Proposal Penelitian

Kepedulian Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand Terhadap Lingkungan Ditinjau Dari Kebiasaan Membuang Sampah

sampah

Oleh:

ATRIASFA YUNERI

(1010333009)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2013

saat ini dapat diubah menjadi kompos dengan cara sederhana. Keranjang takakura adalah keranjang sampah yang mampu mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. baik pencemaran tanah. Pencemaran terjadi murni aktivitas manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Jenis sampah yang dapat diurai. termasuk untuk . Permasalahan lingkungan yang dimaksud di sini adalah menyangkut pencemaran. dan suara (Rahayu. sampah tersebut ada yang mampu diurai dan sulit terurai. Berdasarkan hasil penelitian mengenai “Kepedulian Mahasiswa terhadap Lingkungan Ditinjau dengan kebiasaan membuang sampah”.BAB I PENDAHULUAN A. bersih atau kotornya lingkungan sangat dipengaruhi oleh manusia yang berada di lingkungan itu. Berbagai permasalahan lingkungan pun bermunculan. 2010:20). udara. Memang. Bukan berarti dengan manusia yang memiliki akal bertugas memelihara lingkungan. upaya sederhana memisahkan sampah saja masih kurang mendapat kepedulian dari masyarakat apalagi untuk Kepedulian akan muncul jika didasari kesadaran akan pentingnya kepedulian tersebut. Menurut Dwiyatmo (2007:25). perlu adanya pengelolaan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kedua jenis sampah tersebut. lingkungan menjadi bersih dan aman. air. dan kebanyakan dari mahasiswa tersebut belum mampu memisahkan sampah organik dan anorganik. menurut Undang-undang nomor 18 tahun 2008. Latar Belakang Masalah Sampah terdiri dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Ini membuktikan bahwa kesadaran untuk membuang dan memisahkan sampah menurut jenisnya masih rendah. ternyata 47% mahasiswa membuang sampah sembarangan. Tetapi. Manusia sebagai makhluk berakal mendapatkan tugas dari Tuhan untuk memelihara lingkungan ini. “sedikit sekali orang yang mau mengorbankan kepentingan lingkungan hidup.Puji. Sampah yang merupakan sisa aktivitas manusia setiap hari sering kali menjadi penyebab kotornya lingkungan. T. Padahal.

Rumusan Masalah Berdasarkan fokus permasalahan di atas. Kebiasaan mahasiswa dalam membuang sampah 3. Kepedulian mahasiswa akan lingkungan 2. Apa penyebab mahasiswa malas membuang sampah pada tempatnya? 3.aspek yang menjadi fokus penelitian adalah: 1. Penyebab mahsiswa malas membuang sampah pada tempatnya 3. dapat dirinci masalah-masalah sebagai berikut: 1. Cara dan upaya mahasiswa dalam menanggulangin sampah . Tujuan Penelitian Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan ditinjau dari kebiasaan membuang sampah Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengungkap informasi yang berkaitan dengan: 1. 2004:36) dan “kita dapat berperan melestarikan lingkungan dimulai dengan diri kita sendiri” (Dwiyatmo. Bagaimna pengetahuan mahasiswa tentang efek buruk sampah ? 4.makhluk hidup bukan manusia” (Budihardjo. Pengetahuan mahasiswa terhadap efek buruk sampah 4. 2007:16). A. Bagaimana cara dan upaya mahasiswa dalam menangulangi sampah tersebut C. Fokus Penelitian Penelitian ini difokuskan pada kebiasaan kepedulian masasiwa terhadap lingkungan di tinjau dari kebiasaan membuang sampahAspek. Bagaimana kebiasaan mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat dalam membuang sampah? 2. Kebiasaan mahasiswa membuang sampah 2. Cara mahasiswa dalam mananggulangi tumpukan sampah B. Tingakat pegetahuan mahasiswa akan efek buruk sampah 4.

D. Tidak terbiasa membuang sampah di tempat sampah 2. Malas 4. Manfaat Penelitian Gambaran tentang penelitian ini diharapkan bermanfaat terhadap mahasiswa. Kerangka Kerja Kepedulian mahaiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas terhadap lingkungan ditinjau dari kebiasaan membuang sampah. Tidak ada tempat sampah 3. Ikut-ikutan . praktisi pendidikan ataupun peneliti lainnya yang ingin mengetahui kepedulian mahaiswa terhadap lingkungan ditinjau dari kebiasaan mahasiswa membuang sampah E. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan membuang sampah : 1.

T. Pencemaran itu terutama akibat limbah dan asap dari pabrik maupun asap yang dikeluarkan oleh kendaraan (Rahayu. Seseorang yang peduli terhadap lingkungan tentu akan cepat tanggap apabila menemui kerusakan yang terjadi. Lingkungan alami umumnya dapat ditemui di pedesaan yang belum banyak kendaraan bermotor dan masyarakatnya masih sangat sederhana. 2007:1). dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. manusia. Dalam era Orde Baru pembangunan berwawasan lingkungan merupakan kebijakan pemerintah yang disuarakan kepada seluruh lapisan masyarakat. bertumbuh dan berkembang itulah yang disebut lingkungan hidup. Tempat dimana makhluk-makhluk hidup dan mati ada. Lingkungan perkotaan yang banyak kendaraan bermotor dan berdiri berbagai pabrik termasuk lingkungan tercemar. Berdasarkan penjelasan di atas kepedulian lingkungan adalah kondisi yang menantang yang menyebabkan adanya reaksi terhadap lingkungan. kelembaban. serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. tumbuhtumbuhan dan benda-benda mati adan dan berinteraksi satu sama lain. Prinsip pembangunan berwawasan lingkungan ialah . Pada masyarakat seperti ini. iklim. 2010). cahaya.Puji. keterkaitan antara makhluk hidup dengan lingkungan itu dapat ditunjukkan melalui peranannya masing-masing. energi surya. dia tidak peduli walaupun terjadi kerusakan pada lingkungan. air. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan. hewan. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. sehingga terlihat bahwa kesadaran lingkungan masyarakat Indonesia sangat tinggi. mineral.Kepedulian Lingkungan Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah. manusia dan mikroorganisme (virus dan bakteri). penduduk dapat hidup harmonis dengan lingkungannya. Segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang terdiri atas lingkungan biotik dan lingkungan abiotik disebut lingkungan (Dwiyatmo. hewan. bunyi. udara.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. air. berbeda dengan orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Masingmasing individu memiliki tingkat kepedulian yang berbeda-beda terhadap lingkungan sekitar. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah. Di dalam lingkungan ini.

memasukkan faktor lingkungan hidup dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan (Rahayu. lingkungan justru mengalami penurunan Kualitas yang semakin rendah. dampak negatif yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup dibatasi sampai pada batas yang minimum. Penurunan kualitas lingkungan terutama terjadi pada air dan udara akibat adanya pencemaran (Dwiyatmo. Salah satu sebab pentingnya penanganan bersifat sendiri ialah kurangnya rasa kesetiakawanan sosial. Secara ekologis manusia adalah makhluk lingkungan (homo ecologus) Artinya manusia adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu ekosistem (Dwiyatmo. 2010). 2007). Sebagaimana makhluk hidup yang lain. Hal tersebut meluas ke masyarakat. Untuk mendapat keuntungan dan kenikmatan pribadi banyak anggota masyarakat yang merusak lingkungan hidup. Jika kita ingin lingkungan selalu bersih tentunya kita harus sering membersihkannya. T.Puji. Manusia dan lingkungan memiliki ikatan keterjalinan sedemikian dekat satu dengan yang lain. . melainkan masyarakat kebanyakan yang tinggal di desa yang jauh dan di bagian non-elite. Tidak satu pun makhluk hidup yang bisa hidup sendirian di dunia ini Faktor-faktor lingkungan mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan hewan dan tumbuhan karena makhluk hidup saling menghargai satu sama lain. Keadaan ini terutama terjadi di pusat industry maupun di daerah perkotaan yang merupakan pusat aktivitas masyarakat. Karena tidak terkena langsung masyarakat elite dan pengambil keputusan ditingkat atas cepat melupakan bencana itu. melainkan lebih banyak yang merusaknya (Soemarwoto. Seiring dengan pertambahannya jumlah manusia dan meningkatnya aktivitas manusia. pembangunan harus bersifat ramah lingkungan. Tak banyak penduduk yang menjaga dan memelihara tanaman di sepanjang jalan di dalam taman. 2007). Yang terkena langsung bukanlah para pejabat eksekutif dan legislatif serta masyarakat elite. keberadaan manusia sangat membutuhkan adanya lingkungan yang mendukung kehidupannya. Secara naluriah manusia memiliki kecenderungan untuk selalu memahami lingkungannya. Ingatan kita pada bencana oleh kerusakan lingkungan hidup sebagai akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan adalah pendek. 2001:74). Sikap tidak ramah lingkungan berasal dari pejabat yang memutuskan untuk membangun system ekonomi terlebih dahulu dan setelah itu lingkungan hidup. Dengan demikian.

dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga alam semesta dengan segala isinya. damai. Manusia semakin berkembang bersama alam. Semakin mencintai dan peduli kepada alam. luas wawasannya seluas alam. Prinsip ”no harm” . tanpa menharapkan balasan. manusia semakin berkembang menjadi manusia yang matang dengan identitasnya yang kuat. 2010): 1.Begitu pentingnya lingkungan bagi kehidupan kita mengharuskan kita untuk selalu menjaganya. Manusia adalah bagian dari alam karena alam mempunyai nilai pada dirinya sendiri.Puji. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada teori ekologisentrisme serta hak alam dan dilatarbelakangi oleh krisis ekologi yang bersumber pada cara pandang dan perilaku antropologi antara lain (Rahayu. kebijakan. 4. Solidaritas kosmis itu untuk mencegah manusia untuk merusak dan mencemari alam dan seluruh kehidupan di dalamnya. Solidaritas kosmis (cosmis solidarity) Prinsip solidaritas kosmis akan mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan di alam ini karena alam beserta semua kehidupan di dalamnya mempunyai nilai yang sama dengan kehidupan manusia. 3. Prinsip tanggung jawab (moral responbility for nature) Prinsip hormat terhadap alam diwujudkan melalui tanggung jawab moral terhadap alam karena manusia adalah bagian integral dari alam. Sedangkan teori ekofeminisme berpandangan bahwa komunitas ekologis adalah komunitas moral. usaha. T. 2. 5. Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Sikap hormat terhadap alam (respect for nature) Menurut teori biosentrisme dan ekosentrisme manusia mempunyai kewajiban moral untuk menghargai alam semesta dan segala isinya. menuju yang lain. Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature) Prinsip kasih sayang dan kepedulian adalah prinsip moral satu arah. dengan segala watak dan kepribadian yang tenang. Kepedulian terhadap alam menjadikan manusia semakin kaya dan semakian merealisasikan dirinya sebagai pribadi ekologis. terdapat beberapa prinisip yang relevan untuk makhluk hidup. penuh kasih sayang. Prinsip tanggung jawab moral ini menuntut manusia untuk mengambil prakarsa.

dan suara. Sampah yang berbahaya terhadap kesehatan Sampah jenis ini sering disebut sampah B3. 4. materi berkelebihan. Pencemaran tanah misalnya. 1996). Sampah Permasalahan lingkungan saat ini ada di berbagai tempat. 2. Sampah yang berupa debu atau abu. Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam Kerusakan lingkungan disebabkan oleh sikap materialistis. Sampah jenis ini tidak dapat didegradasikan oleh mikroorganisme. Sampah yang tidak membusuk atau sampah kering (refuse). prinsip moral hidup sederhana harus diterima sebagai sebuah pola hidup baru. Garbage adalah sampah yang mudah membusuk karena aktifitas mikroorganisme pembusuk. apabila tidak ditangaini dengan baik akan menurunkan tingkat kesehatan masyarkat. bahan yang tidak berharga untuk maksud biasa. Sampah yang dapat membusuk atau sampah basah (garbage). Ukuran sampah ini relatif kecil yaitu kurang dari 10 mikron dan dapat memasuki saluran pernafasan. Colink. dan eksploitatif. udara. Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi (E. Sampah jika ditinjau dari segi jenisnya diantaranya yaitu: 1. Permasalahan itu menyangkut pencemaran. barang yang cacat dalam pembikinan manufaktur. Pencemaran tersebut diakibatkan oleh aktivitas manusia. 6. plastik. Sampah jenis ini biasanya hasil dari proses pembakaran. B. konsumtif. dan kaca. 3. baik pencemaran tanah. dikatakan berbahaya karena berdasarkan jumlahnya atau konsentrasinya atau karena sifat kimiawi atau fisika atau mikrobanya dapat: . Contoh sampah jenis ini adalah ketas. Menurut kamus istilah lingkungan hidup. air. pemakaian bahan rusak. sampah mempunyai definisi sebagai bahan yang tidak mempunyai nilai. atau bahan yang ditolak.Kewajiban sikap solider dan kepedulian ini bisa mengambil bentuk minimal berupa tidak melakukan tindakan yang merugikan atau mengancam eksistensi makhluk hidup lain di alam semesta ini. dan penanganannya membutuhkan teknik yang khusus. banyaknya sampah yang tertimbun di tempat sampah.

dan pospor. yaitu: 1. Slamet (1994). Fisika a. Meningkatkan mortalitas dan mobilitas secara bermakna atau menyebabkan penyakit yang tidak reversibel ataupun sakit berat tidak dapat pulih ataupun reversibel atau yang dapat pulih. c. contohnya sampah bekas mesin kendaraan. 2. Sampah berbahaya (hazardous waste) . Sampah besar (bulkywaste) Sampah jenis ini memiliki ukuran yang relatif lebih besar. b. b.kertas dan kayu. e. hidrogen. Organik Sampah yang mengandung senyawa organik atau sampah yang tersusun dari unsur karbon.a. (1983) mengelompokkan sampah berdasarkan dua karakteristik. d. nitrogen. jika bisapun membutuhkan waktu yang sangat lama. seng. b. disimpan dan dibuang dengan baik. Sampah yang masuk dalam tipe ini tergolong sampah yang beresiko menimbulkan keracunan baik manusia maupun fauna dan flora di lingkungan tersebut. aluminium dan jenis non logam seperti. Berpotensi menimbulkan bahaya pada saat ini maupun dimasa yang akan datang terhadap kesehatan atau lingkungan apabila tidak diolah. oksigen. ditransport. Kimia a. Sampah basah (garbage) Garbage tersusun dari sisa-sisa bahan-bahan organik yang mudah lapuk dan membusuk. Sedangkan Hadiwiyono. Sampah kering (rubbish) Sampah kering dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu jenis logam seperti besi. Sampah lembut Sampah lembut memiliki ciri khusus yaitu berupa partikel-partikel kecil yang ringan dan mudah terbawa oleh angin. Anorganik Sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme.

sisa bom dan lain-lain. serta sampah radioaktif dan bahan-bahan nuklir. . Non degradabel adalah sampah secara alami sukar diuraikan. Degradabel yaitu sampah yang mudah diuraikan oleh jasad hidup atau mikroorganisme. Berdasarkan sifat pokoknya. sampah ledakan. sterofom). sampah beracun (contoh sampah sisa pestisida. misiu. 2. isektisida.Sampah jenis ini terdiri dari sampah patogen (biasanya sampah jenis ini berasal dari kegiatan medis). sampah dibagi menjadi dua yaitu : 1. obat-obatan.

.

perilaku orang atau suatu keadaan pada tempat tertentu secara rinci dan mendalam dalam bentuk narasi. proses penulisan catatan lapangan. Catatan Lapangan Dalam membuat catatan di lapangan. perilaku subjek yang diamati di lapangan juga menjadi data dalam pengumpulan hasil penelitian ini. B. Jenis Data Penelitian Jenis data yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah bersifat narasi dan uraian juga penjelasan data dari informan baik lisan maupun data dokumen yang tertulis. dan berikutnya di deskripsikan sebagai berikut: 1. maka peneliti melakukan prosedur dengan mencatat seluruh peristiwa yang benar-benar terjadi di lapangan penelitian. maka peneliti merekam wawancara dengan beberapa pihak terkait yang dianggap perlu untuk dikumpulkan datanya. Pendekatan kualitatif merupakan suatu paradigm penelitian untuk mendeskripsikan peristiwa. 3. Lokasi Penelitian Peneliti mengambil lokasi penelitian di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas C. Rekaman Audio Dalam melakukan penelitian ini. 2. dari data hasil rekaman tersebut maka dideskripsikan dalam bentuk transkrip wawancara. maka penelitian ini. Dokumentasi . Pendekatan Penelitian Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. model dan bentuk catatan lapangan. dan hal ini berkisar pada isi catatan lapangan.BAB III METODE PENELITIAN A.

G. dan sesuai dengan standar kualitatif. Unsur manusia sebagai instrumen kunci yaitu peneliti yang terlibat langsung dalam observasi partisipasi. maka upaya yang dilakukan melalui: 1. juga silsilah dan pendukung data lainnya. baik yang berhubungan dengan masalah kondisi objektif. yaitu: 1. Sumber Data Penelitian 1. bermanfaat bagi bukti penelitian. Teknik Mendapatkan Informan 1.Data ini dikumpulkan dengan melalui berbagai sumber data yang tertulis. dibuat pedoman yang dijadikan acuan dan instrumen wawancara yang dilakukan bersifat terbuka. Triangulasi F. Focus Group Discussion 4. terutama mengenai akurasi sumber dokumen. unsur informan terdiri dari mahasiswa fakultas keehatan masyarakat unand dan cleaning service FKM UNAND. Purposive sampling 2. 2. terstruktur dengan pedoman 3. Studi Dokumentasi. Teknik Analisis Data Teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif naratif. Teknik Pengumpulan Data Perolehan data penelitian yang luas serta mendalam. Dalam melakukan wawancara. Teknis ini menurut Miles dan Hubermen diterapkan melalui tiga alur. tidak reaktif. Reduksi data . D. Unsur non manusia sebagai data pendukung penelitian E. Observasi berpartisipasi 2. Snowball sampling 3.

Agenda Penelitian Agenda penelitian yang akan dilaksanakan adalah: JENIS KEGIATAN Penyusunan dan persetujuan proposal / desain penelitian Pengurusan izin penelitian Perumusan dan penyempurnaan kisi-kisi dan instrumen penelitian Studi pendahuluan untuk menentukan lokasi penelitian Pengumpulan data di lapangan Pengolahan dan analisis data Penyusunan laporan TANGGAL . Defendabilitas 3. Transperabilitas I. Konfirmabilitas 4. Kredibilitas 2.2. Penarikan kesimpulan/verifikasi H. Keabsahan Data Dalam penelitian dilakukan pengecekan keabsahan data melalui: 1. Penyajian data 3.

Penggandaan laporan Publikasi hasil penelitian melalui seminar .

ac.com/doc/52564317/BAB-I http://kebersihan-lingkungan.php/kreano/article/view/1243 http://www.IV.unnes.scribd. DAFTAR PUSTAKA www.journal.id/nju/index.html .com/Pengertian%20Sampah.comze.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful