Definisi Aqidah

. Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) : . Kata ” ‘aqidah “ diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ar-rabth(ikatan), alIbraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat),at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). “Al-‘Aqdu” (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: ” ‘Aqadahu” “Ya’qiduhu” (mengikatnya), ” ‘Aqdan” (ikatan sumpah), dan ” ‘Uqdatun Nikah” (ikatan menikah). Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja …” (Al-Maa-idah : 89). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada). Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah. Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi) Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut. Aqidah Islamiyyah: Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Ta’ala, UluhiyyahNya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW. Aqidah Islamiyyah: Jika disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena itulah pemahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13

1

Nama-nama itulah yang terkenal menurut Ahli Sunnah dalam ilmu ‘aqidah. 2. Senada dengan ini. cet. dan ada yang membedakannya. Tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. as-Sunnah. Farid bin Muhammad Bathathy(Pustaka Imam Syafi’i. . sinonimnya aqidah Islamiyyah mempunyai nama lain. atau Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah). Tauhid Tauhid artinya mengesakan (mengesakan Allah-Tauhidullah). Aqidah. al-Fiqbul Akbar. Ilmu kalam Kalam artinya berbicara.hamba-Nya. terj. atau pembicaraan. Aspek dalamnya berupa keyakinan dan aspek luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal. Syafi’I) yang mengatakan bahwa iman adalah : ” sesuatu yang diyakini di dalam hati. Dinamakan ilmu kalam karena banyak dan luasnya dialog dan perdebatan yang terjadi antara pemikir masalah-masalah aqidah tentang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 2 . 3. hlm. iman dan tauhid disebut juga ushuluddin karena ajaran aqidah merupakan pokok-pokok ajaran agama Islam.Ushuluddin Ushuluddin artinya pokok-pokok agama. Sumber: Diadaptasi dari Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Al-Wajiiz fii Aqiidatis Salafis Shaalih (Ahlis Sunnah wal Jama’ah). Sebaliknya jika kita mengikuti definisi iman menurut ulama salaf (imam Malik. Nama lain Aqidah Islamiyyah: Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. sedangkan amal adalah bukti iman. Ushuluddiin. Aqidah Islamiyyh adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi sahabat. Ahmad. Iman Ada yang menyamakan istilah iman dengan aqidah. di antaranya. 4. tetapi tidak dinamai iman. oleh sebab itu aqidah dan iman diidentikan juga dengan istilah tauhid. adalah pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa iman hanyalah I’tiqad. dan diamalkan dengan anggota tubuh “ maka iman dan aqidah tentu tidak persis sama. sebab iman menyangkut aspek dalam dan aspek luar. Bagi yang membedakan. at-Tauhid. 33-35. Ajaran tauhid adalah tema sentral aqidah dan iman. diucapkan dengan lisan. aqidah hanyalah bagian dalam (aspek hati) dari iman.I). BEBERAPA ISTILAH LAIN TENTANG AQIDAH 1. Asy-Syari’iah dan alIman. Sedangkan kalau kita mengikuti definisi iman menurut jahmiyah dan Asy’ariyah yang mengatakan bahwa iman hanyalah at-tashdiq (membenarkan dalam hati) maka iman dan aqidah adalah dua istilah yang bersinonim.

Istilah ini muncul berdasarkan pemahaman bahwa tafaquh fiddin yang diperintahkan Allah swt dalamsurat at-Taubah ayat 122. bisa digunakan kepada agama apa saja. Ilmu Ma’rifat Disebut sebagai ilmu ma’rifah. Sementara untuk teologi Islam mengkaji seluk beluk ketuhanan yang terdapat dalam ajaran Islam. ma’rifat al-wasithat yaitu mengenal utusan-utusan Allah meliputi malaikat. Ketiga. 7. Itupun harus didasari oleh suatu kesadaran penuh bahwa kemampuan akal sangat terbatas. diyakini.beberapa hal. yaitu teo (Tuhan) dan logos (ilmu). tentu dan lebih utama masalah aqidah. ma’rifat al-mabda’ yaitu mengenal Allah dengan segala sifat. Akal fikiran sama sekali bukan sumber aqidah Islam. karena ilmu ini dapat mengenal atau memperkenalkan ajaranajaran aqidah Islam. Dalam pengertian yang umum. sehingga dalam pembahasanya meliputi: Pertama. Sebagai ilmu yang membicarakan ketuhanan. kafir atau tidak dan lain sebagainya. bukan hanya masalah fikih. hadist atau qadim. Tentang orang berdosa besar. sesuai dengan karakter dari agama yang menjadikan ketuhanan sebagai kajian utamanya. Fikih Akbar Fikih akbar artinya fikih besar. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 3 . Para ahli agama-agama mengartikan teologi dengan pengetahuan tentang Tuhan dan hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan Tuhan dengan alam semesta. maka kata ini digunakan oleh semua agama. rasul dan kitab-kitab Allah. Akal tidak akan mampu menjangkau masa’il ghaibiyah (masalah-masalah ghaib). Untuk membedakan dengan fikih dalam masalah hukum ditambah dengan kata akbar. teologi diartikan dengan “pengetahuan yang berkaitan dengan seluk beluk tentang Tuhan. ma’rifat al-ma’ad yaitu mengenal dan mempercayai hari akhir dan segala sesuatu yang terjadi di alam ini merupakan iradah dengan takdir Allah swt. bahkan akal tidak akan sanggup menjangkau sesuatu yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. dan diamalkan. tetapi merupan instrumen yang berfungsi untuk memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba – kalau diperlukan – membuktikan secara ilmiyah kebenaran yang disampaikan oleh al-Qur’an dan Sunnah. Tentang taqdir. sehingga menjadi fikih akbar. Kedua. 6. Dengan demikian kata teologi bersifat netral. Teologi Islam Teologi berasal dari dua suku kata. 5. Jadi teologi adalah ilmu menegnai Tuhan. sesuai dengan terbatasnya kemapuan semua makhluk Allah. apakah manusia punya hak ikhtiar atau tidak. Pembicaraan dan perdebatan luas seperti itu terjadi setelah cara berfikir rasional dan falsafati mempengaruhi para pemikir dan ulama Islam. af’al dan asma-Nya. Artinya apa saja yang disampaikan oleh allah dalam al-qur’an dan rasulullah dalam sunnah-nya wajib diimani. SUMBER AQIDAH Sumber aqidah Islam adalah al-Qur’an dan as-sunnah. Misalnya tentang al-Qur’an apakah khaliq atau bukan.

CARA MENETAPKAN AQIDAH Allah swt selaku syari telah memutuskan dan menetapkan untuk memberikan keteranganketerangan di sekitar masalah-masalah yang wajib diimani. Manusia diperintahkan untuk memperhatikan bagaimana langit ditegakan tanpa tiang seperti yang kita lihat. akal tidak mampu menunjukan jawaban atas pertanyaan kekekalan itu sampai kapan? Atau akal tidak sanggup menunjukan tempat yang tidak ada di darat atau di laut. I’tiqad semacam ini tentunya tidak dapat diperoleh dengan dalil-dalil sembarangan.Misalnya. Lihat firman Allah QS Al-baqarah:164. dan bumi dihamparkan dan dibangun dengan suasana yang teratur dan teguh dalam sebuah system yang saling berjalin berkelindan. rapi. Akal hanya perlu membuktikan jujurkah atau bisakah kejujuran si pembawa risalah tentang hal-hal ghaib itu bisa dibuktikan secara ilmiyah oleh akal fikiran. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 4 . bahwa alam ini mustahil tercipta dengan sendirinya dan timbul karena kekuatan-kekuatan yang bertentangan satu sama lain. Iman yang dimaksud itu adalah I’tiqad dengan kebulatan hati dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta berlandaskan dalil dan alasan. di udara dan tidak dimana-mana. Oleh karena itu para ulama sepakat untuk menetapkan aqidah berdasarkan tiga macam dalil. antara lain yang terkandung dalam arkanul iman. Oleh karena itu. al-qur’an berkali-kali menganjurkan dan memberikan petunjuk ke arah penyelidikan dalammenetapkan aqidah dengan cara demikian. seperti keyakinan dalam naturalisme. terutama yang berkenaan dengan hal-hal ghaib di atas. di langit. Penyelidikan akal yang mendalam pasti akan mengatakan dan meyakinkan. Oleh sebab itu akal tidak boleh dipaksa memahami hal-hal ghaib tersebut dan menjawab pertanyaan segala sesuatu tentang hal-hal ghaib itu. Penyelidikan akal secara cermat dapat melahirkan pengakuan mutlak bahwa semua alam semesta yang teratur. Karena kedua hal tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. dan rahasia-rahasia yang terseimpan pada keduanya. manusia dipersilahkan untuk mengarahkan pandangan dan penelitianya kepada alam semesta ini. di bumi. pengatur dan pemeliharanya. dan berjalan menurut hukum yang tetap dan tak berubah-ubah mensyaratkan ada penciptanya. Allah telah menggariskan persoalan tersebut dengan jelas dan menuntut agar manusia mempercayainya. melainkan dengan dalil-dalil yang pasti dan tanpa dicampuri keraguan. Berkenaan dengan peneyelidikan akal untuk menyakini aqidah Islam.

Di saat-saat seperti itulah dia menghadapkan diri secara ikhlas kepada Tuhannya. Bila manusia membiarkan fitrah dan nalurinya berbicara. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 5 . dengan sendirinya dalil tersebut tidak dapat digunakan untuk menetapkan aqidah.1. Dalil ini dapat diterima apabila hasil keputusannya dipandang masuk akal atau logis dan sesuai dengan perasaan. Karena itulah. Oleh karena itu Syaikh Mahmud Syaltut mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi oleh dalil naqli sehingga dalil tersebut dapat menanamkan keyakinan dan menetapkan aqidah: Dalil naqli itu pasti kebenaranya. Ia akan berdoa dalam suka maupun duka. dan benda-benda mati lainya. hawa nafsu. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH Kajian aqidah menyangkut keyakinan umat Islam atau iman. Ini artinya bahwa dalil itu harus dapat dipastikan benarbenar datang dari rasulullah tanpa ada keraguan sedikit pun. Ini artinya bahwa dalil naqli memilki makna yang tepat dan tegas. hewan. sebagian para ulama dalam pembahasan atau kajian aqidah. Lebih-lebih di saat manusia berada dalam keputusasaan. Dengan menggunakan akal manusia merenungkan dirinya sendiri dan alam semesta. iman kepada kitab-kitab Allah. Dan yang demikian itu hanya dapat dijumpai pada dalil-dalil yang mutawatir. mereka mengikuti sistematika rukun iman yaitu: iman kepada Allah. Dalil naqli yang tidak menimbulkan keyakinan dan tidak menciptkan keimanan sebagai yang dimaksud. 2. iman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk ruhani seperti jin. melepaskan segala apa yang telah menyebabkan dia menghadapkan dirinya kepada selain Allah karena pengaruh imajinasi. maka dia akan mendapatkan dirinya berhadapan dengan kekuatan tertinggi di atas kekuatan manusia dan alam. dan setan). Fitrah ini merupakan perasaan keagamaan yang ada dalam jiwa dan merupakan bisikan batin yang paling dalam. iblis. ajaran dasar tersebut terangkum dalam rukun iman yang enam. Oleh sebab itu. atau pengaruh tuhan-tuhan palsu berupa manusia. Ini hanya bisa terjadi bila dalil-dalil itu tidak memilki dua atau tiga pengertian sekaligus atau lebih. Dalil naqli itu pasti dan tegas tujuanya. Dalil Aqli. Dan kesucian ini akan tetap terpelihara manakala selalu membersihkan jiwanya dari tekanan kekuatan waham dan pengaruh nafsu. yang dengannya ia dapat melihat bahwa dibalik semua ituterdapat adanya Tuhan pencipta yang satu. Dalil Fitrah. 3. secara formal. Dalil ini adalah hakekat yang mendasari kejadian manusia. diancam bahaya dan bencana.Dalil Naqli. tentunya yang dapat menimbulkan adanya keyakinan dan dapat memastikan adanya iman yang dimaksudkan. tumbuhan. kebodohan.

serta yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi mereka. 2. yaitu kajian mengenai Allah. Prof. 4. MA. Ruhaniyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperyi Malaikat. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 6 . apakah Tuhan bisa dilihat pada hari kiamat (ru’yat Allah). mukjizat. Menyangkut dengan bidang ini pula. Termasuk dalam bidang ini sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). akhirat. yaitu: 1. Sementara Ulama dalam kajiannya tentang aqidah islam menggunakan sistematika sebagai berikut: 1. iman kepada hari akhir. yang semestinya tidak ada (mustahil). Dalam bagian ini dikaji masalah alam barzakh. Tingkatan aqidah ini paling tidak ada empat. nama-nama dan sifat-sifat Allah. Iblis. seperti alam barzakh. TINGKATAN AQIDAH Tingkatan aqidah seseorang berbeda-beda antara satu dengan yang lainya tergantung dari dalil. hari kiamat dan sebagainya. Setan. yaitu dalil naqli berupa al-qur’an dan as-sunnah. Kajian lainya ialah mengenai malaikat. Allah). dan iman kepada qadha dan qadar Allah swt. mizan.perbuatan-perbuatan (af’al) Allah dan sebagainya. termasuk juga cirri-ciri kitab suci. Bagian ini mengkaji tentang utusan-utusan Allah (nabi dan rasul). tanda-tanda kiamat. 3. Syahrin Harahap. penghayatan dan juga aktualisasinya. Dr. Nubuwat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan Rasul. dalam Ensiklopedi Aqidah Islam menjabarkan obyek kajian aqidah mengacu pada tiga kajian pokok. Berbeda dengan dua sistematika di atas. Sam’iyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sama’.iman kepada Nabi dan rasul Allah. H. tugas dan fungsi mereka. surga. 2. Ilahiyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah (Tuhan. azab kubur. karamat dan sebagainya. seperti wujud Allah. neraka dan sebaginya. Jin. yaitu kemestian keberadaan mereka. termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah. menyangkut hakekat. Roh dan lain sebaginya. surga. dan yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi Allah. Dibicarakan juga tentang jumlah kitab suci yang wajib dipercayai. sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). Pengenalan terhadap pembawa kabar (berita) keagamaan (ma’rifat alwasithah). Pengenalan terhadap sumber ajaran agama (ma’rifatul mabda’). Pengenalan terhadap masalah-masalah yang terjadi kelak di seberang kematian (ma’rifat al-ma’ad). yang semestinya tidak ada (mustahil). 3. neraka. pemahaman.

jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Tingkat ‘Ainul Yaqin Tingkat ‘ainul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara.” 3. Janganlah begitu. Sikap taklid ini dilarang oleh agama Islam sebagaimana disebutkan dalam QS alIsra’ (17): 36. 4. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat. Janganlah begitu. Ilmul yaqin. Sesungguhnya pendengaran. Sebagaimana yang disebutkan dalam QS at-takatsur (102): 1-5. Hal ini disebutkan di dalam QS at-Takatsur (102): 6-7. ً‫ئلو ا‬ ‫ل‬ ُ‫س لو‬ ْ‫م ُئ‬ َ‫ه س‬ ُ‫ن لو‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫ن س‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك س‬ َ‫ئ س‬ ِ‫ل َك‬ َ‫ألوس‬ ُ‫ُل لو‬ ّ ‫ك ُأ‬ ُ‫د لو‬ َ‫ؤدا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ر س‬ َ‫ص س‬ َ‫ب س‬ َ‫ل س‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ع س‬ َ‫م س‬ ْ‫س ُئ‬ ّ‫ن دال ْم‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫م َك‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ه َك‬ ِ‫ب َك‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫س س‬ َ‫ي س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫منا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ق لو‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ل س‬ َ‫لو س‬ َ‫س‬ “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Tingkat ilmul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu yang bersifat teoritis. ْ‫إ ُئ‬ ‫ن‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫م س‬ ٌ ‫َل إ‬ َ‫س س‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫عي‬ ِ‫َن َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ن لو‬ ّ‫ج ْم‬ َ‫لو س‬ َ‫ن س‬ ٌ ‫حنا إ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫ح س‬ ٌ ‫لو إ‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ َ‫بي س‬ ِ‫ر َك‬ ّ‫ق ْم‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫فس‬ َ‫س‬ ِ‫ظي َك‬ ‫م‬ ِ‫ع َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ك دا ُئ‬ َ‫ب س‬ ّ‫ر َك‬ َ‫م س‬ ِ‫س َك‬ ْ‫بنا ُئ‬ ِ‫ح َك‬ ْ‫ب ُئ‬ ّ‫س َك‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫قي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ُق دا ُئ‬ ّ ‫ح ُأ‬ َ‫لو س‬ َ‫لوُ س‬ ‫له‬ َ‫ذدا س‬ َ‫ه س‬ َ‫ن س‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫مك!َك‬ ٍ! ‫حي‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ي لو‬ َ‫ل س‬ ِ‫صَك‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫مي‬ ِ‫ح َك‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ل َك‬ ٌ ‫ز إ‬ ُ‫ن لو‬ ُ‫ف لو‬ َ‫نك! س‬ َ‫لي س‬ ّ‫َضنا َك‬ ّ‫ن دال ْم‬ َ‫بي س‬ ِ‫ذ َك‬ ّ‫ك َك‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك! س‬ “Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah). maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan. Tingkat Ilmul Yaqin. 2. Taqlid. maka dia mendapat POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 7 . sampai kamu masuk ke dalam kubur. 1. Tingkat Haqqul Yaqin Tingkat haqqul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan dan penghayatan pengamalan (empiris). dan sesungguhnya kamu benarbenar akan melihatnya dengan `ainul yaqin”. Tingkat Taqlid . ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ َ‫ل س‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫نك! س‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫نك! لو‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫رك! س‬ َ‫ب س‬ ِ‫قنا َك‬ َ‫م س‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ ُ‫ت لو‬ ُ‫ر لو‬ ْ‫ز ُئ‬ ُ‫َتز ى لو‬ ّ‫حْم‬ َ‫رك! س‬ ُ‫ث لو‬ ُ‫كنا لو‬ َ‫َت س‬ ّ‫م دالْم‬ ُ‫ك لو‬ ُ‫هنا لو‬ َ‫ل س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ك! س‬ “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. 2. Sebagaimana disebutkan di dalam QS al-Waqi’ah (56): 88-89. dan 4. ‘Ainul yaqin. Haqqul yaqin. kelak kamu akan mengetahui. dan janganlah begitu. penglihatan dan hati. Tingkat taqlid berarti menerima suatu kepercayaan dari orang lain tanpa diketahui alasanalasanya. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan. 3. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫هنا س‬ َ‫َن س‬ ّ‫لوْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫مك! لو‬ َ‫حي س‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ ّ‫لو ْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫ك!س‬ “Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim.1.

etika Islam (akhlak) dan seterusnya. 3. kajian mengenai bidang ini melahirkan beberapa aliran. khurafat. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. dan selalu diliputi keraguan POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 8 . aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. pengamalan ajaran agama tidak akan memiliki makna apa-apa. termasuk di Indonesia.-Ahlussunnah wal Jama’ah] Murjiah. sebab dalam system teologi agama ini diyakini bahwa sikap. seperti bid’ah. Oleh karena itu. Untuk itu signifikansi akidah dalam kehidupan seseorang muslim dapat dilihat paling tidak dalam empat hal. dan dibakar di dalam neraka. sebagai modal awal mencapai kebahagiaan di akhirat. Tanpa keyakinan dasar. Hal ini secara fungsional terwujud dengan adanya keyakinan terhadap kehidupan kelak di hari kemudian dan setiap orang mempertanggungjawabkan perbuatanya di dunia. Syiah. Khawarij. Di dalam apresiasinya. Aqidah Islam merupakan landasan seluruh ajaran Islam. haji. Sementara bagi orang yang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat tidak akan memilki keyakinan yang kuat. Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat. maka keberadaan aqidah Islam sangat menentukan bagi seorang muslim. pengamalan ajaran Islam lainya seperti shalat. yaitu syari’ah (hukum islam) dan akhlaq (moral Islam). Jabbariyah dan lainlain. perbuatan dan perubahan yang terjadi dalam perilaku dan aktivitas seseorang sangat dipengaruhi oleh system teologi atau aqidah yang dianutnya. bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya. dan penyelewengan-penyelewengan lainya. Akidah islam berfungsi untuk menetapkan seseorang sebagai muslim atau non muslim.Muktazilah. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. SIGNIFIKANSI DAN FUNGSI AQIDAH Sesuai dengan fungsinya sebagai dasar agama. seperti Suni [ Maturidiyah. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar”. yaitu: 1.Wahabiyah. jiwanya akan menjadi gersang dan hampa. 2.hidangan air yang mendidih. dapat diamalkan di atas bagunan keyakinan dasar tersebut. Begitu pentingnya kajian akidah islam hingga bidang ini telah menjadi perbincangan serius di kalangan para ahli sejak zaman awal Islam sampai hari ini. Di atas keyakinan dasar inilah dibangun ajaran Islam lainya.Akidah Islam berfungsi menyelamatkan seseorang dari keyakinan-keyakinan yang menyimpang. Qadariyah. 4. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan. Akidah Islam berfungsi membentuk kesalehan seseorang di dunia. puasa. Fungsi tersebut antara lain: A. Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang. Asy’ariyah. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya.

Dan agar kerjanya berhasil baik. Sekali dia berniat. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama: 1. termasuk untung dan resikonya. serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Jadi. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini: 1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan. diperlukan sikap displin. Disiplin dalam waktu. yang sering kali berakhir dengan putus asa. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja. Tanpa dsiplin. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil. Disiplin dalam bekerja. tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. seperti disebut oleh beberapa Ulama. 2. 3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat. karena ia tidak memiliki pegangan batin yang kuat di luar kemampuanya. C. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. B. ia harus berdisplin. keluh kesah. ia menjadi gelisah. sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Disiplin dimaksud. Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya.dalam bertindak. termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. 2) Memiliki perhitungan (kalkulatif) Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek. ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya. sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan. Artinya. Sehingga jika tertimpa sedikit cobaan dan rintangan. tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah. adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku. dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional. Dengan semangat semacam ini seorang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 9 . Artinya. seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja.

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 10 . etika distribusi dan etika konsumsi. dan keratif dalam penanganan kerjanya. dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya. dinamis. hingga pemerhati masalah-masalah tauhid.muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif. Ismail Razi al-faruqi menyebut aqidah (tauhid) sebagai prinsip ekonomi Islam dalam bentuk etika produksi. Sedemikian pentingnya peran dan kontribusi aqidah bagi peningkatan kualitas hidup seorang muslim. Disadur dari beberapa bacaan liar Wallahu ‘Alam bi Shawab.