PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG Bahan pangan jarang sekali dijumpai dalam keadaan steril, walaupun ada beberapa bahan pangan yang tidak dapat ditumbuhi oleh beberapa jenis mikroorganisme. Hampir semua bahan pangan tercemar oleh berbagai mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya (udara, air, tanah, debu, kotoran, bahan organik yang telah busuk). Walaupun demikian, berdasarkan pengalaman tampak bahwa hanya sebagian saja dari berbagai pencemar di atas yang berperan sebagai pencemar mikroorganisme awal yang akan berkembang pada bahan pangan sampai jumlah tertentu. Dengan kata lain populasi mikroorganisme yang berada pada suatu bahan pangan umumnya bersifat sangat spesifik dan tergantung pada jenis bahan pangan dan kondisi tertentu dari penyimpanannya. Sebagai contoh adalah daging serta produk olahannya. Daging merupakan makanan sehari-hari yang mengandung lemak dan protein tinggi dan dapat diolah untuk tujuan konsumsi. Salah satunya adalah rendang, yang merupakan produk daging yang diolah dengan cara tradisional oleh masyarakat Minangkabau, biasanya disajikan saat upacara adat sebagai masakan untuk menghormati tamu. Rendang juga merupakan masakan populer di Malaysia dan Singapura. Sama halnya seperti produk masakan lainnya, rendang juga dapat dicemari oleh mikroorganisme patogen penyebab keracunan. Penyaki-penyakit yang ditularkan melalui makanan timbul setelah memakan makanan yang tercemar oleh jenis-senis mikroorganisme patogen tersebut. Saat ini banyak kasus keracunan makanan yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Yang terbaru adalah keracunan makanan yang terjadi di Bekasi, sejumlah warga menderita gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi daging sapi yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Selain di Indonesia kasus keracunan makanan juga terjadi di Kedah, Malaysia. Seperti yang dikutip dari Surat Kabar Bernama, Malaysia.

Katanya pelajar yang dihantar ke Hospital dan Klinik Kesihatan itu hanya mendapat rawatan pesakit luar. hari ini. Dua hari selepas itu. dipercayai selepas makan hidangan lauk rendang daging di Dewan Makan Asrama Sekolah tersebut. kali ini melibatkan Sekolah Menengah Kebangsaan Pendang. 120 pelajar Sekolah Menengah Kebangsaan Ayer Hitam dikejarkan ke Hospital Jitra dan Klinik Kesehatan Ayer Hitam kerana mengadu sakit perut serta cirit-birit. 24 lagi pelajar SMK Ayer Hitam dikejarkan ke Klinik kesihatan kerana masalah serupa. Pengurus jawatan kuasa kesehatan Perdagangan Dalam Negeri dan Halehwal Pengguna serta Masyarakat Siam Kedah Datuk Fong Chok Gin berkata 31 pelajar menerima perawatan di Hospital Alor Star (HAS). Pada hari yangs sama juga. nasi lemak yang dijual di kantin sekolah itu. Pada 17 Juni lepas. kali ini selepas menjamah sambal.” katanya di sini. 39 pelajar Sekolah Kebangsaan Tandok Besar di Kuala Nerang pula mengalami sakit perut. ”Pelajar itu mula mengalami sakit perut petang semalam. Sembilan puluh satu pelajar perempuan sekolah itu sakit perut muntah-muntah dan cirit birit malam tadi selepas makan tengah hari di Dewan Makan Asrama sekolah itu. cirit birit da muntah-muntah selepas mengambil makanan pada waktu rehat di sekolah.91 PELAJAR KERACUNAN SELEPAS MAKAN RENDANG 26 Juli 2007 PENDANG. . Lagi keracunan makanan di Kedah. Ini merupakan kes ketiga dilaporkan di Kedah dalam tempoh sebulan membabitkan sekolah berlainan. Fong berkata jabatan kesihatan mengantar pegawainya untuk melakukan pemeriksaan terhadap Dewan Makan Asrama Sekolah itu dan arahan itu sementara dikeluarkan kepada Dewan berkenaan manakala kantin sekolah dibenarkan operasi seperti biasa. 22 lagi dirawat di Klinik Kesehatan Pendang manakala selebihnya mendapat rawatan di asrama kesehatan daripada pegawai perobatan yang diantar ke sekolah berkenaan.

Bagaimana pun.2 TUJUAN Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :  Memenuhi tugas Mata Kuliah Sanitasi dan Keamanan Pangan  Mengetahui sebab akibat dari keracunan produk olahan daging  Mengetahui penanggulangan dari masalah keracunan produk olahan daging KERACUNAN RENDANG II. di Jitra. atau dapat juga oleh bahan-bahan kimia. pengerusi Jawatan kuasa Pelajaran dan Modal Insan Kedah Datuk Azimi Daim semasa ditanya mengenai kes keracunan makanan yang emlibatkan pelajar sekolah menyifatkannya sebagai kes terpencil kerana daripada 700 sekolah di Kedah hanya beberapa saja yang mengalami kes tersebut. Keracunan rendang dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang mengontaminasi rendang pada saat dan setelah pengolahan.1 Penyebab Keracunan Rendang Keracunan makanan adalah suatu penyakit akibat infeksi atau suatu bahan toksik karena memakan makanan atau minuman yang ditandai dengan gejala diare dan muntah-muntah. Penyebabnya adalah bakteri. masalah itu terkawal dan diberi perhatian serius termasuk mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha kantin. Malaysia. ”Keracunan makanan di kantin sekolah dan Dewan makan Asrama disebabkan kelalaian pengusaha termasuk juga tidak menitikberatkan kebersihan dalam pengendalian makanan terutamanya di dapur serta kualiti makanan. dan Clostridium botulinum. Bacillus cereus. katanya. Kontaminasi ini dapat terjadi akibat kurangnya baiknya higiene dan sanitasi pengolahan daging yang dilakukan. Keracunan makanan terutama disebabkan oleh toksin yang dikenal sebagai enterotoksin di antaranya adalah Staphylococcus aureus.” katanya. virus. Setiap tahapan dalam pemrosesan daging berpeluang untuk terjadinya . Surat Kabar BERNAMA.Sementara itu. I.

Umumnya. Kontaminasi selama proses pemasakan dapat disebabkan oleh peralatan masak dan bahan baku yang digunakan kurang higienis. racun dalam makanan tidak akan hilang meski sudah dipanaskan lagi. Umumnya gangguan yang dialami warga adalah gangguan yang sifatnya sementara (tidak . Sedangkan kontaminasi sebelum konsumsi dapat diakibatkan oleh penyimpanan masakan yang tidak sesuai sehingga mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme yang berasal dari lingkungan sekitar tempat penyimpanan rendang tersebut. mengenai keracunan makanan yang merebak di berbagai daerah. Selain itu. sehingga bakteri ini masih dapat hidup walaupun setelah pengolahan. biasanya berawal dari pengolah atau pemasak rendang yang menderita infeksi kulit karena bakteri Staphylococcus. Makanan yang hangat ini bila terkontaminasi menyediakan kondisi inkubasi optimum untuk setiap mikroba yang telah masuk ke dalam makanan. serta pada saat pemasakan. kontaminasi ini juga dapat disebabkan oleh ketidakhigienisan pengolah rendang tersebut. Spora bakteri bisa tumbuh bila sudah tercemar. pada saat pengawetan.2 Akibat Keracunan Rendang Mikroorganisme patogen sebagai penyebab dominan berulang kali dalam berbagai pemberitaan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan ini. jumlah mikroba akan berlipat ganda dalam waktu 1-2 jam. II. pada saat pengemasan. garam dan kekeringan. Pencemaran rendang oleh bakteri. yaitu pada saat sebelum daging dipotong. pada saat pemotongan. Jenis bakteri ini sedikit lebih tahan terhadap tekanan lingkungan seperti suhu. Penyebab umum yang terjadi adalah kontaminasi mikrorganisme patogen pada rendang yang dikonsumsi. karena pada waktu pertumbuhannya bakteri ini mampu mereduksi suatu enterotoksin yang cukup berbahaya sehingga menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Bisa pula terjadi karena rendang dibiarkan terlalu lama pada suhu kamar setelah dimasak.kontaminasi. bakteri yang menyebabkan keracunan adalah jenis Staphylococcus yaitu bakteri Staphylococcus aureus. jika dibandingkan dengan jenis bakteri lain.

Dalam kenyataannya. adapula gejala yang sering timbul mendadak misalnya mual. hingga dehidrasi hebat akibat kehilangan cairan tubuh dalam jumlah yang signifikan. Berdasarkan artikel di atas. maka penderita harus segera dibawa ke dokter. akibat mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. II. hingga penderita jatuh pingsan. diare.menetap). terutama makanan yang berupa daging. serta diperlukan juga penanganan setelah proses pengolahan. badan lemah dan demam. gejala ini merupakan gejala utama keracunan akibat bakteri Staphylococcus auerus. kemudian menghebat dalam waktu 12-24 jam. Adakalanya terjadi kejang perut yang menghebat. Selain itu. otot perut kejang. gejala yang ditimbulkan setelah mengonsumsi rendang adalah sakit perut dan muntah-muntah. Hal ini menunjukkan indikasi adanya kontaminasi daging akibat mikroorganisme patogen ataupun zat kimia asing yang dalam kuantitasnya dan kualitasnya mampu memberikan gangguan kesehatan pada manusia. Sehingga penanggulangan yang harus dilakukan terutama dalam hal sanitasi atau higienitas baik pengolah makanan. Kontaminasi ini dapat terjadi akibat kurang baiknya higienitas dan sanitasi pengolahan daging yang dilakukan. Higiene pekerja yang menangani makanan sangat berperan penting dalam mencegah perpindahan . Jika hal itu sampai terjadi. meskipun ditemui pula sejumlah kasus bahwa kontaminasi diakibatkan oleh zat kimia. kontaminasi yang paling umum terjadi adalah kontaminasi akibat mikroorganisme patogen.3 Penanggulangan Keracunan Makanan dari Produk Olahan Daging Makanan dapat berperan sebagai media pemindahan atau penularan penyakit. dan akhirnya mereda. diare yang disertai sakit kepala. muntah. Penanggulangan keracunan makanan dapat dilakukan dengan pencegahan kontaminasi makanan terutama kontaminasi mikroorganisme. mual. Gejala-gejala ini muncul satu sampai dua jam setelah makanan yang tercemar tertelan dan tergantung pada bakteri yang mencemarinya. Gangguan yang umum dialami adalah pusing. peralatan pengolahan maupun bahan yang akan diolah itu sendiri.

daging yang dimasak harus mencapai temperatur 75 – 80oC pada bagian dalam daging. Fasilitas pembersihan dapur seperti air panas dan dingin yang berlebihan harus cukup tersedia. Beberapa peristiwa dari keracunan makanan yang tercemar oleh Saphylococcus aureus diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik dari pengolahah makanan tersebut. Batuk atau bersin sekitar bahan pangan harus dihindarkan dan tangan harus dihindarkan dari muka dan hidung. kebersihan dari pengolah makanan juga harus diperhatikan karena dapat mengurangi kemungkinan penyebaran bakteri oleh pekerja. Dapur sebagai tempat pengolahan harus dalam keadaan bersih. Tempat sampah harus sering dikosongkan atau dipindahkan dari dapur. Ukuran tempat sampah harus cukup. . Sebelum mengolah daging harus mencuci tangan terlebih dahulu. gunakan talenan yang berbeda untuk memotong daging mentah serta daging yang telah matang. Pencucian semua alat pengolahan. Cuci talenan yang telah digunakan dengan menggunakan air hangat dan sabun. Apabila memungkinkan pengelola makanan harus memakai sarung tangan plastik yang telah steril. sehingga harus ditutup. demikian pula fasilitas pencucian dan pembersihan alat-alat masak dan alat-alat makan. terutama jika ditinggal dalam jangka waktu yang lama. Pada saat penyiapan daging sebelum dimasak. Pengolah makanan harus memiliki kesehatan yang baik untuk mengurangi kemungkinan pekerja menjadi tempat penyimpanan bakteri patogen. Dapur harus mempunyai cahaya dan ventilasi yang cukup serta dijauhkan dari sampah. Partikel bahan pangan yang tertinggal dan berhubungan dengan berbagai permukaan merupakan sumber yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Sampah di dapur harus dikumpulkan pada tempat yang sudah dibersihkan. slicer dan papan pemotong (talenana) harus dibersihkan dengan baik dan teratur serta permukaan yang berhubungan dengan makanan sangat penting untuk menurunkan tingkat kontaminasi. Luka-luka atau iritasi lainnya pada kulit adalah tempat yang baik bagi Saphylococcus aureus untuk tumbuh. tetapi cukup kecil agar mudah dipindahkan. seperti pisau.penyakit ke dalam makanan. Pemasakan daging juga memegang peranan yang penting dalam mencegah kontaminasi mikroorganisme patogen pada daging. Selain itu. Selain itu. tidak terlalu kecil.

Jika setelah dilakukan pemasakan. Daging yang tersisa dan masih ingin untuk dikonsumsi lagi. serta telah melalui prosedur pemrosesan daging yang higienis dan saniter.Perubahan warna pada daging saat pemasakan. Pada saat akan disajikan. masakan tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu sehingga apabila terkontaminasi. serta warna daging yang masih cerah. harus didinginkan dalam lemari es pada temperatur < 5oC setelah terpapar dengan udara bebas selama maksimum 2 jam. masakan yang dijual tidak langsung habis. pilihlah daging yang baik sebelum membeli. Daging yang baik umumnya dicirikan dengan aroma yang segar. Selain itu. tekstur dan serat yang lembut dan masih dapat terlihat jelas. Sebelum dijual lagi atau dikonsumsi. sama sekali tidak menjamin tingkat kematangan daging. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menjamin bahwa daging ternak yang beredar di masyarakat adalah daging yang layak konsumsi. bakteri tersebut akan mati karena pemanasan. Penggunaan kuah atau bumbu yang telah digunakan saat memasak daging yang masih mentah. Masyarakat harus mengetahui proses pengolahan daging yang sesuai dengan kaidah kebersihan dan kesehatan. sebaiknya tidak digunakan lagi saat mengolah daging yang matang. tentunya diharapkan dapat mengurangi jumlah korban keracunan makanan akibat daging yang tekontaminasi mikroorganisme patogen di masyarakat. gunakan piring yang berbeda antara piring yang digunakan untuk mengolah daging mentah dengan daging yang telah matang. Masyarakat pun harus lebih waspada terhadap kualitas daging yang beredar di pasaran. Dua hal terakhir ini ditujukan untuk mencegah kontaminasi silang mikroorganisme patogen dari daging mentah ke daging yang telah matang. Masakan yang telah matang harus disimpan di tempat yang bersih dan tertutup sehingga tidak terkontaminasi dari lingkungan sekitarnya. . Dengan kombinasi dari pencegahan yang dilakukan pada beberapa tahapan ini.

 Masakan yang telah matang harus disimpan di tempat yang bersih dan tertutup sehingga tidak terkontaminasi dari lingkungan sekitarnya. slicer dan papan pemotong (talenana) harus dibersihkan dengan baik dan teratur untuk menurunkan tingkat kontaminasi.PENUTUP III.  Staphylococcus aureus lebih tahan terhadap tekanan lingkungan seperti suhu. jika dibandingkan dengan jenis bakteri lain.  Pengolah makanan harus memiliki kesehatan yang baik serta kebersihan dari pengolah makanan harus diperhatikan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran bakteri oleh pekerja. gejala ini merupakan gejala utama keracunan akibat bakteri Staphylococcus auerus. sehingga bakteri ini masih dapat hidup walaupun setelah pengolahan. keracunan makanan makanan dapat dilakukan dengan kontaminasi terutama kontaminasi .1 Kesimpulan  Keracunan rendang dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang mengontaminasi rendang pada saat dan setelah pengolahan.  Penanggulangan pencegahan mikroorganisme.  Pencucian semua alat pengolahan. seperti pisau. garam dan kekeringan.  Gejala yang ditimbulkan setelah mengonsumsi rendang adalah sakit perut dan muntah-muntah.

Bogor. Wootton. Fleet. Jakarta.A. Edwards. Jenie. 1987. Fardiaz. G. S.III. Sanitasi dalam Industri Pangan. Mikrobiologi Pangan I.A. 2004. Penerbit Universitas IndonesiaPress. DAFTAR PUSTAKA Bramono. E. Penerjemah Hari Purnomo dan Adiono. Available online : http/ www/htdocs/pilpres/mod_pilpres. Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan Lembaga Sumberdaya Informasi-IPB. Srikandi.. R. . M. K. Penerbit PT. Ilmu Pangan. 1992. Gramedia Pustaka Utama. 1988. Jakarta. sehingga dapat mengurangi jumlah korban keracunan makanan akibat daging yang tekontaminasi mikroorganisme patogen di masyarakat.2 Saran Masyarakat harus mengetahui proses pengolahan daging yang sesuai dengan kaidah kebersihan dan kesehatan. Keracunan Makanan Akibat Kontaminasi Mikroorganism.H. L. S. B.php (Diakses tanggal 8 Maret 2008) Buckle.

Alifah Rahayu Ananda Prajnya P. Risma Khoerun Nisa (240210060000) (240210060000) (240210060000) (240210060043) (240210060087) Yusniati Adipraptiwi(240210060101) .KERACUNAN RENDANG Disusun untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Sanitasi dan Keamanan Pangan Disusun Oleh : KELOMPOK Tyasfuri Muhammad Idham R.

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2008 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful