KIAT SUKSES BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI : Upaya Peningkatan Motivasi dan Penerapan Metode Belajar yang Efektif

Oleh : Dr. Pudji Muljono (Dosen IPB Bogor)

Pendahuluan Seorang mahasiswa yang mulai melangkahkan kakinya masuk ruang kuliah, biasanya disertai dengan semangat belajar yang tinggi. Ia mempunyai cita-cita ingin berhasil dengan gemilang dan dapat menyelesaikan studinya dengan cepat. Ia merasa berbahagia karena cita-cita menjadi mahasiswa telah tercapai. Tetapi setelah beberapa waktu mengikuti kuliah dengan tekun, maka mulailah terasa bahwa belajar di perguruan tinggi bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak kegagalan-kegagalan yang dialaminya, sehingga akhirnya banyak mahasiswa yang gagal di tengah jalan. Tidak mampu melanjutkan studinya. Cita-citanya menjadi sarjana tidak tercapai. Oleh karena itu, apakah sebenarnya yang menyebabkan kegagalan-kegagalan ini? Banyak faktor yang menyebabkannya, salah satu di antaranya adalah kurangnya motivasi belajar dan kurang dipahaminya metode atau strategi mahasiswa dalam belajar di perguruan tinggi. Belajar di perguruan tinggi adalah suatu pekerjaan yang berat, dan belajar di perguruan tinggi sangat berbeda dengan belajar di sekolah menengah. Tanggung jawab belajar hampir seluruhnya dipercayakan pada para mahasiswa. Pengajar atau dosen hanya memberikan dasar-dasar pengetahuan saja. Oleh karena itu, pada mahasiswa dituntut adanya sikap dan perilaku yang benar dalam belajar. Salah satu hal yang penting ketika belajar di perguruan tinggi adalah perlu adanya motivasi yang tinggi pada diri mahasiswa untuk belajar. Belajar di perguruan tinggi merupakan kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman tentang suatu hal, atau penguasaan kecakapan dalam suatu hal atau bidang hidup tertentu lewat usaha, pengajaran atau pengalaman. Hasil belajar adalah perubahan pandangan, cara berpikir, berperasaan, berkehendak cara kerja, dan keseluruhan perilaku hidup. Belajar merupakan salah satu kegiatan penting dalam usaha pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Kegiatan belajar juga merupakan sebagai bentuk aktivitas mahasiswa berdasarkan keinginannya sendiri, sehingga pengetahuan tentang belajar lebih banyak dilandasi oleh karena adanya motivasi diri dalam menuntut ilmu atau belajar, karena motivasi berperan sangat penting dalam membangun prestasi dalam belajar. Motivasi tiap orang untuk belajar di perguruan tinggi berbeda-beda. Motivasi sudah ada pada saat seseorang akan melakukan sesuatu, namun banyak yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, perlu kita mengetahui apa sebenarnya motivasi belajar yang ada pada diri kita sendiri serta metode dalam belajar yang harus kita terapkan. Mahasiswa belajar di perguruan tinggi karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi. Para ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar disebut sebagai motivasi belajar. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar ( Koeswara, 1989). Sementara itu, metode adalah berupa urutan langkah-langkah dan tahap-tahap tindakan untuk melaksanakan atau mengerjakan sesuatu secara efisien,lancar, dan efektif, mendatangkan hasil yang diharapkan, sehingga metode belajar adalah cara-cara untuk memahami, menguasai, menyerap, mengingat informasi, pengetahuan, dan menguasai kecakapan baik secara dalam arti efisien maupun efektif. Metode belajar yang baik dapat membantu orang belajar secara poduktif; dimana informasi, pengetahuan dan kecakapan dikembangkan dan dimanfaatkan untuk hidup bagi kerja pribadi dan kesejahteraan orang lain.

3. dan penghargaan dan kedudukan karena prestasi belajar itu. proses. artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis mahasiswa. 4. Hal ini akan memperbesar kegiatan dan usahanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. kecakapan dan keahlian beranjak mahir. jemu dan ogah-ogahan dalam belajar. 5. keinginan dorongan ataupun gerak hati dalam diri seseorang. Keberhasilan mengucap kata dari simbol pada huruf-huruf mendorong keinginan menyelesaikan tugas baca. Mendapat nilai baik dan lulus dalam mata kuliah yang ditempuhnya. 2. 4. Pentingnya Motivasi dalam Belajar Ketiadaan atau kekurangan motivasi belajar membuat kita malas dan enggan untuk belajar. guru atau pendidik lainnya. 2. Mencari pemuasan keinginan tahu tentang sesuatu hal. peristiwa. Motif yang mendorong orang. Bila motif tersebut makin berkurang. berat menghadiri kuliah. Dengan tindakan pembuatan persiapan mengajar. 6. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar. apatis terhadap bahan pelajaran. Motif adalah daya gerak yang mencakup dorongan. alasan. motivasi yang ada pada diri seseorang merupakan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. 5. yang dibandingkan dengan teman sebaya. 3. kepribadian lebih matang. acuh tak acuh dalam membuat catatan kuliah. Mendapatkan status sebagai orang terpelajar dan serjana karena ijazah dan gelar akademik atau sebutan profesional. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja secara berkesinambungan. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar. Dalam hal belajar hendaknya mahasiswa mempunyai motif belajar yang kuat. motivasi belajar tersebut ada dalam jaringan rekayasa paedagogis dosen. Mengembangkan Motivasi Belajar Dalam kerangka pendidikan formal. Mendapatkan bekal pengetahuan dan kecakapan untuk masuk ke masyarakat dan dunia kerja. pengetahuan bertambah melebar dan mendalam. Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan. 1981). tak berminat membaca diktat atau buku teks wajib dan pengayaan. pelajar dan mahasiswa untuk belajar antara lain : 1. Menurut Kartono (1995). Berdasarkan pada kata dasarnya yaitu motif. Pentingnya motivasi belajar bagi mahasiswa adalah sebagai berikut : 1. berminat terhadap bahan belajar. orang. Oleh karena itu. yaitu menggunakan kegiatan belajar di perguruan tinggi dalam rangka mencapai cita-cita hidup.Apa itu Motivasi Belajar ? Kata motif atau dalam bahasa Inggris “motive” berasal dari kata “motion” yang bersumber pada perkataan bahasa latin “movere” yang berarti bergerak. dan membangun sikap dan kebiasaan belajar yang sehat lewat penyusunan jadwal belajar dan melaksanakan dengan tekun. terpengaruh oleh kesiapan alat-alat indra untuk mengucap kata. Dari pengertian motivasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi seseorang itu akan tergantung pada kuat lemahnya motif. maka dosen atau pendidik menguatkan motivasi belajar mahasiswanya. motif merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mengarahkan kegiatan belajar. pelaksanaan belajar-mengajar. Sebaliknya. dilihat dari segi emansipasi kemandirian mahasiswa. motivasi belajar semakin meningkat pada tercapainya hasil belajar. masyarakat dan hal-hal yang tersangkut dalam hidup pribadi dan kemasyarakatan. dan hasil akhir. Sebagai contohnya adalah keinginan anak untuk membaca majalah misalnya. Mengembangkan diri agar wawasan bertambah luas. yang diartikan sebagai kebutuhan. motivasi belajar itu sangat penting untuk mahasiswa. 2 . bergairah dalam belajar dan melaksanakan tugas-tugas studi. dan kemauan yang timbul dari dalam seseorang yang menyebabkan berbuat sesuatu (Efendy. Mengejar cita-cita. maka berkurang pulalah usaha dan kegiatan serta kemungkinannya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Orang yang termotivasi belajar. Membesarkan semangat belajar.

dan siap untuk masuk ke ruang serta mengikutinya dengan aktif. bahasa dan nilai-nilai kehidupan. Sebaliknya seorang mahasiswa yang sehat. keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar. disadap kembali daya dorongan dan keyakinan batin untuk studi dan menghadiri kuliah. moral. Dengan cara itu jiwa menjadi damai.a. dapat membaca. tekad untuk kuliah dibulatkan. Persiapan sikap murah hati. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik. b. Pedomanpedoman kerja dari jadwal belajar hanya ada artinya apabila mahasiswa mampu mendisiplinkan 3 . keinginan seseorang untuk memotivasi dirinya perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan untuk mencapainya. penguatan dengan hadiah atau hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan. Mahasiswa yang marah-marah akan sukar memusatkan perhatian pada penjelasan pelajaran. dan tidak takut bersusah payah bahkan berkorban selama mengikuti kuliah. kita mengolah stress yang kita alami. Belajar dan bekerja secara teratur hanya dapat dicapai apabiila kita mampu mendisiplinkan diri. membuat catatan teratur. Ia akan belajar dengan gairah yang tinggi. Hal ini karena ia merasa memperoleh kepuasan batiniah dengan belajar. Justru ketika tidak belajar. mengikuti kuliah secara teratur. ia merasa kepuasannya menjadi berkurang. atau marah-marah akan menganggu perhatian belajar. Selain itu. Seorang mahasiswa yang ingin sukses harus berusaha hidup dan bekerja secara teratur. Membaca buku perkuliahan secara teratur. Belajar baginya adalah sesuatu yang perlu dinikmati. Ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Di samping itu. dan tubuh rileks-santai. Kondisi Mahasiswa atau Syarat-syarat Mental Mahasiswa Kondisi mahasiswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. tugas kuliah menjadi terasa kurang sebagai beban dan tuntutannya terasa kurang tekanannya. kenyang dan gembira akan mudah memusatkan perhatian. kehendak serta usaha. Dengan sikap murah hati. Dari segi pembelajaran. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan yang giat. dan berusaha menyelesaikan rasa amarah. perselisihan. Menyiapkan sikap murah hati agar dapat mengikuti kuliah dengan sepenuh hati. konsentrasi pikiran. sedang tujuan lain ada dibawahnya. Cita-cita atau Aspirasi Mahasiswa Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan belajar berjalan. Secara perlahan-lahan terjadilah kegemaran membaca. Keberhasilan tersebut memuaskan dan menyenangkan hatinya. antara lain : (1) Hidup teratur. sehingga tak mudah digoyahkan oleh keinginan atau daya tarik lain. terdapat pula beberapa hal penting yang terkait dengan syarat-syarat mental mahasiswa dalam meningkatkan motivasi belajar. berebut permainan. Oleh karena itu pembagian waktu dan belajar dan beristirahat sangat penting sekali. Kemampuan Mahasiswa Orang yang mampu memotivasi dirinya akan selalu bersemangat. Dari segi emansipasi kemandirian. Syarat-syarat mental mahasiswa dalam belajar di pergururan tinggi meliputi: (1). kemauan. Mahasiswa yang sakit akan enggan belajar. Persiapan motivasi. Sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri. yang membuat kita mengikuti kuliah secara setengah-setengah. dan kemudian kemauan menjadi cita-cita. hati tenang. Dengan persiapan motivasi. meskipun kepuasan batin bukanlah satu-satunya tujuan. Oleh motivasi. atau malah mungkir dari kuliah alias bolos. makan makanan yang lezat. bukan menjadi beban yang perlu dihindari. lapar. Seorang mahasiswa yang sedang sakit. Pemeliharaan kebugaran mental. Keinginan membaca perlu dibarengi dengan kemampuan mengenal dan mengucapkan bunyi huruf-huruf dan keberhasilan membaca suatu buku bacaan akan menambah kekayaan pengalaman hidup. c. dan (2) Mampu mendisiplinkan diri. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian seorang mahasiswa. dan lain-lain. konflik dan bermusuhan yang ada. mengarahkan berbagai emosi dan gerak jiwa yang muncul. Untuk memperoleh kebugaran mental. Dengan kata lain. kondisi jasmani dan rohani mahasiswa berpengaruh pada motivasi belajar. bahkan di kemudian hari menimbulkan cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal. Oleh motivasi itu hati mantap untuk berkuliah dan pergi ke kampus dengan maksud pokok untuk berkuliah. (3). dapat menyanyi. (2).

dan indah. dan kutipan dari padanya. 4. 4 . segan bersusah payah. Atau hukuman. misalnya kecenderungan untuk bermalas-malasan. (3) Syarat fisik. lingkungan tempat tinggal. orang sanggup menghadapi segala tuntutan dan kesulitan serta menanggung segala konsekuensinya dalam belajar di perguruan tinggi. dalam rangka membuat skripsi. ruang-ruang belajar. Sementara itu. 2. kondisi lingkungan mahasiswa itu terdiri dari : (1) Lingkungan rumah atau tempat tinggal (termasuk kos). bila tidak berhasil. Mencatat kemajuan belajar kita. maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat. Dalam setiap mempelajari materi atau bahan belajar menetapkan tujuan konkret dan batas waktu selesainya. maka diperlukan pula ketenangan. Oleh karena itu menjaga kesehatan adalah suatu usaha yang mutlak diperlukan agar dapat berhasil dalam belajar. ancaman rekan yang nakal. Kondisi Lingkungan Mahasiswa Lingkungan mahasiswa dapat berupa keadaan alam. tertib. keadaan fisik mahasiswa juga ikut menentukan. sukar memusatkan pikiran. mengurangi. mengendalikan apa saja yang membelokkan perhatian kita dari usaha belajar. Badan yang lemah dan sakit-sakitan akan merupakan penghalang yang besar dalam belajar. dalam rangka belajar bahasa Inggris kita mencatat jumlah kata baru yang mampu kita hafal dalam satu minggu. Perasaan kurang ini akan mendorong kita untuk belajar lebih giat mengejar kekurangan kita. ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya. Misalnya. Manfaatkanlah fasilitas-fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Pengetahuan tentang penguasaan sejumlah kata-kata baru itu akan mendorong kita untuk menambah jumlah kata-kata baru yang dapat kita kuasai. Menjaga dan menentukan kondisi lingkungan kita yang kondusif untuk belajar. Perguruan tinggi yang baik memiliki berbagai fasilitas belajar yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. 3. dan kehidupan kemasyarakatan. pergaulan mahasiswa yang rukun. misalnya perpustakaan. Karena ada motivasi itu. maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam mengembangkan motivasi belajar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat. (2) Lingkungan perguruan tinggi. kerukunan hidup. 5. kebiasaan suka melamun. mengesampingkan. Tempat tinggal harus memenuhi syarat-syarat kesehatan. 6.dirinya sendiri. Misalnya. Motivasi mendorong orang untuk bekerja mencapai sasaran dan tujuannya karena yakin dan sadar akan kebaikan. menentukan dan memantapkan cita-cita hidup kita. akan memperkuat motivasi belajar. Banyak gangguan mental yang dialami mahasiswa. Sebagai anggota masyarakat maka mahasiswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. walaupun memiliki kecerdasan yang baik. Meniadakan. kita akan puasa tidak makan siang satu kali. lalu udara bersih dapat masuk ke dalam kamar tempat belajar. baik tidaknya hasil belajar. Meyakinkan diri bahwa dengan berhasil mempelajari bahan yang kita pelajari kita belum apa-apa bila dibanding dengan para tokoh ilmuwan atau ahli. Sedangkan penerangan yang cukup dimaksudkan agar dalam belajar. akan mengganggu kesungguhan belajar. sehingga kemajuan belajar yang satu mendorong kemajuan yang lain. Bencana alam. Menjernihkan. kampus yang indah. Berdasarkan uraian di atas. mata tidak cepat menjadi lelah atau rusak. Misalnya. bila kita berhasil kita akan nonton “ketoprak” dan sesudah itu jajan bakso. kepentingan dan manfaatnya. tenang dan memiliki penerangan yang cukup. dari tanggal 1 sampai tanggal 31 bulan ini. d. misalnya. Alangkah sayangnya apabila fasilitas-fasilitas ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. tempat tinggal yang kumuh. Yang dimaksud memenuhi syarat-syarat kesehatan ialah : udara di sekitar rumah tidak lembab dan kotor. laboratorium. kita menetapkan: dalam waktu satu bulan. Agar dapat belajar dan beristirahat tanpa terganggu. Dengan lingkungan yang aman. Sebaliknya. perkumpulan-perkumpulan ilmiah dan sebagainya. Agar dapat belajar dengan baik. pergaulan sebaya. tenteram. kita mau menyelesaikan semua bahan bacaan dan membuat catatan. kita perlu : 1. mengobrol kesana kemari dan sebagainya. Pelaksanaan pencapaian tujuan konkret dan dalam jangka waktu tertentu itu dapat lebih mendorong dengan menetapkan hadiah atau hukuman bagi dirinya sendiri. seorang mahasiswa harus memiliki jasmani yang sehat. Semua gangguan ini hanya dapat diatasi dengan berusaha mendisiplinkan diri.

Tujuan belajar memahami dan menghafal mata kuliah tertentu misalnya. setiap mahasiswa diberi kesempatan menampilkan hasil karyanya melalui praktikum. Sebab dengan angka sembilan untuk bahasa Inggris. kemudian mereka mulai menyenangi belajar. maka kebutuhan bahan-bahan kuliah mahasiswa semakin bertambah. Bila mahasiswa tahu bahwa bahasa Inggris penting untuk belajar pengetahuan di perguruannan tinggi. Hal tersebut tidak dialami oleh siswa lain yang membaca iklan secara iseng. dan belajar lagi. Membaca dengan motivasi “mencari sesuatu” lebih berarti bila dibandingkan dengan membaca “tanpa mencari sesuatu”. Dosen yang profesional perhatiannya akan tertuju pada pembelajaran mahasiswa. diselenggarakan “pameran atau pekan ekologi manusia”. Sebagai ilustrasi. mahasiswa perlu memahami pentingnya bahasa Inggris. Sebagai ilustrasi. Demikian halnya dengan motif belajar pada mahasiswa yang sedang membaca buku perkuliahan. Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar Perilaku belajar di kampus telah menjadi pola umum. Kehadiran mahasiswa di bangku kuliah merupakan awal motivasi belajar. (5) Belajar menjadi menantang bila mahasiswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan di kemudian hari. Beberapa prinsip belajar tersebut antara lain sebagai berikut: (1) Belajar menjadi bermakna bila mahasiswa memahami tujuan belajar. Bermain-main merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian besar mahasiswa. ada mahasiswa yang semula hanya ikut-ikutan memilih mata kuliah.Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Seorang siswa kelas 3 SMA yang membaca iklan surat kabar dengan keinginan mencari perguruan tinggi yang baik akan memperoleh kepuasan karena ia memperoleh informasi yang benar. suka bermain. adalah agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti mata kuliah tersebut dengan baik. a. dosen perlu menjelaskan tujuan belajar secara hierarkis. oleh karena itu. istirahat. pada mata kuliah kewirausahaan. Perilaku membaca pada siswa “pencari informasi perguruan tinggi” berbeda dengan perilaku membaca pada siswa yang iseng membaca iklan. belajar giat. (4) Sesuai dengan perkembangan jiwa mahasiswa. pemberian motivasi belajar. pada setiap akhir perkuliahan bidang studi misalnya. Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip belajar. belajar sungguh-sungguh. Motif membaca kedua siswa tersebut berbeda. Keinginan belajar di perguruan tinggi tertentu dipusatkan dengan iklan yang benar. Seyogianya bahan tersebut diatur dalam prinsip memenuhi kebutuhan aktualisasi diri baik di lingkungan kampus maupun lingkungan luar kampus. Dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosennya. 5 . Pada mata kuliah Ekologi Manusia misalnya. belum mengerti faedah belajar. oleh karena itu peletakan urutan masalah yang menantang harus disusun dosen dengan baik. oleh karena itu dosen perlu memberitahukan kriteria keberhasilan atau kegagalan belajar mahasiswanya. Oleh karena itu peran dosen cukup banyak untuk meningkatkan belajar mahasiswanya. Dari segi perkembangan. diselenggarakan “pekan bisnis atau usaha yang dilakukan oleh mahasiswa”. misalnya. peluang untuk bekerja di perusahaan-perusahaan makin terbuka. dosen perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai paling menantang. Membaca iklan tersebut memuaskan sebab ia membaca dengan motivasi mencari perguruan tinggi. (3) Belajar menjadi bemakna bila dosen mampu memusatkan segala kemampuan mental mahasiswa dalam program kegiatan tertentu. oleh karena itu. (2) Belajar menjadi bermakna bila mahasiswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya. Sekurang-kurangnya tiap mahasiswa mengalami belajar di kampusnya selama 4 sampai 5 tahun. Dosen di kampus menghadapi banyak mahasiswa dengan bermacam-macam motivasi belajar. sehingga hasil belajar bertambah baik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bimbingan tindak pembelajaran bagi dosen. Persoalan bagi dosen ketika menghadapi mahasiswa di perkuliahan adalah : Apakah mahasiswa memiliki motivasi belajar yang tinggi ? Apakah motivasi belajar yan tinggi tersebut berlaku pada bahan perkuliahan tertentu ? Apakah motivasi belajar tinggi diberlakukan oleh mahasiswa pada setiap dosen? Dapatkah motivasi belajar rendah ditingkatkan menjadi tinggi. maka ia akan belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Mahasiswa akan menyadari bahwa bermain. adalah pola perilaku kehidupan yang wajar bagi anggota masyarakat kampus.

orang tua juga akan mempengaruhinya. Untuk menghadapi hari pertama masuk kuliahya dosen telah membuat rancangan perkuliahan. ataupun menangguhkan belajar. mahasiswa dapat memuaskan rasa ingin tahunya lewat penelitian atau observasi. Dan diktat-diktat perkuliahan tersebut terhitung dua ratus sampai tiga ratus halaman per buku. Ada iklan yang menawarkan lapangan kerja yang menarik. Atau walaupun perasaan kecewa. ia dapat mengatasinya. bertambah kuat kemauannya untuk belajar. Memasyarakatkan “cita-cita untuk hidup lebih baik” tersebut akan mempunyai pengaruh pada generasi bangsa. d. Oleh karena itu rancangan perkuliahan satu tahun kuliah selalu diharapkan oleh seluruh mahasiswa. Sedangkan mahasiswa telah terbiasa dengan membaca buku pelajaran. pikiran. fantasi. Ada tayangan televisi yang bertepatan dengan pengerjaan tugas pekerjaan rumah. sedang. ada pada diri mahasiswa sendiri. dan kemampuan yang lain tertuju pada belajar. surat kabar. Optimalisasi Pemanfaatan Pengalaman dan Kemampuan Mahasiswa Perilaku belajar mahasiswa merupakan rangkaian tindak-tindak belajar setiap hari. seorang mahasiswa tingkat pertama menghabiskan waktu 30 menit untuk memahami bahan sejumlah enam halaman. “Jatah bahan perkuliahan” tiap tahun terdiri atas beberapa buah buku atau diktat perkuliahan. sebagai ilustrasi. kemauan. Dengan keterampilan dasar tersebut. Belajar telah dijadikan alat hidup. dan sukar tersebut bermanfaat bagi pengelolaan belajar mahasiswa. mahasiswa menjadi memiliki keterampilan dasar. Optimalisasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran Seorang mahasiswa akan belajar dengan seutuh pribadinya. Kehadiran hari pertama yang “penuh harap” pada mahasiswa perlu digunakan untuk membesarkan semangat belajar. Keputusan belajar giat. ada kemauan dan semangat belajar diperkuat. Tiap mahasiswa memiliki kecepatan membaca buku sendiri. Ketidaksejajaran tersebut disebabkan oleh kelelahan jasmani atau mentalnya. dan mahasiswa mencoba mengembangkan keinginan atau khayalannya menjadi cita-cita hidup. Dalam membaca diktat perkuliahan tersebut. Wajib belajar di perguruan tinggi merupakan kebutuhan hidup. Perasaan. Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar Belajar di sekolah termasuk kampus menjadi pola umum kehidupan warga masyarakat di Indonesia. dan akibatnya kemauan belajar menurun. dan bernalar. Ada teman belajar yang putus asa. dan “manisnya keberhasilan belajar”. Namun pengaruh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut oleh dosen dan pendidik yang lain. Kecepatan membaca buku tersebut berpengaruh pada penyelesaian belajar tiap hari. makin lama waktu bacanya. c. Sebaliknya. Pengalaman belajar tentang hal-hal yang mudah. Pada suatu saat perasaan mahasiswa kecewa. sedang. majalah. Pengaruh yang mendidik bersifat individual. rancangan tersebut ibarat “perjalanan tamasya ke gunung yang penuh liku-liku. Mahasiswa telah mengalami belajar yang berhasil atau belajar yang gagal sebelumnya. Bagi mahasiswa. seperti halnya dengan makanan yang bergizi. Oleh karena itu warga masyarakat mendambakan agar anak-anaknya memperoleh tempat belajar di perguruan tinggi yang baik. mahasiswa mengalami dan menemukan pengertian atau hal-hal yang susah. dan ada pula yang menghambat kegiatan belajar. Dewasa ini keinginan hidup lebih baik telah dimiliki oleh warga masyarakat. Mahasiswa dengan kepercayaan diri. dan buta pengetahuan umum). televisi. ada pula yang tegar.b. Ketakutan pada kebodohan menjadi penguat kemauan. Diharapkan lama waktu baca tersebut menjadi kebiasaan mahasiswa. atau yang sukar. Secara umum diketahui bahwa mahasiswa memerlukan waktu membaca dua sampai tiga jam (120180 menit) tiap hari. buta bahasa Indonesia. yang sulit tetapi menggembirakan”. Mahasiswa menghayati “pahitnya kegagalan” belajar. Unsur-unsur lingkungan tersebut ada yang mendorong. yang berguna bagi agama nusa dan bangsa serta terbebas dari 3 Buta (buta aksara. dan makin tinggi jenjang kamahasiswaannya. Perolehan pengetahuan awal ini akan menimbulkan rasa percaya diri. Dengan belajar dan melakukan analisis seperti dalam praktikum mata kuliah tertentu. Perilaku belajar setiap hari bertolak dari jadwal pelajaran perkuliahan. radio. Mahasiswa mempelajari berbagai bidang perkuliahan selama dua puluh sampai tiga puluh jam perkuliahan tiap minggu. ataupun naik turunnya energi jiwa. dosen. lingkungan seperti teman belajar. Meskipun demikian ketertujuan tersebut tidak selamanya berjalan lancar. 6 . Citacita awalnya adalah ingin menjadi orang baik.

Dosen mengajak serta mahasiswa untuk membuat perlombaan unjuk prestasi belajar. karena ia tidak berbakat dalam bidang itu. Faktor tersebut antara lain : 7 . Sebab-sebab yang bersifat biologis. dan kebun yang ada di kampus. e. Cara-cara mendidik dan mengembangkan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut : (1). seperti terganggu kehidupan emosinya dan adanya gangguan-gangguan psikis seperti neurotis. Intelegensi/kecerdasan. yaitu sebab-sebab yang berhubungan dengan kejiwaan mahasiswa. Secara ringkas dapat dikemukakan bahwa pengembangan cita-cita belajar atau perkuliahan dilakukan sejak mahasiswa masuk dan mulai belajar di kampus. selanjutnya mahasiswa diminta merumuskan keinginan-keinginan yang “baru” yang diduga dapat tercapai. dalam program ini yang diaktifkan adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam rangka pengembangan cita-cita belajar atau perkuliahan tersebut. Upaya mendidikkan dan mengembangkan cita-cita belajar tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. buta dan sebagainya. merupakan salah satu faktor endogin yang sangat mempengaruhi kemajuan mahasiswa. misalnya mahasiswa diajak serta memelihara ketertiban dan keindahan kampus. sebab mahasiswa tidak dapat menerima pelajaran. seperti. Konstelasi psikis yang lain : yakni adanya keadaan-keadaan psikis yang dapat menghambat belajar mahasiswa. lomba karya tulis ilmiah mahasiswa. (4). Pengembangan cita-cita belajar tersebut “ditempuh” dengan jalan membuat kegiatan belajar atau perkuliahan pada mata kuliah tertentu. maka mahasiswa akan belajar dengan sebaik-baiknya. pekan ilmiah mahasiswa. Dosen adalah pendidik anak bangsa. perpustakaan. Kesehatan : faktor kesehatan sangat mempengaruhi diri mahasiswa. Dosen menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. dan karya alternatif mahasiswa. seperti mengatur jadwal perkuliahan dan kampus yang indah dan tertib. b. unjuk kreativitas seni mahasiswa. Dosen dan pendidik yang lain berlaku “tut wuri handayani”. Mendidikkan citacita belajar pada mahasiswa merupakan upaya “memberantas” kebodohan masyarakat. halaman kampus. terdapat pula faktor-faktor yang menyebabkan motivasi belajar mahasiswa menjadi menurun. atau organisasi-organisasi lain yang ada di kampus. 2. Faktor-Faktor Yang Menghambat Motivasi Belajar Keberhasilan dan kegagalan belajar di perguruan tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk di dalamnya adalah motivasi belajar mahasiswa itu sendiri. Selain faktor tersebut di atas. c. kerajinan. Perhatian : perhatian sangat mempengaruhi kemajuan belajar anak. d. tuli. seni rupa. alat-alat olah raga. hal ini menghambat belajar mahasiswa. Ia berpeluang merekayasa dan mendidikan cita-cita bangsa. Sebab-sebab yang bersifat psikologis. misalnya : a. Dosen mengikutsertakan semua mahasiswa untuk memelihara fasilitas perkuliahan. mahasiswa diajak berdiskusi tentang keberhasilan atau kegagalan mencapai keinginan. Cacat badan : misalnya bisul. Minat : bila mata kuliah tidak sesuai dengan minat mahasiswa. dan (iii) program belajar kebaktian sosial bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus. misalnya : a. Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan keinginan-keinginan mereka dan mencatat keinginan yang tercapai dan tak tercapai. Beberapa faktor atau sebab yang menghambat motivasi belajar antara lain adalah : 1. sebab mahasiswa yang sakit atau dalam keadaan lemah akan sukar belajar. maka mahasiswa tidak akan mencapai prestasi tinggi. (2). dosen dan pendidik lain dapat membuat program-program belajar. Program-program belajar yang dapat dilakukan bersama antara lain sebagai berikut: (i) program lomba karya tulis ilmiah. Berarti menghambat mahasiswa untuk meningkatkan motivasi belajar. b. Bakat : Kalau mata kuliah tidak sesuai dengan bakat mahasiswa.Kampus sebagai pusat kegiatan belajar adalah tempat dosen profesional mendidik. yaitu sebab-sebab yang berhubungan dengan jasmaniah. sebab dengan tidak adanya perhatian belajar mahasiswa terhadap mata kuliah. maka mahasiswa tidak akan suka belajar. (3).

informasi. Metode adalah langkah-langkah. pengetahuan dan kecakapan dikembangkan dan dimanfaatkan untuk hidup kerja pribadi dan kesejahteraan orang lain. dan tempat belajar pun tidak baik atau bahkan tidak ada. Faktor-faktor lain yang menyebabkan motivasi belajar mahasiswa rendah adalah : metode belajar mahasiswa yang kurang baik (pembagian waktu belajar yang kurang baik. diskusi. misalnya menghafal saja tanpa pengertian. Maka metode belajar yang baik bagi mahasiswa A belum tentu baik bagi mahasiswa B. Hubungan antara mahasiswa dan temannya yang kurang baik menimbulkan perasaan malas masuk kuliah. Tujuan langsung dari kegiatan belajar adalah agar lulus ujian dengan hasil yang paling baik sesuai dengan kemampuan. Sedang tujuan tak langsung adalah perkembangan diri. mengingat informasi. 4. maka untuk mengatasi hal yang demikian. baiknya suatu metode belajar selalu relatif tergantung dari si pemakai dan tidak pernah mutlak. mencuri atau kebiasaan-kebiasaan lain yang jelek. Metode biasanya dirumuskan berdasarkan pengalaman yang sudah teruji atau percobaan yang sudah terbukti benar. Seperti Apa Metode Belajar yang Baik? Istilah baik bersifat objektif. berikut ini diuraikan beberapa hal mengenai metode belajar yang baik di perguruan tinggi. Faktor keluarga : seperti cara orang tua mendidik anaknya yang tidak mapan. Faktor tempat kuliah (kampus) : seperti cara penyajian mata kuliah yang kurang baik. berbeda-beda. cara belajar yang salah. dan sebagainya dan ini menyebabkan motivasi belajar mahasiswa menjadi menurun. 2. selalu tegang. Tetapi metode belajar yang secara objektif baik belum tentu secara subjektif baik karena subjek. waktu. Metode Belajar di Perguruan Tinggi Dalam rangka menuntut ilmu di perguruan tinggi. 8 . Suasana di dalam rumah atau kos juga sangat mempengaruhi proses belajar mahasiswa. hubungan antara orang tua dan anaknya kurang lancar. pengetahuan dan kecakapan itu dapat dimanfaatkan untuk kemajuan hidup dan kerja. daya mental (motivasi yang kuat dalam belajar ) dan energi fisik untuk menyerap dan menyatukan bahan informasi dan ilmu pengetahuan dari bangku kuliah. Metode belajar merupakan cara-cara untuk memahami. Metode belajar yang baik membantu orang mapu belajar secara poduktif. dengan demikian. lancar. sebab suasana rumah atau kos yang ramai. Metode berupa urutan langkah-langkah dan tahap-tahap tindakan untuk melaksanakan atau mengerjakan sesuatu secara efisien. Metode belajar yang objektif baik adalah metode yang dari dan pada dirinya terbukti baik. yaitu orang yang belajar itu. Kalau keadaaan ekonomi keluarga kurang. Dan lingkungan sekitar kos atau rumah yang kurang baik. perasaan rendah diri. Untuk mengatasi faktor penyebab menurunnya atau tidak termotivasinya mahasiswa dalam belajar terutama yang disebabkan karena metode belajar yang kurang baik. dan efektif. maka untuk mencapai kedua tujuan tersebut perlu kita ketahui tentang strategi atau metode dalam hal pembelajaran di perguruan tinggi. sehingga informasi. kegiatan terarah. terlalu banyak tugas dalam organisasi juga dapat menurunkan motivasi belajar mahasiswa. mendatangkan hasil yang diharapkan. buku. maka mahasiswa tidak dapat belajar dengan baik. pengetahuan. pengetahuan.1. berarti kebutuhan dan perlengkapan belajar kurang terpenuhi. Di samping itu. prosedur. pembagian atau penggunaan waktu istirahat yang kurang efektif). kecakapan agar mampu berperan dan menyumbang maksimal dalam kehidupan. menyerap. sering cekcok. tentangga suka berjudi. subjektif dan relatif. belajar berarti mendayagunakan dana. dan sebagainya akan sangat mengganggu motivasi mahasiswa dalam belajar. dan menguasai kecakapan secara baik dalam arti efisien dan efektif. biasanya kalau dosen sudah dibenci mahasiswanya maka pengajarannya biasanya juga tidak berhasil. menguasai. keadaan ekonomi juga memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Faktor masyarakat : seperti teman bergaul yang kurang baik dapat membawa akibat mahasiswa itu menjadi tidak baik. cara-cara untuk mencapai sesuatu. hubungan antara dosen dengan mahasiswa yang kurang baik. proses. Oleh karena itu. 3.

diktat. 5. kita membuat pengamatan dengan melakukan hal-hal berikut: 1. kita mempelajari manajemen.): tentang fungsi yang dilaksanakan oleh manajer meliputi: merencanakan. mengorganisasikan. Misalnya. 2. Kita baca subgagasan dari masing-masing gagasan pokok itu. Tujuan pengamatan adalah mendapatkan gambaran menyeluruh atas bahan yang hendak dipelajari. angka. dengan metode membaca untuk belajar dan membaca secara kritis.Dari antara berbagai metode belajar. salah satu metode belajar yang secara objektif dianggap baik adalah metode belajar S Q 3R. Kembali kepada contoh mempelajari manajemen. R2 berarti repetition yaitu mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari. R3 berarti review yaitu meninjau kembali hal-hal yang sudah dipelajari. diktat maupun buku teks wajib adalah mendapat gambaran menyeluruh tentang bahan yang dipelajari. istilah. 2) Tingkat dan macam manajemen 3) Fungsi yang dilaksanakan oleh manajer 4) Kecakapan manajerial 5) Pendekatan dalam manajemen dan 6) kesimpulan. 2. renggang. functional manajer. Kita perhatikan topik atau pokok bahasannya. Seperti sudah disebut di atas tujuan pengamatan baik pada buku catatan. Dengan membuat pengamatan dari satu pihak. gagasan pokok dapat terdiri dari: 1) Definisi manajemen. kita baca pertanyaan-pertanyaan pada akhir bab. Dari lain pihak. Kita perhatikan kata. 6. 3. yaitu mengajukan pertanyaan atas bahan yang hendak dipelajari. 5. yaitu menyelidiki seluk beluk bahan yang hendak dipelajari. Di sana biasanya disampaikan lagi gagasangagasan pokok dalam bab itu beserta implikasi dan arah pemikirannya. atau rumusan penting biasanya dalam buku dicetak miring. atau berwarna. kembali contoh mempelajari manajemen. Kita baca alinea pertama dalam bab itu karena pada alinea pertama itu diterangkan tujuan penulisan bab dan isinya. Kita baca alinea terakhir atau kesimpulannya. Kita baca dan camkan judul bab dari diktat atau buku teks wajib itu. memimpin jalannya kerja. yaitu membaca secara aktif atas bahan yang hendak dipelajari. Biasanya pokok bahasan menjadi judul pada catatan. 4. Kita baca subjudul-subjudulnya karena dalam diktat atau buku wajib. atau buku teks wajib. 9 . subjudul merupakan gagasan pokok yang secara bersama membentuk keseluruhan isi bab. kita mendapatkan arah. karena kita tahu bahan secara keseluruhan kita dapat mengatur irama belajar kita dan mengurangi rasa tegang atau tertekan beban dalam studi. mengatur tenaga. yaitu membuat pengamatan atas bahan yang hendak dipelajari. Dalam mempelajari suatu bab dari diktat atau buku teks wajib perlu : 1. Q berarti question. mengawasi pelaksanaan kerja. low-level manager. Bila ada. middle manager. diagram yang ada. 3. Kita mengamati skema. data yang penting. Kita periksa istilah-istilah atau pengertian penting. 4. R1 berarti reading. Bila yang kita pelajari catatan kuliah. tebal. Kita perhatikan skema. Kita baca satu per satu gagasan-gagasan pokok yang tercakup dalam pokok bahasan itu. Sering juga disebut Inquire. Misalnya. Misalnya daerah atau bidang kerja manajemen pimpinan dan manajemen pelaksanaan. S berarti survey. pembagian lebih lanjut dari gagasan pokok 3. Bahan dapat berupa catatan kuliah. rasa percaya diri dan berkosentrasi pada waktu belajar. 7. statistik. diagram. general manager. kita menemukan istilah seperti top manager. pada waktu membaca gagasan pokok 2) tentang tingkat dan macam manajer. S=Survey=Mengamati Pengamatan adalah melihat bahan sebelum dipelajari.

Dengan cara membaca aktif. R2 = Repetition = Mengulang Bahan yang sudah kita baca secara aktif. setuju dan mendukung. apakah jalan pikirannya lurus. Bagaimana hal itu akan dibahas? 4. Bagi orang atau kelompok yang pro. jadinya. Sewaktu membaca pengandaian dan pendapat itu kita uji kebenarannya. dalam belajar sejarah kita menemukan fakta dan data tentang sebuah pemberontakan. Kita baca bahan belajar kita dari awal hingga akhir. R1 = Reading = Membaca Dengan berbekal pertanyaan itu. dan kesimpulannya masuk akal? Apakah dengan jalan pemikiran yang sama kita dapat menarik kesimpulan yang berbeda? 3. Fakta dan data adalah kenyataan yang tersaji. merupakan wawancara atau tanya-jawab dengan bahan yang kita pelajari. data. kita cernakan dan saturagakan dalam budi dan diri kita. logis. Tokoh pemikir siapa yang kiranya akan dikutip pendapatnya dalam pokok bahasan atau bab itu? 5. Bagi kelompok yang kontra. Berapa gagasan pokok yang menjadi inti dalam pokok bahasan atau bab itu? 2. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. kita perlu mengulang belajar hal-hal atau butir-butir bahan yang kita pelajari. kita membaca catatan kuliah. dan bagaimana melengkapinya. Mengapa sejumlah itu? Apa dapat dikurangi atau ditambah? 3. dan kapan pokok bahasan atau hal yang dibahas dalam bab itu penting? Mengajukan pertanyaan. Misalnya. teliti dan kritis. Hasilnya kita dapat mengerti bahan secara lengkap mendalam. dan mengingatnya lebih banyak dan tahan lama. Apa yang dimaksud dengan pokok bahasan atau judul bab itu? 2. bagian diktat atau buku teks wajib yang menjadi bahan belajar kita. pemberontakan itu ditafsirkan bukan sebagai pemberontakan. 1. Dengan cara itu kita dipaksa untuk mempelajari bahan belajar dengan teliti. Dimana. pemberontakan itu ditafsirkan sebagai usaha untuk melawan pemerintah dan menghancurkan negara. Kita mengikuti dan menilai jalan pemikiran penulis. Pendapat adalah penilaian pribadi penulis atas fakta berdasarkan fakta itu sendiri atau pengandaian. dan pengandaian serta pendapat penulis. Bila fakta atau data itu meragukan kita cari rujukan atau perbandingan pada buku atau ensiklopedia. menarik. 10 . Bagaimana uraian dalam setiap gagasan pokok atau subjudul itu? Apakah ada keseimbangan? Tujuan pengajuan pertanyaan adalah membuat isi catatan atau bab diktat atau buku teks wajib menjadi jelas. misalnya tentang: 1. Belajar dengan membaca seperti di atas dapat mendalam. belum tentu sudah menjadi milik kita. Kita memeriksa apakah uraian penulis lengkap? Di mana ada kekurangan. 2. tentang pokok bahasan dalam catatan kuliah atau bab dalam diktat atau buku teks wajib. meluas. Misalnya. Untuk membuatnya menjadi milik. Mengapa hal itu dijadikan pokok bahasan atau judul bab? 3. tetapi perlawanan terhadap kezaliman penguasa. bahan yang kita pelajari menjadi hidup. menolak dan melawan. Pertanyaan-pertanyaan juga kita ajukan pada gagasan-gagasan pokok atau subjudulsubjudulnya. Kita berusaha membedakan antara fakta. Cara belajar dengan mengajukan pertanyaan amat berguna untuk menyiapkan ujian. kita dipaksa menemukan jawabanjawaban dalam catatan. Dengan berbekal pertanyaan-pertanyaan itu. bahan belajar kita resapkan. Membaca dan menangkap gagasan-gagasan pokok yang tercakup dalam bahan yang dipelajari. teliti dan kritis itu. 1. Baru sesudah itu kita saring dengan kritis. diktat atau buku teks wajib. meluas dan merasuk ke dalam diri kita. Sewaktu kita membaca bahan belajar. Misalnya.Q = Question = Mengajukan Pertanyaan Mengajukan pertanyaan merupakan suatu langkah belajar di mana kita menanyakan selukbeluk sehubungan dengan bahan yang kita pelajari. dalam konteks hidup apa. Pengandaian adalah pemikiran yang dipergunakan penulis untuk menafsirkan fakta dan data. menantang. Kita dapat bertanya.

Caranya adalah dengan belajar sungguh-sungguh.Setiap kali satu gagasan pokok ditangkap. kita tutup. 3. Bila di kamar belajar sendiri. dan dengan kata-kata sendiri mengungkapkan gagasan pokok yang sudah kita tangkap. 11 . Untuk memudahkan pengulangan itu. 2. Membaca kembali teks catatan. Bila pengulangan ini kita lakukan secara teratur untuk semua bahan yang sudah kita pelajari. dosen dan peserta programnya. R3 = Review = Meninjau Kembali Meninjau kembali merupakan langkah terakhir dalam belajar. selalu dapat ditingkatkan. dan lebih tekun dalam mentaatinya. Jika sudah selesai mengungkapkan dan mengutarakan gagasan pokok. pengulangan dapat amat membantu. Mengurangi faktor-faktor yang mengganggu jalannya nelajar. Ketiga langkah mengulang ungkap dan ucap itu secara berurutan satu per satu kita lakukan untuk semua gagasan pokok yang ada dalam catatan. 4. Meninjau kembali kita lakukan dengan: 1. Saat-saat studi itu tak akan dating lagi dan tak tergantikan. Untuk mencapai keberhasilan belajar di perguruan tinggi 2. diktat atau buku teks wajib dan mengulang butir-butir gagasan pokoknya. diktat atau buku wajib yang kita miliki. Caranya antara lain dengan: 1. tetapi berdampak dahsyat untuk hidup selanjutnya. b) Masa studi yang berlangsung selama 6 sampai 14 semester ini dibanding dengan masa hidup yang akan dijalani terlalu pendek. Mengurangi faktor-faktor pengganggu studi yang datang dari diri sendiri. kita akan lebih diringankan dalam kerja persiapan ujian. untuk mengecek apakah penangkapan kita benar dan tepat. diktat. Mempelajari lagi butir-butir gagasan pokok yang belum amat meresap masuk ke dalam diri. diktat atau buku teks wajib atau bacaan kita. Memperbaiki jadwal belajar dan kegiatan studi sesuai dengan tuntutan studi. buku-buku teks wajib. Studi yang sekarang dijalani merupakan salah satu sarana penting untuk berperan dan menyumbang dalam hidup itu. Biaya dan waktu itu harus dipergunakan secara bertanggung jawab. Lebih melengkapi dan menyempurnakan bahan pelajaran seperti catatan kuliah. Cara Memperbaiki Metode Belajar Cara belajar. atau bacaan lain. buku teks wajib. biaya dan waktu yang sudah dikeluarkan menghasilkan hasil studi yang maksimal. Meningkatkan motivasi belajar dengan lebih meyakinkan diri bahwa a) Saat-saat ini. 2. sehingga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan target atau sasarannya. 3. Dengan demikian. 3. kita memberi garis bawah (tanda-tanda khusus) pada catatan. 5. Maka perlu digunakan dengan baik. alat-alat pembantu seperti kamus-kamus. pada waktu mempelajari bahan belajar. kertas. diktat. Setiap orang yang hidup perlu berperan dan mampu menyumbang jasa di salah satu bidang kehidupan. Kerangka ini dapat kita buat pada suatu kartu tersendiri. kita periksa kekurangannya. dan alat-alat tulis seperti penggaris. ikhtisar atau bagan dari bahan yang sudah kita pelajari. diktat. Kita buat juga kerangka skema. yaitu selama masa studi untuk mencapai gelar akademis atau sebutan professional adalah saat-saat hidup dan belajar yang paling baik. d) Studi di perguruan tinggi makan biaya dan waktu. Dengan adanya garis-garis bawah dalam teks dan kerangka seluruh bahan. sebagai cara kerja. catatan. Penutup Proses pendidikan di perguruan tinggi merupakan kegiatan akademik yang menuntut kesunggulan para pengelola. buku teks wajib atau bacaan lain. dan lain sebagainya. c) Hidup ini hanya satu kali. dapat mengutarakan dengan suara keras. Bila belum. yang ada di luar kita. stabilo. kita buka catatan. Meninjau kembali seluruh bahan yang sudah kita pelajari sehingga keseluruhan bahan kita kuasai dan gagasan pokoknya kita ingat.

Oleh karena itu. O. Penerbit Alumni. maka keberhasilan akan berada di tangan mahasiswa itu sendiri. Dimensi-dimensi Komunikasi. mereka dapat mengikuti kegiatan belajar di perguruan tinggi tanpa terlalu bersusah payah. Belajar dan Pembelajaran. ~oOo~ 12 . Effendy. Penerbit Srigunting. Kartono. maka mereka harus mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan strategi belajar yang benar. Kartini. Sebab hanya dengan motivasi dan metode belajar yang memadai. Koeswara. Berhasil atau tidaknya studi masih memerlukan perjuangan yang sungguh-sungguh. Bagi para mahasiswa. 1997. Kiat Sukses Studi di Perguruan Tinggi. 1989.diperlukan motivasi belajar yang optimal dan metode belajar yang efektif. Uraian ini tentu saja tidak cukup. Agus. dan dapat menyelesaikan belajar pada waktunya serta dengan hasil belajar optimal sesuai dengan kemampuan. Jakarta. tidak terlampau tertekan beban. 1999. sudah sewajarnya pada waktu mereka berpikir untuk belajar di perguruan tinggi. 1995. Demikian beberapa uraian makalah motivasi belajar dan sekaligus metode belajar di perguruan tinggi. Penerbit Rineka Cipta. 1981. Motivasi. merupakan tindakan yang arif apabila para mahasiswa selalu berusaha untuk meningkatkan motivasi dirinya tatkala belajar di perguruan tinggi dan memiliki keterampilan metode belajar yang memadai. Jakarta. DAFTAR BACAAN Dimyati dan Mudjiono. Penerbit Angkasa. Mahasiswa masih perlu lagi memperdalam hal ini dengan membaca buku-buku yang tersedia di perpusatakaan dan sumber informasi lainnya. Yogyakarta. Apabila mahasiswa mengikuti petunjuk-petujuk dalam uraian motivasi dan metode belajar ini dengan penuh semangat. Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi. E. Bandung. Hardjana. Penerbit Kanisius. Bandung.U.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful