P. 1
Uji Validitas Dan Reliabilitas

Uji Validitas Dan Reliabilitas

|Views: 189|Likes:
Published by Nurafni Oktavia
ax
ax

More info:

Published by: Nurafni Oktavia on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2015

pdf

text

original

Pertemuan 11 UJI KUALITAS DATA : UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SUATU KONSTRUK ATAU KONSEP Penelitian yang berupa

jawaban atau pemecahan masalah penelitian, dimuat berdasarkan hasil proses pengujian data yang meliputi : pemilihan, pengumpulan dan analisis data. Oleh karena itu, tergantung pada kualitas data yang dianalisis dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Ada dua konsep untuk mengukur kualitas data, yaitu : reliabilitas dan validatas. Artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bias jika datanya kurang reliable dan kurang valid. Sedang, kualitas data penelitian ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Relibilitas (Reliability) Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui dasar konsep tersebut yaitu konsistensi. Penelitian dapat mengevaluasi instrumen penelitian berdasarkan perspektif dan teknik yang berbeda, tetapi pertanyaan mendasar untuk mengukur reliabilitas data adalah “bagaimana konsistensi data yang dikumpulkan?”. Pengukuran reliabilitas menggunakan indeks numeric yang disebut dengan koefisien. Konsep reliabilitas dapat diukur dengan tiga pendekatan, yaitu : (1) koefisien stabilitas, (2) koefisien akuivalensi dan (3) reliabilitas konsistensi interval. Koefisien Stabilitas (Coefficient of Stability) Suatu penelitian yang menggunakan data primer, setidaknya berkaitan dengan empat hal : (1) subyek yang diteliti, (2) construct yang diukur, (3) instrumen pengukur dan (4) saat pengukuran. Penelitian kemungkinan bermaksud untuk menggunakan instrumen pengukur construct yang sama terhadap subyek penelitian tertentu sebanyak dua kali pada saat yang berbeda. Perbedaan waktu antara pengukuran yang satu dengan pengukuran yang lain dapat berupa bilangan hari, minggu, bulan atau bahkan tahun. Penelitian dalam hal ini bermaksud untuk menguji stabilitas jawaban responden dari suatu waktu ke waktu berikutnya dengan cara menghitung koefisien korelasi dan skor jawaban responden yang diukur dengan insturmen yang sama pada saat berbeda. Proses pengujian stabilitas yang dikenal juga dengan test-retest reability pada dasarnya Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Dra. Nurlis Ak. M.Si

METODOLOGI PENELITIAN

Validitas (Validity) Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat. dan (3) Cronbach’s alpa. sedang subyek penelitian. Tingkat keterkaitan antara butir pertanyaan atau pernyataan dalam suatu instrumen untuk mengukur construct tertentu menunjukkan tingkat reliabilitas konsistensi internal instrumen yang bersangkutan. Nurlis Ak. Oleh karena itu. Pendekatan yang juga disebut dengan alternative form reliability ini lebih menekankan pada perbedaan bentuk instrumen. Koefisien Ekuivalensi (Coefficient of Equivalence) Pengukuran reliabilitas dapat juga dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukur yang berbeda untuk mengukur suatu custruct terhadap subyek penelitan tertentu pada saat yang sama. Salah satu metode statistik yang umumnya digunakan untuk mengukur koefisien stabilitas atau teknik test-retest adalah Pearson correlation. Konsep reliabilitas menurut pendekatan ini adalah konsistensi diantara butir-butir pertanyaan atau pernyataan dalam suatu instrumen. maka esensi dari validitas adalah akurasi. jika kata sinonim dari reliabilitas yang paling tepat adalah konsistensi. M. disamping pengukuran koefisien stabilitas dan ekuivalensi. construct dan saat pengukurannya adalah sama.Si METODOLOGI PENELITIAN .UMB Dra. Untuk mengukur konsistensi internal. Reliabilitas Konsistensi Internal (Internal Consistency Reliability) Pengujian terhadap konsistensi internal yang dimiliki oleh suatu instrumen merupakan alternatif lain yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk menguji reliabilitas. Ada tiga macam teknik yang dapat digunakan untuk mengukur konsistensi internal. yaitu : (1) Split-half reliability coefficient. Penelitian melalui pendekatan ini menguji korelasi skor jawaban responden untuk mengetahui koefisien ekuivalensi antara skor jawaban dengan menggunakan instrumen pengukuran yang berbeda.untuk mengetahui reabilitas data berdasarkan stabilitas atau konsistensi jawaban responden. peneliti hanya memerlukan sekali pengujian dengan menggunakan teknik statistik tertentu terhadap skor jawaban responden yang dihasilkan dari penggunaan instrumen yang bersangkutan. Dengan kata lain instrumen Pusat Pengembangan Bahan Ajar . (2) Kuder-Richardson #20. Suatu instrumen pengukur dikatakan valid jika instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur.

Ada kemungkinan data penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. maka instrumen tersebut dinilai cukup valid karena laba merupakan salah satu indikator kenerja perusahaan. yaitu : (1) concurrent validity. Criterion-related Validity adalah konsep pengukuran validitas yang menguji tingkat akurasi dari instrumen yang baru dikembangkan. Misal. jika pengujian korelasi dilakukan terhadap skor instrumen baru dengan instrumen Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Tetapi instrumen tersebut digunakan dua kali pada saat yang berbeda untuk mengukur laba pada perusahaan yang sama ternyata hasilnya secara signifikan (tidak konsisten). penggunaan suatu instrumen oleh peneliti dimaksudkan untuk mengukur kepuasan pada tugas. Misal.dapat mengukur construct sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. M. Misal. maka instrumen tersebut meskipun valid tetapi tidak reliable sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang bias jika digunakan sebagai alat pengukur. jika peneliti bermaksud mengukur kinerja perusahaan dengan perusahaan dengan menggunakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk menghitung laba perusahaan. maka validitas instrumen tersebut patut dipertanyakan. Jika apa yang terkandung dalam suatu instrumen menunjukan secara jelas apa yang ingin diukur. instrumen yang berisi pertanyaan : “berapa jumlah anak yang anda miliki ?” merupakan butir pertanyaan yang jelas dan dari pertanyaan tersebut menunjukan apa yang ingin diukur. Uji criterion-related validity dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi antara skor yang diperoleh dari penggunaan instrumen baru dengan skor dari penggunaan instrumen lain yang telah ada sebelumnya yang memiliki criteria relevan. tetapi kurang valid. Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur validitas : (1) content validity. maka instrumen tersebut memiliki content (face) validity yang tinggi. Suatu data penelitian yang valid. Jika kemudian yang terukur oleh instrumen tersebut adalah kepuasan kepada atasan atau dimensi kepuasan yang lain.Si METODOLOGI PENELITIAN . Instrumen baru yang memiliki validitas yang tinggi jika koefisien korelasinya tinggi. Ada dua jenis criterion-related validity.UMB Dra. Suatu instrumen dinilai memiliki face validity jika menurut penilaian subjektif diantara para profesional bahwa instrumen tersebut menunjukan secara logis dan merefleksikan secara akurat sesuatu yang seharusnya diukur. Nurlis Ak. bagaimanapun harus variable karena akurasi memerlukan konsistensi. Content (face) Validity merupakan salah satu konsep pengukuran validitas dimana suatu instrumen dinilai memiliki content validity jika mengandung butir-butir pertanyaan yang memadai dan representatif untuk mengukur construct sesuai dengan yang diinginkan peneliti. (2) criterion-related validity dan (3) construct validity.

dimana validitas suatu instrumen ditentukan berdasarkan rendahnya korelasi dengan instrumen lain yang digunakan untuk mengukur construct lain. jika korelasi skor kedua instrumen merupakan hasil pengukuran pada saat yang berbeda. M. tetapi dibentuk melalui dimensi-dimensi yang diamati atau atau indikator-indikator yang diamati. dan (2) predictive validity.Si METODOLOGI PENELITIAN . Construct validity merupakan konsep pengukuran validitas dengan cara menguji apakah suatu instrumen mengukur construct sesuai dengan yang diharapkan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Nurlis Ak. karena pernyataaan Sangat Setuju. Suatu instrumen dirancang untuk mengukur construct tertentu. Skala yang sering digunakan dalam penyusunan kuesioner adalah skala ordinal atau skala Likert. yaitu : (1) convergent validity. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SUATU KONSTRUK ATAU KONSEP Pada penelitian manajemen umumnya variabel-variabel penelitiannya dirumuskan sebagai sebuah variabel latern (atau sering juga disebut faktor atau konstruk) yaitu variabel yang tidak diukur secara langsung. Construct Validity. mempunyai tingkat atau preferensi yang “lebih tinggi” dari Setuju. KEPUASAN KERJA. dan Setuju “lebih tinggi” dari Raguragu. Biasanya indikator atau dimensi itu diamati dengan menggunakan kuesioner/angket yang bertujuan untuk mengetahui pendapat responden tentang suatu hal misalnya MOTIVASI.yang mempunyai kriteria relevan. yaitu skala yang berisi lima tingkat jawaban yang merupakan skala jenis ordinal dengan pilihan sebagai berikut : 1 2 3 4 5 = Sangat Setuju = Setuju = Ragu-Ragu = Tidak Setuju = Sangat Tidak Setuju Skala Likert dikatakan ordinal. dimana validitas suatu instrumen ditentukan berdasarkan konvergensinya dengan instrumen lain yang sejenis dalam mengukur construct dan (2) discriminant validity. Ada dua cara pengujian construct validity. dimana pengukuran instrumen yang baru dilakukan sebelum pengukuran instrumen lain yang memiliki kriteria relevan. dimana penggunaan keduanya dilakukan pada saat bersamaan.UMB Dra.

60 (Nunally. Tampak dilayak windows Reliability Analysis Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Repeated Measure atau pengukuran ulang. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya. Disini pengukuran hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi atau jawaban pertanyaan. Jawaban responden terhadap pertanyaan ini dikatakan realiabel jika masing-masing pertanyaan dijawab secara konsisten atau jawaban tidak boleh acak oleh karena masing-masing pertanyaan hendak mengukur hal yang sama yaitu Motivasi. Disini seseorang akan disodori pertanyaan yang sama perlu waktu yang berbeda.Realibitas Realibitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Buka file motivasi 2. b. One Shot atau pengukuran sekali saja. M. 1969).Si METODOLOGI PENELITIAN . SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpa (a).UMB Dra. jika jawaban terhadap ke delapan indikator ini acak maka dikatakan tidak reliabel. Langkah Analisis 1. Sebagai misalnya variabel atau konstruk Motivasi diukur dengan 8 (delapan) indikator dan masing-masing indaktor berupa pertanyaan yang mengukur tingkat Motivasi seseorang. Suatu konstrak atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpa > 0. Dari menu utama SPSS. pilih Statistic/Analyze ke mudian pilih submenu Scale lalu pilih Reliability Analysis 3. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Nurlis Ak.

Masukkan petunjuk (q) 1 sampai 8 sebagai indaktor motivasi kedalam box items. Pada box model pilih Alpa Klik tombol Statistics sehingga tampak dilayak widows reliability Analysis Statistics Pada Bagian Descriptive for pilih Scale if Item Deleted Klik Continue dan Ok Output SPSS : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Nurlis Ak. M.UMB Dra.Si METODOLOGI PENELITIAN . d.c.

Jika r hitung (untuk r tiap butir dapat dilihat pada kolom Corrected Item – Total Correlation) lebih besar dari r tabel dan nilai r positif.UMB Dra. Dalam hal ini melakukan korelasi masing-masing score pertanyaan dengan total score Motivasi dengan hipotesa. pada bagian Item-Total Statistics lihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation merupakan nilai r hitung untuk masingmasing pertanyaan sebagai indikator variabel Motivasi. melakukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total score konstruk atau variabel. H0 = Skor butir pertanyaan berkorelasi positif dengan total score konstruk HA = Skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total score konstruk Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n-k dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah konstruk. M.Hasil Conbach Alpha sebesar 0. Pada kasus kita besarnya df dapat dihitung 30-2 atau df 28 dengan alpha 0. Analisis lihat output pada uji reliabilitas di atas. Nilai r untuk masing-masing Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan tiga cara : a. Nurlis Ak.60 jadi dapat disimpulkan bahwa reliabilitas dari konstruk atau variabel Motivasi tinggi.05 didapat r tabel 0. maka butir atau pertanyaan tersebut dikatakan valid. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur. maka pertanyaan tersebut harus bisa secara tepat mengungkapkan tingkat motivasi. Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.Si METODOLOGI PENELITIAN .239. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Misalnya kita ingin mengukur Motivasi seseorang karyawan dan karyawan tersebut diberi 8 (delapan) pertanyaan.8363 angka ini jauh diatas 0.

d) Isikan dalam box variabel kedelapan butir score pertanyan dan score total (motivasi). maka dapat disimpulkan bahwa kedelapan butir pertanyaan adalah valid. M. b.522.5540. e) Pilih Coefisien Correlation Pearson f) Tekan Ok g) Output SPSS Pusat Pengembangan Bahan Ajar . lalu pilih Bivarate.pertanyaan ternyata positif dan nilai lebih besar dari r tabel 0. Hitung nilai t hitung dengan rumus : r t= 1-r2 N–2 • • • Untuk N (kasus) = 30.Si METODOLOGI PENELITIAN . c) Tampak di layak tampilan windows Bivariate Correlation.239. maka hasil dari rumus didapat nilai t hitung = 3. uji signifikansi bisa juga dilakukan lewat uji t dengan prosedur : • • Ambil sembarang r hitung. Nurlis Ak.UMB Dra.05 dan df = N-2 atau 28 didapat nilai t tabel 1.xls b) Dari menu SPSS pilih menu Statistics/Analyze kemudian pilih submenu Correlate. misal untuk butir pertanyaan 1 dengan nilai r hitung = 0. Bandingkan nilai t ini dengan t tabel pada alpa = 0. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a) Buka file Motivasi.7011 Karena nilai t hitung > t tabel maka H0 tidak dapat ditolak atau r memang berkorelasi positif. Uji Validitas dapat juga dilakukan dengan menghitung korelasi antara score masing-masing butir pertanyaan dengan total score (motivasi). Selain membandingkan r hitung dengan r tabel.

Jika masing-masing butir pertanyaan merupakan indikator pengukur Motivasi maka akan memiliki nilai leading factor yang tinggi. Dari menu SPSS. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing butir pertanyaan adalah valid.Si METODOLOGI PENELITIAN . Dengan faktor analisis kita ingin menguji apakah butir pertanyaan q1 sampai q8 betul-betul merupakan indikator Motivasi dan q9 sampai q15 betul-betul merupakan indaktor kepuasan.UMB Dra. M. lalu pilih Factor. Analisis faktor akan mengelompokkan masing-masing pertanyaan q1 sampai q15 kedalam bebera faktor. Motivasi diukur dengan delapan indikator pertanyaan (q1 sampai q8) sedangkan Kepuasan diukur dengan enam indikator pertanyaan (q9-q15). Tampak dilayak tampilan windows Factor Analysis Pusat Pengembangan Bahan Ajar . c.Xls b. pilih Statistics/Analyze kemudian pilih submenu Data Reduction. Uji dengan Analisis Faktor Analisis faktor digunakan untuk menguji apakah butir-butir pertanyaan atau indikator (q1 sampai q8) yang digunakan dapat mengkonfirmasi sebuah faktor atau konstruk atau variabel (Motivasi). Langkah Analisis a.Dari tampilan output SPSS terlihat bahwa korelasi antara masing-masing score butir pertanyaan (q1-q8) terhadap total score butir-butir pertanyaan (Motivasi) menunjukkan hasil yang signifikan. c. Buka file Motivas. Misalnya sebagai contoh kita punya dua variabel atau konstruk yaitu Motivasi dan Kepuasan. Jika q1 sampai q8 merupakan indikator Motivasi maka dengan sendirinya akan mengelompok menjadi satu dengan faktor loading tinggi begitu juga dengan kepuasa. Nurlis Ak.

kita meminta kepada SPSSuntuk dikelompokkan menjadi dua faktor (Motivasi dan Kepuasan). q2. q5. q9. masukan semua butir pertanyaan dari q1 sampai q15. Output SPSS Seperti dalam perindah di atas dari ke 15 butir pertanyaan. M. q7. q8. q13 dan q14 sedangkan yang Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Pilih box Extraction.859% atau kedua faktor mempu menjelaskan variasi sebesar 54. q3.UMB Dra. q4. Kita berharap bahwa Faktor 1 akan berisi butir-butir pertanyaan q1 sampai q8 sedangkan Faktor 2 akan berisi butir-butir pertanyaan q9-q15.Si METODOLOGI PENELITIAN . Dengan rotasi varimax kita dapat output SPSS sebagai berikut : Hasil dari rotasi varimax menunjukkan bahwa yang masuk ke faktor 1 dengan loading factor besar adalah q1.632% dan Faktor 2 mampu menjelaskan 15.491%.d. f. dan aktifkan Varimax dan tekan Continue g. dan aktifkan box Number Factor. e. Klik OK h. Pada box variabel. q6. q10. Nurlis Ak. Pilih box Rotation. Dari tampilan output SPSS terlihat bahwa Faktor 1 mampu menjelaskan variasi sebesar 38. isikan 2 lalu Continue.

tetapi lebih cenderung menjadi indikator Kepuasan.UMB Dra. q3. q5. q15. q13 dan q14 tidak valid karena bukan indikator Kepuasan tetapi lebih cenderung menjadi indikator Motivasi.Si METODOLOGI PENELITIAN . Sebaliknya yang valid menjadi indikator Kepuasan adalah q11. q7.masuk ke Faktor 2 dengan loading factor besar adalah q4. q8 sedangkan q4 tidak valid karena bukan indaktor Motivasi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . q2. Dari tampilan output ini jelas bahwa yang valid menjadi indikator Motivasi adalah q1. q6. Nurlis Ak. q11. q12. q12 dan q15 karena mengelompok pada Faktor 2 (Kepuasan) sedangkan indikator q10. M.

Pertemuan 11 MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN MODUL 10 VALIDITAS DAN RELIABILITAS OLEH : NURLIS PKK JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIV MERCUBUANA JAKARTA 2008 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Dra. M. Nurlis Ak.Si METODOLOGI PENELITIAN .

Metodologi Penelitian. Daftar Materi Pembahasan. 2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hubungan Validitas dan reliabilitas 2. 1. Metodologi Penelitian. 2000. Jenis Validittas. Jenis Validittas. Hubungan Validitas dan reliabilitas Literatur: Nur Indriantoro. Setelah mempelajari ini mahasiswa diharapkan mampu untuk : 1. Bambang Supomo. Moh Nazir.UMB Dra. Tujuan Instruksional khusus. 2.1. M.Si METODOLOGI PENELITIAN . Nurlis Ak. 2000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->