melianature dalam pandangan islam

Rabu, 27 April 2011

Tentang MLM
Majelis Ulama Indonesia memberikan perhatian kepada bisnis MLM di Indonesia dengan memberikan surat keputusan akan ciri-ciri bisnis mlm yang dapat dipertanggungjawabkan secara syari’ah. KEPUTUSAN FATWA MUSYAWARAH KOMISI FATWA MUI KOTA BANDUNG Nomor :291/MUI-KB/E.1/VII Tentang HUKUM BISNIS MLM / NETWORK MARKETING Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung yang membahas tentang Hukum Bisnis MLM, setelah MENIMBANG: a.Bahwa semakin banyak berbagai macam produk suatu perusahaan yang diperjual-belikan kepada masyarakat dengan sistem MLM. b.Bahwa oleh karena itu, MUI Kota Bandung memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum masalah dimaksud. MEMPERHATIKAN: a. Pertanyaan-pertanyaan dari umat tentang status hukum bisnis MLM. b. Pendapat dan saran-saran para Ulama peserta musyawarah. MENGINGAT: 1. Deskripsi Masalah sebagai berikut: Secara sederhana, bahwa dalam memasarkan suatu produk dari suatu perusahaan ada dua macam cara: A. Yang sudah umum berlaku, disebut cara konvensional.Yaitu sampainya suatu produk kepada konsumen setelah melalui setidaknya 4 (empat) tahap berikut: dari pabrik kepada distributor, kemudian kepada agen, kemudian kepada grosir, lalu kepada pengecer/toko dan baru kepada konsumen. Bila harga dari pabrik Rp. 100.000 maka sesudah sampai kepada konsumen bisa menjadi Rp. 200.000 atau lebih, karena banyak menyerap biaya, seperti biaya produksi, biaya promosi dan biaya lainnya. B. MLM (Multy Level Marketing) atau sistem pemasaran berjenjang (Network Marketing)Di sistem ini seorang konsumen harus mampu merekrut konsumen (jaringan) dibawahnya disebut frontline (jaringan/kaki pertama) dan downline atau upline (jaringan/kaki kedua dan seterusnya) dan ia akan menerima keuntungan (prosentase) dari setiap pembelanjaan downline tersebut. Semakin banyak jaringan (downline) maka semakin besar pula keuntungan yang akan diterima olehnya. Bila mampu mencapai titik tertentu sesuai persyaratan, ia akan menduduki suatu posisi dan akan menerima bonus yang telah ditentukan. Cara ini memutus tahapan diatas, yakni dari pabrik langsung kepada konsumen yang sekaligus bisa menjadi distributor. Mengenai harga, tetap seperti diatas hanya kelebihan harga pabrik

tersebut menjadi keuntungan distributor. Pada kenyataannya ada tiga macam bentuk yang berkaitan dengan bisnis MLM : a. MLM yang tidak menjual produk, biasa disebut money game (permainan uang). Contoh: Pihak MLM menawarkan sebuah sepeda motor merk x hanya dengan menyetor uang Rp. 2.000.000 dengan syarat harus bisa menjaring sebanyak sepuluh orang yang masing-masing harus menyetorkan uang sebesar Rp. 2.000.000 pula. la akan menerima sepeda motor tersebut setelah mampu menjaring sepuluh orang, dan bila tidak, maka uang tersebut hangus. Demikian seterusnya. b. Perusahaan MLM, ialah suatu perusahaan yang menjual produk orang lain dengan sistern MLM, yakni ia membeli suatu produk dari pabrik kemudian memasarkannya dengan sistem MLM. Perusahaan MLM ini kadang-kadang mengakibatkan harga menjadi tidak wajar (diatas harga pasar) dan kadang-kadang kabur entah kemana, sehingga banyak yang tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan dan jaringan yang paling bawah tidak bisa mengembangkan lagi jaringan. c. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing). Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal. Dengan harga produk yang cukup wajar. 2. Prinsip Mu’amalat Islami: Hukum Islam adalah hukum yang berorientasi kemaslahatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat (mashalih al-’ammah). Orientasi ini menjadi pertimbangan mendasar bagi setiap mu’amalat yang terjadi, baik bagi yang sudah ada, maupun bagi yang baru muncul yang banyak direspon oleh masyarakat seperti Network Marketing / MLM. Mu’amalat Islami adalah HALAL selama dibangun di atas prinsip-prinsip berikut: 1. Tabadul al-manafi’Â (tukar-menukar barang yang bernilai manfa’at) 2. ‘An taradlin (kerelaan dari kedua pihak yang bertransaksi dengan tidak ada paksaan) 3. ‘Adamu al-gharar (tidak berspekulasi yang tidak jelas / tidak transparan) 4. ‘Adamu Maysyir (tidak ada untung-untungan atau judi seperti ba ‘i al-hashat yi: melempar barang dengan batu kerikil dan yang terkena lemparan itu harus dibeli, atau seperti membeli tanah seluas lemparan kerikil dengan harga yang telah disepakati, dan ba ‘i al-lams yi: barang yang sudah disentuh harus dibeli) 5. ‘Adamu Riba (tidak ada sistem bunga-berbunga), 6. ‘Adamu al-gasysy (tidak ada tipu muslihat), seperti al-tathfif (curang dalam menimbang atau menakar), 7.’Adamu al-najasy (tidak melakukan najasy yaitu menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi), 8. Ta ‘awun ‘ala al-birr wa al-taqwa (tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa), 9. Musyarakah (kerja sama). 3. Prinsip (rukun) jual beli. a. Ba ‘i (penjual); b. Musytari (pembeli); Syarat bagi penjual dan pembeli adalah harus shah (layak) melakukan transaksi. c. Mabi’ (barang yang diperjual-belikan). Adapun syarat barang yang diperjual-belikan harus ada manfa’atnya, benda suci (bukan benda najis) dan halal dikonsumsi dan atau dipakai/digunakan.

4. Islam membolehkan membuat persyaratan perjanjian dalam transaksi apapun yang disepakati oleh semua pihak, seperti dalam bisnis MLM diatas, selama tidak untuk menghalalkan yang haram atau sebaliknya. 5. Dalil-dalil sebagai berikut : A. ; Firman Allah swt: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan cara yang batil, kecuali melalui perdagangan yang disertai kerelaan diantara kamu. ” (Q.S. al-Nisa : 29.) “Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolongmenolong dalam dosa dan permusuhan. ” (Q.S. al-Maidah : 2). “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. ” Q.S. (alMuthaffifiin: 1-3). “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara, maka rukunlah diantara saudara-saudaramu. Dan bertaqwalah kepada Alllah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. al-Hujurat : 10). “Agar harta tidak berputar hanya diantara orang-orang kaya saja diantara kamu. ” (Q.S. al-Hasyr : 7). Sabda Nabi Muhammad saw: ; ; “Nabi saw. melarang jual-beli dengan cara melemparkan batu kerikil. ” HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary dari Abu Hurairah Ra. “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengangkat senjata kepada kami (umat Islam) maka bukan umat kami, dan siapa yang menipu kami maka bukan umat kami ” HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra. “Sesungguhnya Rasulullah saw melewati sekarung makanan (gandum), lalu memasukkan tangannya ke dalam karung tersebut dan jari-jemarinya menyentuh yang basah, maka beliau bertanya: “Mengapa hal ini, wahai pemilik makanan? ” “Terkena air hujan, ya Rasulallah !” jawab si pemilik makanan. Rasul saw. bersabda: “Mengapa tidak kamu simpan yang basah itu di bagian atas agar dilihat orang. Siapa yang menipu kami maka bukan umat kami. ” HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: “Janganlah kamu saling melakukan najasy (menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi). ” HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah Ra. “Nabi saw.telah melarang melakukan najasy.”HR.Muttafaq ‘alaih dari Ibnu Umar Ra. Dari Jabir Ra. ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di Makkah pada tahun futuh Makkah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi dan menjual berhala. Lalu ada yang bertanya: “Ya rasulallah, bagaimana dengan lemak bangkai karena suka dipakai melabur kapal, dipakai meminyaki kulit dan dijadikan lampu oleh orang-orang ? ” “Tidak, ia haram. ” Jawab Rasul. Kemudian beliau bersabda lagi: “Allah membinasakan Yahudi, karena tatkala Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan lemak bangkai, mereka melakukan rekayasa kemudian menjualnya dan memakan hasilnya. ” HR. Lima orang perowi hadits.

; ;

;

; B.

;

;

; ;

MAJELIS ULAMA INDONESIA KOTA BANDUNG KH. dan kadang-kadang bisa bangkrut. melarang hasil jual-beli anjing dan binatang sinnaur. ” “Hukum yang dikaitkan dengan suatu syarat/perjanjian maka tidak shah kecuali bila syarat tersebut sudah ada. yang mengangkutnya. . “Dari Anas Ra. Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Aku adalah yang ketiga (yang selalu mendampingi) dua orang yang melakukan kerjasama. C. . HR. pembelinya dan yang membelikannya. Maftuh Kholil Ketua Bidang Fatwa Daftar Pustaka : 1. katanya: “Rasulullah saw. 2. 2. . yang meminumnya. penyalurnya. Bukhary. hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar.. melarang makan hasil jual-beli anjing. . Apabila ia berkhianat maka Akupun keluar dari keduanya. Bagi siapapun hendaknya tidak membeli barang yang tidak diperlukan karena termasuk israf yang dilarang oleh Islam. Yang perlu diperhatikan : 1. Menetapkan : Pertama :MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram. karena berupa penipuan yang nyata. penjualnya. Dan di dalam riwayat lainnya: Nabi saw. Masih dari Jabir Ra. Al-Qur-an . ” HR. hendaknya memahami prosedur dan peraturan yang berlaku pada MLM. Ketiga :MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. yang menyurruh mengangkut. yang menyuruh membuat. Wallaahu A’lam Bis-Shawaab. Adanya bonus yang dijanjikan. HR. Bagi calon anggota.mengutuk sepuluh orang dalam soal khamr: Yang membuatnya. Kaidah Fiqh :”Tidak memudaratkan dan tidak dimudaratkan (tidak saling memudaratkan).: Rasulullah saw. upah perzinaan dan upah berdukun. shahih “Orang-orang Islam itu terikat dengan persyaratan / perjanjian yang mereka buat. Kedua :MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary. Tirmidzy dan Abu Daud. Abu Daud dan al-Hakim. ” MEMUTUSKAN Dengan senantiasa memohon ridla dan taufiq serta bimbingan Allah swt. selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. ” HR. yang memakan hasil penjualannya.Shahih Bukhary . disamakan dengan ju’alah.

3. Firman Allah Taala: “Hai orang-orang beriman.”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu. Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Muslim) Penipuan (Tadlis/Ghisy).com .Dan kitab-kitab Fiqh lainnya. “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan. Asy-Syaukani. “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman. Dari Abu Hurairah ra.” (Al-Maidah: 90) Kezhaliman dan Eksploitatif (Zhulm). maka Dia pasti mengharamkan harganya”. kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya. sedangkan asal dari hukum transaksi dan mu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”.Al-Taj al-Jami’ Li al-Ushul Fi Ahaadiits al-Rasuul. >Pendapat Ulama tentang MLM dakwatuna. Hakim) Persoalan bisnis MLM yang ditanyakan mengenai status hukum halal-haram maupun status . (HR. berkata. berkorban untuk berhala. berkata. berjudi. Ahmad. (HR. hal. ternyata beliau tertipu.” (HR. 8. Ibnu Majah 2224) Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktivitas Riil). lihat Shahihul Jami 3375) Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas). sesungguhnya meminum khamr. 286. Ahmad 15/69/230.Shahih Muslim . 60) Allah SWT. Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh. mengundi nasib.AI-Asybah Wa al-Nadha-ir . berfirman: “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Al-Baqarah:275) “Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan. Dari Abu Hurairah ra. adalah perbuatan syaithan maka jauhilah. As-Suyuthi. (I’lamul Muwaqi’in 1/344) Hal itu tentunya selama bisnis yang dilakukan memenuhi unsur syariah yaitu bebas dari unsur-unsur haram di antaranya. Irsyadul Fuhul. 197. Abu Daud 3435. berkata.” (Al-Maidah:2) Sabda Rasulullah saw: “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha. hal. sebagaimana dikemukakan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Maka beliau bersabda. Abu Daud. “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli gharar”. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (An-Nisa:29) Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram. Dari Ibnu ‘Abbas ra.Semua bisnis termasuk yang menggunakan sistem MLM dalam literatur syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang dibahas dalam bab Al-Buyu’ (Jual Beli) yang hukum asalnya secara prinsip adalah boleh berdasarkan kaidah fiqih.Riyadlus Shalihiin : 547-548 . maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut. Juz II: 198 dan 201 . 5. 191. “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram. berkata. Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad shahih) (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga).Al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh . Al-Asybah wan Nadzair.” (HR. Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim 5/746. Muslim 1/99/102. Al-Burnu. hal. (HR. 4. 6. Al-Baihaqi dan Ibnu Majah) “Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka. 7.

Ibnu Sirin. meskipun produk yang belum disertivikasi halal memang belum tentu haram tergantung pada kandungannya. promosi dan lainnya. antara lain sebagai berikut: 1. Fiqh AsSunnah. distributor. Bisnis MLM ini dalam kajian fiqih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek. (Fiqh As-Sunnah. Persada Network. Sebagai contoh adakah di dalamnya terkandung unsur babi. Lebih mudahnya sebagian produk barang dapat dirujuk pada sertivikasi halal dari LP-POM MUI. Di samping menguntungkan para distributor sebagai simsar (makelar/broker/mitrakerja/agen/distributor) yang ingin bekerja secara mandiri dan bebas. Tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya perusahaan itu dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) termasuk oleh klaim sepihak sebagai Perusahaan MLM Syari’ah karena harus ada penjamin syariah dan bukti atau sertifikat syariah atau kehalalannya yang dapat dipertanggungjawabkan seperti dari MUI. Pada dasarnya. apakah halal atau haram tergantung kandungannya apakah terdapat unsur maupun komposisi yang diharamkan secara syariah ataukah tidak. perjudian. prestasi penjualan dan status keanggotaan distributor. pornografi dan pornoaksi. Sun Chlorella. vol. jaringan bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling) MLM. agen dan sebagainya dalam fiqih Islam adalah termasuk akad ijarah. yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang dengan imbalan. Amway. demikian halnya jasa yang dijual. Hal itu menunjukkan bahwa bisnis MLM banyak diminati banyak kalangan diantaranya mengingat jumlah populasi penduduk Indonesia yang sangat besar mencapai 200 juta jiwa. Menurut catatan APLI. Perjanjian jelas kedua belah pihak (An-Nisa: 29) . Namun untuk sahnya pekerjaan makelar ini harus memenuhi beberapa syarat disamping persyaratan diatas. DXN. pola. Pekerjaan samsarah/simsar berupa makelar. saat ini terdapat lebih dari 200-an perusahaan yang menggunakan sistem MLM dan masing-masing memiliki karakteristik. bonus dan sebagainya tergantung level. Sejak masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 80-an. (Sayid Sabiq. sistem dan model tersendiri yang menjadi dasar secara individual perusahaan MLM itu dinilai halal atau haram. 2 trilyun perbulan. Yang sering disebut masyarakat di antaranya CNI. Bayangkan kalau rata-rata minimal belanja perbulan Rp. 10 ribu per jiwa. spesifikasi. para ulama seperti Ibnu ‘Abbas. produk barang atau jasa yang dijual dan cara ataupun sistem penjualan dan pemasarannya (trading/marketing).syubhatnya tidak bisa dipukul rata. Mengenai produk barang yang dijual. Pemain yang terjun di dunia MLM yang memanfaatkan momentum dan situasi krisis untuk menawarakan solusi bisnis pemain asing maupun lokal. kemaksiatan. Tupperware. memandang boleh jasa ini. khamr. bangkai. kegiatan operasionalnya serta barang/jasa yang dijualnya setelah melalui kajian dan penelitian sesuai syariah. ‘Atha. akan terjadi transaksi dan perputaran uang sejumlah Rp. III/159) Kemunculan trend strategi pemasaran di dunia bisnis modern berupa multi level marketing memang sangat menguntungkan pengusaha dengan adanya penghematan biaya (minimizing cost) dalam iklan. Propolis Gold. Ibrahim. Kamyabi-Net. Avon. terus marak dan subur menjamur dan bertambah merebak lagi setelah adanya badai krisis moneter dan ekonomi. Perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang tetapi juga produk jasa yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee. maupun sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Halal dari Negara Lain yang diakreditasi oleh LP-POM MUI seperti The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA). melainkan tergantung sejauh mana dalam praktek manajemen. darah. termasuk yang Saudara tanyakan Tianshi bahkan juga yang berkedok MLM padahal bisnis money game (penggandaan uang) yang akhirnya bangkrut seperti Gee Cosmos. Imam Bukhari. sistem marketing. Jasa perantara penjualan ini (makelar) dalam terminologi fiqih disebut “Samsarah/simsar” ialah perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli) atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. III/159).

Ahmad. ikhlas. apakah ada unssur skema piramida atau tidak. Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut: Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisis penjualan. dan bukan permainan uang (money game). penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) itu. Apakah perusahaan MLM.2. 3. sesuai dengan hadits Nabi: “Berilah para pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya. Distributor dalam hal ini berhak menerima imbalan setelah berhasil memenuhi akadnya. tidak menipu dan tidak menjalankan bisnis yang haram dan syubhat (yang tidak jelas halal/haramnya). dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian. apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya. sesuai dengan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman. Distributor dan perusahaan harus jujur. (Al-Qashash: 77 dan Al-Muthaffifin: 26) IFANCA telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama. seperti seseorang yang belum mendapatkan target dalam batas waktu tertentu maka ia tidak mendapat imbalan yang sesuai dengan kerja yang telah ia lakukan maka bisnis MLM tersebut tidak benar. disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level. Bila terdapat unsur zhulm (kezhaliman) dalam pemenuhan hak dan kewajiban. Obyek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan. Abu Daud. memiliki track record positif dan baik ataukah tiba-tiba muncul dan misterius.” (HR. Ibnu Majah. maka hukumnya haram.” (Al-Maidah:1) dan juga hadits Nabi: “orang-orang Islam itu terikat dengan perjanjian-perjanjian mereka.” (HR. transparan. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak. apalagi yang banyak kontriversinya. kemudian menunaikan tugas pekerjaannya tetapi orang itu tidak menepati pembayaran upahnya. Dalam menjalankan bisnis dengan sistem MLM perlu mewaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul sehingga membahayakan kepribadian diantaranya: obsesi yang berlebihan untuk mencapai target penjualan tertentu karena terpacu oleh sistem ini. sistem ini akan memperlakukan seseorang (mitranya) berdasarkan targettarget penjualan kuantitatif material yang mereka capai yang pada akhirnya dapat mengkndisikan seseorang berjiwa materialis dan melupakan tujuan asasinya untuk dekat kepada Allah di dunia dan akhirat. Jumlah upah atau imbalan jasa yang harus diberikan kepada makelar atau distributor adalah menurut perjanjian. sedangkan pihak perusahaan yang menggunakan jasa marketing harus segera memberikan imbalan para distributor dan tidak boleh menghanguskan atau menghilangkannya.” (HR. Kalau ada unsur piramida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line dibawahnya. Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok atau kamuflase. Bukhari). maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi. Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat. suasana tidak kondusif yang kadang mengarah pada pola hidup hedonis ketika mengadakan acara rapat dan pertemuan bisnis. melalui laporan otomatis secara periodik. Obyek akad bukan hal-hal yang maksiat atau haram. Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek: Marketing Plan-nya. banyak yang keluar dari tugas dan pekerjaan tetapnya karena terobsesi akan mendapat harta yang banyak dengan waktu singkat. Tiga orang yang menjadi musuh Rasulullah di hari Qiyamat diantaranya “seseorang yang memakai jasa orang. (Al-A’raf: 85). Hakim dari Abu Hurairah). Abu Ya’la dan Tabrani). Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan .

Jika calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu.42 21-27 Juli 1999) sebaiknya ditinggalkan mengingat pesan Rasulullah saw: “Janganlah kalian membuat bahaya pada diri sendiri dan orang lain. PT BUS (Republika. sistem marketing fee. karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru. Barangsiapa menjaga dari syubhat maka telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang jatuh pada syubhat berarti telah jatuh pada yang haram. maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah (kemitraan) mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat keuntungan estafet. yakni membayar uang pendaftaran.: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan. No. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Ini jelas hukumnya haram karena mengandung unsur riba. BMA. dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk asing. tidak terbebasnya dari unsur-unsur haram seperti. Ini merupakan salah satu transkasi berbasis riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak semacam money game. legalitas formal. Mengenai beberapa bisnis yang memakai sistem MLM atau hanya berkedok MLM yang masih meragukan (syubhat) ataupun yang sudah jelas ketahuan tidak sehatnya bisnis tersebut baik dari segi kehalalan produknya. seperti kasus New Era 21. Ibnu Majah dan Daruquthni). Barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM menggunakan harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar. pertanggung jawaban. riba (permainan bunga ataupun penggandaan uang). terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota. Sebagaimana kasus perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya dengan memutarnya diantaranya pada investasi ribawi seperti deposito perbankan konvenisonal.” (HR. Dan apabila tidak bisa mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus. Selain itu. hedonis. zhulm dan gharar (merugikan nasabah dengan money game). Solusi Centre. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor aataupun antara produsen dan distributor. tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan. Selain itu perlu kiranya dicermati beberapa isu syariah pada bisnis MLM diantaranya sebagaimana yang disoroti oleh MUI DKI dalam Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta (hal: 288) adalah. “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada hal-hal yang syubhat di mana sebagian besar manusia tidak tahu. Dengan demikian praktek perdagangan MLM juga mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli. Dan sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib ra. dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan point atau bonus. 25/7/1999. Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi. Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijeluabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional. dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti di atas.” (HR. jika calon anggota mendaftar ke perusahaan MLM dengan membayar uang tertentu. Skema seperti ini diharamkan karena mengandung unsur gharar yang sangat jelas dan kezhaliman terhadap anggota. Bukhari dan Muslim).tidak mendorong kepada kehidupan boros. maysir (perjudian). syirkah dan mudharabah.” HR Tirmidzi dan Nasai). Tentang PT MNI . Adil.

Diposkan oleh smartinvestasi di 02.com/2011/04/melianature-dalampandangan-islam. Produk yang dipasarkan oleh dapat dipastikan kehalalannya. sehingga perlu diperhatikan segala sesuatu . Adanya bonus yang dijanjikan. mlm dalam literatur Fiqh Islam masuk dalam pembahasan Fiqh Muamalah atau bab Buyu\' (Perdagangan). Umat Islam terikat dengan persyaratan mereka\"(HR Ahmad.(HR al-Baihaqi dan Ibnu Majah). Pada dasarnya sistem mlm adalah muamalah atau buyu\' dan muamalah atau buyu\' prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur: . kecuali jika perusahaan tersebut memberikan penjelasan utuh baik melalui buku yang diterbitkan atau presentasi langsung tentang perusahaan tersebut.blogspot.Tentang HUKUM BISNIS MLM / NETWORK MARKETING diatas sebagai dasar hukum dan prinsip utama MLM SYARI’AH. Allah SWT berfirman: Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba\"(QS Al Baqarah 275). mlm juga menghilangkan biaya promosi karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor dengan sistem berjenjang(pelevelan). Abu Dawud dan al-Hakim) 1.09 http://bisnismelia-smartinvestasi. Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan\" (QS Al Maidah 2).1/VII. Dalam mlm ada unsur jasa. Dalam mlm banyak sekali macamnya dan setiap perusahaan memiliki spesifikasi tersendiri.Ghoror (penipuan) Dhoror (merugikan atau mendholimi fihak lain) .BISNIS MLM MELIA NATURE INDONESIA HALAL SESUAI SYARIAT ISLAM Berdasarkan KEPUTUSAN FATWA MUSYAWARAH KOMISI FATWA MUI KOTA BANDUNG Nomor :291/MUI-KB/E. Dari prinsip hukum diatas dapat diambil kesimpulan bahwa MLM PT MELIA NATURE INDONESIA sesuai dengan ciri – ciri MLM berbasis Syari’ah Islam dengan uraian sebagai berikut: 1.Riba\' . Oleh karena itu kami akan memberi jawaban yang bersifat batasan-batasan umum sebagai panduan bagi umat Islam yang akan terlibat dalam bidang mlm.html 7maret 2013 22:48 dikutip dari : http://syariahonline. disamakan dengan ju’alah. Rasulullah SAW bersabda: Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha\".Jahalah (tidak transparan). Untuk menilai satu persatu perusahaan yang menggunakan sistem ini rasanya tidak mungkin. 2. maka dapat diambil kesimpulan bahwa Bisnis MLM dari PT MELIA NATURE INDONESIA termasuk dalam MLM yang HALAL seperti yang telah tercantum pada bab Menetapkan poin Ketiga yaitu : MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Sehingga biaya distribusi barang sangat minim atau sampai ketitik nol. artinya seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari prosentasi harga barang dan jika dapat menjual sesuai target dia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan. mlm adalah menjual/memasarkan langsung suatu produk baik berupa barang atau jasa kepada konsumen. Wb.com/ Gimana sih sebenarnya hukum MLM? Assalamu `alaikum Wr. Ciri khas sistem mlm terdapat pada jaringannya. sesuai Sijil Pengesahan HALAL yang dikeluarkan oleh JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA. Sampai sekarang sudah ada sekitar 200 perusahaan yang mengatasnamakan dirinya menggunakan sistem mlm.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS). 4. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Peningkatan posisi bagi setiap orang dalam profesi memang terdapat disetiap usaha. Ada system binary. adapun perolehan prosentase keuntungan diperolehnya disebabkan usaha down line-nya adalah sesuatu yang dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati bersama dan tidak terjadi kedholiman. Penetapan biaya pendaftaran anggota yang tinggi tanpa memperoleh kompensasi yang diperoleh anggota baru sesuai atau yang mendekati biaya tersebut adalah celah dimana perusahaan mlm mengambil sesuatu tanpa hak. Wallahu A`lam Bish-Showab. . setingkat maupun di atas. Pendapat ketiga ini sepertinya pendapat yang lebih tepat.menyangkut jaringan tersebut: Transparansi penentuan biaya untuk menjadi anggota dan alokasinya dapat dipertanggungjawabkan. 3. Dari jumlah tersebut hanya enam yang sudah mendapat Sertifikat Syariah dari MUI. Ada juga pendapat yang mengatakan halal atau haram bergantung pada system yang diterapkan dalam MLM tersebut. bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya kamuflase. mlm adalah sarana untuk menjual produk (barang atau jasa). satu diantaranya adalah K-Link. Sehingga yang terjadi adalah Money Game atau arisan berantai yang sama dengan judi. ada juga yang mengharamkan MLM secara keseluruhan. Transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang (level) dan kesempatan untuk berhasil pada setiap orang. karena dalam prakteknya dari sekitar 600 perusahaan MLM yang terdapat di Indonesia. Hak dan kesempatan yang diperoleh sesuai dengan prestasi kerja anggota. karena anggota bukan hanya konsumen barang tersebut tetapi juga memasarkan kepada yang lainnya. Ada yang menghalalkan. viral marketing. Produk yang ditawarkan jelas kehalalannya. Dari seluruh MLM yang ada. Sehingga dia harus tahu status barang tersebut dan bertanggung-jawab kepada konsumen lainnya. masing-masing menerapkan system yang berbeda. Perolehan untung dari penjualan langsung yang dilakukan dirinya adalah sesuatu yang biasa dalam jual beli. unilevel. 66 diantaranya sudah resmi terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). http://groups. 14 Maret 2012 FATWA ULAMA TENTANG MLM Sistem pemasaran berjenjang atau MLM sedang menjadi sorotan sebagai salah satu pemutar roda ekonomi di Indonesia. tidak menzhalimi fihak yang ada di bawah. Oleh sebab itulah terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai hokum bisnis MLM. Sehingga peningkatan level dalam sistem mlm adalah suatu hal yang dibolehkan selagi dilakukan secara transparan. Seorang anggota atau distributor biasanya mendapatkan untung dari penjualan yang dilakukan dirinya dan dilakukan down line-nya. Bisnis MLM merupakan salah satu bisnis modern yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW. breakaway.com/group/SholatCenterMalang/message/364 22:53 7 maret 2013-03-08 Nasyanotes Rabu.yahoo. skema ponzi. Bicara tentang Network Marketing. dan sebagainya.

Perbedaan pendapat mengenai hukum MLM ini semakin tajam dengan adanya kerancuan istilah antara MLM dengan money game di kalangan masyarakat.com menyatakan : The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA) telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal yang dibenarkan oleh agama yang ditandatangani langsing oleh Presiden IFANCA M. Ph. Fatwa Ulama tentang MLM Dr. Setiawan Budi Utomo dalam tulisannya di laman dakwatuna. Sedangkan money game menurut fatwa DSN MUI No. Munir Chaudry. 75/DSN MUI/VII/2009 adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/pendaftaran mitra usaha yang baru/bergabung kemudian. Banyaknya bonus di dapat dari omset penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Pemasaran berjenjang pada hakikatnya adalah sebuah system distribusi barang. IFANCA mengingatkan untuk meneliti kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung atau menggunakannya dengan mengkaji aspek : .D. dan bukan dari hasil penjualan produk atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Drs. Telitilah skema kerja sebagai distributor terutama jika perusahaan MLM tersebut menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja. Apakah produknya mengandung zat-zat haram? Apakah mendapatkan jaminan untuk ditukar apabila produk cacat produksi? Investasi berlebihan. Ini patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi. KH. Apabila perusahaan menekankan target penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting atau hanya sebagai kedok. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram. dharar. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota. maysir. DSN MUI sebagai lembaga resmi yang diakui pemerintah RI dan melibatkan ulama dari berbagai Ormas Islam telah mengeluarkan fatwa yang dapat dijadiikan salah satu referensi untuk menentukan hal haramnya sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis MLM. terutama jika modal awal seperti uang pendaftarannya cukup besar. besaran maupun bentuknya harus berdasarkan prestasi kerja yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan produk dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS. Sahal Mahfudz dan Sekretaris KH. Bonus yang diberikan perusaahaan kepada anggota harus jelas jumlahnya saat transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan perusahaan. 2 3 4 5 Di Indonesia. Sistem kerja. riba'. dzulm. maksiat. Produk. Ichwan Sam pada tanggal 25 Juli 2009. 6 7 8 9 . Transaksi dalam perdagangan tidak mengandung unsur gharar.1 Marketing Plan. terutama jika mengundang banyak kontroversi. Dalam fatwa yang ditandatangani oleh Ketua DSN MUI DR. yaitu : 1 2 3 4 5 Ada obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa. dijelaskan ada 12 persyaratan bagi MLM terkategori sesuai syariah. Track Record. Apakah perusahaan tersebut memiliki track record positif atau tia-tiba muncul. Tidak ada kenaikan harga/ biaya yang berlebihan ( excessive mark up) sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas. Adakah unsur skema piramida? Unsur piramida memungkinkan distributor yang lebih dulu bergabung selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor di bawahnya sehingga merugikan downline dan hukumnya haram. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra' Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara regular tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang atau jasa.

Tidak melakukan kegiatan money game. termasuk ke Negara Indonesia. Akar dari MLM tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Amway Corporation dan produknya nutrilite yang berupa makanan suplemen bagi diet agar tetap sehat.html 22:58 7 maret 2013 Minggu. Bahkan ada sebuah sistem bisnis yang banyak menawarkan kekayaan dalam waktu singkat. kultus. Salah satu sistem bisnis tersebut adalah multi level marketing (MLM). 11 12 Halalkah bisnis yang Anda jalankan saat ini? Sumber : Global Network Diposkan oleh Lindawati Umbara di 22.10 Sistem perekrutan.01 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook http://nasyanotes.blogspot.com/2012/03/fatwa-ulama-tentang-mlm. 2005: 187). bentuk penghargaan dan acara ceremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan wajib membina dan mengawasi anggota yang di rekrutnya. berbagai jenis transaksi telah muncul dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. maksiat dan sebagainya. Banyak jenis transaksi baru yang ditawarkan yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda (Gemala Dewi dkk. Di tengah kelesuan dan keterpurukan ekonomi nasional. syariah dan akhlak mulia seperti syirik. 29 April 2012 Tinjauan Hukum Islam Terhadap Multi Level Marketing Pendahuluan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ketiga memberikan peluang untuk berkembangnya pemikiran umat Islam dalam menghadapi segala permasalahan di era globalisasi ini. .

Inilah praktek awal MLM bahwa perusahaan Rehnborg ini yang sudah bisa merekrut 15.dakwatuna. Yang sering disebut masyarakat misalnya CNI. Model bisnis ini pun kian berkembang setelah adanya badai krisis moneter dan ekonomi. dan bagaimana Islam memandang bisnis ini. Maka penulis mengangkat judul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Bisnis Multi Level Marketing. Dan para sahabat apalagi dikalangan ulama fuqaha. Untuk memberikan pemahaman bersama mengenai hukum MLM ini. karena mereka melebih-lebihkan peran dari makanan tersebut (Lihat All About MLM:23). ada yang memandang sesuai dengan era sekarang. Sejak masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 80-an.000 tenaga penjualan dari rumah kerumah dilarang beroperasi oleh pengadilan pada tahun 1951. MLM Syariah . Konsep Dasar MLM 3. seorang pengusaha Amerika yang tinggal di Cina pada tahun 1917-1927.Konsep ini dimulai pada tahun 1930 oleh Carl Rehnborg. Namun ada pula sebagian kalangan bersikap hati-hati. dan bahkan sebagian ulama memfatwakan haram terhadap bisnis jaringan ini. MLM Menurut Hukum Islam 4. sangat Pemain besar yang untuk di pengembangan dunia MLM bisnis ini (Kuswara. Maka jelaslah bahwa terdapat pandangan yang kontroversi terhadap bisnis MLM ini. Rich DeVos dan Jay van Andel pelopor dalam pengembangan bisnis ini pada tahun 1959 (Kuswara. DXN dan Propolis Gold serta yang berlabel syariah atau Islam (http://www. Dari segi hukum.2005: terjun memanfaatkan momentum dan situasi krisis untuk menawarkan solusi bisnis bagi pemain asing maupun lokal.2005: 18). Sun Chlorella. jaringan bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling) MLM terus marak dan subur menjamur. Avon. Penulis juga mengkrucutkan bahasan dengan sub topik: 1. Didukung pula dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa. Tupperware. Amway.com/2006/bisnis-dengan-sistem-mlm/). Jadi MLM ini tergolong bisnis yang baru. Definisi Multi Level Marketing (MLM) 2. Dengan kata lain belum pernah ada di zaman Rasulullah Saw. Indonesia berpotensi 18). Pendiri Amway.

Semoga ulasan berikut akan memperkaya wawasan para pengkaji hukum Islam khususnya melalui mata kuliah masail Fiqiyah Al Haditsah ini. semua . Definisi Multi Level Marketing (MLM) Multi Level Marketing (MLM) berasal dari bahasa Inggris. seorang distributor mengajak orang lain untuk ikut juga sebagai distributor. warung dan sebagainya. yaitu Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Multi level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur (id. multi beararti banyak. direct selling baik yang single level (satu tingkat) maupun multi level (banyak tingkat) bergabung dalam suatu asosiasi. Artinya penjualan dilakukan secara langsung oleh wiraniaga kepada konsumen. Di Indonesia.wikipedia. level berarti jenjang atau tingkat. MA) MLM disebut sebagai network marketing. APLI disingkat IDSA ( Indonesian Direct Selling Associations). tergabung dalam World Federation of Direct Selling Associations (WFDSA). Konsep Dasar Multi Level Marketing Mekanisme operasional pada MLM yaitu. 2. orang lain itu dapat pula mengajak orang lain lagi untuk ikut bergabung. Kemudian. Bisnis ini biasa pula disebut sebagai bisnis penjualan langsung atau direct selling. Hukum Syara MLM oleh hafidl Abdur Rohman. Begitu seterusnya. tanpa perantara seperti toko swalayan. Sehingga menuntun umat dalam menetapkan hukum muamalah dengan benar terhadap bisnis MLM di masyarakat. 2005: 188). 2005: 187). Jadi multi level marketing adalah pemasaran yang berjenjang banyak (Andreas dalam Gemala Dewi. Singkatnya MLM yang tergolong bisnis direct selling memiliki sistem pemasaran produk secara berjenjang atau jaringan melalui anggotanya sebagai pelanggan sekaligus mitra usaha. 1. Dalam MLM biasa level (tingkatan) dikenal dengan istilah Upline (tingkat atas) dan Downline (tingkat bawah) (Lihat All About MLM oleh Benny Santoso hal: 28.org/wiki/Multi-level_marketing). Kuswara (2005: 16) menambahkan bahwa dalam bahasa Inggris. karena anggota kelompok semakin banyak dan membentuk sebuah jaringan kerja ( network) (Gemala Dewi dkk. sedangkan marketing artinya pemasaran.

Sistem Kerja MLM Secara global sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota) dari .com) Keanggotaan di dalam MLM Upline biasanya merupakan anggota yang telah terlebih dahulu mendapatkan keanggotaan. artinya seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari presentasi harga barang dan jika dapat menjual sesuai target dia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan. sementara downline adalah anggota terbaru dari MLM yang masuk atas afiliasi dan anjuran seorang upline. Komisi yang diberikan di dalam MLM dihitung berdasarkan jasa distribusi yang otomatis terjadi jika konsumen dari tingkatan bawah ( downline) melakukan pembelian barang atau menjual kepada pihak lain yang bukan anggota. Namun untuk beberapa sistem MLM tertentu. Dalam MLM banyak sekali macamnya dan setiap perusahaan memiliki spesifikasi tersendiri. 2005: 188). memupuk semangat kerja pasukan dan juga berusaha untuk mempertahankan kehebatan syarikat MLM sendiri ntuk bersaing dengan syarikat-syarikat lain atau baru. kecuali jika perusahaan tersebut memberikan penjelasan utuh baik melalui buku yang diterbitkan atau presentasi langsung tentang perusahaan tersebut (syariahonline. Selain imbuhan balas jasa. merekrut anngota lama dan baru. upline akan dibayar ke atas usahanya yang sering memberi motivasi.yang diajak dan ikut merupakan kelompok distributor yang bebas mengajak orang lain lagi sampai level tanpa batas (Gemala Dewi dkk. Anggota MLM yang berada di tingkatan atas dari downline tersebut mendapatkan pula komisi tertentu sebagai imbalan jasanya memperkenalkan produk kepada downline dan membantu perusahaan MLM mendapatkan konsumen dalam arti sebenarnya. jenjang keanggotaan ini bisa berubah (tentunya dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu pula). Balas jasa kepada upline tidak bisa diberikan setiap kali mendapatkan anggota baru tetapi ianya sangat penting untuk membesarkan kumpulan dan konsumsi produk. Dalam MLM ada unsur jasa. merancang perjalanan sistem pengedaran. Untuk menilai satu persatu perusahaan yang menggunakan sistem ini rasanya tidak mungkin.

pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan (member) dari perusahaan. Jika member mampu menjaring member-member yang banyak. Para member baru juga bertugas mencari calon member-member baru lagi dengan cara seperti diatas yakni membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan. kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan. Dengan adanya para member baru yang sekaligus menjadi konsumen paket produk perusahaan. selanjutnya dia bertugas mencari anggota lainnya dengan cara yang sama. namun cukup dengan mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran. Semakin banyak member yang dapat dijaring. (Lihat Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta hal: 285-287) Ada beberapa perusahaan MLM lainnya bahwa seseorang bisa menjadi membernya tidak harus dengan menjual produk perusahaan. yakni membeli produk perusahaan dan mengisi folmulir keanggotaan.perusahaan yang melakukan praktek MLM. maka ia akan mendapat bonus dari perusahaan. dengan cara mengharuskan calon konsumen membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu. karena perusahaan merasa diuntungkan dengan adanya membermember baru tersebut. Diantara perusahaan MLM. maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya member yang sekaligus mennjadi konsumen paket produk perusahaan. dengan janji akan memberikan keuntungan sebesar hampir 100% dalam setiap bulannya. Adapun secara terperinci bisnis MLM dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mula-mula pihak perusahaan berusaha menjaring konsumen untuk menjadi member. semakin banyak . Sesudah menjadi member maka tugas berikutnya adalah mencari member-member baru dengan cara seperti diatas. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut. ada yang melakukan kegiatan menjaring dana masyarakat untuk menanamkan modal diperusahaan tersebut. maka member yang berada pada level pertama.

wikipedia. pengusahanya ditangkap pihak yang yang . Keuntungan/keberhasilan dan menindak perusahaan dengan sistem ini.org/wiki/Multi-level_marketing). Dalam MLM murni. Bonus seringkali didapat dari perekrutan. Keuntungan/keberhasilan distributor ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk Skema Piramida Sudah banyak Negara yang melarang bahkan berwajib Hanya menguntungkan bagi orang-orang yang pertama atau lebih atau lebih dulu bergabung sebagai anggota. 5. MLM pada hakikatnya adalah sistem distribusi barang. Sistem money game ini cenderung menggunakan skema piramid / (sistem piramid). No. MLM Sudah dimasyarakatkan dan diterima hampir di seluruh dunia. Berhasil meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan para anggotanya dari level atas sampai level bawah. walaupun dimungkinkan telah memiliki downline banyak. 4. 1.anggota maka akan semakin banyak bonus yang diperoleh dari perusahaan tersebut. tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tersebut menjadi kecil. Berikut ini penulis hanya memuat 5 point dari 12 Perbedaan MLM dan Sistem Piramida. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Informasi tentang jenis MLM yang benar dapat mengacu pada PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR :13/M-DAG/PER/3/2006 tentang KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG. 3. atas kerugian yang mendaftar belakang. 2. Hal ini sangat berbeda dengan money game. dan orang yang belakangan bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. dengan memuat larangan tegas di bab VII (id. bukan omzet penjualan. Kontroversi mengenai MLM Seringkali ditemukan kerancuan antara MLM dengan money game (permainan uang).

” (Al-Maidah: 2) Sabda Rasulullah saw. Asy-Syaukani. Al-An’am: 145. 191. diperlukan hanya rekruting saja. 151. MLM Menurut Hukum Islam Sistem MLM dikategorikan pembahasan fiqh muamalah dalam kitab Buyu’ mengenai jual-beli. Irsyadul Fuhul. Ahmad. karena yang berkualitas tinggi. barang atau jasa yang dibisniskan adalah halal. 286. peluang berusaha yang baik. lain yang menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu Program pembinaan format Piramida. “Tolong menolonglah atas kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan. Merupakan salah satu Bukan suatu peluang usaha.or. hal. Al-A’raf: 32.adalah boleh) selama bisnis tersebut bebas dari unsur-unsur haram seperti riba (sistem bunga).id dalam Kuswara (2005: 23-25). berfirman. melakukan pembinaan untuk jaringannya. gharar (tipuan). “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha.60) Allah swt.R.” (H. Selain itu. 3. Tidak bisa hanya Bahwa yang perlu dilakukan hanyalah ‘membeli kavling’ menunggu. dzhulm (merugikan hak orang lain). Hukum asalnya boleh. Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh.”(H. 197. bisnis MLM ini dalam kajian fikih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek: produk barang atau jasa yang dijual dan cara atau sistem penjualannya ( selling/marketing).com) Menurut Setiawan dalam Kuswara (2005: 93).penjualan/ pembelian anggota ditentukan dari produk/jasa yang bernilai dan seberapa banyak yang bersangkutan merekrut orang berguna untuk konsumen. Abu Daud. Berdasarkan kaidah fiqih ( al-ashu fil asy-ya’ al-ibahah: hukum asal segala sesuatu -termasuk muamalah. hal. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Sumber : apli. AsSuyuthi. “Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka. Hakim) (pandakeadilan.R. dan selanjutnya hanyalah menunggu.multiply. (Al-Baqarah: 29. Al-Baihaqi dan Ibnu Majah). dharar (bahaya) dan jahalah (ketidakjelasan).” (Al-Baqarah: 275). distributor sangat diperlukan Tidak ada program pembinaan agar didapat anggota yang apapun juga. . lihat: Al-Burnu. karena yang dilakukan lebih Setiap distributor harus terus menyerupai untung-untungan. hal. Al-Asybah wan Nadzair.

karena beberapa sebab yaitu : [1]. Bisnis model ini adalah perjudian murni. dengan setiap anggota harus mencari anggota-anggota baru dan demikian terus selanjutnya. Berdasarkan ini semua. Ini adalah penipuan dan manipulasi terhadap anggota . [4]. semakin banyak anggota dan semakin banyak memasarkan produknya maka akan semakin banyak bonus yang dijanjikan. dengan cara mengakses dari situs perusahaan Multi Level Marketing (MLM) ini di jaringan internet. [2]. [5]. Setiap anggota membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming-iming dapat bonus.Mengenai produk barang yang dijual. maka system bisnis semacam ini tidak diragukan lagi keharamannya. Bahwa produk ini biasa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan. karena beberapa sebab berikut ini. [3]. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) selalu memberikan nilai point pada yang berada di level atas mereka. akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yan akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang. yaitu : [1]. Pro Kontra Bisnis MLM Asy-Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali hafizahullah mengatakan bisnis MLM gambaran umumnya adalah mengikuti program piramida dalam sistem pemasaran. Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan diiming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan kepada mereka. Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan Multi Level Marketing (MLM). Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. halal atau haram tergantung kandungannya. Sebenarnya anggota tidak menginginkan produknya.

sebagaimana di firmankan oleh Allah Ta’ala. sebab seperti dipaparkan sebelumnya bahwa MLM jauh berbeda dengan sistem piramida. maka keduanya dengan sangat tegas diharamkan. arisan berantai.[2]. tatkala kita mengetahui bahwa hukum syar’i didasarkan pada maksud dan hakikatnya serta bukan sekedar polesan lainnya. juga merupakan bentuk spekulasi. Produk itu hanya bertujuan untuk mendapatkan izin dalam undang-undang dan hukum syar’i. Maka perubahan nama sesuatu yang haram akan semakin menambah bahayanya karena hal ini berarti terjadi penipuan pada Allah dan Rasul-Nya. Sebenarnya apa yang dimaksud ulama tersebut kemungkinan pertama adalah money game dan . Katakanlah : “Pada hakekatnya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia. “Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Jawabnya: “Adanya manfaat pada sebagian orang tidak bisa menghilangkan keharamannya. Beliau berkesimpulan bahwa bisnis MLM ini adalah alat untuk memancing orangorang yang sedang mimpi di siang bolong menjadi jutawan. beberapa pemaparan pandangan salah seorang ulama di atas tidaklah salah jika apa yang diistilahkan Beliau MLM itu sebenarnya sistem Piramida yang dilarang keras secara hukum Internasional. oleh karena itu sistem bisnis semacam ini adalah haram dalam pandangan syar’i. oleh karena itu mereka melarangnya karena bias membahayakan perekonomian nasional baik bagi kalangan individu maupun bagi masyarakat umum Berdasarkan ini semua. Banyak dari kalangan pakar ekonomi dunia sampai pun orang-orang non muslim meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah sebuah permainan dan penipuan.( alhelaly. [3]. Menurut hemat penulis. Dan spekulasi adalah bentuk perjudian. Namun mengenai bisnis MLM yang diidentikan bahkan disamakan dengan sistem piramida seperti money game.com). Pandangan semacam ini jelas salah persepsi dan salah interpretasi. Kalau ada yang bertanya : “Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi sebagian orang”. Dikatakan demikian. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” (Al-Baqarah : 219) Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu lebih banyak daripada manfaatnya. Bisnis ini adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil. dan penggandaan uang yang membawa-bawa nama MLM itu tidak benar. Produk Multi Level Marketing (MLM) ini bukanlah tujuan yang sebenarnya.

Jahalah (tidak transparan).sejenisnya yang berkedok MLM. Hal ini senada dengan tanggapan diplomatis dari Helmy Attamimi (ketua APLI) ketika harian terbit 14 Januari 2002 dengan headline heboh. Ciri khas sistem MLM terdapat pada jaringannya. Sehingga peningkatan level dalam sistem MLM adalah suatu hal yang dibolehkan selagi dilakukan secara transparan. • Hak dan kesempatan yang diperoleh sesuai dengan prestasi kerja anggota. 3. Sehingga yang terjadi adalah Money Game atau arisan berantai yang sama dengan judi. karena anggota bukan hanya konsumen barang tersebut tetapi juga memasarkan kepada yang lainnya. Seorang anggota atau distributor biasanya mendapatkan untung dari penjualan yang dilakukan dirinya dan dilakukan down line-nya. • Transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang ( level) dan kesempatan untuk berhasil pada setiap orang. adapun perolehan presentase keuntungan diperolehnya disebabkan usaha down line-nya adalah sesuatu yang dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati bersama dan tidak terjadi kedholiman. Berikut perlu diketahui ulasan tentang sistem MLM murni: 1.”Praktik Bisnis MLM Haram” hasil wawancara Sekretaris Umum MUI. atau MLM itu money game. MLM adalah sarana untuk menjual produk (barang atau jasa). Dhoror (merugikan atau menzalimi pihak lain). Kaidah Penting Bagi Pelaku Bisnis . Kemungkinan ketiga tidak mengerti apa itu MLM. Produk yang ditawarkan jelas kehalalannya. Perolehan untung dari penjualan langsung yang dilakukan dirinya adalah sesuatu yang biasa dalam jual beli. Peningkatan posisi bagi setiap orang dalam profesi memang terdapat disetiap usaha.com). bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya kamuflase. 2. sehingga perlu diperhatikan segala sesuatu menyangkut jaringan tersebut: • Transparansi penentuan biaya untuk menjadi anggota dan alokasinya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dia harus tahu status barang tersebut dan bertanggung-jawab kepada konsumen lainnya (syariahonline. 2005: 79). Penetapan biaya pendaftaran anggota yang tinggi tanpa memperoleh kompensasi yang diperoleh anggota baru sesuai atau yang mendekati biaya tersebut adalah celah dimana perusahaan MLM mengambil sesuatu tanpa hak.Ghoror (penipuan). setingkat maupun di atas. Pada dasarnya sistem MLM adalah muamalah atau buyu' dan muamalah atau buyu' prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur: Riba' . Din Syamsuddin (Kuswara. tidak menzalimi pihak yang ada di bawah.

w bersabda: “ Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu yang tidak ada contohnya dari kami. suatu ketetapan yang telah menjadi kaidah selayaknya tidak boleh dilanggar sama sekali. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS.a. sedangkan asal dari hukum transaksi dan muamalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”.w : “Dari ‘Aisyah radhiallahu anha berkata : “Rasulullah s. Ahmad Sabiq mengatakan ada dua kaidah yang sangat penting untuk bisa memahami hampir seluruh permasalahan yang berhubungan dengan hukum Islam. sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim Rahimahullah “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya. (Lihat I’lamul Muwaqi’in 1/344). Dalil ibadah adalah sabda Rasulullah s. Al-Baqarah: 29) (Lihat Ilmu Suhul Al-Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi. Kaidah berikut merupakan khazanah keilmuan ulama masa lampau ( salaf) yang digali kembali melalui ijtihad ulama masa kini (khalaf) dan disinergikan dengan kondisi sekarang. maka akan tertolak “(HR. Muslim) Adapun adalah firman Allah Ta’ala: dalil masalam muamalah Dia-lah Allah yang telah menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu” (QS.Penting untuk diketahui tentang kaidah atau pijakan bagi pebisnis. Al-Baqarah: 275) Juga firman-Nya: .a. Menurut hemat penulis. Al-Qawa’id al-Fiqhiyah oleh Syaikh As-Sa’di hal:5) Oleh karena itu apaun nama dan model bisnis tersebut pada dasarnya dihukumi halal selagi dilakukan atas dasar sukarela dan tidak mengandung salah satu unsur keharaman. Sehingga kaidah ini selaras dan dapat dipakai.

Muslim 1513) Penipuan Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata: “Rasulullah s. (QS. Ahmad 15/69/230. lihat Shahihul Jami 3375) Ghoror (Adanya Spekulasi yang tinggi) dan jahalah (adanya sesuatu yang tidak jelas). (HR. Muslim 1/99/102. maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut. Ibnu Majah 2224) Perjudian atau adu nasib Firman Allah Ta’ala: . janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil.w bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. kecuali dengan perniagaan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu”. Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. Abu Dawud 3435. “Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata : “Rasulullah saw melarang jual beli ghoror”.a.“Wahai orang-orang yang beriman. ternyata beliau tertipu.a. An-Nisaa: 29) Adapun hal-hal yang bisa membuat sebuah transaksi bisnis menjadi haram adalah : Riba Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata : “Rasulullah s.w melewati seseorang yang menjual makanan. (HR.

maka Dia pasti mengharamkan harganya”. adalah perbuatan syaithan maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. pelayanan kepada masyarakat dan lain sebagainya. Agar pemaparan kaidah dalam berbisnis (berniaga) di atas lebih mudah dipahami. c. (HR. kompetensi sehat. intinya segala perihal yang diharamkan jelas juga tidak dibenarkan dalam etika berbisnis. An-Nisaa:29) Yang dijual adalah barang haram Dari Ibnu ‘Abbas radhiallhuan berkata :”Rasulullah s. sesungguhnya meminum khamr. Penegasan Hukum MLM MLM halal jika: a. dan tidak ada paksaan. perlu penambahan ulasan singkat tentang etika berbisnis. segala ketentuan yang disepakati dan berlaku ketika melakukan sesuatu. berjudi. Abu dawud 3477. Adapun aspek yang difokuskan atau harus dijaga antara lain: produk halal dan thoyyib. Barang yang diperjualbelikan (al-mabi') suci. Transaksi (akad) antara pihak penjual ( al-ba'i) dan pembeli (al-musytari) dilakukan atas dasar suka sama suka (' an taradhin). bermanfaat dan transparan sehingga tidak ada unsur kesamaran atau penipuan ( gharar).w bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu.a. Muhammad (1997: 101) menjelaskan bahwa di dalam etika bisnis Islami khususnya bidang pemasaran produk. b. Baihaqi 6/12 dengan sanad shahih). janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (QS. (QS. berkorban untuk berhala. mengundi nasib. Barang-barang tersebut diperjualbelikan dengan harga yang wajar MLM Haram Jika: . Keterkaitan dengan kaidah berbisnis. Menyinggung tentang etika ini.“Hai orang-orang beriman. Al-Maaidah: 90) Kezaliman Sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman.

b. 4. melakukan praktek riba yang jelas-jelas semua diharamkan Apalagi dalam kenyataannya tidak perusahaan mampu memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan. Seseorang tidak akan mengetahui apakah bisnis MLM yang dipilihnya benar-benar MLM murni atau hanya bisnis haram yang berkedok MLM. Aspek-aspek haram dan syubhat dihilangkan dan diganti dengan nilai-nilai ekonomi syariah yang berlandaskan tauhid. Jika harga barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem perdagangan Multi Level Marketing (MLM) jauh lebih tinggi dari harga yang wajar. Di luar itu. Di tengah kontroversi hukum dari berbagai pihak dari sisi pandangan Islam tentang bisnis ini. Jika sistem perdagangan Multi Level Marketing (MLM) dilakukan dengan cara pemaksaan. maka kegiatan tersebut adalah oleh haram Allah karena s. Dengan demikian.t.w. Pilihlah sistem perdagangan MLM yang benar-benar diperbolehkan oleh syari'at Islam karena memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di atas (lmiamilzakat.t dalam surat al-Baqarah ayat 279.a. MLM syariah terus menunjukkan perkembangan (wirausaha. c.com). bahkan terkadang menggelapkan dana nasabah yang menjadi member perusahaan. Sebagaimana telah difirmankan Allah s. akhlak. maka hendaklah berhati-hati dalam melakukan kegiatan perdagangan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM). bisnis syariah di berbagai bidang terus berkembang. Tak terkecuali salah satunya. bisnis MLM syariah. dan hukum muamalah.com). maka hukumnya haram. MLM Syariah adalah sebuah usaha MLM yang mendasarkan sistem operasionalnya pada prinsip-prinsip syariah. Maksud berhati-hati di sini adalah selektif dalam menentukan pilihan bisnis ini. Jika perusahaan Multi Level Marketing (MLM) melakukan kegiatan menjaring dana masyarakat untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut dengan janji akan memberikan keuntungan tertentu dalam setiap bulannya. atau barang yang diperjualbelikan tidak jelas karena dalam bentuk paket yang terbungkus dan sebelum transaksi tidak dapat dilihat oleh pembeli. Kuswara (2005: 86) mengemukakan. .w. MLM Syariah Gaung ekonomi syariah di tanah air tak cukup hanya dilihat dari tumbuhnya lembaga keuangan syariah. maka hukumnya haram karena mengandung unsur kesamaran atau penipuan (gharar).

dharar dan jahalah (Gemala Dewi dkk. Semakin banyak anggota dan distributor. benar dan utuh. karena tidak semua MLM sama dalam menjalankan bisnisnya. tidak berdusta. jujur. maka pada dasarnya segala bentuk . 2005: 192). bentuk transaksi yang dijalankan. Jenis produk haruslah produk yang benar-benar terjamin kehalalannya dan kesuciannya. MLM syariah harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. maka harga makin menurun. Sistem distribusi pendapatan. perlu adanya pemahaman secara baik. Dalam menyikapi bisnis ala MLM. Persoalan bisnis MLM yang ditanyakan hukum halal-haram maupun status syubhat-nya tidak bisa dipukul rata. sehingga dalam menetapkan hukum pun juga berbeda antara satu MLM dengan MLM yang lain dikarenakan ada perbedaan dalam hal produk yang dijadikan komuditi. Tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya perusahaan itu dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).Suhrawardi K. dan tidak merugikan orang lain. 3. dan bentuk transaksi yang diterapkan. juga tidak dapat dimonopoli oleh pengakuan sepihak sebagai perusahaan MLM Syariah atau bukan. 4. serta berakhlak mulia. jika terdapat unsur-unsur yang diharamkan syariat. Melainkan. 2. haruslah dilakukan secara professional dan seimbang. jika ditinjau dari segi barang yang dijual.com/2006/). Artinya tidak terjadi eksploitasi antarsesama. jika terbukti bahwa dalam suatu bisnis.Lubis dalam Gemala Dewi dkk (2005: 191) menegaskan. termasuk MLM. Penutup Multi Level Marketing tidak bertentangan dengan Hukum Perikatan Islam sepanjang memenuhi rukun dan syarat-syarat perikatan menurut hukum Islam serta tidak mengandung unsur-unsur riba. maka bisnis tersebut haram hukumnya. Apresiasi distributor haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. namun jika tidak ada hal-hal yang dilarang oleh syariah. kalaupun keuntungan (komisi dan bonus) bagi para anggota berasar dari keuntungan penjualan barang. Tidak memaksa. gharar. Penetapan harga. tergantung sejauh mana prakteknya setelah dikaji dan dinilai sesuai syariah (dakwatuna. apapun bentuknya.

wirausaha. 2005 http://fai. REFERENSI Gemala Dewi.com/journal/item/11 http://www. 2005 Muhammad. Sebagai umat Islam sudah sepantasnya bisa lebih selektif dalam bermuamalah.elcom. pastikan bahwa di dalamnya tidak ada ke-4 hal tersebut. Jakarta: Prenada Media.elcom.com/2006/bisnis-dengan-sistem-mlm/ http://www. Yakni MLM syariah. Mengenal MLM Syariah Dari Halal-Haram. 1997.com. Dari sekian banyak sistem MLM yang ditawarkan oleh perusahaan tertentu. Selain berbisnis.id/mod/forum/discuss. Kiat Berwirausaha.syariahonline. Depok: QultumMedia.ac. http://www. para anggotanya dibimbing agar bekerja sesuai prinsip syariah bahkan berdakwah melalui bisnis. Dan InsyaAllah.php?d=91 http://id.id/). MLM syariah membawa berkah.ac.muamalah adalah boleh. jangan terlalu terburu-buru tergiur dengan tawaran cepat kaya dan seterusnya. sampai dengan pengelolaannya. Etika Bisnis Islami. yang akan membuat anda jauh ke dalam hal yang diharamkan Allah SWT.multiply. Sehingga kita tidak bisa terburu-buru memvonis bahwa bisnis MLM itu halal atau haram. Hukum Perikatan Islam di Indonesia .com/bisnis/syariah/rambu_rambu_bisnis_mlm_syariah. Yogyakarta: UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.wikipedia. sampai ada dalil yang menerangkan atas keharamannya (fai. Yeni Salma Barlinti.umy.org/wiki/Multi-level_marketing http://pandakeadilan.umy. Wirdyaningsih. .dakwatuna. Carilah keterangan dan perdalam terlebih dahulu wawasan dan pengetahuan atas sebuah tawaran ikut dalam MLM. ada baiknya memilih MLM yang berlandaskan prinsip Islam. sebelum kita teliti dan bedah dulu `isi perut`nya dengan pisau analisa syariah yang `tajam dan terpercaya`. Teliti dan ketahui dengan pasti maka jauh sebelum anda memutuskan untuk bergabung dengan sebuah MLM tertentu.html Kuswara.

alhelaly. Hal itu tentunya selama bisnis yang dilakukan memenuhi unsur syariah yaitu bebas dari unsur-unsur haram diantaranya.com/2012/04/tinjauan-hukum-islamterhadap-multi.com http://naturalspiritualquention. Semua bisnis termasuk yang menggunakan sistem MLM dalam literatur syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori mu’amalat yang dibahas dalam bab Al-Buyu’ (Jual-beli) yang hukum asalnya dari aspek hukum jual-belinya secara prinsip boleh berdasarkan kaidah fiqih sebagaimana dikemukakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya. ternyata beliau tertipu. Muslim) Penipuan (Tadlis/Ghisy). Setiawan Budi Utomo yang kami cintai.html 23:05 08-03-2013 Halalkah Bisnis MLM dan Money Game? Yuda Dunya Permana – Rabu. Ibnu Majah 2224) 2 3 . lihat Shahihul Jami 3375) Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas). Langsung saja. Dari Abu Hurairah ra. saya mau tannya apakah sistem MLM yg diterapkannya itu Halal? Apakah terdapat unsur money game dalam Bisnis MLM? Adakah yang sesuai syariah diantara perusahaan MLM yang ada di Indonesia saat ini? Terima Kasih. sekarang ini sedang banyak bisnis MLM. (Lihat I’lamul Muwaqi’in 1/344). H. Wa’alaikumussalam Wr. Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut. Hukum Tansaksi Valas dan Spekulasi Kurs Mata Uang Assalamu’alaikum Wr. (HR. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan. sedangkan asal dari hukum transaksi dan mu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”. berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli gharar”. berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Dari Abu Hurairah ra. (HR. Wassalam * Pertanyaan ini mewakili beberapa pertanyaan senada lainnya.blogspot. contohnya Tianshi atau Tiens. Ahmad 15/69/230. 1 Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga). Abu Dawud 3435. Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ustadz DR.Wb. Muslim 1/99/102. 21 Syawwal 1429 H / 22 Oktober 2008 01:04 WIB Berita Terkait .www. Wb.

al-Baihaqi dan Ibnu Majah). spesifikasi.Al-Maidah:2) Sabda Rasulullah saw: “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha.4 Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktifitas Riil). As-Suyuthi. akan terjadi transaksi dan perputaran uang sejumlah Rp. Persada Network. jaringan bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling) MLM. sistem marketing. terus marak dan subur menjamur dan bertambah merebak lagi setelah adanya badai krisis moneter dan ekonomi. hal. DXN.” (QS. Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim 5/746. termasuk yang Saudara tanyakan Tianshi bahkan juga yang berkedok MLM padahal bisnis money game (penggandaan uang) yang akhirnya bangkrut seperti Gee Cosmos.” (HR. Allah SWT. Propolis Gold. Firman Allah: “Wahai orangorang yang beriman. Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh. Irsyadul Fuhul. AlMaidah: 90) Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm).” (QS. Persoalan bisnis MLM yang ditanyakan mengenai status hukum halal-haram maupun status syubhatnya tidak bisa dipukul rata. “Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka. Sun Chlorella.Ahmad. Tupperware.60). Yang sering disebut masyarakat diantaranya CNI. An-Nisaa:29) Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram. 286. Menurut catatan APLI. “Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan. Mengenai produk barang yang dijual. Hal itu menunjukkan bahwa bisnis MLM banyak diminati banyak kalangan diantaranya mengingat jumlah populasi penduduk Indonesia yang sangat besar mencapai 200 juta jiwa. Abu Dawud. kegiatan operasionalnya serta barang/jasa yang dijualnya setelah melalui kajian dan penelitian sesuai syariah. saat ini terdapat lebih dari 200-an perusahaan yang menggunakan sistem MLM dan masing-masing memiliki karakteristik. Hakim). Kamyabi-Net. mengundi nasib.” (HR. Al-Asybah wan Nadzair. Bayangkan kalau rata-rata minimal belanja perbulan Rp 10 ribu per jiwa. Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang beriman. pola. Al-Burnu. apakah halal atau haram tergantung kandungannya apakah terdapat unsur maupun komposisi yang diharamkan secara . 197. Bisnis MLM ini dalam kajian fiqih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek. Avon. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (QS. hal. berkorban untuk berhala. Tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya perusahaan itu dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) termasuk oleh klaim sepihak sebagai Perusahaan MLM Syari’ah karena harus ada penjamin syariah dan bukti atau sertifikat syariah atau kehalalannya yang dapat diperftanggungjawabkan seperti dari MUI. maka Dia pasti mengharamkan harganya”. melainkan tergantung sejauh mana dalam praktek manajemen. (HR.2 trilyun perbulan. Sejak masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 80-an. berfirman: “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. sesungguhnya meminum khamr.AlBaaqarah:275). Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad shahih) 5 6 (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. berjudi. Pemain yang terjun di dunia MLM yang memanfaatkan momentum dan situasi krisis untuk menawarakan solusi bisnis pemain asing maupun lokal. Amway. 191. hal. berkata :”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu. adalah perbuatan syaithan maka jauhilah. produk barang atau jasa yang dijual dan cara ataupun sistem penjualan dan pemasarannya (trading/marketing). Asy-Syaukani. Dari Ibnu ‘Abbas ra. sistem dan model tersendiri yang menjadi dasar secara individual perusahaan MLM itu dinilai halal atau haram.

” (HR. Lebih mudahnya sebagian produk barang dapat dirujuk pada sertivikasi halal dari LP-POM MUI. yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang dengan imbalan. Bila terdapat unsur dzulm (kezaliman) dalam pemenuhan hak dan kewajiban. Ibrahim. pornografi dan pornoaksi. demikian halnya jasa yang dijual. memandang boleh jasa ini. Namun untuk sahnya pekerjaan makelar ini harus memenuhi beberapa syarat disamping persyaratan diatas. transparan. ‘Atha. Di samping menguntungkan para distributor sebagai simsar (makelar/broker/mitrakerja/agen/distributor) yang ingin bekerja secara mandiri dan bebas. Ibnu Sirin. 3. Dalam menjalankan bisnis dengan sistem MLM perlu mewaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul sehingga membahayakan kepribadian diantaranya: obsesi yang berlebihan untuk mencapai target penjualan tertentu karena terpacu oleh sistem ini. An-Nisa: 29) 2. Perjanjian jelas kedua belah pihak (QS. sesuai dengan hadits Nabi: “Berilah para pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya. Al-A’raf: 85). Imam Bukhari. meskipun produk yang belum disertivikasi halal memang belum tentu haram tergantung pada kandungannya.syariah ataukah tidak. kemaksiatan. (Sayyid Sabiq.Ahmad. Pekerjaan samsarah/simsar berupa makelar.” (HR. suasana . Distributor dan perusahaan harus jujur. III/159). Obyek akad bukan hal-hal yang maksiat atau haram. Tiga orang yang menjadi musuh Rasulullah di hari Qiyamat diantaranya “seseorang yang memakai jasa orang. kemudian menunaikan tugas pekerjaannya tetapi orang itu tidak menepati pembayaran upahnya. khamr. distributor. seperti seseorang yang belum mendapatkan target dalam batas waktu tertentu maka ia tidak mendapat imbalan yang sesuai dengan kerja yang telah ia lakukan maka bisnis MLM tersebut tidak benar. (Fiqh As-Sunnah. para ulama seperti Ibnu ‘Abbas.” (HR. Al-Maidah:1) dan juga hadits Nabi: “orangorang Islam itu terikat dengan perjanjian-perjanjian mereka. tidak menipu dan tidak menjalankan bisnis yang haram dan syubhat (yang tidak jelas halal/haramnya). Bukhari). penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) itu.” (QS. Perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang tetapi juga produk jasa yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee. Obyek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan. Abu Ya’la dan Tabrani). Sebagai contoh adakah di dalamnya terkandung unsur babi. Jumlah upah atau imbalan jasa yang harus diberikan kepada makelar atau distributor adalah menurut perjanjian. antara lain sebagai berikut: 1. Jasa perantara penjualan ini (makelar) dalam terminologi fiqih disebut “Samsarah/simsar” ialah perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli) atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. vol. ikhlas. prestasi penjualan dan status keanggotaan distributor. Distributor dalam hal ini berhak menerima imbalan setelah berhasil memenuhi akadnya. III/159) Kemunculan trend strategi pemasaran di dunia bisnis modern berupa multi level marketing memang sangat menguntungkan pengusaha dengan adanya penghematan biaya (minimizing cots) dalam iklan. Pada dasarnya. maupun sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Halal dari Negara Lain yang diakreditasi oleh LP-POM MUI seperti The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA). sesuai dengan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman. agen dan sebagainya dalam fiqih Islam adalah termasuk akad ijarah. darah. sedangkan pihak perusahaan yang menggunakan jasa marketing harus segera memberikan imbalan para distributor dan tidak boleh menghanguskan atau menghilangkannya. promosi dan lainnya. bonus dan sebagainya tergantung level. Hakim dari Abu Hurairah). Fiqh AsSunnah. Ibnu Majah. Abu Dawud. bangkai. (QS. perjudian.

Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek: 1 Marketing Plan-nya. banyak yang keluar dari tugas dan pekerjaan tetapnya karena terobsesi akan mendapat harta yang banyak dengan waktu singkat. melalui laporan otomatis secara periodik. apakah ada unssur skema piramida atau tidak. maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi. Kalau ada unsur piamida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line dibawahnya. Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok atau kamuflase. Apakah perusahaan MLM. apalagi yang banyak kontriversinya. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak.tidak kondusif yang kadang mengarah pada pola hidup hedonis ketika mengadakan acara rapat dan pertemuan bisnis. IFANCA telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama. maka hukumnya haram. Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijeluabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional. Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisis penjualan. apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya. 2 3 4 5 Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut: 1 2 3 4 5 6 . Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros. disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level. sistem ini akan memperlakukan seseorang (mitranya) berdasarkan target-target penjualan kuantitatif material yang mereka capai yang pada akhirnya dapat mengkndisikan seseorang berjiwa materialis dan melupakan tujuan asasinya untuk dekat kepada Allah didunia dan akherat. Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat. AlQashash: 77 dan Al-Muthaffifin: 26). (QS. dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk asing. dan bukan permainan uang (money game). hedonis. memiliki track record positif dan baik ataukah tiba-tiba muncul dan misterius. terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor aataupun antara produsen dan distributor. Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi. dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian.

dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti diatas. tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan. PT Usahajaya Ficooprasional (UFO). 25/7/1999. PT Exer Indonesia. 3. Dan apabila tidak bisa mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus.Mengenai beberapa bisnis yang memakai sistem MLM atau hanya berkedok MLM yang masih meragukan (syubhat) ataupun yang sudah jelas ketahuan tidak sehatnya bisnis tersebut baik dari segi kehalalan produknya. yakni membayar uang pendaftaran. maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah (kemitraan) mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat keuntungan estafet.42 21-27 Juli 1999) sebaiknya ditinggalkan mengingat pesan Rasulullah saw: “Janganlah kalian membuat bahaya pada diri sendiri dan orang lain. dzulm dan ghoror (merugikan nasabah dengan money game). Bukhari dan Muslim).” HR Tirmidzi dan Nasai). 1 Barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM menggunakan harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar. syirkah dan mudharabah. tidak terbebasnya dari unsur-unsur haram seperti. “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada hal-hal yang syubhat di mana sebagian besar manusia tidak tahu. perusahaan yang telah terdaftar sebagai MLM syariah dan mendapatkan sertifikat bisnis syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI sekaligus mendapatkan jaminan kesesuaian syariah dalam produk dan kegiatan operasional bisnisnya dari MUI yang diwajibkan memiliki Dewan Pengawas Syariah baru tiga perusahaan.” (HR. Jika calon anggota mendaftar ke perusahaan MLM dengan membayar uang tertentu. maysir (perjudian). seperti kasus New Era 21. dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan point atau bonus. Solusi Centre. Ibnu Majah dan Daruquthni). Barangsiapa menjaga dari syubhat maka telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang jatuh pada syubhat berarti telah jatuh pada yang haram.: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Dan sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib ra. legalitas formal. PT BUS (Republika. Untuk lebih memudahkan dalam mengetahui status kehalalan atau kesyariahan perusahaan MLM. Adil. pertanggung jawaban. No. sistem marketing fee. Jika calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu. 1. Hal ini diharamkan karena mengandung unsur gharar yang sangat jelas dan kedzaliman terhadap anggota. riba (permainan bunga ataupun penggandaan uang). BMA. Ini merupakan salah satu transkasi berbasis riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yang lebih banyak semacam money game. Dengan demikian praktek perdagangan MLM juga mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli. karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru. Selain itu perlu kiranya dicermati beberapa isu syariah pada bisinis MLM diantaranya sebagaimana yang disoroti oleh MUI DKI dalam Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta (hal: 288) adalah. Sebagaimana kasus 2 3 .” (HR. 2. yaitu. dapat diketahui bahwa sampai posisi sekarang ini (Oktober 2008). PT Ahad-Net Internasional.

Penjualan secara langsung satu-satu ke teman atau saudara menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaan belanjanya secara drastis.perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya dengan memutarnya diantaranya pada investasi ribawi seperti deposito perbankan konvenisonal. dan sebagian besar pengiklanan akan mati karena MLM. Perlu dipelajari lebih lanjut bahwa bagi hampir semua orang yang menanamkan uang. Perlu dicamkan bahwa kurang dari 1% dari keseluruhan penjualan dilakukan melalui MLM dan banyak volume dari penjualan ini terjadi karena pembelian oleh para distributor baru yang sebenarnya membayar biaya pendaftaran untuk sebuah bisnis yang selanjutnya akan dia tinggalkan. MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil. dan dengan kagok mengadakan transaksi bisnis dengan teman dekat atau saudara. Kedua: Jejaring (network) marketing (pemasaran mengandalkan jaringan) dikenalkan sebagai cara baru yang paling populer dan efektif untuk membawa produk ke pasar. Ketiga: Di suatu saat kelak. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup. Perlu diperhatikan jika anda mengikuti aktivitas andalan MLM berupa penjualan keanggotaan secara terus-menerus dan mengamati hukum dasarnya. Herald Press Charlotte) sebagai berikut: Pertama: MLM dikenalkan sebagai bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. katalog. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. bukan trend masa depan. Konsumen menyukai membeli produk dengan cara door-to-door. semua produk diklaim akan dijual dengan model MLM. MLM sama sekali tidak bias menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Ini jelas hukumnya haram karena mengandung unsur riba. . MLM berakhir dengan hilangnya uang. Namun. berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung? Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Para pengecer. perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. mall. Ketidak-layakan penjualan door-to-door inilah yang menjadi alasan kenapa pada kenyataannya MLM merupakan bisnis yang terus-terusan menjual kesempatan menjadi distributor. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Dengan demikian. Fitzpatrick dan Joyce K. membeli dengan tidak nyaman. yakni penjualan eceran satu-satu ke konsumen. Penjualan eceran satusatu ke konsumen merupakan cara kuno. Sebagai catatan akhir dalam rangka pertimbangan memasuki bisnis MLM sekaligus sebagai filter teknis agar tidak terjebak kepada pola MLM konvensional yang tidak meneerapkan system syariah sebagian kadang melakukan praktik eksploitatif yang tidak adil melalui skema sistem piramida marketing. Jadi. Reynolds dalam bukunya False Profits: Seeking Financial and Spiritual Deliverance in MultiLevel Marketing and Pyramid Schemes. maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. kerap kali membayar lebih mahal untuk sebuah produk. kalau toh bisnis ini lebih berkelayakan. seseorang mendapatkan pilihan terbatas. saya merasa perlu menyampikan fenomena penyesatan intelektual kalau tidak dikatakan sebagai kebohongan dalam kampanye dan propaganda MLM konvensional sebagaimana 10 catatan yang ditulis oleh Robert L. anda akan menemukan sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Namun yang lebih pasti.

Jika pembelanjaan dan pendaftarannya menurun. Janji-janji ini disajikan sebagai tiket menuju kepuasan diri. budaya bisnis MLM membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya dan membelokkan aspirasi seseorang untuk mengekspresikan bakatnya. MLM tumbuh dengan cara yang sama dengan tumbuhnya perjudian dan lotere. Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta. Penyalahgunaan ajaran-ajaran spiritual ini pastilah pertanda bahwa penawaran investasi MLM merupakan penyesatan. Keenam: Sukses dalam MLM itu diklaim mudah dan semua teman dan saudara harus dijadikan prospek. konsumen. maupun distributor. maka menurun pula tingkat keterlibatannya dalam "komunitas" tersebut. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang. Keempat: MLM dinilai sebagai gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. Pertumbuhan MLM adalah perwujudan bukan dari nilai tambahnya terhadap ekonomi. Jika sebuah produk dikemas dengan bendera atau agama tertentu. waspadalah! "Komunitas". Perlu mendapatkan pencerahan lebih lanjut bahwa peminjaman konsep spiritual (kerohanian) maupun emosional seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatif untuk mengiklankan keanggotaan MLM. dan dukungan. jika bukan karena usaha keras anda sendiri maka kekayaan itu berasal dari seseorang yang tidak anda kenal yang mungkin akan bergabung dengan downline anda. Perlu dicamkan kembali bahwa komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Selain dari sifatnya yang menghancurkan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup.MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup. Perusahaan-perusahaan besar Fortune 100 akan tumbang sebagai akibat dari janji-janji kekayaan dan kemewahan yang disodorkan oleh penjaja MLM. Pendukung MLM senantiasa menekankan bahwa anda dapat menjadi kaya. ”kekeluargaan” dan "dukungan" yang ditawarkan oleh organisasi MLM kepada anggota baru semata-mata didasarkan pada belanjanya. . namun lebih merupakan perwujudan dari tingginya ketakutan ekonomi dan perasaan tidak aman serta meningkatnya impian untuk menjadi kaya dengan mudah dan cepat. Kelima: MLM sering mendeklarasikan dirinya sebagai adalah gerakan spiritual dalam bisnis. dan klaim bahwa MLM merupakan pelaksanaan prinsip-prinsip agama adalah penyesatan besar dari ajaran-ajaran rohani sekalipun menurut penulis buku ini dikaitkan dengan kristiani dan injil. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan. Mereka yang memusatkan harapan dan impiannya pada kekayaan dalam doa-doanya jelas kehilangan pandangan akan spiritualitas murni sebagaimana yang diajarkan oleh semua agama yang dianut umat manusia. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. kesetiaan. Pesona MLM yang berlebihan mengenai kekayaan dan kemewahan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar manusia berkaitan dengan karya yang bernilai dan memberikan kepuasan untuk sesuatu yang menjadi bakat dan minatnya. pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk. Singkatnya. penggunaan kata-kata seperti "komunitas" dan “kekeluargaan” untuk menggambarkan kelompok penjualan. atau istilah orang MLM "big fish". Perlu diperhatikan lagi bahwa daya tarik paling menyolok dari industri MLM sebagaimana yang disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri materialismenya.

Tidak ada batas untuk tempat. semua orang dianggap prospek. Perlu dipertimbangkan kembali secara masak bahwa MLM bukanlah self-employment (usaha mempekerjakan sendiri) yang sejati.Ketujuh: Anda dimotivasi untuk dapat melakukan MLM di waktu luang sesuai kontrol anda sendiri karena sebagai sebuah bisnis. Profesi. Kedelapan: MLM dianggap bisnis baru yang positif dan suportif mendukung yang memperkuat jiwa manusia dan kebebasan pribadi. Kesepuluh: MLM sering menolak dianggap sebagai program piramid karena adanya produk (barang) yang dijual dan bukan money game. Dalam MLM. Perlu dipikirkan kembali bahwa pengalaman puluhan tahun yang melibatkan jutaan manusia telah menunjukkan bahwa mencari uang lewat MLM menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa serta ketrampilan dan ketabahan yang tinggi. bukannya kemandirian dan individualitas. Banyak MLM jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut dan sementara ini tetap beroperasi karena belum ada yang menuntut. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Keikutsertaan dalam MLM menuntut orang untuk meniru model yang ada secara ketat. Kesembilan: MLM merupakan pilihan terbaik untuk memiliki bisnis sendiri dan mendapatkan kemandirian ekonomi yang nyata. Di Amerika contohnya. maupun waktu. Selain dari kerja keras dan bakat. Hampir semua kontrak MLM memungkinkan dilakukannya pemutusan keanggotaan dengan gampang dan cepat. "Memiliki" keanggotaan distributor MLM hanyalah ilusi. Cara perekrutan selalu menyebutkan ramalan akan runtuhnya model-model distribusi yang lain. selain menyesatkan kerapkali juga menimbulkan dampak menurunkan semangat bagi orang yang ingin meraih kesuksesan sesuai visinya sendiri tentang sukses dan kebahagiaan. downline dapat diambil alih dengan berbagai alasan. sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Selain dari putus kontrak. runtuhnya kekokohan ekonomi Amerika. perdagangan. Distributor MLM bukanlah pengusaha (enterpreneur). Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Perlu dicamkan kembali bahwa MLM sebagian besar berjalan karena adanya ketakutan. juga bukan jawaban atas tuduhan tentang praktek perdagangan yang tidak sehat (unfair) sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang negara bagian maupun federal di Amerika. MLM dinyatakan sebagai tumpuan terbaik terakhir bagi banyak orang. MLM bisa menjadi bisnis yang legal jika sudah memenuhi prasyarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh FTC (Federal Trade Commission) dan Jaksa Agung negara bagian. Dibalik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang. dan sedikitnya kesempatan di bidang lain (profesi atau jasa). Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara interaksi yang lain. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain. Perlu diamati bahwa penjualan produk sama sekali bukan penangkal bagi MLM untuk lolos dari undang-undang anti program piramid. Sebuah bisnis yang sehat tidak akan menunjukkan keunggulannya dengan menyajikan ramalan-ramalan buruk dan peringatan-peringatan menakutkan. Akibatnya. pengadilan sempat menetapkan angka 70% untuk . orang. Beberapa perusahaan MLM melarang anggotanya memiliki keanggotaan MLM lain. dan usaha konvensional terus-menerus dikecilkan artinya dan diremehkan karena tidak menjanjikan "penghasilan tak terbatas". namun hanya pengikut pada sebuah sistem hirarki yang rumit di mana mereka hanya punya sedikit kendali. tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM. Pendekatan ini. MLM juga jelas-jelas menggerogoti lebih banyak wilayah kehidupan pribadi dan lebih banyak waktu. MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Hal ini juga merupakan potensi moral hazard yang dapat terjadi di Indonesia. Menjadi karyawan adalah sama dengan perbudakan bagi mereka yang "kalah".

terkesan seolah-olah bisnis ini merupakan gelombang bisnis masa depan. model MLM akan tampak seolah-olah tidak akan ada matinya bagi para mitra bisnis. vitamin. dan pengakuannya tentang penguasaan dalam distribusi produk adalah persis seperti validitas penampakan makhluk luar angkasa ET. berhasil mengumpulkan informasi. alat kesehatan dan produk konsumsi lainnya. bukannya berupa promosi produk ke para pembeli. Bisnis MLM tumbuh dan perusahan-perusahaan MLM pun bermunculan. penjelasannya yang mengagumkan tentang model bisnis jaringan. yakni penjualan langsung. dan PHK karyawan. Banyak orang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa keberhasilan dapat diperoleh siapa saja yang secara setia mengikuti sistem ini dan menerapkan metodemetodenya. Maksudnya.menentukan legalitas MLM. system MLM yang memungkinkan direkrutnya distributor dalam jumlah tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran jelas-jelas tidak stabil. nutrisi. pendapatan para distributor di posisi puncak dan keuntungan para perusahaan pemberi sponsor berasal dari masuknya para investor (penanam uang) baru secara terus-menerus di tingkat bawah. namun sesungguhnya program investasi bagi para distributor yang secara seringnya menyesatkan digambarkan dengan pendapatan tinggi. modal kecil. Karenanya. Konstituen atau penopang utama industri MLM bukanlah publik konsumen namun para penanam uang yang menaruh harapan. fakta. . dan ketertarikan membeli pada pihak konsumen. Sebagaimana pada semua program piramid. model bisnis yang sedang mendapatkan momentum. Kegiatan penarikan anggota ada di mana-mana. Ketentuan ini tentu saja akan membuat hampir semua MLM masuk kategori melanggar hukum. arah pemasaran MLM ditujukan terutama kepada calon (prospek) distributor. dan sukses dalam waktu singkat serta mandiri. yaitu menggaet pemilik uang (investor) ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda. dan sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya. penggunaan waktu sedikit. seperti pada momentum krisis keuangan. Bisnis inti MLM. dan masukan-masukan yang menunjukkan bahwa bisnis MLM pada dasarnya adalah bentuk lain dari kebohongan pasar bebas. Janji-janji tentang perolehan financial dengan mudah serta kaitan antara kekayaan dengan kebahagiaan tertinggi juga berperan besar dalam kondisi pasar ini. krim kulit. Struktur MLM. globalisasi. minimal 70% produk yang dijual MLM harus dibeli oleh konsumen non-distributor. lompatan ekonomi keluarga. Para pelaksana MLM terbesar mengakui bahwa mereka hanya menjual 18% produknya ke non-distributor. persis seperti program pyramid sebelum akhirnya tumbang atau dituntut oleh pihak berwenang. Validitas pernyataan industri MLM tentang potensi pendapatan si distributor. Pasar bagi para penanam uang ini tumbuh subur di saat-saat terjadinya perubahan ekonomi. di mana posisi pada rantai penjualan yang tak berujung dicapai dengan cara menjual atau membeli barang. MLM akan menggantikan sebagian besar model pemasaran dan penjualan jenis lain. Akibatnya. secara matematis tidak bisa dipertahankan. Juga. berlawanan dengan trend dalam teknologi komunikasi yakni distribusi yang cost-effective (berbiaya rendah). Dengan pengalaman penulis buku ini selama 14 tahun di bidang konsultan korporat untuk bidang distribusi dan setelah lebih dari 6 tahun melakukan riset dan menulis mengenai MLM. Hal ini bisa dianalogikan dengan menyebut pembelian tiket lotere sebagai "usaha bisnis" dan memenangkan hadiahnya sebagai " pendapatan seumur hidup bagi siapa saja". dan bahwa pada akhirnya semua orang akan menjadi distributor MLM. Produk MLM yang sesungguhnya bukanlah jasa. Kegiatan penjualan secara eceran dalam MLM pada kenyataannya merupakan topeng dari bisnis utamanya. Jika dilihat secara kasar dari segi keuntungan perusahaan dan kekayaan kelompok elite di posisi puncak. Pada realitas kebanyakan. semakin banyak diterima dan diakui secara legal. prestasi ekonomi MLM seringnya dibayar dengan angka kegagalan yang tinggi dan kerugian finansial bagi jutaan orang yang mencoba membeli ataupun bergabung sebagai distributor.

walaupun nama mereka tidak tercantum dalam APLI (APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia. Penggunaan istilah MLM oleh perusahaan money game biasanya adalah karena mereka tidak ingin bisnis orang jadi malas bergabung jika mereka terang-terangan menyebut nama money game. bukan dari biaya pendaftaran. Namun seringkali yang ada adalah bahwa produk yang dijual tersebut memiliki kualitas dan mutu yang biasa-biasa saja kalau tidak mau disebut asal-asalan. Pada Perusahaan MLM sejati. 2008) dapat diketahui ciri-ciri bisnis yang dapat diindikasikan sebagai bisnis Money Game sebagai berikut: 1 Perusahaan yang mengadakan bisnis itu biasanya mengatakan bahwa bisnisnya adalah bisnis MLM. tapi minimal biasanya sekitar Rp 400 ribuan. sepakat mengharamkan jenis jual beli dengan sistem MLM. tingginya biaya pendaftaran yang diminta adalah karena mereka harus membayar bonus penghasilan bagi orang-orang di atas Anda yang sudah lebih dulu bergabung. mengingat Perusahaan MLM yang sejati biasanya hanya meminta biaya pendaftaran yang besarnya biasanya tidak sampai Rp 150 ribuan (itu pun tidak termasuk produk). Sedangkan pada perusahaan money game. Rendahnya biaya pendaftaran pada perusahaan MLM adalah agar semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bergabung. Itu jelas money game. Karena itulah. sulit disebut sebagai bisnis MLM. Padahal ini sebetulnya merupakan faktor kunci dari sebuah bisnis MLM yang sejati. Pada Perusahaan MLM. Jumlah itu sebetulnya bisa dianggap cukup besar. Anda akan diminta membayar sejumlah dana yang cukup besar hanya untuk mendaftar saja. sebuah asosiasi yang salah satu fungsinya adalah menyaring mana perusahaan yang betul-betul berbisnis penjualan langsung. Karena itu mereka biasanya menyebut dirinya MLM. Dari beberapa sumber diantaranya APLI sebagaimana juga dikemukakan konsultan financial planner (Safir Senduk. Saudi Arabia mengharamkan MLM yang tertuang dalam Fatwa Lajnah Daimah Saudi nomor 22935 demikian halnya Majma’ Fiqh (Lembaga Fikih) Sudan dalam keputusan rapat nomor 3/23 tertanggal 17 Rabiul Akhir 1424/17 Juni 2003. Jumlahnya bervariasi. Bisnis money game biasanya tidak memiliki produk untuk dijual kepada konsumen. dan produk tersebut haruslah memiliki kualitas yang cukup baik agar bisa bersaing di pasar. Faktor produk ini sebetulnya juga merupakan faktor kunci dari sebuah perusahaan untuk bisa disebut sebagai sebuah MLM atau tidak. atau mutu produknya asal-asalan saja. agar bisa terlihat sebagai sebuah MLM. harus ada produk yang dijual (entah itu berupa barang atau jasa).Karena pelanggaran syariah pada sistem MLM konvensional itulah. entah itu dengan menggunakan sistem MLM atau tidak). bisnis piramid ini disebut juga Bisnis Money Game. biaya pendaftaran biasanya harus bisa dijangkau. Perlu diingat bahwa bisnis yang hanya mengandalkan perekrutan saja seperti itu (tanpa ada produk yang dijual) disebut Bisnis Piramid. bisnis ini lazim disebut Bisnis Penggandaan Uang. Di Indonesia. Kalau bisnis yang ditawarkan tersebut tidak memiliki produk. beberapa perusahaan money game biasanya lalu membuat produk untuk bisa dijual. perlu juga diketahui juga ciri-ciri bisnis money game yang jelas haram yang seringnya berkedok MLM. Selain itu. Kadang-kadang. 2 3 4 . karena bonus penghasilan yang akan dibayarkan hanya akan dibebankan pada produk yang terjual saja.

lari atau ditutup. di Indonesia belum ada undang-undang yang mengatur tentang bisnis seperti itu dan ketegasan sanksi kecuali terkenai pasal umum tentang penipuan dan penggelapan dan KUHPidana. Disamping itu. walaupun Anda bergabung belakangan. Wabillahit Taufiq wal Hidayah Al-Ustadz Setiawan Budi Utomo http://www. atau karena orang yang bergabung belakangan seringkali tidak bisa memiliki penghasilan yang lebih besar daripada orang yang bergabung lebih dulu. Sekarang tinggal keputusan Anda apakah akan bergabung dengan bisnis money game yang ditawarkan kepada Anda atau tidak. Kalau di Perusahaan MLM yang sejati. Sedangkan orang-orang yang bergabung belakangan seringkali cuma ’ketiban pulung’. Dengan demikian. Perusahaan MLM Tiansi yang Saudara tanyakan yang konon produk yang dijualnya berasal dari China belum termasuk dalam daftar MLM Syariah sehingga tidak dijamin kehalalannya. Wallahu A’lam. Sayangnya. Karena itulah bisnis seperti itu juga disebut Bisnis Piramida. sehingga pada akhirnya masyarakat pulalah yang harus menaggung sendiri risiko kerugian dan penipuan tersebut oleh perusahaan yang mengaku MLM yang tidak bertanggungjawab.com/konsultasi/fikih-kontemporer/halalkah-mlm.htm 23:13 08-03-13 . entah itu perusahaannya bangkrut. Anda bisa punya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada orang-orang di atas Anda yang sudah bergabung lebih dahulu. semua produknya harus mendapatkan sertifikat Halal MUI untuk dipastikan kehalalan bisnis MLMnya.eramuslim.5 Bisnis money game seringkali hanya menguntungkan orang orang yang pertama bergabung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful