TUGAS STATISTIKA APLIKASI SPSS DALAM PENGOLAHAN DATA

DISUSUN OLEH : ELISABET ERMA S. PRODI : DIV ANALIS KESEHATAN NIM : 40.01.11.0006 DOSEN PENGAJAR : BAPAK BAHRUN INDRAWAN KASIM, SKM, M.Si

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERDHAKI CHARITAS PALEMBANG 2013

1

BAB I PENDAHULUAN

A. SEJARAH SPSS (Statistical Product and Service Solutions) SPSS (awalnya, Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) dirilis dalam versi pertama pada tahun 1968 setelah dikembangkan oleh Norman H. Nie dan C. Hadlai Hull. Norman Nie adalah seorang ilmu politik pasca sarjana di Stanford University , dan sekarang mengadakan Riset Profesor di Departemen Ilmu Politik di Stanford dengan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago . SPSS sendiri merupakan salah satu program yang paling banyak digunakan untuk analisis statistik dalam ilmu sosial . Hal ini digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran dan lain-lain. SPSS asli manual (Nie, Bent & Hull, 1970) telah digambarkan sebagai salah satu “buku sosiologi yang paling berpengaruh”. Selain analisis statistik, manajemen data (kasus seleksi, file yang membentuk kembali, membuat data turunan) dan data dokumentasi (sebuah meta data kamus disimpan di data file) adalah fitur dari perangkat lunak dasar. MENGENAL SPSS SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse. SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya sistem operasi

2

windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang). Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS adalah Statistical Product and Service Solutions. SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimana pun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variabel adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus. Software SPSS dibuat dan dikembangkan oleh SPSS Inc. yang kemudian diakuisisi oleh IBM Corporation. Perangkat lunak komputer ini memiliki kelebihan pada kemudahan penggunaannya dalam mengolah dan menganalisis data statistik. Fitur yang ditawarkan antara lain IBM SPSS Data Collection untuk pengumpulan data, IBM SPSS Statistics untuk menganalisis data, IBM SPSS Modeler untuk memprediksi tren, dan IBM Analytical Decision Management untuk pengambilan keputusannya. Program SPSS banyak diaplikasikan dan digunakan oleh kalangan pengguna komputer di bidang bisnis, perkantoran, pendidikan, dan penelitian. SPSS merupakan software komersial dengan harga lisensi $5,120 USD. SPSS dapat dijalankan di sistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Mac OS, dan Linux. Untuk menginstall versi terbaru program ini, komputer Windows Anda harus memiliki spesifikasi minimal menggunakan prosesor Intel atau AMD dengan kecepatan 1 GHz, memori (RAM) 1 GB, resolusi monitor 1024×768 piksel, dan harddisk dengan kapasitas kosong minimal 800 MB. Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki

3

tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini: a. Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data. b. Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain. c. Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multi dimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhadap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu. d. High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya. e. Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya. f. Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data,

4

Electronic Distribution. 5 . dan beberapa perintah transpose files. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user. Analisis Distribusi. i. Online Help. merge. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional. g. Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. l. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.mengkombinasikan kategori. Multiple Sesi. j. split.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multi user. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail. h. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11. kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini. k. add. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Interface dengan Database Relasional. serta yang lainnya. aggregat.

♠ Save untuk menyimpan dokumen/hasil kerja yang telah dibuat. SPSS. FILE Untuk operasi file dokumen SPSS yang telah dibuat. misalnya dengan menggunakan tipe bar. Database ♠ ♠ NEW digunakan untuk membuat lembar kerja baru SPSS OPEN untuk membuka dokumen SPSS yang telah ada : dokumen SPSS berupa data : dokumen berisi file syntax SPSS : dokumen yang berisi hasil running out SPSS : dokumen yang berisi running out SPSS Secara umum ada 3 macam ekstensi dalam lembar kerja SPSS.m.cht : file data yang dihasilkan pada lembar data editor : file text/obyek yang dihasilkan oleh lembar output : file obyek gambar/chart yang dihasilkan oleh chart window ♠ Read Text Data untuk membuka dokumen dari file text (yang berekstensi txt). Mapping. Data 2. yaitu : 1. Script 5. yaitu : . baik untuk perbaikan pencetakan dan sebagainya. yang bisa dimasukkan/dikonversi dalam lembar data 6 . Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif. Output 4.spo *. Ada 5 macam data yang digunakan dalam SPSS. dan chart.sav *. pie atau jangkauan nilai. simbol gradual. Menu yang terdapat pada SPSS adalah : 1. *. Systax 3.

bisa dicopy untuk keperluan tertentu dengan perintah dari menu paste ♠ Paste :mempilkan sebua sel/text/obyek hasil dari perintah copy atau cut ♠ Paste after : mengulangi perintah paste sebelumya 7 . yaitu :  All visible output : mencetak lembar kerja secara keseluruhan :mencetak sesuai keinginan yang kita sorot/blok ♠ Print Preview untuk melihat contoh hasil cetakan yang nantinya diperoleh ♠ ♠ Recently used data berisi list file data yang pernah dibuka sebelumnya.♠ ♠ ♠ Save As untuk menyimpan ulang dokumen dengan nama/tempat/type dokumen yang berbeda Page Setup untuk mengatur halaman kerja SPSS Print untuk mencetak hasil output/data/syntaq lembar SPSS Ada 2 option/pilihan cara mencetak. Recently used file berisi list file secara keseluruhan yang pernah dikerjakan  Selection 2.  Undo : pembatalan perintah yang dilakukan sebelumnya : perintah pembatalan perintah redo yang  Redo  dilakukan sebelumnya Cut : penghapusan sebual sel/text/obyek. EDIT Untuk melakukan pengeditan pada operasi SPSS baik data. serta pengaturan/option untuk konfigurasi SPSS secara keseluruhan.

yaitu bisa konvesri ke gambar. ukuran font pada data editor SPSS .Outline font ♠ ♠ Gridlines Value labels : ukuran font lembar output SPSS : jenis font lembar output SPSS : mengatur garis sel pada editor SPSS : mengatur tampilan pada editor untuk mengetahui value label 4. word. VIEW Untuk pengaturan tambilan di layar kerja SPSS. 8 . serta mengetahu proses-prose yang sedang terjadi pada operasi SPSS.Outline size . dll ♠ ♠ ♠ Clear Find Options : menghapusan sebuah sel/text/obyek : mencari suatu text : mengatur konfigurasi tampilan lembar SPSS secara umum 3.♠ Paste spesial : perintah paste spesial. ♠ ♠ ♠ Status Bar Toolbar Fonts : mengetahui proses yang sedang berlangsung : mengatur tampilan toolbar : untuk mengatur jenis. DATA Menu data digunakan untuk melakukan pemrosesan data.

tanggal. TRANSFORM Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data. yang dilakukan dengan penggabungan kolomkolom variablenya ♠ ♠ Split file Select case : memecahkan file berdasarkan kolom variablenya :mengatur sebuah variable berdasarkan sebuah persyaratan tertentu 5. dan sebagainya ♠ ♠ ♠ ♠ ♠ Insert Variable Insert case Go to case Sort case Transpose : menyisipkan kolom variable : menyisipkan baris : memindahkan cursor pada baris tertentu : mengurutkan nilai dari suatu kolom variable : operasi transpose pada sebuah kolom variable menjadi baris ♠ Merge files : menggabungkan beberapa file dokumen SPSS. tahun.♠ Define Dates : mendefinisikan sebuah waktu untuk variable yang meliputi jam. ♠ ♠ Compute Count : operasi aritmatika dan logika untuk : untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu ♠ Recode : untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu. sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru 9 .

SPSS data entry. pie. compare mens. regresion. HELP Menu help digunakan untuk membantu pengguna dalam memahami perintah-perintah SPSS jika menemui kesulitan TOOL BAR :Kumpulan perintah – perintah yang sering digunakan dalam bentuk gambar. Menu ini merupakan menu yang terpenting karena semua pemrosesan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan menu correlate.♠ ♠ 6. 10 . dan lain-lain. diantaranya ialah bar. text analysis. dan lain-lain. informasi file. AD-ONS Menu ad-ons digunakan untuk memberikan perintah kepada SPSS jika ingin menggunakan aplikasi tambahan. misalnya menggunakan alikasi Amos. 9. 7. POINTER :Kursor yang menunjukkan posisi cell yang sedang aktif / dipilih. Categorize variable Rank case ANALYSE : merubah angka rasional menjadi diskrit : mengurutkan nilai data sebuah variable Menu analyse digunakan untuk melakukan analisis data yang telah kita masukkan ke dalam komputer. 8. WINDOWS Menu windows digunakan untuk melakukan perpindahan (switch) dari satu file ke file lainnya 11. UTILITIES Menu utilities dipergunakan untuk mengetahui informasi variabel. line. dsb 10. GRAPH Menu graph digunakan untuk membuat grafik.

BAB II MEMASUKKAN DAN MENGOLAH DATA KE SPSS Berikut merupakan langkah-langkah memasukkan data dalam ke dalam SPSS 1. →SPSS 16 akan disuguhkan tampilan seperti ini : 1. biasanya program ini memiliki shortcut di desktop atau di windows task bar. Menu utama program SPSS ini ditunjukan pada lingkaran seperti yang tampak di bawah ini 11 .dengan meng-klik icon start →program files → SPSS Inc. Setelah di install di computer.

dsb) 12 . data view ini sebagai lembar kerja. Tampilan layar SPSS ada 2 yaitu Data view dan variabel view yang dtunjukan di bawah ini Data view adalah data yang tampilannya seperti exel. diantaranya: o Name : nama variable o Type : jenis variable (numeric. tanggal. Dan tampilannya sebagai berikut : Sedangkan variable view berperan sebagai definisi operasional yang hasilnya nanti akan terlihat di data view. Untuk melihat tampilan data view. dengan meng-klik tulisan (data view). teks/string.2. Ada beberapa table yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. nominal.

misalnya : 1. rata kanan.o Width : lebar kolom dalam tampilan data view. o Decimals : jumlah digit dibelakang koma o Label : penjelasan lebih lanjut dari nama variable.X1. Secara otomatis/default biasanya berisi 8(delapan) karakter. ordinal. Misalnya dalam nama variable berisi Hb. kemudian labelnya diisi dengan kadar Hb o Values : nilai variable. atau nominal. Laki-laki. 2. Perempuan o Missing : perlakuan untuk nilai yang kosong o Column : lebar kolom o Align : tara kiri. dengan meng-klik (variable view) seperti di tunjukan lingkaran merah. yaitu skala.kemudian ketik nilai variabel-variabel (Y. atau tengah o Measure : ukuran variable. Hal pertama yang kita lakukan adalah memasukan data pada halaman DATA VIEW di SPSS. Untuk melihat tampilan variable view.dan tampilan variable view seperti di bawah ini 3. dan X2) 13 .

X2 ) dan pada Kolom Label ketikan nama Variabel ( Daerah. Promo dan Outlet) 5. 14 . variabel Y di pilih tipe Srting karena data yang ditampilkan pada DATA VIEW berupa huruf (nama daerah) sedangkan pada variabel X1.4. Pada halaman VARIABEL VIEV. dalam kolom Name ketik simbol (Y. Pada kolom Type.X2.X3 dipilih type Numeric karena data yang ditampilkan berupa angka. Sales.X1.

A. 2. MENGOLAH DATA MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI 1. 15 . Kemudian pindahkan Promo(x1).Outlet(x2) ke dalam kotak independent(s) dan Sales (y) pada kotak dependen seperti dibawah ini. Regression. Klik Analyze. Linear Sehingga tampak tampilan seperti dibawah ini.

3. R Squared change. Model fit. Selanjutnya akan tampak tampilan sperti di bawah ini. collinerity diagnostics 16 . part and partial correlations. Descriptives. kemudian beri centang pada Estimates. 4. Kemudian klik ”statistics” sperti yang ditunjukan dibawah ini.

. 6. Dan masukan *SDRESID pada Y dan *ZRESID pada X seperti dibawah ini.. Kemudian tampilan plot sebagai berikut. klik continue. Selanjutnya akan tampil menu semula kemudian klik plot.5.kemudian klik ”continu sehinnga tampilannya menjadi sebagai berikut : 17 .

0 ini ditampilkan seperti dibawah ini. kemudian akan tampak tampilan semula lalu Klik ”ok” Sehingga secara otomatis lembar output dari pengolahan data menggunakan analisis regresi dengan spss 12..7. 18 .

19 .

7 3.8 2.1 3. Contoh : Perusahaan ingin mengetahui hubungan antara jam_lembur dan prestasi dari karyawan. Klik menu Analyze > Correlate > Bivariate 20 . Untuk itu dilakukan pendataan jam lembur karyawan dan prestasi yang dihasilkan.3 Langkah – langkah melakukan uji Korelasi Spearman adalah sebagai berikut : 1. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan sebab akibat.1 3. 2. namun ditujukan untuk statistik nin parametrik.5 2.6 2.7 3.B.0 2. KORELASI SPEARMAN Korelasi Spearman mirip dengan regresi. Masukkan data di atas pada SPSS. Dan didapat data sebagai berikut : jam_lembur 24 17 20 41 52 23 46 17 15 29 skor_prestasi 3.6 3.

syarat ada tidaknya korelasi adalah sebagai berikut : 21 . Pada kotak dialog yang muncul masukkan variabel jam_lembur dan skor_prestasi pada kotak Variables. 4. Klik OK untuk melakukan analisa Ada tidaknya korelasi dapat dilihat dari nilai probabilitas yang tercantum pada baris Sig. Pastikan pilihan Spearman aktif.3. Untuk korelasi.

00. Hal ini berarti semakin tinggi jam lembur.Apabila probabilitas > 0. Maka jam_lembur dan skor_prestasi mempunyai korelasi (0.025) Hubungan sebab akibat ditunjukkan dengan tanda positif atau negatif dari koefisien korelas.00 < 0.945 (tanda positif).025 maka tidak ada korelasi.025 maka antar variabel terdapat korelasi. Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa koefisien korelasi antara jam_lembur dan skor_prestasi adalah 0. UJI CHI-SQUARE Uji chi-square termasuk salah satu alat uji dalam statistika yang sering digunakan dalam praktik. maka skor prestasi juga semakin meningkat. C. Contoh kasus: Manajer pemasaran PT ENAK yang menjual permen dengan empat macam warna. Pada contoh di atas nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0. Apabila probabilitas < 0. Prinsip dasar pada uji chi-square adalah membandingkan antara frekuensi-frekuensi harapan dengan frekuensi-frekuensi teramati. ingin mengetahui apakah konsumen menyukai keempat warna permen tersebut. Untuk itu dalam waktu satu minggu diamati pembelian permen di suatu outlet dan berikut hasilnya: 22 .

Data 2. Dilakukan untuk proses pemberian kode. Penyelesaian 1) Buka lembar Kerja baru File. pilih Numeric agar dapat diolah SPSS Width. tampak pada layar 23 . yang berarti mengikuti distribusi Uniform/seragam. ketik 0 Label Abaikan Values.Dalam hal ini manajer pemasaran tersebut mengharapkan keempat warna permen tersebut disukai secara merata. New. Klik kotak kecil di kanan sel. ketik 1 Decimals. ketik warna Type. Mendefinisikan Variabel pada lembar Variabel View Variabel Warna       Name.

Variabel Jumlah Oleh karena ini variable kedua. Sesuai dengan kasus ketik merah Otomatis tombol Add aktif. Hal tersebut dilakukan berulang sampai kategori terakhir. Melalui menuData.2. Memasukkan Data  Sebelum menu view mengisi kolom warna.4) sesuai yang telah didefinisikan pada value  Melakukan proses Weight Cases untuk menghubungkan dengan variable jumlah. bila sudah. Untuk keseragaman ketik 0 3. aktifkan Value Label pada  Isikan data berupa angka (1. klik OK.untuk value).  Value (diisi dengan angka). klik tombol tersebut. Gunakan tipe data Numeric Width.3. ketik jumlah Type. tempatkan pointer pada baris 2. Weight Case. ketik 1 Value Label (ket. tampak dilayar  Isi kolom sesuai data hasil amatan 24 . Untuk keseragaman ketik 8 Decimals. Otomatis keterangan 1=”merah” tampak sebagai kode permen pertama.     Name.

karena akan dihitung dari data kasus. Mengolah Data Melalui menu Analyze. pilih All categories equal  klik OK 25 .4. Nonparametric Tests. Chi-Square. maka pilih Get from data  Expected Value. karena distribusinya uniform. pada layar tampak: Kemudian akan muncul kotak dialog   Test Variabel List diisi dengan warna Expected Range.

. Karena Chi-Square Hitung > Chi-Square Tabel maka Ho ditolak. Berdasarkan perbandingan Chi-Square Hitung dengan Chi-Square tabel.814.Hasilnya Sebagai Berikut: NPar Tests 1.520. dari hasil analisis diperoleh Chi-Square Hitung sebesar 13. 26 . sementaradiketahui bahwa nilai Chi-Square Tabel untuk db=3 sebesar 7.

Langkahnya sebagi berikut : a) Buka/aktifkan SPSS anda.2.Kebetulan saya memiliki filenya. Dengan demikian D.004.sav" dan klik open. sampai muncul layar seperti di bawah ini : b) Pilih file "bbay. Kemudian pada menu utama klik File -> Open --> Data. akan muncul layar di bawah ini : 27 . jadi file ini akan saya gunakan untuk tutorial kali ini. UJI T TIDAK BERPASANGAN Sebagai contoh misalnya kita ingin mengetahui apakah ada pengaruh ibu yang merokok dan ibu yang tidak merokok (status merokok merupakan data kateorik) terhadap berat bayi yang dilahirkan (berat bayi lahir merupakan data numerik). Dari hasil analisis diketahui nilai Asymp. dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai diputuskan menolak Ho.Sig adalah 0. .

Yang perlu diperhatikan pada layar di atas adalah variabel "rokok" dan "bbayi". Karena kedua variabel ini yang akan kita uji. c) Selanjutnya klik pada menu utama SPSS anda Analyze -> Compare Means-->Independent-Samples-T Test : Lalu akan muncul layar seperti ini : 28 .

e) Klik variabel "rokok' dan masukan ke kotak Grouping variable. Pada layar output akan nampak hasil seperti berikut : 29 . Kemudian klik tombol Define Group. dan isi angka "0" pada kotak Group 1 dan angka "1" pada kotak Group 2. Lalu klik Continue.d) Pilih variabel "bbayi" dengan cara meng-klik variabel tersebut. f) Klik OK untuk menjalankan prosedur. Kemudian klik tanda segitiga paling atas untuk memasukan variabel tersebut ke kotak Test variable (s).

jika Signifikansinya > 0. sel pertama dengan asumsi bahwa varian kedua kelompok tersebut sama. Contoh Kasus : Suatu studi ingin mengetahui pengaruh suatu metode diet. Uji T Dependen (Berpasangan) dengan SPSS Uji-t untuk data berpasangan berarti setiap subjek diukur dua kali. <=0.05 maka variannya tidak sama.05 maka asumsinya varian sama sebaliknya jika Sig.Dari tabel Group Statistics.009 untuk uji 2-sisi .96 gram.24 gram.221). Dari kolom uji T menunjukan bahwa nilai P = 0. E. lalu diambil 28 ibu sebagai sampel untuk menjalani program diet tersebut. sedangkan berat bayi yang dilahirkan oleh ibu yang perokok sebesar 2773.0045. sehingga dapat kita simpulkan bahwa secara statistik ada perbedaan yang bermakna rata-rata berat bayi yang dilahirkan oleh ibu yang merokok dengan ibu yang tidak merokok dengan kata lain ada pengaruh merokok terhadap berat bayi lahir.05 yang berarti Ho ditolak. sedangkan pada sel kedua dengan asumsi bahwa varians kedua kelompok tersebut tidak sama. terlihat bahwa rata-rata berat bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tidak merokok adalah 3054. Dalam contoh ini akan membandingkan data sebelum dengan sesudah intervensi. bagaimana kalau uji 1-sisi ? Bila uji yang kita lakukan adalah uji 1-sisi maka nilai P harus dibagi 2 sehingga menjadi P-value = 0. Namun apakah perbedaan ini berbeda juga secara statistik ? Untuk melihat perbedaan ini kita lihat pada tabel Independent Samples Test. Karena P-value lebih kecil dari α = 0. Misalnya sebelum dan sesudah dilakukannya suatu intervensi atau pengukuran yang dilakukan terhadap pasangan orang kembar. Pada tabel tersebut ada dua baris (sel). sehingga sel akan dibaca adlah sel pertama. Untuk memilih sel mana yang akan kita gunakan sebagai uji. Uji tersebut di atas adalah uji 2-sisi. maka kita lihat pada kolom uji F. Pengukuran berat badan yang pertama (BBIBU_1) dilakukan sebelum kegiatan penyesuaian diet 30 . Dari uji F menunjukan kalau varian kedua kelompok tersebut sama (P-value = 0.

31 .dilakukan. dan masukan datanya seperti ini : o Kita akan melakukan uji hipotesis untuk menilai apakah ada perbedaan berat badan ibu antara sebelum dengan sesudah mengikuti program diet. langkah-langkahnya sebagai berikut. dan pengukuran berat badan yang kedua (BBIBU_2) dilakukan setelah dua bulan menjalani penyesuaian diet. o Buka SPSS.

pilihlah: Analyze-->Compare Mean-->Paired- Sample T-test…. o Pilih variabel BBIBU_1 dan BBIBU_2 dengan cara mengklik masingmasing variable tersebut. Seperti nampak di bawah ini : 32 . o Kemudian klik tanda „segitiga‟ untuk memasukkannya ke dalam kotak Paired-Variables.o Dari menu utama.

321.21. Uji „t‟ yang dilakukan terlihat pada tabel berikut: Dari hasil uji-t berpasangan tersebut terlihat bahwa rata-rata perbedaan antara BBIBU_1 dengan BBIBU_2 adalah sebesar 1. Hal ini berarti kita menolak Ho dan menyimpulkan bahwa secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara ratarata berat badan sebelum dengan sudah intervensi. dan rata-rata berat badan sesudah intervensi (BBIBU_2) adalah 56.133 dengan p-value 0. Pada layar Output tampak hasil seperti berikut: Dari 28 subjek yang diamati terlihat bahwa rata-rata (mean) berat badan dari ibu sebelum intervensi (BBIBU_1) adalah 57. 33 . Artinya ada penurunan berat badan sesudah intervensi dengan rata-rata penurunan sebesar 1.001 (uji 2-arah).32 kg.54.o Selanjutnya klik OK untuk menjalankan prosedur. Hasil perhitungan nilai “t” adalah sebesar 5.000 dapat ditulis 0. Dari hasil di atas kita bisa menilai bahwa program diet tersebut berhasil.

artinya intervensi tersebut memberikan efek yang berbeda. jika asumsi ini tidak terpenuhi dapat dilakukan transformasi terhadap data. Untuk melakukan uji Anova. Pada artikel ini hanya akan dibahas analisis varian satu faktor.F. harus dipenuhi beberapa asumsi. dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Ada dua jenis Anova. Sampel berasal dari kelompok yang independen Varian antar kelompok harus homogen Data masing-masing kelompok berdistribusi normal (Pelajari juga tentang uji normalitas) Asumsi yang pertama harus dipenuhi pada saat pengambilan sampel yang dilakukan secara random terhadap beberapa (> 2) kelompok yang independen. 2. One Way Anova Anova merupakan singkatan dari "analysis of varian" adalah salah satu uji komparatif yang digunakan untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) data lebih dari dua kelompok. yang mana nilai pada satu kelompok tidak tergantung pada nilai di kelompok lain. 3. Sebaliknya bila variasi antar kelompok lebih besar dari variasi didalam kelompok. yaitu analisis varian satu faktor (one way anova) dan analisis varian dua faktor (two ways anova). yaitu: 1. Bila variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian mendekati angka satu). dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan. Misalnya kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan ratarata IQ antara siswa kelas SLTP kelas I. maka berarti tidak ada perbedaan efek dari intervensi yang dilakukan. Prinsip Uji Anova adalah melakukan analisis variabilitas data menjadi dua sumber variasi yaitu variasi di dalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Sedangkan pemenuhan terhadap asumsi kedua dan ketiga dapat dicek jika data telah dimasukkan ke komputer. Apabila proses transformasi tidak juga dapat memenuhi asumsi ini maka uji Anova tidak valid untuk dilakukan. II. sehingga harus menggunakan uji non-parametrik misalnya Kruskal Wallis. dan kelas III. 34 .

(Ingat bahwa uji One Way Anova dilakukan apabila variabel terikat adalah interval dan variabel bebas adalah kategorik). Buruh dan Lainnya. maka kita gunakan contoh sebuah penelitian yang berjudul "Perbedaan Pendapatan Berdasarkan Pekerjaan". 2 = Buruh dan 3 = Lainnya  Ubah Type Pendapatan ke "Numeric". ubah measure menjadi "Scale".    Buka SPSS Buka Tab Variable View. Decimals "0". buat 2 variabel: Pekerjaan dan Pendapatan Ubah Type Pekerjaan ke "Numeric". beri label "Pekerjaan". Di mana pendapatan sebagai variabel terikat bertipe data kuantitatif atau numerik sedangkan pekerjaan sebagai variabel bebas berskala data kualitatif atau kategorik. maka mari kita lanjutkan dengan mempelajari bagaimana melakukan uji One Way Anova dengan SPSS. (Pelajari juga tentang Pengertian Data) Berikut merupakan panduan untuk menggunakan uji anova one way. ubah measure menjadi "Nominal" dan isi value dengan kategori: 1 = Tani. Decimals "0". beri label "Pendapatan". yaitu dengan 3 kategori: Tani. 35 . Sebagai bahan uji coba.Setelah kita pahami sedikit tentang One Way Anova.

pilih Analyze. One-Way ANOVA. Compare Means. Buka Data View dan isikan data sebanyak 24 responden sebagai berikut:  Pada menu. sampai muncul jendela One-Way ANOVA seperti di bawah ini: 36 .

 Pilih variabel "Pendapatan" lalu masukkan ke kotak "Dependent List:" Kemudian pilih variabel "Pekerjaan" lalu masukkan ke kotak "Factor:" Sehingga nampak seperti di bawah ini:  Klik tombol Options. akan muncul jendela ini: Centang "Descriptive" dan "Homogenity of variance test"   Klik Continue Masih dijendela One Way ANOVA. sampai muncul jendela ini: Centang Bonferroni danGames-Howell serta biarkan significance level = 0. klik tombol Post Hoc. 37 .05.

  Klik Continue Lalu Klik OK dan Lihatlah hasil! Hasil terilhat sebagai berikut: 38 .

sehingga uji Anova valid untuk menguji hubungan ini. Buruh rata-rata berpendapatan sebesar 265080. Selanjutnya untuk melihat uji kita lihat di tabel ANOVA. diperoleh nilai P (P-value) = 0. kita lihat tabel ANOVA .Interprestasi Baca adalah sebagai berikut:  Dari tabel Descriptives nampak bahwa responden yang bekerja sebagai Tani rata-rata berpendapatan sebesar 195497.  Selanjutnya untuk melihat apakah ada perbedaan pendapatan dari ketiga kelompok pekerja tersebut.357). Dengan demikian pada 39 .75 dan Lainnya rata-rata berpendapatan 326423.50.037. Dari tabel Test of Homegeneity of Variances terlihat bahwa hasil uji menunjukan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama (P-value = 0. dari tabel itu pada kolom Sig.  Sebelum melanjutkan uji perlu diingat bahwa salah satu asumsi uji Anova adalah variansnya sama.25.

 Dari tabel Post Hoc Test di atas memperlihatkan bahwa kelompok yang menunjukan adanya perbedaan rata-rata pendapatan (ditandai dengan tanda bintang "*") adalah Kelompok "Tani" dan "Lainnya". maka uji lanjut (Post Hoc Test) tidak dilakukan. maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Games-Howell. Sebaliknya jika hasil uji menunjukan Ho ditolak (ada perbedaan).  Untuk menentukan uji lanjut mana yang digunakan. sehingga kesimpulan yang didapatkan adalah ada perbedaan yang bermakna rata-rata pendapatan berdasarkan ketiga kelompok pekerjaan tersebut. maka uji lanjut (Post Hoc Test) harus dilakukan. maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Bonferroni. maka kembali kita lihat tabel Test of Homogeneity of Variances. Namun bilai hasil tes menunjukan varian tidak sama.taraf nyata = 0.  Dari Test of Homogeneity menghasilkan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama. bila hasil tes menunjukan varian sama. maka uji selanjutnya adalah melihat kelompok mana saja yang berbeda.  Jika hasil uji menunjukan Ho gagal ditolak (tidak ada perbedaan). maka uji lanjut (Post Hoc Test) yang digunakan adalah Uji Bonferroni.  Karena hasil uji Anova menunjukan adanya perbedaan yang bermakna.05 kita menolak Ho. 40 .

blogspot.blogspot.com/2012/11/uji-t-dependen-berpasangan-dengan-spss.html#.html (diakses pada 4 Mei 2013) http://knowledgesforfuture.com/2012/12/cara-memasukkan-danmengolah-data.blogspot.blogspot.html (diakses pada 5 Mei 2013) http://statistik-kesehatan.com/2012/11/one-way-anova-dalamspss.com/2012/09/korelasi-spearman.com/2010/04/13/uji-chi-square-dengan-spss16/(diakses pada 4 Mei 2013) http://tutorial-spss-statistika.com/2011/03/uji-t-independen-dengan-spss.blogspot.UYZF4KKeP3Y (diakses pada 5 Mei 2013) 41 .html (diakses pada 5 Mei 2013) http://statistikian.html (diakses pada 5 Mei 2013) http://aske-p.DAFTAR PUSTAKA http://excellent88.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful