KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN ANAK

PENDAHULUAN. Komunikasi berarti suatu pertukaran pikiran dan persamaan. Pertukaran tersebut dapat dilaksanakan dengan setiap bentuk bahasa seperti : isyarat , ungkapan emosional , berbicara atau bahasa tulisan , tetapi dilakukan dengan melalui bicara. Komunikasi dapat berbentuk verbal , non verbal dan abstrak. verbal seperti, ekspresi vokal dalam bentuk tertawa, Komunikasi merintih, berteriak atau

menangis. Komunikasi non-verbal yang sering disebut sebagai bahasa tubuh, seperti isyarat, gerak gerik, lenggang lenggok, ekspresi wajah, postur tubuh dan reaksi terhadap sesuatu, sedangkan komunikasi abstrak seperti permainan, ekspresi artistik (seni) , simbol , photo grafi dan cara memilih pakaian. Hanya karena komunikasi abstrak memungkinkan menggunakan penguasaan dan pengontrolan kesadaran melebihi komunikasi verbal, maka komunikasi abstrak kurang dapat dipercaya untuk menunjukkan perasaan yang sebenarnya, Khususnya dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Komunikasi verbal disebut juga suatu kebutuhan kata-kata karena melalui kata-kata dapat membentuk suatu kenyataan. Melalui kata kata seseorang dapat merubah persepsinya, seperti kata “Tumor” dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Mungkin dia langsung berfikir bahwa ajalnya segera tiba karena dia mengidap kanker. Dalam komunikasi verbal, perawat harus memperhatikan avoidance language ( menghindari bahasa ). Pada umumnya orang ingin mengubah sesuatu kenyataan dengan menghindar dari keadaan yang sebenarnya. Contoh ungkapan “ meninggal “ bagi manusia lebih enak dipakai daripada ungkapan “ mati “. Satu hal lagi yang perlu perawat perhatikan dalam komunikasi verbal adalah distancing language ( menjauhi bahasa ). Keadaan seseorang menggunakan kata-kata yang tidak mengenai sasaran hanya untuk melindungi mereka dari kenyataan yang menyakitkan. Contoh : Orang tua mengatakan bahwa mereka kenal seseorang yang mempunyai anak terbelakang dan mengatakan rasakhawatirnya akan keadaan anaknya. Akan tetapi kadang-kadang perawat memerlukan “Distancing Language” ini karena apabila kita langsung pada pokok pembicaraan akan menyakitkan klien / orang tua / keluarga. Dengan menggunakan tehnik orang ketiga “ ini atau bahasa “ Simbal “ mungkin sangat “ therapeutik “ dalam memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mendekati subyek secara tidak langsung dan menerima umpan balik. Komunikasi non verbal, bersifat bahasa dan pesan-pesan disampaikan dalam bentuk non verbal. Sifat-sifat bahasa ini termasuk pola nada suara, jeda ( tenggang

1

kecepatan. Sedang perilaku tidak setuju. Perilaku setuju seringkali berupa : menganggukan kepala. menggunakan kontak mata langsung dan minta ulang. Berbicara tentang lambat dengan nada yang mantap dan menjeda pada saat yang dapat menimbulkan kesan berwibawa. berpaling dan berbicara. Terutama pada anak-anak. sanak keluraga lainnya dan pengasuhnya juga merupakan bagian dari proses komunikasi. intonasi. atau dalam memperhatikan kata-kata. Menjadi terlalu lama dapat berarti seseorang butuh informasi yang lebih banyak. penjelasan peranan. Menentukan tata cara berkomunikasi Salah satu bagian dari keberhasialan dalam wawancara adalah tergantung pada keadaan fisik dan psikologis si pewancara itu sendiri. mungkin dari kontak mata atau memotong pembicaraan. Informasi tentang faktor kehidupan anak. informasi dari orang tua dan observasi perawat sendiri. mengingat informasi atau mengarang sesuatu kisah. mereka akan memberi respon dengan perhatian terhadap seseorang yang berbicara lambat. Berhati-hatilah dan gunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk menggali data sebanyak mungkin. Komunikasi dengan keluarga Komunikasi dengan keluarga merupakan proses segi tiga antara perawat orang tua dan anak.waktu ). menerangkan alasan wawancara serta menjamin kebebasan dan rahasia. 1 MENDORONG ORANG TUA UNTUK BERBICARA. 1980 ). 1. Kemampuan untuk mengarahkan pada pokok permasalahan selama berwawancara adalah salah satu kesulitan dalam mencapai tujuan komunikasi efektif. Untuk itu lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut : 1.2 MENGARAHKAN PADA POKOK PERMASALAHAN. Melaksanakan penjajakan terhadap anak memerlukan input dari anak itu sendiri ( verbal dan non verbal ). tenang dan dengan suara yang mantap. Sering berkali-kali menjeda ( sering kali ) menimbulkan kesan sipembicara tidak pasti akan dirinya. Walaupun orang tua merupakan fokus penting dalam berkomunikasi segi tiga. 1. Saudara kandung. 2 . karena menjeda sebenarnya dapat berarti perlu merumuskan pikiran. dan tekanan dalam berbicara ( Cassell. Perawat perlu berhati-hati dalam mengucapkan kata-kata. Salah satu pendekatan adalah menggunakan pertanyaan terbuka dan luas. volume. berupa : mengetuk-ngetuk jari / tangan / kaki. Perkenalan yang tepat.

Bila situasi memungkinkan. 1. sering kali merupakan tehnik wawancara yang sulit untuk dipelajari. Empati berbeda dengan simpati. 1. 1. Pemahaman dan pengenalan masalah harus disepakati oleh orang tua kemudian mulai merencanakan pemecahannya. keputusan yang 3 . Mendengarkan adalah unsur yang paling penting dalam komunikasi yang efektif. Diam sebagai satu respon. Segera setelah masalah diidentifikasi & disetujui oleh perawat dan orang tua.3 MENDENGARKAN. 1. Perawat akan bersama ibu menetapkan apakah masalahnya ini benar atau tidak. Empati berarti ikut merasakan perasaan orang lain secara obyektif.8 Memecahkan Masalah. Orang tua membutuhkan perawat yang menghargai dan memperhatikan perannya sebagai orang tua dan ingin agar perawat memperhatikan anaknya. perasaan dan untuk saling memehami emosinya kadang-kadang perlu menghentikan taktik diam ini dan kembali berkomunikasi. 1. Perawat dan orang tua harus sepakat bahwa masalah itu ada. non verbal dan yang bersifat abstrak.5 BERSIKAP EMPATI.1.7 Menentukan Masalah. maka dapat mulai merencanakan pemecahannya. Diam bertujuan untuk mengalihkan pikiran.9 Mengadaptasi Bimbingan. 1. Dalam proses mendengarkan perawat harus mengarahkan perhatiannya dengan sungguh-sungguh pada klien. simpati tidak selalu ada unsur hubungan “ membantu “ dengan klien.6 Menyakinkan Hampir semua orang tua ingin menjadi orang tua yang baik dan ingin menunjukkan kemampuannya dalam perannya. Hindarkan pembicaraan yang menyinggung harga diri sebagai orang tua. Orang tua yang dilibatkan dalam memecahkan masalah berfartisipasi penuh selama perawatan berlangsung. Ini merupakan proses aktif karena konsetrasi dan perhatian ditujukan pada semua aspek percakapan yaitu : verbal. Perawat harus mendiskusikan resikonya terhadap keluarga dan mencoba mencari pemecahan masalah yang lebih efektif. Perawat yang empati berusaha sebanyak mungkin melihat keadaan dari sudut pandang klien / keluarga.4 DIAM SEJENAK.

maka harus dalam bentuk yang dapat dipahami.2 4 .1. 1. mereka menggunakan empat bentuk 2.1 Esensi Komunikasi. pembicaraan harus memantapkan kata-katanya dengan isyarat dan pada saat anak bertambah besar pemahaman bertambah baik sehingga isyarat kurang diperlukan. 2. Contoh : bila mengunakan isyarat seperti menunjuk pada sesuatu benda yang ingin dilihat orang lain. Dua unsur penting dalam komunikasi untuk memahami fungsi pertukaran pikiran dan perasaan . misalnya : anak berusia 18 bulan. KOMUNIKASI DENGAN ANAK.1. Apabila komunikasi dengan bicara maka harus dilakukan dengan kata dan struktur tata bahasa yang dapat dipahami anak.diambil adalah berasal dari orang tua dan perawat berperan sebagai fasilitator dalam pemecahan masalah. 2. yaitu : 2. Sebelum anak siap untuk belajar berbicara. Bentuk Komunikasi Pra Bicara.2 Anak harus memahami bahasa yang digunakan orang lain. Selama satu setengah tahun pertama. bentuk komunikasi.10 Menghindari hambatan-hambatan komunikasi Hambatan yang mempengaruhi proses hubungan dalam berkomunikasi :  Sosialisasi  Memberi nasehat-nasehat yang tidak ada kaitannya dan yang tidak diperlukan  Memberikan dorongan sepintas  Melindungi suatu situasi/opini  Menawarkan keyakinan yang kurang sesuai  Memberikan pujian secara stereotipi  Menahan ekspresi emosi dengan pertanyaan tertutup  Menginterupsi & menyelesaikan kalimat seseorang  Lebih banyak bicara dari pada orang yang diintervien  Membuat konklusi yang menghakimi  Mengubah fokus pembicaraan dengan sengaja 2. sebelum anak mempelajari kata-kata sebagai.1 Harus menggunakan bentuk bahasa yang bermakna bagi orang yang mereka ajak berkomunikasi. alam telah menyediakan bentuk komunikasi tertentu yang sifatnya sementara.

isyarat bentuk komunikasi prabicara sifatnya sementara. menguap.1 Tangisan Pada awal kehidupan pasca lahir. sehingga komunikasi pra bicara ini sebaiknya ditinggalkan apabila kegunaannya sudah berakhir. 2. bayi Perawat hanya akan menangis bila ia merasa sakit atau tertekan. menangis merupakan salah satu cara pertama yang dapat dilakukan bayi untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Bentuk (prespeech) yakni : tangisan.2. Setelah berusia 2 minggu. Celoteh mempercepat ketrampilan berbicara. Nilai celoteh : a. dan kebutuhan Jika kebutuhannya segera dipenuhi . Ocehan timbul karena bunyi ekplosif awal yang disebabkan oleh perubahan gerakan mekanisme ‘ suara ‘. Sebagian ocehan akan berkembang menjadi celoteh dan sebagian akan hilang. untuk diperhatikan. panas. kebanyakan kasus disebabkan karena orang tua yang tidak cepat tanggap terhadap arti tangis bayinya dan tidak konsisten dalam menanggapinya. lelah . 2. Berceloteh adalah praktek verbal sebagai dasar bagi perkembangan gerakan terlatih yang dikehendaki dalam bicara. bersin. karena ibu muda memerlukan bantuan ini. Ocehan ini terjadi pada bulan awal kehidupan bayi seperti : merengek. menjerit. kemudian meningkat cepat antara bulan ke – 6 & ke – 8. Frekwensi tangis seharusnya menurun sejalan dengan meningkatnya kemampuan bicara.komunikasi pra bicara atau dan ekspresi emosional.1. Celoteh merupakan mekanisme otot saraf bayi berkembang & sebagian bayi mulai berceloteh pada awal bulan kedua. harus banyak berlatih mengenal macam-macam arti tangisan bayi 5 . celoteh. dingin. Bayi yang sehat dan normal frekwensi tangisan menurun pada usia 6 bulan karena keinginan & kebutuhan mereka cukup terpenuhi. Melalui tangisan dia memberi tahu kebutuhannya seperti lapar. menangis & mengeluh.2 Ocehan dan Celoteh Bentuk komunikasi prabicara disebut “ ocehan “ (Cooing ) atau “Celoteh” (Babbling).

yaitu aspek motorik bicara.2.3 Peran Bicara Dalam Komunikasi. mengangkat tangan/kaki. selama berpakaian & mandi artinya tidak suka akan pembatasan gerak. yang berkembang antara 1 – 18 bulan. tersenyum & ramah : Menegangkan badan. Cara berkomunikasi pada anak belum berusia 1 tahun. gerakan membanting tangan / kaki. Mengakitkan arti dengan kata-kata tersebut. 2. menangis. Celoteh mendorong keinginan berkomunikasi dengan orang lain. Contoh :  Gembira  Marah : mengendurkan badan. adalah menangis dan menggunakan isyarat-isyarat yang tidak selalu dipahami orang lain. 2. Untuk memperkecil kesalahan anak. Berceloteh membantu bayi merasakan bahwa dia bagiandari kelompok sosial. contoh Bayi baru lahir.3. meronta.b.3 Isyarat Yaitu gerakan anggota badan tertentu yang berfungsi sebagai pengganti atau pelengkap bicara. untuk mendapatkan hasil yang baik dibutuhkan koordinasi otot-otot. Contoh isyarat umum pada masa bayi :  Mendorong putting susu dari mulut artinya kenyang/tidak lapar  Tersenyum dan mengacungkan tangan artinya ingin digendong  Mengeliat. kemampuan mengait kata-kata. 2. saat yang tepat diajak bicara. roman muka tegang & 6 .1 2. perlu mengaitkan kata spesifik dengan objek yang spesifik . mempelajari tata bahasa.4 Ungkapan emosional Adalah ungkapan emosional melalui perubahan tubuh & roman muka.3.2.2 Persiapan Fisik Tergantung Kematangan mekanisme bicara. Hal yang penting dalam belajar bicara : 2. kamampuan mengeluarkan bunyi tertentu dalam komunikasi. yaitu aspek mental bicara. Persiapan Mental Tergantung pada kematangan otak ( asosiasi otak ). menangis. Bicara merupakan ketrampilan yang harus dipelajari yang terdiri dari : Kata.

4 2.3. 2. Setiap individu berbeda dalam ukuran kualitas kosa kata. Kepribadian. Urutan kelahiran Metode Pelatihan Kelahiran kembar. Meningkatkan hubungan sosial.3. Bimbingan : Menyediakan model yang baik. Dorongan dari lingkungan Ukuran keluarga dalam hal anak mendapat kesempatan berlatih.3. Mengatakan dengan perlahan dan jelas Membetulkan kesalahan.5 2. Sebagai dasar penilaian diri Sebagai prestasi akademik Mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Mempengaruhi keyakinan ). yang mendorong anak untuk berkomunikasi hanya dengan saudara kembarnya Hubungan dengan teman sebaya. tergantung pada kondisi yang mempengaruhi : Faktor Kesehatan Kecerdasan Keadaan sosial ekonomi Jenis kelamin Keinginan yang kuat untuk berkomunikasi. Kemampuan memahami dan berbicara mempengaruhi penyesuaian sosial anak.6 Model untuk ditiru (yang baik) Kesempatan praktek / untuk bertatih.3 2.3.2. Menentukan penilaiaan sosial.4 Komunikasi Sehubungan Perkembangan Anak. Motivasi dan tantangan. Dengan Proses Berpikir Sesuai Tingkat prilaku orang lain ( berbicara dengan 7 . karena bicara dapat : Memuaskan kebutuhan dan keinginan Meminta perhatian dari orang lain.

hampir semuanya egosentris . tidak menyenangkan. 2.5. 2. 2. a.4. Tehnik Orang Ketiga. Apabila anak berbicara disertai emosional maka cara terbaik untuk memberikan dukungan ( Support ) adalah memberi perhatian. Oleh karena itu pada saat anak mengalami ketegangan mereka mencari rasa aman yang biasa didapatkan pada masa kanak-kanak. 2. dan menghindari mencoba untuk tidak menyela (interupsi ) 2. Mereka akan tersenyum dan mendekat bila situasi menyenangkan dan akan menangis bila komentar / ekspresi yang menimbulkan kesan terkejut / mencela. antara anak dan orang Mereka butuh penyelesaian untuk segala sesuatu tetapi membutuhkan lebih dari itu.2 Masa Pra Sekolah ( Toddler ). 8 . Bayi yang lebih besar memusatkan perhatian pada dirinya dan ibunya sehingga setiap orang asing akan merupakan ancaman bayinya.4.Proses berpikir pada anak-anak dimulai dari yang kongkrit ke fungsional sampai akhirnya kepada yang abstrak : 2.1 Tehnik Non Verbal. Masa ini anak berfikir dan berperilaku dewasa .4. Karena bayi tidak mampu menggunakan kata-kata maka dia menggunakan komunikasi non verbal.. Tehnik ini mengungkapkan ekspresi perasaan orang ketiga . Waktu pemeriksaan anak perlu menyentuh alat-alat yang akan digunakan dalam pemeriksaan agar dia mengenal dan merasa terasing gunakan kalimat singkat dan kata-kata yang familiar bagian anak serta batas pernyataan yang sifatnya menyatakan penyelesaian. seperti “ dia atau mereka “. Anak usia dibawah 5 tahun.4 Masa Remaja.1 Masa Bayi.3 Masa Usia Sekolah.4.5 Tehnik Berkomunikas dengan Anak. mereka melihat segala sesuatu hanya berhubungan dengan dirinya sendiri dan hanya dari sudut pandang mereka sendiri. Anak berusia 5 – 8 tahun kurang mengandalkan pada apa yang mereka lihat tetapi lebih pada apa yang mereka ketahui bila diperhadapkan pada masalah baru.

perasaan-perasaan marah dan sedih karena dia mampu berbuat seperti apa yang orang lain perbuat”. Dengan mengunakan sensori yang sama. Tidak setuju 3. Tehnik pendekatan ini relatif masih baru. kata sifat dan kata ketergantungan yang digunakan seseorang. Kemudian diam sebentar untuk menunggu responnya atau mendorong timbulnya jawaban dan berkata lagi : “ Apakah engkau pernah merasakan seperti itu ?” Tehnik pendekatan seperti ini memberi kesempatan pada anak dalam tiga pilihan : 1. Tetap diam. Pendekatan ini untuk mengerti proses komunikasi yang memperhatikan cara / gaya / kelakuan dimana informasi dapat diterima dan dimengerti oleh individu. Penglihatan Kinesthetic. perawat dapat meningkatkan hubungan dan mengkomunikasikan informasi lebih efektif.Tehnik tersebut mengurangi seperti ini memberikan perasaan terancam dari pada cara lansung bertanya pada anak bagaimana perasaannya ? setuju tanpa ingin bertahan. . perasaannya.Pendengaran Sensorik yang spesifik adalah mengidentifikasi melalui observasi tipe dari kata kerja. kesempatan untuk setuju atau tidak Misalnya Perawat mengatakan : “ kadang-kadang bila seseorang jatuh sakit. Anak-anak cendrung penuh harapan dan mengunggkapkan 9 . Neuro Linguistic Programming ( NLP ). mungkin mempunyai suatu perasaan tetapi tidak mampu mengekresikan nya pada saat itu. Orang tipe mendengar menggunakan kata-kata atau suara-suara. 2. Orang tipe visual yang memanfaatkan alat bantu seperti diagram dan ilustrasi. Menyetujui. b. Dalam komunikasi biasanya orang menggunakan satu dari tiga sensorik seperti .

c. Contoh Bila seseorang anak mengatakan : “ Saya benci ke RS dan mendapatkan suntikan. Facilitative Responding. Facilitative Responding adalah mendengarkan secara seksama dan membayangkan kembali perasaan-perasaan pasien dan isi pernyataan anak. Seperti : . Rumus untuk fasilitative responding adalah .” dan fasilitatife respon adalah “ engkau merasa tidak bahagia karena semua dilakukan padamu”. Respon anak terhadap tehnik-tehnik bercerita bervariasi. Ceritakan lagi tentang perasaan anda bahwa prognosanya menurun.Tidak menghakimi dan mengesahkan perasaanperasaan seseorang.menggunakan bantuk kinesthetic dan belajar dari manipulasi objek-objek. Respon yang cocok Ceritakan pada saya tentang apa yang kamu lihat. Cara Kinesthetic : Saya merasa bahwa prognosa anak saya menurun. 10 . Bercerita menggunakan bahasa anak. Cara Auditory : Dari apa yang saya dengar dimana Dokter mengatakan. dan menyelidiki perasaannya. “Engkau merasa -----1981 ). sementara itu menghindarkan hambatan yang karena ----“ (Henrich and Bernheim. anak saya akan sembuh. Bercerita ( Story telling ).Respon yang empati . Contoh NLP : Cara Komunikasi Cara Visual : Saya dapat melihat bahwa saya Tidak sehat. Apa yang kamu dengar yang membuat kamu melihat sesuatu seperti ini. d.

Selain itu dapat menggunakan gambaran dari suatu peristiwa dan meminta anak untuk menceritakannya. Kita mulai dengan meminta anak bercerita tentang sesuatu kejadian. waktu menutup buku tersebut atau berhenti membacanya. juga mencoba merubah persepsi anak atau perasaan takutnya. Anak bercerita tentang masuk Rumah sakit dan tidak dapat melihat orang tuanya lagi. Bibliotherapy Bibliotherapy melibatkan penggunaan buku-buku dalam rangka proses therapiutik dan supportive. Sasarannya adalah membantu anak mengungkapkan perasaan-perasaan dan perhatiannya melalui aktivitas membaca.  Bersama-sama memakai buku itu seperti kita membaca untuknya. e. cara ini dapat memberi kesempatan pada anak untuk menjelajahi suatu kejadian yang sama dengan keadaannya dasarnya tetapi sedikit berbeda untuk mengijinkan dia Pada membatasinya dari kisah itu dan tetap dalam kontrol. diikuti oleh cerita lain oleh perawat yang sebabnya sama dengan cerita anak hanya bedanya disini bertujuan membantu anak masuk kedalam masalahnya. Dongeng tidak saja membantu membuka pikiran anak.disengaja atau hindarkan ketakutan-ketakutan yang paling sederhana adalah meminta anak menceritakan tentang sesuatu kejadian / peristiwa sperifik “ Berada di Rumah Sakit”. Cerita perawat hampir sama dan mengunakan nama orang lain bercerita bahwa sewaktu anak itu berada di Rumah sakit tetap dapat bertemu orang tuanya setiap hari setelah selesai bekerja . buku tidak mengancam karena anak dapat sewaktu- 11 . Dengan cara ini dapat mengurangi perasaan takutnya akan terpisah dari orang tuanya. Contohnya . Petunjuk umum dalam menggunakan Bibliotherapy :  Jajaki perkembangan emosi dan pengetahuan anak  Hayati isi buku dan sesuaikan isinya dengan tingkat usia anak. Dongeng bersama lebih mengembangkan pendekatan terapiutik.

baru kembali bagian-bagian khusus. Fantasy. takut akan meninggal . Pertanyaan “ Bagaimana Bila” masalah. Mimpi. gambar sesuatu yang berkaitan dengan cerita itu dan diskusikan gambar tersebut . Abu Nawas”.???”. Perlu penjelasan pada anak arti dari dongeng dalam mencapai kebutuhan-kebutuhannya. Pertanyaan “Bagaimana Bila”. Mimpi sering diartikan sebagi ungkapan sesuatu sasaran tidak sadar dan akan seseorang. yang dapat Salah satu menekan kembali perasaan dan pikiran Dipulau jawa kita kenal beberapa macam mimpi mengartikan sesuatu. interpretasi dari mimpi dengan menanyakan yang sangat mengganggi h. mendorong anak untuk menjelajahi situasi dan menentukan berbagai pemecahan orang tua tentang mimpi. bicarakan tentang dari cerita tersebut. Contoh : Perawat dapat bertanya : “ bagaimana bila engkau sakit dan harus masuk Rumah Sakit. karakter atau simpulkan pengertian kejadian pada dongeng melambangkan dan mengilustrasikan adanya suatu konflik dalam suatu peristiwa seperti butuh kasih sayang /dicintai . Kemudian jelajahi perasaan bersalah 12 . takut akan tidak berharga. f. Bentuk khusus dari Bibliotherapy adalah menggunakan dongeng fantasy atau dongeng yang wajar seperti “ Bawang Putih dan Bawang Merah”. dan lain-lain. “ Sikancil mencuri Figur dan kejadianketimun” . Menyelidiki bersama anak akan arti dari isi buku dengan cara menceritakan kembali cerita itu. g. seperti mimpi titiyoni. pentingnya kejujuran dalam kehidupan dan lain-lain. cara pada Psychoterapi dapat menggunakan pada anak dan gondoyoni dan puspogeni. “Malin Kundang”.

dia akan menyatakan “ Apabila hal itu jadi kenyataan . apakah itu “. demikian pula permintaan lainnya adalah sama dan saya tidak ada permintaan lagi. Sekalipun perawat tidak mampu menyembuhkan nya tetapi dia mampu membuat sebagian permintaannya menjadi kenyataan . k. Satu strategi untuk mengundang anak –anak dalam percakapan adalah tehnik “ Tiga Permintaan”. Apa bila kita tanyakan tentang Biasanya anak menjawab tentang apa yang dirasakan . bagaimana perasaaannya. j. Dari pada menanyakan padanya lebih baik perawat bertanya Sebelum percakapan ini keinginan anak untuk berada/dekat dengan teman-temannya tidak akan . pernah terwujud. Selanjutnya perawat dan pasien akan membahas tentang apa arti sakit baginya. Ranting Game. Satu pertanyaan sederhana . apabila kau ingin memiliki Saya tidak mau sakit lagi”. Jenis komunikasi yang baik akan membantu anak mempelajari ketrampilah pertahanan diri yang berbahaya. Permainan ini terutama membantu anak-anak yang lebih besar untuk berani berbicara. khususnya pada situasi-situasi bagaimana pengalaman dari hari ke hari dalam skala 1 sampai 10. tiga hal didunia. Salah satu diantaranya adalah mengatur teman-teman sekolahnya untuk mengunjunginya pada saat dia di Rumah Sakit dan masa penyembuhan dirumah. Anak-anak pada tingkat usia sekolah dapat menggunakan cara ini yaitu dengan menulis pengalaman/ perasaan mereka selama dirawat dalam buku hariannya. dengan skor 10 yang menjadi paling baik.Anak akan mengatakan perasaan-perasaannya yang telah dia ketahui dan tentang apa yang dia anggap aneh yang ingin dia ketahui. Tiga Permintaan (Tree Wishes). i. Word Association Game 13 . seperti “ kedua sisa pertanyaan.

Pendekatan degan cara “permainan asosiasi kata” dapat dimulai dengan sejumlah kata-kata kunci dan meminta anak untuk Akan tetapi baik jika menyebut kata pertama yang dia kenal. tetapi menyadarkan pernyataan yang harus dilengkapi oleh anak. Pros and Cons ( Pro dan Kontra ). “ 5 hal yang baik dan 5 hal yang buruk “ tentang RS ini adalah tehnik yang sangat berharga apabila diterapkan untuk menciptakan hubungan baik.” Pernyataan dimulai dengan yang netral kemudian diakhiri dengan pernyataan yang difokuskan pada perasaan tentang dirinya. Contoh : “ Sesuatu yang menyenangkan ( menjengkelkan) tentang sekolah anak ……………………” “ Usia yang paling menarik (tidak menarik) adalah ………………. m. dan meminta anak membuat daftar (list). penyakit. menulis. Contoh : Dapat meminta anggota keluarga menulis lima hal yang mereka senangi dan yang tidak disenangi tentang satu sama lainnya. pembedahan dan lain-lain. jarum suntik. rumah sakit. Kunci kata-kata yang dipilih harus sesuai dengan situasi kehidupan anak. Suatu pendekatan yang agak berbeda untuk mendorong menjelajahi perasaan-perasaannya adalah memilih topic seperti “ Berada di RS”. Kemudian setiap anggota keluarga mendapat kesempatan mendiskusikan perasaan-perasaan mereka dalam suasana yang tidak bersifat mengadili. Sentenoe Completion Tanpa menanyakan langsung tentang keadaannya. berdo’a kemudian pada kata-kata yang mengundang kecemasan seperti. l. dimulai dengan kata-kata netral seperti menggambar. 14 .. Cara pendekatan ini khususnya digunakan untuk anak-anak pra remaja dan remaja.

remaja muda dan pra remaja. ➢ Bagian adanya hapusan. Menggambar. bayangan atau gambar atau kecemasan pada hal-hal tertentu. Untuk memulai suatu percakapan perawat dapat memeriksa / menyelidiki tentang tulisan dan mungkin juga meminta untuk membaca beberapa bagian. mengekspresikan ambivalen / pertentangan. c.Bagaimana. perawat harus mampu menangani perasaan-perasaan yang tiba-tiba muncul. silang. mengekspresikan perasaan anak terhadap status terhadap status dalam keluarga atau ikatan keluarga. Tehnik komunikasi non verbal dapat digunakan pada anakanak seperti : a. Menulis Menulis adalah suatu alternatif pendekatan komunikasi bagi anak. menginterpretasi gambar adalah mengungkapkan tentang dirinya. bila menggunakan cara ini. cepat tanggap dan cepat menetralisir situasi. Urutan Posisi bentuk anak gambar.2 Tehnik Verbal. b.5 . ini mengekspresikan orang penting. Untuk mengevaluasi sebuah gambar utamakan / fokuskan pada unsur-unsur sebagai berikut : ➢ ➢ ➢ Ukuran dari bentuk badan individu. keprihatinan bahwa yang Dasar asumsi dalam anak-anak 15 . kepentingan. Dengan menulis anak-anak lebih riel dan nyata. perawat peka. Gerakan Gambar Keluarga. terhadap mengekspresikan anggota keluarga prioritas lainnya. Mengambar adalah salah satu bentuk komunikasi berharga melalui pengamatan gambar. 2.

Menggambar suatu lingkaran adalah untuk melambangkan orang-orang yang hampir mirip dalam kehidupan anak. Terapeutik play sering digunakan untuk mengurangi trauma akibat sakit atau masuk rumah sakit atau untuk mempersiapkan anak sebelum dilakukan prosedur medis / perawatan. dan jenis gambar yang berguna bagi anak-anak seusia 5 tahun adalah sosiogram (gambar ruang kehidupan) atau lingkaran keluarga. Dalam berkomunikasi secara nob –verbal . d. Bermain adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling penting dan dapat menjadi tehnik yang paling efektif untuk berhubungan dengan mereka.Menggambarkan suatu kelompok. dan gambar bundaran-bundaran didekat lingkaran menunjukkan keakraban / kedekatan. secara serentak menggunakan semua pancaindra kita dalam proses menerima dan mengirim berita. Gambar kelompok yang paling berharga bagi anak gambar keluarga. adalah 16 . KESIMPULAN . Dengan bermain dapat dikumpulkan petunjuk mengenai tumbuh kembang fisik. e. Menggambar bersama dalam keluarga Salah satu tehnik yang berguna dan dapat diterapkan pada anakanak adalah menggambar bersama dalam keluarga. Sosiogram Menggambar tak perlu dibatasi bagi anak-anak. f. Bagaimana kita memakai panca indra tadi dan bagaimana penginterpretasi berita yang diterima sangat menentukan observasi kita. berpengaruh pada perasaan anak-anak dan respon emosi. intelektual dan sosial. dia akan menggambarkan pikirannya tentang dirinya dan anggota keluarga yang lainnya. Bermain. Menggambar bersama dalam keluarga merupakan satu alat yang berguna untuk menggungkapkan dinamika dan hubungan keluarga.

mimpi . bercerita . Sedang komunikasi verbal bagi kebanyakan anak & orang tua sering mendapat kesulitan karena harus membicarakan perasaan-perasaannya. Komunikasi verbal dapat berupa : menulis . Dalam proses komunikasi dalam keluarga kita dapat menggunakan langkah-langkah seperti : mendorong orang tua untuk berbicara . isyarat dan ekspresi emosional. C. melengkapi kalimat dan pro & kontra. kesempatan untuk praktek. Untuk mencapai ini dibutuhkan : persiapan fisik. motipasi yang tinggi. fantasy . facilitativa responding . Orang tua merupakan fokus penting dalam komunikasi segi tiga walaupun tidak mengabaikan saudara kandung. meyakinkan . mendengar . 17 . Terdapat bermacam-macam tehnik berkomunikasi dengan anak seperti tehnik komunikasi non verbal . tehnik orang ketiga . mengarahkan pada pokok permasalahan . kesiapan mental. celoteh. Kemudian bentuk komunikasi prabicara ini berkembang menjadi peran bicara dalam berkomunikasi. perawat dapat lebih merencanakan bantuan dan bimbingan bagi pasien dan juga perawat akan mengembangkan kepercayaan pada diri sendiri. memecahkan masalah .Dengan cara berkomunikasi seperti ini. rating game . ternyata dia memilih bentuk komunikasi prabicara seperti : tangisan. pertanyaan “ bagaimana bila “ . diam sejenak . menentukan masalah . bimbingan yang tepat. word association game . dan menghindari hambatan-hambatan komunikasi. gerakan gambar keluarga . “ tiga permintaan “. sociogram . bibliotherapy . menggambar . neurolinguistic programming (N. Proses berpikir pada anak-anak dimulai dari yang kongkrit ke fungsional dan akhirnya keabstrak. sanak saudara atau pembantunya. Komunikasi yang berkaitan dengan proses berpikir harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Walaupun tampaknya bayi tidak mampu berbicara. menggambar bersama dalam keluarga dan bermain. model yang baik untuk ditiru. mengantisipasi bimbingan . P ) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful