P. 1
Definisi Aqidah

Definisi Aqidah

|Views: 51|Likes:
Published by Mahendra Aditya
cc
cc

More info:

Published by: Mahendra Aditya on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

Definisi Aqidah

. Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) : . Kata ” ‘aqidah “ diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ar-rabth(ikatan), alIbraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat),at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). “Al-‘Aqdu” (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: ” ‘Aqadahu” “Ya’qiduhu” (mengikatnya), ” ‘Aqdan” (ikatan sumpah), dan ” ‘Uqdatun Nikah” (ikatan menikah). Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja …” (Al-Maa-idah : 89). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada). Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah. Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi) Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut. Aqidah Islamiyyah: Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Ta’ala, UluhiyyahNya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW. Aqidah Islamiyyah: Jika disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena itulah pemahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13

1

cet. Ushuluddiin. dan ada yang membedakannya. Tauhid Tauhid artinya mengesakan (mengesakan Allah-Tauhidullah). 3.Ushuluddin Ushuluddin artinya pokok-pokok agama. adalah pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa iman hanyalah I’tiqad. Dinamakan ilmu kalam karena banyak dan luasnya dialog dan perdebatan yang terjadi antara pemikir masalah-masalah aqidah tentang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 2 . di antaranya. Nama lain Aqidah Islamiyyah: Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah.I). Sebaliknya jika kita mengikuti definisi iman menurut ulama salaf (imam Malik. dan diamalkan dengan anggota tubuh “ maka iman dan aqidah tentu tidak persis sama. atau pembicaraan. oleh sebab itu aqidah dan iman diidentikan juga dengan istilah tauhid. Bagi yang membedakan. Sedangkan kalau kita mengikuti definisi iman menurut jahmiyah dan Asy’ariyah yang mengatakan bahwa iman hanyalah at-tashdiq (membenarkan dalam hati) maka iman dan aqidah adalah dua istilah yang bersinonim. Syafi’I) yang mengatakan bahwa iman adalah : ” sesuatu yang diyakini di dalam hati. Farid bin Muhammad Bathathy(Pustaka Imam Syafi’i. al-Fiqbul Akbar. Ahmad. sedangkan amal adalah bukti iman. iman dan tauhid disebut juga ushuluddin karena ajaran aqidah merupakan pokok-pokok ajaran agama Islam. BEBERAPA ISTILAH LAIN TENTANG AQIDAH 1.hamba-Nya. atau Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah). Iman Ada yang menyamakan istilah iman dengan aqidah. Sumber: Diadaptasi dari Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. Ajaran tauhid adalah tema sentral aqidah dan iman. Ilmu kalam Kalam artinya berbicara. Nama-nama itulah yang terkenal menurut Ahli Sunnah dalam ilmu ‘aqidah. Aqidah. Al-Wajiiz fii Aqiidatis Salafis Shaalih (Ahlis Sunnah wal Jama’ah). hlm. Asy-Syari’iah dan alIman. . sinonimnya aqidah Islamiyyah mempunyai nama lain. Senada dengan ini. Aspek dalamnya berupa keyakinan dan aspek luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal. 2. as-Sunnah. 33-35. Aqidah Islamiyyh adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi sahabat. diucapkan dengan lisan. sebab iman menyangkut aspek dalam dan aspek luar. 4. tetapi tidak dinamai iman. aqidah hanyalah bagian dalam (aspek hati) dari iman. terj. at-Tauhid.

Dalam pengertian yang umum. ma’rifat al-ma’ad yaitu mengenal dan mempercayai hari akhir dan segala sesuatu yang terjadi di alam ini merupakan iradah dengan takdir Allah swt. sesuai dengan karakter dari agama yang menjadikan ketuhanan sebagai kajian utamanya. Artinya apa saja yang disampaikan oleh allah dalam al-qur’an dan rasulullah dalam sunnah-nya wajib diimani. Misalnya tentang al-Qur’an apakah khaliq atau bukan. dan diamalkan. maka kata ini digunakan oleh semua agama. Fikih Akbar Fikih akbar artinya fikih besar. Pembicaraan dan perdebatan luas seperti itu terjadi setelah cara berfikir rasional dan falsafati mempengaruhi para pemikir dan ulama Islam. Tentang orang berdosa besar. sehingga menjadi fikih akbar. yaitu teo (Tuhan) dan logos (ilmu). karena ilmu ini dapat mengenal atau memperkenalkan ajaranajaran aqidah Islam. Kedua. hadist atau qadim. tentu dan lebih utama masalah aqidah. bukan hanya masalah fikih. Ilmu Ma’rifat Disebut sebagai ilmu ma’rifah. rasul dan kitab-kitab Allah. kafir atau tidak dan lain sebagainya.beberapa hal. ma’rifat al-wasithat yaitu mengenal utusan-utusan Allah meliputi malaikat. SUMBER AQIDAH Sumber aqidah Islam adalah al-Qur’an dan as-sunnah. Sebagai ilmu yang membicarakan ketuhanan. Untuk membedakan dengan fikih dalam masalah hukum ditambah dengan kata akbar. Tentang taqdir. 5. 7. teologi diartikan dengan “pengetahuan yang berkaitan dengan seluk beluk tentang Tuhan. bahkan akal tidak akan sanggup menjangkau sesuatu yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. tetapi merupan instrumen yang berfungsi untuk memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba – kalau diperlukan – membuktikan secara ilmiyah kebenaran yang disampaikan oleh al-Qur’an dan Sunnah. 6. Teologi Islam Teologi berasal dari dua suku kata. ma’rifat al-mabda’ yaitu mengenal Allah dengan segala sifat. Para ahli agama-agama mengartikan teologi dengan pengetahuan tentang Tuhan dan hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan Tuhan dengan alam semesta. sesuai dengan terbatasnya kemapuan semua makhluk Allah. Jadi teologi adalah ilmu menegnai Tuhan. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 3 . Sementara untuk teologi Islam mengkaji seluk beluk ketuhanan yang terdapat dalam ajaran Islam. Akal fikiran sama sekali bukan sumber aqidah Islam. Ketiga. bisa digunakan kepada agama apa saja. apakah manusia punya hak ikhtiar atau tidak. af’al dan asma-Nya. sehingga dalam pembahasanya meliputi: Pertama. Itupun harus didasari oleh suatu kesadaran penuh bahwa kemampuan akal sangat terbatas. Akal tidak akan mampu menjangkau masa’il ghaibiyah (masalah-masalah ghaib). Istilah ini muncul berdasarkan pemahaman bahwa tafaquh fiddin yang diperintahkan Allah swt dalamsurat at-Taubah ayat 122. Dengan demikian kata teologi bersifat netral. diyakini.

akal tidak mampu menunjukan jawaban atas pertanyaan kekekalan itu sampai kapan? Atau akal tidak sanggup menunjukan tempat yang tidak ada di darat atau di laut. Iman yang dimaksud itu adalah I’tiqad dengan kebulatan hati dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta berlandaskan dalil dan alasan. antara lain yang terkandung dalam arkanul iman. di langit. al-qur’an berkali-kali menganjurkan dan memberikan petunjuk ke arah penyelidikan dalammenetapkan aqidah dengan cara demikian. CARA MENETAPKAN AQIDAH Allah swt selaku syari telah memutuskan dan menetapkan untuk memberikan keteranganketerangan di sekitar masalah-masalah yang wajib diimani. dan berjalan menurut hukum yang tetap dan tak berubah-ubah mensyaratkan ada penciptanya. Penyelidikan akal yang mendalam pasti akan mengatakan dan meyakinkan. I’tiqad semacam ini tentunya tidak dapat diperoleh dengan dalil-dalil sembarangan.Misalnya. Manusia diperintahkan untuk memperhatikan bagaimana langit ditegakan tanpa tiang seperti yang kita lihat. seperti keyakinan dalam naturalisme. Oleh karena itu para ulama sepakat untuk menetapkan aqidah berdasarkan tiga macam dalil. pengatur dan pemeliharanya. bahwa alam ini mustahil tercipta dengan sendirinya dan timbul karena kekuatan-kekuatan yang bertentangan satu sama lain. Berkenaan dengan peneyelidikan akal untuk menyakini aqidah Islam. Oleh sebab itu akal tidak boleh dipaksa memahami hal-hal ghaib tersebut dan menjawab pertanyaan segala sesuatu tentang hal-hal ghaib itu. terutama yang berkenaan dengan hal-hal ghaib di atas. Karena kedua hal tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. Akal hanya perlu membuktikan jujurkah atau bisakah kejujuran si pembawa risalah tentang hal-hal ghaib itu bisa dibuktikan secara ilmiyah oleh akal fikiran. di bumi. dan rahasia-rahasia yang terseimpan pada keduanya. Oleh karena itu. Allah telah menggariskan persoalan tersebut dengan jelas dan menuntut agar manusia mempercayainya. rapi. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 4 . melainkan dengan dalil-dalil yang pasti dan tanpa dicampuri keraguan. Penyelidikan akal secara cermat dapat melahirkan pengakuan mutlak bahwa semua alam semesta yang teratur. di udara dan tidak dimana-mana. dan bumi dihamparkan dan dibangun dengan suasana yang teratur dan teguh dalam sebuah system yang saling berjalin berkelindan. Lihat firman Allah QS Al-baqarah:164. manusia dipersilahkan untuk mengarahkan pandangan dan penelitianya kepada alam semesta ini.

Ini artinya bahwa dalil itu harus dapat dipastikan benarbenar datang dari rasulullah tanpa ada keraguan sedikit pun. secara formal. ajaran dasar tersebut terangkum dalam rukun iman yang enam. 2. Oleh karena itu Syaikh Mahmud Syaltut mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi oleh dalil naqli sehingga dalil tersebut dapat menanamkan keyakinan dan menetapkan aqidah: Dalil naqli itu pasti kebenaranya. dan setan). maka dia akan mendapatkan dirinya berhadapan dengan kekuatan tertinggi di atas kekuatan manusia dan alam. dan benda-benda mati lainya. Karena itulah. iblis. yang dengannya ia dapat melihat bahwa dibalik semua ituterdapat adanya Tuhan pencipta yang satu. Oleh sebab itu. kebodohan. hawa nafsu.1. mereka mengikuti sistematika rukun iman yaitu: iman kepada Allah. tentunya yang dapat menimbulkan adanya keyakinan dan dapat memastikan adanya iman yang dimaksudkan. hewan. Dalil ini dapat diterima apabila hasil keputusannya dipandang masuk akal atau logis dan sesuai dengan perasaan. 3. Dalil naqli yang tidak menimbulkan keyakinan dan tidak menciptkan keimanan sebagai yang dimaksud. Ini hanya bisa terjadi bila dalil-dalil itu tidak memilki dua atau tiga pengertian sekaligus atau lebih. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 5 . diancam bahaya dan bencana. iman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk ruhani seperti jin. iman kepada kitab-kitab Allah. Di saat-saat seperti itulah dia menghadapkan diri secara ikhlas kepada Tuhannya. sebagian para ulama dalam pembahasan atau kajian aqidah. dengan sendirinya dalil tersebut tidak dapat digunakan untuk menetapkan aqidah. Dengan menggunakan akal manusia merenungkan dirinya sendiri dan alam semesta. Lebih-lebih di saat manusia berada dalam keputusasaan. Dan yang demikian itu hanya dapat dijumpai pada dalil-dalil yang mutawatir. Dalil ini adalah hakekat yang mendasari kejadian manusia. Dalil Aqli. Dalil naqli itu pasti dan tegas tujuanya. Ini artinya bahwa dalil naqli memilki makna yang tepat dan tegas. Ia akan berdoa dalam suka maupun duka. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH Kajian aqidah menyangkut keyakinan umat Islam atau iman. Bila manusia membiarkan fitrah dan nalurinya berbicara.Dalil Naqli. melepaskan segala apa yang telah menyebabkan dia menghadapkan dirinya kepada selain Allah karena pengaruh imajinasi. Dan kesucian ini akan tetap terpelihara manakala selalu membersihkan jiwanya dari tekanan kekuatan waham dan pengaruh nafsu. tumbuhan. Dalil Fitrah. atau pengaruh tuhan-tuhan palsu berupa manusia. Fitrah ini merupakan perasaan keagamaan yang ada dalam jiwa dan merupakan bisikan batin yang paling dalam.

Bagian ini mengkaji tentang utusan-utusan Allah (nabi dan rasul). yaitu: 1. dan iman kepada qadha dan qadar Allah swt. nama-nama dan sifat-sifat Allah. Pengenalan terhadap pembawa kabar (berita) keagamaan (ma’rifat alwasithah). Sam’iyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sama’. Ilahiyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah (Tuhan. pemahaman. dalam Ensiklopedi Aqidah Islam menjabarkan obyek kajian aqidah mengacu pada tiga kajian pokok. termasuk juga cirri-ciri kitab suci. hari kiamat dan sebagainya. yang semestinya tidak ada (mustahil). neraka dan sebaginya. yaitu dalil naqli berupa al-qur’an dan as-sunnah. yaitu: POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 6 . Sementara Ulama dalam kajiannya tentang aqidah islam menggunakan sistematika sebagai berikut: 1. tanda-tanda kiamat. Prof. tugas dan fungsi mereka. surga. Tingkatan aqidah ini paling tidak ada empat. TINGKATAN AQIDAH Tingkatan aqidah seseorang berbeda-beda antara satu dengan yang lainya tergantung dari dalil. apakah Tuhan bisa dilihat pada hari kiamat (ru’yat Allah). Jin. yang semestinya tidak ada (mustahil). Pengenalan terhadap masalah-masalah yang terjadi kelak di seberang kematian (ma’rifat al-ma’ad). Allah).perbuatan-perbuatan (af’al) Allah dan sebagainya. mizan. Berbeda dengan dua sistematika di atas. Dr. Menyangkut dengan bidang ini pula. Nubuwat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan Rasul. Pengenalan terhadap sumber ajaran agama (ma’rifatul mabda’). Setan.iman kepada Nabi dan rasul Allah. MA. yaitu kajian mengenai Allah. termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah. Iblis. dan yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi Allah. menyangkut hakekat. iman kepada hari akhir. 3. sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). seperti alam barzakh. 3. karamat dan sebagainya. mukjizat. surga. akhirat. neraka. seperti wujud Allah. Termasuk dalam bidang ini sifat-sifat yang semestinya ada (wajib). 2. penghayatan dan juga aktualisasinya. Dibicarakan juga tentang jumlah kitab suci yang wajib dipercayai. serta yang boleh ada dan tiada (jaiz) bagi mereka. Roh dan lain sebaginya. Syahrin Harahap. yaitu kemestian keberadaan mereka. 2. azab kubur. Kajian lainya ialah mengenai malaikat. Ruhaniyat: yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperyi Malaikat. Dalam bagian ini dikaji masalah alam barzakh. H. 4.

Tingkat Ilmul Yaqin. dan sesungguhnya kamu benarbenar akan melihatnya dengan `ainul yaqin”. Sebagaimana yang disebutkan dalam QS at-takatsur (102): 1-5. Tingkat Taqlid . maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan. 2. sampai kamu masuk ke dalam kubur. 4. ْ‫إ ُئ‬ ‫ن‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫م س‬ ٌ ‫َل إ‬ َ‫س س‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫مي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ب دا ُئ‬ ِ‫حنا َك‬ َ‫ص س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫لوس‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫عي‬ ِ‫َن َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ن لو‬ ّ‫ج ْم‬ َ‫لو س‬ َ‫ن س‬ ٌ ‫حنا إ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫ح س‬ ٌ ‫لو إ‬ ْ‫ر ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ َ‫بي س‬ ِ‫ر َك‬ ّ‫ق ْم‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ن س‬ ْ‫إ ُئ‬ ِ‫منا َك‬ ّ‫أ ْم‬ َ‫فس‬ َ‫س‬ ِ‫ظي َك‬ ‫م‬ ِ‫ع َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ك دا ُئ‬ َ‫ب س‬ ّ‫ر َك‬ َ‫م س‬ ِ‫س َك‬ ْ‫بنا ُئ‬ ِ‫ح َك‬ ْ‫ب ُئ‬ ّ‫س َك‬ َ‫ف س‬ َ‫نك! س‬ ِ‫قي َك‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ُق دا ُئ‬ ّ ‫ح ُأ‬ َ‫لو س‬ َ‫لوُ س‬ ‫له‬ َ‫ذدا س‬ َ‫ه س‬ َ‫ن س‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫مك!َك‬ ٍ! ‫حي‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ة س‬ ُ‫ي لو‬ َ‫ل س‬ ِ‫صَك‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ َ‫مك! س‬ ٍ! ‫مي‬ ِ‫ح َك‬ َ‫ن س‬ ْ‫م ُئ‬ ِ‫ل َك‬ ٌ ‫ز إ‬ ُ‫ن لو‬ ُ‫ف لو‬ َ‫نك! س‬ َ‫لي س‬ ّ‫َضنا َك‬ ّ‫ن دال ْم‬ َ‫بي س‬ ِ‫ذ َك‬ ّ‫ك َك‬ َ‫م س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫م س‬ ِ‫ن َك‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك! س‬ “Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah). Hal ini disebutkan di dalam QS at-Takatsur (102): 6-7. penglihatan dan hati. 1. 2. kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ َ‫ي س‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫هنا س‬ َ‫َن س‬ ّ‫لوْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫مك! لو‬ َ‫حي س‬ ِ‫ج َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫ن دا ُئ‬ ّ‫لو ْم‬ ُ‫ر لو‬ َ‫َت س‬ َ‫لس‬ َ‫ك!س‬ “Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. dan 4. jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. 3. maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Sebagaimana disebutkan di dalam QS al-Waqi’ah (56): 88-89.1. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat. kelak kamu akan mengetahui. Taqlid. Sikap taklid ini dilarang oleh agama Islam sebagaimana disebutkan dalam QS alIsra’ (17): 36. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. Janganlah begitu. Tingkat ilmul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu yang bersifat teoritis. Sesungguhnya pendengaran. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan. Tingkat Haqqul Yaqin Tingkat haqqul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan dan penghayatan pengamalan (empiris). ً‫ئلو ا‬ ‫ل‬ ُ‫س لو‬ ْ‫م ُئ‬ َ‫ه س‬ ُ‫ن لو‬ ْ‫ع ُئ‬ َ‫ن س‬ َ‫كنا س‬ َ‫ك س‬ َ‫ئ س‬ ِ‫ل َك‬ َ‫ألوس‬ ُ‫ُل لو‬ ّ ‫ك ُأ‬ ُ‫د لو‬ َ‫ؤدا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ل لو‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ر س‬ َ‫ص س‬ َ‫ب س‬ َ‫ل س‬ ْ‫لودا ُئ‬ َ‫ع س‬ َ‫م س‬ ْ‫س ُئ‬ ّ‫ن دال ْم‬ ّ‫إ ْم‬ ِ‫م َك‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ه َك‬ ِ‫ب َك‬ ِ‫ك َك‬ َ‫ل س‬ َ‫س س‬ َ‫ي س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫منا س‬ َ‫ف س‬ ُ‫ق لو‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ل س‬ َ‫لو س‬ َ‫س‬ “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Tingkat taqlid berarti menerima suatu kepercayaan dari orang lain tanpa diketahui alasanalasanya. ‘Ainul yaqin. Tingkat ‘Ainul Yaqin Tingkat ‘ainul yaqin adalah suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara. ِ‫قي َك‬ ‫ن‬ ِ‫ي َك‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ َ‫ل س‬ ْ‫ع ُئ‬ ِ‫ن َك‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫لو س‬ ْ‫ل ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫نك! س‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫م س‬ ّ‫ث ْم‬ ُ‫نك! لو‬ َ‫ملو س‬ ُ‫ل لو‬ َ‫عس‬ ْ‫ت ُئ‬ َ‫ف س‬ َ‫لو س‬ ْ‫س ُئ‬ َ‫َل س‬ ّ‫ك ْم‬ َ‫رك! س‬ َ‫ب س‬ ِ‫قنا َك‬ َ‫م س‬ َ‫ل س‬ ْ‫م دا ُئ‬ ُ‫ت لو‬ ُ‫ر لو‬ ْ‫ز ُئ‬ ُ‫َتز ى لو‬ ّ‫حْم‬ َ‫رك! س‬ ُ‫ث لو‬ ُ‫كنا لو‬ َ‫َت س‬ ّ‫م دالْم‬ ُ‫ك لو‬ ُ‫هنا لو‬ َ‫ل س‬ ْ‫أ ُئ‬ َ‫ك! س‬ “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. dan janganlah begitu. maka dia mendapat POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 7 . Janganlah begitu.” 3. Ilmul yaqin. Haqqul yaqin.

akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya.Akidah Islam berfungsi menyelamatkan seseorang dari keyakinan-keyakinan yang menyimpang. seperti bid’ah. Asy’ariyah. jiwanya akan menjadi gersang dan hampa. Begitu pentingnya kajian akidah islam hingga bidang ini telah menjadi perbincangan serius di kalangan para ahli sejak zaman awal Islam sampai hari ini. kajian mengenai bidang ini melahirkan beberapa aliran. yaitu syari’ah (hukum islam) dan akhlaq (moral Islam). Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang. puasa. dan penyelewengan-penyelewengan lainya.Muktazilah. seperti Suni [ Maturidiyah. perbuatan dan perubahan yang terjadi dalam perilaku dan aktivitas seseorang sangat dipengaruhi oleh system teologi atau aqidah yang dianutnya. sebagai modal awal mencapai kebahagiaan di akhirat. Di dalam apresiasinya. Syiah. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar”. Oleh karena itu. SIGNIFIKANSI DAN FUNGSI AQIDAH Sesuai dengan fungsinya sebagai dasar agama. 3.hidangan air yang mendidih. Di atas keyakinan dasar inilah dibangun ajaran Islam lainya. aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Fungsi tersebut antara lain: A. pengamalan ajaran agama tidak akan memiliki makna apa-apa. Hal ini secara fungsional terwujud dengan adanya keyakinan terhadap kehidupan kelak di hari kemudian dan setiap orang mempertanggungjawabkan perbuatanya di dunia. khurafat. dan selalu diliputi keraguan POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 8 . maka keberadaan aqidah Islam sangat menentukan bagi seorang muslim. Akidah islam berfungsi untuk menetapkan seseorang sebagai muslim atau non muslim. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya. Akidah Islam berfungsi membentuk kesalehan seseorang di dunia. Tanpa keyakinan dasar. dapat diamalkan di atas bagunan keyakinan dasar tersebut. pengamalan ajaran Islam lainya seperti shalat. Qadariyah. yaitu: 1. dan dibakar di dalam neraka. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. Sementara bagi orang yang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat tidak akan memilki keyakinan yang kuat. 4. bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya. sebab dalam system teologi agama ini diyakini bahwa sikap. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan.-Ahlussunnah wal Jama’ah] Murjiah. haji. Aqidah Islam merupakan landasan seluruh ajaran Islam. etika Islam (akhlak) dan seterusnya. Khawarij. Jabbariyah dan lainlain. 2. Untuk itu signifikansi akidah dalam kehidupan seseorang muslim dapat dilihat paling tidak dalam empat hal.Wahabiyah. termasuk di Indonesia. Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat.

B. yang sering kali berakhir dengan putus asa. ia menjadi gelisah. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya. seperti disebut oleh beberapa Ulama. ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja. keluh kesah. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama: 1. Artinya. tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. karena ia tidak memiliki pegangan batin yang kuat di luar kemampuanya. tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini: 1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Artinya. termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. diperlukan sikap displin. Sekali dia berniat. Disiplin dalam waktu. Dan agar kerjanya berhasil baik. Tanpa dsiplin. serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku. 2) Memiliki perhitungan (kalkulatif) Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek. Disiplin dimaksud. Sehingga jika tertimpa sedikit cobaan dan rintangan. 2. Dengan semangat semacam ini seorang POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 9 . C. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil. seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja. Disiplin dalam bekerja. Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. ia harus berdisplin. ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya. Jadi. termasuk untung dan resikonya. dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional. 3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan. Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah.dalam bertindak. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan.

hingga pemerhati masalah-masalah tauhid. dan keratif dalam penanganan kerjanya. Ismail Razi al-faruqi menyebut aqidah (tauhid) sebagai prinsip ekonomi Islam dalam bentuk etika produksi. POLITEKNIK NEGERI SEMARANG | MAHENDRA ADITYASMOKO / 2C / 13 10 . dinamis. etika distribusi dan etika konsumsi.muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif. Disadur dari beberapa bacaan liar Wallahu ‘Alam bi Shawab. dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya. Sedemikian pentingnya peran dan kontribusi aqidah bagi peningkatan kualitas hidup seorang muslim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->