P. 1
Asas Desentralisasi

Asas Desentralisasi

|Views: 166|Likes:
Published by Andri Rusta
Asas Desentralisasi
Asas Desentralisasi

More info:

Published by: Andri Rusta on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2015

pdf

text

original

Asas dan Tipologi Pemerintahan
Daerah

Pertemuan 2
Isu dan Kebijakan Otonomi Daerah
Andri Rusta

Sumber Bacaan

•Nurcholish, Hanif Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi
Daerah (Jakarta: PT Gramedia Widiasrana Indonesia, 2005), hal.
1-3, 19-20

•Smith, B.C. (…..), Decentralization in Theory
•Hoessein, Bhenyamin, ………(2001), hal. 3, 18, 26-28.
•Gadjong, Agussalim A. (2007), Pemerintahan Daerah: Kajian
Politik dan Hukum (Bogor: Ghalia Indonesia), hal. 51-54

Perubahan Paradigma

•Abad ke-20 dan ke-21, pemerintahan
daerah di negara Barat mengalami
perubahan sangat pesat
•Perubahan paradigma dari New Public
Management menjadi New Public Service,
mengutamakan pemerintahan daerah
sebagai pelayan masyarakat.

Hakekat

•Pemerintahan daerah sangat dekat
sekali dengan kehidupan kita sehari-
hari mulai dari pengurusan
pernikahan, kelahiran, sampai
kematian, kita akan berurusan
dengan pemerintahan daerah

Konsep Teoritis Pemerintahan Daerah

•Lahir dari konsep desentralisasi yang terbagi menjadi dua
aliran, yaitu liberalis dan marxist.
•Aliran liberalis, seperti diusung oleh B.C. Smith, memandang
pemerintahan daerah merupakan wujud dukungan
demokrasi liberal terhadap desentralisasi.

•Aliran Marxist, desentralisasi dipandang tidak akan berhasil
menciptakan kondisi demokratis di daerah karena terhambat
faktor ekonomi, politik, dan ekologi. Marx menempatkan
pemerintahan daerah dalam desentralisasi menjadi obyek
dari dialektika terutama di dalam hubungan tata pemerintah
pusat dan daerah.

Siapa Pemerintahan Daerah

•Tergantung dari pilihan bangunan negara
•Bila pemerintahan lokal atau daerah berada di dalam Negara
Kesatuan atau Unitary State, maka pemerintahan daerah
merupakan bagian dari pemerintahan sentral atau pusat
sehingga keberadaannya sama sekali tidak dapat dipisahkan
satu sama lainnya.
•Di dalam bangunan Negara Federasi atau Federation State,
maka pemerintah pusat atau biasa disebut sebagai
pemerintah federal memiliki fungsi sejajar dengan
pemerintah lokal atau pemerintah negara bagian.

Pemerintahan Daerah Berbagai Versi 1

•The United Nations of Public Administration-
pemerintahan daerah atau local government sebagai
subdivisi politik nasional yang diatur oleh hukum dan
secara substansial mempunyai kontrol atas urusan-
urusan lokal, termasuk kekuasaan untuk memungut
pajak atau memecat pegawai untuk tujuan tertentu.

Pemerintahan Daerah Berbagai Versi 2

•Bhenyamin Hoessein (2001) merangkum berbagai pengertian
tentang local government ke dalam tiga arti, yaitu :

–pertama, berarti pemerintah lokal;
–kedua, berarti pemerintahan lokal yang dilakukan oleh pemerintah
lokal; dan
–ketiga, berarti daerah otonom.

•Dengan demikian, Hoessein merujuk definisi pemerintahan daerah
sebagai lembaga, fungsi, dan daerah otonom.

Pengantar… (Desentralisasi)

•Pembagian Kekuasaan

–Dalam rangka menyelenggarakan kepentingan rakyat
–Mencegah kesewenang-wenangan
–(Fungsi Kekuasaan Lembaga-lembaga Negara)

•Hubungan Kekuasaan

–Horisontal

Hubungan antara kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

–Vertikal

Hubungan yang bersifat atasan dan bawahan, dalam arti antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Di dalamnya terdapat
semacam pembagian kerja antara pusat dan daerah

•Pembagian Kerja

Pembagian Kekuasaan secara Vertikal:

Pembagian Kekuasaan menurut tingkatnya.
•Dalam hal ini yang dimaksud adalah Pembagian Kekuasaan antara
beberapa tingkat pemerintahan.
Carl J. Friedrich memakai istilah Pembagian Kekuasaan secara Teritorial
(Territorial Division of Power).

•Pembagian Kekuasaan ini dengan jelas dapat kita saksikan kalau kita
melakukan perbandingan antara negara KESATUAN, negara FEDERAL
serta KONFEDERASI.

(Dalam negara Kesatuan jelas sekali terlihat bhw) Pembagian
kekuasaan secara vertikal melahirkan garis hubungan antara
pusat dan daerah dalam sistem
:
1. Desentralisasi
2. Dekonsentrasi
3. Medebewind

DECENTRALIZATION

Meaning

Desentralisasi adalah kebijakan untuk
mendelegasikan kewenangan pembuatan
kebijakan ke luar dari organisasinya, relatif
jauh dari kewenangan pemerintah pusat.

Reasons for Decentralization

Decentralization is preferred because of
following reasons:
•Pengurangan beban manajemen puncak
•Memfasilitasi diversifikasi dan pertumbuhan
•Filsafat untuk memotivasi manager
•Mendorong pembangunan

Kapan Harus di lakukan
desentralisasi ?

•When organization is large.
•When operations are geographical
dispersed.
•Top managers cannot keep up with
complex technology.
•Increasingly uncertain environment.

Types of
Decentralization

Desentralisasi Politik

Desentralisasi Politik bertujuan untuk memberikan

kekuatan yang lebih kepada para wakil rakyat dalam
membuat kebijakan publik.
Hal ini mencerminkan
dukungan terhadap demokratisasi yang diberikan oleh
warga negara atau perwakilannya dalam pemerintahan
dengan maksud untuk mempengaruhi formulasi dan
implementasi kebijakan.
Desentralisasi Politik mensyaratkan adanya reformasi
konstitusi, adanya partai-partai politik, penguatan
lembaga legislatif, membuat badan/lembaga politik
di tingkat lokal/daerah, dan adanya dukungan dari
kelompok-kelompok masyarakat yang efektif (LSM).

Desentralisasi Administratif

Desentralisasi Administratif mencakup kepada

kewenangan redistributif , tanggungjawab
terhadap sumber keuangan atas pelayanan
publik dari untuk pemerintahan di berbagai
tingkatan.

3 bentuk desentralisasi administratif :
dekonsentrasi, delegasi dan devolusi

3 bentuk desentralisasi administratif

Dekonsentrasi : pelimpahan wewenang dari Pemerintah
kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan atau
perangkat pusat di Daerah
Delegasi : melalui delegasi pemerintah pusat menyerahkan
tanggungjawab dalam membuat keputusan dan secara
administratif dari fungsi-fungsi publik kepada organisasi
semi otonom yang tidak secara keseluruhan dikontrol oleh
pemerintah pusat, tetapi pada akhirnya tetap harus ada
pertanggunga jawabannya.
Devolusi : ketika pemerintah pusat memberikan fungsinya,
mereka menyerahkan kewenangan untuk membuat
kebijakan, mengurus masalah keuangan, manajemen untuk
untuk unit-unit yang berada pada pemerintah daerah.

Desentralisasi Fiskal

Tanggung jawab secara finansial merupakan
komponen utama dari desentralisasi. Jika
pemerintah lokal dan organisasi privat
menggunakan fungsi desentralisasi secara efektif
mereka seharusnya mendapatkan keuntungan.
Ketika pemerintah pusat memberikan sejumlah
uang untuk dipergunakan untuk melaksanakan
pelayanan publik, pemerintah lokal sepenuhnya
memiliki kewenangan untuk menggunakannya
dan membuat kebijakan atas pengeluaran
keuangan tersebut.

Perbedaan Pemerintahan Daerah: Asas
dan Wewenang

Asas

Wewenang Politik

Wewenang Administrasi

Sumber Keuangan

Pusat

Daerah

Otonom

Perangkat

Pusat di

Pusat

Perangkat

Pusat di

Wilayah

Administrasi

Perangkat

Daerah

Otonom

APBN

APBD

Sentralisasi

X

-

X

-

-

X

-

Dekonsentrasi

X

-

-

X

-

X

-

Tugas

Pembantuan

X

-

-

-

X

X

-

Desentralisasi

-

X

-

-

X

-

X

PENGERTIAN
DESENTRALISASI

•Pustaka Inggris: mencakup konsep: devolution,
deconcentration.
•Mengembalikan konsentrasi administrasi dari pemerintah
pusat kepada pemerintah daerah.
•Fenomena politik dalam administrasi dan pemerintahan,
dimana desentralisasi diartikan sebagai pendelegasian
wewenang ke tingkat hirarkhi teritorial yang lebih rendah.
•Pengertian desentralisasi perlu dibedakan dengan
pengertian tentang pemencaran ke tingkat cabang-cabang
dan pendelegasian dalam arti seorang atasan
mempercayakan bawahannya untuk tanggung jawab
terhadap dirinya.

•Dalam studi politik diartikan bahwa desentralisasi akan
merujuk pada distribusi kekuasaan teritorial, sejauh mana
kekuasaan dan wewenang disebarkan melalui hirarkhi
geografis, institusi dan proses.
•Fokus perhatian desentralisasi adalah subdivisi negara
kesatuan atau federalisme, dimana masing-masing
mempunyai sistem pemerintah daerah internalnya
sendirisendiri.
•Desentralisasi dalam lembaga nasional dimana
kementerian/perusahaan publik mendelegasikan otoritas
kepada pejabat yang menanggung jawab kegiatan tersebut,
sehingga dapat diartikan bahwa desentralisasi akan
melibatkan bentuk hirarkhi yang berbeda yang
mengkombinasikan institusi dan fungsi yang berbeda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->