P. 1
makalah etika

makalah etika

|Views: 23|Likes:
Published by Ariny Ratnasari

More info:

Published by: Ariny Ratnasari on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2014

pdf

text

original

TUGAS

ETIKA DAN PROFESI KESEHATAN

DI SUSUN OLEH :

KAMELIA G 601 11 071

UNIVERSITAS TADULAKO FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN KESEHATAN MASYARAKAT 2011

kelompok dan masyarakat yang mengakibatkan penderitaan sakit dan kecacatan. di sini penerjemahan etika profesi kedokteran. seorang dokter harus senantiasa mengingat kewajiban melindungi hidup makhluk insani.ETIKA KESEHATAN MASYARAKAT A. B. Sejak masa Hipocrates rahasia pasien tetap aman di kalangan tenaga kesehatan. Dokter berkewajiban menyimpan rahasia kedokteran yang dipercayakan kepadanya dan dituangkan ke dalam medical record sebagai kewajiban profesinya. Hal ini sejalan dengan doktrin profesinya bahwa “saya akan merahasikan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya sebagai dokter”. seorang dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. . seorang dokter harus tetap memelihara kesehatan dirinya. Pengertian Etika kesehatan masyarakat adalah suatu tatanan moral berdasarkan system nilai yang berlaku secara universal dalam eksistensi mencegah perkembangan resiko pada individu. Jarang sekali terjadi rahasia pasien yang tidak terjaga oleh dokter. Etika kesehatan masyarakat sangat berbeda dengan etika kedokteran yang menyatakan bahwa dalam menjalankan pekerjaan kedokteran seorang dokter janganlah dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan pribadi. Dokter versus Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam pelayanan kesehatan tidak jarang dokter mengetahui penyakit pasien yang merupakan aib untuk diri pasien atau rahasia pribadi pasien yang terpaksa disampaikan oleh pasien tersebut sebagai bagian dari proses pengobatan penyakit. serta meningkatkan keberdayaan masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera.

karena fakta-fakta masalah kesehatan akan terus berkembang dan hadir sebagai sesuatu yang kongkrit melalui wabah penyakit. . dan radikal menganut nilai-nilai baru yang sesungguhnya tidak sesuai dengan tatanan sosialnya. Prosedur kerja tenaga kesehatan masyarakat adalah akuntabiltas dari masyarakat sebagai indicator dari kualitas. hubungan anak dan orang tuanya. Eksploitasi modernisasi dari kelompok tertentu untuk kepentingan sepihak. Konsep Etika Etika adalah usaha manusia dalam memakai akal budi dan daya pikirnya untuk menyelesaikan masalah bagaimana ia harus hidup. ataupun dalam bentuk KLB (kejadian luar biasa). pemeriksaan jasmaniah. kalau ia mau menjadi baik. 2. bahkan tranparansi merupakan kekuatan dari penyelesaian problema. Desakan transformasi pada dimensi kehidupan manusia. sopan santun dalam pergaulan. 3. dan pemeriksaan dengan alat-alat kedokteran. Segala sesuatu yang diketahui adalah segala fakta yang di dapat dalam pemeriksaan penderita. dan seringkali manusia tidak sadar. intrepretasinya untuk menegakkan diagnosa dan melakukan pengobatan dari anamnesa. Ketika terjadi suatu upaya penyembuyian fakta-fakta dari tenaga kesehatan masyarakat. tetapi justeru memberikan kemudahan dalam pencapaian derajat kesejahteraan. C. Alasan etika dibutuhkan saat ini adalah: 1. termasuk dalam hal moralitas.Rahasia kedokteran diterjemahkan sebagai segala sesuatu yang diketahui oleh orang-orang tersebut pada waktu atau selama melakukan pekerjaan dalam lapangan pengobatan. bahwa modernisasi bukanlah untuk mengabaikan tata nilai. Dalam dimensi kesehatan masyarakat rahasia tidak dikenal. normanorma moral sendiri masih diperdebatkan misalnya dalam bidang etika seksual. Masyarakat semakin pluralistic. maka di situlah kegagalan dari pekerjaannya. sehingga manusia secara evolusi. kewajiban terhadap negara.

kebebasan rohani dan kebebasan normative. dimana dibutuhkan pertanggung-gugatan dari manusia sebagai individu dan anggota dari individu-individu lainnya pada suatu system atau tatanan social. Suara hati adalah kesadaran moral dalam situasi yang konkrit. melainkan lahir dari suatu kesadaran karena adanya nilai dan makna. Kebebasan ini berakar pada kebebasan rohani dalam penguasaan manusia terhadap batinnya. Pertanggunggugatan itu sendiri dipengaruhi oleh kebebasan social dan eksistensi. dalam pola yang otonom sehingga bukan dipengaruhi oleh rasa takut dan tertekan. yaitu kebebasan jasmani. Kaum agama memubutuhkan perbandingan tata nilai yang bersumber dari norma-norma budaya secara universalistic dalam kapasitas untuk memberikan kemudahan logic pada manusia dalam memahami keyakinan agama. yaitu tentang sikap lahiria manusia yang bersifat moral. Kita sadar pada apa yang sesungguhnya kita tuntut. Norma hokum. Kebebasan social adalah kebebasan yang diterima dari orang lain. Etika selalu berkaitan dengan dengan moralitas. dengan memutuskan sendiri apa yang harus dikatakan dengan segala konsekwensi dari apa yang telah kita putuskan. Di tengah masyarakat terdapat banyak norma yang berlaku secara khusus dan umum. Norma-norma tersebut adalah: Norma sopan santun. Sedangkan kebebasan eksistensi adalah kebebasan dalam arti kemampuan kita untuk menentukan tindakan kita sendiri. Suatu keputusan akan melahirkan pertanggung-gugatan moralitas apakah karena menyebabkan resiko atau manfaat. pikiran dan kehendaknya. Norma moral. yaitu norma yang mengatur tentang tuntutan suara hati dalam suatu kesadaran tertinggi yang memiliki substansi sopan santun dan norma hokum. yaitu norma yang tidak boleh dilanggar karena memiliki sanksi. . Manifestasi dari kebebasan eksistensi inilah yang melahirkan suara hati.4.

menulis: “Jika seseorang berjalan-jalan di siang hari menelusuri hutan karena ia pencinta alam. jika kita melanggar norma-norma yang telah kita adopsi dari lingkungan kita. Superego. yang bertataran pada lembaga-lembaga normative. Begitu pula dengan alam. bukan hanya dimaknai untuk tujuan kebendaan. Tetapi kalau ia menghabiskan seluruh harinya untuk menjadi speculator dan menebangi hutan itu dan menggunduli dunia sebelum waktunya. maka ia pasti dianggap seorang warga negara yang rajin berusaha dan membangun. manusia tidak percaya pada apa yang sudah ditentukan secara pasti oleg sang khalik. dan tentu saja bukan pemandangan sempit sebagaimana “pencinta alam” dianggap pemalas. Pelepasan roh dengan jasad sudah ditentukan oleh Tuhan YME. yang merupakan ajaran atau dogma-dogma tentang dasar dan makna hidup. Ideologi. Thoreau dalam karyanya. karena pada satu segi keduanya melahirkan perbedaan makna pengakuan bahwa tindakan kebenaran adalah sesuatu yang universal. “life without principle” (1861). Seakan-akan kota tak ada kaitannya dengan hutan. manusia hanya bisa mengambil manfaat dari apa yang disediakan oleh alam sesuai hakekatnya. yang meliputi keluarga. suara hati merupakan pusat kemandirian manusia. ketika manusia bunuh diri. serta karib dan kerabat. dan “perusak lingkungan” dianggap rajin.Sebagai gerbang paling akhir dari suatu tindakan spritual untuk berbuat. yang merupakan perasaan moral spontan yang memiliki manifestasi dalam rasa malu atau bersalah secara otomatis dalam diri kita. dan anggota keluarga. dimana terjadi pengaruh yang kuat untuk menghadirkan kontrol ajaran atau dogma pada setiap tindakan dan pemikiran individu-individu. bukan menurut sekehendaknya sendiri sebagai sesuatu yang harus dimanfaatkan. Hutan raya memiliki fungsi sebagai pengendali kehidupan . Manusia ditentukan keberlangsungannya oleh roh-nya. Alam adalah roh kehidupan. yaitu: Komunitas. mudah dekali ia dicap pemalas. kecuali untuk ditebangi!…” Ilustrasi pada hidup tanpa prinsip dalam karya Thoreau secara dalam ingin memberikan kedalaman spritual pada suatu akuntabilitas.

Pendapat Durkheim ini seringkali menjadi sesuatu yang dimaknai sebagai kenyataan pada kehidupan sekarang. oportunisme kita dalam administrasi dan penelitian social justeru membuat kita tidak berdaya untuk berbuat apapun kecuali penelitian impoten terhadap malapetaka yang semakin menumpuk…maka kita terpaksa menunggu apakah organisme social itu dapat pulih atau binasa. dan manusia-manusia yang lemah disekitarnya menjadi korban-korban secara lahirian. Sebab hutan adalah asumsi dari sesuatu yang tersembunyi pada perut bumi yang membutuhkan perlindungan seperti pusat-pusat dari mata air yang tidak bisa tergantikan pada area yang lain. bahwa di dalam upaya penting pemahaman dan kontrol manusia. sehingga individu-individu semakin mengikuti suatu gerakan yang gelisah. “Individu dan kelompok sudah tidak lagi berfungsi secara memuaskan. karena terkandung suatu upaya pelepasan fungsifungsi hutan itu sendiri secara alamiah. bahwa individu dan kelompok hidup dalam kondisi anomie—yaitu kurangnya kehidupan social yang terstruktur dan bermakna. tetapi justeru yang menikmatinya kelompok tertentu saja. “…maka kita dihadapkan pada kenyataan. Ketika area hutan disulap sebagai lahan industri. Kata Mayo. maka kapasitas hutan sudah dilepaskan dalam dimensi keutuhannya.dalam arti yang seutuhnya. Banyaknya pencemaran lingkungan yang banyak menghadirkan penderitaan pada manusia. tanpa ada upaya penyembuhan yang memadai”. secara bermakna adalah lahir dari suatu kegelisahan manusia pada hidupnya yang tidak pernah merasa cukup. dan tujuan hidup yang tidak lagi mempunyai criteria nilai. Emile Durkheim menyebut. kita menganggap sepi faktafakta dan kodrat manusia. dan batiniah. memanfaatkan hutan bukan berarti mengurangi kapasitasnya sebagai hutan. dan menggantikannya dengan hutan buatan pada area yang berbeda. suatu perkembangan yang tak terencana. Industrialisasi kemudian dijadikan asumsi kesejahteraan. dan ingin terus menambah tanpa mempertimbangkan nilainilai penderitaan bagi orang lain. Didalamnya kebahagiaan selalu terletak di masa depan dan tak pernah ada kemajuan masa kini”. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->