KEBUTUHAN TERNAK Kebutuhan hidup pokok (maintenance) : kebutuhan nutrien basal yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup

yang minimal tanpa melakukan suatu aktivitas/produksi. Kebutuhan produksi (production): kebutuhan nutrien yang digunakan untuk berbagai aktifitas dalam produksi (telur, susu, daging, woll, tenaga dll) Kebutuhan Standar didefinisikan sebagai dasar kebutuhan yang dihubungkan dengan fungsi aktif (status faali) dari hewan tersebut Metabolisme Basal Hewan adalah Jumlah panas yang meningkat diakibatkan oleh aktivitas hidup pokok Produksi panas (heat increament): panas yang dihasilkan dapri proses metabolisme makanan Bobot badan metabolis adalah Bobot Badan 0,75.

Kebutuhan Zat Makanan untuk Ruminansia
Standar kebutuhan pakan atau sering juga diberi istilah dengan standar kebutuhan zat-zat makanan pada hewan ruminansia sering menggunakan satuan yang beragam, misalnya untuk kebutuhan energi dipakai Total Digestible Nutrient (TDN), Metabolizable Energy (ME) atau Net Energy (NEl) sedangkan untuk kebutuhan protein dipakai nilai Protein Kasar (PK), PK tercerna atau kombinasi dari nilai degradasi protein di rumen atau protein yang tak terdegradasi di rumen. Istilah STANDAR didefinisikan sebagai dasar kebutuhan yang dihubungkan dengan fungsi aktif (status faali) dari hewan tersebut. Misalnya pada sapi perah, pemberian pakan didasarkan atas kebutuhan untuk hidup pokok dan produksi susu, sedangkan

Nilai kebutuhan energi ini dapat bervariasi karena dilapangan akan didapatkan data untuk sapi dengan kelebihan atau kekurangan pakan. termasuk pengaruh perubahan cuaca. Standar kebutuhan yang dipakai di Indonesia adalah hasil dari banyak penelitian yang ada saja. Sejak tahun 1960-1965 di Inggris. melalui Dewan Agricultural Research Council (ARC) telah membuat tabel standar kebutuhan nutrient dari beberapa jenis ternak. Sesungguhnya standar pakan ini dibuat untuk dapat mengantisipasi situasi yang lebih beragam. tidak ada produk susu atau tidak ada tambahn ekstra energi untuk kerja. jangan sampai kurang dari kebutahan. Saat ini telah banyak negara maju dan berkembang yang mempunyai standar kebutuan zat makanan untuk ternak lokalnya. tidak tambah dan tidak kurang. Perubahan tersebut meliputi seluruh zat makanan terutama tentang standar untuk penggunaan vitamin dan mineral. Oleh sebab itu dalam pemberian harus ditetapkan batas minimal sejumlah kebutuhan nutrient yang direkomendasikan NRC. Standar Kebutuhan Nutrien untuk Hidup Pokok Seekor hewan dikatakan dalam keadaan kondisi hidup pokok apabila komposisi tubuhnya tetap.untuk sapi potong lebih ditujukan untuk kebutuhan hidup pokok dan pertumbuhan. yang dibutuhkan oleh praktisiwan adalah total kebutuhan hidup pokok dan produksi yang optimal. Variasi kebutuhan ditentukan oleh macam hewan dan kualitas pakan. Nilai kebutuhan hidup pokok ini hanya dibutuhkan secara akademis saja. terutama untuk kebutuhan zat makanan yang kecil seperti vitamin dan mineral. Jadi pendapat mengenai kebutuhan hidup pokok untuk hewan secara teori berbeda dengan prakteknya. Namun sampai sekarang Indonesia belum mempunyai tabel tersebut. Dalam prakteknya dapat diambil contoh sebagai berikut : Seekor sapi dengan bobot 500 kg memerlukan energi hidup pokok sebesar 33 MJ NE. Namun tidak mudah pula untuk menentukan kebutuhan hanya untuk hidup pokok saja atau produksi saja. sedangkan dunia praktisi tidak membutuhkan informasi tersebut. Standar ini juga masih bisa dipakai untuk kepentingan taraf nasional (dari Negara yang menyusun) atau bahkan dapat untuk keperluan dunia internasional yang mempunyai kondisi iklim yang hampir sama. . Pada tahun 1970 semua publikasi mengenai table kebutuhan nutrient tersebut diperbaharui (direvisi) dan keluarlah edisi terbaru untuk ruminansia pada tahun 1980.

seperti untuk bernafas dan mengalirkan darah ke organ sasaran. Tujuan sesungguhnya dari pembuatan ransum untuk hidup pokok adalah supaya tidak terjadi perombakan cadangan tubuh yang digunakan untuk aktivitas pokok. Nilai Perkiraan Kebutuhan Energi untuk Hidup Pokok dari Total Kebutuhan Energi untuk Hewan.75 kg Babi. Kebutuhan NE (MJ) Hidup Pokok Produksi 32 63 23 7 12 200 16 10 16 000 % HP dari Total 34 59 41 43 Sapi perah. Jumlah panas yang meningkat diakibatkan oleh aktivitas hidup pokok tersebut dinamakan dengan istilah METABOLISME BASAL HEWAN. Seperti didefinisikan bahwa ransum untuk hidup pokok adalah sejumlah zat makanan yang harus hadir dalam ransum sedemikian sehingga dalam tubuh hewan tidak terjadi penambahan atau pengurangan zat makanan. bobot 50 kg PBB 0.75 kg Sapi perah. bobot 50kg PBB 0. Pengukuran ini langsung diperkirakan dari jumlah NE yang harus didapat oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup pokoknya. Table di bawah ini menggambarkan proporsi untuk hidup pokok dari total kebutuhan energi tubuhnya. bobot 500kg beranak bobot 35kg produksi susu 5000kg Babi induk 200kg 7 100 4 600 61 . bobot 500kg produksi susu 20kg/h Sapi jantan. Tabel.Pada hewan yang puasa akan terjadi oksidasi cadangan nutrient untuk memenuhi kebutuhan energi hidup pokoknya. Kebutuhan Energi untuk Hidup Pokok Telah dijelaskan bahwa energi yang digunakan untuk aktivitas hidup pokok diubah dalam bentuk panas dan dikeluarkan tubuh juga dalam bentuk panas.

50 95 0. Lain halnya dengan hewan ruminansia.23 0.beranak 16 ekor @1. walaupun saat puasa juga terjadi aktivitas berdiri-duduk dalam jumlah yang terbatas. Beberapa nilai metabolisme puasa pada berbagai hewan seperti teesaji pada Tabel 10.1 7.60 0. Pada manusia.0 5. kondisi postabsorptive ditandai dengan penurunan produksi gas sampai ke tingkat yang paling rendah.300 Metabolisme puasa (MJ/h) Per kg BB Per m2 luas tubuh 7.4.086 0. Pada saat puasa oksidasi nutrient berasal dari pembakaran degradasi nutrient di jaringan organ. Pada manusia. Untuk mengukur metabolisme basal.36 Hewan .5kg produksi susu 750kg Ayam petelur bobot 2 kg produksi 250 butir Ayam broiler. aktivitas otot dapat dikurangi secara sadar. Namun ukuran puasa setiap hewan berbeda-beda.29 0. istilah metabolisme basal pada hewan dapat juga diartikan sebagai metabolisme puasa. Produksi panas ini akan meningkat bila hewan ditempatkan di dalam suhu yang dingin.107 0.101 0.1 4.9 3. untuk ruminansia dan babi sampai 4 hari. Faktor kedua yang mempengaruhi metabolisme basal adalah nilai RQ ( Respiratory quotient).3 0. Oleh karena itu. kondisi total istirahat harus dibuat sedemikian sehingga agar hewan tak banyak aktivitas.30 0. seperti misalnya ditempatkan pada kandang dan suhu yang nyaman atau dipuasakan. sehingga ada sedikit perbedaan nilai RQ. sehingga nilai metabolisme basal pada pengukuran yang kontinyu mudah didapat.31 0. Tabel . berikut. pengaruh HI dari pakan harus dihilangkan yaitu dengan cara hewan dipuasakan supaya tidak ada aktivitas pencernaan dan metabolisme. Untuk manusia puasa cukup satu hari.6 Per kg BBM 0.30 67 61 Pengukuran metabolisme basal ini cukup rumit karena panas yang dihasilkan oleh hewan tidak saja berasal dari aktivitas pokok namun juga berasal dari proses pencernaan dan metabolisme nutrient (Heat Increament on Feeding = HI) dan juga dari aktivitas kerja otot. bobot 1 kg PBB 35g 190 0. Nilai metabolisme puasa pada berbagai spesies hewan dewasa Per hewan BB (kg) Sapi Babi Manusia Domba Unggas 500 70 70 50 2 34.1 3.068 0.5 7.

Nilai ini bervariasi antar spesies. Pada hewan jantan lebih tinggi 15% dibandingkan hewan betina.67.400 3. Disamping itu umur dan jenis kelamin juga mempengaruhi nilai metabolisme puasa. dan nilai ini dihubungkan dengan besarnya metabolisme puasa. Nilai metabolisme puasa pada hewan dari ukuran terkecil sampai terbesar yang ditemukan oleh Brody didapatkan rataan sekitar 70 kkal/kg BBM yang setara dengan 0. Ekspresi dari luas permukaan tubuh dinyatakan sebagai W0.39 MJ/kg BBM) dibandingkan dengan hewan tua (32 MJ/kg BBM). Jika sapi tersebut menghasilkan retensi BB 2 MJ/hari.Tikus 0.5) = 32. pada hewan yang dimasukkan ke kandang akan panas dibandingkan hewan yang dimasukkan ke bilik calorimeter (alat untuk mengukur produksi panas). (bobot badan metabolik = BBM).31 Pada tabel di atas terlihat bahwa semakin besar bobot dan jenis hewan maka makin besar pula nilai metabolisme puasanya.5. Estimasi kebutuhan energi untuk hidup pokok dapat dihitung dari kandungan energi pakan. sedangkan bila dibandingkan dengan domba maka nilainya lebih rendah 15%.3 x 11) ? (2/0. pada ternak yang dipelihara di peternakan yang .73 dan pada akhirnya nilai yang dipakai sehubungan dengan metabolisme puasa adalah W0. demikian pula per unit BB. Hal ini disebabkan a). Nilai produksi panas pada kondisi puasa sebanding dengan luas permukaan tubuh.75.3 kg BK/hari dengan kandungan energi 11 MJ/kg BK dan Kf = 0. Nilai metabolisme puasa per BBM relativ konstan dari hewan besar sampai hewan kecil. Selanjutnya nilai berubah menjadi W0.27 MJ/kgBBM/hari. Pada hewan muda nilai metabolisme puasa lebih tinggi (0. Namun tak mudah menggunakan nilai metabolisme puasa untuk dijadikan patokan mempunyai sedikit beda produksi perhitungan kebutuhan nutrient untuk hidup pokok secara praktis.6 0. seperti contoh berikut:Sapi berat 300 kg diberi pakan 3.12 0. c). maka perhitungan metabolismenya harus lebih terinci karena memiliki tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.. b).3 0. maka kebutuhan ME adalah : ME = (3. bila dibandingkan dengan sapi maka nilai metabolisme puasanya lebih tinggi sekitar 15%. hewan yang kondisinya sedang produksi. karena pada hewan yang dipelihara dikandang biasa ada sedikit ekstra energi dari kegiatan aktivitas otot saat jalan atau berdiri.3 MJ ME/hari Metabolisme puasa merupakan dasar perhitungan dari kebutuhan untuk hidup pokok.

Pergantian protein di usus dan hati ini memakan waktu dalam unit jam atau hari. mengingat perlu adanya adaptasi dengan suhu lingkungan.75 + 0. kemudian stabil kembali setelah terjadi perombakan protein . Standar kebutuhan untuk hidup pokok sapi yang dipakai mengikuti rekomendasi dari ARC.67 + 0.53 (BB/1.0043 x 500 = 34.0106 BB.5 MJ/h. Jika pertama kali hewan diberi pakan bebas nitrogen.53 (500/1. enzim dan mikroba yang mati. Persamaan yang berlaku untuk domba adalah: F = 0. Pada hewan yang digembalakan di padang pangonan. sedangkan pergantian di tulang dan syaraf memakan waktu dalam unit bulan bahkan tahunan.0043 BB Untuk sapi seberat 500 kg membutuhkan energi neto sebesar : NE = 0. Kebutuhan untuk sapi puasa dirumuskan sebagai : Kebutuhan HP = 0. Pada skala lapang didapatkan angka produksi panas dari sapi yang berdiri sebesar 12% lebih tinggi dibandingkan dengan sapi yang tiduran.08)0.08)0.08)0. maka jumlah nitrogen di urin akan menurun beberapa hari.luas dan terbuka memerlukan energi khusus untuk memelihara suhu tubuh normal.67. Kebutuhan Protein untuk Hidup Pokok Hewan yang diberi pakan bebas nitrogen. kebutuhan energi untuk jalan dan merumput sekitar 2550% dari metabolisme puasanya.226 (BB/1. Protein tubuh pada dasarnya selalu harus diganti dengan protein yang baru. kenyataannya tetap terlihat adanya kehilangan nitrogen yang keluar bersama feses dan urin yang berasal dari degradasi dinding usus. Apabila untuk aktivitas minimal (istirahat) pada hewan yang dikandangkan dirumukan : Kebutuhan I = 0. Eksresi nitrogen diurin dapat berasal dari perubahan kreatin menjadi kreatinin dan juga urea yang merupakan hasil katabolisme asam amino.

Setiap 1 MJ konsumsi ME menghasilkan 8. Contoh seekor sapi bobot 600 kg kehilangan N-endogenous 42 g/h dan hilang bersama rontoknya bulu 2 g/h. sehingga totalnya 44 g/h. maka jumlah kebutuhan protein menjadi : Kebutuhan protein = 344/(0. Nilai ini sama dengan 6.3 g protein mikroba. Cara pengukurannya yaitu dengan menentukan nitrogen yang hilang/keluar dari hewan yang diberi pakan bebas nitrogen.75/hari dan setara dengan 1000-1500 mg/MJ metabolisme puasa.tubuh. nitrogen dapat dipenuhi dari sirkulasi ulang urea dari dan ke rumen. Pada ruminansia. N-endogenous urin ini dapat untuk memperkirakan kebutuhan protein untuk hidup pokok hewan. Jumlah kebutuhan nitrogen untuk hidup pokok akan seimbang bila besar konsumsi N dapat diimbangi dengan besarnya jumlah N-metabolik di feses dan N-endogenous di urin.endogenous disebut dengan N-eksogenous urin. Oleh karena itu perhitungan N-endogenerus untuk hewan ruminansia menjadi 350 mg N/kg W0. Jumlah mikroba rumen yang dihasilkan tergantung dari jumlah bahan organik yang difermentasi dan konsumsi ME. Pada keadaan cadangan protein telah habis. Pada sapi nilai BV untuk protein yang dicerna dan diserap relative sama yaitu 0. Eksresi-N pada kondisi minimal seperti ini disebut dengan N-endogenous urin.85 x 0.8) = 506 g/h.8. Pendugaan Kebutuhan Protein untuk HP dari total N-endogenous dan Ekskresi N.8 = 344 g/h.85 dan kandungan asam amino 0. Jika konsumsi ME setara dengan kebutuhan ME untuk hidup . Jika diasumsikan bahwa protein tersebut disediakan dari protein mikroba dengan kecernaan protein mikroba 0. N-urin sisa kelebihan dari N.lain. Jadi sapi tersebut membutuhkan protein yang dapat dicerna dan diserap sebanyak 275/0. Untuk hewan dewasa angkanya berkisar 300-400 mg N-endogenous/MJ metabolisme puasa.25 x 44 = 275 g protein. Nilai ini sebesar 2 mg N-endogenous urin per kkal basal metabolisme (500 mg/MJ). eksresi N-urin dapat mencapai minimal.8 dari total protein. Cara perhitungan kebutuhan protein untuk HP dari N-endogenous dilakukan seperti dalam penentuan nilai biologi (Biologi Value = BV).

tetapi proteinnya berbeda.3 x 61 = 506 g. Jika nilai degradasinya hanya 0. Pendugaan Kebutuhan Protein dari Neraca Percobaan Jika hewan diberi makan dengan jumlah BK dan energi sama.7 maka jumlah protein yang dibutuhkan meningkat menjadi 506/0. maka neraca nitrogen akan mengikuti pola seperti pada gambar berikut. maka jumlah protein mikroba yang dapat disumbangkan pada sapi sebesar 8. .7=723 g/h.pokok sebesar 61 g.

2. Perkembangan tubuh perlu diamati khususnya karena menyangkut kebutuhan nutrient baik pada proses hyperplasia (perbanyakan sel) maupun pada proses hipertropi (perbesaran sel). bobot tubuh akan meningkat sementara kebutuhan air dan protein menurun karena komposisi air dan protein tubuh juga turun.99 dan energi 1. air mempunyai koefisien 0. Sebaliknya kebutuhan lemak sedikit meningkat karena lemak tubuh meningkat dengan bertambahnya usia. serta jumlah konsentrasi ME dalam pakan ( ARC. padahal pada pertambahan tersebut juga terjadi kenaikan berat isi saluran pencernaan yang secara nyata sekitar 20 % dari bobot badan.80. Jika penambahan protein tak menambah penimbunan retensi nitrogen maka kurva menjadi horizontal. Neraca konsumsi N pada berbagai umur hewan Jika konsumsi nitrogen meningkat maka akan terjadi peningkatan neraca nitrogen dari negative menjadi positif sampai pada titik keseimbangan. Standar kebutuhan nitrogen tergantung pada degradasi protein makanan dalam rumen. a = faktor koefisien Setiap komposisi tubuh mempunyai koefisien pertumbuhan yang berbeda seperti. Jadi pertumbuhan mengikuti persamaan : Y=bxa Y= berat bagian tubuh.Gambar 10. x = bobot tubuh.74. Kebutuhan energi dan protein untuk tumbuh . Penimbunan nitrogen ini juga bergantung pada umur dan asupan nutrient yang lain. metabolisme mikroba dan protein yang tak tercerna dirumen. 1984). Standar kebutuhan nutrient untuk tumbuh Pertumbuhan selalu diukur dari kenaikan bobot badan. protein 0. lemak 1. Makin dewasa.59.

2 kg/h dan kehilangan protein endogenous sebanyak 21 g/h.2 x 170) =55 g. kandungan protein tubuh 170 g/kg.85) = 81 g. Penentuan energi untuk standar biasanya didasari oleh suatu model factorial.Kebutuhan energi untuk pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh bobot badan dan juga jenis kelamin serta bangsa hewan.80 dan kecernaan proteinnya 0.80 x 0.85 maka protein yang dibutuhkan adalah = 55/(0. oleh karena itu kebutuhan energi untuk jantan lebih banyak daripada untuk betina. Maka kebutuhan protein untuk hewan tersebut Kebutuhan Protein = 21 + (0. Jantan biasanya mempunyai kecepatan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan betina. Jika nilai BV nya 0. Jenis bangsa hewan tipe besar akan membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan dengan bangsa hewan yang kecil. . Sedangkan kebutuhan protein untuk tumbuh dapat dihitung seperti: Seekor anak domba tumbuh dengan pertambahan bobot badan 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful