P. 1
MORFOLOGI ANGGREK

MORFOLOGI ANGGREK

|Views: 419|Likes:
Published by Lu'luk Fuadah
Laporan Praktikum Orkhidologi
Laporan Praktikum Orkhidologi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Lu'luk Fuadah on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/31/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MORFOLOGI ANGGREK

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : Lu’luk Fuadah : B1J010018 : III :4 : Heti Sartika Sari

LAPORAN PRAKTIKUM ORKHIDOLOGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013

hanya air dan hara yang diserap melalui ujung akar saja yang dapat disalurkan ke dalam jaringan tanaman. PENDAHULUAN A. Renanthera. Jenis anggrek berjumlah 17. (2008). Menurut Darmono. Oleh karenanya. filamen ini berfungsi melindungi akar dari kehilangan air selama proses transpirasi dan evaporasi. . di antaranya adalah Dendrobium.500 (Sastrapradja dan Gandawidjaja. Dalam keadaan kering. Akar yang sudah tua akan berwarna coklat tua dan kering. dan Phalaenopsis. serta merupakan lapisan pelindung pada sistem saluran akar (Latif. Bagian ujung akar meruncing. lunak dan mudah patah. Secara morfologi. tidak efektif bila penyiraman hanya dilakukan dengan membasahi tanah. Vanda. Batang Anggrek memiliki 2 jenis batang yaitu monopodial dan simpodial. Air atau hara yang langsung mengenai akar akan diabsorbsi (diserap) oleh filamen dan ujung akar. berdaging. 1979). Phalaenopsis. menyerap air. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan anggrek termasuk kelompok tanaman hias yang jenisnya sangat beragam. 1960). Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian morfologi pada tanaman anggrek yang akan dipelajari.I. Akar anggrek berfilamen. Bagian-bagian dari morfologi anggrek pada umumnya memiliki bagian yang sama dengan tanaman hias lainnya. Akar Akar anggrek berbentuk silindris. tanaman anggrek terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut: a. yaitu lapisan luar yang terdiri dari beberapa lapis sel berongga dan transparan. melindungi bagian dalam akar. b. serta membantu melekatnya akar pada benda yang ditumpanginya. Namun. Anggrek monopodial memiliki batang utama yang ujungnya terus tumbuh dan tidak terbatas panjangnya seperti anggrek jenis Vanda. Latar Belakang Salah satu kelompok tanaman yang banyak tumbuh di belantara Indonesia adalah anggrek. licin dan sedikit lengket. akar tampak berwarna putih keperak-perakan dan hanya bagian ujung akar saja berwarna hijau atau tampak agak keunguan.

d. Anggrek daun memiliki daun atau tulang daun yang berwarna dan disanalah terletak keindahan jenis-jenis anggrek daun itu (Latif. ada yang bulat telur (Renanthera coccinea). Daun jenis Coelogyne dan Spathoglottis mendekati bentuk daun kunyit. petal pertama dan kedua letaknya berseling dengan sepal. sedangkan daun genus Dendrobium dan Phalaenopsis berbentuk bulat memanjang (Latif. memanjang bagai pita atau serupa daun tebu. c. Anggrek memiliki tiga buah petal. Tulang daun sejajar dengan tepi daun dan berakhir di ujung daun. minyak dan zat pewangi. sedangkan pada sebagian besar letaknya aksilar (Latif. pistil (putik) dan ovarium (bakal buah). Petal ketiga mengalami modifikasi menjadi labellum (bibir). stamen (benang sari). 1972). Tebal daun beragam. Gunawan (2006) menyatakan bahwa anggrek sympodial yaitu anggrek dengan pertumbuhan ujung batang terbatas. Susunan daun berseling-seling atau berhadapan. Batang ini tumbuh terus akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. 1960). sedangkan dua lainnya disebut sepal lateral. Daun tidak bertangkai. artinya bagian daun yang bagian atas lebar dan bagian pangkal kurang lebar. permukaannya rata. Karangan bunga pada beberapa spesies letaknya terminal. Pada labellum terdapat gumpalan-gumpalan yang mengandung protein.dan Arachnis. Warna daun anggrek hijau muda atau hijau tua. Bunga anggrek memiliki beberapa bagian utama yaitu sepal (daun kelopak). dari tipis sampai berdaging dan kaku. Cattleya. 1972). bulat telur terbalik. sepenuhnya duduk pada batang. Bunga Bunga anggrek tersusun dalam karangan bunga. Warna . Daun Bentuk daun anggrek terdiri dari bermacam-macam bentuk. kekuningan dan ada pula yang bercak-bercak. Jumlah kuntum bunga pada satu karangan dapat terdiri dari satu sampai banyak kuntum. Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru (pseudobulb) yang tumbuh disampingnya. petal (daun mahkota). Bagian tepi tidak bergerigi (rata) dengan ujung daun terbelah. Sepal bagian atas disebut sepal dorsal. Berbagai jenis anggrek yang termasuk batang simpodial yaitu Dendrobium. Sepal anggrek berjumlah tiga buah. dan Oncidium.

Di hutan penyerbukan terjadi dengan bantuan serangga. 1981). secara sengaja kita dapat melakukan penyerbukan. Ovarium bersatu dengan dasar bunga dan terletak di bawah colum. 1960). (1981). biji anggrek keadaannya tidak sempurna karena tidak mempunyai lembaga atau cadangan makanannya. Selain itu. 2. Pembiakkan dengan biji lebih sukar dibandingkan dengan cara-cara lainnya. Tujuan Tujuan dari praktikum morfologi anggrek ini yaitu: 1. e. Biji Menurut Sumartono. batang dan daun anggrek yang berkaitan dengan cara hidupnya. Untuk mengetahui morfologi organ vegetatif dan generatif. . B. Berdasarkan beberapa laporan. Pada ujung columnya terdapat anter atau kepala sari yang merupakan gumpalan serbuk sari atau pollinia.bunga tananam anggrek sangat bervariasi dan berfungsi untuk menarik serangga hinggap pada bunga untuk mengadakan polinasi (penyerbukan). bunga anggrek mengandung ribuan sampai jutaan biji yang sangat halus. Colum (tugu) yang terdapat pada bagian tengah bunga merupakan tempat alat reproduksi jantan dan alat reproduksi betina. karena biji anggrek sangat kecil dan mudah diterbangkan angin. Namun. lebah madu merupakan serangga pollinator yang umum pada tanaman anggrek (Sumartono. Pollinia tertutup dengan sebuah cap (anther cap). Stigma (kepala putik) terletak di bawah rostellum dan menghadap ke labellum. Biji diperolehnya dari penyerbukan serbuk sari pada putik. dengan mengambil serbuk sari dengan alat dan letakkan pada kepala putik sehingga terjadi pembuahan. berwarna kuning sampai coklat. maka pembiakan dengan biji yang dilakukan orang bertujuan untuk mendapatkan jenis baru. Supaya praktikan dapat membedakan akar. sepal dan petal (Latif.

Kemudian diamati morfologi akar. batang. dan Anggrek Phalaenopsis sp. MATERI DAN METODE A. dan Anggrek Phalaenopsis sp. Anggrek Dendrobium sp. Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu kertas HVS. Metode Cara kerja praktikum kali ini yaitu : 1. Setelah itu. batang. daun dan bunga dari masing-masing anggrek. Anggrek Dendrobium sp. 3. Materi Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu alat tulis dan kamera. morfologi akar. . disiapkan. 2. daun dan bunga tersebut digambar serta diberi keterangannya. B.II.

Gambar 2. Foto Morfologi Anggrek Foto 1.III. Gambar Morfologi Anggrek Foto 2. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Phalaenopsis sp. Klasifikasi Anggrek Menurut Dressler dan Dodson (2000) .  Anggrek Phalaenopsis sp. Phalaenopsis sp. Hasil 1. Dendrobium sp. Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledonae : Orchidales : Orchiddaceae : Phalaenopsis Gambar 2. 3. 2. Dendrobium sp.

Spesies : Phalaenopsis sp.  Anggrek Dendrobium sp. Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Liliopsida : Orchidales : Orchiddaceae : Dendrobium : Dendrobium sp. .

Oncidium dan Cattleya. Batang ini tumbuh terus akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. Cattleya dan Oncidium. akar. Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru (pseudobulb) yang tumbuh disampingnya. Tunas anakan tersebut tumbuh dari rizom yang menghubungkannya dengan tanaman induk. menyebutkan ahwa batang anggrek beranekaragam. Gunawan (2006) menyatakan bahwa anggrek sympodial yaitu anggrek dengan pertumbuhan ujung batang terbatas. Tangkai bunga dapat keluar dari ujung pseudobulb atau dari sampingnya. Pertumbuhan batang akan terhenti bila telah mencapai maksimal. ada yang ramping. dengan atau tanpa umbi semu (pseudobulb). Anggrek jenis ini kebanyakan tumbuh dalam koloni kecil dan merupakan kelompok anggrek yang mempunyai penyebaran terbatas. Bentuk batangnya ramping tidak berumbi. Sutiyoso dan Sarwono (2002) menyatakan bahwa batang anggrek terdiri dari dua macam tipe pertumbuhan yaitu monopodial dan simpodial. Anggrek monopodial memiliki batang utama yang ujungnya terus tumbuh dan tidak terbatas panjangnya seperti anggrek jenis Vanda. Renanthera dan Arachnis. akan . daun. Tipe Simpodial Pada umumnya anggrek tipe ini mempunyai beberapa batang utama dan berumbi semu (pseudobulb) dengan pertumbuhan ujung batang terbatas. a. gemuk berdaging seluruhnya atau menebal di bagian tertentu saja. b. Darmono (2008). dan bunga. Di Indonesia. Sumatera dan Sulawesi. Jawa. contoh seperti genus Dendrobium. Phalaenopsis. Berbagai jenis anggrek yang termasuk batang simpodial yaitu Dendrobium. anggrek kantong semar tersebar di Kalimantan. contohnya genus Vanda. Tangkai bunga keluar di antara dua ketiak daun. Aranthera dan Phalaenopsis.B. Pembahasan Anggrek memiliki morfologi tanaman yang sama dengan jenis tanaman yang lain yaitu terdiri dari batang. Berdasarkan pertumbuhannya. batang anggrek dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu tipe simpodial dan tipe monopodial. Tipe Monopodial Anggrek tipe monopodial mempunyai batang utama dengan pertumbuhan tidak terbatas. Pertumbuhan baru dilanjutkan oleh tunas anakan yang tumbuhnya di sampingnya.

Banjar. Kapuas Hulu. Di Kab. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Tengah Kabupaten Kotawaringin dan Barito meupakan pusat penyebaran anggrek. 2012). Di Sumatera. Sulawesi dan Papua (Iptek Hortikultura. Tanah Laut. Bengkayang. Bentuknya yang unik. Para ahli menggolongkan anggrek ini ke dalam daftar anggrek yang terancam kepunahan. P. 2011). Sekadau. Penyebaran anggrek selain di wilayah di atas. dan P. maka langkah-langkah budidaya secara vegetatif maupun generatif harus segera diberdayakan. 2011). violacea Sumatra. Di Maluku dan Sulawesi yaitu P. Maluku.. menyerupai kantong semar (Nepenthes sp. ada lebih dari 77 spesies anggrek. anggrek spesies banyak terdapat di Taman Nasional Bukit 12 dan Taman Nasional Bukit 30. Penyebaran anggrek di Kalimatan sangat luas meliputi Kalimantan Timur. sumatrana. Tabalong. Palidus. Sambas. P. dan beberapa kabupaten lain merupakan tempat penyebaran anggrek. Kalimantan Barat. P. Ketapang. P. javanica dari daerah Garut sampai Sukabumi Selatan. Di Kalimantan Selatan. Di Jawa spesies Phalaenopsis yang ada yaitu P. Dipasaran anggrek ini hanya sedikit yang beredar (Sari et al.tetapi banyak dicari untuk diperdagangkan. Sumatra. P. P..). Kotabaru. Pontianak. amboinensis . amabilis var. Berbagai anggrek potensial maupun yang sudah langka dapat ditemukan di daerah ini. Jawa. Dalam upaya memelihara kelestarian anggrek di Indonesia dan sekaligus mengendalikan perburuan liar terhadap anggrek ini di habitatnya. fimbriata dan P. Tapin. cornu cervi. Di Kalimantan Barat beberapa kabupaten seperti Sintang. Selain rentan terhadap serangan penyakit atau gangguan lainnya. terdapat pula di Pulau Sumatera. Pontianak didirikan Orchid Center untuk pelestarian dan pengembangan anggrek spesies maupun hibrida sekaligus untuk agrowisata. Hulu Sungai Selatan. Spesies Phalaenopsis yang ada yaitu P. pegunungan Meratus yang meliputi Kab. violacea Mentawai. Sanggau. Di Kalimatan Timur terdapat hutan kawasan cagar alam Kersik Luway yang luasnya lebih dari 5 ha. viridis. menyebabkan anggrek ini diburu para pencinta tanaman (Sari et al. Balangan dan Hulu Sungai Tengah merupakan tempat penyebaran anggrek pula. tanaman ini lambat tumbuh dan bibit tampaknya memerlukan waktu yang sangat lama untuk mencapai ukuran berbunga. corningiana dari Pulau Nias.

. 2010). Ekspor anggrek Thailand yang begitu terkenal juga . serta hadirnya varietas-varietas baru dengan penampilan yang makin cantik dan menarik. Tumbuh baik pada ketinggian 0−500 m dpl dengan kelembapan 60−80%. Sri Lanka. 2011). Di antara anggrek. Hibrida dendrobium ini berada di posisi terdepan dalam perdagangan florikultura khususnya bunga potong hias industri karena berbagai macam bunga yang indah semprotan. 2012). genera bunga yang indah terdiri dari sekitar 1. Nama ini berasal dari bahasa Yunani 'dendron' (artinya pohon) dan 'bios' (yang berarti hidup) (Kumar et al. 2012).. kemampuannya dalam mekar secara terus menerus dan kehidupan pasca-panen yang relatif panjang dibanding hibrida anggrek lainnya. baik habitat. New Guinea dan New Zealand. daun maupun warna bunganya. Genus ini terdapat pada habitat yang beragam di seluruh banyak selatan. Jepang ke selatan sampai Asia Tenggara hingga kawasan Pasifik. Selandia Baru. Thailand. Jepang dan Jerman. celebensis. Untuk Papua anggrek yang banyak terdapat yaitu berbagai spesies Dendrobium (Iptek Hortikultura. Dendrobium Swartz adalah salah satu yang terbesar epifit. Namun. Spektrum penyebarannya luas. mulai dari daerah pantai sampai pegunungan. 2011) Anggrek pot Dendrobium diproduksi dalam skala besar di banyak negara termasuk Cina. Kalimantan. Hal ini dapat dilihat dari jenis anggrek yang ada di pasar yang memiliki bentuk dan warna bunga yang bervariasi. bentuk pseudobulb. dan Papua Nugini.. naturalis dan ekologi sejak lama karena berbagai keanekaragaman flora yang luar biasa dan nilai ekonomi yang tinggi. Budi daya anggrek yang paling mudah adalah yang berasal dari tempat asalnya (Waston 2004 dalam Widiastoety et al. kadang lithophytic. Australia. termasuk Filipina.. Genus Dendrobium mempunyai keragaman yang sangat besar. Anggrek telah menarik ahli botani. Anggrek Dendrobium mampu memenuhi tuntutan konsumen bunga yang seleranya selalu berubah dari waktu ke waktu. Cina Selatan. Tersebar di India.100 spesies (Wood dalam Kumar et al. Filipina dan Amerika Serikat.dan P. ukuran. timur dan Asia tenggara. Australia. Taiwan. di bawah kondisi normal Dendrobium hibrida memiliki periode remaja panjang yang membutuhkan setidaknya dua sampai lima tahun untuk mencapai kematangan dan tahap berbunga (Nambiar et al.

didominasi oleh Dendrobium. Dalam aklimatisasai. Beberapa hibrida Dendrobium hasil pemuliaan modern memiliki warna kebiruan. selera konsumen dipengaruhi oleh produsen dan tren di luar negeri (Widiastoety et al. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangkan secara generatif. Dengan demikian planlet sangat rentan terhadap kelembaban rendah. Kisaran genus meluas dari Sri Lanka dan India di seluruh Asia tropis. Umumnya. ukuran. 2004 dalam Widiastoety et al. gading. Tingkatan warna anggrek Dendrobium sangat bervariasi. jumlah kuntum per tangkai. sangat rentan terhadap lingkungan eksternal. dan kelembaban) optimal. 2011). Tangkai bunganya panjang dan dapat dirangkai sebagai bunga potong (Puchooa. lebih sering lithophytes. ujung batang. 2010). sebelum ditanam di lapangan maka planlet memerlukan aklimatisasi. anggrek hibrida berwarna lembayung muda. Mengingat sifat-sifat tersebut.. timur ke Tahiti. susunan. putih. dan daya tahan kesegaran bunga. Dendrobium bersifat epifit di hutan primer. panjang tangkai.. Metode yang terbaik yang digunakan hingga saat ini adalah pelestarian dan perbanyakan anggrek dengan teknik kultur jaringan. Planlet yang tumbuh dalam kultur jaringan di laboratorium memiliki karakteristik stomata daun yang lebih terbuka dan sering tidak memiliki lapisan lilin pada permukaan daun. kuning keemasan atau kombinasi dari warnawarna tersebut. salah satunya tanaman anggrek. Planlet yang dipelihara dalam keadaan steril dengan lingkungan (suhu. tunas samping. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. 2010). Tanaman yang diperbanyak melalui kultur jaringan dapat diperoleh beribu-ribu bibit anggrek dari tanaman tunggal dalam waktu relatif singkat melalui salah satu jaringan meristem. dan produktivitasnya tinggi. Anggrek Dendrobium banyak digunakan dalam rangkaian bunga karena memiliki kesegaran yang relatif lama. bentuk. lingkungan . warna dan bentuk bunganya bervariasi. Selain itu. Berbagai macam jaringan meristem yang dapat dipakai untuk kultur jaringan antara lain adalah ujung tunas. Selera konsumen terhadap Dendrobium ditentukan oleh warna. dan selatan ke New Zealand (Schuiteman. ujung daun dan tunas apikal. hanya sedikit yang terrestrials obligat. utara ke Jepang. tangkai bunga lentur sehingga mudah dirangkai. atau jingga tua sampai merah tua. Dendrobium dapat berbunga beberapa kali dalam setahun.

Kemudian tahap selanjutnya masing-masing media tersebut dimasukkan ke dalam 2/3 bagian pot sebagai tempat media tumbuhnya. Pengaplikasian pupuk dilakukan pada minggu ke-5 menggunakan pupuk majemuk foliar I dengan teknik penyemprotan menggunakan handsprayer pada bagian planlet secara merata. 2013). serentak. percepatan pemulian tanaman.tumbuh (terutama kelembaban) berangsur-angsur disesuaikan dengan kondisi lapangan. 2010 dalam Zohiriah. okulasi. bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang tidak mantap dan beragam sehingga rendahnya ketersediaan anggrek di pasar. stek. 2011 dalam Zohiriah. Jenis media tumbuh yang terbaik dalam tahap aklimatisasi pada anggrek adalah cocopeat yang memiliki kemampuan menyimpan air dan hara dengan baik. 2013). Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi anggrek terbesar di Indonesia. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan peluang besar untuk mengatasi kebutuhan bibit dalam jumlah besar. Salah satu Kabupaten yang merupakan sentra produksi anggrek di Jawa Barat adalah Kabupaten Bogor. Media yang dapat digunakan adalah media yang telah disterilisasikan terlebih dahulu di dalam autoklaf pada tekanan 15 psi dengan suhu 1210C selama 60 menit. 2013). Selain itu itu kultur jaringan juga dapat digunakan dalam pelestarian plasma nutfah yang hampir punah. seperti melalui biji. Kabupaten Bogor memiliki jumlah produksi anggrek terbanyak . Akibatnya. Perbanyakan anggrek dengan cara vegetatif konvensional. 2003 dalam Zohiriah. Keunggulan media tersebut dapat dilihat dari saat muncul tunas dan jumlah tunas (Wardani et al. dan juga untuk rekayasa genetika tanaman (Yuliarti.. dan bebas penyakit sehingga bibit yang dihasilkan lebih sehat serta seragam dalam waktu relatif singkat sehingga lebih ekonomis (Rahardja. 2013) dan teknik perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan sepanjang waktu tanpa tergantung musim. Kebutuhan akan anggrek menimbulkan permintaan yang telah menggerakkan sentra produksi anggrek di berbagai daerah. Sehingga masuklah anggrek impor (Zohiriah. 2013). Manfaat lain dari kultur jaringan yaitu keseragaman genetik dan memperbanyak tanaman yang sulit secara vegetatif (Zulkarnain. dan cangkok memiliki kelemahan berupa terbatasnya bibit tanaman yang dihasilkan serta membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh anakan baru.

2011). dimana posisi petani diantara pelaku ekonomi adalah sebagai penerima harga (price taker).dibandingkan dengan Kabupaten Karawang dan Cirebon yaitu sebesar 1. Selisih antara harga jual yang diterima petani anggrek di Kecamatan Gunung Sindur. Penyebaran marjin yang tidak merata dan harga yang rendah ditingkat petani tersebut dapat mempengaruhi pendapatan petani (Estefan. Marjin pemasaran yang semakin besar umumnya akan menyebabkan persentase bagian harga yang yang diterima oleh petani (farmer’s share) akan semakin kecil.878. .403 tangkai. Kabupaten Bogor dengan harga yang diberlakukan pedagang (marjin pemasaran) cukup besar.

Morfologi organ vegetatif anggrek meliputi akar. batang dan daun. akar anggrek epifit. akar anggrek saprofit. akar berdaging dan akar karang. daun bentuk pita. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa: 1. daun bentuk sendok. Jenis-jenis daun yaitu Daun sisik. Jenis-jenis akar pada anggrek yaitu akar anggrek tanah. daun bentuk ginjal dan daun seperti kulit. . Sedangkan macam batang ada dua yaitu monopodial dan simpodial. daun bertunggangan. umbi. buah dan biji. daun berlipat-lipat. Sedangkan morfologi organ generatif anggrek meliputi bunga. daun silindris. daun talang.IV. daun bentuk garis. 2. akar asimilasi.

Anggrek untuk Rakyat. Dressler. Buletin Kebun Raya. and C.Siang. Latif. Y. M. Estefan. S. Bandung: Sumur Bandung. Rawat and H. André. P. R. D. Latif.Jakarta: N.DAFTAR REFERENSI Darmono. Bogor: Pusat Antar Universitas Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Mulawarman Scientifie. [skripsi]. Kabupaten Bogor). Iptek Hortikultura. 2002. Schuiteman. India. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. P. 2012. Sastrapradja. Y. 1979. 2012. 2000.. Anggrek Alam Indonesia yang Mempunyai Potensi Budidaya. W. 2011. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Dodson. 56(1): 23-36. Sumartono. Sarwono. dan B. Cetakan 2. M. 1972. Manurung dan Aspiah. Konservasi Anggrek Phalaenopsis dengan Perbanyakan Biji secara In Vitro. C. Wood. 10(2). Diversity and Ecology of Dendrobiums (Orchidaceae) in Chotanagpur Plateau. S. Merawat Anggrek. V. Pankaj G. Analisis Usahatani dan Pemasaran Bunga-Potong Anggrek Dendrobium (Kasus Kecamatan Gunung Sindur. Classification and phylogeny in Orchidaceae. 63(1 & 2): 245–257. Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Anggrek Kantong Semar (Paphiopedilum supardii Braem & Loeb) pada Media Knudson Secara In Vitro. 1960. T.8. Dendrobium (Orchidaceae): To split or not to split?. Annals of the Missouri Botanic Garden 47: 25−67. 2008. Kumar. Bogor 4 (1): 37-42. Sutiyoso. 2011. ISSN:1835-2707. Taiwania. Iptek Hortikultura. Penebar Swadaya. Australian Journal of Crop Science 6(2):225-231. Jakarta: Penerbit PT. .. 2011. 1981. A. Kembang Anggrek. Gandawidjaya. Nambiar. Nisha. Gunawan LW. Agar Anggrek Rajin Berbunga. H. Bunga Anggrek Permata Belantara Indonesia. Mahmood. Jakarta : Penebar Swadaya. 1992. S. Sari. D. Jakarta. Bogor. No. Bumi Restu. Effect of 6-Benzylaminopurine on flowering of a Dendrobium orchid. Masa Baru. Gardens’ Bulletin Singapore. dan D. 2011.

Widiastoety. Sri. Zohiriah. 2010. 29(3).). N. Hot. Soedarjo.Solvia. Syarifuddin. Dan Ilyas. Potensi Anggrek Dendrobium Dalam Meningkatkan Variasi Dan Kualitas Anggrek Bunga Potong. . Mahadi. 2013. Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Riau-Pekanbaru. Program Studi Ekoteknologi. 2013.Wardani. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Zulfarina dan I. dan M.. Dyah. Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Daun terhadap Aklimatisasi Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp. Jurnal Litbang Pertanian. Setiado. Pengaruh Pertumbuhan Tanaman Anggrek Dendrobium Phalaenopsis Fitzg terhadap Pemberian Iba Dan Kinetin Secara In Vitro. Medan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->