P. 1
Proposal Ptk Pai Smp

Proposal Ptk Pai Smp

|Views: 5,022|Likes:
Published by Mohammad Khoirudin

More info:

Published by: Mohammad Khoirudin on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

” MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHINDARI PERILAKU TERCELA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 6 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2010 2011 ”
(Diajukan untuk Kegiatan Kompetitif Individual Penelitian Tindakan Kelas Puslitbang Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Tahun 2010 )

Oleh : WAHYU, S.Ag., M.Pd.I Guru PAI SMP Negeri 6

SURABAYA JAWA TIMUR

OKTOBER 2010
HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Judul Penelitian

:

Meningkatkan

Kemampuan

Menghindari

Perilaku Tercela Melalui Model Pembelajaran OME-AKE Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2010-2011 2. Identitas Guru a. Nama Lengkap dan Gelar b. Jenis Kelamin c. Pangkat dan Golongan d. NIP e. Pendidikan Terakhir f. Mengajar pada SMPN : Wahyu, S.Ag., M.Pd.I : Laki-laki : Pembina / IV a : 196801202000031002 : S 2 PAI 2002 : SMP Negeri 6 Surabaya

3. Lama Penelitian

: 2 (dua) bulan (Jadwal Penelitian, terlampir). : Rp. 7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) (Rancangan Anggaran Biaya, terlampir).

4. Biaya yang diperlukan

Mengetahui/Menyetujui Kepala Sekolah,

Guru Pendidikan Agama Islam,

Drs. H. IDRIS, M.Pd., M.Si NIP. 19590916 198103 1 009

WAHYU, S.Ag., M.Pd.I NIP. 19680120 200003 1 002

ii A. Judul Penelitian Meningkatkan Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela Melalui Model Pembelajaran OME-AKE Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2010-2011.

B. Bidang Kajian Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada aspek Akhlak dengan materi pembelajaran Menghindari Perilaku Tercela Kelas VIII SMP, bidang kajian model pembelajaran OME-AKE.

C. Pendahuluan Kemampuan menghindari perilaku tercela sebagai bagian dari aspek Pendidikan Agama Islam (PAI), telah dimulai sejak Sekolah Dasar (SD). Siswa SD kelas VI mulai diarahkan pada penguasaan kemampuan menghindari perilaku tercela dengan materi pembelajaran menghindari perilaku dengki dan bohong. Pada tahap ini siswa dipandang layak untuk menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela, walaupun pada taraf pengenalan melalui kisah Abu Lahab, Abu Jahal, dan Musailamah Al Kadzab.

1 Berdasarkan uraian di atas, maka siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) seharusnya sudah mampu menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela, karena bekal ke arah itu sudah diperoleh siswa ketika di SD. Kenyataannya di SMP Negeri 6 Surabaya tidaklah demikian. Pada kelas VII A semester genap tahun pelajaran 2009-2010 dari 30 siswa, hanya 18

Pembelajaran yang . minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. guru PAI di SMP perlu melakukan tindakan kongkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. antara lain. strategi dan metode pembelajaran yang belum variatif serta rendahnya perharian orang tua siswa terhadap pembelajaran PAI. inspiratif. menyenangkan. sedangkan sisanya 12 atau 40% siswa masih kurang memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. 2 Setelah ditelusuri ternyata pembelajaran PAI menghadapi beberapa kendala. guru kurang mampu mengembangkan keterampilan mengajar yang dapat menarik perhatian siswa dan merangsang siswa untuk belajar. maka proses pembelajaran harus interaktif. Hal ini dapat tercipta jika guru menguasai beberapa model pembelajaran baik teoritis maupun praktis. pengembangan pendekatan. kelemahan pembelajaran PAI lebih disebabkan oleh faktor guru. alokasi waktu yang tersedia belum memadai untuk muatan materi yang begitu padat dan penting. Kondisi demikian harus segera diatasi.atau 60% siswa yang memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 (Permendiknas 41/2007) tentang Standar Proses. sebab jika dibiarkan ketidakmampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela akan berlanjut pada saat mereka di Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan di Perguruan Tinggi (PT). Tanpa menyalahkan guru PAI di SD. Dari beberapa kendala tersebut.

inkuiri.. 4 . Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. Komunikasi dan Evaluasi. berorientasi masyarakat. dkk. Eksplorasi. namun model ini juga dapat dikembangkan untuk mata pelajaran lain termasuk PAI. penilaian autentik dan refleksi juga digunakan dalam model ini. modelling. 2008:24-28). Analisis. masyarakat belajar. menawarkan pilihan. maka penerapan model OME-AKE sebagai model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran PAI (khususnya pembelajaran Akhlak) merupakan suatu keniscayaan.. yaitu Orientasi. Model OME-AKE didasarkan pada pendekatan pembelajaran kontekstual. D. bertanya. sehingga kompetensi dasar (KD) yang telah ditetapkan dapat tercapai. Ada tujuh prinsip dalam pengembangan model OME-AKE. berdasarkan masalah.bervariasi diharapkan lebih membangkitkan semangat dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. terintegrasi. sistematis dan berkelanjutan (Bambang Yulianto. dkk. oleh karena itu komponen pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme. (2008) terutama untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Model ini dikembangkan oleh Yulianto. yakni berpusat pada siswa. Model. Berdasarkan pemikiran di atas. 3 Di antara model pembelajaran yang inovatif adalah model OME-AKE. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk membuktikan bahwa melalui penerapan model pembelajaran OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela.

pengkomunikasian hasil dan evaluasi atau refleksi.Perumusan Masalah Kemampuan menghindari perilaku tercela dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. Penelitian ini terbatas pada aspek Akhlak dengan SK menghindari perilaku tercela. analisis dan pemecahan masalah topik. yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). Model OME-AKE dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang dirancang untuk merubah paradigma dalam proses pembelajaran. Bagaimana deskripsi penerapan model OME-AKE dalam pembelajaran Akhlak siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya semester ganjil tahun pelajaran 2010-2011 ? 2. dengan subyek penelitian sebanyak 30 siswa terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. permodelan. eksplorasi topik. Adapun permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. melalui tahapantahapan. Dengan model pembelajaran ini siswa diharapkan akan lebih berperan aktif terlibat dan berpartisipasi dalam seluruh proses pembelajaran. orientasi pembelajaran. siklus II dan siklus III. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Negeri 6 Surabaya kelas VIII A semester ganjil tahun pelajaran 2010-2011. setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang diukur melalui rubrik identifikasi pada siklus I. 5 Apakah penerapan model OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan menghindari perilaku tercela siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 ? .

eksplorasi. Persepsi siswa terhadap penerapan model OME-AKE dalam pembelajaran Akhlak. Kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela yang dicapai setelah menyelesaikan proses pembelajaran. khususnya dalam menghindari perilaku tercela yang diukur melalui rubrik identifikasi pada siklus I. komunikasi dan evaluasi atau refleksi. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela. 6 Interaksi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. Model OME-AKE menyajikan pembelajaran secara kontekstual melalui sintaks orientasi. 2. model. 3.E. siklus II dan siklus III. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa sekaligus membantu siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 dalam meningkatkan kemampuan menghindari perilaku tercela. analisis. Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dengan menggunakan model OME-AKE. G. Indikator keberhasilan yang akan diukur dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam pembelajaran Akhlak. F. Manfaat Hasil Penelitian . Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1.

Kajian Pustaka 1. 7 H. Kepala Sekolah. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran inkuiri. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran kooperatif. Guru. karena ketujuh komponen pembelajaran kontekstual juga digunakan dalam model ini. 3. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini akan menghasilkan inovasi bagi pembelajaran PAI di sekolah. Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela . terutama bagi : 1. karena dalam model ini terdapat sintaks analisis dan pemecahan masalah topik. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang terkait dengan proses pembelajaran. karena model pembelajaran yang dikembangkan merupakan integrasi dan kolaborasi dari model-model pembelajaran telah ada. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran langsung. 2. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan terhadap pembelajaran Akhlak. karena permodelan sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran langsung juga digunakan dalam model ini. karena setiap sintaks pembelajaran dalam model ini juga dilakukan secara berkelompok.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Siswa. Dalam model OME AKE terdapat pembelajaran kontekstual.

walaupun pada taraf pengenalan melalui kisah Abu Lahab. ghadhab. berarti kesanggupan dalam menjauhkan diri dari perilaku yang tidak pantas. dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. dan namimah. 2003:707. Siswa SD kelas VI mulai diarahkan pada penguasaan kemampuan menghindari perilaku tercela dengan materi pembelajaran menghindari perilaku dengki dan bohong. hasad. kemampuan menghindari perilaku tercela mulai arahkan pada kelas VIII. Akhlak terdiri atas.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). menyebutkan contoh-contoh perilaku ananiah. menjelaskan pengertian ananiah. kemampuan menghindari perilaku tercela telah mulai dikenalkan sejak SD. Dalam konteks Islam kata perilaku dikenal dengan istilah akhlak. ghibah. Dengan demikian secara etimologis kemampuan menghindari perilaku tercela. ghadhab. sedangkan kata tercela berarti patut dicela atau tidak pantas. ghibah. Dalam Permendiknas 22/2006 tentang Standar Isi mata pelajaran PAI di sekolah. hasad.858. Pada semester ganjil dengan KD. dan namimah serta menghindari perilaku ananiah. akhlakul mahmudzah atau akhlakul karimah yang berarti akhlak yang baik atau perilaku terpuji dan akhlakul madzmumah atau akhlakus syayyi’ah akhlak yang jelek atau perilaku tercela. kata menghindari berarti menjauhkan diri dari (sesuatu). hasad. 8 Di SMP. Sedangkan pada semester genap dengan KD.402. Pada tahap ini siswa dipandang layak untuk menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. menjelaskan pengertian perilaku . Abu Jahal. kata perilaku berarti tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. dan Musailamah Al Kadzab.201). (Depdiknas. ghadhab. ghibah. kata kemampuan berarti kesanggupan atau kecakapan.

model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran. antara lain. 3. lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). antara lain. sedangkan kata pembelajaran berarti proses. (Depdiknas. 2. Model pembelajaran berarti pola atau acuan dalam pembelajaran.dendam dan munafik. . menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik serta menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari. 1. Dengan demikian secara etimologis.17). Menurut Sukamto (2000). metode atau prosedur pembelajaran. acuan atau ragam. cara atau perbuatan menjadikan orang belajar. Berdasarkan ketiga pengertian di atas. lingkungannya dan sistem pengelolaannya. 9 Menurut Arends (1997). kata model berarti pola. model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam merencanakan pembelajaran. 4. Model Pembelajaran OME-AKE Dalam KBBI. 2003 : 750. 1. Kardi dan Nur. model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas pembelajaran. rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. 3. tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. model pembelajaran memiliki beberapa pengertian. Model pembelajaran mempunyai ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi. metode atau prosedur pembelajaran. 2007:5-6). 2. Menurut Joyce (1992). 2. contoh. model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk sintaksnya. (Trianto. maka model pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari pada strategi. Secara termonologis. dalam Trianto (2007:6) mengemukakan ciri-ciri tersebut.

Dengan model ini siswa lebih berperan aktif terlibat dalam seluruh proses pembelajaran. Komunikasi dan Evaluasi. analisis dan pemecahan masalah topik. Sesuai dengan keperluan penelitian. berikut ini akan disajikan model pembelajaran OME-AKE. (2008) membagi pembelajaran menjadi enam model yaitu. 10 Model OME-AKE adalah model pembelajaran yang dirancang untuk merubah paradigma dalam proses pembelajaran. (2008) terutama untuk pembelajaran bahasa Indonesia. eksplorasi topik. Model OME-AKE terdiri atas enam sintaks seperti tersaji dalam tabel berikut. pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran OME-AKE. Model. orientasi pembelajaran. Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. permodelan. model pembelajaran kontekstual.. namun model ini juga dapat dikembangkan untuk mata pelajaran lain termasuk PAI. pembelajaran langsung. pembelajaran kooperatif. yaitu Orientasi. dkk. pengkomunikasian hasil dan evaluasi atau refleksi. Eksplorasi. . yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). dkk. melalui tahapan-tahapan. Model ini dikembangkan oleh Yulianto.Yulianto. Analisis. pembelajaran inkuiri.

c. Pemecahan b. 5. Pemaparan hasil secara lisan Hasil b. Pengklasifikasian topik Pencarian bahan pemecahan masalah topik Perumusan pemecahan masalah topik d. Pembuatan laporan Pengkomunikasian a. Pemajangan hasil 1) 2) 3) 4) Individual 1) presentasi 2) demonstrasi 3) pameran Kelompok 1) bermain peran 2) presentasi kelompok . Pengkondisian kelas Orientasi Pembelajaran b. Penyampaian tujuan c. Penganalisisan tujuan d. Individu Kelompok .diskusi Kelompok persiapan bermain peran diskusi persiapan permainan demonstrasi 4. d. Pemutaran kaset/CD/VCD Pendemonstrasian Penghadiran nara sumber/praktisi/model Penganalisisan model Penganalisisan sumber topik Pengidentifikasian topik Penyeleksian topik 2. Masalah Topik c. Pengaitan/hubungan materi sebelumnya dengan materi baru Permodelan a. Eksplorasi Topik a. b. 1. b. Analisis dan a. c.11 Tabel 1 : Sintaks Model OME-AKE No. Sintaks Komponen Sasaran/ Bentuk Kegiatan Individual a. Individu Kelompok .diskusi 3.

agar peserta didik kompeten (competence). Evaluasi/ Refleksi a. c. e. dan kebiasaan (habit) dalam mewujudkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia tersebut diperlukan pembinaan secara berkelanjutan dan terpadu baik di dalam keluarga. memiliki kemauan (will). moral feeling dan moral action (Lickona dalam Muhaimin. yaitu moral knowing. Penyimpulan materi pembelajaran Penyimpulan kegiatan pembelajaran 1) Penganalisisan manfaat 2) pembelajaran 3) Penilaian kegiatan pembelajaran 4) Penilaian hasil pembelajaran 5) Penindaklanjutan kegiatan pembelajaran Individu tanya jawab angket tes pengerjaan LKS perayaan Kelompok 1) tanya jawab 2) angket 3) tes 4) pengerjaan LKS 5) perayaan (Adaptasi dari Yulianto. masyarakat maupun di antara para tenaga kependidikan di sekolah. 2006:164). termasuk terciptanya suasana religius di sekolah serta sosial control yang kuat.3) permainan 4) pameran 5) demonstrasi 6. . 12 Meningkatkan Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela Melalui Model Pembelajaran OME-AKE Pendidikan Agama Islam pada dasarnya dimaksudkan untuk membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. d. f. Untuk membentuk peserta didik seperti itu diperlukan pengembangan ketiga dimensi secara berkelanjutan dan terpadu. 2008:32) 3. Pada tataran moral action. b.

keluarga maupun dari masyarakat. yaitu Orientasi. modelling. bertanya. Berdasarkan pemikiran di atas. inspiratif. baik dari sekolah. 13 Sesuai dengan amanat PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas 41/2007 tentang Standar Proses. Komunikasi dan Evaluasi. Model OME-AKE didasarkan pada pendekatan pembelajaran kontekstual. menyenangkan. penilaian autentik dan refleksi juga digunakan dalam model ini. inkuiri. masyarakat belajar.Atas dasar pemikiran tersebut. Eksplorasi. maka proses pembelajaran harus interaktif. Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. oleh karena itu komponen pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme. . dengan kerangka pemecahan masalah sebagaimana tabel berikut. maka penerapan model OME-AKE sebagai model pembelajaran inovatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran Akhlak. Model. Analisis. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan mengajar yang dapat menarik perhatian siswa dan merangsang siswa untuk belajar serta merubah paradigma dalam proses pembelajaran. yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia melalui pendidikan agama perlu memperoleh perhatian yang serius dari semua pihak. sebab guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Di antara model pembelajaran yang inovatif adalah model OME-AKE. menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Di lingkungan sekolah yang paling bertanggung jawab adalah guru.

penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi lapangan saat ini. 15 . 2007:167) Berdasarkan tabel di atas. termasuk revisi dan siklus-siklus yang akan dilalui. 4. perlakuan yang akan dilaksanakan dan hasil yang diharapkan. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : “Jika pembelajaran dilakukan dengan model OME-AKE maka kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela akan semakin meningkat” I.14 Tabel 2 : Kerangka Pemecahan Masalah Diskusi Pemecahan Masalah Penerapan model OME-AKE Evaluasi Efek (Adaptasi dari Sukidin.

Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan model alur PTK sebagaimana tabel berikut : Tabel 3 : Alur PTK . yaitu pada bulan September-Oktober 2010. Rencana Penelitian a. terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 dengan jumlah 30 siswa.Rencana dan Prosedur Penelitian 1. b. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2010-2011. Penentuan waktu penelitian ini mengacu kepada kalender pendidikan. c. karena PTK terdiri atas beberapa siklus yang memerlukan proses pembelajaran yang efektif di kelas.

Masingmasing siklus mengikuti langkah-langkah PTK sebagaimana tabel di atas. Langkah-langkah PTK dengan model pembelajaran OME-AKE sebagaimana penjelasan prosedur penelitian berikut ini. siklus II dan siklus III. Alasan PTK dengan tiga siklus dalam penelitian ini adalah jika dilakukan dengan dua siklus dikhawatirkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran kurang maksimal. Prosedur Penelitian a. Siklus I 1) Perencanaan .Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan (Adaptasi dari Suharsimi 2006: 16) 16 Penelitian ini direncanakan melalui tiga siklus yaitu siklus I. 2.

mencari bahan pemecahan topik. c) Melakukan koordinasi dengan wali kelas dan kolaborator. dan namimah yang dilengkapi dengan bahan ajar dan LKS. b) Permodelan. 3) Observasi Observasi dilakukan terhadap aktivitas guru dalam menerapkan model OME-AKE serta terhadap aktivitas siswa pada saat kerja kelompok. c) 17 Eksplorasi topik. ghibah.a) Membuat RPP model OME-AKE dengan materi menjelaskan pengertian ananiah. menyampaikan dan menganalisis tujuan serta melakukan appersespsi. merumuskan pemecahan topik dan menyusun laporan lisan maupun tertulis. afektif dan psikomotor. terdiri atas memutarkan VCD pembelajaran. terdiri atas pemaparan hasil secara lisan maupun pemajangan hasil secara tertulis dan presentasi atau demonstrasi. f) Evaluasi/Refleksi. mendemonstrasikan materi dan menghadiran model. hasad. d) Analisis dan pemecahan masalah topik. terdiri atas menyimpulkan materi dan kegiatan pembelajaran. presentasi hasil dan tanggapan siswa saat . 2) Pelaksanaan a) Orientasi pembelajaran. b) Menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri atas lembar observasi aktivitas kelompok dan lembar observasi aktivitas guru. terdiri atas mengkondisikan kelas. e) Pengomunikasian Hasil. penilaian kegiatan dan hasil pembelajaran serta melakukan tindak lanjut. ghadhab. menganalisa manfaat pembelajaran. terdiri atas mengenalkan sumber-sumber materi pembelajaran serta mengidentifikasi batas-batas aspek kognitif. terdiri atas mengklasifikasi topik.

4) Evaluasi-Refleksi Evaluasi dan refleksi dilakukan untuk mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengan proses dan hasil yang diperoleh dari pemberian tindakan pada Siklus I. Pada tahap refleksi ini dilakukan analisis tentang temuan-temuan yang berkaitan dengan hambatan dan kekurangan yang terdapat selama pemberian tindakan I untuk bahan menyusun rencana tindakan pada siklus II.presentasi kelompok lain. Siklus II 1) Perencanaan Perencanaan tindakan pada siklus II sama dengan perencanaan pada siklus I dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. analisis dan pemecahan topik. permodelan. yakni orientasi pembelajaran. ghadhab. hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi untuk perencanan tindakan pada siklus III. pengomunikasian hasil dan evaluasi/refleksi dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. 18 b. dan namimah. 4) Evaluasi-Refleksi . eksplorasi topik. Hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi untuk perencanan tindakan pada siklus II. materi pembelajaran menyebutkan contoh-contoh perilaku ananiah. hasad. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus II sama dengan pada siklus I. ghibah. 3) Observasi Observasi pada siklus II sama dengan siklus I.

ghadhab. ghibah. Siklus III 1) Perencanaan 19 Perencanaan tindakan pada siklus III sama dengan perencanaan pada siklus II dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi.Evaluasi dan refleksi pada siklus II sama dengan siklus I. 3. c. hasilnya digunakan sebagai bahan menyusun rencana tindakan pada siklus III. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus III sama dengan pada siklus II. hasilnya digunakan sebagai bahan penyusunan laporan. dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. materi pembelajaran menghindari perilaku ananiah. hasad. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam kegiatan . wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang tampak dalam proses pembelajaran. 4) Evaluasi-Refleksi Evaluasi dan refleksi pada siklus III sama dengan siklus II. 3) Observasi Observasi pada siklus III sama dengan siklus II. dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data a.

hasad. Dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan data tentang kegiatan pembelajaran yang menggambarkan langkah-langkah kongkrit yang dipraktikkan guru (peneliti) dan peristiwaperistiwa yang nampak dan sesuai dengan tujuan penelitian. Wawancara terhadap teman sejawat (kolaborator) meliputi pendapat kolaborator tentang pelaksanaan pembelajaran. kebaikan dan kelemahan yang terjadi serta saran untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Observasi terhadap guru meliputi kemampuan dalam membuka dan menutup pembelajaran. ghadhab.pembelajaran serta observasi terhadap perilaku siswa yang menunjukkan sikap menghindari perilaku tercela. ghibah. kemampuan mengelola kegiatan pembelajaran dan kemampuan melakukan evaluasi dan memberikan penghargaan. pendapat siswa tentang cara guru dalam menjelaskan materi pembelajaran dan melakukan tes/evaluasi serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Wawancara dilakukan terhadap siswa dan terhadap teman sejawat (kolaborator). 20 Wawancara digunakan untuk kesan-kesan tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Sedangkan observasi terhadap perilaku siswa meliputi. . perhatian. Observasi terhadap aktivitas siswa meliputi minat. Dokumentasi dalam penelitian ini mencakup dokumentasi foto dan dokumentasi portofolio siswa. Panduan wawancara siswa dan kolaborator dapat dilihat dalam lampiran. Lembar obsevasi siswa dan observasi guru dapat dilihat dalam lampiran. sikap menghindari perilaku ananiah. dan namimah. Wawancara terhadap siswa meliputi pendapat dan ungkapan perasaan siswa tentang kegiatan pembelajaran yang baru berlangsung. partisipasi dan presentasi.

Data yang dianalisis secara kualitatif adalah data hasil wawancara dengan siswa dan dengan teman sejawat (kolaborator). Data-data tersebut dianalisis dengan tahapan pemaparan dan penyederhanaan data. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif. trianggulasi data. data dokumen potofolio siswa serta dokumen foto.b. perpanjangan pengamatan dan pelacakan data secara mendalam. chek and rechek dari segi sumber data/subyek dan metode. Untuk memperoleh data yang valid. 21 Data yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif adalah data hasil observasi siswa dan data hasil observasi guru ketika kegiatan pembelajaran berlangsung serta data hasil identifikasi kemampuan siswa yang dikumpulkan melalui daftar ceklis pada lembar observasi. Jadwal Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua bulan dengan jadwal sebagaimana tabel berikut. . maka peneliti akan melakukan memberchek (pengecekan subjek penelitian). J. pengelompokan data sesuai tujuan penelitian dan pemaknaan. baik deskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif.

Perencanaan b. Evaluasi 4 Siklus III a. Biaya Penelitian Penelitian ini membutuhkan biaya sebesar Rp. Seminar Hasil PTK c. 7. Evaluai 3. Pengiriman Hasil Keterangan K. Pelaksanaan c. Perencanaan b. Pelaporan a.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dengan perincian sebagaimana pada tabel berikut.500. Pelaksanaan c. Perencanaan b. Evaluasi 5.000. Penyusunan Hasil b. Rapat Koordinasi 2. Revisi Hasil PTK 9. Pelaksanaan c.22 Tabel 4 : Jadwal Penelitian September 1 2 3 4 x x x x x x x x x x x x x x Oktober 1 2 3 4 No Kegiatan 1. Siklus I a. Siklus II a. .

000.000. Rp.00 300. Rp.000. Rp.00 Keterangan 2.00 350. Rp.00 350. Hr 2 orang Pembimbing 7. Hr 2 orang Kolaborator 5.00 300.00 250. Rp. Konsumsi Koordinasi 2.000. Rp.00 300.00 300.000. . Rp. Rp. Rp. Kertas Bufallo.00 200. Rp.00 300. Media Pembelajaran 10.00 200.000. 1. Pengiriman Laporan Honorarium (30%) 1. Rp.00 150.000. Rp. Rp. Konsumsi Siklus III 5. Rp.00 100. Tinta Printer Laser Jet 3. Rp.000. Rp. 3.000. Rp.000.000.000. Rp. Konsumsi Siklus II 4. Konsumsi Siklus I 3.00 600.00 200. Rp. CD Blank 6. Pengiriman Proposal 9.000.000.00 200. Konsumsi Revisi 8.00 100.000.00 300. Konsumsi Seminar 7.00 150. Rp.000. Cetak Foto Dolumentasi 9. Rp.00 200. Rp.000. Hr Pengetikan RPP 3. Hr Pengetikan Proposal 2. Mika & Lakban 4.23 Tabel 5 : Rancangan Anggaran Biaya No. Biaya 100.00 300.000.000. Rp.000.00 200.000. Hr 1 orang Peneliti 6. CD Pembelajaran 8. Hr Pengetikan Laporan 4. Kertas Manila & spidol 5.000. Rp. Hr 1 orang Dokumenter Rp.00 100.000. Transport Pembelian ATK Operasional (30%) 1.00 500.000.000. Rp.00 50.00 350.00 300. Foto copy 7. Konsumsi Evaluasi 6. Hr Pengetikan Bahan Ajar & LKS 4. Uraian ATK (30%) 1. Rp. Kertas HVS A4 80 gram 2 rim 2.000.000.

Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. 8. Raja Grafindo Persada. Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar. Duta Aksara Mulia. 2006. Sukidin. Hr 1 orang Pustakawan Lain-lain/Dana Taktis (10%) Rp. Muhaimin. Jumlah Rp. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas.Konsep. Sidoarjo. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung. Unesa University Press. Sidoarjo. Balai Pustaka. Trianto. Bumi Aksara. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.. Wahyu. Suharsimi Arikunto. 2004. Remaja Rosdakarya. 2003.000. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Jakarta. Duta Aksara Mulia. 2006. STAI Al Khoziny . dkk. 2009. Jakarta. 2007.000. Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. Yogyakarta. Tim MGMP. 2007. Jakarta. Agus Suprijono. Rp. 100. Tim MGMP PAI. Prestasi Pustaka.. Bambang Yulianto. Pendidikan Agama Islam Kelas VIII. Sidoarjo.00 7. 2007. Cooperative Learning. 2008. Strategi Pembelajaran PAI.500. Surabaya. 2006. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.00 750. dkk.4.00 Lampiran 1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid dan Dian Andayani. Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. LKS PAI Kelas VIII. Jakarta.000. Nuansa Baru Pendidikan Islam. Surabaya. dkk. Insan Cendekia.

. Kegiatan Membuka pembelajaran dan melakukan apersepsi Penjelasan materi pembelajaran Penjelasan model pembelajaran OME-AKE Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan pembelajaran Pemberian pertanyaan/tugas Kemampuan melakukan evaluasi 4 3 2 1 .... 5. Lampiran 3 LEMBAR PENGAMATAN PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE Responden Guru No.. 4. Bandung.. 7..... ___________________________ NIP.. Fokus Media. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (PAI SMP) . ........ BSNP...... 2... 1. 3. Lampiran 2 LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE Responden Siswa Kelompok Nama Siswa Minat 3 2 1 Perhatian 3 2 1 Partisipasi 4 3 2 1 Presentasi 4 3 2 1 4 4 Jumlah Keterangan : 4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Surabaya.2010 Kolaborator. Jakarta.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 6. Fokus Media. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses... Bandung.

Lampiran 4 LEMBAR OBSERVASI SISWA DALAM MENGHINDARI PERILAKU TERCELA (ananiah. dan namimah) No..2010 Kolaborator. 10. 1.. .... 2.. ghibah.8.... 9.. ghadhab... 3..... Menentukan nilai individu/kelompok dan memberikan penghargaan Menyimpulkan materi pembelajaran Memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran Jumlah 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Keterangan : 4 = Sangat Baik Surabaya..... ___________________________ NIP.. hasad.... Aspek Penilaian Menghindari Perilaku Ananiah Menghindari Perilaku Ghadhab Menghindari Perilaku Hasad 4 Skor Penilaian 3 2 1 ....

......................................x 100 Skor Maksimal Lampiran 5 PANDUAN WAWANCARA Responden Siswa 1............. .......................................... Bagaimanakah pendapatmu tentang kegiatan pembelajaran yang baru kamu ikuti ? ....................................................... Menghindari Perilaku Ghibah Menghindari Perilaku Namimah Jumlah Skor Skor Maksimal 20 Keterangan : 4 = jika selalu berusaha menghindari 3 = jika satu-dua kali melakukannya 2 = jika tiga kali melakukannya 1 = jika lebih dari tiga kali melakukannya N= Jumlah Skor ------------------............................. 2...4.............................................. Apakah kamu senang dengan kegiatan pembelajaran yang baru kamu ikuti ? Mengapa ? . 5.................

........ ............. .................... Apakah kamu dapat memahami materi pembelajaran yang baru kamu ikuti ? Jelaskan ! ..................................................................................................................................................... .............................. Bagian mana yang sudah baik ? .............................................................................................................................................................................................................................................................................................. 4...... Bagaimanakah pendapatmu tentang tes/evaluasi yang dilakukan guru ? Jelaskan ! .................................................................... Bagaimanakah pendapatmu tentang cara guru dalam menjelaskan materi pembelajaran ? Jelaskan ! ...... Lampiran 6 PEDOMAN WAWANCARA Responden Teman Sejawat (Kolaborator) 1............................................................................................................................................................. Bagian mana yang perlu diperbaiki ? ............... 3.................................................................................................................................................. 5.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Bagaimanakah pendapat anda tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru ? .......................................... 3....................................................................... ............................. ..................................................................................... 2.... ..................

..................................................................................................... Apakah anda yakin bahwa model pembelajaran OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al Qur’an ? .......................................... Guru Tetap di SD Hidayatul Ummah Mulyorejo ........ ......................... Menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Mirat Leuwimunding Majalengka 1983.............. 5........... 4.. Lampiran 7 RIWAYAT HIDUP PENELITI Wahyu........ .......................................... ................................................................................................................................................................................................................................ Aktif mengikuti berbagai pelatihan dan penelitian di lingkungan Departemen Agama dan Dinas Pendidikan................ Apa saran anda untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya ? ........................................................................... MTs Sabilul Chalim Leuwimunding Majalengka 1986............................................................ PGAN Cirebon 1989.......... Pendidikan tinggi ditempuh di Fakultas Tarbiyah UNSURI Surabaya tahun 1995 dan Program Pascasarjana UNISMA Malang tahun 2002....................................................................................................... lahir di Majalengka 20 Januari 1968................... Pengalaman sebagai pendidik dimulai sebagai tenaga wiyata bhakti di SDN Mirat Leuwimunding Majalengka tahun 1989-1990.

Penelitian Tindakan Kelas yang pernah dilakukan antara lain . Penulis tinggal di Wonoayu VI/2 Rungkut Surabaya 60295 Telp. SDN Klampis Ngasem III Surabaya 2001-2004 dan SMP Negeri 6 Surabaya 2004-sekarang.Surabaya tahun 1990-sekarang. pelatihan/workshop). Dosen Tetap di STAI Al Khoziny Sidoarjo tahun 1995sekarang. Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur’an dengan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan Siswa Kelas VII B SMP Negeri 6 Surabaya (2007). korwil MGMP PAI SMP Surabaya 2005-2007. 031-8701716. Pada tahun 2000 diangkat sebagai PNS di lingkungan Departemen Agama Kota Surabaya dan ditempatkan sebagai guru PAI di SDN Manyar Sabrangan I Surabaya 2000-2001. Pengalaman organisasi dimulai sebagai sekretaris KKG PAI Sukolilo Surabaya tahun 2001-2005. Flexi 031-71333991 HP 085-730377177 Email Inawa . Aktif dalam berbagai ormas keagamaan di kota Surabaya dan menjadi nara sumber berbagai kegiatan ilmiah (seminar. wakil ketua MGMP PAI SMP Surabaya 2007-2010. Aktif sebagai penulis bahan ajar dan LKS di lingkungan KKGPAI dan MGMP PAI serta LP Ma’arif Kota Surabaya serta penulis jurnal dan bahan ajar di lingkungan STAI Al Khoziny Sidoarjo. Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Model STAD Siswa Kelas IX D SMPN 6 Surabaya (2008) Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Sejarah Tradisi Islam di Nusantara Siswa Kelas IX A SMPN 6 Surabaya (2009).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->