan.di antaranya : ‫س‬ ‫ا‬ ‫وا‬ ‫ا‬ . Jadi istighotsah berarti “thalabul ghouts” ‫ ثوغلا بلط‬atau meminta pertolongan. saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam.nu.or. sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu. dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah: 45) KH A. Allah SWT berfirman: ‫ة‬ ‫ر وا‬ ‫وا‬ ‫وا‬ “Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighotsah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam.” (QS Al-Ahqaf:17) Yang dalam hal ini adalah memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan.” (QS Al-Anfal:9) Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT. ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu. Sedangka n Isti‟anah maknanya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan umum. terutama istighfar. Nuril Huda Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Diambil dari www. sehingga keringat sebagian orang keluar hingga mencapai separuh telinganya. Dari kedua cuplikan ayat ini barangkali dapat disimpulkan bahwa istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan. Sedangkan isti‟anah terdapat di dalam Al-Qur‟an. karena yang dimohon dalam istighotsah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Baik Istighotsah maupun Isti‟anah terdapat di dalam nushushusy syari’ah atau teks-teks Al-Qur‟an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat. istighotsah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan: ‫ب‬ ‫و ر‬ “(Ingatlah wahai Muhammad). Istighotsah juga disebutkan dalam hadits Nabi. Terbukti ketika manusia di padang mahsyar terkena terik panasnya sinar Matahari mereka meminta tolong kepada para Nabi. kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan “istianah” ‫ة اعتسا‬. Karena isti‟anah juga pola istif‟al dari kata “al-aun” ‫ وعلا‬yang berarti “thalabul aun” ‫ وعلا بلط‬yang juga berarti meminta pertolongan. Hadits ini juga merupakan dalil dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa seorang nabi atau wali adalah sebab.al Bukhari).R. Kenapa mereka tidak berdoa kepada Allah saja dan tidak perlu mendatangi para nabi tersebut? Seandainya perbuatan ini adalah syirik niscaya mereka tidak melakukan hal itu dan jelas tidak ada dalam ajaran Islam suatu perbuatan yang dianggap syirik. ‫و‬ “Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah . Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) “istaf‟ala” ‫ لعفتسا‬atau “istif‟al” menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Dalam surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan. Istighotsah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighotsah konotasinya lebih dari sekedar berdoa.

Ya Allah Ya Allah Ya Allah ‫ا‬ ‫و‬ ‫ا ر و‬ ‫و‬ ‫و‬ ‫ا‬ ‫ة‬ ‫ا وا و‬ ‫ا وا‬ ‫ا رغ ب و‬ ‫ا رب و‬ ‫ل و و ل‬ ‫ا و فر‬ ‫و فس‬ ‫ل‬ ‫ل‬ x1 Ya Allah. ya Allah ‫ث‬ ‫و ر‬ x33 Wahai Dzat Yang Hidup. dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun. wahai Dzat Yang Maha Pencipta ‫ر و ل‬ ‫ف‬ x33 Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya ‫ت ا‬ ‫ت‬ x40 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad. dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-MU ‫طف‬ x41 Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ‫غف را‬ ‫فر ا‬ x33 Aku mohon ampung kepada Allah Yang Maha Agung. semua kesusahan dapat dilenyapkan. yang terus menerus mengurus makhluknya. dan Dia sebaik-baik penolong . yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan. sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami. sunggu Allah Dzat Yang Maha Pengampun ‫ر‬ ‫ت‬ x3 Ya Allah. dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya. limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad. wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat ‫ع‬ x33 Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada. semua keperluan dapat terpenuhi. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim x33 Wahai Allah. wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba. wahai Dzat Yang Maha Menolong. dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih.Berikut ini adalah doa-doa yang dibaca dalam istighotsah. sebagaimana dalam buku “Panduan Praktis Istighotsah” oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) : ‫ار‬ ‫ار‬ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ‫ ا ف‬x1 (Surat Al-Fatihah) ‫فر ا‬ x3 Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung ‫ول و وة‬ ‫ا‬ ‫ ا‬x3 Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah ‫ل‬ ‫و‬ x3 Ya Allah. di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau x41 Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya ‫او ل‬ ‫و‬ x33 Cukup bagi kami Allah. wahai Dzat yang ada tanpa permualaan ‫ر‬ x33 Wahai Allah.

dan aku tolak dan hindarkan dari kalian segala keburukan dengan sejuta bacaan “La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim” ‫ا‬ ‫و ا‬ ‫ا‬ ‫ ا‬x3 Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam ‫ا‬ ‫ول و وة‬ x1 Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya. Dzat yang keras azab-Nya. dan dengan kekuatan dan kekuasaan-Mu Wahai Dzat yang maha mengalahkan. maha menundukkan. ambilkan hak-hak kami dan hak-hak umat Islam dari orang-orang yang menzhalimi kami dan menzhalimi umat Islam. aku memohon ampunan dan taubat yang diterima kepada-Mu Ya Allah yang maha pengampun. sesembahan kami. tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali la. menangkan kami atas orangorang kafir ‫ا و ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ول و وة‬ ‫ا و ف ف ف‬ ‫وت ا و ت‬ x3 Aku mohonkan pemeliharaan untuk kalian kepada Dzat yang maha hidup dan terus menerus mengatur hamba-Nya yang tidak pernah mati selamanya. Wahai Tuhan kami. tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali la. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya. tundukkan dan hukumlah orang yang melakukan tipu muslihat dan ingin mencelakai kami ‫وا‬ ‫و ا‬ ‫ر اا ط ا‬ ‫ر‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ و‬x3 Wahai Dzat yang maha mengalahkan. Engkau-lah penolong kami. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya. tiada daya untuk berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang maha Mulia dan maha agung ‫ر‬ ‫غف ر فوا و و و ر‬ x3 Ya Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya. tuan kami. yang telah menganiaya kami dan menganiaya umat Islam ‫ ا ف‬x1 (Surat Al-Fatihah) ‫رف ا و‬ ‫ا‬ ‫و ا ر‬ .‫ س‬x1 (Surat Yasiin) ‫و‬ ‫ر ر و‬ ‫ا و ا ر‬ ‫ر‬ ‫ ت و‬x3 Allah maha besar maha mulia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful