P. 1
Anfis prtkum

Anfis prtkum

|Views: 102|Likes:
Published by Malang Sumirang

More info:

Published by: Malang Sumirang on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN A.

Latar belakang Tubuh manusia terbentuk atas banyak jaringan dan organ yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi khusus. Sel adalah unit atau unsur yang terkecil tubuh yang dimiliki oleh semua bagian tubuh. Sel disesuaikan oleh tugas dan fungsinya, atau dengan jaringan tempat sel itu berada. Beberapa sel misalnya yang berada pada system saraf dan otot, memang sangat khas. Beberapa lainnya, seperti yang ada dalam jaringan ikat, perkembangannya tidak sesempurna dengan sel yang ada di saraf dan otot. Pada umumnya semakin khusus tugas suatu sel semakin kecil daya tahannya menghadapi kerusakan dan paling sukar memperbaiki atau mengggantinya. System kehidupan dapat didefenisikan dari berbagai sudut pandang, dari yang paling luas ( memerhatikan seluruh bumi) sampai yang paling kecil (tingkat atom). Setiap sudut pandang menyediakan informasi tentang bagaimana atau mengapa sebuah system kehidupan berfungsi. Tubuh manusia terdiri dari sel, jaringan, organ, dan system organ. Dalam tubuh manusia disusun oleh rangka, dimana rangka ini diliputi oleh otot-otot yang juga menyusun tubuh dan melindungi organ lain dalam tubuh mahluk hidup. Untuk menggerakkan tubuh manusia harus ada perintah ke saraf, disini diketahui bahwa gerakan itu ada yang disadari dan ada yang tak disadari. Gerakan yang disadari adalah gerakan yang memang benar-benar perintah dari otak sedangkan gerakan yang tidak disadari tiba-tiba terjadi yang mungkin disebabkan karena kaget atau yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut diatas maka dilakukanlah praktikum ini. Dimana pada praktikum ini kita akan mengamati dan mengenal beberapa gerakan yang tidak disadari atau gerak refleks. Praktikum ini akan lebih memperjelas pengetahuan kita tentang gerak refleks. B. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat memahami dan mengetahui macammacam gerak refleks. C. Manfaat Manfaat dari praktikum ini yaitu mahasiswa memahami pengertian gerak refleks dan macammacam gerak refleks, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Prinsip kegiatan system saraf dtampilkan dalam bentuk kegiatan gerak refleks. Dengan adanya gerak refleks dimungkinkan terjadinya kerja yang baik dan tepat antara berbagai organ dari individu dan hubungan individu dengan sekelilingnya. Refleks merupakan reaksi organisme terhadap perubahan lingkungan baik di dalam maupun di luar organisme. Secara embriologi perkembangan system saraf diawali dengan penebalan ectoderm pada garis middorsal. Perubahan ini disebut neural palate., tubuh membentuk lekukan saraf (neural groove) dan penonjolan saraf (neural crest), selanjutnya menjadi neural tube. Ujung nostral neural tube membentuk tiga pembesaran berupa vesikel yang kemudian disebut prosensefalon atau forebrain, mensesefalon atau midbrain, dan rombensefalon atau hindbrain. Pada perbatasan telensefalon dan diensefalon terdapat sepasang evaginasi yang akan membentuk retina dan nervus optikus (Syaifuddin, 2006). System saraf mempunyai tiga fungsi yang saling tumpang tindih: input sensoris, integrasi, dan output motoris. Input adalah penghantaran atau konduksi sinyal dan reseptor sensoris, misalnya sel-sel pendeteksi cahaya di mata, ke pusat integrasi. Integrasi adalah proses penerjemahan informasi yang berasal dari stimulus reseptor sensoris oleh lingkungan. Kemudian dihubungkan dengan respon tubuh yang sesuai. Sebagian besar integrasi dilakukan dalam system saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang (pada vertebrae). Output motoris adalah

penghantaran sinyal dari pusat integrasi, yaitu SSP, ke sel-sel efektor, sel-sel otot atau sel kelenjar yang mengaktualisasikan respon tubuh terhadap stimulus tersebut . system saraf tersusun atas dua jenis sel yang utama : neuron dan sel-sel pendukung disebut juga glia , yang memberikan struktur dalam system saraf serta melindungi, menginsulasi, dan secara umum membantu neuron (Campbell, 2004). Medulla spinalis atau sumsum tulang belakang bermula pada medulla oblongata, menjulur kea rah kaudal melalui foramen magnum, dan berakhir diantara vertebrae lumbalis pertama dan kedua. Disini medulla spinalis meruncing sebagai konus medularis, dan kemudian sebuah sambungan tipis dari pia mater disebut filum terminale, yang menembus kantung dura meter, bergerak menuju koksigis. Sumsum tulang belakang berukuran panjang sekitar 45cm ini, pada bagian depannya dibelah sebuah fisura anterior yang dalam, sementara bagian belakang dibelah sebuah fisura yang sempit. Pada sumsum tulang belakang terdapat dua penebalan, yaitu penebalan servikal dan penebalan lumbal. Dari penebalan ini, pleksus-pleksus saraf bergerak guna melayani anggota badan atas dan bawah dan fleksus dari daerah toraks membentuk sarafsaraf interkostalis (Pearce, 2006). Gerak refleks merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dan terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar, misalnya menutup mata pada saat terkena debu, menarik kembali tangan dari benda panas yang menyakitkan yang tersentuh tanpa sengaja. Gerak refleks dapat dihambat oleh kemauan sadr, misalnya bukan saja tidak menarik tangan dari benda panas bahkan dengan sengaja menyentuh permukaan benda panas itu. Saraf-saraf spinal. Tiga puluh satu saraf sumsum tulang belakang muncul dari segmen-segmen medulla spinalis melalui dua akar, akar anterior dan akar posterior. Serabut saraf motorik membentuk akar entrior yang berpadu dengan serabut saraf sensorik pada akar posterior guna bersama membentuk saraf spinalis gabungan. Penyatuan ini terjadi sebelum serabut saraf itu melintasi foramen intervertebrali, tetapi segera setelah itu membagi diri lagi menjadi serabut primer anteriordan serabut primer posterior. Serabut primer posterior melayani kulit dan oto punggung sedang serabut primer anterior membentuk berbagai cabang yang menjadi fleksus saraf anggota gerak dan membentuk saraf-saraf interkostalis pada daerah torax ( Pearce, 2009). Mekanisme gerak refleks merupakan suatu gerakan yang terjadi secara tiba-tiba diluar kesadaran kita. Refleks fleksor, penarikan kembali tangan secara refleks dari rangsangan yang berbahaya, merupakan suatu reaksi perlindungan. Refleks ekstensor (polisinaps), rangsangan dari reseptor perifer yang dimuali dari fleksi pada anggota badan yang juga berkaitan dengan ekstensi anggota badan. Gerak refleks merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dan terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar. Misalnya, menutup mata pada saat terkena debu. Untuk terjadinya gerak refleks maka dibutuhkan struktur sebagai berikut : organ sensorik yang menerima impuls misalnya kulit. Serabut saraf sensorik yang menghantarkan impuls tersebut menuju sel-sel ganglion radiks posterior dan selanjutnya serabut sel-sel akan melanjutkan impuls-impuls menuju substansi pada kornu posterior medulla spinalis. Sumsum tulang belakang menghubungkan antara impuls menuju kornu anterior medulla spinalis. Sel saraf menerima impuls dan mengahntar impuls-impuls ini melalui serabut motorik. Organ motorik melaksanakan rangsangan karena dirangsang oleh impuls saraf motorik (Syaifuddin, 2009). Refleks spinalis terbentuk oleh serabut-serabut efferent yang membawa impuls sampai pada cornu posterior, selanjutnya melalui suatu interneuron stimulus diteruskan kepada cornu anterior, dan melalui serabut-serabut motoris (efferent) stimulus disamapaikan kepada efektor yang terdapat pada otot, maka otot digerakkan. Serabut-serabut yang lain membawa stimulus nyeri, raba, suhu, proprioceptive dan interoceptive menuju ke cornu posterior dan diteruskan ke

Sel betz pada gyrus precentralis mengirim axonnya turun ke caudal dan membentuk tractus corticospinalis berjalan melalui corona radiate. Kemudian kita menabrak sesuatu. rasa pada lidah .Hal ini menunjukkan suatu kerja sama yang siergis.Telinga pasti akan mendengar segala sesuatu sehalus apa pun. dan atimulus tekana berjalan bersama-sma dengan stimulus raba. Masing-masing bagian ini akan menghantarkan impuls dari kelompok bagian tubuh yang berbeda. kelenjar. mencephalon. rasa sakit pada kulit . Meskipun system saraf tersusun dengan sangat kompleks. 2008). ada pula yang hanya dikirim bila kita menghendakinya (Abim. Jarum pentul . yaitu alat indera. gesekan.bau pada hidung. 2008). medulla oblongata. pedunculus cerebri. 2010) Gerak terjadi begitu saja.d. Stimulus motoris merupakan serabut-serabut descendens yang berpangkal pada area motoris cortex cerebri. pyramidium dan melanjutkan diri di dalam funiculus lateralis medulla spinals sebagai tractus corticospinalis lateralis (Buranda. suara pada telinga. Gambar : Gerak refleks BAB III METODE PRAKTIKUM A. Efektor meliputi : otot. rangsang sentuhan. Gerak terjadi melalui mekanisme rumit dan melibatkan banyak bagian tubuh. Alat dan Bahan 1. Tubuh kita memiliki bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsang. Gerak adalah suatu tanggapan tehadap rangsangan baik itu dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Bagian tubuh ini disebut reseptor.yaitu sel saraf dan sel neuroglia (Pratama. pons. Martil b.tetapi sebenarnya hanya tersusun atas 2 jenis sel.Denyut jantung akan cepat dan secara refeks kita pun berlari. Respon yang dikirim otak ini ada yang dikirim secara otomatis. suhu. 23 Desember 2010 Waktu : Pukul 07. dll.serabut tadi mengadakan persilangan dengan pihak lainny membentuk decussatio.00 WITA Tempat : Laboratorium Biologi Lantai III Timur FMIPA UNM B.Terdapat banyak komponen – komponen tubuh yang terlibat dalam grak iniBaik itu disadari maupun tidak disadari. Begitulah salah satu contoh gerak refleks yang terjadi pada diri kita. Sistem saraf ini tersusun atas jaringan saraf yang di dalamnya terdapat sel-sel saraf atau neuron.otak. Reseptor ini memiliki syaraf-syaraf khusus yang bisa mendeteksi rangsangan tertentu. Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan system saraf. Pusat syaraf manusia terdiri dari dua bagian: otak dan sumsum tulang belakang. Setelah itu syaraf-syaraf yang disebut neuron reseptor ini akan mengirimkan sinyal listrik menuju otak. capsula interna. Misalnya:rangsang cahaya pada mata .30 s. sampai ke perbatasan medulla oblongata dan medulla spinalis 2/3 bagian dari serabut. Informasi ini akan diolah sesuai kehendak kita. ada yang tidak melalui cornu posterior medulla spinalis. Dalam keadaan seperti itu diri kita pasti refleks melompat bahkan akan menjerit. Alat : a. Mekanisme gerak. Kita dapat bayangkan diri kita berada dalam sebuah lorong yang gelap Semua indera kita pun akan siap siaga. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. 09. Waktu dan Tempat Hari/tanggal : Senin. Stimulus temperature berjalan bersama-sama dengan stimulus sakit. Kemudian otak akan mengirim respon menuju organ yang disebut efektor.Dan dalam melakukan gerak tubuh kita melakukan banyak koordinasi dengan perangkat tubuh yang lain.

Prosedur Kerja 1. Senter/ Hp 2. dan mengalihkan perhatiannya. Refleks bisep a. Probandus duduk dikursi secara tegap dan mengalihkan perhatiannya ke sekeliling. 3. b. 1. Bahan: a. Probandus berdiri dengan kaki kiri dibengkokkan dan diletakkan diatas kursi. Refleks Lutut a. kemudian amati gerak refleks yang terjadi. Probandus mengalihkan perhatiannya kesekeliling. b. Probandus meluruskan tangan secara pasif dan diletakkan di atas meja. Probandus membuka kedua mata dan mengarahkan pandangan ke titik yang jauh. Refleks perut a. b. Mengamati hasilnya dan mencatat pada hasil pengamatan 2. Salah satu teman memukul tendi musculus bisep brakii dengan martil refleks dan mengamati gerakan yang terjadi. Probandus mengalihkan perhatian kesekeliling. Aquades c. 5. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Salah satu teman memukul tendo musculus bisep brankii lengan dengan nartil refleks. Salah satu teman menyentuhkan ujung kapas yang telah dibasahi dengan aquades pada permukaan kornea mata kanan. 4. Probandus C. b. b. Hasil pengamtan Data kelompok Gerak refleks √ √ √ √ Keterangan √ √ √ √ Menjauh Mendekat Monosinaps Polisinaps No Macam-macam gerak refleks 1 2 3 4 Refleks lutut Refleks perut Refleks biceps Refleks triceps .c. Refleks trisep a. b. 6. c. Mengamati gerak refleks yang terjadi. Probandus duduk dengan bertumpu kaki dan mengalihkan perhatiannya kesekeliling. Refleks tumit a. Refleks mengejap a. Salah satu teman memukul ligamentum patella probandus dengan martil refleks. Kapas b. Salah satu teman memukul bagian perut probandus dengan martil refleks dan mengamati gerakan yang terjadi. Salah satu teman memukul tendo Achilles kaki kiri probandus dengan martil refleks. Probandus membengkokkan lengan kiri secara pasif. Mengamati gerakan yang terjadi.

tumit. Pada refleks triceps gerakannya menjauh dan merupakan refeleks monosinaps. with drawl dan tumit.5 6 7 Refleks cahaya Refleks kornea Refleks tumit √ √ √ √ √ √ √ √ 8 With drowl 2. Data kelas No Macam Gerak refleks 1 2 3 4 5 6 7 Refleks lutut Refleks perut Refleks biceps Refleks triceps Refleks cahaya Refleks kornea Refleks tumit √ √ √ √ √ Gerak refleks Menjauh Mendekat √ √ √ √ √√√√ √ √√ √ √√√√√ √ √ √ √ √ √√√ Monosinaps √ √ √ Ketrangan Polisinaps √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ I II III IV V VI VII I II III IV V VI VII √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 With drawl refleks √ √ √√√ √√√ B. Pada kelompok III terdapat lima refleks yang monosinaps yaitu refleks lutut. Yang terjadi perbedaan disini adalah pada data untuk jenis gerakan tersebut. cahaya. bisep. Pada refleks kornea gerakannya menjauhi dan merupakan refleks polisinaps dengan gerakan menutup mata dan menguceknya dengan tangan. Hasil dari probandus ini yaitu pada refleks tumit gerakan yang terjadi menjauhi martil refleks dan merupakan gerak refleks monosinaps karena hanya gerakan kaki yang ada. perut. dan with drawl. sedangkan untuk yang polisinaps ada enam yaitu refleks lutut. Pada kelompok I terdapat dua refleks yang jenisnya monosinaps yaitu refleks bisep dan trisep. Pada refleks tumit terjadi gerakan menjauhi dan merupakan refleks monosinaps. perut. Pada refleks perut juga menjauh dan merupakan gerak refleks monosinaps karena hanya gerakan menjauhi martil saja yang terjadi. Pada kelompok II terdapat dua refleks yang jenisnya monosinaps yaitu refleks cahaya dan kornea. . trisep. sedangkan untuk jenis polisinaps ada enam yaitu refleks lutut. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dari uji coba gerak refleks pada bagianbagian tubuh manusia maka diperoleh data yaitu untuk data kelompok digunakan seorang probandus saja. Pada refleks cahaya gerakannya menjauh dan merupakan refleks polisinaps karena terjadi lebih dari satu gerakan yang dialkukan yaitu menutup mata dan menundukkan atau memiringkan kepala untuk menghindari cahaya. kornea. Hasil pengamatan untuk data kelas dengan tujuh probandus setiap kelompok diperoleh data yaitu untuk gerakan yang terjadi dari setiap macam gerak refleks yang dilakukan disini tidak ada perbedaan setiap probandus kelompok memperlihatkan gerakan yang sama yaitu “menjauh”. Pada refleks biceps juga menjauh dan gerakannya monosinaps. perut. Dan pada with drawl refleks terjadi gerakan menjauhi dan merupakan refleks polisinaps yaitu gerak menjauhi jarum pentul dan mengeluarkan suara serta memegang bagian yang ditusuk. trisep.

Pengamatan ini diperoleh refleks yang berbeda-beda setiap individu. Refleks monosinaps apabila gerakan yang terjadi hanya satu sedangkan refleks polisinaps apabila gerakan yang terjadi terdiri dari dua atau lebih gerakan. Berikut skema gerak refleks: gerak refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf sensori langsung disampaikan oleh neuron perantara (neuron penghubung). Pada kelompok V ada lima yang monosinaps (refleks perut. Refleks juga terjadi ketika kita membaui makanan enak . Gerak refleks ada yang monosinaps dan polisinaps.secara otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. kornea dan with drawl. Monosinaps adalah gerak refleks yang menghasilkan hanya satu gerakan sedangkan Polisinaps adalah gerak refleks yang menghasilkan lebih dari satu gerakan. bicep. Sebaiknya kepada pihak laboran agar memperbaharui alat laboratorium yang digunakan seperti kebersihan alatnya. dan satu polisinaps yaitu tumit. Hal ini berbeda sekali gerak dengan ekanisme gerak biasa. B. tricep. 2009). dan tumit) sedangakan polisinaps ada tiga yaitu refleks lutut. dan sebaiknya asisten yang membimbing lebih banyak. dan with drawl. 2006). hal ini mungkin disebabkan karena gerak refleks dapat dihambat oleh kemauan sadar. Saran 1. cahaya. perut. sedangkan untuk yang polisinaps ada tiga yaitu biseps. Misalnya bila kaki menginjak paku. with drawl). perut. tricep. cahaya. with drawl). dan tumit. cahaya. Sebaiknya kerjasama antara praktikan agar lebih ditingkatkan agar praktikum dapat berjalan lancar. kornea. kornea. BAB V PENUTUP A. misalnya bukan saja tidak menarik tangan dari benda panas. perut. 2. dan tumit) dan polisinaps ada tiga yaitu refleks cahaya. bahkan dengan sengaja menyentuh permukaan benda panas itu (Pearce. tricep. Selain itu rangsangan yang diberikan dapat diubah menjadi bentuk aksi-aksi yang berbeda oleh reseptor. DAFTAR PUSTAKA . kornea. kornea. with drawl. bicep. dan tumit) dan polisinaps ada empat yaitu refleks lutut. Pada kelompok VII monosinaps ada empat ( refleks biceps. bicep. Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui atau dikontrol oleh otak. Kesimpulan Berdasakan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa gerak refleks adalah gerakan yang tidak disadari yang timbul karena adanya rangsangan dan merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang terjadi jauh lebih cepat dari gerak biasa. Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. Dari otak kemudian dikeluarkan perintah ke saraf motori sehingga terjadilah gerakan.cahaya. Sehingga gerak biasa adalah gerak yang disadari (Prasetyo. Sebaiknya kepada asisten agar lebih ditingkatkan lagi bimbingannya. 3. dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Pada kelompok VI monosinaps ada lima (refleks lutut. nah reseptor ini menimbulkan gerakan atau aksi-aksi yang berbeda setiap individu. Gerak biasa rangsangan akan diterima oleh saraf sensorik dan kemudian disampaikan langsung ke otak. Mekanisme gerak refleks yaitu mulai dari stimulus atau rangsangan kemudian ke reseptor atau indra ke saraf sensorik ke sumsum tulang belakang kemudian ke saraf motorikke efektor dan kemudian menimbulkan gerakan. trisep. Pada kelompok IV tujuh refleks yang monosinaps (refleks lutut.

2006.Abim. Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. membentuk suatu busur reeflkeksa (reflex are). Meskipun reflex dapat melibatkan berbagai bagian otak dan system saraf otonom. Laporan Praktikum Gerak Refleks pada Manusia Refleks adalah suatu respon organ efektor (otot atau kelenjar) yang bersifat otomatis atau tanpa sadar. http://thetom022. Diakses pada Tanggal 16 Desember 2010. refleks yang paling sederhana adalah refleks spinal.com. Suatu otot rentang dan bereaksi dengan berkontraksi. Refleks rentang memainkan sesuatu peranba penting namun agak sederhana dalam pereilaku. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. http://abim. 2009. Evelyn. Louise. Berdasarkan fungsinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Umumnya diantara neuron reseptor dan neuron efektor. Anatomi Umum. Respon tersebut melibatkan suatu rantai yang terdiri atas sekurang-kurangnya dua neuron. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Pratama. Suatu refleks spinal yang khas adalah refleks rentang ( strets refleks) yang digambarkan dengan pemukulan ligamentum patella (suatu tendon) sehingga melibatkan otot lutut terentang. 2008.wordpress. Cara Kerja Gerak refleks. Jakarta : Salemba Medika. Mesin refleks rentang memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik yang mengarahkan kontraksi otot-otot antagonis dan secara terus-menerus memonitor keberhasilan dengan perintah-perintah dari otak yang diteruskan dan dengan cepat mampu melakukan penyesuaian (Campbell. Theopilus. Jakarta : Salemba Medika. 2010. Pearce. sensori atau reseptor dan neuron eferen motoris atau efektor. Campbell. Jakarta : Erlangga. 2006. 2007. Dua neuron penting dalm suatu busur reflex adalah neuron aferen. Atlas Anatomi. 2002). Gerak Refleks Pada Manusia. Pearce.cara-kerja-gerak-refleks. Evelyn. Tomi. Syaifuddin. 2004. terhadap suiatu stimulus rtertentu. com /2008/01/15/gerak-reflek-pada-manusia/. Jakarta: Djambatan. Biologi Edisi kelima_jilid 3. 2009. Makassar : Fakultas Kedokteran UNHAS. 2008. wordpress. Blumenthal. sel neuron dapat dibedakan menjadi 4 Bagian: Neuron sensorik (nouron aferen) yauitu sel saraf yang bertugas menyampaikan rangsangan dari . Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2. Diakses pada Tanggal 16 Desember 2010 Syaifuddin. Buranda.

miotatik. Dalam integrasi antar ujung-ujung saraf dalam sinaps tersebut ada tiga hal yang dimunculkan.superficial. impuls di transfer oleh neuron asesori dari neuron sensori ke neuron motorik. 3. Pada kondisi ini potensial pada portsinapsis akan meningkat. Jika dilihat dari bentuk atau aksi yang ditimbulkan.  Neuron Motorik (nouronaferen). menuju ke system sarf pusat. serta periode latin akan lama pada respon yang terus menerus sehingga akan menimbulkan kelelehan. yaitu sumsum tulang belakang. 2000).ada beberapa jenis macam reflex. Di sum-sum tulang belakang. yaitu sel saraf yang bertugas menghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik yang terdapat di dalam sumsum tulang belakang atau di otak (Idel. mempunyai tujuan tertentu. cerebral. medulla.reseptor ke pusat susunan saraf. yaitu: 1. Inhibitor Adalah proses penghambatan respon pada organ efektor. Dendrit menerima impuls dari akson neoron lain sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor. Reflex semacam ini dinamakan reflex bawaan yang pusatnya pada sumsum tulang belakang. yaitu dapat diramalkan. memiliki reseptor tertentu.   Neuron konektor adalah sel saraf yang bertugas menghubungkan antara neuron yang satu dengan yang lainnya. Dari neuron motorik impuls di alirkan melalui sarf motorik ke efektor. Summasi Terdiri atas sum-sum tenporal yang berupa pengulangan impalas untuk dapat menimbulkan respon summasi spiasial. berfungsi sebagai pelindung dan pengatur. dan reflex visceral. Refleks pada dasarnya merupakan suatu respon dalam rangka mengelak dari suatu rangsangan yang dapat membahayakan atau mencelakakan. spontan dan tidak dapat dipelajari. Jika dilihat dari mekanisme jalannya . Impuls saraf berasal dari reseptor dibawa oleh sareaf eferen yang bersifat sensorik. Antar satu serabut satu dengan serabut lainnya sudahb tentu memiliki hubungan integrasi. reflex memiliki berbagai karakteristik . mempunyai periode laten. yaitu reflex spinal. Neuron ajustor. yaitu sel saraf yang berfungsi untuk menyampaikan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke saraf efektor. Fasilitas Merupakansuatu proses poenambahan eksitasi pada hubungan sinaps yang tidak memperlihatkan adanay summasi respon elektrik. Reflex sebagai integrasi sinapmemiloiki bagian-bagian antara lain serabut saraf sensorik-saraf spinal akar dorsalis-interneuron-saraf akar ventralis-serabut motorik. 2. Neuron memiliki dendrit yang berhubungan dengan reseptor (penerima rangsangan) dan neurit yang berhubungan dengan sel saraf lainnya. Ciri refleks adalah respon yang berlangsung cepat atau tidak disadari oleh yang bersangkutan.

refleks sangat berfungsi sebagai kelangsungan hidup suatu organisme. Ketuk pada periost prosessus stiloideus. Refleks cahaya. Lengan bawah setengah difleksikan pada sendi siku dan tangan antara pronasi dan supinasi. Dilihat dari bentuk reaksi atau aksi yang ditimbulkan refleks memiliki karakteristik sebagai berikut: 1.Kapas yang telah di sediakan. Neuron konektor merupakan penghubaung antara neuron sensorik dan neuron motorik. . Lengan orang coba setengah ditleksikan pada sendi siku dan tangan sedikit dipronasikan. periode laten akan lama pada respon yang terus meneruskan sehingga akan mengakibatkan timbulnya kelelahan (Widiastuti. Jika terletak di susmsum tulang belakang.Pada percobaan ini terlihat adanya refleks yang terjadi pada orang coba. Respon yang terjadi berupa kedipan mata secara cepat. dapat diramalkan. Pada saat diberikan cubitan frekuensi kecil. Refleks kornea . Sentuhlah dengan hatai-hati sisi kontralateral kornea dengan kapas.Pada orang coba pada saat praktikum terlihat adanya refleks tersebut. sedangkan contoh sinaps eksikator adalah saat otot kontraksi sebagai respon adanya stimulus. di gulung menjadi bentuk selinder halus. Beberapa Metode Pemeriksaan Refleks a. Refleks periost ulnaris. Gerak refleks ialah gerakan pintas ke sumsum tulang belakang. respon yang ditimbulkan karena adanya rangsangan yang berulang-ulang akan sama. mempunyai tujuan tertentu. d. Ketuk periosteum pada ujung distal os radii. membran akan mengalami perubahan elektrokimia dan perubahan fisiologis. Namun apabila cubitan dengan frekuensi kuat maka kaki katak akan mengejang.rangsangan. spontan dan tidak dipelajari 6. Respon yang terjadi yaitu berupa pronasi tangan. Misalnya stimulus dengan sinaps inhibitor adalah saat relaksasi sebagai respon adanya stimulus. refleks memiliiki reseptor tertentu. Bentuk ke dua respon pada anggota badan yang sama disebut dengan hambatan resiprikal. Jika neuron konektor berada di otak. 3.Apabila rangsangan dengan kekuatan tertentu diberikan kepada membran sel saraf. Refleks periost radialis.1994). stimulus memiliki bentuk sinaps inhibitor (menghambat) dan sinapos eksitator 9 mempercepat). Orang coba menggerakan bola mata ke lateral yaitu dengan melihat ke salah sisi tanpa menggerakan kepala. Cahaya senter yang dijatuhkan pada pupil salah satu mata orang coba. Sedangkan lengkung refleks adalah lintasan terpendek gerak refleks. Respon yang terjadi berupa konstriksi pupil homolateral dan kontra lateral. b. 2002). Respon yang terjadi pada orang coba berupa fleksi lengan bawah pada siku dan supinasi tangan. kaki katak akan bergerak-gerak seperti meronta. berfungsi sebagai pelindungdan pengatur 7. 2. Perubahan tersebut berkaitan dengan adanya perubahan permeabilitas membran yang menyebabkan terjadinya permiabel tehadap Na+ dan sangat kurang permiabel terhadap K+ (Soewolo. 4. maka refleksnya disebut refleks tulang belakang. 5. adanya waktu antara stimulus dan mulai terjadinya respon pada efektor. c.maka refleksnya disebut refleks otak. dengan kata lain setiap rangsangan akan menimbulkan respon namun terbentuknya respon ini hanya pada efektor tertentu. Ciri refleks adalah respon yang terjadi berlangsung dengan cepat dan tidak disadari. refleks mempunyai periode laten.

dan neuron motorik. namun. Withdrwal Refleks. ke saraf sensori.com/referat-kedokteran/neurologi/mengenali-berbagai-gerak-refleks-padamanusia. dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik. sehalus mungkin agar tidak melukai orang coba. Ketuk pada tendo otot biseps akan menyebabkan fleksi lengan pada siku dan tampak kontraksi otot biseps. Refleks triseps. Refleks biseps. . ini akan menyebabkan ekstensi lengan dan kontarksi otot triseps. Contoh gerak refleks misalnya berkedip. tusuklah dengan hati-hati dan cepat kulit lengan dengan jarum sntik steril. Lengan bawah difleksikan pada sendi siku dan sedikit dipronasikan. dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. f. Ketukan pada tendo otot triseps 5 cm di atas siku. yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. interneuron. yaitu dari reseptor. Ketuk tendo patella dengan hammer sehingga terjadi ekstensi tungkai disertai kontraksi otot kuadriseps. sehingga terjadi plantar fleksi dari kaki dan kontaraksi gastroknemius. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang. h. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu.com/2011/11/laporan-praktikum-gerak-reflekspada. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan.blogspot. kemudian hasil olahan oleh otak. ketuk tendo achilles. Knee Pess Refleks (KPR). Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengenal dan mempelajari macam-macam refleks. berupa tanggapan.html#ixzz2RAH5prXU BAB I PENDAHULUAN A. (infokedokteran. Dasar Teori Gerak pada umumnya terjadi secara sadar. Tungkai orang coba difleksikan pada sendi lutut dan kaki didorsofleksikan. Lengan orang coba diletakkan di atas meja dalam keadaan ekstensi.e. Achilles pess refleks. tanpa memerlukan kontrol dari otak. i. bersin. Respon yang terjadi berupa fleksi lengan tersebut menjauhi stimulus. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. atau batuk. Pada percobaan ini orang coba duduk pada tempat yang agak tinggi sehingga kedua tungkai akan tergantung bebas atau oarang coba berbaring terlentang dengan fleksi tungkai pada sendi lutut.html) Read more: http://madepujas. g. B. ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Tunggu pada saat orang coba tidak melihat saudara. Lengan orang coba setenganh di fleksikan pada sendi siku.

Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada reseptor di permukaan tubuh . Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak. Mekanisme gerak reflek (gerak tidak sadar) : belakang Rangsangan saraf sensorik pusat integrasi di sumsum tulang saraf motorik gerak otot Waktu antara pemberian rangsangan hingga timbul jawaban disebut waktu refleks. yaitu otot atau kelenjar. Refleks juga terjadi ketika kita membaui makanan enak . yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang. gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang. impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas. Pada gerak refleks. Kekuatan refleks ditentukan oleh kekuatan rangsang dan lama pemberian rangsang. Jenis refleks dikelompokkan berdasarkan : 1.Gerak refleks yang paling sederhananya memerlukan dua tipe sel saraf. dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Jalan pintas ini disebut busur refleks.secara otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. Letak reseptor  Refleks eksteroseptif. misalnya. yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Misalnya bila kaki menginjak paku. diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor. kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf.

yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada reseptor di otot rangka. Keadaan sirkuit refleks dapat sangat bervariasi tergantung pada kondisi seseorang (misalnya terjaga. Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan neurologi untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. melibatkan neuron di medulla oblongata Refleks kortikal. contoh : keluar air liur ketika melihat makanan yang lezat 5. tidur.  Refleks interoseptif/viseroseptif. semua refleks melalui lebih dari satu sinaps. lengkung refleks paling sederhana. satu neuron afferen dan satu neuron efferen yang langsung berhubungan dengan di saraf pusat). Bagian saraf pusat yang terlibat       Refleks spinal. Ciri jawaban Refleks motor. contoh : withdrawal refleks Refleks bulbar. terdapat beberapa interneuron yang menghubungkan afferen dan efferen.  Refleks polisinaps. melalui satu sinaps (hanya melalui 2 neuron. melalui beberapa sinaps. efektornya pembuluh pembuluh darah berupa vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) atau vasokontriksi (penyempitan pembuluh darah) 4. efektornya otot dengan jawaban berupa kontraksi atau relaksasi otot Refleks sekretorik. efektornya kelenjar dengan jawaban berupa peningkatan atau penurunan sekresi kelenjar Refleks vasomotor. tendon dan sendi (refleks sikap badan) 2. Jumlah neuron yang terlibat  Refleks monosinaps. contoh : refleks menghisap pada bayi Refleks bersyarat (conditioned reflex). koma). Bawaan sejak lahir dan didapat   Refleks tak bersyarat (unconditioned reflex). melibatkan neuron di korteks serebri 3. yaitu rangsangan yang timbul karena rangsangan pada alat dalam atau pembuluh darah Refleks propioseptif. refleks yang dibawa sejak lahir. Kecuali refleks regang. refleks yang didapat selama pertumbuhan dan biasanya berdasarkan pengalaman hidup. pada apa . Contoh : stretch refleks. melibatkan neuron di medulla spinalis.

pada posisinya dalam ruang dan postur. berlari. dan atas faktor lainnya. Informasi-informasi ini berguna bagi dunia farmasi dan kedokteran. berpikir).yang dilakukan (misalnya berjalan. .

Cara Kerja  Cara mendapatkan spinal animal  Pegang katak dengan tangan kiri  Gunting mulutnya sampai batas belakang tengkorak  Atau bisa juga dengan teknik Single Pithing yaitu memasukkan jarum sonde lewat foramen occipitale masuk ke dalam otak dan merusaknya  Gantung katak pada statif dengan menggunakan benang  Waktu refleks dan kekuatan refleks (Rangsangan Mekanis)  Jepit kaki belakang dengan pinset.  Perhatikan responnya dan catat jenis refleks. Alat dan Bahan Adapun Alat yang digunakan antara lain yaitu :  Alat diseksi  Papan Fiksasi  Beker glas  Statif  Hammer refleks     Adapun bahan yang disgunakan antara lain yaitu: Katak Benang Kapas Larutan Cuka 1% B. sehingga katak akan menurunkan kakinya kembali (penghambatan reflektorik). yang satu berisi air biasa dan yang lainnya berisi asam  Celupkan kaki belakang kiri katak yang tergantung itu ke dalam beker glas yang berisi asam.  Basahi kulit tubuh yang lateral setinggi dada.  Rangsangan Kimiawi  Siapkan 2 beker glas. membentuk sudut 120°  Tendo muskulus quadriceps femoris dipukul tepat dibawah patella . bahkan kedua kaki depannya (iridiasi refleks).  Perhatikan refleks yang terjadi dan catat hasilnya. Untuk hal ini.  Jika tidak terjadi respon. sebelah kiri sesisi dengan kaki yang terkena asam cuka. katak akan menarik kaki saat dijepit (melakukan refleks pelindung/withdrawal refleks)  Adakalanya kakinya tetap diangkat. jepitlah kaki lainnya. kemudian celupkan kaki kiri lebih banyak ke dalam asam cuka itu  Perhatikan responnya dan catat jenis refleks.BAB II METODOLOGI A. bilas kaki yang telah dicelup dalam asama dengan air bersih pada beker glas yang lain.  Refleks Patella  Tungkai difleksikan pada sendi lutut. setelah menarik kakinya.  Catat waktu respon serta kekuatan refleks. Katak akan menarik kedua kakinya.  Jepitlah lagi kaki pertama dengan lebih kuat.

 Perhatikan refleks yang terjadi dan catat hasilnya. .

Scratch Refleks Withdrawal Refleks Scratch Refleks Kekuatan refleks Sangat Kuat Kuat Lemah      - Kecepatan Sangat Cepat Cepat Lambat     Kimiawi Patella B. Jalan pintas ini disebut busur refleks. Busur refleks terdiri dari : Organ sensorik (reseptor) Neuron afferent Satu atau lebih sinaps pada station integrasi pusat Neuron efferent Effektor (otot atau kelenjar) Macam-macam refleks yang diuji pada praktikum kali ini antara lain : 1. Withdrawal Reflex . Contohnya adalah refleks patella 2. diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor. Organ reseptornya disebut muscle spindle. Stretch Reflex Refleks ini diawali dengan meregangnya otot. Pembahasan Pada gerak refleks. yaitu otot atau kelenjar. yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang. impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil pengamatan Jenis Rangsangan Mekanis Refleks yang ditimbulkan Strech Refleks Withdrawal Refleks Crossed Extensor R. kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf.

sedangkan kaki yang lainnya akan mengambil berat seluruh tubuh. Contohnya adalah ketika seseorang menginjak paku. 4. maka kaki yang menginjak paku akan menarik diri. Extensor Thrust Reflex Apabila pada telapak kaki anjing diberikan suatu tekanan. seolah-olah ingin menghilangkan rangsangan tadi. maka bagian tubuh tersebut segera ditarik menjauhi arah datangnya rangsangan. Crossed Extensor Reflex Apabila refleks penarikan ditimbulkan oleh suatu stimulus yang menyakitkan pada kaki kiri. hubungan antara neuron afferen dan efferen ada di otak dan di sumsum tulang belakang. 5. sehingga . Mekanisme withdrawal refleks ditunjukkan pada gambar dibawah ini : 3. maka refleks orang tersebut adalah menarik tangannya. Contohnya adalah seseorang menyentuh gelas yang panas. hewan tersebut akan menggarukkan tempat yang dirangsang tadi. Pada percobaan ini. Apabila kulit hewan dirangsang.Apabila suatu stimulus yang menyakitkan diberikan pada bagian tubuh manapun. Pada hewan vertebrata. maka kaki kanannya terlihat meregang. Hal ini terjadi karena kontraksi otot-otot extensor dan fleksor secara bersamaan. kaki tersebut akan dibentangkan keluar dan terlihat tegang. hewan percobaan (katak) dideserebrasi. Scratch Reflex Beberapa neuron sensorik dapat menanggapi rangsangan kimia yang menghasilkan gatal.

Asam terbagi menjadi dua. dan lain-lain. Perubahan tersebut berkaitan dengan adanya perubahan permeabilitas membran yang menyebabkan terjadinya permeabel tehadap Na+ dan sangat kurang permiabel terhadap K+. respon yang dihasilkan tetap ada namun katak merespon stimulus sangat lama. C6H8O7 (asam sitrat). Hal ini disebabkan oleh karena katak bernapas dengan bantuan kulitnya. Itulah sebabnya mengapa pada saat asam cuka diletakkan pada bagian paha dalam. yaitu asam kuat dan asam lemah. katak tidak memberikan respon. yaitu permukaan kulit tubuhnya. Namun apabila cubitan dengan kekuatan kuat maka kaki katak akan mengejang. Apabila rangsangan dengan kekuatan tertentu diberikan kepada membran sel saraf. Pada katak yang diperlakuan dengan merusak sistem saraf otaknya. sehingga asam cuka yang dilekatkan pada kulit katak menghambat pemerolehan oksigen untuk pernapasan. karena pada kulit di bagian dalam paha tidak termasuk organ pernapasannya. katak akan meresponnya dengan bergerak-gerak. dan lain-lain. Menurut Idel. Hal ini disebabkan karena jantung katak bersifat neurogenik sehingga katak masih mampu memberikan respon. katak dewasa bernapas dengan menggunakan tiga organ pernapasan. permukaan rongga mulut dan paru-paru. H2CO3 (asam karbonat). sedangan contoh asam lemah adalah : CH3COOH (asam asetat). kaki katak akan melakukan gerak refleks yang berlawanan dengan arah rangsangan (Withdrawal Refleks). Hal ini merangsang reseptor sensorik stretch yaitu muscle spindle untuk memicu impuls afferen dalam saraf sensorik dari saraf femoralis yang sinapsis (tanpa . Pada percobaan mengoleskan asam cuka yang diletakkan pada bagian sentral tubuh. Memukul tendon patella dengan hammer refleks tepat di bawah patella menyebabkan otototot paha depan meregang. Akan tetapi katak deserebrasi masih dapat memberikan respon. HBr. H2SO4. Hal ini dikarenakan sistem saraf pada otaknya telah mengalami kerusakan pada saat penusukan dengan sonde atau menggunting mulut katak sampai batas belakang tengkorak pada saat praktikum. membran akan mengalami perubahan elektrokimia dan perubahan fisiologis. Dari hasil pengamatan terjadi pengurangan frekuensi respon pada katak deserebrasi. Pada saat diberikan cubitan dengan kekuatan kecil. Beberapa contoh asam kuat yang biasa digunakan antara lain : HCl.didapatkan spinal animal (hewan bersumsum tulang belakang saja). C6H8O6 (asam askorbat). HF. antoni (2000).

Mekanisme refleks patella ditunjukkan pada gambar dibawah ini : . benar-benar independen dari pusat yang lebih tinggi. sebuah neuron alfa-motor melakukan impuls eferen kembali ke otot quadriceps femoris.interneurones) di sumsum tulang belakang. tanpa memikirkan setiap langkah. Kontraksi ini. Dari sana. dikoordinasikan dengan relaksasi dari otot hamstring fleksor antagonis menyebabkan kaki menendang. Refleks ini membantu menjaga postur dan keseimbangan. yang memungkinkan seseorang untuk berjalan tanpa sadar. memicu kontraksi.

Function of the Human Body. B . http://thetom022. 2008.. SARAN DAFTAR PUSTAKA Effendi. Jakarta : EGC. 2. AB dan O. Second edition.BAB V PENUTUP A. 1964. Setelah melakukan percobaan pada katak untuk mengetahui refleks dari beberapa macam rangsangan maka dapat disimpulkan bahwa : Rangsangan mekanis dapat menyebabkan stretch refleks dan withdrawal refleks Rangsangan kimiawi dapat menyebabkan withdrawal refleks dan crossed extended refleks Refleks patella membantu menjaga postur dan keseimbangan seseorang pada saat berjalan. B.2000. Ganong. L. Edisi II. 4. Latar belakang Setiap manusia memiliki golongan darah yang berbeda – beda. Laboratorium farmasi.Mulyati E MS. Human Physiology : From Cells to Systems. Arthur C. 1995. Mengetahui golongan darah mempunyai beberapa manfaat yang sangat . Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Sebaiknya dilakukan beberapa kali pemukulan pada percobaan refleks patella untuk mengetahui letak tendo muskulus quadriceps femoris.wordpress. Seventh Edition.William. Gitamedia Press:Jakarta Sherwood. Tiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap suatu rangsangan. Penuntun Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia.Ir: 2010. BAB I PENDAHULUAN 1. USA : Graphic World Inc.Antoni.1. 3.Biologi Dalam Kehidupan Sehari -hari. Japan :Igaku Shoin Ltd. Ada yang bergolongan darah A . KESIMPULAN 1. Bogor.com/2008/01/15/gerak-reflek-pada-manusia/ Idel. Guyton. tergantung dari kekuatan rangsang dan waktu refleks. F.

Misalnya dalam keadaan genting. ada yang cepat dan ada yang lambat. tiba – tiba kita membutuhkan darah maka kita tidak perlu repot – repot karena kita sudah mengetahuinya. a. Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB ) d.2.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen ( golongan darah O ) I. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B ( golongan darah B ) c. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh. Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah. Dan setiap orang juga memiliki tensi yang berbeda – beda pula.penting. Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi. Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi. Tujuan Untuk mengetahui cara pemeriksaan golongan darah BAB II TINJAUAN PUSTAKA Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. dua tetes darah yang terpisah dari orang yang akan diperiksa golongan darahnya diletakan pada sebuah slide mikroskop Setetes serum yang mengandung aglutinin anti-A ( dari darah golongan B ) diteteskan pada salah satu tetes darah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). dalam percobaan kali ini kita akan mencoba untuk mengetahui itu semua yaitu mngetahui golongan darah. hanya saja lebih jarang dijumpai. Golongan darah tersebut dapat diketahui melalui tes golongan darah.maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A ( golongan darah A ) b. Selain itu.sedangkan tetes serum yang mengandung aglutinin anti-B ( dari darah golongan A ) diteteskan pada tetes darah lainya. Dalam teknik slide biasa untuk penggolongan darah ABO. Tensi manusia dewasa yang normal adalah 120/80. setiap orang juga memiliki waktu koagulan atau waktu pembekuan darah yang berbeda – beda. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi . waktu koagulan dan tensi.

Akan tetapi pada orang lain. A dan B. orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. dan kematian.  Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen. Namun. gagal ginjal. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia. orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif  Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di . Sehingga. Sehingga. Secara umum. Namun. orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen. Sehingga. golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia. orang dengan golongan darah ABpositif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. syok. campuran tadi tidak mengakibatkan penggumpalan darah. orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal.menurut K.  Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. golongan darah A lebih dominan.transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis. Sehingga. tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. golongan darah tersebut dibagi menjadi 4 golongan yaitu sebagai berikut:  Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Landsteiner menemukan bahwa penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit (sel darah merah) seseorang dicampur dengan serum darah orang lain.

maka antigen disebut aglutinogen dan antibodi pasangannya disebut aglutinin 2. tetapi mengandung aglutini anti-A dan aglutini-B Penggolongan darah penting dilakukan sebelim transfusi darah karena pencampuran golongan darah yang tidak cocok menyebabkan aglutinasi dan destruksi sel darah merah. diberi anti A : tidak menggumpal 3. 1.yang mulai terlihat sekitar 2 sampai 8 bulan setelah lahir. Karena reaksi antigen-antibodi menyebabkan aglutinasi ( penggumpalan) sel darah merah. diberi anti Rhesus : menggumpal 2. Contoh gambar hasil pengamatan Bagaimana menentukan golongan darahnya? ambil satu contoh baris ke-dua.tetapi tidak mengandung aglutinin anti-A atau anti-B 4. Antigen ini. tipe A dan tipe B bereaksi dengan antibody pasangannya. 1. memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. Klasifikasi golongan darah ABO ditentukan berdasarkan ada tidaknya aglutinogen ((antigen tipe A dan tipe B ) yang ditemukan pada permukaan eritrosit dan aglutinin (antibodi) anti-A dan anti-B. Perhatikan urutan sampelnya dari kiri ke kanan: 1. Darah golongan A mengandung aglutinogen tipe A dan aglutinin anti-B 2. Seseorang mungkin saja tidak mewarisi tipe A dan tipe B atau hanya mewarisi salah satunya. Darah golongan O tidak mengandung aglutinogen. atau bahkan keduanya sekaligus. Sebelum lahir.molekul protein yang ditentukan secara genetik disebut antigen. Karl Landsteiner.dunia. diberi anti B : menggumpal 4. yang ditemukan dalam plasma. Darah golongan AB mengandung aglutinogen tipe A dan tipe B. diberi anti AB : menggumpal . antigen ini muncul dipermukaan membran sel darah merah. Darah golongan B mengandung aglutinogen tipeB dan aglutinin anti-A 3.Ilmuwan Austria.

darah + anti Rhesus = aglutinasi -----> terdapat antigen Rhesus -----> gol Rh+ 2.Kesimpulannya. a. Tidak digunakan juga tidak masalah. b. Antigen RhD adalah antigen terpenting dalam reaksi imunitas tubuh. darah + anti A= aglutinasi -----> terdapat aglutinogen A -----> gol A 3. Individu dengan Rh positif lebih banyak dari pada Rh negatif. Sistem ini berbeda dengan golongan ABO di mana individu ber-Rh negatif tidak memiliki aglutinin anti-Rh dalam plasmanya. Sistem ini ditemukan dan diberinama berdasarkan Rhesus monyet. darah + anti B= aglutinasi -----> terdapat aglutinogen B -----> gol B Penggunaan anti AB hanya untuk verifikasi (kepastian) saja. . cara penggolongan darah Sistem Rh Adalah kelompok antigen lain yang diwariskan dalam tubuh manusia. Jika faktor tersebut tidak ditemukan maka individunya disebut Rh negatif. Untuk menentukan golongan darah pedomannya sebagai berikut: Golongan aglutinogen (antigen) pada eritrosit A B AB O    aglutinin (antibodi) pada plasma darah b a a dan b A B A dan B - Jika aglutinin a (anti A) + aglutinogen A = terjadi aglutinasi (penggumpalan) Jika aglutinin b (anti B) + aglutinogen B = terjadi aglutinasi (penggumpalan) Jika anti Rhesus (antibodi Rhesus) + antigen Rhesus = terjadi aglutinasi (penggumpalan) 1. Jika faktor RhD ditemukan. individu yang memilikinya disebut Rh positif.sang pemilik darah bergolongan darah B Rh+ (golongan B dan golongan Rhesuspositif).

 Bahan: Anti A.Alkohol 70 %.Blood lancet steril (disponsable). lalu tekanlah ujung jari hingga darah keluar .dapat terjadi setelah kehamialnan pertama ibu ber-Rh negatif dengan janin ber-Rh positif a.atau setelah abortus janin ber-Rh positif. Darah kapiler atau vena 3. Anti (AB). Pencegahan. Sterilkan salah satu ujung jari dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70% 3. Ibu tidak akan memproduksi anyibodi lawannya. Jika antibodi lawan faktor Rh telah diproduksi ibu maka pada kehamilan selanjutnya.3 Cara Kerja 1. d. Eritoblastosis fetalis atau penyakit hemolisis pada bayi baru lahir.20 WIB di laboratorium Biologi jurusan tadris MIPA Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Pada saat lahir ( atau abortus spontan atau induksi). Anti (B).1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan praktikum fisioologi dilakukan pada hari jum’at.Tusuk gigi beberapa batang.c.2 Alat dan Bahan  Alat: Kartu tes golongan darah (jika tidak ada bisa diganti object glass). Tusukkan lancet dengan hati-hati dan mantap ke ujung jari yang telah steril. Jika ibu ber-Rh negatif mendapat injeksi antibodi berlawanan dengan faktor Rh positif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan. Bayi yang mengalaminya akan terlahir dengan anemia c. ibu akan terpapar beberapa antigen Rh positifjanin sehingga ibu akan terbentuk antibodi untuk menolak antigen tersebut b. pemberian darah Rh positif selanjutnya akan mengakibatkan aglutinasi sel darah merah donor.antibodi tersebut akan menembus plasenta menuju aliran darah janin dan menyebabkan hemolisis sel darah merah janin. 3. Siapkan kartu uji atau object glass yang telah di beri nomor 1 – 4 2.keguguran.Kapas. BAB III METODELOGI PENELITIAN 3. maka antigen tidak akan teraktivasi. 18 November 2011 pada pukul 13. Anti (D). Walau tranfusi awal tidak membahayakan. Jika seseorang dengan Rh negatif diberikan darah ber-Rh positif maka aglutininya anti-Rh akan diproduksi.

Teteskan darah pada kartu uji atau object glass sebanyak 4 kali pada tempat yang berbeda sesuai nomor 5. Siti chodijah. 22. 25.1. 27. 11. 24. 34. 9. Hasil Data hasil pengamatn dalam praktikum Fisiologi Hewan tentang pemeriksaan golongan darah adalah. 6. M. 23. 8. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 12. Pengamatan dilakukan dengan mata telanjang. 29. 7. 13. 30. 10. 4. Teteskan serum alfa sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama. pLakukan langkah nomor 5 untuk serum beta.Osen Muji yanto Mussiah Nova yulita sari Nurhasanah Rafika agustina Reri parina Reslana Umi latifah Tiara aditya Yumi mareta C Yuli Novitasari Wilda triani Yevi mandasari O B B B B A B A A O O B O O 21. 7. 28. 5. 3. 31.P Yunita anggraini Sri astute Tri bintang P Okta septi hariani Rika wijayanti Wiji adchiyanti Nyayu umi habsa Devi ladespa Yeni oktavia Yayan kusuma Toriq alfarabi Yudi setiawan Yatno No Nama Siswa Gol. Amatilah apa yang terjadi. apa terjadi penggumpalan atau tidak. 32. Bandingkan bahan setiap belahan gelas objek dengan gambar yang tersedia yang diperlihatkan kedua macam reaksi. No Nama Siswa Gol. 33. dan serum anti Rhesus. 2. 6. Darah O A B O B B O A O O A O B AB . lalu aduklah dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi.4. Darah 1. 14. 26. serum alfa-beta.

A. B. B. B. 38. 36. AB BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. B O. 20. ini dikarenakan factor bawaan atau keturunan dari orang tua masing-masing dimana domina darah orang tua berdarah O. A O. B A. B A. B. Ropikotul adawiya Ica lindia Sefti yanty Ummu haniyah Putri aulia p. Kesimpulan . 19. AB A. AB A. A. Fauzan aliksan Tito nurseha Vreny pratini Rona desnisti Samsia O B A AB O 4.15. AB O. 37. 17. B. B A O. B. 16. Tabel pewarisan golongan darah kepada anak Ibu O O A B AB O O. 39.2 Pembahasan Dari table diatas maka didapatkan hasil sebagi berikut:     Golongan darah A sebanyak 8 orang Golongan darah AB sebanyak 3 orang Golongan darah B sebanyak 11 orang Golongan darah O sebanyak 17 orang Dari kelas biologi 2 yang berjumlah 39 orang kebanyakan golongan darah O yaitu yang berjumlah 17 orang. AB AB A.w Lidya kandau O O O AB O A 35. A O. A O. AB A. B A. B. AB Ayah B O. 18.

yang bergolongan darah AB sebanyak 3 orang. ujung pipet tidak boleh ditempelkan ke sampel darah.html . Saat penetesan anti serum. Siswa lebih berhati-hati dalam pengambilan darah agar tidak terjadi kecelakaan / luka.blogspot. Saran 1.Dari penelitiaan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa mahasiswa Biologi 2 yang bergolongan darah A sebanyak 8 orang. 3. yang bergolongan darah B sebanyak 11 orang dan mahasiswa yang bergolongan darah O sebanyak 17 orang.com/2012/01/laporan-golongan-darah. Dari seluruh mahasiswa kelas biologi 2 yang berjumlah 39 orang kebanyakan mahasiswa bergolongan darah O yaitu yang berjumlah 17 orang. http://ochenbiofisiologi. 5.2. terlebih dahulu dibersihkan dengan alkohol 70% agar tidak terkena infeksi. Sebelum dan sesudah pengambilan darah. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->