JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI “Sediaan Emulsi” A.

Tujuan Praktikum Mampu menjelaskan formulasi sediaan emulsi Mampu menjelaskan cara pembuatan sediaan emulsi

B. Formulasi Formula sediaan emulsi minyak jarak No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Formula Oleum Ricini Gom Arab Syrupus simplex Oleum citrus Yellow color Nipagin Nipasol Aquades Jumlah (mg/5 ml) 2000 500 500 0,25 gtt 5 6,5 3,5 ad 100 ml

C. Monografi Bahan 1. Oleum Ricini Minyak jarak adalah minyak lemak yang diperoleh dengan perasan dingin biji Ricinus communis L. yang telah dikupas. BP : Virgin Castor Oil USP dan JP : Castor Oil Rumus Empiris : C57O9H110 BM : 939.50 Sinonim : EmCon CO; Lipovol CO; oleum ricini; ricini oleum virginale; ricinoleum; ricinus communis; ricinus oil; tangantangan Pemerian : Cairan kental, jernih, kuning pucat atau hampir tidak berwarna, bau lemah, rasa manis kemudian agak pedas, umumnya memualkan. Kelarutan : Larut dalam 2,5 bagian etanol (90%) P, mudah larut dalam etanol mutlak P, dan dalam asam asetat glasial P. Titik Didih : 3130C Bilangan asam : Tidak lebih dari 2,0 Bilangan asetil : Tidak lebih dari 140 Bilangan iodium : 82 sampai 90 Bilangan penyabunan : 177 sampai 187 Bobot jenis : 0,953 gram sampai 0,964 gram Titik Leleh : -120C

kesetimbangan kadar air dalam bubuk akasia pada suhu 25⁰C adalah 8-13% b/b. walaupun hampir seluruhnya setelah dua jam. gummi africanum. emolien.5 – 5. Berat molekul : 240. Viskositas larutan cair akasia bervariasi tergantung pada sumber bahan. terisi penuh. Bobot jenis : 1. agen penstabil. talha gum. pengolahan. Aplikasi dalam formulasi Dipergunakan untuk formulasi sediaan oral dan topikal. agen peningkat viskositas.49. dan adanya garam. Dalam air. E414. dan terlindung dari cahaya. pH. Viskositas : 100 mPa s (100 cp) untuk 30% b/v larutan encer pada suhu 20 ⁰C. Pada suhu 3000C akan berpolimrasi dan laru dalam minyak mineral. Praktis tidak larut dalam etanol (95%). Gom Arab Sinonim : gom akasia. viskositas meningkat cepat (reologi non-newton).Stabilitas : Stabil dan tidak berubah tengik kecuali dengan pemanasan yang berlebihan. 1 bagian dalam 20 bagian dari propilen glikol. tetapi pada kelembaban relatif di atas sekitar 70% dapat menyerap sejumlah air. gummi arabicum. Di atas konsentrasi ini. Viskositas meningkat perlahanlahan sampai konsentrasi sekitar 25% b/v. Peningkatan suhu atau pemanasan berkepanjangan dari larutan akan menurunkan viskositas.35 – 1. Pada suhu 0 0C menjadi lebih kental.000-580. Kelarutan : Larut dalam 20 bagian gliserin. akasia larut sangat lambat. • Agen pengemulsi : konsentrasi 10% . bahan pengikat tablet.000.20% pH : 4. kondisi penyimpanan. Stabilitas : Larutan cair dapat mengalami degradasi oleh bakteri atau oleh enzim. agen pembasah 2.0 Higroskopisitas : pada kelembaban relatif 25-65%. gom arab. tetapi dapat diawetkan dengan sebelumnya larutan dididihkan dalam waktu singkat untuk .7 bagian air. Penyimpanan : Disimpan pada suhu tidak lebih dari 250CdDalam wadah tertutup baik. Fungsi : Laksativum. agen pensuspensi. 1 bagian dalam 2. Fungsi : agen pengemulsi.

tidak berwarna. Dalam penyusunan emulsi. enzim dapat menjadi tidak aktif dengan pemanasan pada suhu 100 ⁰C dalam waktu yang singkat. Larutan yang mengandung muatan negatif akan membentuk coaservates dengan gelatin dan zat lain.850 gram sampai 0. apomorfin.03% propil paraben. di tempat sejuk dan kering. dapat bercampur dengan etanol mutlak P.1% b/v natrium benzoat.1% b/v asam benzoate. Inkompatibilitas : Inkompatibel dengan sejumlah zat termasuk amidopyrin. kresol. lemon oil. larutan agak beropalesensi.856 gram Penyimpanan : Dalam wadah terisi penuh dan tertutup rapat. Nama lain : Minyak jeruk. terlindug dari cahaya. Adanya enzim oksidasi dapat mempengaruhi preparasi yang mengandung substansi yang mudah teroksidasi. Penetapan kadar : Memenuhi syarat penetapan sakarosa yang tertera pada siropi Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. Syrupus simplex Larutan yang dibuat dari 65 bagian sakarosa dalam larutan metil paraben 0. timol. tannin. morfin. 3. dan di tempat yang sejuk.17% b/v metil paraben dan 0. Dapat juga dengan penambahan pengawet (antimikroba) seperti 0. larutan akasia tidak kompatibel dengan sabun. atau kuning kehijauan. Namun.melumpuhkan enzim yang ada. iradiasi gelombang mikro dapat juga digunakan. fenol. familia Rutaceae yang masak atau hampir masak. dan flavour. Banyaknya garam dapat mengurangi viskositas larutan akasia. pewangi. Burm. atau campuran 0. fisostigmin. 4. Pemerian : Cairan jernih. dan vanili. Kelarutan : Larut dalam 12 bagian volume etanol (95%) P. kuning pucat. etanol (95%). 0. bau khas. Pemerian : Cairan. rasa pedas dan agak pahit. sementara garam trivalent dapat menyebabkan koagulasi. Penyimpanan : Disimpan dalam wadah kedap udara. di tempat sejuk. Oleum citrus Minyak jeruk adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan cara pemerasan perkarp segar Citrus lemon L.25% secukupnya hingga diperoleh 100 bagian sirop. Bobot per ml : 0. b /v . garam besi. Fungsi : Essence.

Fungsi : Pewarna Konsentrasi dalam sediaan oral : < 5% 6. Unifen P-23 Rumus empiris dan berat molekul C8H8O3 152. cukup stabil dalam suasana basa Inkompatibilitas : Sangat sedikit kompatibel dengan asam sitrat. yellow-orange S. FD&C yellow #6. dan dalam 5. 1-p-sulfophenylazo-2-naphthol-6-sulfonic acid disodium salt. stabil dalam suasana asam.3 bagian air bersuhu 250C. Yellow Color Sinonim : E110. serta sukar larut dalam etanol (75%). 4-asam hidroksibenzoat metil ester. 6-hydroxy-5-[(4-sulfo-phenyl)azo]-2-naphthalenesulfonic acid disodium salt.15 Rumus struktur . Methyl Paraben. 5 bagian propilenglikol (50%). Inkompatibel dengan asam askorbat.5.. Stabilitas : Stabil dengan pemanasan. dan glukosa.37 Pemerian : Serbuk berwarna kuning kemerahan. metil p-hidroksibenzoat. gelatin. larutan sodium bikarbonat jenuh. bila dilarutkan dalam air akan berwarna orange cerah Kelarutan : Mudah larut dalam 5 bagian gliserin. 5 bagian air pada suhu 600C. larutan sukrosa. propilenglikol. Nipagin (Metil-4-hidroksibenzoat [99-76-3]) Sinonim : E128. agak sukar larut dalam aseton. Rumus molekul dan struktur C16H10N2Na2O7S2 BM : 452.

Na Alginat. Nipagin P. Propyl Aseptoform. Keamanan : Digunakan sebagai antimikroba tetapi tidak digunakan untuk injeksi dan sediaan untuk mata karena dapat menyebabkan iritasi.4 Densitas : 1. Uniphen P-23 Rumus struktur dan molekul . talk. dalam 1/400 bagian air.352 g/cm3 Titik Leleh : 1250C-1020C Kelarutan : Larut dalam 1/5 bagian propilenglikol.015-0. dalam ½ bagian etanol. Nipasol M. sorbitol. dalam 1/6 bagian etanol 50%. Konsentrasi yang digunakan dalam sediaan : Untuk sediaan oral 0. Dapat juga digunakan sebagai buffer. Stabilitas : Dapat berubah warna dengan adanya besi dan dapat dihidrolisis oleh basa lemah dan asam kuat. 4-hydroxybenzoic acid propyl ester. Tegosept P. Magnesium trisilikat. E216. dalam 1/3 bagian etanol 95%. propylphydroxybenzoate. propagin. Propyl Parasept.Propyl Chemosept. Fungsi : Sebagai pengawet antimikroba pada pH 4-8. Inkompatibel dengan adanya surfaktan nonionik.Pemerian : Kristal berwarna atau serbuk kristal putik. Nipasol (Propyl-4-hydroxybenzoate [94-13-3]) Sinonim : Aseptoform P. Dapat terhidrolisis dengan cepat pada pH di atas 8. dalam 1/10 bagian eter. atropin. Larutan dalam air stabil pada pH 3-6 pada suhu kamar hingga 4 tahun. CoSept P. Dapat digunakan dalam bentuk tunggal atau dikombinasikan dengan parabens lain sebagai antimikroba. dalam 1/60 bagian gliserin. minyak esensial. tragakan. seperti polisorbat 80 karena dapat menurunkan aktivitas antimikroba. bentonit.2 % Konstanta disosiasi : pKa 8. sejuk. dan kering. tidak berbau atau hampir tidak berbau dan memiliki sedikit rasa terbakar. Penyimpanan : Disimpan dalam wadah tertutup rapat. propyl butex. 7. Bereaksi dengan gula alkohol. Inkompatibilitas : Inkompatibel dengan surfaktan ionik. propylis parahydroxybenzoas. Solbrol P.

dan tidak berasa Fungsi : Pengawet antimikroba pada pH 4-8 Konsentrasi yang digunakan dalam sediaan Untuk sediaan oral : 0. Dapat dihidrolisis oleh basa lemah dan asam kuat.C10H12O3 Berat Molekul : 180. dalam 1/250 bagian gliserin. (FI III. 1979. Stabil pada pH 3-6 pada suhu kamar . sejuk.9 bagian propilenglikol.02 % Titik Leleh : 960C-99. Perhitungan dan Penimbangan Bahan 1) Oleum Ricini : x 100ml = 40. tidak mempunyai rasa Penyimpanan : Disimpan dalam wadah tertutup baik.01-0. Aquades Air suling H 2O BM 18.20 Pemerian : Sebuk kristal berwarna putih. tidak berwarna.000 mg = 40 gr = 40 ml 2) Gom arab : x 100 ml = 10.000 mg = 10 gr 3) Syrupus simplex : x 100 ml = 10. hal.02 Air suling dibuat dengan menyuling air yang dapat diminum Pemerian : Cairan jernih. Dihidrolisis cepat pada pH di atas 8 Penyimpanan : Disimpan dalam wadah tertutup rapat. Inkompatibilitas : Inkompatibel dengan surfaktan nonionik.000 mg = 10 gr = 10 ml . 1/3. tidak berbau. dan magnesium trisilikat karena dapat menurunkan aktivitas antimikroba Stabilitas : Dapat berubah warna dengan adanya besi . larut dalam 1/11 bagian etanol 95%. dan kering. Magnesium alumunium silikat. tidak berbau. 8.96) D.080C Titik Didih : 2950C Kelarutan : Sangat larut dalam aseton dan eter.

Dosis c. Kekuatan Sediaan Setiap 5 ml mengandung 2 ml oleum ricini b.1 ml 6) Nipagin : x 100 ml = 130 mg 7) Nipasol 8) Aquades : x 100 ml = 70 mg : Tambahkan volume hingga 100 ml 9) Perhitungan Dosis dan Aturan Pakai a.4) Oleum Citrus : x 100 ml = 5 mg = 5 gtt/tetes 5) Yellow color : = 100 mg = 0. Aturan pakai 10) Prosedur Pembuatan .

Timbang dan takar semua bahan b. Masukkan ke dalam botol 100 ml. f. dan sisa air  Aduk hingga homogen  M2 d. nipasol.a. Evaluasi tipe emulsi Tipe emulsi ditentukan dengan metoda pengenceran dengan air sedikit demi sedikit. yellow color. Uji stabilitas fisik Masukkan 50 ml sediaan emulsi ke dalam tabung sedimentasi  Ukur tinggi awal sediaan emulsi (h0)  Amati pembentukan creaming atau koalesen  Ukur tinggi creaming setiap hari sampai hari ke-7. nipagin. Uji organoleptis Amati bau. Evaluasi sediaan emulsi E.al. Campurkan syrupus simplex. Evaluasi Sediaan 1. Tambahkan M2 ke dalam M1  Sambil terus diaduk hingga homogen. Masukkan gom arab ke dalam gelas beaker  Tambahkan aquadest 2x berat gom arab  Aduk hingga terbentuk mucilago dengan homogenizer 1000 rpm  Tambahkan oleum ricini sedikit demi sedikit hingga terbentuk corpus emulsi (sambil diaduk)  M1 c. 4. Jika emulsi dapat diencerkan dengan air maka tipe emulsi tersebut adalah M/A. . 1994). Uji sentrifugasi Uji stabilitas sediaan emulsi dengan cara dipercepat. Fase minyak yang dipakai + 40 ml. e. Sentrifugasi dengan kecepatan 3750 rpm selama 5 jam  Hasilnya dapat dikatakan ekivalen dengan pengaruh gravitasi selama 1 tahun (Lachman et. sedangkan aquades yang ditambahkan hanya + 39. Prosedurnya : Emulsi dimasukkan ke dalam tabung senrifuge setinggi 10 cm. Dilihat dan amati apakah terjadi pemisahan antara fase minyak dan fase air atau tidak.  Kalau berdasarkan formulasinya emulsi yang akan terbentuk adalah emulsi air dalam minyak karena fase minyaknya lebih banyak daripada fase air. rasa. dan warna sediaan emulsi yang dihasilkan.. 3. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful