MAKALAH BIOLOGI TENTANG PEMBUATAN TAPE SINGKONG SABTU, 06 MARET 2010 MAKALAH PENELITIAN TENTANG FERMENTASI PADA TAPE

SINGKONG KATA PENGANTAR Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang. Melalui makalah ini saya ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan. Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan saya di bidang ini. Diucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu, hingga selasai makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat. Cikampek, Maret 2010 Penulis, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape. Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol. 1.2. Permasalahan Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, permasalahn yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah proses fermentasi makanan itu?

fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. asam laktat.Kelebihan bahan makanan hasil fermentasi. Landasan Pembahasan Makalah . Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Bab III menguraikan proses penelitian perrmentasi makanan pada tape singkong.3.2. 2. Menjelaskan tujuan fermentasi makanan? 4. Secara umum.Pemanfaatan Fermentasi .4. tujuan penulisan. Metode Penulisan Karya tulis ini dibuat dengan menggunakan metode pustaka dan metode pengamatan. anggur dan minuman beralkohol lainnya. Bagaimana proses fermentasi pada tape? 3. Bab I memuat pendahuluan yang berisi latar belakang permasalahan.1. dapat dimanipulasi menjadi berbagai jenis makanan 2. dibandingkan makanan biasa yaitu muda dicerna. dan hidrogen. Teori – teori yang akan disajikan . Menyebutkan nama jamur yang menyebabkan fermentasi pada tape singkong? 1. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. 1. Mendeskripsikan pengertian fermentasi makanan dan menyebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya fermentasi makanan pada tape? 2. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). akan tetapi. Sistematika Penulisan Karya tulis ini tersusun dalam 4 bab.2. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan karya tulis ilmiah: 1. metode penulisan.6. Kegunaan Karya Tulis Ilmiah Hasil karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat berguna bagi sekjolah khususnya dalam proses belajar mengajar serta berguna bagi masyarakat umum. khususnya yang terjadi pada tape singkong dengan baik dan benar.5.Proses penelitian pada pembuatan tape singkong . Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. BAB II LANDASAN TEORI 2. Karya tulis ini juga dapat mengembangkan proses fermentasi makanan. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Apa kegunaan ragi dalam proses pembuatan tape singkong? 4. Ada berapa macam langkah-langkah dalam proses pembuatan tape singkong? 1. Mendeskripsikan langkah-langkah proses pembuatan tape singkong? 3. Pengertian Fermentasi Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Bab II landasan teori yang akan dibahas.3. Bab IV berisi kesimpulan hasil penelitian dan saran. 1.

(wadahnya kalo bisa disteril dulu biar ga ada bakteri yang bisa menghambat proses fermentasi). 2) Setelah dingin. kupas. yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. dihaluskan 3) daun pisang untuk alas (ga pake juga ga papa) 3. glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Persamaan Reaksi Kimia C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol) Dijabarkan sebagai Gula (glukosa. Dinginkan. atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP) Jalur biokimia yang terjadi. (Jangan kematangan ya karena nanti hasilnya jadi benyek). Melakukan pembuktian langsung dengan cara membuat tape singkong.2. Diamkan di tempat hangat selama 2-3 hari.Dengan adanya fermentasi. Proses Penelitian Proses penelitian adalah dengan terjun langsung membuktikan sendiri untuk membuat tape singkong: 1) Kukus singkong hingga matang. BAB III PROSES PENELITIAN 3.5 kg singkong. Alat dan Bahan 3. fruktosa.1. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. 3. Metoda Penelitian Penelitian biologi ini menggunakan metoda: 1. (kata mbak Rini. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan. 2.1. cuci bersih. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). potong menurut selera (mau dibiarkan utuh juga ga dilarang kok) 2) 1. kita dapat memanfaatkan keahlian khusus untuk menghasilkan produk dan jasa atau jasa organisme untuk mengelola bahan baku menjadi bahan yang berguna / bermanfaat misalnya dalam fermentasi pembuatan. tempe. seperti media informatika yang mendukung hasil penelitian pada proses pembuatan tape singkong. tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis. Meneliti hasil pembuktian/pecobaan 4.3. . sampai terlihat putih). 3) Taburi dengan ragi tape hingga rata. Melakukan wawancara 3. Bahan: 1) 1.1. Mengumpulkan data dari sumber lain. tata singkong dalam wadah bertutup yang telah dialasi daun pisang.5 butir ragi tape. Hasil Penelitian Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan.2.1. sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat. dan digunakan pada produksi makanan. Secara singkat. 3. Alat: 1) Pisau 2) Panic 3) Plastic 4) Ember 3. tahu. tape dll.4. 4) Tutup kembali dengan daun pisang lalu tutup dengan tutup wadahnya.

DAFTAR PUSTAKA Amien Muhammad. "Glikolisis aerobik" adalah metode yang dilakukan oleh sel otot untuk memproduksi energi intensitas rendah selama periode di mana oksigen berlimpah. 1985. Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna. 4. Pada keadaan rendah oksigen.blogspot.wikipedia.2. Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energi pada organisme purba sebelum oksigen berada pada konsentrasi tinggi di atmosfer seperti saat ini.com Maggy Themawidjaja. Produk fermentasi mengandung energi kimia yang tidak teroksidasi penuh tetapi tidak dapat mengalami metabolisme lebih jauh tanpa oksigen atau akseptor elektron lainnya (yang lebih highlyoxidized) sehingga cenderung dianggap produk sampah (buangan). Proses fermentasi pada makanan yang sering dilakukan adalah proses pembuatan tape. yoghurt. Jakarta: Erlangga. fermentasi asam laktat hanya mampu menyediakan energi selama 30 detik hingga 2 menit. di mana pirufat teroksidasi penuh menjadi karbon dioksida. Kecepatan menghasilkan ATP-nya 100 kali lebih cepat daripada oxidative phosphorylation. 2. Walaupun fermentasi sangat membantu dalam waktu pendek dan intensitas tinggi untuk bekerja. Bioteknologi. Sebaiknya para pemuda dinekali ilmu pengetahuan yang cukup supaya cepat diterapkan dalam setiap langkah kehidupannya masing-masing. dan tahu.BAB IV PENUTUP 4.com www. www. Pegangan Umum Bioteknologi 3. sehingga fermentasi merupakan bentuk purba dari produksi energi sel. Kita harus menyambut fermentasi dengan baik sehingga pemanfaatannya dapat kita rasakan dengan sendirinya. Sebagai contoh. mulai dari makanan sampai obat-obatan. makhluk bertulang belakang (vertebrata) menggunakan "glikolisis anaerobik" yang lebih cepat tetapi kurang effisisen untuk menghasilkan ATP. Kesimpulan Penelitian Pembuatan tempe dan tape (baik tape ketan maupun tape singkong atau peuyeum) adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ia tidak dapat bertahan dalam jangka waktu lama pada organisme aerobik yang kompleks. Saran 1. tempe.1. Konsekwensinya adalah bahwa produksi ATP dari fermentasi menjadi kurang effisien dibandingkan oxidative phosphorylation. 1990 .. Fermentasi menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa bila dibandingkan dengan 36 ATP yang dihasilkan respirasi aerobik. pada manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful