MUQADDIMAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH A.

SEJARAH PERUMUSAN Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah disusun dan dirumuskan oleh Ki Bagus Hadikusuino sebagai hasil penyorotan dan pengungkapan kembali terhadap pokok-pikiran pokok-pikiran yang dijadikan dasar amal usaha dan perjuangan Kyai Ahmad Dahlan dengan menggunakan wadah persyarikatan Muhamnadiyah. Rumu¬san “Muqaddimah” diterima dan disahkan oleh Muktamar Muhammadiyah ke 31 yang dilangsungkan di kota Yogya¬karta pada tahun 1950, setelah melewati penyempur¬naan segi redaksional yang dilaksanakan oleh sebuah team yang dibentuk oleh sidang Tanwir. Team ponyem¬purnaan tersebut anggota-anggotanya terdiri dari – Buya HAMKA, K.H. Farid Ma‟ruf, Mr. Kasman Singodime¬djo serta Zain Jambek. Muqaddimah Anggaran Dasar Muhamnadiyah disusun dan dirumuakan baru pada periode Ki Bagus Hadikusu¬mo, sebab-sebabnya antara lain : 1. Belum adanya kepastian rumusan tentang cita-cita dan dasar perjuangan Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan membangun Muhammadiyah bu¬kannya didasarkan pada teori yang terlebih dahulu dirumuskan secara ilmiyah dan sistematis. Akan teta¬pi apa yang telah diresapinya dari pemahaman agama yang bersumber pada Al-Qur‟an dan Hadits beliau segera diwujudkan dalam amalan yang nyata. Oleh karena itu Kyai Ahmad Dahlan lebih tepat dikatakan sebagai seorang ulama yang praktis, bukan¬nya ulama teoritis. Pada awal perjuangan Muhammadiyah, keadaan serupa itu tidak mengaburkan penghayatan seseorang terhadap Muhammadiyah, baik ia seorang Muhammadiyah sendiri ataupun seorang luar yang berusaha memahami¬nya. Akan tetapi serentak Muharrmadiyah semakin luas serta bertambah banyak anggota dan simpatisannya mengakibatkan semakin jauh mereka dari sumber gagas¬an. Karena itu wajar apabila terjadi kekaburan peng¬hayatan terhadap dasardasar pokok yang menjadi daya pendorong Kyai Ahmad Dahlan dalam menggerakkan per¬syarikatan Muharrmadiyah. 2. Kehidupan rohani keluarga Muhammadiyah menampak¬kan gejala menurun, akibat terlalu berat mengejar kehidupan duniawi. Perkembangan masyarakat terus maju, ilmu pe¬ngetahuan dan teknologi tidak henti-hentinya menya¬jikan hal-hal yang membuat manusia kager dan mence-ngangkan, membuat dunia semakin ciut dan sempit; pengaruh budaya secara timbal-balik terjadi dengan lancarnya antara satu negara dengan negara lainnya baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negatif. Keadaan yang serpua itu tidak terkecuali mengenai masyarakat Indonesia. Tersebab adanya perkembangan zaman serupa itu yang seluruhnya hampir dapat dinyatakan mengarah kepada kehidupan duniawi dan sedikit sekali yang mengarah kepada peningkatan kebahagiaan rohani, menyebabkan masyarakat Indonesia termasuk di dalam¬nya keluarga Muhavmadiyah terhimbau oleh gemerlapan kemewahan duniawi. 3. Makin kuatuya berbagai pengaruh dari luar yang langsung atau tidak berhadapan dengan faham dan keyakinan Muhammadiyah Bersama dengan perkembangan zaman yang membawa berbagai perubahan dalam masyarakat, maka tidak ketinggalan pengaruh cara-cara berfikir, sikap hidup atau pandangan hidup masuk ke tengah-tengah masyara¬kat Indonesia. Selain banyak yang bermanfaat, tak sedikit yang dapat merusak keyakinan dan faham Mu¬hammadiyah.

bertuhan kepada Allah. persaudaraan dan go¬tong-royong bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya. Masyarakat yang sejahtera. Pengalaman ini dialami sendiri oleh Ki Bagus Hadikusumo yang kebetulan terlibat di dalamnya kare¬na termasuk sebagai anggota BPUPKI. “Jiwa dan semangat pengabdian serta perjuangan per¬syarikatan Muhammadiyah”. kejujuran. “Saya ridha. makmur dan bahagia hanyalah dapat diujudkan di atas dasar keadilan. pandangan hidup serta tujuan luhur bangsa Indonesia bernegara. Dan di antara hal yang penting adalah terumus¬kannya “Piagam Jakarta” yang kelak dijadikan “Pembu¬kaan UUD 1945″ setelah diadakan beberapa perubahan dan penyempurnaan di dalamnya. Bertuhan dan ber¬ibadah serta tunduk dan ta‟at kepada Allah adalah satu-satunya ketentuan yang wajib atas tiap-tiap makhluk. Hanya kepada Kau hamba menyembah dan hanya kepada Kau hamba mohon pertolongan. Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah berfungsi sebagai . Segala puji bagi Allah yang mengasuh semua alam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada saat periode Ki Bagus Hadikusumo. Dorongan disusunnya preambul UUD 1945 Sesaat menjelang proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. B. terutama manusia. Beliau merasakan betapa pentingnya rumusan Piagam Jakarta. para pimpinan pergerakan bangsa Indonesia benarbenar memusyawarahkan secara matang dengan disertai debat yang seru antara satu dengan yang lain. aman. yang Maha Pemurah dan Penyayang. Amma ba‟du. FUNGSI MUQADDIMAH AD MUHAMMADIYAH Bagi persyarikatan Muhammadiyah. MATAN ATAU ISI POKOK Muqoddimah Anggarah Dasar Muhammadiyah “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Pe¬nyayang. Berilah petunjuk kepada hamba jalan yang lempang. yang tugasnya antara lain mempelajari Negara Indonesia Merdeka. sebab piagam ini akan memberikan gambaran kepada dunia luar atau kepada siapapun tentang cita-cita dasar. adanya “Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah” benar-benar sudah sa¬ngat diperlukan karena adanya beberapa alasan dan kenyataan tersebut. Pada saat merumuskan materi tersebut. damai. Hidup bermasyarakat itu adalah sunnah (hukum qudrat-iradat) Allah atass kehidupan manusia. yang memegang pengadilan pada hari kemudian. beragama kepada Islam dan bernabi kepada Muhammad Rasulul¬lah Shallal ahu „alaihi wasallam”. 2. yang tidak dimurkai dan tidak tersesat lagi”. lepas dari pada pengaruh syaitan dan hawa . 1.4. (al-Qur‟an surat al¬Fatihah). Bahwa sesungguhnya ke-Tuhanan itu adalah hak Allah semata-mata. Jalan orang-orang yang telah Kau beri kenikmatan. 3. C. tokoh-¬tokoh pergerakan bangsa Indonesia dihimpun oleh pemerintah Jepang dalam wadah “Badan Penyelidik” usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). yang ditem¬puh demi mencari kebenaran.

7. Nabi Muhamnad saw. guna menda¬patkan karunia dan ridlaNya. 6. sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw. 4. wajib¬lah mengikuti jejak sekalian Nabi yang suci itu. Menjunjung tinggi hukum Allah lebih dari pada hukum yang manapun juga. Agama Allah yang dibawa dan diajarkan oleh sekalian Nabi yang bijaksana dan berjiwa suci. dan untuk mencapai masyarakat yang sen¬tosa dan bahagia. terutama ummat Islam. atau rintangan yang menghalangi pekerjaannya dengan penuh pengharapan akan perlindungan dan perto¬longan Allah Yang Maha Kuasa. tiap-tiap orang. adalah satu-satunya Pdcok hukum dalam masyarakat yang utama dan seba¬ik-baiknya. Untuk melaksanakan terwujudnya masyarakat yang demikian itu. maka dengan berkat dan rahmat Allah dan didirong oleh firman Allah dalam al-Qur‟an : “Adakanlah dari kamu sekalian golongan yang me¬ngajak kepada keIslaman. ummat yang percaya akan Allah dan Hari Kemudian. di dunia dan akhirat. untuk menciptakan masyarakat yang baha¬gia dan sentosa sebagai yang tersebut di atas itu. dan diajarkan kepada unmatnya masing-masing untuk mendapatkan hidup bahagia dunia dan akhirat. mengikuti peredaran zaman serta berdasarkan “syura” yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau Muktamar. dengan niat yang kurni-tulus dan ikhlas karena Allah semata-mata dan hanya mengharapkan karunia Allah dan ridla-Nya belaka serta mempu¬nyai rasa tanggung-jawab di hadlirat Allah atas segala perbuatannya.A. suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”. Agama Islam adalah agama Allah yang dibawa oleh sekalian Nabi.jiban mengamalkan perintah-perintah Allah dan mengikuti Sunnah Rasul-Nya. sehingga merupakan : “Suatu negara yang indah. disertai nikmat dan rahmat Allah yang melimpah-limpah.nafau.H. lagi pula harus sabar dan tawakkal bertabah hati menghadapi segala kesukar¬an atau kesulitan yang menimpa dirinya. menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari pada keburukan. Mereka itulah-golongan yang beruntung berbahagia”. 5. beribadah kepada Allah dan berusaha segiat-giat¬nya mengumpulkan segala kekuatan dan memperguna¬kannya untuk menjelmakan masyarakat itu di dunia ini. Maka degan Muhammadiyah ini mudah-mudahan umnat Islam dapatlah diantarkan ke pintu gerbang Syurga “Jannatun Na‟imi‟ dengan keridlaan Allah Yang Rahman dan Rahim. (al-Qur‟an surat Ali „Imran ayat 104) Pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah atau 18 Nopember 1912 Miladiyah oleh Almarhum K. adalah kawajiban mutlak bagi tiap-tiap orang yang mengaku ber-Tuhan kepa¬da Allah. Syahdan. bersih. Kesemuanya itu perlu untuk menunaikan kewa. . Dahlan didirikanlah suatu Persyarikatan sebagai “GERAKAN ISLAM‟ dengan nama “MUHAMMADIYAH” yang disusun dengan majlis-majlis (Bagian-bahgian)¬nya.

yakni “Terwujudnya masyarakat Utama. dalam arti hidup ber-Tuhan. beribadah serta tunduk dan taat hanya kepada Allah Kedua Hidup manusia adalah bermasyarakat Ketiga Hanya hukum Allah satu-satunya hukum Yang dapat dijadikan sendi pembentuk pribadi utama. Oleh karena itu sudah seharusnyalah kalau manusia menyesuaikan hidup dan kehidupannya sejalan dengan maksud dan tujuan Allah menciptakan¬nya dengan cara mendasarkan seluruh hidupnya di atas dasar Tauhid. beribadah serta tunduk dan taat hanya kepada Allah semata. Manusia harus percaya dan yakin dengan sesungguh-sungguhnya. dan mengatur tertib hidup bersama menuju kehidupan berba¬hagia-sejahtera Yang hakiki dunia dan akhirat Keempat Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benar¬nya adalah wajib sebagai ibadah kepa¬da Allah dan berbuat ihsan kepada sesama manusia Kelima Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benar¬nya hanya akan berhasil bila meng¬ikuti jejak perjuangan Nabi Muhammad saw Keenam Perjuangan mewujudkan maksud dan tujuan di atas hanya dapat dicapai apabila dilaksanakan dengan cara berorganisasi Ketujuh seluruh perjuangan memadu ke satu titik tujuan Muhammadiyah. Kalimat “keta¬huilah” mengandung makna bahwa manusia diperintahkan Allah . dan ia dititahkan dengan disertai satu tujuan tertentu. dan tidak ada sesuatu apaun yang wajib dita¬ati serta diagungagungkan kecuali hanya kepada Allah semata-mata. juga memberikan rangsangan kepada akal fikiran manusia agar dipergu¬nakan sebaik-baiknya untuk menalar. tidak ada sesuatu apapun yang pantas di¬cintai. yaitu : Pertama Hidup manusia harus mentauhidkan Allah. Dalam surat Muhammad ayat 19 Allah berfirman : “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada ada Tuhan kecuali Allah”. terlebih dahulu perlu diketahui bahwa apabila Muqad¬dimah tersebut di atas disimpulkan. maka akan dida¬patkan tujuh pokok pikiran.D. tak ada sesuatu apapun yang pantas ditakuti. maka keseluruhannya dilaksanakan dalam kerangka dasar mencintai dan mentaati kepada Allah juga. beribadah serta tunduk dan taat hanya kepada Allah”. ber-¬Tuhan. Ayat ini selain berisi penegasan tentang keberadaan Allah Yang Esa. Kalaupun di dalam hidupnya sese¬orang mesti mencurahkan rasa cinta ataupun kesadaran mentaati sesuatu. ber-Tuhan. Manusia adalah salah satu makhluk Allah yang diberi kedudukan tertinggi di antara makhlukmakhluk lainnya. adil dan makmur yang diridlai Allah Subha¬nahu wata‟ala Keterangan pokdc pikiran pertama : “Hidup manusia harus mentauhidkan Allah. bahwa tidak ada sesuatu apapun yang wajib disembah. TAFSIR Sebelum memasuki keterangan secara terperinci.

Renungan manusia yang didukung oleh akal fikiran yang kritis disertai dengan pengamatan intuisi yang halus dan tajam pasti akan membuahkan hasi semakin bertambah kuat keyakin¬annya bahwa sesungguhnya seluruh jagat raya beserta “gala isinya ini adalah mahluk Allah. ibadah hajji. misalnya ibadah shalat. baik perinciannya. tingkah dan tata caranya. dengan jalan mentaati segala sesuatu yang diizinkan kepadanya”. sikap yang penuh pasrah dan tawakkal kepada Allah. Demiki¬an juga ia diperintahkan untuk merenungkan terhadap dirinya sendiri secermat-cermatnya. Surat al-Bayyinah ayat 4-5 menerangkan bahwa .”tidaklah mereka diperintahkan (sesuatu apapun) kecuali agar supaya mereka menghambakan diri kepada Allah. yang pangkalnya digerakkan dan disinari oleh iman yang kokoh. Pengertian Ibadah. Pengabdian diri semata-mata hanya kepada Allah. Ibadah khusus atau ibadah mahdlah. akan melahirkan amal ibadah yang ikhlas. Ibadah „Aam atau ibadah umum. tenang dan pasrah $ePenuhnya ke haribaan Allah swt. yakni segala pekerjaan yang telah diizinkan Allah untuk dilakukannya. Dan hidup serupa inilah Yang dapat dinyatakan sebagai hidup yang telah selaras dengan kehendak Ilahi. dan bersih. bersesuci. seperti diterangkan dalam surat adz-Dzariyat ayat 56 : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar supaya mereka beribadah kepadaKu”. Dari batasan seperti di atas. akhirnya penger¬tian ibadah dapat dibedakan menjadi dua macam. Di atas telah ditegaskan bahwa seseorang yang hidup dan kehidupannya telah terhunjam cahaya iman yang kokoh pasti akan terlihat secara jelas dalam seluruh sikap hidupnya. serta dilaksanakan penuh ketaat¬an semata-mata hanya mengharapkan ridlaNya. diciptakan dengan perencanaan dan bertujuan. Sebaliknya tidak diketemukan pada dirinya satu saatpun dalam perbuatannya yang tidak bernilai ibadah.untuklmenggunakan fikiran dan kemampuan lain¬nya guna merenungkan dan memikirkan berbagai keja¬than (mahluk) yang tergelar di alam semesta ini. . la terlaihat secara nyata sikap hidup seluruhnya diarahkan untuk beribadah kepada-Nya. Manusia yang telah mencapai tintkat kryakinan atau iman yang didapatkan lewat perpaduan antara aiaran wahyu denga penemuan akalnya (ra‟yu) akan melahirkan kehidupan yang damai. bagaimana pengertian ibadah yang dapat diterapkan dalam setiap langkah dan tindakan manusia sepanjang hari? Dalam hal ini Majlis Tarjih telah memberikan batasan pengertian ibadah sebagai berikut : “Ibadah ialah taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah. Manusia diperintahkan untuk membaca dan mengetahui berbagai rahasia alam beserta segala isinya. dengan menRikhlaskan agama semata-mata untuk Allah juga. ibadah shiyam. yakni ibadah yang telah ditetapkan secara pasti oleh Allah. yaitu : a. b. Kalau demikian halnya.

. “Sesungguhnya Kami telah menawarkan satu amanat kepercayaan kepada para penghuni langit. (al-Baqarah : 30) Pada ayat yang ter¬akhir ini malaikat memperkirakan dua perbuatan manu¬sfa yang paling menonjol. Bagi Muhammadiyah. la masih dituntut kesempurnaannya lewat penunaian misi yang dipangkunya selaku khalifah Allah yang keseluruhannya demi membangun dunia baru yang damai dan sejahtera di bawah naungan ridha dan ampunan Allah. dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjauhkan hal-hal yang dapat mendatangkan bencana pertumpahan darah antar sesama umat manusia. tetapi sebaliknya justru kebalikan dari dua hal itulah yang menjadi tugas utamanya. Dua tugas utama di atas adalah merupakan ke¬simpulan yang dapat diangkat dari ajaran alQur‟an. Menciptakan perdamaian dan ketertiban ma¬syarakat dunia. Tegasnya hidup beribadah yang sepenuhnya ialah hidup bertaqarrub kepada Allah digunakan untuk menu¬naikan amanat-Nya sebagai khalifah di bumi dengan mematuhi segala ketentuan yang menjadi peraturan-Nya. Sungguh manu¬sia itu sangat dhalim lagi bodoh”. amal ibadah yang sifatnya umum adalah merupakan kelengkap¬an dan kesempurnaan amal ibadah yang langsung kepada Allah.Adapun maksud dan tujuan ibadah Umum ini ialah untuk mengemban amanat Allah berupa kesediaan melak¬sanakan misi khalifah di atas bumi yang tugas utama¬nya ialah : a. melainkan juga berbuat dan membangun kesejahteraan serta perdamaian di antara sesama umat manusia dan masyarakat. Artinya tugas khalifah Allah adalah menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat merusakkan kelestarian bumi. Para malaikatpun bersembah : Benarkah Tuhan akan menciptakan khalifah di atas bumi ? – orang yang akan berbuat kerusakan serta menumpahkan darah di dalamnya?”. b. Dan akhirnya manusialah yang menerimanya. Membangun kemakmuran dan kesejahteraan hi¬dup umat manusia. Seseorang yang telah menyatakan dirinya seba¬gai seorang Islam belum dianggap lengkap dan sempur¬na agamanya kalau hanya sekedar menjalankan pokok-¬pokok yang tersimpul dalam rukum Islam yang lima. Menurut faham Muharmradiyah. ibadah yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim tidaklah semata-mata hanya yang bersifat hubungan langsung antara manusia dengan Allah seperti tergambar dalam ibadah shalat atau shiyam. Keterangaa pdcok pikiran kedua : “Hidup manusia adalah bermasyarakat”. (al-Ahzab : 72) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para mala¬ikat (ketika telah siap menciptakan manusia) : Se¬sungguhnya Aku akan membuat khalifah di atas bumi. yang secara tegas telah diuraikan dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah yang shahih. yaitu meruaah bumi dan menumpahkan darah. Jelas dua bentuk perbuatan seper¬ti di atas bukannya yang akan dilakukan oleh seorang khalifah Allah. maka mereka enggan dan merasa takut memikul amanat tersebut. juga kepada bumi serta kepada gunung-gunung. khususnya dari surat al-Ahzab ayat 72 dan al-Baqarah ayat 30.

” Pendirian pokok pikiran ketiga ini lahir dan kemudian menjadi keyaninan yang kokoh dan kuat adalah sebagai hasil penelaahan dan pecnahaman terhadap ajaran Islam dalam arti dan sifat yang sebenar-be¬narnya. Jadi hanya dengan hidup ber¬masyarakat terletak arti dan nilai kehidupan manu¬sia.” Definisi agama (Addien) menurut keputusan Majlis Tarjih : a. Hubungan pengertian antara pokok pikiran per¬tama dengan pokok pikiran kedua adalah erat sekali karena adanya manusia berpribadi yang dilandasi dengan jiwa tauhid merupakan unsur pokok dalam mem¬bentuk dan mewujudkan suatu masyarakat yang baik. dan siapapun yang mencari agama selain agama Islain. Agama Islam ialah sesuatu yang disyari‟at¬kan oleh Allah dengan perantaraan pada Nabi-Nya . Agama Islam merupakan ajaran-ajaran yang sa¬ngat sempurna serta mutlak nilai kebenarannya. dorongan biologis. tidak akan diteri¬ma dan ia diakhirat termasuk golongan orang-orang yang rugi. Keterangan pokok pikiran ketiga. “Hanya hukum Allah satu-satunya hukum yang dapat dijadikan sendi pembentukan pribadi utama dan pengatur tertib hidup bersama menuju kehidupan bahagia sejahtera yang hakiki dunia dan akhirat. bahwa kehidupan manusia selalu bergerombol. seperti dorongan spirituil. Oleh karena itu pokokpikiran ini merupakan “bekal keyakinan dan pendangan hidup”. Karena kenyataan serupa itu Aris¬toteles memandang manusia sebagai makhluk bermasya¬rakat (Zoon politikon ). ataupun do¬rongan harga diri. do¬rongan intelektuil. Islam mengakui manusia sebagai makhluk yang mandiri dan berpribadi. Surat Ali Imran ayat 19 dan 85 menegaskan “Sesungguhnya agama yang ada di sisi Allah hanyalah agama Islam. bahkan dengan mempelajari sifat dan susunan hidup manusia maka bagaimanapun juga tinggi nilai pribadinya akan totapi ia tidak akan mFSnpunyai nilai bila sifat kehidupannya hanya semata-mata berguna bagi dirinya sendiri.Hidup bermasyarkat bagi manusia adalah sunna¬tullah seperti ditegaskan oleh Allah dalam surat al-Hujurat ayat 13 “Sesungguhnya Kami menjadikan engkau semua dalam bentuk berbangsa-bangsa dan ber¬suku-suku agar saling kenal-mengenal.” Surat al-Maidah ayat 3 menerangkan tentang kesempurnaan Islam: “Pada hari ini telah Aku sern¬purnakan agama untukmu dan telah Aku cukupkan pula nikmatKu padamu. Sekalipun demikian ia tidak akan dapat melepaskan diri dari hubungan sesama manusia. dan Aku merelakan Islam sebagai agamamu.” Secara pengalaman telah diakui oleh para cer¬dik-cendekiawan. Nilai seseorang akan ditentu¬kan oleh ukuran seberapa jauh ia memberikan pengor¬hanan dan darma baktinya dalam upaya membina keles¬tarian hidup bersama. Hal seperti itu karena manusia didorong berbagai dorongan. la merupakan petunjuk jiwa dan sebagai rahmat serta taufiq Allah kepada manusiakuntuk meraih kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. teratur lagi tertib.

way of live and interpre¬tation of history”. seperti shalat. sist~3n poli¬tik. sebagai konsekuensi atas keyakinan dan pandangan hidup sebagaimana ter¬simpul dalam pokok pikiran ketiga. sebab satu cita-cita dan keyakinan baru dipandang positif apabila keyakinan tersebut diperjuangkan.M.” Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dengan mencari keridhaan Allah termasuk sabilillah yang artinya : “Jalan yang dapat menyam-paikan kepada yang diridhai Allah atas semua amal yang diizinkanya”. menegakkan ajaran Islam. Adanya pandangan dan keyakinan hidup bahwa hanya ajaran Islam satu-¬satunya yang dapat dijadikan sendi mengatur keter¬tiban hidup manusia menuju kebahagiaan dan kesejah¬teraan dunia dan akhirat.berupa perintah. berupa perintah.political system. Islam menca¬kup seluruh segi kehidupan manusia. ibadah akhlak. Dengan pengertian tersebut. Agama Islam Nabi Muhammad ialah sesuatu yang telah diturunkan oleh Allah dalam al¬Qur‟an dan yang termaktub dalam Sunnah yang shahih. Akan tetapi Islam membawa ajaran yang sempurna menuntun hambanya mendapatkan kehidup¬an bahagia sejahtera dunia dan akhirat. Pandangan Muhammadiyah terhadap ajaran Islam seperti tersebut dikukuhkan oleh ahli¬ahli ilmu pengetahuan yang menaruh perhatian terha¬dap agama Islam sebagai obyek pembahasannya seperti kata V. larangan serta tuntunan untuk meshlahatan hamba di dunia dan akhirat. Dean dalam bukunya “The nature of the non Western World” : “Islam is completa integration of religion. ilmu pengetahuan. . Bagi setiap muslim harus mempunyai kesadaran wajib berjuang menegakkan ajaran Islam dengan sepe¬nuh-penuhnya di manapun sebagai tanda dan bukti akan kebenaran iman dan keislamannya. Keterangan pokok pikiran keempat : “Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam lyang sebenar-benarnya adalah wajib. seprti masalah aqidah. pandangan hidup serta penafsiran sejarah. poli¬tik dan militer. hajji. baik segi kehi¬dupan perorangan ataupun kehidupan bermasyarakat. sosial. puasa. ekonomi. sebagai ibadah kepada Allah dan berbuat ihsan dan ishlah kepada sesama manusia. Bahkan manusia dinyatakan hidup yang sebenarnya bilamana ia mempunyai suatu keyakinan hidup dan diperjuangkan dengan sepenuh pengerbanan hidupnya. Oleh karena itu antara pokok pikiran ketiga dan keempat terjadi hubungan yang erat sekali. Artinya : Islam adalah suatu perpaduan yang sernpurna antara agama. Pokok pikiran keempat. pendidikan. akhirnya menumbuhkan kesadaran wajib berjuang. kebudayaan. b. larangan serta tuntunan untuk kemashlahatan hamba di dunia dan akhirat. dan sebagainya. Muhammadiyah mem¬punyai faham bahwa Islam bukan sematamata mengajar¬kan bagaimana seharusnya seseorang menghubungkan dirinya kepada Allah.

seperti yang telah ditegaskan Allah dalam surat al Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya pada diri kasulul¬lah ada suatu contoh yang baik bagi kamu sekalian. Keterangan pokok pikiran kelima : “Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya akan berhasil bila mengikuti jejak perjuangan para Nabi. adalah merupakan kehidupan yang seluruhnya di¬peruntukkan dalam perjuangan menegakkan cita-cita agung yakni : Kejayaan agama Allah di seluruh permu¬kaan bumi. apabila engkau benar-benar mencintai Allah. Bagi tiap pejuang muslim tidak ada cara dan contoh yang patut dijadikan teladan kecuali harus mengikuti car-cara perjuangan para nabi tertama Nabi Muhammad saw. maka ikutilah aku niscaya engkau akan dicintai Allah. ialah bagi orang yang mengharapkan keridhaan Allah dan keselamatan hari akhir serta ingat. terutama nabi Muhammad saw.Allah menggambarkan sifat seorang mukmin yang sebenar-benarnya sebagai berikut : “Orangorang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Sebab pada diri Rasulullah tergambar rentangan contoh teladan paling bagus dan mulia. terutama Perjuagan Nabi Muhammad saw. Yang konkrit dan rril serta merupakan wujud Yang nyata dari ide yang terkandung dalam Al-Qur‟an. Kehidupan Rasulullah yang sangat menga-¬gumkan adalah merupakan gambaran yang hidup. Dengan demikian setiap kegiatan dan amalan Muhammadiyah diarahkan dan disesuaikan denan sikap serta pedirian yang ada. sebanyak-banyak¬ kepada Allah”. t1anuaia muslim tidak dapat membuat keadilan yang lebih besar terhadap Al-Qur‟an kecuali dengan cara mengikuti Rasulullah. kemudian mereka tidak ragu-ragu serta berjuang dengan harta dan dirinya di jalan Allah (sabilillah). ban Allah flaha Nengampun lagi Maha Penyayang. Dan sebaliknya tidak dapat dibenarkan sama sekali adanya suatu kegiatan yang berlawanan dan yang menyimpang dari padanya. kesadaran dan sikap seperti di atas merupakan kerangka dan sifat perjuangan Muhammadiyah secara keseluruhan. maka pokok pikiran kelima memperssoalkan tentang bagaimana cara dan akhlak berjuang menegakkan keyakinan hidup tersebut.”. Sebab sesungguhnya Rasulullah adalah orang yang ditunjuk Allah menjadi alat penyampai wahyu. (al-Hujurat : 15) Pendirian. Tegasnya seseorang muslim mengikuti jejak beliau karena didasari suatu keyakinan bahwa tidak ada juru tafsir yang lebih baik dari ajaran A1-Qur‟an daripada melaui orang di mana firman Allah . Surat Ali Imran ayat 31 memberikan petunjuk kepada orang yang berusaha mencintai Allah harus menempuh jalan Rasulullah : “Katakanlah. Kehidupan para nabi. Apabila pokok pikiran keempat membicarakan tentang konsekuensi terhadap pandangan hidup yang telah diyakini kebenarannya. Orangorang itulah orang¬orang yang benar”. serta diam¬puni dosa-dosamu.

ialah: Munculnya keyakinan dan pandangan hidup menumbuhkan konsekuen¬si untuk memperjuangkannya dengan suatu metode dan akhlak tertentu serta dilaksanakan dengan mengguna¬kan alat perjuangan demi efisiensi pelaksanaannya. b.diwahyu¬kan untuk umat Islam. Perjuagan menegakkan ajaran Islam hanya akan dapat berhasil secara efektif & efisien apabila diperjuangkan dengan mempergunakan suatu alat beru-pa organisasi. Keterangan pokok pikiran keenam : “Perjuangan mewujudkan maksud dan tujuan di atas hanya akan dapat tercapai apabila dilak¬sanakan dengan berorganisas” Pokok pikiran keenam membicarakan tentang alat perjuangan sebagai rangkaian logis pokok pikiran-¬pokok pikiran yang sebelumnya. Oleh sebab itu mempelajari sejarah perjuangan Rasulullah hingga dapat mengeta¬hui rahasia-rahasia kemenangannya yang gilang-gemi¬lang adalah merupakan syarat mutlak bagi setiap pejuang Muslim yang bercita-cita menegakkan agama Islam. semoga persyarikatan beserta para pendukung cita-citanya dapat mencontoh pcrjuangan dan diri pribadi Nabi Muhammad saw. Benar. adalah dilakukan dengan segala kesungguhan atau jihad. penuh rasa tanggung jawab. sabar dantawakkal. Dan sudah semestinya organisasi yang dijadikan alat untuk meraih satu tujuan yang sangat tinggi dan agung. Tepat. Sifat-sifat perjuangan Rasulullah yang wajib diikuti ialah selain merupakan ibadah kepada Allah. Ajaran Islam menekankan kepada umat¬nya agar dalam berusaha menegakkan ajaran Islam hendaknya dilakukan dengan cara berorganisasi seba¬gaimana yang dinyatakan dalam surat ash-Shaf ayat 4: “Sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang yang berjuang di atas jalan-Nya secara tersusun rapi iba¬rat suatu bangunan yang kokoh dan kuat”. Untuk mengatur agar jalan kehidupan organisasi Muhammadiyah dapat: a. Tertib. dengan maksud untuk bertafaul atau berharapan baik. yaitu sesuai dengan teori perjuangan serta lurus menuju maksud dan tujuan. Lancar. Hal ini dikukuhkan oleh qaidah umum ushul fikih yang menyatakan bahwa :”Apabila suatu kewajiban tidak selesai kecuali dengan adanya sesuatu yang lain. Muhammadiyah sadar bahwa mengingat ayat terse¬but maka berorganisasi untuk melaksakanan kewajiban menegakkan ajaran Islam. yang harus sepadan dan sebanding dengan nilai yang hendak dicapai. d. ikhlas. hukumnya adalah wajib. yaitu serasi dan tidak bersimpang¬ siur. yaitu sesuai dan selalu pada prin¬sip-prinsipnya. c. yaitu maju terus sampai kepada tujuan. Dan karana itu pula persyarikatan yang didiri¬kan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan dinamakan Muhamma¬diyah. memerlukan berbagai syarat yang berat juga. . maka adanya sesuatu yang lain tersebut hukumnya wajib juga”.

Anggaran Dasar Muhacnmadiyah. aman. adil dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wata‟ala. Masyarakat utama. ia juga akan menjadi jenjang bagi umat Islam untuk memasuki pintu gerbang syurga “JANNATUN NA‟IM” untuk menerima keridhaan Allah yang kekal abadi. saling tolong menolong dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya. yakni terwujudnya masyarakat utama. Adapun wujud dari masyarakat utama. adil dan makmur yang diri¬dlai Allah SWT selain merupakan kebahagiaan di dunia bagi seluruh umat manusia. yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Anggaran Rumah Tangga Muhamnadiyah. makmur dan bahagia yang diwujudkan atas dasar keadilan. adil dan makmur yang diridlai Allah SWT dapat diberi ciri sebagai berikut : masyarakat yang sejahtera. Dan peraturan-peraturan yang diperlukan.maka perlu diadakan berbagai peraturan yang berupa : a. Keterangan pokdc pikiran ketujuh : “Seluruh perjuangan mengarah ke satu tujuan Muhammadiyah. d. c. Di mana Muhammadiyah selaku orga¬nisasi menetapkan bahwa segala amal perjuangan yang telah dan yang akan dirintisnya tidak boleh lepas dari tujuan yang dicita-citakan sejak semula. Qaidah-qaidah. damai. . lepas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu. kejujuran. Pokok pikiran ketujuh membicarakan tentang tujuan perjuangan. b. persaudaraan dan gotong – ¬royong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful