Macam-macam ibadah

SENIN, 16 FEBRUARI 2009 05:01 ADMINISTRATOR MENGENAL ISLAM -DASAR - DASAR ISLAM

E-MAIL ARRAY CETAK ARRAY

1. Do’a
Firman Allah ta‟ala: “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu". Sesungguhnya, orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”(QS. Ghafir: 60). Dan diriwayatkan dalam hadits: “Do’a itu adalah sari ibadah ( Hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami‟ Ash-Shahih, kitab -Da‟awat, bab I ). Maksud hadits ini ialah bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu’min (seperti: mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll) mesti diiringi dengan permohonan ridha Allah dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu do‟a (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah.

2. Khauf (takut)
Firman Allah ta‟ala: “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).

3. Raja’ (pengharapan)
Firman Allah ta‟ala: “Untuk itu, barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. ” (QS. Al-Kahfi: 110).

4. Tawakkal (berserah diri)
Firman Allah ta‟ala:

"Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-banar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah: 23). Dan juga firman-Nya: “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya .” (QS. Ath-Thalaq: 3).

5. Raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk)
Firman Allah ta‟ala: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya‟: 90).

” (QS. maka mohonlah pertolongan kepada Allah” ( Hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami‟ AshShahih. Al-Fatihah: 4). Isti’adzah (memohon perlindungan) Firman Allah ta‟ala: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. ibadatku (sembelihanku). Dzabh (menyembelih) Firman Allah ta‟ala: “Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku. ) . bab 59. hal. Khasy-yah (takut) Firman Allah ta‟ala: “Maka janganlah kamu takut kepada mereka. jilid 1. Al-Anfal: 9).” (QS. Al-Baqarah: 150). lalu diperkenankanNya bagimu. 10. 9. Inabah (kembali kepada Allah) Firman Allah ta‟ala: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya) sebelum datang azab kepadamu. Al-Falaq: 1). dan riwayat Imam Ahmad Musnad. 303. hal. kitab Syafa'at Al-Qiyamah War-Raqaiq Wal-Wara‟. Raja manusia. 108 dan 152 ). dan takutlah kepada-Ku. Az-Zumar: 54). hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam. 293. 307. An-Nas: 1-2).” (QS. jillid I.Al-An‟am : 162-163). 12. tiada sekutu bagi-Nya. 8. Isti’anah (memohon pertolongan) Firman Allah ta‟ala: “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (QS. kemudian kamu tidak dapat di tolong lagi. Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah). Dan dalil dari sunnah: “Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah” ( Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya. dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad.” (QS.6.” (QS. 11. “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Manusia. Istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) Firman Allah ta‟ala: “(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin). 7. ” (QS. bab 8. kitab AlAdhahi. Nadzar . Dan diriwayatkan dalam hadits: “Apabila kamu memohon pertolongan.

Ref : Tiga Landasan Utama. Al-Insan: 7).” (QS.com/kenal-islam/29-basic-islam/278-macam-macam-ibadah.html .Firman Allah ta‟ala: “Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Muhammad bin ABdul Wahhab http://rumahislam.