Pengertian Kreativitas Belajar Menurut Para Ahli Posted on Maret 9, 2013 by totoyulianto Kreativitas Belajar 1.

Pengertian Kreativitas Belajar

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif (Munandar, 1995 : 12). Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya (Supriyadi, 1994 : 7). Secara psikoligis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “belajar juga adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto, 2003 : 2). Ahli pendidikan modern merumuskan bahwa belajar adalah suatu bentuk pertmbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Aqib, 2003 : 42). Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia dan berlangsung seumur hidup (Rohadi, 2003 : 4). Dengan demikian belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan

lingkungannya untuk merubah prilakunya, jadi hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan prilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar. Tornace dan Myres dikutip oleh Triffinger (1980) dalam Semiawan dkk (1987:34) berpendapat bahwa belajar kreatif adalah “menjadi peka atausadar akan masalah, kekuarangan-kekurangan, kesenjangan dalam pengetahuan, unsur-unsur yang tidak ada, ketidak harmonisan dan sebagainya. Mengumpulkam informasi yang ada, membataskan kesukaran, atau menunjukkan (mengidentifikasi) unsur yang tidak ada, mencari jawaban, membuat hipotesis, mengubah dan mengujinya, menyempurnakan dan akhirmnya mengkomunikasikan hasil-hasilnya” . Sedangkan proses belajar kreatif menurut Torance dan Myres berpendapat bahwa proses belajar kreatif sebagai : “keterlibatan dengan sesuatu yang berarti, rasa ingin tahu dan mengetahui dalam kekaguman, ketidak lengkapan, kekacauan, kerumitan, ketidakselarasan, ketidakteraturan dan sebagainya. Kesederhanaan dari struktur atau mendiagnosis suatu kesulitan dengan mensintesiskan ionformasi yang telah diketahui, membentuk kombinasi dan mendivergensi dengan menciptakan alternatif-alternatif baru, kemungkinankemungkinan baru, dan sebagainya. Mempertimbangkan, menilai, memeriksa, dan menguji kemungkinan-kemungkinan baru, menyisihkan, memecahkan yang tidak berhasil, salah dan kurang baik, memilih pemecahan yang paling baik dan membuatnya menarik atau menyenangkan secara estesis, mengkonunikasi hasihasilnya kepada orang lain” (Semiawan, DKK. 1987 : 35). Dengan demikian dalam belajar kreatif harus melibatkan komponen-komponen pengalaman belajar yang paling menyenangkan dan paling tidak menyenangkan

bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita. Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi.lalu menemukan bahwa pengalaman dalam proses belajar kreatif sangat mungkin berada di antara pengalaman-penglaman belajar yang sangat menenangkan. Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. pengalama-pengalaman yang sangat memberikan kepuasan kepada kita dan yang sangat bernilai bagi kita. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri. Jadi kreativitas belajar dapat diartikan sebagai kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan kemampuan formasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya. Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting. .

Menciptakan lingkungan di dalam kelas yang merangsang belajar kreatif Memberikan Pemanasan Sebelum memulai dengan kegiatan yang menuntut prilaku kreatif siswa sesuai dengan rencana pelajaran lebih dahulu diusahakan sikap menerima (reseptif) di Kalangan siswa. Masa seorang anak duduk di bangku sekolah termasuk masa persiapan ini karena mempersiapkan seseorang agar dapat memecahkah masalah-masalah. terutama berlaku apabila siswa sebelumnya baru saja terlibat dalam suatu penguasaan yang berstruktur.Sebagaimana halnya dengan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan. yaitu dengan mengabung-gabungkan (mengkombinasikan) menjadi sesuatu yang baru. Demikianlah semua data (pengalaman) memungkinkan seorang mencipta. untuk dapat menciptakan sesuatu yang bermakna dibutuhkan persiapan. pada belajar kreatif kita lihat secara aktif serta ingin mendalami bahan yang dipelajari. hasil-hasil karya yang kreatif tidak muncul begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru yang professional dalam menyusun program pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar yaitu : 1. tugas atau kegiatan. mengerjakan soal fiqih. a. Dalam proses belajar secara kreatif digunakan proses berfikir divergen (proses berfikir ke macam-macam arah dan menghasilkan banyak alternatif penyelesaian) dengan proses berfikri konvergen (proses berfikir yang mencari jawaban tunggal yang paling tepat) berfikir kritis. bertujuan meningkatkan pemikiran kreatif menuntut sikap belajar yang berbeda lebih terbuka dan tertantang berperanserta secara aktif dengan . Gagasan-gagasan yang kreatif.

Pengaturan Fisik Membagi siswa dalam kelompok untuk mengadakan diskusi kelompok. a. Mengajukan dan mengundang pertanyaan Dalam proses belajar mengjar. Sebagai fasilitator gurumendorong siswa (memotivator) untuk menggabungkan inisiatif dalam menjajaki tugas-tugas baru. Guru harus terbuka menerima gagasa dari semua siswa dan gur harus dapat menghilangkan ketakutan. diperlukan keterampilan guru baik dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa maupun dalam mengundang siswa untuk bertanya. kecemasan siswa yang dapt menghambat dan pemecahan masalah secara keatif (Munandar. c. b. 1992 : 78-81). Kesibukan Dalam Kelas kegiatan belajar secara kreatif sering menuntut lebih banyak kegiatan fisik. Tehnik Bertanya . 2.memberikan gagasan-gagasan sebanyak mungkin untuk itu diberikan pemanasan yang dapat tercapai dengan memberikan pertanyaan pertanyaan terbuka dengan menimbulkan minat dan rasa ingin tahu siswa. d. Guru harus dapat membedakan kesibukan yang asyik sert suara-suara yang produktif yang menunjukkan bahwa siswa bersibuk diri secara kreatif. dan diskusi antara siswa oleh karena itu guru hendaknya agak tenggang rasa dan luwes dalam menuntut ketenangan dan sebagai siswa tetap duduk pada tempatnya. Guru sebagai Fasilitator Guru dan anak yang berbakat lebih berperan sebagai fasilitator dari pada sebagai pengarah yangmenentukan segalagalanya baigsiswa.

dan menguji atau menilai informasi mereka. c. Dengan mengajukan pertanyaan. Menilai persiapansiswa ddan sejauh mana siswa telah menguasai bahan yang diberikan sebelumnya.Pertanyaan yang merangsang pemikiran kreatif adalah pertanyaan semacam divergen atau terbuka. 1999 : 84) b. peran guru dangat menentukan keberhasilan. Pertanyaan semacam ini membantu siswa mengembangkan keterampilan mengumpulkan fakta. Merangsang pemikiran kritis dan pengembangan sikap bertanya Merangsang siswa untuk mencari sendiri pengetahuan tambahan Menilai pencapaian tujuan dan sasaran belajar (Munandar. guru memperoleh informasi yang berharga dan berguna untuk : Menimbulkan minat dan motivasi siswa untuk berperan serta aktif. Membantu siswa melihat hubungan-hubungan baru. Metode Diskusi Dalammetode dikusi. guru berperan sebagai pasilitator yang mengenalkan masalah kepada siwa dan memberikan informasi seperlunya yang mereka butuhkan unutk membahas masalah. Metode Inquiri-Discovery . Guru memang diperlukan misalnya jika timbul kemacetan dalam diskusi atau untuk menghindari kesalahan yang tersembunyi agar siswa tidak terlalu menyimpang dari arah yang dituju. Mengulang kembali dan meringkas apa yang telah diajarkan. merumuskan hipotesis.

Tahap ketiga adalah mencari atau menjajaki (searching). Pada tahap pertanyaan dan informasi dihubungkan dengan perumusan hipotesis. Ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui inquiry. dan pemerincian (elaborasi) temasuk dalam prosess pemecahan masalah melalui inquiry-diskovery. Melalui inquiry informasi mengenai masalah dihimpun. pertamma adanya kesadaran bahwa ada masalah. pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul gagasan-gagasan sebagai strategi kemungkinan pemecahan. penyelidikan) dan discopery (penemuan) dalambelajar penting dalan proses pemecahanmasalah. Hal ini merupakan factor yang memotivasi siswa untuk melanjutkan dengan merumuskan masalah (tahap kedua).pendekatan inquiry (pengajuan pertanyaan. serta harus memperinci dan merumuskan kebutuhan dalammencari informasi. yaitu dalam mengajukan pertnayaan dan hipotesis dalam mneghubungakan fakta yang diketahui dan asas-asas untuk mengembangkan strategi pemecahan. Keativitas berkaitan erat dengan proses perumusan hipotesis. konsep. bermain peran dan demonstrasi. antara laindenganpenggunaan media. jadi. situasi atau gagasan. keluwesan (fluksibilitas). semua proses berfikir : kelancaran. Berilah siswa materi pelajaran dan situasi yang memungkinkan penyelidikan (ekspolorasi) . orisinilitas. Pokok-pokok yang harus dipenuhi oleh guru dalam pengalaman belajar inquiry adalah : Berilah pengalaman permulaan untuk menarik minat siswa agar menanyakan mengenai suatu masalah.

perkembangan social. atau dengan menanyakan suatu kejadian yang telah terjadi. tetapi siswa harus membayangkan apa saja kemungkinan-kemungnkinan akibatnya andaikan kejadian atau situasi itu terjadi di sini. 1999 : 86). Sediakan waktu untuk berdiskusi. d. Berilah dorongan dan penghargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan (Munandar. Berilah bimbingan dan perhargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan. afektif (sikap) dan Psikomotorik (perasaan). atau dengan menanyakan kemungkinan-kemungnkinan akibat dari suatu situasi yang memang belum pernah terjadi. .Sediakan sumber-sumber informasi dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat. Sediakan peralatan untuk merangsang siswa melakukan eksperimen (percobaan). Memadukan perkembangan kognitif (berfikir). Dalam rangka membangun manusia seutuhnya perlu ada keseimbanganaantara semua aspek perkembangan yaitu perkembangan mental intelektual. 3. perkembanan emosi (kehidupan perasaan) dan perkembangan moral. mencoba-coba dan sebagainya. Mengajukan pertanyaan yang menantang (provokatif) Salah satu cara untuk merangsang daya pikir kreatif adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang (provokatif) antara lain dengan menanyakan apa kemungkinan-kemungkinan akibat apabila suatu kejadian yang telah terjadi. bereksperimen.

Ciri-ciri kemampuan berfikir kreatif (aptitude) Keterampilan berfikir lancar Keterampilan berfikir luwes Keterampilan berfikir orisinal Keterampilan memperinci Keterampilan menilai b. d. c. Menggabung proses berfikir dengan proses efektif Contoh : Berfikir lancar. Cirri-ciri efektif (nonaptitude) Rasa ingin tahu Bersifat imajinatif Merasa tergantung oleh kemajemukan Sifat berani mengambil resiko Sifat menghargai (Munandar. gabung dengan rasa ingin tahu siswa yang rasa ingi tahunya kuat akan dapat menghasilkan gagasan-gagasan atau cara pemecahan masalah . Pemikiran divergen atau pemikiran kreatif sebaiknya menuntut siswa mencari sebanyak mungkin jawaban terhadap suatu persoalan. 1999 : 88-93).a. Menggabung pemikiran divergen dan pemikiran konvergen Pemikiran konvergen yang menuntut siswa mencari jawaban tunggal yang paling tepat berdasarkan informasi yang diberikan sudah tidak asing bagi siswa-siswa sekolah dasar.

Orisinalitas dalam berfikir akan paling berhasil jika siswa tidak ragu-ragu dan berani mengamukakan pendapat yang berbeda dari biasanya dikemukakan siswasiswa lain. dalam arti merasa terdorong mencari variasi tugas-tugas belajar. permai). Kombinasi antara orisinalitas dalam berfikir dan keberanian mengambil resiko : Siswa diminta untuk memikirkan jabatan atau pekerjaan yang ia minati tetapi biasanya jarang dipilih oleh anak-anak dari jenis kelamin yang sama. Contoh kombinasi antara berfikir lentur dan daya imajinasi : Guru memberikan suatu cerita yang belum penyelesaiannya lalu para siswa diminta menggunakan imajinasinya untuk memikirkan beberapa akhir cerita yang berbeda-beda. . Banyak yang dilakukan para guru untuk meningkatkan kreativitas siswa-siswanya tanpa memerlukan banyak peralatan atau bahan-bahan yang mahal. Yang penting ialah guru sendiri harus senang. Siswa diminta mencari sebanyak mungkin sinonim (kata dengan arti sama) untuk kata tertentu dengan menggunakan kamus atau tanpa kamus (misalnya sinonim untuk indah : bagus. Kombinasi berfikir lancar dan rasa ingin tahu : Siswa diminta untukmenyebut dalam eaktu singkat berbeda-beda di dalam kelas yang benutknya bundar Siswa ditugaskan menjajaki lingkungan sekolah untuk mencari tanaman yang berguna.

dkk. 1990). waktu. Menurut Amabile (1989) dalam Munandar (2004: 113-114) . guru orang tua. lingkungan rumah dan kelas atau sekolah.Sound (1975) dalam Slameto (2004 : 147-148) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal melalui pengamatan ciri-ciri sebagai berikut : Hasrat keingintahuan yang cukup besar Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru Panjang akal Keingintahuan untuk menemukan dan meneliti Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas Berfikir fleksibel Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak Kemampuan membuat analisis dan sintesis Memiliki semangat bertanya serta meneliti Memiliki daya abstraksi yang cukup baik Memilii latar belakang membaca yang cukup luas 2. uang dan bahan-bahan (Conny Seniawan. Sikap orang tua terhadap kreativitas anak .Ada beberapa factor yang mempengaruhi kreaitvitas belajar siswa : a. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Belajar Siswa Kesempatan untuk belajar kreatif ditentukan oleh banyak factor antara lain sikap dan minat siswa.

Kedekatan emosional yang sedang Kreativits anak dapat dihambat dengan suasana emosional yang mencerminkan rasa permusuhan. . Menurut Amabile (1989 : 103) menegaskan ada bahwa ada beberapa faktor yang menentukan kreativitas anak ialah : . penolakan dan terpisah .Prestasi Bukan Angka .Aspek Anak yang kreatif biasanya mempunyai orang tua yang menghormati mereka sebagai individu. sikap orang tua terhadap kreativitas anak Sudah lebih dari tiga puluhh tahun pakar psikologis mengemukakan bahwa sikap dan nilai orang tua berkaitan erat dengan kreativitas anak jika kita menggabung hasil penelitian dilapangan dengan ori-teori penelitian laboratorium mengenai kreativitas dengan teppsikologis kita mepperoleh petunjuk bagaimana sikap orang tua secara langsung mempengaruhi kreativitas anak mereka. Strategi mengajar guru Faktor-faktor diatas dijelaskan sebagai berikut: a.Kebebasan Orang tua yang percaya untuk memberikan kebebasan kepada anak cenderung mempunyai anak kreatif. percaya akan kemampuan mereka danmengharagai keunikan anak . Mereka tidak otoriter. tidak selalu mau mengawasi dan mereka tidak terlalu membatasi kegiatan anak.b.

. 3. b. 1. Penilaian Penilaian guru terhadap pekerjaan murid yang dapat dilakukan dengancara : Memberi umpan balik berarti daripada evaluasi yang abstrak dan tidak jelas Melibatkan siswa dalam menilai pekerjaan mereka sendiri dan belajar dari kesalahan mereka Penekanan terhadap “apa yang telah kamu pelajari” dan bukan pada “bagaimana melakukannya”. Hadiah yang terbaik untuk pekerjaan yang baik adalah kesempatan menampilkan danmempresentasekan pekerjaan sendiri dan pekerjaan tambahan. mereka mendorong anak untuk berusaha sebaik-baikknya dan menghsilkan karya-karya yang baik. 2. Hadiah Anak senang menerima hadiah dan kadang-kadang melakukan segala sesuatu untuk memperolehnya.Menghargai Kreativitas Anak yang kreatif memperoleh dorongan dari orang tua untuk melakukan hal-hal yang kreatif.Orang tua anak kreatif menghargai prestsi anak. . Pilihan Sedapat mungkin berilah kesempatan kepada anak memilih apa yang nyaman bagi dia selama hal itu sesuain dengan ketentuan yang ada.Strategi mengajar guru Dalam kegiatan mengajar sehari-hari dapat digunakan sejumlah strategi khusus yang dapat meningkatkan kreativitas.

Contoh-kegiatan pemikiran dan perasaaan terbuka Menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai Mencari penggunaan baru dari benda sehari-hari Meningkatkan atau memperbaiki suaut produk atau benda (Munandar. Metode dan Tehnik Belajar Kreatif Metode dan tehnik-tehnik belajar kreatif membantu anak didik berfikir dan mengungkapkan diri secara kreatif. Pemikiran dan perasaan terbuka Cara yang paling sederhana untuk merangsang pemikiran kreatif ialah dengan mengajukan pertanyaan yang memberikan kesempayan timbulnya berbagai macam jawaban sebagai ungkapan pikiran dan perasaan serta dengan membantu siswa mengajukan pertnayaan. yaitu mampu memberikan macam-macam gagasan dan macam-macam jawaban dalam pemcahan masalah.: Adapun tehnik-tehnik belajar kreatif yaitu: Pemikiran dan perasaan terbuka Sumbang saran Daftar pertanyaan yang memacu gagasan Menyimak sifat benda tau keadaan Hubungan yang dipaksakan Pendekatan morfologis Pemecahan masalah secara kreatif (Munandar. Sumbang Saran .1999: 100) Tehnik-tehnik relajar kreatif dijelaskan sebagai berikut: a. b. 1999 : 1001003).3.

meningkatkan. Hal-hal yang pelru diperhatikan meliputi : Kebebasan dalam memberikan gagasan Penekanan pada kuantitas Kritik ditangguhkan Kombinsi dan peningkatan gagasan Mengulangi gagasan (Munandar. c. Hubungan yang dipaksakan Tehnik lain untuk merangsang gagasan-gagasan kreatif ialah dengan cara “memaksakan” suatu hubungan antara objek atau situasi yangn dimasalahkan .dengan meninjau daftar pertanyaan yang membantu melihat hubungan-hubungan baru.Tehnik yang dikembangkan oleh Osborn ini dapat diterapak unutk memecahkansuaut masalah dalam kelompok kecil (Sekitas 8-10 orang) dengan “menggali” gagasan-gagasan sebanyak mungkin dari anggota kelompok. e. d. Pertama-tama semua atribut (sifat) dari suatu subyek atau situasi dicatat. kemudian masing-masing ciri ditinjau satu persatu untuk mempertimbangkan kemungkinan mengubah atau memperbaiki obyek atau situasi tersebut. dan memperbaiki suatu subyek atau situasi. Menyimak sifat benda atau keadaan Tehnik ini digunakan untuk mengubah gagasan guna meningkatkan atau memperbaiki suatu subyek atau situasi. 1999 : 104). Daftar pertanyaan yang memacu gagasan Tehnik ini bertujuan melancarkan arus pencetusan gagasan dalam pemecahan masalah seperti mengembangkan.

Langkah-Langkah Penerapan KBK . Noller dan Biondi (1971) dalam Munandar (1999:110-111) menajukan suatu model pemecahan masalah secara kreatif (PMK) meliputi: Tahap mengumpulkan fakta Tahap menemukan masalah Tahap menemukan gagasan Tahan mnemukan jawaban Tahap menemukan penerimaan 4. g. 1999 : 109). f.dengan unsure-unsur lain untuk menimbulkan gagasan-gagsan baru. Maksud dari “memaksakan hubungan” ialah agar kita dapat melepskan diri dari hubunganhubungan yang lazim atau yang sudah mejadi tradisi (kebiasan) untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru. Pendekatan Morfologis Pada tehnik pendekatan atau analisis morfologis kita berusaha memecahkan suatu masalah atau memperoleh ide-ide baru dengan cara mengkaji dengan cermat bentuk struktur masalah. dari sifat-sifat setiap komponen kita mendapatkan gagasan baru dan kombinasi baru (Munandar. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Kita mulai dengan menentukan komponen-komponen dasar dari masalah atau situasi Dari setiapkomponen kita tetapkan sifatnya Dengan meninjau setiap kemungkinan kombinasi. Pemecahan masalah secara kreatif parners.

yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program Semester Program semester berisikan Garis-Garis Besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan. Penyusunan kalender. Pengembangan Program Pengembangan program KBK mencakup : a. penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi. b. 1. Program Tahunan Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas. program mingguan. pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Pada umumnya program semester . Program berikutnya. Sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain : Daftar kompetensi standar (standar competency) sebagai konsensus nasional. Skope dan sekvensi setiap kompetensi. yaitu pengembangan program. yang dikembangkan dalam buku Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan. Program ini perlu dipersiapkan oleh guru sebelum tahun ajaran karena merupakan pedoman bagi pengembangan program. untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. yakni program semester.Secara garis besarnya penerapan KBK mencakup tiga kegiatan pokok. efetivitas dan hak-hak peserta didik. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan.

Program Pengayaan dan Remidial Program ini merupakan penjabaran dari program mingguan dan harian. untuk digunakan sebagai bahan tindak lanjut proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. dan ulangan dapat diperoleh tingkat kemampuan belajar setiap peserta didik. Program Modul (Pokok Bahasan) Program ini merupakan penjabaran dari program semester. dan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar diatas rata-rata kelas bisa diberikan pengayaan sedangkan bagi yang lembat dilakukan pengulangan. f. Pada umumnya modul berisikan tentang lembar kegiatan peserta didik. peserta didik yang wajib dan yang mengikuti program pengayaan. Berdasarkan hasil analisis terhadap kegiatan belajar dan terhadap tugas-tugas modul.ini berisikan tentang bulan. Melalui program ini juga diidentifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik. kunci lembar kerja. sehingga dapat diketahui peserta didik yang mendapat kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan. lembar jawaban dan kunci jawaban. Program ini juga mengidentifikasi modul yang diulang. lembar kerja. e. waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan. Hasil analisis dipadukan dengan catatan-catatan yang ada pada program harian dan mingguan. c. bagi setiap peserta didik. pokok bahasan yang hendak disampaikan. d. hasil tes. Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan . Program Mingguan dan Harian Melalui tahap ini dapat diketahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang.

Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah memiliki peserta didik mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. proses dan post tes. Dalam pembelajaran. karena dengan pre tes maka pikiran akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka jawab. a. 2. Fungsi pre tes antara lain : Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal. dan tujuan-tujuan mana yang mendapat penekanan dan perhatian khusus. Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. Pre tes (tes awal) Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pre tes ini memiliki banyak kegunaan dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku peserta didik. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta dengan lingkungannya. yaitu pre tes. Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. belajar dan karier. Proses . b. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. tujuantujuan mana yang telah dikuasai peserta didik. sosial.

Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi. Sedangkan dari segi hasil. dan rasa pada diri sendiri.Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan pembelajaran yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. 3. serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Fungsi post tes antara lain : Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan baik secara individual maupun kelompok. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar. Dari segi proses. Tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar dalam penerapan KBK dilakukan dengan : . mental. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. baik fisik. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan prilaku yang positif dan menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. maupun sosial dalam proses pembelajaran. Kegunaannya. semangat belajar yang besar. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaktidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif. c. Post tes Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post tes. Sebagai komponen acuan untuk melakukan perbaikan.

ulangan umum dan ujian akhir. kinerja. Benchmarking Merupakan suatu standar untuk kinerja yang sedang berjalan.a. dan hasil untuk mencapai suatu keunggulan yang memuaskan. proses. Untuk dapat memperoleh data dan informasi tentang pencapaian benchmarking tertentu dapat diadakan penilaian secara nasional yang dilaksanakan pada akhir satuan pendidikan. dan hasil belajar yang dicantumkan dalam surat tanda tamat belajar. Penilaian Program Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan secara kontinu dan berkesinambungan. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselengarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu. menulis dan berhitung yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran. Penilaian Kelas Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian. d. 5. b. Tidak semata-mata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir jenjang kelas. e. Tes Kemampuan Dasar Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca. c. Untuk keperluan sertifikasi. Efektivitas Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Keberhasilan kurikulum berbasis kompetensi yang dalam pengembangannya memberikan kewenangan sangat besar kepada sekolah melalui pengambilan .

karyawan. baik dalam intra maupun ekstrakurikuler. Adanya kompetensi yang sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan melalu upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik. belajar berkarya (learning to do). yang lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know). dan masyarakat yang terlibat secra langsung dalam pengelolaan sekolah. inovatif dan berani mengambil resiko) Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif.keputusan partisipatif. siswa. bersifat proaktif serta memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet. belajar . Keberhasilan tersebut antara lain dilihat dari indikator-indikator berikut : Adanya peningkatan mutu pendidikan. dan masyarakat pada umumnya berkaitan dengan mutu sekolah. orang tua siswa. yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan guru dalam mengelola dan mendayagunakan sumber-sumber yang tersedia. transparan dan demokratis. Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah. masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Timbulnya kemandirian ketergantungan dikalangan warga sekolah. Adanya peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. orang tua peserta didik. Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. sangat ditentukan oleh kepala sekolah. guru.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu factor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi. dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai beserta situasi. menggerakkan dan menselaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Tahap ini bertujuan untuk menguraikan visi dan misi yang ingin dicapai.(Mulyasa. besar anggaran.Kepala sekolah mengkoordinasikan. dan sistem evaluasi.menjadi diri sendiri (learning to be) dan belajar hidup bersama (learning to live together) Terciptanya iklim sekolah yang aman. 1. personalia yaqng terlibat. usaha ini mempertimbangkan metode atau teknik. terdapat tahapan proses-proses pembuatan keputusan meliputi: Identifikasi masalah yang dihadapi . pelaksanaan dan evaluasi. sarana dan prasarana pencapaian yang akan digunakan. Dalam setiap penetapan berbagai elemen yang akan digunakan dalam proses penerapan kurikulum. waktu yang dibutuhkan. kondisi serta faktor internal dan eksternal.2006:181182) Keberhasilan KBK seperti yang dikemukakan diatas Sangat ditentukan oleh kepala sekolah dan guru. Secara garis besar tapan penerapan kurikulum meliputi:Tahap perencanaan. tujuan dan sasaran-sasaran sekolah melalui program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.Tahap perencanaan. nyaman dan tertib Adanya proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. misi.

sSecara umum.Hasil nyata dari tahap ini adalah blue print (cetak biru) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan.Setiap alternatif dipertimbangkan kekuatannya. oppurtunity. 2. Pelaksanaan dilakukan oleh suatu tim terpadu.Pada proses pengembangan rencana blue print tersebut dipertimbangkan metode dan sarana yang digunakan. Evaluasi setiap alternatif tersebut Penentuan alternatif yang baik (Parter.sesuai dengan kondisi yang ada.Tahap pelaksanaan Implementasi Tahap ini bertujuan untuk melaksanakan blue print yang telah disusun dalam fase perencanaan. 3. serta besarnya anggaran yang diperlukan.dan thereat).1996 dalam Hamalik).Jenis kegiatan dapat bervariasi. dengan menggunakan sejumlah teknik dan sumber daya yang ada dan telah ditentukan pada tahap perencanaan sebelumnya. personalia waktu.bergantung pada perencanaan sebelumnya.menurut departemen/devisi/seksi masing-masing ataugabungan. evaluasi. waktu yang dibutuhkan.Tahap Evaluasi Implementasi . kualitas dan kuantitas personal yang trlibat. hasilnya akan meningkatkan pemamfaatan dan penerapan kurikulum.Hasil dari pekerjaan ini adalah tercapainya tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan.Pengembangan setiap alternatif metode. anggaran dan Proses evaluasi atau pemilihan alternatif tersebut dilakukan melalui teknik SWOT (Strength. weaknees. serta disesuaiakan dengan peluang yang ada dan hambatannya yang dihadapi.

apakah pelaksanaan evaluasi telah sesuai dengan rencana. . Pertama melihat proses pelaksanaan yang sedang berjalan sebagai fungsi kontrol. dan sebagai fungsi perbaikan jika selama proses terdapat kekurangan. Kedua melihat hasil akhir yang dicapai.Tahap ini bertujuan untuk melihat dua hal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful