MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING Disusun Untuk Keperawatan yang Memenuhi Tugas Mata

kuliah Riset diampu oleh Bapak M.Sahli,SKM

Oleh : ARSYAD ROSYADI KELAS IIC PROGAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN [FIKES] UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN [UNSIQ] JAWA TENGAH DI WONOSOBO

KATA PENGANTAR Teriring do’a dan restu atsa kehadirat allah swt dan kruniannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini meskipun masih memiliki banyak kekurangan. Sesungguhnya maha besar allah dengan segala kesempurnaanya. Maha suci allah yang telah mengutus seorang rasul yang guna menyempurnakan akhlakul karimah. Oleh itu shalawat dan salam atas junjungan nabi besar Muhammad SAW kami kirimkan diaman beliau telah menyeru kepada yang merasa ummat beliau untuk menuntut ilmu. Beliau juga merupakan revolusioner sejati, dimana beliau merubah peradaban yang penuh dengan kejahiliaan menuju peradabaan yang mahiriah,diantaranya menuntut ilmu. Makalah yang kami sajikan bukanlah makalah yang penuh dengan kesempurnaan,karena yang membuat makalh ini juga masih jauh dari kesempurnaan makalah selanjutnya. Kami berharap makalah ini bermanfaat bagi semua orng yang membaca dan membutuhkannya ’Tiada gading yang tak retak”, begitulah kata pepatah yang

mengungkapkan bahwa di dalam makalah inipun mungkin ada hal-hal yang perlu direvisi atau diperbaiki. Sekiranya terdapat kekurangan, diharapkan para pembaca untuk memberikan saran yang bersifat membangun untuk kelangsungan penyempurnaan makalah selanjutnya.

Jakarta, April 2013

penyusun

2

..........................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... Latar Belakang .......................4 B......... Populasi...............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN i ii A...... Tujuan dan Manfaat .................... Metodologi Penulisan ........ Sampel..16 3 ......................................................................................................................................................8 C............13 BAB III KESIMPULAN .....2 C............................................3 BAB II PEMBAHASAN A..........................3 E........................................1 B.......................................2 D................. Perumusan masalah ....................... Sistematika Penulisan ........................................................................... Teknik Sampling.............................

4 .

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Bahkan satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas. sampel dan teknik sampling. misalnya gaya bicara. Teknik ini meliputi simple random sampling. tetapi juga benda-benda alam yang lain. tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Apabila populasi besar. dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area 5 .BAB I PENDAHULUAN A. proportionate stratified random sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. tenaga dan waktu. kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari. disiplin. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling. pribadi. Apa yang dipelajari dari sampel itu. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul representatif (dapat mewakili). hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana. karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik. dan lain-lain. Oleh karena itu. maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. tulisan ini akan membahas mengenai populasi. sampel dan teknis sampling sering kali kita dengar. Populasi bukan hanya orang. namun terkadang istilah-istilah ini ada yang tidak dipahami betul. hobi. Latar Belakang Istilah populasi. obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Tabel yang digunakan adalah tabel Krejcie dan Nomogram Harry King. maka peluang keselahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan populasi. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan teknik sampling? 6. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). Teknik ini terdiri sampling sistematis. Untuk pengertian dan penjelasan lebih lanjut mengenai probability sampling. . Apakah pengertian sampel? 4. Menguraikan pengertian populasi dan sampel 6 . Selain itu juga diberikan cara menentukan ukuran sampel yang sangat praktis yaitu dengan menggunakan tabel dan nomogram. non probability samplingserta cara menentukan ukuran sampel akan dibahas pada tulisan khusus mengenai Teknik Pengambilan Sampling. Apakah alasan penelitian menggunakan sampel? 5. sampling kuota. sampling purposive. B. Sedangkan non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Apakah jenis-jenis populasi? 3.sampling). sampling aksidental. Apa pengertian populasi? 2. Tujuan Pembuatan Makalah 1. Apa saja teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian? C. sampling jenuh dan snowball sampling. dimana jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Terdapat dua rumus yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian. Menentukan ukuran sampel merupakan bagian dari teknik sampling. Dengan kedua cara tersebut tidak perlu dilakukan perhitungan yang rumit.

E. Metodologi Penulisan Penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan. yakni mendapatkan sumber informasi yang berasal dari media cetak berupa buku. yakni: BAB I : PENDAHULUAN A. Populasi B. Metodologi Penulisan E. bab II dan bab III. Menjelaskan teknik-teknik pengambilan sampel D. Menjelaskan alas an penelitian menggunakan sampel 4. Memaparkan jenis-jenis populasi 3. Latar Belakang B. Sistematika Penulisan BAB II : PEMBAHASAN A.2. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari 3 bab. yakni bab I. Tujuan D. Berikut ini merupakan sistematika penulisan yang digunakan. Sampel C. Teknik Sampling BAB III : KESIMPULAN 7 . Perumusan Masalah C. Menguraikan pengertian teknik sampling 5.

media belajar. dll. atau lembaga seperti sekolah. kantor. kelompok besar tersebut bisa terdiri atas orang seperti guru. tetapi hanya dengan meneliti kelompok kecil dalam daerah yang lebih sempit . atau organisasi seperti komite sekolah.direktorat. PT. 2010).1 1 Nana Syaodih Sukmadinata. jurusan. Remaja Rosdakarya. dinas. organisasi guru. asosiasi profesi. siswa. Populasi Penelitian pendidikan dan kurikulum seperti halnya penelitian-penelitian bidang lainnya di tujukan untuk memperoleh kesimpulan tentang kelompok yang besar dalam lingkup wilayah yang luas. 250 8 . dsb. dsb. hal.BAB II PEMBAHASAN A. Lingkup wilayah bisa mencakup seluruh wilayah Negara. atau bisa juga benda-benda seperti bangunan sekolah. Kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian kita di sebut populasi.. dsb. dewan sekolah. fasilitas belajar. fakultas. satu propinsi ataupunsuatu kota atau kabupaten. kepala sekolah. Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung.. buku-buku.

Margono (2004). nilai tes. PT. tumbuh-tumbuhan. hal. atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian (Hadari Nawawi. Menurut Drs. bukan manusianya. Populasi umum penelitian mungkin seluruh guru SMA negeri di Jawa Barat. populasi berhubungan dengan data. Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. 118 3 Mahmud. rata-rata simpangan. 2011). benda-benda. S.2 Pengertian lain. Data yang di gunakan dalam penelitian (bahan penelitian). simpangan baku sebagai parameter populasi. maka populasinyapun berubah. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung. 154 9 . bentengan. variansi. seperti guru Matematika. Hasil penelitian kita tidak berlaku bagi guru-guru di luar IPA SMA negeri. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta. jika nilainya berubah. hal. CV Pustaka Setia. maka banyaknya atau ukuran populasi akan sama banyaknya dengan ukuran manusia. Margono (2004). PPKN. Populasi target adalah populasi yang menjadi sasaran keberlakuan kesimpulan penelitian kita. Margono.3 Menurut Drs. Parameter suatu populasi adalah tetap nilainya. Jadi. Bahasa Inggris. Populasi memiliki parameter yakni besaran terukur yang menunjukkan ciri populasi tersebut. 2004). 1993:141). tetapi populasi targetnya adalah seluruh guru IPA SMA negeri di Jawa Barat. Jika manusia memberikan suatu data. dll. dapat berupa populasi (universe) atau sampel. S.Dalam penelitian. Rineka Cipta. menyebutkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia. hewan. populasi ini di bedakan antara populasi secara umum dengan populasi target “target population”. populasi dapat di bedakan sebagai berikut: 2 S. gejala-gejala. Besaran-besaran yang kita kenal antara lain: rata-rata.

Kemudian agar hasil penelitian berlaku juga bagi populasi yang lebih luas. Dalam keadaan seperti itu jumlahnya tidak dapat di hitung. sehingga tidak dapat di nyatakan dalan bentuk jumlah secara kuantitatif. dahulu. yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat di nyatakan dengan tegas. program S1. b. dan yang akan menjadi guru. populasi dapat di bedakan ke dalam hal berikut ini: a. sekarang. yakni populasi yang tidak dapat di temukan batas-batasnya. yakni sejumlah populasi yang batas-batasnya di tetapkan secara kualitatif.000 orang guru SMA pada awal tahun 1985. dll. Selain itu. Misalnya guru di Indonesia. jalur tesis. b. yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama. hanya dapat di gambarkan suatu jumlah objek secara kualitas dengan karakteristik yang bersifat umum yaitu orang-orang. Misalnya 5. berumur 25 tahun sampai 40 tahun. maka di tetapka terdiri dari guru. lulusan program strata 1. Di samping itu persoalan populasi bagi suatu penelitian harus di bedakan ke dalam sifat berikut ini: a. dan lain-lain. Populasi ini di sebut juga parameter. Misalnya. Misalnya. seorang dokter yang akan melihat golongan 10 . yakni populasi yang memiliki batas kuantitatif secara jelas karena memiliki karakteristik yang terbatas.a. Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga. Populasi teoritis (Theoritical Population). sehingga tidak perlu di persoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Populasi yang tersedia (Accessible population). Populasi yang bersifat homogen. yang berarti harus dihitung jumlahnya sejak guru pertama ada sampai sekarang dan yang akan datang. Populasi terbatas atau populasi terhingga. dengan karakteristik: masa kerja 2 tahun. guru sebanyak 250 di kota Bandung terdiri dari guru yang memiliki karakteristik yang telah di tetapkan dalam populasi teoritis.000.

Meskipun banyak anggotanya terbatas jumlahnya seperti jumlah mobil di Jakarta.darah seseorang. Apabila unsur ketelitian dan kecermatan ini harus di prioritaskan maka harus di gunakan metode sensus. di mana keduanya sebenarnya dapat di hitung namun karena hal itu sulit di lakukan maka di anggap tidak terbatas. Populasi yang bersifat heterogen. memakan waktu yang lama serta relatif mahal. Metode penarikan/ pengambil data dengan jelas mengawali/ melibatkan seluruh anggota populasi di sebut sensus. b. Untuk ketelitian Suatu penelitian sering meminta ketelitian dan kecermatan yang tinggi. yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi. hal ini di sebabkan karena: a. 11 . b. sehingga memerlukan data-data yang besar jumlahnya. maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Penelitian di bidang sosial yang objeknya manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia menghadapi populasi yang heterogen. Dokter itu tidak perlu mengambil satu botol darah. Sumber bersifat heterogen Apabila mengahadapi sumber informasi yang bersifat heterogen di mana sifat dan karakteristik masing-masing sumber sulit untuk di bedakan maka lebih baik di gunakan metode sensus. namun tetap melakukan sensus. Seorang peneliti meskipun mengetahui bahwa metode sensus ini akan banyak memerlukan pemikiran. karena baik setetes maupun satu botol hasilnya akan sama saja. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. jumlah mahasiswa di Universitas Islam Negeri Jakarta. sehingga perlu di tetapkan batas-batasnya.

88 12 . waktu dan ukuran).Karena populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian. maka jika seseorang meneliti semua elemen ia harus meneliti semua populasi. penelitian dengan cara sensus lebih baik daripada sampling sebab cara sensus lebih mempresentasikan populasinya. 2. 2009). Metodologi Penelitian Penelitian (Ciputat. jenis. hal. Cara sensus yang baik di lakukan bila sesuai dengan hal-hal berikut: 1. dll. sempit. sensus ekonomi. pada penelitian kelas atau penilaian diri bagi para pembuat kebijakan bagi lingkungan kantor. B. Penelitian bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi sehingga harus meneliti sebagian saja dari populasi. sebentar maka cara sensus tepat di terapkan. Masalah sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut ini : a. pada hal-hal tertentu cara sampling bisa lebih efektif dan efisien daripada cara sensus. Misalnya. Islamic Research Publishing. sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. 4 Nuraida Halid Alkaf.4 Pada dasarnya. Misalnya. Tingkat presisi karakteristik subjek penelitian sangat diutamakan (seperti jumlah. Penelitian populasi di lakukan dengan cara sensus. Sampel Sampel adalah sebagian dari populasi. pada kegiatan sensus penduduk. Meskipun demikian. seperti yang di kemukakan di atas. Ukuran populasi sangat kecil Bila jumlah populasi sedikit.

lebih cepat. Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil –hasil kepenelitiannya. pada dasarnya bersifat konseptual. Percobaan yang sifatnya merusak Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena dapat merusak atau merugikan. dalam hal ini. Semakin besar jumlah objek. d. dan kesimpulan diinginkan dengan segera. Sehubungan dengan hal itu. Masalah biaya Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya objek yang diselidiki. sampling ialah satu cara untuk mengurangi biaya.tidak praktis untuk mengumpulkan data dari populasi 50 juta murid sekolah dasar yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia misalnya. b. Masalah waktu Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada penelitian populasi. Adapun alasan-alasan penelitian dilakukan dengan mempergunakan sampel beikut ini a. maka semakin besar biaya yang diperlukan. dalam arti menegakkan kesimpulan –kesimpulan kepada objek. c. apabila waktu yang tersedia terbatas. Karena itu sama sekali tidak mungkin mengumpulkan data dari populasi seperti itu. tidak mungkin mengeluarkan semua darah dari tubuh seseorang pasien yang akan 13 . gejala atau kejadian yang lebih luas. Misalnya.demikian juga dalam populasi terbatas (terhingga) yang jumlahnya sangat besar . Ukuran populasi Dalam hal populasi tak terbatas (tak terhingga) beruppa parameter yang jumlahnya tidak diketahui dengan pasti. maka penelitian sampel.b. lebih –lebih bila objek itu tersebar diwilayah yang cukup luas. Oleh karena itu.

pencatatan. Untuk menghindarkan itu semua. mengenai penetapan besar kecilnya sample tidaklah ada suatu ketetapan yang mutlak.dianalisis keadaan darahnya. suatu hal yang perlu diperhatikan adalaha keadaan homogenitas dan heterogenitas populasi. Masalah ketelitian Adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat dipertanggung jawabkan. artinya tidak ada suatu ketentuan berapa persen suatu sample harus diambil.5 e. juga tidak mungkin mencoba seluruh neon untuk diuji kekuatannya. Masalah ekonomis Pertanyaan yang harus selalu diajukan oleh seseorang penelitian. 1975:159-161). meliputi pengumpulan. ( Hadari Nawawi. hal.1923: 146-148). dan analisis data. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta. mengapa harus dilakukan penelitian? Dengan kata lain penelitian sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada penelitian populasi (sudjana. maka pertimbanagna pengambilan sample harus memperhatikan hal : 1. 2. PT. jumlah sample hampir-hampir tidak menjadi persoalan. Besarnya populasi dalam tiap kategori. Selanjutnya. Karena itu penelitian harus dilakukan hanya pada sampel. Harus diselidiki kategori-kategori heterogenitas.waktu. Ketelitian . apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya .dalam hal ini. jika keadaan populasi heterogen. RINEKA CIPTA. 2004). 5 S. Margono. Penelitian terhadap populasi belum tentu ketelitian terselengar. 121-124 14 . sebaliknya. Boleh jadi peneliti akan menjadi bosan dlam melaksanakan tugasnya. dan tenaga yang telah dikeluarkan? Jika tidak.penelitian terhadap sampel memungkinkan ketelitian dalam suatu penelitian. f. Jika keadaan populasi homogen.

Satu nasihat yang perlu diingat.Karena itu informasi tentang populasi perlu dikejar seberapa jauh dapat diusahakan. Perhitungan: F = 50.125 15 . bahwa penetapan jumlah sampel yang kelewat banyak selalu lebih baik dari pada kurang (oversampling is always better than undersampling).5 % atau P = 0. Namun demikian ada cara untuk memperoleh sample minimal yang harus diselidiki dengan menggunakan rumus: n ≥ pq z / 2a b 12 keterangan : n ≥ P q z1/2 b = jumlah sampel = sama dengan atau lebih besar = proporsi populasi persentase kelompok pertama = proporsi sisa di dalam populasi =derajat koefisien konfidensi pada 99% 95 % = persentase perkiraan kemungkinan membuat kekeliruan dalam menentukan sampel.000 orang. Bebrapa sampel yang perlu diselidki dalam rangka mengunggkapkan hambatan penanaman disiplin disekolah di wilayah masingmasing. Contoh : Jika diketahui jumlah populasi guru SMA lulusan D3 di jateng adalah 400.000 X 100 % = 12.000 orang. Diantara mereka yang tinggal didaerah pedesaan (luar kota) sebanyak 50.

740.875 2.02 n > 1.05 Dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut : n ≥ 0.02.96 0. Dari contoh itu. 1998).125 X 0.125 X 0. Demikian juga ukuran sampel dapat diperbesar lagi dengan memperkecil perkiraan persentase kemungkinaan membuat kesalahan dalam penarikan sampel. Metode penelitian pendidikan II (Bandung.125 = 0. 6 Haryono. hal.96 (pada derajat konfidensi 99% atau 0. Jika penenelitian kurang puas dengan jumlah sampel minimal itu.400.05 dibulatkan 169 orang.875 1.05 2 n < 168.740 orang.875 Z 1/2= 1.05) B = 5 % atau 0.21 dibulatkan 1. maka dapat dilakukan peningkatan jumlah sampel dengan meningkatkan jumlah sampel dengan sebesar 2.000 q = 1.00 -0.58 0. maka sample minimum menjadi :6 n ≥ 0. misalnya sebesar 2% atau b = 0.58. 195-197 16 .

25)uku Ran sampel yang harus diselidiki : 2 2 n ≥ 0. dan kejadian-kejadian yang diselidiki. semua gejala. melainkan hanya sebagian saja dari objek gejala atau kejadian yang dimaksudkan.25 1. Pada umumnya masalah sampling timbul apabila penelitian bermaksud untuk : 1. Mengadakan generalisasi berarti mengesahkan kesimpulan-kesimpulan kepada objek-objek. gejala-gejala.Apabila proporsi di dalam populasi yang tersedia tidak diketahui maka variasi p dan q dapat mengganti dengan harga maksimum. ia tidak boleh berprestensi bahwa suatu sample jika telah ditetapkan dengan caracara tertentu dapat menjadi cermin yang sempurna bagi populasi artinya ia tidak 17 . dari hasil-hasil. yakni (0. 2.96 0. artinya yang menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal walaupun mewakili sample bukan merupakan duplikat dari populasi. Mereduksi objek penyelidikannya. Sample yang baik adalah sampel yang memiliki populasi atau yang representatif.50 = 0.05 n ≥ 384. penyelidikannya. Karena suatu alasan kerapkali seorang penyelidik tidak menyelidiki semua objek. Ingin mengadakan generalisasi .karena itu . Mahasiswa yang baru belajr metodelogi penelitian di tingkat awal harus menyadari betul bahwa sample bukan merupakan duplikat populasi . semua kejadian atau peristiwa.50 X 0.

seperti pengadilan. Oleh sebab itu. kantor kelurahan.boleh meyakini bahwa sample tidak mengalami kesesatan walaupun pengambilannya sudah menggunakan metode-metode statistik tertentu. Daerah generalisasi Yang pentinga disini adalah menentukan dahulu luas populasinnya sebagai daerah generalisasi. Penegasan ini sangat penting bila menginginkan adanya valliditas dan reabilitas bagi penelitiannya. 2. dan sebagainnya. haruslah diteliti kembali apakah informasi tersebut telah menunjukkan validitasnya (kesahihan) . Meskipun demikia. haruslah ditentukan terlebih dahulu luas dan sifat-sifat populasi. kantor P & K. Misalnya. dan memberikan batas-batas yang tegas. sensus penduduk dokumen-dokumen yang disusun oleh instansi-instansi dan organisasi-organisasi. 3. Sumber-sumber informasi tentang populasi Untuk mengetahui ciri-ciri populasinya secara terperinci dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tentang populasi tersebut. Hal itu perlu karena jangan sampai terjadi data tahun 1954 masih dipakai sebagia sumber untuk tahun 1965. jangan diperluas sampai kelas-kelas lainnya apalagi menyimpulkan untuk sekolah-sekolah lain”. kemudian menetapkan sampelnya. Petunjuk –petunjuk untuk mengambil sampel : 1.yaitu menetapkan populasilah yang lebih dahulu baru kemudian sampelnya. Di sampling itu. Pengesahan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya Bila luas populasinya telah ditetapkan . yang penting adalah : “ kalau yang diselidiki hanya satu kelas saja. harus segera diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinnya. Jangan terjadi kebalikannya. selanjutnya barulah menentukan sampelnya sebagai daerah penelitiannya. misalnya bila tahun 1954 tercatat jumlah anak rata-rata dalam seiap 18 . kepolisian.

Biased sampling adalah pengambilan sampel yang tidak dari seluruh populasi. tetapi hanya dari salah satu golongan populasi saja. dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. C. Teknik Sampling Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya. memang tidak ada ketentuan yang pasti. Margono.7 Random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Secara umum. ataupun hanya yang melarst ? miskin saja. yaitu sampel yang tidak mewakili populasi atau disebut juga dengan sample yang menyeleweng. (Jakarta.126 19 . Menetapkan besar kecilnya sampel Mengenai berapa besar kecilnya sampel yang harus diambil untuk sebuah penelitian. Dengan sendiriny akan mengakibatkan adaanya kesimpulan yang menyeleweng atau disebut biased conclusion. Artinya jika 7 S.keluarga 4 orang. Rineka Cipta. Contoh : misalnya mengadakan penelitian tentang penghasilan rata-rata orang indonesia hanya diambil sample yang kaya raya saja. 5. Menetapkan teknik sampling Dalam masalah sampel . tetapi generalisasinya dikenakan kepada seluruh populasi. maka pada tahun 1965 jumlah anak rata-rata mungkin tidak seperti itu (4 orang). Pengambilan sampel yang menyeleweng disebut : biased sampling. Metodologi Penelitian Pendidikan. 2004) Hal. 4. sampel acak atau random sampling / probability sampling dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. ada yang disebut biased sampel . ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu.

terdapat beberapa tingkatan kelas. penelitian dilakukan terhadap populasi pelajar SMU di suatu kota. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. 3. Teknik ini tidak pilih-pilih dan didasarkan atas prinsip-prinsip matematis yang telah diuji dalam praktek. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling. kemudian tiap strata diwakili sampel penelitian. tidak dipilih. Untuk itu random tidak dilakukan secara langsung pada semua pelajar. A. Jika tingkatan dalam populasi diperhatikan. setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel. Misalnya. Misalnya sekolah. 2. 1. 20 . Cluster Sampling atau Sampel Gugus Teknik ini digunakan jika populasi tidak terdiri dari individu-individu. Probability/Random Sampling Teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi. sedangkan yang lainnya. karena jauh. baik secara individu maupun kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Simple Random Sampling atau Sampel Acak Sederhana Teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti. melainkan terdiri dari kelompok atau cluster. mula-mula harus dipastikan strata yang ada.elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25. Stratified Random Sampling atau Sampel Acak Distratifikasikan Teknik ini biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. artinya kemungkinannya 0 (nol). tetapi pada sekolah/kelas sebagai kelompok atau cluster.

Convenience Sampling atau sampel yang dipilih dengan pertimbangan kemudahan Dalam memilih sampel. Pustaka Setia. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Oleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling – tidak disengaja – atau juga captive sample (man-on-the-street). Jadi. 1. Purposive Sampling Sesuai dengan namanya. hasilnya ternyata kurang obyektif. Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Metodologi Penelitian Pendidikan II (Bandung. Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan. Quota Sampling 8 Drs. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.8 3. yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai “information rich”. 2. 1998) Hal.Amirul Hadi..B. Misalnya.198 21 . Nonprobability/Nonrandom Sampling atau Sampel Tidak Acak Seperti telah diuraikan sebelumnya. jenis sampel ini tidak dipilih secara acak. maka kepala sekolah merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi. Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya. untuk memperoleh data tentang bagaimana keadaan atau karakteristik suatu sekolah.

Misalnya. pengumpulan data dihentikan. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi. Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu. Systematic Sampling atau Sampel Sistematis Jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random. lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel. Islamic Research Publishing. dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. yang bisa dijadikan sampel. 4. Pengumpulan data dilakukan langsung oada unit sampling. Area Sampling atau Sampel Wilayah 9 Nuraida Halid Alkaf. Snowball Sampling – Sampel Bola Salju Teknik ini adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Teknik ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis. Setelah jatah terpenuhi. Metodologi Pendidikan (Tangerang. namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja.9 Misalnya. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu pada setiap kelompok. 5. kemudian membesar.Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional. 6. Soal “keberapa”-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. 2009) Hal. setiap unsur populasi yang keenam. cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang “keberapa”. dan seterusnya adalah 25. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. kedua.90 22 . Dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklassifikasikan dalam beberapa kelompok. Ibarat bola salju yang menggelindingyang lama-lama menjadi besar.

Misalnya. dalam penelitian pendidikan kita mengadakan penelitian acak terhadap wilayah-wilayah pendidikan dari suatu populasi atau kabupaten. 23 . kemudian terhadap sekolah-sekolah.Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah. lalu kelas-kelas dan akhirnya para siswa.

Masalah waktu 4. f. Ukuran populasi 2. d. Masalah ketelitian 6. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi. Masalah ekonomis e. Nonprobability/Nonrandom Sampling atau Sampel Tidak Acak 24 . Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya. sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Jenis-jenis populasi: populasi umum dan populasi target c. Adapun alasan penelitian menggunakan sampel adalah: 1. dapat ditarik kesimpulan bahwa: a. Teknik-teknik yang di gunakan dalam pengambilan sampel 1. Masalah biaya 3. b. Percobaan yang sifatnya merusak 5. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab II. Probability/Random Sampling 2. dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.BAB III PENUTUP A.

Bandung: Pustaka Setia. Halid Nuraida. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung: PT. Sukmadinata. Bandung: PT. Amirul. Metode Penelitian Pendidikan. Margono. Metode penelitian pendidikan II. 2004. 2009. Nana. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan II. RINEKA CIPTA. Ciputat: Islamic Research publishing. Jakarta: PT. Hadi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Haryono. 2011. Remaja Rosdakarya. S. Metodologi Penelitian Penelitian. 25 .DAFTAR PUSTAKA Alkaf. Mahmud. 2010. Bandung: CV Pustaka Setia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful