Definisi Aqidah

. Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) : . Kata ” ‘aqidah “ diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ar-rabth(ikatan), alIbraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat),at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). “Al-‘Aqdu” (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: ” ‘Aqadahu” “Ya’qiduhu” (mengikatnya), ” ‘Aqdan” (ikatan sumpah), dan ” ‘Uqdatun Nikah” (ikatan menikah). Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja …” (Al-Maa-idah : 89). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada). Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah. Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi) Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut. Aqidah Islamiyyah: Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Ta’ala, UluhiyyahNya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW. Aqidah Islamiyyah: Jika disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena itulah pemahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13

1

Aqidah Islamiyyh adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi sahabat. atau pembicaraan.hamba-Nya. oleh sebab itu aqidah dan iman diidentikan juga dengan istilah tauhid. 33-35. Tauhid Tauhid artinya mengesakan (mengesakan Allah-Tauhidullah). sedangkan amal adalah bukti iman. Tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. Iman Ada yang menyamakan istilah iman dengan aqidah. at-Tauhid. 3. Farid bin Muhammad Bathathy(Pustaka Imam Syafi’i. iman dan tauhid disebut juga ushuluddin karena ajaran aqidah merupakan pokok-pokok ajaran agama Islam. dan ada yang membedakannya. Aqidah.Ushuluddin Ushuluddin artinya pokok-pokok agama. . Bagi yang membedakan. Nama-nama itulah yang terkenal menurut Ahli Sunnah dalam ilmu ‘aqidah. Ajaran tauhid adalah tema sentral aqidah dan iman. Ahmad. Sumber: Diadaptasi dari Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Nama lain Aqidah Islamiyyah: Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. sebab iman menyangkut aspek dalam dan aspek luar. di antaranya. Syafi’I) yang mengatakan bahwa iman adalah : ” sesuatu yang diyakini di dalam hati. Al-Wajiiz fii Aqiidatis Salafis Shaalih (Ahlis Sunnah wal Jama’ah).I). Ilmu kalam Kalam artinya berbicara. diucapkan dengan lisan. atau Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah). Aspek dalamnya berupa keyakinan dan aspek luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal. Dinamakan ilmu kalam karena banyak dan luasnya dialog dan perdebatan yang terjadi antara pemikir masalah-masalah aqidah tentang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 2 . al-Fiqbul Akbar. aqidah hanyalah bagian dalam (aspek hati) dari iman. Asy-Syari’iah dan alIman. terj. tetapi tidak dinamai iman. Ushuluddiin. sinonimnya aqidah Islamiyyah mempunyai nama lain. cet. dan diamalkan dengan anggota tubuh “ maka iman dan aqidah tentu tidak persis sama. Sedangkan kalau kita mengikuti definisi iman menurut jahmiyah dan Asy’ariyah yang mengatakan bahwa iman hanyalah at-tashdiq (membenarkan dalam hati) maka iman dan aqidah adalah dua istilah yang bersinonim. adalah pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa iman hanyalah I’tiqad. Sebaliknya jika kita mengikuti definisi iman menurut ulama salaf (imam Malik. as-Sunnah. 2. BEBERAPA ISTILAH LAIN TENTANG AQIDAH 1. hlm. 4. Senada dengan ini.

Sebagai ilmu yang membicarakan ketuhanan. Artinya apa saja yang disampaikan oleh allah dalam al-qur’an dan rasulullah dalam sunnah-nya wajib diimani. Istilah ini muncul berdasarkan pemahaman bahwa tafaquh fiddin yang diperintahkan Allah swt dalamsurat at-Taubah ayat 122. SUMBER AQIDAH Sumber aqidah Islam adalah al-Qur’an dan as-sunnah. 6. Untuk membedakan dengan fikih dalam masalah hukum ditambah dengan kata akbar. Dalam pengertian yang umum. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 3 . ma’rifat al-mabda’ yaitu mengenal Allah dengan segala sifat. Akal tidak akan mampu menjangkau masa’il ghaibiyah (masalah-masalah ghaib). sehingga menjadi fikih akbar. teologi diartikan dengan “pengetahuan yang berkaitan dengan seluk beluk tentang Tuhan. af’al dan asma-Nya. sesuai dengan karakter dari agama yang menjadikan ketuhanan sebagai kajian utamanya. apakah manusia punya hak ikhtiar atau tidak. Para ahli agama-agama mengartikan teologi dengan pengetahuan tentang Tuhan dan hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan Tuhan dengan alam semesta. 7. bahkan akal tidak akan sanggup menjangkau sesuatu yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. sesuai dengan terbatasnya kemapuan semua makhluk Allah. hadist atau qadim. Ilmu Ma’rifat Disebut sebagai ilmu ma’rifah. ma’rifat al-ma’ad yaitu mengenal dan mempercayai hari akhir dan segala sesuatu yang terjadi di alam ini merupakan iradah dengan takdir Allah swt. Ketiga. Dengan demikian kata teologi bersifat netral. ma’rifat al-wasithat yaitu mengenal utusan-utusan Allah meliputi malaikat. Tentang orang berdosa besar. yaitu teo (Tuhan) dan logos (ilmu). diyakini. Misalnya tentang al-Qur’an apakah khaliq atau bukan. Jadi teologi adalah ilmu menegnai Tuhan. bukan hanya masalah fikih. Sementara untuk teologi Islam mengkaji seluk beluk ketuhanan yang terdapat dalam ajaran Islam. bisa digunakan kepada agama apa saja. dan diamalkan. maka kata ini digunakan oleh semua agama.beberapa hal. Fikih Akbar Fikih akbar artinya fikih besar. kafir atau tidak dan lain sebagainya. rasul dan kitab-kitab Allah. Itupun harus didasari oleh suatu kesadaran penuh bahwa kemampuan akal sangat terbatas. 5. karena ilmu ini dapat mengenal atau memperkenalkan ajaranajaran aqidah Islam. tentu dan lebih utama masalah aqidah. Pembicaraan dan perdebatan luas seperti itu terjadi setelah cara berfikir rasional dan falsafati mempengaruhi para pemikir dan ulama Islam. tetapi merupan instrumen yang berfungsi untuk memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba – kalau diperlukan – membuktikan secara ilmiyah kebenaran yang disampaikan oleh al-Qur’an dan Sunnah. Teologi Islam Teologi berasal dari dua suku kata. Kedua. sehingga dalam pembahasanya meliputi: Pertama. Akal fikiran sama sekali bukan sumber aqidah Islam. Tentang taqdir.

manusia dipersilahkan untuk mengarahkan pandangan dan penelitianya kepada alam semesta ini. di bumi. seperti keyakinan dalam naturalisme. bahwa alam ini mustahil tercipta dengan sendirinya dan timbul karena kekuatan-kekuatan yang bertentangan satu sama lain. antara lain yang terkandung dalam arkanul iman. Karena kedua hal tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. Akal hanya perlu membuktikan jujurkah atau bisakah kejujuran si pembawa risalah tentang hal-hal ghaib itu bisa dibuktikan secara ilmiyah oleh akal fikiran. dan bumi dihamparkan dan dibangun dengan suasana yang teratur dan teguh dalam sebuah system yang saling berjalin berkelindan. di langit. I’tiqad semacam ini tentunya tidak dapat diperoleh dengan dalil-dalil sembarangan. pengatur dan pemeliharanya. di udara dan tidak dimana-mana. terutama yang berkenaan dengan hal-hal ghaib di atas. Berkenaan dengan peneyelidikan akal untuk menyakini aqidah Islam. al-qur’an berkali-kali menganjurkan dan memberikan petunjuk ke arah penyelidikan dalammenetapkan aqidah dengan cara demikian. CARA MENETAPKAN AQIDAH Allah swt selaku syari telah memutuskan dan menetapkan untuk memberikan keteranganketerangan di sekitar masalah-masalah yang wajib diimani. rapi.Misalnya. Iman yang dimaksud itu adalah I’tiqad dengan kebulatan hati dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta berlandaskan dalil dan alasan. Lihat firman Allah QS Al-baqarah:164. melainkan dengan dalil-dalil yang pasti dan tanpa dicampuri keraguan. Oleh sebab itu akal tidak boleh dipaksa memahami hal-hal ghaib tersebut dan menjawab pertanyaan segala sesuatu tentang hal-hal ghaib itu. Penyelidikan akal yang mendalam pasti akan mengatakan dan meyakinkan. Penyelidikan akal secara cermat dapat melahirkan pengakuan mutlak bahwa semua alam semesta yang teratur. Oleh karena itu para ulama sepakat untuk menetapkan aqidah berdasarkan tiga macam dalil. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 4 . Allah telah menggariskan persoalan tersebut dengan jelas dan menuntut agar manusia mempercayainya. dan berjalan menurut hukum yang tetap dan tak berubah-ubah mensyaratkan ada penciptanya. Oleh karena itu. akal tidak mampu menunjukan jawaban atas pertanyaan kekekalan itu sampai kapan? Atau akal tidak sanggup menunjukan tempat yang tidak ada di darat atau di laut. dan rahasia-rahasia yang terseimpan pada keduanya. Manusia diperintahkan untuk memperhatikan bagaimana langit ditegakan tanpa tiang seperti yang kita lihat.

mereka mengikuti sistematika rukun iman yaitu: iman kepada Allah. Dan kesucian ini akan tetap terpelihara manakala selalu membersihkan jiwanya dari tekanan kekuatan waham dan pengaruh nafsu. dan benda-benda mati lainya. Fitrah ini merupakan perasaan keagamaan yang ada dalam jiwa dan merupakan bisikan batin yang paling dalam. iblis. Ini artinya bahwa dalil naqli memilki makna yang tepat dan tegas. Dalil Fitrah. secara formal. atau pengaruh tuhan-tuhan palsu berupa manusia. Dalil ini adalah hakekat yang mendasari kejadian manusia. sebagian para ulama dalam pembahasan atau kajian aqidah. tumbuhan. Bila manusia membiarkan fitrah dan nalurinya berbicara. hewan. 2. Dengan menggunakan akal manusia merenungkan dirinya sendiri dan alam semesta. Dalil naqli yang tidak menimbulkan keyakinan dan tidak menciptkan keimanan sebagai yang dimaksud. iman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk ruhani seperti jin. Dan yang demikian itu hanya dapat dijumpai pada dalil-dalil yang mutawatir. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH Kajian aqidah menyangkut keyakinan umat Islam atau iman. Di saat-saat seperti itulah dia menghadapkan diri secara ikhlas kepada Tuhannya. hawa nafsu. Dalil naqli itu pasti dan tegas tujuanya. maka dia akan mendapatkan dirinya berhadapan dengan kekuatan tertinggi di atas kekuatan manusia dan alam. Karena itulah. Dalil ini dapat diterima apabila hasil keputusannya dipandang masuk akal atau logis dan sesuai dengan perasaan. diancam bahaya dan bencana. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 5 . Dalil Aqli. 3. melepaskan segala apa yang telah menyebabkan dia menghadapkan dirinya kepada selain Allah karena pengaruh imajinasi.1. Ini hanya bisa terjadi bila dalil-dalil itu tidak memilki dua atau tiga pengertian sekaligus atau lebih. Ini artinya bahwa dalil itu harus dapat dipastikan benarbenar datang dari rasulullah tanpa ada keraguan sedikit pun. dan setan). Oleh sebab itu. yang dengannya ia dapat melihat bahwa dibalik semua ituterdapat adanya Tuhan pencipta yang satu. tentunya yang dapat menimbulkan adanya keyakinan dan dapat memastikan adanya iman yang dimaksudkan.Dalil Naqli. iman kepada kitab-kitab Allah. ajaran dasar tersebut terangkum dalam rukun iman yang enam. dengan sendirinya dalil tersebut tidak dapat digunakan untuk menetapkan aqidah. Oleh karena itu Syaikh Mahmud Syaltut mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi oleh dalil naqli sehingga dalil tersebut dapat menanamkan keyakinan dan menetapkan aqidah: Dalil naqli itu pasti kebenaranya. Ia akan berdoa dalam suka maupun duka. kebodohan. Lebih-lebih di saat manusia berada dalam keputusasaan.

tugas dan fungsi mereka. azab kubur. yaitu kajian mengenai Allah. Roh dan lain sebaginya. Sementara Ulama dalam kajiannya tentang aqidah islam menggunakan sistematika sebagai berikut: 1. seperti wujud Allah. yaitu dalil naqli berupa al-qur’an dan as-sunnah. Pengenalan terhadap pembawa kabar (berita) keagamaan (ma’rifat alwasithah). Pengenalan terhadap sumber ajaran agama (ma’rifatul mabda’). Dibicarakan juga tentang jumlah kitab suci yang wajib dipercayai. 3. seperti alam barzakh. Tingkatan aqidah ini paling tidak ada empat. Sam’iyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sama’. mukjizat. 3. dan yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi Allah. hari kiamat dan sebagainya. Bagian ini mengkaji tentang utusan-utusan Allah (nabi dan rasul). 2. nama-nama dan sifat-sifat Allah. Menyangkut dengan bidang ini pula. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 6 . menyangkut hakekat. Setan. termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah. yaitu kemestian keberadaan mereka. termasuk juga cirri-ciri kitab suci. Iblis.iman kepada Nabi dan rasul Allah. iman kepada hari akhir. yang semestinya tidak ada (mustahil). Allah). Termasuk dalam bidang ini sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). MA. karamat dan sebagainya. Ruhaniyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperyi Malaikat. neraka dan sebaginya. Syahrin Harahap. mizan. sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). H. penghayatan dan juga aktualisasinya. Prof. 4. Nubuwat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan Rasul. 2.perbuatan-perbuatan (af’al) Allah dan sebagainya. akhirat. TINGKATAN AQIDAH Tingkatan aqidah seseorang berbeda-beda antara satu dengan yang lainya tergantung dari dalil. serta yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi mereka. neraka. yaitu: 1. pemahaman. Kajian lainya ialah mengenai malaikat. Jin. Dalam bagian ini dikaji masalah alam barzakh. apakah Tuhan bisa dilihat pada hari kiamat (ru’yat Allah). Ilahiyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah (Tuhan. Pengenalan terhadap masalah-masalah yang terjadi kelak di seberang kematian (ma’rifat al-ma’ad). surga. surga. dalam Ensiklopedi Aqidah Islam menjabarkan obyek kajian aqidah mengacu pada tiga kajian pokok. dan iman kepada qadha dan qadar Allah swt. Dr. Berbeda dengan dua sistematika di atas. tanda-tanda kiamat. yang semestinya tidak ada (mustahil).

2. Janganlah begitu. Janganlah begitu. Tingkat Haqqul Yaqin Tingkat haqqul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan dan penghayatan pengamalan (empiris). ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ َ‫ل س‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫نك! س‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫نك! لو‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫رك! س‬ َ‫ب س‬ ِ‫قنا َك‬ َ‫م س‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ ُ‫ت لو‬ ُ‫ر لو‬ ْ‫ز ُئ‬ ُ‫َتز ى لو‬ ّ‫حْم‬ َ‫رك! س‬ ُ‫ث لو‬ ُ‫كنا لو‬ َ‫َت س‬ ّ‫م دالْم‬ ُ‫ك لو‬ ُ‫هنا لو‬ َ‫ل س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ك! س‬ “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. ‘Ainul yaqin. Tingkat ilmul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu yang bersifat teoritis. maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. penglihatan dan hati. Tingkat ‘Ainul Yaqin Tingkat ‘ainul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara. Haqqul yaqin. maka dia mendapat POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 7 .” 3. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. dan janganlah begitu. kelak kamu akan mengetahui. Tingkat taqlid berarti menerima suatu kepercayaan dari orang lain tanpa diketahui alasanalasanya. Sebagaimana disebutkan di dalam QS al-Waqi’ah (56): 88-89. Sesungguhnya pendengaran. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat. 1. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan. 3. ْ‫إ ُئ‬ ‫ن‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫م س‬ ٌ ‫َل إ‬ َ‫س س‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫عي‬ ِ‫َن َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ن لو‬ ّ‫ج ْم‬ َ‫لو س‬ َ‫ن س‬ ٌ ‫حنا إ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫ح س‬ ٌ ‫لو إ‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ َ‫بي س‬ ِ‫ر َك‬ ّ‫ق ْم‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫فس‬ َ‫س‬ ِ‫ظي َك‬ ‫م‬ ِ‫ع َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ك دا ُئ‬ َ‫ب س‬ ّ‫ر َك‬ َ‫م س‬ ِ‫س َك‬ ْ‫بنا ُئ‬ ِ‫ح َك‬ ْ‫ب ُئ‬ ّ‫س َك‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫قي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ُق دا ُئ‬ ّ ‫ح ُأ‬ َ‫لو س‬ َ‫لوُ س‬ ‫له‬ َ‫ذدا س‬ َ‫ه س‬ َ‫ن س‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫مك!َك‬ ٍ! ‫حي‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ي لو‬ َ‫ل س‬ ِ‫صَك‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫مي‬ ِ‫ح َك‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ل َك‬ ٌ ‫ز إ‬ ُ‫ن لو‬ ُ‫ف لو‬ َ‫نك! س‬ َ‫لي س‬ ّ‫َضنا َك‬ ّ‫ن دال ْم‬ َ‫بي س‬ ِ‫ذ َك‬ ّ‫ك َك‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك! س‬ “Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah). 4. Hal ini disebutkan di dalam QS at-Takatsur (102): 6-7. Tingkat Taqlid . Sebagaimana yang disebutkan dalam QS at-takatsur (102): 1-5. dan 4. Sikap taklid ini dilarang oleh agama Islam sebagaimana disebutkan dalam QS alIsra’ (17): 36. Taqlid. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan. Ilmul yaqin.1. ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫هنا س‬ َ‫َن س‬ ّ‫لوْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫مك! لو‬ َ‫حي س‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ ّ‫لو ْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫ك!س‬ “Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). ً‫ئلو ا‬ ‫ل‬ ُ‫س لو‬ ْ‫م ُئ‬ َ‫ه س‬ ُ‫ن لو‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫ن س‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك س‬ َ‫ئ س‬ ِ‫ل َك‬ َ‫ألوس‬ ُ‫ُل لو‬ ّ ‫ك ُأ‬ ُ‫د لو‬ َ‫ؤدا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ر س‬ َ‫ص س‬ َ‫ب س‬ َ‫ل س‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ع س‬ َ‫م س‬ ْ‫س ُئ‬ ّ‫ن دال ْم‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫م َك‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ه َك‬ ِ‫ب َك‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫س س‬ َ‫ي س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫منا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ق لو‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ل س‬ َ‫لو س‬ َ‫س‬ “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Tingkat Ilmul Yaqin. 2. sampai kamu masuk ke dalam kubur. dan sesungguhnya kamu benarbenar akan melihatnya dengan `ainul yaqin”.

dan selalu diliputi keraguan POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 8 . sebab dalam system teologi agama ini diyakini bahwa sikap. Asy’ariyah. sebagai modal awal mencapai kebahagiaan di akhirat. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya. pengamalan ajaran Islam lainya seperti shalat. dapat diamalkan di atas bagunan keyakinan dasar tersebut.Wahabiyah. SIGNIFIKANSI DAN FUNGSI AQIDAH Sesuai dengan fungsinya sebagai dasar agama. Di atas keyakinan dasar inilah dibangun ajaran Islam lainya. Akidah islam berfungsi untuk menetapkan seseorang sebagai muslim atau non muslim. pengamalan ajaran agama tidak akan memiliki makna apa-apa. akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Aqidah Islam merupakan landasan seluruh ajaran Islam. Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat. 3. 4.-Ahlussunnah wal Jama’ah] Murjiah. Tanpa keyakinan dasar. Jabbariyah dan lainlain.hidangan air yang mendidih. 2. dan penyelewengan-penyelewengan lainya. maka keberadaan aqidah Islam sangat menentukan bagi seorang muslim. Khawarij. Begitu pentingnya kajian akidah islam hingga bidang ini telah menjadi perbincangan serius di kalangan para ahli sejak zaman awal Islam sampai hari ini. Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang.Muktazilah. etika Islam (akhlak) dan seterusnya. seperti bid’ah. Fungsi tersebut antara lain: A. yaitu: 1. Akidah Islam berfungsi membentuk kesalehan seseorang di dunia. dan dibakar di dalam neraka. Qadariyah.Akidah Islam berfungsi menyelamatkan seseorang dari keyakinan-keyakinan yang menyimpang. Oleh karena itu. Sementara bagi orang yang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat tidak akan memilki keyakinan yang kuat. Di dalam apresiasinya. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan. Syiah. yaitu syari’ah (hukum islam) dan akhlaq (moral Islam). aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar”. haji. bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya. Untuk itu signifikansi akidah dalam kehidupan seseorang muslim dapat dilihat paling tidak dalam empat hal. seperti Suni [ Maturidiyah. Hal ini secara fungsional terwujud dengan adanya keyakinan terhadap kehidupan kelak di hari kemudian dan setiap orang mempertanggungjawabkan perbuatanya di dunia. kajian mengenai bidang ini melahirkan beberapa aliran. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. termasuk di Indonesia. perbuatan dan perubahan yang terjadi dalam perilaku dan aktivitas seseorang sangat dipengaruhi oleh system teologi atau aqidah yang dianutnya. puasa. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. jiwanya akan menjadi gersang dan hampa. khurafat.

ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya. ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat. Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. C. ia menjadi gelisah. diperlukan sikap displin. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya. ia harus berdisplin. yang sering kali berakhir dengan putus asa. serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Artinya. Artinya. termasuk untung dan resikonya. termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. Dan agar kerjanya berhasil baik. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil.dalam bertindak. Disiplin dimaksud. seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini: 1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama: 1. tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah. Jadi. keluh kesah. Dengan semangat semacam ini seorang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 9 . Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Sekali dia berniat. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja. Tanpa dsiplin. Sehingga jika tertimpa sedikit cobaan dan rintangan. Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan. adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku. Disiplin dalam bekerja. tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Disiplin dalam waktu. dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional. 2. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan. B. 2) Memiliki perhitungan (kalkulatif) Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek. 3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan. seperti disebut oleh beberapa Ulama. karena ia tidak memiliki pegangan batin yang kuat di luar kemampuanya. sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah.

hingga pemerhati masalah-masalah tauhid. Ismail Razi al-faruqi menyebut aqidah (tauhid) sebagai prinsip ekonomi Islam dalam bentuk etika produksi. dinamis. Sedemikian pentingnya peran dan kontribusi aqidah bagi peningkatan kualitas hidup seorang muslim.muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif. dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya. etika distribusi dan etika konsumsi. dan keratif dalam penanganan kerjanya. Disadur dari beberapa bacaan liar Wallahu ‘Alam bi Shawab. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful