TUGAS TELAAH KURIKULUM II “ Sejarah Perkembangan Kurikulum Di Indonesia “

DISUSUN OLEH Siska Purnama Sari / A1F010032 Aang Parade / A1F010036 Nicky Wulan Ningmentari / A1F010012

DOSEN PENGAMPU Salastri Rohiat,M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2013

I. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. metode dan sarana dalam membentuk manusia-manusia yang mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Bagaimana prinsip-prinsip pengembangan kurikulum ? d. Apa itu kurikulum ? b. sarana maupun target yang akan dicapai. Karena pendidikan adalah sebuah aktifitas yang integral yang mencakup target. Dan apabila sebuah pendidikan tidak mengalami serta tidak menyebabkan suatu kemajuan atau menimbulkan kemunduran maka tidaklah dinamakan pendidikan.3 Tujuan a. Dan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan sebuah kurikulum. Bahkan pendidikan adalah sesuatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia. baik internal maupun eksternal demi terwujudnya kemajuan kemajuan yang lebih baik. yaitu bersifat maju. pemerintah berupaya melakukan berbagai reformasi dalam bidang pendidikan. Untuk mengetahui fungsi dilakukannya pengembangan kurikulum c. Bagaimana sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia ? I.1 Latar Belakang Pendidikan dalam peradaban anak manusia merupakan hal yang paling urgen. Untuk menganalisa sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia . Untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum d.2 Rumusan masalah a.BAB I PENDAHULUAN I. Karena hal ini merupakan satu sifat dan keistimewaan dari pendidikan. baik dalam bentuk metode. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan kurikulum b. Apa fungsi pengembangan kurikulum ? c. Semenjak manusia berinteraksi dengan aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. Secara paralel proses pendidikan pun mengalami kemajuan yang sangat pesat.

pengembangan staf. Kemudian. pengawasan dan . Bahkan Harold B. tetapi mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) yang dialami siswa dan memengaruhi perkembangan pribadinya. Istilah kurikulum pada dasarnya tidak hanya berbatas pada sejumlah mata pelajaran saja.BAB II PEMBAHASAN II. Alexander. Pendapat senada dan menguatkan pengertian tersebut dikemukakan oleh Saylor. dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga.1 Pengertian kurikulum Istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pada saat kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. pengadaan media dan sarana. di halaman sekolah maupun di luar sekolah. pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah. baik dalam ruangan kelas. isi. tetapi mencakup juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar kelas. Sehingga kurikulum tidak dibatasi pada kegiatan di dalam kelas.2 Fungsi Pengembangan Kurikulum Fungsi kurikulum identik dengan pengertian kurikulum itu sendiri yang berorientasi pada pengertian kurikulum dalam arti luas bagi pengembangan buku ajar. II. dan Lewis (1974) yang menganggap kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar. Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are providet for the students by the school). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiata pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

karena dengan kurikulum anak didik akan memperoleh manfaat. tujuan institusional. Sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada suatu tingkatan lembaga pendidikan tertentu dan untuk memungkinkan pencapain tujuan dari lembaga pendidikan tersebut. sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan (pendidikan). Anak didik diharapkan mendapat sejumlah . Dinamika perkembangan global. 3. ia juga mempunyai fungsifungsi lain sebagai berikut : 1. teknologi dan seni. kelas. Maka fungsi pengembangan kurikulum mempunyai arti sebagai berikut: a. Fungsi kurikulum Kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu persiapan bagi anak didik. Aturan agama. Sebagai batasan dari program pendidikan (bahan pengajaran) yang akan dijalankan pada satu semester. 5. Sebagai pedoman guru dalam menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar. b. di samping kurikulum bermanfaat bagi anak didik. tujuan-tujuan tersebut mesti dicapai secara bertingkat dan saling mendukung. Oleh karena itu pengembangan kurikulum perlu memperhatikan beberapa hal: 1. kedudukan kurikulum sangat krusial. Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan Di Indonesia. maupun pada tingkat pendidikan tersebut. tujuan kurikuler. ada empat tujuan pendidikan utama yang secara hierarkis dapat dikemukakan. 4. c. Dengan demikian fungsi kurikulum pada dasarnya adalah program kegiatan yang tercantum dalam kurikulum yang akan mempengaruhi atau menentukan pribadi siswa yang diinginkan. yaitu tujuan nasional.pengujian. 2. Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan. 2. Dalam aktivitas belajar mengajar. Namun. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan tujuan instruksional. sehingga kegiatan yang dilakukan guru dan siswa terarah kepada tujuan yang ditentukan. perkembangan ilmu pengetahuan. Tuntutan dunia kerja.

yaitu memperbaiki situasi belajar. Fungsi kurikulum bagi pendidik Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidik adalah sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasikan pengalaman belajar para anak didik dan pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan. Bantuan berupa pemikiran. Bantuan tersebut dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru mengenai masalah-masalah yang menyangkut anak-anak mereka. Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar. Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam menciptakan situasi untuk menunjang situasi belajar anak kearah yang lebih baik. e. agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti. pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan. materi dari orangtua atau masyarakat anak dapat melalui lembaga komite sekolah. d. Pertama. kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya.pengalaman baru yang di kemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak. Fungsi kurikulum bagi orang tua Bagi orang tua. Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervisi. c. b. 3. 6. Sebagai seorang administrator yang menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk pengembangan kurikulum pada masa mendatang. Fungsi kurikulum bagi kepala/pembina sekolah/madrasah Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat di atasnya Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua. Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam memberikan bantuan kepada guru atau pendidik agar dapat memperbaiki situasi mengajar. 5. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan para pembina lainnya adalah sebagai berikut : a. Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh sekolah pada tingkatan di atasnya dapat melakukan penyesuaian di dalam kurikulumnya hal-hal berikut : . 4.

materi atau pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Jika sebagian kurikulum sekolah bersangkutan telah diajarkan pada sekolah yang berada dibawahnya. Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah/madrasah Kurikulum suatu sekolah juga berfungsi bagi masyarakat dan pihak pemakai lulusan sekolah bersangkutan. isi dan proses belajar siswa yang tercakup dalam kurikulum dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. masyarakat sebagai pemakai lulusan. b. Relevansi internal ini menunjukkan keutuhan suatu kurikulum. Prinsip Relevansi Ada dua macam relavansi internal dan relevansi eksternal. strategi atau metode yang digunakan serta alat penilaian untuk melihat ketercapaian tujuan. isi. sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program tentang keterampilan-keterampilan ini kedalam kurikulumnya. Dengan mengetahui kurikulum suatu sekolah. b. dapat melaksanakan sekurang-kurangnya : a. Relevansi internal adalah bahwa setiap kurikulum harus memiliki keserasian antara komponen-komponennya. Kurikulum eksternal berkaitan dengan keserasian antara tujuan. perlu sekali sekolah tersebut memahami kurikulum sekolah yang berada dibawahnya itu. II. yaitu keserasian antara tujuan yang harus dicapai.a. Kedua.3 Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Ikut memberikan kritik dan saran konstruktif demi penyempurnaan program pendidikan disekolah. agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja. penyiapan tenaga baru. . Ikut memberikan kontribusi dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orangtua dan masyarakat. Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga pendidik bagi sekolah yag berada dibawahnya. Jika keterampilan-keterampilan tertentu yang diperlukan dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah yang berada dibawahnya. 7. sekolah dapat meninjau kembali perlu tidaknya bagian tersebut diajarkan.

Kedua. Perubahan kurikulum di dunia pendidikan Indonesia beserta tujuan yang ingin dicapai dapat diuraikan sebagai berikut: . 1952. Prinsip Kontinuitas Prinsip ini mengandung arti bahwa perlu dijaga saling keterkaitan dan berkesinambungan antara materi pada berbagai jenjang dan jenis program pendidikan. Terdapat dua efektifitas dalam suatu pengembangan kurikulum. Perubahan kurikulum tersebut tentu disertai dengan tujuan pendidikan yang berbeda-beda. serta biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. 1994. Perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. 4. yaitu Pancasila dan UUD 1945. 5. efektifitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. 1968. Prinsip Efisiensi Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga. ekonomi. Prinsip Efektifitas Prinsip efektifitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan tepat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab. dan yang sekarang 2006. Kurikulum yang kaku tidak fleksibel akan sulit diterapkan. Prinsip Fleksibelitas Kurikulum itu harus bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. efektifitas yang berhubungan dengan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di kelas. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. waktu dan suara. 1984. Pertama. yaitu pada tahun 1947.4 Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945.2. 1964. sosial budaya. II. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. 1975. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. 2004. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. 3. karena dalam setiap perubahan tersebut ada suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai untuk memajukan pendidikan nasional kita.

yang dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952. membaca. dan bermasyarakat. Ilmu Alam mengajarkan bagaimana proses kejadian sehari-hari. Mata pelajaran untuk tingkat Sekolah Rakyat ada 16. dan Madura diberikan bahasa daerah. pelajaran bahasa mengajarkan bagaimana cara bercakap-cakap. timbangan. Rencana Pelajaran 1947 bersifat politis. Oleh karena itu Rencana Pelajaran 1947 sering juga disebut kurikulum 1950. Menulis. Pekerjaan Tangan. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Ilmu Hayat. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran”. Menggambar. manfaat bes berani). daripada pendidikan pikiran. Didikan Budi Pekerti. Sunda. . Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. Berhitung. Pekerjaan Keputrian. misalnya mengapa lokomotif diisi air dan kayu. Pada perkembangannya. mengapa nelayan melaut pada malam hari. serta garis-garis besar pengajarannya. bagaimana mempergunakan berbagai perkakas sederhana (pompa. Bahasa Daerah. dan menyelidiki berbagai peristiwa sehari-hari. Kebersihan dan Kesehatan. Ilmu Bumi. dan Pendidikan Agama. dan menulis. Misalnya. hanya memuat dua hal pokok. Ilmu Alam. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. Seni Suara. Sejarah. Situasi perpolitikan dengan gejolak perang revolusi. Rencana Pelajaran 1947 lebih mengutamakan pendidikan watak. kesadaran bernegara. Daftar pelajarannya adalah Bahasa Indonesia. Ketika itu penyebutannya lebih populer menggunakan leer plan (rencana pelajaran) ketimbang istilah curriculum dalam bahasa Inggris. khusus di Jawa. baru diterapkan pada tahun 1950. yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya. perhatian terhadap kesenian. dan pendidikan jasmani. yang orientasi pendidikan dan pengajarannya ditujukan untuk kepentingan kolonialis Belanda. rencana pelajaran lebih dirinci lagi setiap pelajarannya. dan bagaimana menyambung kabel listrik. Pada awalnya pelajaran agama diberikan mulai kelas IV. Kurikulum 1947 Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan namanya Rencana Pelajaran 1947. maka Rencana Pelajaran 1947.1. yang tidak mau lagi melihat dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum Belanda. Garis-garis besar pengajaran pada saat itu menekankan pada cara guru mengajar dan cara murid mempelajari. Gerak Badan. namun sejak 1951 agama juga diajarkan sejak kelas 1. Susunan Rencana Pelajaran 1947 sangat sederhana.

dan moral. karya. menjelang tahun 1964. rasa. Fokusnya pada pengembangan daya cipta. seperti pertanian. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. rasa. keprigelan (keterampilan). kecerdasan. Kurikulum 1964 Usai tahun 1952. dan jasmani. Kurikulum 1968 . keprigelan (keterampilan). emosional/artistik. pertukangan. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Tujuannya agar anak tak mampu sekolah ke jenjang SMP. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral. dan perikanan. karsa. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. karya. dan moral (Pancawardhana). Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. emosional/artistik. karsa. Kurikulum 1952 Setelah Rentjana Pelajaran 1947. pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Di penghujung era Presiden Soekarno.Pada masa itu juga dibentuk Kelas Masyarakat yaitu sekolah khusus bagi lulusan SR 6 tahun yang tidak melanjutkan ke SMP. kecerdasan. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan seharihari. 3. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Kelas masyarakat mengajarkan keterampilan. muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. 4. bisa langsung bekerja. dan jasmaniah. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta. 2. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral.

yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. Metode. W. budi pekerti. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. rudal dan roket sangat sedikit. kuat. dan sehat jasmani. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. materi pelajaran. Teori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930. moral. tujuan instruksional khusus (TIK). Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. materi. kegiatan belajar-mengajar. Model pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi. dan keyakinan beragama. yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu. Kurikulum 1975 banyak dikritik. dimana Gestalt menengaskan bahwa latihan hafal adalah sangat penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa. dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Pada tahun ini pengajaran matematika modern resminya dimulai. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. dan evaluasi. Dari segi tujuan pendidikan. dan kecakapan khusus. yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Di Amerika Serikat perasaan adanya kekurangan orang-orang yang mampu menangani senjata. alat pelajaran. agar pendidikan lebih efisien dan efektif.Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. pengetahuan dasar. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan. 5. . Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”. mendorong munculnya pembaharuan pembelajaran matematika.

h. Kurikulum 1984 ini berorientasi kepada tujuan instruksional. Menggunakan bahasa yang lebih tepat. pembelajaran kurang menekankan pada pengertian. memecahkan masalah dan teknik diskusi. kurang merangsang anak untuk ingin tahu. Membuat topik-topik dan pendekatan baru. tapi faktor tujuan tetap penting. pembelajaran menggunakan meode menemukan. mendiskusikan. dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya hetrogen. b. Muncullah kurikulum 1975 dimana matematika saat itu mempunyai karakteristik sebagai berikut : a. hingga melaporkan. Program matematika sekolah dasar dan sekolah menengah lebih kontinyu. 6. Pengajaran matematika lebih hidup dan menarik. c. Meski mengutamakan pendekatan proses. penulisan lambang bilangan non desimal. e. Berbagai kelemahan seolah nampak jelas. Pusat pengajaran pada murid tidak pada guru. dan lain sebagainya. sistem numerasi kuno. g. Metode i. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”.Dua hal tersebut di atas memperngaruhi perkembangan pembelajaran matematika di Indonesia. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. mengelompokkan. kurang adanya kontinuitas. Ditambah lagi masyarakat dihadapkan pada kemajuan teknologi. Programnya f. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Pembelajaran lebih menekankan pembelajaran bermakna dan berpengertian dari pada hafalan dan ketrampilan berhitung. statistik dan probabilitas. d. Akhirnya Pemerintah merancang program pembelajaran yang dapat menutupi kelemanahn-kelemahan tersebut. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar- . Pengenalan penekanan pembelajaran pada struktur. Topik-topik baru yang muncul adalah himpunan. relasi. Dari mengamati sesuatu.

Kurikulum 1994 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. Di dalam negeri. Pembelajaran matematika pada era 1980-an merupakan gerakan revolusi matematika. Dalam buku paket harus dimasukkan kegiatan yang menggunakan kalkulator dan computer c. Dalam kurikulum ini siswa di sekolah dasar diberi materi aritmatika sosial. 2 tahun 1989 tentang . Langkah-langkah agar pelaksanaan kurikulum berhasil adalah melakukan hal-hal sebagai berikut : a. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. Perkembangan matematika di luar negeri tersebut berpengaruh terhadap matematika dalam negeri. Oleh karena itu. adanya sarat materi. Jepang. yaitu kurikulum tahun 1984. Pengajaran matematika ditandai oleh beberapa hal yaitu adanya kemajuan teknologi muthakir seperti kalkulator dan komputer. Pengevaluasian hasil pembelajaran e. seperti Jerman barat. adanya perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di satu pihak dan pelaksana sekolah serta kebutuhan lapangan dipihak lain. Guru supaya meningkatkan profesinalisme b. belum sesuainya materi kurikulum dengan tarap kemampuan anak didik. CBSA (cara belajar siswa aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum tersebut. Alasan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut antara lain. Korea. Prinsip CBSA di pelihara terus 7. sementara untuk siswa sekolah menengah atas diberi materi baru seperti komputer. Sinkronisasi dan kesinambungan pembelajaran dari sekolah dasar dan sekolah lanjutan d. dan Taiwan. Dan. Hal lain yang menjadi perhatian dalam kurikulum tersebut.benar fungsional dan efektif. tahun 1984 pemerintah melaunching kurikulum baru. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah dari segi teknologi. Revolusi ini diawali oleh kekhawatiran negara maju yang akan disusul oleh negara-negara terbelakang saat itu.

Rusia. . Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan. Keprihatinan tersebut diperparah dengan kondisi lulusan yang kurang siap dalam kancah kehidupan. Para lulusan kurang mampu dalam menyelesaikan problem-problem kehidupan dan lain sebagainya. Dalam kurikulm tahun 1994. Tahun 90-an kegiatan olimpiade matematika internasional begitu marak. dan Belanda. Intinya pembelajaran matematika saat itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal kontekstual yang berkaitan dengan materi. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. struktur materi sudah disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.Sistem Pendidikan Nasional. Indonesia tidak ketinggalan dalam pentas olimpiade tersebut namun jarang mendulang medali. Saat itu Yugoslavia menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade. materi keahlian seperti komputer semakin mendalam. Kurikulum 2004 (KBK) Kurikukum 2004 ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sampai tahun 1977 saja sudah 19 kali diselenggarakan olimpiade matematika internasional. Soal cerita menjadi sajian menarik disetiap akhir pokok bahasan. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas. 8. model-model pembelajaran matematika kehidupan disajikan dalam berbagai pokok bahasan. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Inggris. Lahirlah kurikulum tahun 1994. Hongaria. hal ini diberikan dengan pertimbangan agar siswa mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari. Dengan dasar inilah pemerintah berusaha mengembangkan kurikulum baru yang mampu membekali siswa berkaitan dengan problem-solving kehidupan. dan yang berhasil mendulang medali adalah Amerika.

eksplorasi. 9. perbedaan. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya. intuisi. dan penemuan dengan mengembangkan divergen. Hal ini . Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran. Kurikulum 2006 (KTSP) Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). konsistensi dan inkonsistensi b.Competency Based Education is education geared toward preparing indivisuals to perform identified competencies (Scharg dalam Hamalik. Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: 1. Tujuan yang ingin dicapai menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Secara khusus model pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain. menunjukkankesamaan. a. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. c. orisinil. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. grafik. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah d. rasa ingin tahu. dalam menjelaskan gagasan. 2000: 89). Mengembangkan kemapuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. eksperimen. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. 2. catatan. Tahun 2004 pemerintah melaunching kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. diagram. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi. membuat prediksi dan dugaan. serta mencoba-coba. muncullah KTSP.

standar kompetensi lulusan (SKL).disebabkan karangka dasar (KD). . Jadi pengambangan perangkat pembelajaran. seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

kelas. b. daripada pendidikan pikiran. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiata pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan bermasyarakat.BAB III PENUTUP III. Prinsip Fleksibelitas 3. maupun pada tingkat pendidikan tersebut. c. Perubahan kurikulum di dunia pendidikan Indonesia beserta tujuan yang ingin dicapai dapat diuraikan sebagai berikut: 1.1 Kesimpulan Dari pemaparan makalah diatas. Sebagai pedoman guru dalam menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar. Kurikulum 1952 . Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. Prinsip Relevansi 2. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : a. yaitu 1. Prinsip Kontinuitas 4. sehingga kegiatan yang dilakukan guru dan siswa terarah kepada tujuan yang ditentukan. 3. 2. Prinsip Efektifitas 5. Sebagai batasan dari program pendidikan (bahan pengajaran) yang akan dijalankan pada satu semester. 2. isi. Kurikulum 1947 Rencana Pelajaran 1947 lebih mengutamakan pendidikan watak. Sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada suatu tingkatan lembaga pendidikan tertentu dan untuk memungkinkan pencapain tujuan dari lembaga pendidikan tersebut. Prinsip Efisiensi d. kesadaran bernegara. Fungsi pengembangan kurikulum mempunyai arti sebagai berikut: 1.

5. Kurikulum 1968 Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Kurikulum 1994 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. pengetahuan dasar. . 6. rasa. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. 7. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. karsa. dan moral. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan. karya. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. dan kecakapan khusus.Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. Kurikulum 1964 Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. 3. 4. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Kurikulum 1984 ini berorientasi kepada tujuan instruksional.

Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.8.2 Saran . Kurikulum 2006 (KTSP) Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 9. III. Kurikulum 2004 (KBK) Kurikukum 2004 ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik . 2010. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Abdullah. 2011. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Pengembangan Kurikulum.DAFTAR PUSTAKA Idi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . 2007. Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press Muslich. Kurikulum dan Pengembangan. 2007. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Murniati. Jogjakarta: ArRuzz Media Mulyasa. Masnur. Masnur. Jakarta: Bumi Aksara TIM Pengembangan MKDP. 2011. Andi. Jakarta: Bumi Aksara Muslich. Jakarta: Rajawali Press . Jakarta: Bumi Aksara Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. 2007. 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful