Si 3. Ir. Ir.Pt Diterbitkan oleh: BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN JAMBI Jl.com Tahun: 2007 BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN 2007 .M. Marlina Susy Rangkuti 4.MANAJEMEN PENGELOLAAN PENGGEMUKAN SAPI POTONG BROSUR: MANAJEMEN PENGELOLAAN PENGGEMUKAN SAPI POTONG Penanggung Jawab : Dr. Ahmad Yusri. M. S.Si 2.Pi.Si Redaksi Pelaksana dan Design Sampul : Endang Susilawati. Ir. S.40174/7553525 Fax: 0741 . Samarinda Paal Lima Kotabaru Jambi Kotak Pos 118 Jambi 36128 Telepon: 074 1 . Ir. Bambang Prayudi (Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi) Oleh : Syafrial Endang Susilawati Bustami Dewan Redaksi Ketua : Drs. Linda Yanti. Heri Sandra. M. Suharyon Anggota : 1.40413 E-mail: bptp_jambi@yahoo.

.. dan tatalaksana pemeliharaan ternak.......……............. Dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak sapi yang dipelihara petani diperlukan dukungan teknologi tepat guna yang meliputi pemilihan bibit....... VI................. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua..... MANAJEMEN PENGGEMUKAN . DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...........KATA PENGANTAR Ternak ruminansia khususnya sapi potong mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan di Provinsi Jambi.... Akhirnya kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam penyusunan dan penerbitan brosur ini.................... VII............. penyediaan kandang...... September 2007 Kepala Balai.. II.......... pakan......... Bambang Prayudi Nip..... MANAJEMEN PENGELOLAAN KANDANG ..... ANALISA USAHATANI ..... MANAJEMEN PENGELOLAAN PAKAN. Keadaan ini didukung oleh semakin meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk daging dan potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan hijauan pakan ternak. Jambi. IV................………........ Untuk maksud tersebut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi menerbitkan Brosur / Petunjuk Teknis sebagai materi penyuluhan dengan judul “Manajemen Pengelolaan Penggemukan Sapi Potong”... DAFTAR PUSTAKA ............ VIII......... 080 037 725 i ii ........... Dr......... petugas dan petani peternak dalam usaha pengembangan ternak sapi potong di daerah ini.………………………. PENDAHULUAN ………………………………… MANAJEMEN BIBIT (BAKALAN) ......……… V.. MANAJEMEN KESEHATAN TERNAK..... DAFTAR GAMBAR …………………………………… I....… i ii iii 1 3 6 9 16 20 25 26 III. DAFTAR ISI ... Diharapkan brosur ini dapat bermanfaat bagi para penyuluh....…………....

...... Hal ini terbukti dengan semakin banyak diminati masyarakat baik dari kalangan peternak kecil. menanggulangi populasi ternak sapi yang menurun akibat pemotongan dan dapat menghindari pemotongan sapi betina umur produktif........................................ rumput gajah............. Sapi bakalan jenis sapi Bali siap untuk digemukkan ............. Dalam usaha penggemukan sapi potong.......................... 7....... Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat peternakan yang mempunyai prospek yang cerah 13 15 18 19 untuk dikembangkan dimasa depan.. 2............................... Penggemukan sapi pada dasarnya adalah mendayagunakan potensi genetik ternak untuk mendapatkan pertumbuhan bobot badan yang efisien dengan memanfaatkan input pakan serta sarana produksi lainnya...........DAFTAR GAMBAR Seiring dengan I............... selain dapat memperbaiki kualitas daging dan menaikkan harga jual ternak........ 5................................................. baik dari segi jumlah maupun mutunya............... menengah maupun swasta atau komersial......... Pemotongan/defoliasi .. PENDAHULUAN laju pertambahan penduduk dan semakin No...... Tujuan dari penggemukan ternak sapi adalah untuk meningkatkan produksi daging persatuan ekor... Ternak sapi yang diberikan pakan tambahan (konsentrat) akan memberikan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat 9.... 8. Rumput Setaria . 4........ sehingga menghasilkan nilai tambah usaha yang ekonomis. Usaha penggemukan sapi sistem kereman di Desa Tangkit Kecamatan Kumpeh ulu Kabupaten Muaro Jambi 3.... Kebun hijauan pakan ternak dengan sistem 3 strata yang terdiri dari: rumput setaria.......................... meningkatkan jumlah penawaran daging secara efisien tanpa memotong sapi lebih banyak.... membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat mengakibatkan permintaan konsumen terhadap komoditas hasil ternak khususnya daging dari tahun ke tahun cendrung meningkat pula..... 10...................... Rumput Raja .................................. Rumput Mexico ............... pohon lamtoro dan kacang tanah.......... Kandang tipe tunggal .. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut telah terjadi pemasukan ternak sapi potong dari luar daerah ke Provinsi Jambi setiap tahun juga menunjukkan peningkatan........................................................ juga dapat meningkatkan iii 1 ......... 6............... Kandang tipe ganda ..... Gambar Halaman 4 7 10 11 11 11 1.......

Peranakan Onggole (PO) dan sapi Madura.nilai tambah dari pupuk kandang yang dihasilkan ternak sapi. terdapat beberapa hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian dari peternak dalam pengelolaan usaha penggemukan sapi potong.5 tahun) mempunyai tekstur daging yang lebih halus. Penyediaan kandang. Pemilihan bakalan untuk tujuan penggemukan harus memperhatikan : 1.Ternak sapi bakalan yang lebih muda (umur 1 – 2. Pemilihan bibit/bakalan. karena cepat pertumbuhannya. 5. MANAJEMEN BIBIT (BAKALAN) Keterampilan dalam memilih bibit (sapi bakalan) merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam suatu usaha penggemukan sapi potong. Artinya.Sapi kebiri juga baik untuk digemukkan. Beberapa jenis sapi unggul lokal yang dijadikan ternak potong adalah sapi Bali. 2. Simenthal. dan warna lemak daging yang lebih muda sehingga menghasilkan 2 3 . baik sapi unggul lokal maupun jenis sapi impor atau persilangan. Jenis Kelamin . 2. II. Untuk memperoleh hasil yang optimal. sedangkan untuk jenis sapi unggul impor adalah sapi Brahman. Pakan dan cara pemberiannya.Sapi sebaiknya berjenis kelamin jantan. Onggole dan Brangus. 4. 3.Sapi sebaiknya dipilih yang masih muda. 3. Pengendalian dan pencegahan penyakit. pupuk kandang yang diproduksikan pada waktu penggemukan itu dapat lebih ditingkatkan nilai ekonomisnya. Umur . Hal ini disebabkan sapi jantan pertumbuhannya lebih cepat dibanding sapi betina. . Disamping itu juga untuk mencegah pemotongan ternak betina produktif. Bangsa Sapi Bangsa sapi yang digunakan untuk penggemukan sebaiknya dipilih bangsa sapi yang mempunyai produktivitas tinggi atau jenis unggul. yaitu : 1. karena pertumbuhannya lebih cepat dibanding sapi berumur tua. . kandungan lemak yang lebih rendah. Sistem penggemukan.

dalam. . . Kalau birahi terdeteksi pada pagi hari maka perkawinan dilakukan pada sore hari. . Tanda-tanda Umum Sapi Potong Yang Baik . Memperoleh perbaikan mutu bibit sapi potong dapat dilakukan melalui kombinasi kawin alam dituntun (hand mating) dan inseminasi buatan (IB).Bulu mengkilat dan tidak kaku. . dari samping tampak berbentuk segi empat.daging dengan keempukan yang lebih baik dibandingkan sapi tua (umur diatas 2.Berpenampilan tenang. Deteksi masa birahi perlu menjadi perhatian utama agar perkawinan dapat memberikan hasil yang optimal.Bentuk kepala.Pilihlah sapi jantan yang keadaan phisiknya tidak terlalu kurus.Semakin berat bobot badan awal sapi (pada umur yang sama). 5.Kepala pendek dan mulut lebar.5 tahun.Dada depan lebar. tanduk dan kaki kelihatan lebih besar (khusus sapi Bali) tidak seperti kepala rusa. leher dan bahu lebar.5 tahun). Pelaksanaan kawin alam dan inseminasi buatan hendaknya melibatkan dinas/instansi terkait. dan menonjol ke depan. . bulat. Kondisi Awal . 4. hal ini juga tergantung dari kondisi ternak sapi. Jika birahi terdeteksi pada sore hari maka perkawinan dilakukan esok paginya. Gambar 1. Untuk perkawinan secara alami harus disediakan pejantan di lokasi setempat. . tetapi kondisi tubuh secara umum harus sehat.5 – 2.5 tahun. Sinkronisasi birahi ternak dapat dilakukan dalam kondisi yang memungkinkan. .Tidak cacat. Sapi Bakalan jenis sapi Bali siap untuk digemukkan 4 5 .Badan panjang. .Umur sapi yang baik/ideal untuk digemukkan berkisar antara 1 – 2.Kaki pendek.semakin cepat pertumbuhannya. Namun menurut pengalaman beberapa peternak di lapangan untuk penggemukan sapi Bali sebaiknya digunakan sapi yang berumur 1. .

Kecamatan Kumpehulu Kabupaten Muaro jambi 6 7 . baik berupa pakan dan air minum disediakan oleh peternak secara tak terbatas. 5. Lama penggemukan berkisar 4 – 10 bulan. Untuk meningkatkan palatabilitas/nafsu makan perlu diberikan perangsang nafsu makan dan vitamin. Pada awal masa penggemukan. Hal ini tergantung dari kondisi awal dan bobot sapi yang digemukkan. 2. ternak sapi terlebih dahulu diberikan obat cacing. Cara penggemukan sapi potong sistem kereman dilakukan dengan teknologi pemeliharaan sebagai berikut : 1. umur dan kondisi sapi yang akan digemukkan. Cara penggemukan sapi yang paling efisien adalah penggemuka n sapi yang dikurung di dalam kandang atau lazim disebut sistem kereman. Penggemukan dengan cara ini disamping dapat meningkatkan nilai jual sapi juga akan memberikan nilai tambah terhadap kotoran ternak atau pupuk kandang yang dihasilkan. Sapi dipelihara dalam kandang terus menerus dan tidak digembalakan. Ternak sapi hanya sewaktu-waktu dikeluarkan. Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem penggemuka n pada ternak sapi adalah teknik pemberian pakan/ ransum. 4. Di luar negeri. Cara penggemukan sistem ini mengutamakan pemberian pakan berupa campuran rumput. dan kombinasi keduanya. Usaha penggemukan sapi sistem kereman di Desa Tangkit. 6. yakni pada saat membersihkan kandang dan memandikan ternak sapi. Usaha pemeliharaan sapi sistem kereman telah banyak dilakukan oleh para petani di Provinsi Jambi terutama pada daerah-daerah yang mempunyai ketersediaan hijauan yang cukup dan dekat dengan pasar. Gambar 2. leguminosa dan makanan penguat. Sapi penggemukan tidak untuk dijadikan tenaga kerja. sedangkan di Indonesia dikenal dengan sistem kereman atau sistem paron (Timor). hal ini bertujuan agar makanan yang dikonsumsi sepenuhnya diubah menjadi daging dan lemak sehingga pertumbuhan bobot badan meningkat secara cepat.III. penggemukan sapi dikenal dengan sistem pasture fattening. dry lot fattening. 7. Semua kebutuhan ternak. MANAJEMEN PENGGEMUKAN 3. serta lama penggemukan. luas lahan yang tersedia.

Jenis Pakan Ternak 1. bercendawan). sedangkan hijauan pakan unggul berupa daun-daunan adalah leguminosa (kacang-kacangan seperti centro. suatu hal yang sangat penting juga diperhatikan oleh peternak dalam usaha penggemukan sapi potong adalah pemasaran. rumput mexico dan lain-lain. karbohidrat.Hendaknya cukup mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh yaitu : protein. vitamin dan mineral. . Beberapa contoh hijauan pakan unggul berupa rumput yang dapat dibudidayakan adalah rumput gajah. rumput setaria. rumput lokal dan leguminosa. lamtoro/petai cina dan gamal). Hasil sampingan tanaman pertanian yang bisa 8 9 .Sebaiknya tidak mengandung benda-benda yang bersuhu rendah (misalnya embun pagi hari yang dapat menyebabkan sakit kembung/kejang perut pada ternak). Pakan Hijauan Bahan pakan utama ternak sapi penggemukan adalah dalam bentuk hijauan yaitu berasal dari rumput unggul. . . siratro.Disamping hal yang berhubungan dengan aspek teknologi. IV. Dengan demikian diperlukan pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantítas maupun kualitasnya. Di propinsi Jambi biasanya harga komoditas ternak sapi cendrung meningkat (lebih tinggi) pada harihari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.Tidak boleh dalam keadaan rusak (busuk. rumput raja. Untuk itu peternak harus memperhitungkan kapan saat memulai dan menjual ternak sapi penggemukan. .Disukai ternak (palatabilitas tinggi).Bersih dan tidak tercemari kotoran atau bibit penyakit. lemak. Syarat Pakan Ternak . MANAJEMEN PENGELOLAAN PAKAN Tujuan pemberian pakan dalam suatu usaha penggemukan sapi potong adalah untuk memperoleh pertambahan bobot badan secara maksimal.

sebaiknya ditanam pada awal musim hujan. pols (sobekan rumpun) dan stek batang dengan jarak 40 – 60 cm. Rumput Setaria 10 11 . Panen (pemotongan/defoliasi) pertama dilakukan saat berumur ± 2 bulan. pucuk jagung muda dan lain-lain. tumbuh membentuk rumpun setinggi 60 – 150 cm bahkan lebih. Tumbuh baik pada dataran tinggi sampai rendah. kacang kedele.5 bulan dengan tinggi pemotongan 10 – 15 cm dari permukaan tanah. Dapat diperbanyak dengan biji. Berdaun lebat dan sistem perakarannya luas sehingga relatif tahan kering. Gambar 3. Gambar 6. Rumput Raja Hijauan pakan unggul berupa rumput potong:: Umumnya berumur panjang. Pemotongan/defoliasi Gambar 4. Rumput Mexico Gambar 5. Pemotongan berikutnya dilakukan setiap 1.dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi adalah brangkasan kacang tanah.

Sehingga pemberian rumput lapangan saja sudah tidak memungkinkan lagi mengingat ketersediaannya sangat dipengaruhi musim serta semakin terbatasnya padang strata yang dimaksud adalah:  Strata .2 : Terdiri dari tanaman hortikultura/tanaman pangan  Strata . Andropogon gayamus. Selama ini pohon lamtoro dimanfaatkan sebagai tanaman pagar.yang ditujukan untuk menyediakan pakan sepanjang tahun. tanaman pelindung.5 – 1 m. . Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 3 kali pemotongan dengan takaran yang sama. Lamtoro dipanen setelah berumur 6 – 9 bulan dengan cara pemangkasan. Setaria Sp dan lain-lain)  Strata . pohon lamtoro dan kacang tanah. Susunan 3 Pemupukan awal pada saat pengolahan tanah dengan dosis 10 ton pupuk kandang. penggembalaan. gamal) selain untuk pakan pada musim kemarau panjang. lamtoro. rumput gajah. kebun hijauan pakan ternak dengan sistem 3 strata yang terdiri dari : rumput setaria. waru. Pada penggemukan sapi secara kereman dimana ternak dikandangkan terus menerus sangat memerlukan ketersediaan hijauan dalam jumlah cukup dan memiliki nilai gizi yang baik. Sebagai alternatif penyediaan pakan hijauan sepanjang tahun dianjurkan dengan menanam hijauan pakan ternak dengan sistem 3 (tiga) strata. Panicum maxcimum. Daun lamtoro dapat diberikan 40 % dari hijauan pakan dan dalam pemberiannya dicampur dengan hijauan lain. disamping itu nilai gizi rumput lapangan yang sangat rendah. kayu bakar.1 : Terdiri dari tanaman rumput potong (rumput gajah (Pennisetum purpureum). 12 13 . tanaman tersebut juga dapat digunakan sebagai tanaman pelindung dan pagar kebun maupun kayu bakar.3 : Terdiri dari legum pohon (sengon. Sistem tiga strata merupakan suatu pola tanam hijauan pakan ternak Gambar 7. Lamtoro dapat ditanam dengan jarak 0. Sedangkan urea diberikan pada saat tanaman berumur 2 minggu sebanyak 50 kg/ha. 50 kg KCl dan 50 kg TSP per hektar. pupuk hijauan dan pencegah erosi serta daunnya dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan bagi ternak yang diberikan dalam bentuk segar.

Gambar 8. Pemberian Pakan Pakan yang diberikan pada ternak sapi penggemukan diarahkan untuk mencapai pertambahan bobot badan yang setinggi-tingginya dalam waktu relatif singkat. Pakan Penguat (Konsentrat) Konsentrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk melengkapi kekurangan gizi dari hijauan pakan ternak. Dari berbagai hasil penelitian beberapa formulasi pakan konsentrat yang dapat diberikan pada penggemukan sapi potong diantaranya adalah : a. Campuran 2 bagian dedak + 1 bagian bungkil kelapa + 1 bagian jagung. Campuran 70 % dedak padi dan 30 % bungkil kelapa. sedangkan pakan konsentrat diberikan pagi hari sebelum pemberian hijauan. Lamtoro. Kebutuhan air minum bagi sapi sebanyak 20 – 40 liter/ekor/hari. Siratro yang memiliki nilai gizi tinggi 2.00 siang dan pukul 17. namun sebaiknya diberikan secara ad libitum (tidak terbatas). 12. Bahan pakan konsentrat yang dapat diberikan pada ternak sapi antara lain : dedak padi. Selanjutnya ditambahkan tepung tulang dan garam dapur sebanyak 1 – 2 % kedalam campuran pakan tersebut.Pemberian pakan hijauan pada ternak dapat dilaksanakan dengan memberikan rumput jenis unggul seperti rumput raja (King Grass). Pakan hijauan diberikan pada sapi sebanyak 10 – 12 % dan pakan konsentrat 1 – 2 % dari bobot badan ternak. Cara penyajian pakan hijauan pada ternak sebaiknya dicincang pendek-pendek agar lebih mudah dikonsumsi. b. Ketersediaan air minum untuk ternak sapi adalah hal yang tidak kalah penting diperhatikan. c. ampas tahu. Campuran 70 % dedak padi + 25 % bungkil kelapa + 5 % jagung giling. ampas kecap. Turi. siang 2 bagian. bungkil kelapa. rumput benggala. dan lain-lain.00 pagi. Pemberian hijauan dapat dilakukan 3 kali sehari yakni pada pukul 08. Untuk itu pemberian pakan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan ternak baik dari segi kuantitas maupun nilai gizinya. rumput gajah. dan sore sebanyak 3 bagian). Ternak sapi yang diberikan pakan tambahan (konsentrat) akan memberikan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat 14 15 . Atau mencampurkannya dengan tanaman leguminosa seperti Gamal (Glyricidia). jagung giling. Kaliandra. rumput mexico dan lain-lain. Campuran bahan pakan konsentrat yang diberikan pada ternak sangat tergantung kepada harga dan ketersediaan bahan pakan di sekitar lokasi usaha penggemukan ternak sapi. Kemudian hasil cincangan rumput dibagi menjadi 6 bagian (untuk pagi 1 bagian. kemudian ditambahkan dengan 0. kemudian ditambahkan 1 % tepung tulang dan garam dapur.5 % tepung tulang dan 1 % garam dapur.00 sore hari. setaria. bungkil kacang tanah.

Jumlah ruangan kandang dapat diperbanyak dan diperluas sesuai dengan jumlah ternak yang dipelihara. genteng.25 meter. dan lai-lain. Peralatan lain seperti sapu. sehingga sedikit miring agar air kencing dan kotoran sapi mudah dibersihkan. 5. Kandang harus berada di lokasi yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya. kecuali sisi depan dibuat lebih rendah agar memudahkan dalam pemberian makanan/air minum. beri alas jerami kering atau daunan kering lainnya. MANAJEMEN PENGELOLAAN KANDANG Fungsi Kandang Penyediaan kandang untuk sapi yang digemukkan dimaksudkan sebagai tempat bernaung terhadap cuaca dan untuk membatasi ruang gerak agar penimbunan daging dan lemak cepat terjadi serta pertambahan bobot badan lebih cepat.5 meter . 6. . Persyaratan Kandang 1. Usahakan lokasi kandang dekat dengan sumber air. Ventilasi kandang cukup baik. . Bahan Bangunan Kandang . rumbia.Tempat pakan dari papan atau semen. 4. sedangkan tempat minum berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm tiap ekor ternak.V. . bambu atau bahan lain yang kuat. . .Tempat makanan berukuran 60 cm x 80 cm x 40 cm. untuk menyerap air kencing dan kotoran. Dibelakang kandang dibuatkan lobang untuk menampung kotoran ternak.Dinding kandang dibuat setinggi bahu (kaki depan) dari lantai kandang. untuk menghindari genangan air pada saat musim penghujan. 16 17 .Tiang dari kayu atau bambu. Kegunaan alas ini agar sapi tidak kotor. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. 3. Peralatan Kandang Kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum.Untuk seekor ternak sapi diperlukan kandang dengan ukuran ± 2 x 1. .5 meter. . Bahan bangunan kandang terbuat dari kayu.Tinggi atap kandang bagian depan 4 meter dan bagian belakang 3 meter. cangkul dan sekop untuk membersihkan kandang. Alas Kandang Untuk lantai dari tanah yang dipadatkan.Atap dapat terbuat dari ijuk. 4. 2. 3.Lantai kandang pada bagian depan setinggi 30 cm dan bagian belakang 20 cm. setinggi ± 1. 2. Letak kandang terpisah dari rumah dengan jarak lebih dari 10 meter. Konstruksi Kandang 1. Ukuran Kandang . dibuat rapat setinggi bahu sapi dengan ketinggian dari permukaan tanah sekitar 0.Dinding dari papan atau anyaman bambu.

kandang tipe tunggal 2. Tipe Ganda : terdiri dari dua baris sapi yang saling ber hadapan atau bertolak belakang. Kandang tipe ini cocok untuk menggemukkan sapi dengan jumlah besar (lebih 5 ekor). Gambar 10.5 meter sebagai jalan untuk memberi makanan/air minum dan membersihkan kandang. Tipe Tunggal : terdiri dari satu baris sapi dengan posisi kepala satu arah yang cocok digunakan untuk menggemukan sapi sebanyak 1 – 5 ekor.Tipe Kandang Dalam sistem penggemukan sapi dikenal beberapa bentuk kandang antara lain tipe kandang tunggal (individual) dan tipe kandang ganda. diantara kedua barisan sapi dibatasi atau dibuat gang selebar 1. 18 19 . 1. kandang tipe ganda Gambar 9.

sulit bernafas dan nafas kedengaran ngorok . 2.Melalui pakan. memandikan sapi. . disuntikkan ke dalam otot daging.Kematian terjadi sekitar 12 – 36 jam kemudian setelah gejala sakit. Ternak sapi perlu diberi obat cacing dan vitamin B kompleks serta kebersihan lingkungan.Hanya dilakukan oleh petugas peternakan. disuntikkan ke dalam otot daging.Terjadi radang paru-paru. Memeriksa kesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk.Kontak langsung antara ternak sakit dengan yang sehat. Dalam kondisi normal. b. minuman. Penanganan kesehatan ternak diarahkan juga pada kesehatan reproduksi. . Penyebab : Bakteri Pasteurella Multocida Penularan : . Pada kulit Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan guna mencegah timbulnya penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian. pernafasan atau serangga penghisap darah (lalat. Penyakit Radang Limpa (Anthraks) Penyebab : Baksilus Anthraksis Penularan : . serangga dan alat-alat yang tercemar bibit penyakit. 20 .Kotoran encer. demikian pula pada selaput lendir lidah dan terjadi pembengkakan pada daerah leher.Serum kebal dosis 100 – 150 cc subkutan . 21 .Streptomisin dosis 20 mg/kg berat badan. Bebarapa jenis penyakit yang sering menyerang ternak sapi antara lain : 1.Melalui pakan. Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah: Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya. Mengusahakan lantai kandang selalu kering. minuman. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan pengobatan.Sulfadimin 2 gr/15 kg berat badan. tungau.Demam tinggi.Kontak langsung antara ternak sakit dengan ternak yang masih sehat. anus dan vulva. sapi mendapatkan obat parasit saluran pencernaan dan vitamin pada awal pemeliharaan. dan kesehatan secara umum. dll).VI. terkadang bercampur darah. . Penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica). Pada paru-paru dan usus . . . Pengobatan : . Selaput lendir usus/perut asam bewarna merah tua. termasuk Terjadi pembengkakan pada bagian kepala bewarna merah atau kebiru-biruan. MANAJEMEN KESEHATAN TERNAK Gejala Penyakit : a.

Campurkan 5 gram sevin dalam 1 botol minyak kelapa kemudian disemprotkan. penyemprotan dengan insektisida (obat penghapus hama) 22 4. . badan lemah dan gemetar. 23 . . Penyakit Ke mbung Perut (Tymphani) Penyebab : . . . . alat kelamin dan daging penuh dengan bisul. atau pakan hijauan yang terlampau basah atau memakan hijauan terlalu banyak.Beri semprotan Azuntol.Streptomisin dosis 10 gr selama 5 hari berturut-turut/intra muskuler.Bulu rontok dan gatal.Beri pakan bergizi.Pengobatan secara tradisional juga dapat menggunakan oli bekas dicampur belerang. Pengobatan : .Dilarang memotong ternak berpenyakit anthraks.Vaksinasi anthraks setahun sekali.Terjadi proses fermentasi yang terlampau cepat dalam perut atau karena banyaknya hijauan yang dicerna akan membentuk dan menimbun gas yang cukup banyak. Pengobatan : . anus. terkadang bercampur darah. .Tekanan gas yang terlalu kuat dapat menyebabkan pernafasan hewan tertekan dan perut menjadi kembung.Terdapat kerak diatas bulu yang gatal tersebut. Tanda-tanda : .Gejala Penyakit : Demam tinggi. kerok pada kulit dan bersihkan dengan air panas kuku.Keluar darah hitam kental seperti ter dari semua lobang tubuh (telinga.Ternak yang sakit diasingkan.Warna kulitnya merah atau terdapat luka-luka karena digigit pada waktu gatal.Sapi yang terlampau banyak memakan kacang-kacangan (legume) yang tak mudah dicerna. Kotoran encer.Asingkan ternak yang sakit dari kelompok. .Ternak mati harus dikubur sedalam 2 meter atau dibakar. . Pembengkakan di leher. Skabies (Kudis) Penyebab : Sarcoptes (jenis tungau) Penularan : Kontak langsung antara ternak sakit dengan sehat. . hidung. lalu dioleskan . Campuran ini dapat digunakan untuk 2 ekor sapi selama 2 minggu . .Antiserum dosis 100 – 150 ml/subkutan. mandikan.Cukur bulu pada luka. . Pencegahan : . 3.Ternak dimandikan dan disikat. . 1 gram campur dalam 1 liter air. pori-pori kulit dlsb). Pencegahan : Sanitasi kandang. .

..000 Rp.Lama penggemukan 6 bulan.000 Total : Rp...910....000 Rp.Secara tradisional dapat menggunakan minyak sayur 0.Untuk mengeluarkan gas biasanya diberikan minyak nabati dan diberikan antibiotika (Pennisilin). . B.Jika sudah berbaring susah untuk berdiri kembali.. ...Penjualan sapi = (0.....Obat-obatan ..... 100. ANALISA USAHATANI A.… Rp.... 180......Biaya pembuatan kandang untuk 5 ekor sapi untuk masa pakai 5 tahun = Rp. ... .... .Harga jual sapi penggemukan Rp..... 160..400..Sesak nafas.Nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali .. . bisa menimbulkan kematian.Jangan memberikan legume basah terlalu banyak... Rp. Disamping itu juga bisa menggunakan minuman yang mengandung alkohol.. ... Pengeluaran : ..5 gelas (100 ml) dicampur dengan air hangat... 1......Cara lain adalah dengan menggunakan stomach tube... 1.890....... 8..Penjualan kotoran sapi/pupuk kandang = 5 ekor x 5 kg x 180 hr x Rp. Keuntungan : .. lalu diminumkan.000 Rp.... .. 25..... Rp...000/kg berat hidup.. Total : ..Rata-rata berat awal sapi bakalan 180 kg..000 Rp..Jangan membiarkan sapi yang sedang tumbuh menjadi lapar..Pemasukan ……………………………. Pencegahan/Pengobatan : ...... apabila tidak berhasil gunakan trocar.Sapi gelisah.. ... 1. Pemasukan : ....604..... 25..000 Rp. .Pengeluaran …………………………… Keuntungan 5 ekor selama 6 bulan : Keuntungan 1 ekor selama 6 bulan : Rp.. VII.Beri makanan kasar seperti jerami kering atau hay.000.000 Rp...350... .65 kg... 1....Pakan penguat 10 kg x Rp.....Gejala : . yang ditusukkan pada lambung sebelah kiri.. .000/kg berat hidup.. Rp. 1.....Pembelian sapi bakalan = 5 ekor x 180 kg x Rp......Pakan hijauan = 5 ekor x 25 kg x 180 hr x Rp.000 Rp.Harga pakan tambahan (penguat) Rp.000.000 24 25 ..Harga pembelian sapi bakalan Rp....... 150. 16..000 D. .16... 17...000 1.. ..020.... 675..890.800....000/kg.Lambung sapi bagian kiri membesar. 17. 14...000 C..600.000 x 180 hr .Jumlah sapi yang digemukkan 5 ekor..Rata-rata pertambahan berat badan harian 0..... Asumsi : ....65 kg x 180 hr) + 180 kg x 5 ekor x Rp.000/10........... 25..…. ......235......... .. 17. ... ..910..000 .. 17. .

Penggemukan Sapi. Susilawati dan Supracoyo. 1996. Zubir. Penggemukan Sapi Secara Kereman. Siregar. Hijauan Makanan Ternak. Laporan Hasil Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.B. Sistem Usahatani Penggemukan Sapi Potong. Departeme n Pertanian. Syafrial. Anonim. Suparman. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 26 . Susilawati. 2003.DAFTAR PUSTAKA Anonim. E. Departemen Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. Anonim. 1999. Departemen Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. A. Laporan Hasil Pengkajian Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Laporan Tahunan. Jakarta. Penggemukan Sapi Potong dengan Menggunakan Probiotik Starbio. Kajian Formulasi Pakan Lokal Untuk Penggemukan Sapi Potong. 2001. Yusri. Balai Penelitian Ternak. Penebar Swadaya. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. A. 2005. Direktorat Bina Produksi. S. 1999. Yusri dan E. Direktorat Jenderal Peternakan. 1999. 1994. Syafrial. Budidaya Ternak Sapi Potong. Departemen Pertanian. Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful