LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013

BAB 1 PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang Kerja bangku yang menggunakan sistem pengelasan merupakan bagian dari suatu proses manufaktur. Sebagai alat penyambungan yang bersifat permanen, pengelasan merupakan sambungan yang lebih ringan dan kuat dari sambungan keling. Pengelasan itu sendiri adalah penyambungan dua logam sejenis maupun tidak dengan mencairkan (memanaskan) logam tersebut diatas atau dibawah titik leburnya,disertai dengan atau tanpa disertai logam pengisi dengan bantuan api las dan elektroda filler. Sesuai dengan kemajuan yang begitu pesat dari teknik pengelasan ini, cara penggunaan las ini sangat luas.dalam bidang industri, sebagai bagian mesin konstruksi. Proses ini selalu dijumpai di dalam perindustrian khususnya logam. Oleh karena itu, diharapkan dengan diadakannya praktikum ini dapat membantu memahami bagaimana prosedur kerja bangku. Dengan begitu praktikan dapat secara langsung mengamati proses kerja yang sebenarnya.

1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum proses produksi ini adalah 1. Mengetahui dan melakukan proses pemotongan logam dengan gergaji (hacksaw) 2. Melakukan proses pengelasan untuk memproduksi rak sepatu

1.3 Permasalahan Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam percobaan ini adalah membuat produk rak sepatu sesuai dengan ukuran tertentu yang diinginkan.

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013

2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerja Bangku Pada kerja bangku kita mengenal adanya proses pengelasan. Proses ini sering diartikan pengelasan, tetapi sebenarnya pengelasan tersebut merupakan bagian dari proses penyambungan. Pada dasarnya proses ini dapat dilakukan tanpa atau dengan mencairkan logam yang disambung, denagn atau tanpa logam pengisi, dengan atau tanpa tekanan dan dengan perekat atau adhesive. Contoh proses ini antara lain adalah pengelasan, solder, pengelingan dan lain-lain. 2.1.1 Proses Pemotongan Proses pemesinan dengan menggunakan prinsip pemotongan logam dibagi dalam tiga kelompok dasar, yaitu : proses pemotongan dengan mesin pres, proses pemotongan konvensional dengan mesin perkakas, dan proses pemotongan non konvensional. Proses pemotongan dengan menggunakan mesin pres meliputi pengguntingan (shearing), pengepresan (pressing) dan penarikan (drawing, elongating). Proses pemotongan konvensional dengan mesin perkakas meliputi proses bubut (turning), proses frais (milling), dan sekrap (shaping). Proses pemotongan non konvensional contohnya dengan mesin EDM (Electrical Discharge Machining) dan wire cutting. Proses pemotongan dengan menggunakan peralatan tangan akan dibahas lebih lanjjut yakni dengan menggunakan gergaji. Gergaji ialah sejenis alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Bilah gergaji biasanya bergerigi dan bentuk gigi gergaji bergantung kepada bahan yang dipotong, contohnya kayu atau logam. Ada banyak jenis gergaji. Diantaranya merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan kekuatan otot. Beberapa gergaji memiliki sumber tenaga lain seperti stim, air atau elektrik dan lebih kuat dari gergaji tangan. Gergaji tangan adalah alat potong yang banyak digunakan pada bengkel kerja bangku dan kerja mesin. Gergaji tangan adalah peralatan utama dalam bengkel, karena fungsi alat ini
JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013

3

adalah untuk menyiapkan bahan bakal yang akan dikerjakan atau dibuat benda kerja. Prinsip kerja dari gergaji tangan adalah langkah pemotongan kearah depan sedangkan langkah mundur mata gergaji tidak melakukan pemotongan. Prinsip kerja tersebut sama dengan prinsip kerja mengikir. Pekerjaan pemotongan dilakukan oleh dua daun mata gergaji yang mempunyai gigigigi pemotong. Dengan menggunakan gergaji tangan dapat dilakukan pekerjaan seperti memendekkan benda kerja, membuat alur/celah dan melakukan pemotongan kasar/pekerjaan awal sebelum benda kerja dikerjakan oleh peralatan lain.

Cara memegang gergaji tangan

Tangkai mata gergaji di pegang pada tangan kanan, tangan kiri memegang rangka bagian depan gergaji tangan.Pemegangan tangkai seperti

pemegangan pada pemegangan tangkai kikir. Posisi kaki adalah sama dengan posisi kaki saat mengikir.  Cara memotong Pada permulaan langkah memotong buatlah sudut kecil antara gigi pemotong dengan bahan, sehingga dapat dicegah kerusakan gigi-ggi pemotong. Bimbinglah

gigigigi pemotong dengan menggunakan ibu jari pada daerah dimana akan dilakukan pemotongan. Dengan bantuan tersebut, maka kesalahan ukuran dapat dihindari.  Memotong benda kerja yang panjang Gergaji tangan sangat terbatas pemakaiannya, terutama untuk membelah bahan yang panjang, tetapi ia masih dapat digunakan dengan melakukan perubahan penjempitan bahan dan penjepitan daun mata gergajinya. Pengikatan daun mata gergajinya tegak lurus dengan rangka. 2.1.2 Proses Pengikiran Pengikiran berasal dari kata kikir yang berarti suatu alat yang digunakan untuk mengikis/mengetam permukaan benda kerja. Dan berfungsi membuang sebagian benda kerja dengan jalan memarut, sehingga menjadi rata,cembung,cekung dll. Gigi kikir itu hampir serupa
JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS

arc welding. badan juga harus di ayunkan ke depan belakang dan memberi tekanan yang besar pada kikir. 2. Selain itu juga menghaluskan permukaan benda kerja menggunakan kikir halus sehingga memudahkan pada proses pengelasan.2. thermit welding dll.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 4 dengan bentuk gigi bilah gergaji. yaitu:      Oxyfuel Gas Welding (OFW) Arc Welding (W) Resistance Welding (RW) Solid State Welding (SSW) Unique Processes Dan beberapa diantaranya akan di bahas sedikit dalam penjelasan selanjutnya.Caranya dengan mengayunkan kikir ke depan dan belakang. kikir halus(smooth).2 Macam-macam pengelasan Secara umum proses pengelasan dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok besar. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .1 Fusion Welding Adalah sistem pengelasan logam di mana daerah sambungan dipanasi dengan suatu sumber panas yang terkonsentrasi sampai pada keadaan lebur dan pada sambungan las ditambahkan logam pengisi (filler metal). Kikir yang digunakan adalah kikir kasar(Bastard). 2. Pada penerapannya proses mengikir berfungsi untuk menghilangkan terak benda kerja menggunakan kikir kasar dan mengetam permukaan benda kerja menggunakan kikir kasar. Proses pengelasan yang termasuk kelompok ini antara lain gas welding. maka walaupun sukar dilihat gerak potong kikir adalah serupa dengan gerak potong bilah gergaji.

cold welding dll. Tabel tekanan udara pada pengelasan 2.3 Brazing Adalah sistem pengelasan tanpa proses penekanan dan logam yang akan dilas tidak melebur dan logam pengisinya mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari logam induknya.2. furnace brazing. pressure thermit welding. Proses pengelasan logam yang termasuk kelompok ini seperti gas brazing. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .2. Yang termasuk pengelasan kelompok ini adalah forge welding.resistance welding. dip brazing.2 Pressure Welding 5 Adalah sistem pengelasan logam dimana daerah sambungan las dipanasi sampai keadaan plastids atau hampir melebur kemudian diikuti dengan penekanan atau tempa pada bagian sambungan tersebut.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 2. electric brazing.

2.  Jarak dari bagian yang akan disambung. kemudian setelah dilakukan peyambungan logam pengisi membeku. Secara prinsip sama seperti proses solder. evaporation.5 Soldering Adalah penyambungan dua buah logam dengan logam lain (logam berbeda) sebagai pengisi. Logam pengisi dituangkan ke dalam kampuh dengan suhu tidak melebihi 430 C.  Penggunaan Flux. Sedangkan pada pengelasan gas ini logam pengisinya dilumerkan JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Kekuatan sambungan Brazing bergantung pada :  Jenis logam yang akan disambung.2. Pada las busur terjadi oleh busur listrik sebagai sumber panas. biasanya sebelum penyambungan dilakukan pembasahan permukaan kampuh agar sambungan tidak terjadi reaksi-reaksi yang dapat melemahkan sambungan seperti oksidasi.  Kebersihan tempat sambungan.  Jenis logam pengisi.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 6 Sambungan yang terjadi pada ikatan brazing dihasilkan dengan cara pemanasan pada suatu temperatur yang sesuai yaitu di atas 427 0C.4 Friction Welding or Inertis Welding Adalah suatu metode pengelasan yang menggunakan gaya gesek untuk mendapatkan inertis. hanya saja pencairan logam pengisi di atas 430 oC dan pengisian kampuh secara gaya kapiler.  Pemanasan dan pendinginan. dimana memanfaatkan logam penyambung lain yang dalam keadaan cair. Solder dan patri adalah penyambungan logam. Sebenarnya proses pengelasan yang paling luas penggunaannya adalah :  Las Busur dan las gas. sehingga timbul panas yang tinggi. Pengisian kampuh dengan logam pengisi dengan gaya gravitasi dan adhesi dari paduan logam yang disambung. bagian-bagian yang akan dilas serta logam pengisinya dilumerkan oleh panas yang terjadi.  Jumlah Alloy yang terjadi pada sambungan. Keduanya termasuk dalam golongan las lumer. slag inclusion dan kotoran-kotoran.2. 2.

 Sambungan Tee : miring. karena memiliki daerah suhu pengelasan yang besar. Sedangkan pada cara keduanya electrodenya berupa sepasang roda.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 7 oleh panas hasil pembakaran suatu jenis gas. 2.  Sambungan Sudut. Pengelasan Tekan yaitu dimana kedua logam yang disambung.  Sambungan Lidah diluruskan. dipanaskan hingga meleleh. Adapun pengelasan tekan itu sendiri dibagi menjadi : a. bagian-bagian yang disambung ditekan oleh dua buah electrode berbentuk batang pada tempat-tempat tertentu. 2. Pengelasan Cair Dimana logam induk dan bahan tambahan dipanaskan hingga mencair.  Sambungan Bilah Ganda. b.  Sambungan Lidah. 2.3Jenis-Jenis Sambungan Las  Sambungan Lantak. Jenis logam yang cocok pada proses ini adalah baja karbon rendah dan besi. Pengelasan tempa Merupakan proses pengelasan yang diawali dengan proses pemanasan pada logam yang diteruskan dengan penempaan (tekan) sehingga terjadi penyambungan logam.  Sambungan Tepi. Pengelasan tahanan (Resistansi Listrik). proses ini meliputi : JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . yaitu: 1. Pada cara pengelasan ini dapat berupa las titik dan las garis. kemudian membiarkan keduanya membeku sehingga membentuk sambungan.4 Bedasarkan proses pelaksanaannya las dapat dibedakan menjadi tiga. Pada cara yang pertama. lalu keduanya ditekan hingga menyambung. silang.  Las Tahanan Las ini termasuk dalam pressure welding. Dan pada umumnya digunakan campuran asetilen dan oksigen.

Prosesnya yaitu pelat yang akan disambung dijepit dengan elektroda dari paduan tembaga.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 8 1. las kampuh tumpang sederhana dan las kampuh penyelesaian. Las proyeksi. Las Tumpul. Oksigen berasal dari proses hidrolisa atau pencairan udara. asetilen dan hidrogen yang dicampur dengan oksigen. 3. Nyala gas yang banyak digunakan adalah gas alam. Tonjolan bisa dihilangkan dengan pemesinan. merupakan proses pengelasan yang menghasilkan sambungan las yang kontinyu pada dua lembar logam yang tertumpuh. Nyala Oksiasetilen Dalam proses ini digunakan campuran gas oksigen dengan gas asetilen. kemudian dialiri arus yang besar. yaitu las kampuh sudut. 4. Gas asetilen (C2H2) dihasilkan oleh reaksi kalsium karbida dengan air dengan reaksi sebagai berikut : C2H2 + 2 H2O Ca(OH)2 + C2H2 Kalsium air Kapur tohor gas asetilen karbida . Oksigen disimpan dalam silinder baja pada tekanan 14 MPa. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Bentuk tabung oksigen dan asetilen diperlihatkan pada gambar dibawah ini.dan waktunya dapat diatur sesuai dengan ketebalan pelat yang akan dilas. Suhu nyalanya bisa mencapai 3500 ˚C. 2. kemudian dialiri arus listrik yang besar. Pengelasan Gas Pengelasan dengan gas adalah proses pengelasan dimana digunakan campuran gas sebagai sumber panas. prosesnya hampir sama dengan las proyeksi. Ada tiga jenis las kampuh. Kedua logam yang disambung sebaiknya mempunyai tahanan yang sama agar terjadi pemanasan yang rata pada sambungan c. Las Kampuh. merupakan proses pengelasan yang hasil pengelasannya sangat dipengaruhi oleh distribusi arus dan tekanan yang tepat. Pengelasan bisa dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi. yaitu pelat yang akan disambung dijepit dahulu dengan elektroda dari paduan tembaga. Las titik. Panas yang terjadi tidak sampai mencairkan logam namun menimbulkan sambungan las dimana sambungannya akan menghasilkan tonjolan. a. pengelasan las tumpul prosesnya yaitu dua batang logam saling tekan dan arus mengalir melalui sambungan batang logam tersebut dan menimbulkan panas.

Tabung asetilen mapu menahan tekanan sampai 1.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 9 Gambar 2. kemudian diisi dengan gas asetilen. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Agar aman dipakai gas asetilen dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100 kPa dan disimpan tercampur dengan aseton.2 Tabung asetilen dan oksigen untuk pengelasan oksiasetilen. Gambar 2.7 MPa. Skema nyala las dan sambungan gasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.3 Skema nyala las oksiasetilen dan sambungan gasnya. Tabung asetilen diisi dengan bahan pengisi berpori yang jenuh dengan aseton.

Selama proses pemanasan. Selubung luar berwarna kebiru-biruan adalah reaksi gas CO atau H2 dengan oksigen yang diambil dari udara. b. Nyala oksidasi adalah apabila terdapat kelebihan gas oksigen. Nikel. Pengelasan Gas Bertekanan Sambungan yang akan dilas dipanaskan dengan nyala gas menggunakan oksiasetilen hingga 1200 oC kemudian ditekankan. Nyala jenis ini digunakan untuk pengelasan logam Monel. berbagai jenis baja dan bermacam-macam bahan pengerasan permukaan nonferous. Untuk nyala dibutuhkan udara yang dihisap sesuai dengan kebutuhan. Nyalanya mirip dengan nyala netral hanya kerucut nyala bagian dalam lebih pendek dan selubung luar lebih jelas warnanya. Pengelasan Udara-Asetilen Nyala dalam pengelasan ini mirip dengan pembakar Bunsen. c. Nyala menggunakan nyala ganda dengan pendinginan air. Suhu pengelasan lebih rendah dari yang lainnya maka kegunaannya sangat terbatas yaitu hanya untuk patri timah dan patri suhu rendah. Pengelasan ini digunakan pada pengelasan lembaran tipis dan paduan dengan titik cair yang rendah. kedua permukaan yang akan disambung ditekan satu sama lainnya selama proses pemanasan. Nyala reduksi terjadi apabila terdapat kelebihan asetilen dan pada nyala akan dijumpai tiga daerah dimana antara kerucut nyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan. Ketila suhu yang tepat sudah diperoleh.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 10 Pada nyala gas oksiasetilen bisa diperoleh 3 jenis nyala yaitu nyala netral.Nyala oksidasi digunakan untuk pengelasan kuningan dan perunggu. Pada sambungan tertutup. benda diberi JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Pengelasan Oksihidrogen Nyala pengelasan oksihidrogen mencapai 2000 oC. d. reduksi dan oksidasi. nyala tersebut diayun untuk mencegah panas berlebihan pada sambungan yang dilas. Ada dua cara penyambungan yaitu sambungan tertutup dan sambungan terbuka. Pada nyala netral kerucut nyala bagian dalam pada ujung nyala memerlukan perbandingan oksigen dan asetilen kira-kira 1 : 1 dengan reaksi serti yang bisa dilihat pada gambar. lebih rendah dari oksigen-asetilen.

Pada sambungan terbuka menggunakan nyala ganda yang pipih yang ditempatkan pada kedua permukaan yang disambung. Las busur dengan elektroda karbon ganda 2. Seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini Gambar 2. Permukaan yang disambung dipanaskan sampai terbentuk logam cair. Untuk baja karbon tekanan permulaan kurang dari 10 MPa dan tekanan upset antara 28 MPa. Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fluksi. Pengelasan Busur Pengelasan busur listrik adalah cara pengelasan menggunakan busur listrik atau percikan bunga api listrik akibat hubungan singkat antara dua kutub listrik yang teionisasi dengan udara melalui penghantar batang elektroda yang sekaligus dapat digunakan pula sebagai bahan tambah atau bahan pengisi dalam pengelasan. d. Las busur dengan elektroda karbon Busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 11 tekanan.4 Las busur listrik Ada beberapa macam las busur dengan elektroda yang digunakan: 1. Contoh las busur dengan elektroda karbon. misalnya: JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Las busur dengan elektroda logam. kemudian nyala buru-buru dicabut dan kedua permukaan ditekan sampai 28 MPa hingga logam membeku. misalnya : a. Las busur dengan elektroda karbon tunggal b.

busur listrik dan daerah las sekitar busur listrik terhadap pengaruh udara luar. filler logam digunakan dalam bentuk kawat batangan atau kawat gulungan yang dipasok oleh alat pengumpan yang terpisah biasanya tanpa arus listrik. Arc terbakar antara elektroda tungsten dan bagian yang dikerjakan. pengelasan TIG dapat digunakan tanpa filler logam. Dalam pengelasan TIG standar. Lelehan logam. Karena elektrodanya tidak ikut mencair maka disebut juga elektroda tidak terumpan. jadi hanya berfungsi sebagai penghantar arus dan pembawa arc. meskipun ada manfaat kualitas dan produktivitas jika menggunakan campuran baik argon dan helium atau argon dan hidrogen.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 a. Untuk pekerjaan lembaran logam yang tipis. Di bawah ini gambar las busur dengan elektroda berselaput. menggunakan argon. Tetapi karena sulit didapat maka jarang digunakan. berawal dari pengelasan paduan untuk bodi pesawat terbang. selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elektroda. kawah las. Las busur dengan elektroda berselaput/ SMAW 12 Las busur listik dengan elektroda berselaput atau SMAW (Shielded Metal Arc Welding). JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Proses las busur ini menggunakan elektroda berselaput sebagai bahan tambah. Untuk pekerjaan dengan lembaran logam yang lebih atau ketika menggabungkan bahan yang berbeda. seperti Xenon. Pengelasan ini pertama kali ditemukan di USA (1940). Las ini memakai elekroda Tungsten yang mempunyai titik lebur yang sangat tinggi (3260 ˚C) dan gas pelindungnya Argon/Helium. api dikeluarkan dengan bebas tetapi sebuah varian yang dikenal dengan pengelasan plasma menggunakan nozzle sekunder untuk mengecilkan arc. Las TIG (Tungsten Inert Gas)/GTAW Pengelasan TIG (tungsten inert gas) adalah teknik pengelasan berkualitas tinggi dengan kecepatan peleburan/penyatuan yang rendah. Sebenarnya masih ada gas lainnya. elektrodanya tidak meleleh. Prinsip: panas dari busur terjadi diantara elektrode Tungsten dan logam induk akan meleburkan logam pengisi ke logam induk di mana busurnya dilindungi oleh gas mulia (Ar atau He). elektroda tungsten yang panas dan bagian ujung dari filler logam yang meleleh dilindungi dari atmosfir dengan menggunakan gas inert. Biasanya. Dalam penggunaannya Tungsten tidak ikut mencair karena Tungsten tahan panas melebihi dari logam pengisi. b. busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagian bahan dasar.

Karena kedua hal tersebut maka pengelasan selalu dilaksanakan secara otomatis penuh. Mesin las ini dapat menggunakan sumber listrik AC yang lamban dan DC dengan tegangan tetap. Slavianoff. Dalam pengelasan ini busur listriknya terendam dalam fluks. Mesin las dengan listrik DC kadang-kadang digunakan untuk mengelas pelat tipis dengan kecepatan tinggi atau untuk pengelasan dengan elektroda lebih dari satu. Kualitas Las Baik 2. Las SAW (Submerged Arc Welding) Dalam pengelasan busur rendam otomatis. Untuk pengelasan MIG. Gas pelindung melingkupi arc. Las busur rendam adalah pengelasan dimana logam cair tertutup dengan fluks yang diatur melalui suatu penampung fluks dan logam pengisi yang berupa kawat pejal diumpankan secara terus menerus. d. busur listriknya tidak kelihatan. proses pemindahan tetesan dan leburan logam dari pengaruh atmosfir. busur dan material yang diumpankan untuk pengelasan tidak diperlukan seorang operator yang ahli. Dulchesky. Kedua teknik ini menggunakan arc DC yang nyala di antara bagian yang dikerjakan dan kawat elektroda. gasnya adalah gas inert : argon atau campuran argon-helium. Penetrasi cukup JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . kecepatan pengumpanan dapat dibuat tetap dan biasanya menggunakan polaritas balik (DCRP). Bila menggunakan sumber listrik DC dengan tegangan tetap. Dan Las Busur Rendam dipraktekkan pertama kali oleh D. Di samping itu karena mempergunakan kawat elektroda yang besar maka sangat sukar untuk memegang alat pembakar dengan tangan tepat pada tempatnya. bila menggunakan listrik AC perlu adanya pengaturan kecepatan pengumpanan kawat las yang dapat diubah-ubah untuk mendapatkan panjang busur yang diperlukan. Pengelasan otomatis ini pertama kali diusulkan oleh Bernardos dan N.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 13 c. Karena dalam pengelasan ini. Keuntungan Las Busur Rendam: 1. dimana elektroda ini fungsinya secara simultan adalah sebagai pembawa tenaga dan sumber filler logam. maka sangat sukar untuk mengatur jatuhnya ujung busur. Las MIG/GMAW Pengelasan MIG (metal inert gas) secara luas digunakan setiap kali dibutuhkan peleburan/penyatuan logam dengan kecepatan tinggi dan sedang.

Pengelasan Thermit. akan tetapi bedanya adalah penggunaan bahan tambahan/ filler yang mempunyai titik leleh dibawah titik leleh logam induk. pengelasan jenis ini digunakan untuk pengelasan pada logam biasa. logam yang mudah teroksidasi dan beberapa jenis paduan super yang tak mungkin dilas. khususnya dalam industri elektronika. merupakan pengelasan yang lambat dan hanya diterapkan pada las yang kecil. Tidak perlu operator tampil 5. Thermit merupakancampuran serbuk Al dan Oksida besi dengan perbandingan 1 : 3. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . b. Pengelasan Listrik berkas electron. Penggunaan sangat terbatas 3. Bahan las hemat 4. Sulit menentukan hasil seluruh pengelasan 2. Pengelasan Laser. Dapat memakai arus yang tinggi 14 Kerugian Las Busur Rendam: 1.logam tahan api. c. Pematrian Pematrian ( pengelasan fusion) adalah seperti pengelasan cair. Posisi pengelasan hanya horisontal 3. merupakan satu-satunya pengelasan yang menggunakan reaksikimia eksotermis sebagai sumber panas. Pengelasan fusion dapat dibedakan menjadi : a.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 3.

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 15 Gambar 2. Machine dengan arus searah (DC). MESIN LAS (WELDING MACHINE). dengan jumlah ampere dan voltage yang cukup baik kestabilan api las (Arc) akan tetap terjaga. Machine dengan arus bolak balik (AC) JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .6) Gambar 2. b. (lihat gambar 2.5 Prinsip kerja perpindahan logam pada proses SMAW 1.6 Skema Proses SMAW Dimana electric power (tenaga listrik) yang diperoleh dari welding machine menurut jenis arus yang dikeluarkannya terdapat 3 (tiga) jenis machine yaitu : a. Persyaratan dari proses SMAW adalah persediaan yang kontinyu pada electric current (arus listrik).

Machine dengan kombinasi arus yaitu searah (DC) dan bolak balik (AC) 16 Pada machine arus searah (DC) dilengkapi dengan komponen yang merubah sifat arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) yaitu generator.8 Machine Arus AC Untuk machine kombinasi AC dan DC dilengkapi dengan transformator dan rectifier. melainkan daru generator listrik. (lihat gambar 2. dimana rectifier ini mempunyai fungsi untuk meratakan arus.7) Gambar 2.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 c.8) Gambar 2.9) JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .7 Machine arus DC Machine arus bolak balik tidak perlu dilengkapi dengan generator. Karakteristik electric efficiencynya 80-85% (lihat gambar 2. karena arus listrik yang dipakai disini bukan berasal dari baterei. (lihat gambar 2. tetapi cukup dengan transformator.

Sedang untuk pengelasan baja paduan. inti elektrode. inti elektrode.5 PEMILIHAN PARAMETER PENGELASAN. agar untuk menghindari terbakarnya unusur-unsur paduan sebaiknya digunakan arus las yang sekecil mungkin. agar dapat mengelas lebih cepat diperlukan arus yang lebih tinggi. maka untuk menahan pendinginan ini diberikan masukan panas yang tinggi yaitu dengan arus pengelasan yang besar.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 17 Gambar 2. dan tegangan ini akan dikurangi antara 2 – 5 volt pada posisi diatas kepala. Besarnya arus juga mempengaruhi pengelasan. Panjang busur (Arc Length) yang dianggap baik lebih kurang sama dengan dia. mempunyai tegangan 20 – 30 volt pada posisi datar. Untuk besarnya tegangan yang dipakai setiap posisi pengelasan tidak sama. Juga pada pengelasan yang kemungkinan dapat terjadi retak panas. Misalnya dia. Kestabilan tegangan ini sangat menentukan mutu pengelasan dan kestabilan juga dapat didengar melalui suara selama pengelasan. Pengelasan logam paduan. dia. Polaritas listrik JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . jenis elektrode.9 Machine 2. macam elektrode dan dia. Untuk pengelasan pada daerah las yang mempunyai daya serap kapasitas panas yang tinggi diperlukan arus listrik yang besar dan mungkin juga diperlukan tambahan panas. geometri sambungan pengelasan. ketelitian sambungan . geometri sambungan. dimana besarnya arus listrik pada pengelasan tergantung dari bahan dan ukuran lasan. elektrode 3 mm – 6 mm. misalnya pada pengelasan baja tahan karat austenitik maka penggunaan panas diusahakan sekecil mungkin sehingga arus pengelasan harus kecil. elektrode yang dipakai. Kecepatan pengelasan tergantung dari bahan induk. yang daerah HAZ-nya dapat mengeras dengan mudah akibat pendinginan yang terlalu cepat.

beda dengan Tonjolan tinggi Normal Volt. Kec. maka polaritas ini mepunyai hasil pengelasan yang lebih dalam dibanding dengan polaritas lurus (DCEN). suara gemercak JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Kec tidak Normal beraturan. Percikan Baik. Terdapat dua jenis polaritas yaitu polaritas lurus. Normal B Amps Rendah. dimana benda kerja positif dan elektrode negatip (DCEN). Percikan Dangkal Tidakbesar. Polaritas balik adalah sebaliknya. No Variabel Operasi Karakteristik Hasil Pengelasan Suara Arc Penetrasi Burn Electrode Off Bentuk Bead A Normal Normal Amps. Karakteristik dari polaritas balik yaitu pemindahan logam terjadi dengan cara penyemburan. Suara dan gemercak kuat galengan Volts. dalam Bentuk normal Fusion sangat baik .LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 18 mempengaruhi hasil dari busur listrik. Sifat busur listrik pada arus searah (DC) akan lebih stabil daripada arus bolak-balik (AC).Tidak overlap ada kecil. Dari keterangan diatas dapat disimpulkan seperti pada tabel dan gambar dibawah ini.

Suaranya Kecepatan. American Society for Testing Material (ASTM) Contoh : E6010 artinya E = elektric welding 60 = tensile strenght (kekuatan tarik) 60 . Elektrode Las Ada dua macam elektrodde las yang biasa digunakan yaitu 1. jarang beraturan D Normal Normal Amps. Normal Suaranya Volts. halus Lebar dangkal dan Rata Tonjolan tinggi Luas 19 bead tidak lebar. American Welding Society (AWS) 2. Kec rendah G Normal Amps. Percikan Kecepatan. lebar Fusionnya baik dan lebar Volt rendah dan lebih dari No B dan Lebar membentuk kawah Volt tinggi F Normal Amps. Kec tinggi dan undercut Gambar 2.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 yang diatas C Amps tinggi. kecil tenang dan Kecil Dalam panjang dan Coating tertinggal dan serta panjang Coating membentuk kawah pirosity E Normal Normal Amps. Kec. 103 psi JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . Normal Kecil dangkal dan Normal Bead kecil Normal Volt.10 dan Tabel 1 Karekteristik hasil pengelasan 2. Normal seperti ledakan. Normal Kawah normal Normal Bead lebar Normal Volt.6.

(lihat gambar 2.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 1 = welding position 0 = special manufacturer characteristic  Welding position (1. medium penetration 3 = AC atau DCSP  DCRP. 2. Gambar 2.11). high quality deposit. high quality. Penyalaan busur listrik pada pengelasan dapat dilakukan dengan melakukan hubungan singkat ujung elektroda dengan logam induk. kecuali xx20 dan xx30 untuk polaritas lain 1 = AC atau DCRP  high quality deposit penetrasi dalam 2 = DCSP atau AC.6 – 3. kemudian memisahkannya lagi sampai jarak tertentu sebagai panjang busur. 3) 20 1 = elektroda untuk semua pengelasan 2 = elektroda hanya untuk posisi horisontal dan flat 3 = elektroda untuk posisi flat  Spesial manufacturer characteristic 0 = DCRP.7 PELAKSANAAN PENGELASAN. low hidrogen 6 = AC. medium high deposit 4 = AC atau DC positif  slag mudah dibersihkan 5 = DCRP. low hydrogen 2. Dimana panjang busur normal yaitu antara 1.2 mm.11 Cara penyalaan JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .

Fusion Welding Pada proses pengelasan dengan cara fusion akan dibahas khusus tentang electric arc weldingnya saja. logam pengisi 3. pengaturan nyala Torch terdiri dari bermacam-macam ukuran.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 21 Pemadaman busur listrik dilakukan dengan menjauhkan elektrode dari bahan induk . ukuran torch 2. (lihat ganbar 2. makin besar torch yang digunakan. untuk menghasilkan penyambungan manik las yang baik dapat dilakukan sebagai berikut : Sebelum elektrode dijauhkan dari logam induk sebaiknya panjang busur listrik dikurangi lebih dahulu. makin tebal logam dan konduktivitas panas. sudut torch 5. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .12) Gambar 2. baru kemudian elektrode dijauhkan dalam posisi lebih dimiringkan secukupnya. Pada prinsipnya cara pengelasan ada 2 macam yaitu : 1.8 Cara-Cara Pengelasan Untuk mendapatkan pengelasan yang baik dilakukan dengan pemilihan cara pengelasan yang tepat baik menyangkut : 1. cara gerakan dari torch 4.12 Cara pemadaman 2.

stainless steel. Jarak dari bagian yang akan disambung 7. Jenis logam pengisi 3. Campuran perak (silver alloy) Digunakan untuk tembaga. Brazing 22 Sambungan yang terjadi pada ikatan brazing dihasilkan dengan cara pemanasan pada suatu temperature yang sesuai yaitu diatas 427C ( 800F). benda kerja dari pengecoran. campuran aluminium. Jenis logam yang akan disambung 2. Jumlah alloy yang terjadi pada sambungan 4. Kebersihan tempat sambungan 5. Bronz digunakan untuk mengelas ferrous metal. Fluxes Flux digunakan untuk membantu brazing dalam procesnya. Kekuatan sambung brazing tergantung dari : 1. campuran tembaga. campuran tembaga. Tembaga Biasanya digunakan untuk mengelas baja karbon rendah. Penggunaan flux 6. Campuran aluminium Digunakan untuk mengelas benda kerja dari aluminium.dll. campuran perak. dll. campuran tembaga. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . pemanasan dan pendinginan Filter Metal / Logam Pengisi Pada umumnya ada 4 macam filter metal yang dipakai seperti : tembaga. Pengisian logam pengisi pada kamuh las karena adanya atraksi kapiler (gaya kapiler).dll.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 2. Campuran tembaga Campuran tembaga yang biasanya terdiri dari bermacam-macam campuran seperti bronz.brass. dengan memakai logam pengisi yang menmpunyai melting point logam yang akan disambung.

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 Secara terperinci guna dari Flux adalah : 1. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . 2. Mengurangi beberapa oksid yang terdapat pada permukaan tempat sambungan 23 3. Mengisi surface tension molten alloy yang mendorong mengalirnya pada tempat-tempat sambungan. Untuk melindungi permukaan terhadap oksidasi sewaktu pemanasan.

Meletakkan rod pada ragum hingga rapat kemudian memotong rod sebagai workpiece untuk bagian rak sepatu dengan ukuran 700mm @ 8 buah . Menghaluskan dan meratakan ujung workpiece dengan kikir. 210mm @ 4 buah .1 Alat Gergaji besi (Hacksaw) Kikir Ragum Roll Meter Alat Penanda (TipeX) Palu Las Sikat Baja Perlengkapan Mesin Las Kacamata Las Penggaris Siku 1 unit 1 buah 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 unit 1 buah 1 buah 3. Menyusun potongan-potongan workpiece untuk mengetahui ketepatan ukuran potongan. 5. 2. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . 3. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.2 Bahan Workpiece berupa rod baja Elektroda Las SMAW RB . Mengukur panjang rod yang dibutuhkan untuk pembuatan komponen rak sepatu. 4.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 24 BAB 3 METODOLOGI 3.3 Prosedur Kerja Prosedur Pemotongan 1.26 3. 1430mm @ 1 buah.

7. Proses Las Untuk melekatkan logam gunakan mesin las listrik Pilih kawat las / elektroda yang sesuai untuk pekerjaan Gunakan sarung tangan kulit dan pelindung mata untuk las Atur arus sesuai dengan kebutuhan. 3. Menyambungkan kutub (+) dengan elektroda dan kutub (–) dengan workpiece. Melakukan kembali proses pengelasan 5-6 hingga untuk seluruh komponen rak sepatu. Memukul hasil lasan dengan palu las untuk menghilangkan slag dan tegangan sisa. 4. segera matikan mesin JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 Prosedur Pengelasan 1. Keselamatan Kerja        Kenakan pakaian kerja dengan benar. Melakukan proses las titik pada ujung dan sudut workpiece yang akan dilas. sepatu yang sesuai dan gunakan selalu sarung tangan Kenakan pelindung mata bila dirasa perlu 2. Membersihkan ujung ujung workpiece yang akan di las dengan menggunakan sikat baja. Prosedur Tambahan 1. Melakukan proses pengelasan secara menyeluruh untuk menyambung workpiece. bila perlu lakukan percobaan terlebih dahulu sebelum mengelas benda kerja Jika kawat las lengket dan susah diambil. 6. Mempersiapkan alat dan bahan. 25 2. 5.

4 Gambar Kerja Bangku (Pembuatan rak sepatu) 26 700 Gambar 3.1 dimensi rak sepatu JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 3.

1 Analisa Data dan Pembahasan Dalam praktikum Kerja bangku diawali dengan proses pemotongan bahan berupa rod baja sesuai ukuran yang ditentukan. Baja dijepit dan ditahan pada ragum. posisi hacksaw diusahakan tegak lurus siku benda kerja dan bersudut 45˚ terhadap meja agar hasil potongan lurus dan proses pemotongan selesai dengan terpotongnya ujung-ujung baja siku secara bersamaan. Kemudian benda kerja dijepit pada ragum lalu pada proses pengerjaannya mengambil posisi seperti pada proses pemotongan. elektroda ini menggunakan standart AWS E6013 atau JIS D41313. 210mm @ 4 buah .2 mm. Dimana proses pemotongan ini dilakukan dengan menggunakan gergaji (Hacksaw). salah satu kaki menumpu pada meja. Setelah itu tandai dengan menggunakan penanda agar mudah dalam pemotongan.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 BAB 4 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 27 4. Setelah proses pemotongan selesai. Dan setelah semua proses pemotongan selesai maka selanjutnya akan masuk ke proses pengelasan. Dalam praktikum kerja bangku ini dibutuhkan baja yang panjangnya 700mm @ 8 buah . benda kerja diratakan dan dihaluskan dengan menggunakan kikir. Pada saat pengelasan kita menggunakan electrode RB-26 dengan ukuran 3. Saat proses pemotongan diawali di siku baja. 1430mm @ 1 buah. Dimana arti dari AWS E6013 adalah sebagai berikut: E = electric welding 60 = tensile strength (kekuatan tarik) 60 x 103psi 1 = welding position dimana elektrodenya untuk semua posisi pengelasan 3 = special manufacturer characteristic dimana AC atau DCSP  DCRP medium – high deposit JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . hacksaw melakukan gerakan memakan ke depan. Dalam pengkikiran dilakukan gerakan memakan ke depan. dimana posisinya diusahakan tegak lurus siku benda kerja dan bersudut 45˚ terhadap meja agar hasil yang didapat bagus dan rata. Pada saat pemotongan posisikan badan dengan kuda-kuda yang kuat.

Sebelum di las benda kerja disusun berjajar 4 terlebih dahulu hingga berbentuk rak. praktikan juga harus mengenakan kaca mata las agar mata terlindung dari cahaya yang dihasilkan selama proses pengelasan. Setelah itu dilakukan final check untuk mengetes apakah lasannya sudah kuat yaitu dengan cara dijatuhkan / dibanting bagian yang sudah dilas tadi. sehingga nantinya menggunakan consumable electrode. tidak kuatnya sambungan pengelasan dan sambungan miring. Mesin las disiapkan dengan mengatur besar arus untuk las dan menyambungkan kutub (+) dengan elektroda dan kutub (–) dengan workpiece. Dimana hal ini bertujuan untuk meminimalisir missalignment karena benda kerja mengalami pemuaian dan untuk mempermudah proses las. Kemudian ujung-ujung anak rak dilas titik. Jenis arus listrik yang digunakan untuk pengelasan busur adalah DCEP. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS . ini juga berfungsi agar permukaan las lebih rata dan dengan kawat besi sebelum di dibersihkan dengan palu. Setelah dirasa cukup las titik dan bentuk kerangka rak sudah mulai jadi.LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 28 Bagian benda kerja yang akan dilas dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan sikat baja. praktikan harus mengenakan sarung tangan agar tidak terkena percikkan saat pengelasan berlangsung yang dapat menyebabkan gatal pada kulit. Hal ini dikarenakan benda kerja yang tipis berbentuk plat. Hasil lasan pada benda kerja yang telah dilakukan cukup baik karena dibutuhkan keahlian yang cukup dalam pengelasan. Saat proses pengelasan. Jenis las yang digunakan adalah SMAW. Kesalahan yang terjadi saat proses pengelasan antara lain lengketnya elektroda pada benda kerja . maka dilanjutkan untuk proses pengelasan. Kemudian slag pada las-lasannya dibersihkan dengan diberi pukulan dengan palu. Elektroda yang meleleh akan lebih banyak.

1 proses pengelasan. hasil dan alat pengelasan JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 29 Gambar 4.

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU DAN LAS 2013 BAB V KESIMPULAN 30 Berdasarkan praktikum dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:  praktikan mengetahui dan mampu mengoperasikan gergaji besi untuk memotong logam dan mengaplikasikan las SMAW sehingga mampu membuat benda kerja yaitu rak sepatu. 1430mm @ 1 buah. Hasil akhir didapat: didapatkan baja yang panjangnya berukuran 700mm @ 8 buah . 210mm @ 4 buah . JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FTI-ITS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful