Gambar 2. Skema polarisasi selektif menggunakan filter polaroid.

Hanya cahaya dengan orientasi sejajar sumbu polarisasi polaroid yang diteruskan. Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Bahan polaroid bersifat meneruskan cahaya dengan arah getar tertentu dan menyerap cahaya dengan arah getar yang lain. Cahaya yang diteruskan adalah cahaya yang arah getarnya sejajar dengan sumbu polarisasi polaroid.

Gambar 3. Dua buah polaroid, polaroid pertama disebut polarisator dan polaroid kedua disebut analisator dengan sumbu transmisi membentuk sudut θ Seberkas cahaya alami menuju ke polarisator. Di sini cahaya dipolarisasi secara vertikal yaitu hanya komponen medan listrik E yang sejajar sumbu transmisi. Selanjutnya cahaya terpolarisasi menuju analisator. Di analisator, semua komponen E yang tegak lurus sumbu transmisi analisator diserap, hanya komponen E yang sejajar sumbu analisator diteruskan. Sehingga kuat medan listrik yang diteruskan analisator menjadi: E2 = E cos θ Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator) memiliki intensitas I0, maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah: I1 = ½ I 0 Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan intensitas menjadi: I2 = I1 cos2θ = ½ I0 cos2θ

Polarisasi (Pengkutuban) Polarisasi adalah peristiwa perubahan arah getar gelombang cahaya yang acak menjadi satu arah getar.

► Gelombang yang dapat mengalami polarisasi hanyalah gelombang tranversal yang mempunyai arah getaran tegak lurus dengan arah perambatannya ► Terpolarisasi atau terkutub artinya memiliki satu arah getar tertentu saja.akan dipantulakna dan dibiaskan.Polarisasi Gelombang menunjukkan arah medan listrik pada suatu titik yang dilewati oleh gelombang tersebut. seperti pada gambar brikut : . Jenis polarisasi antena dapat dikategorikan berdasarkan polanya pada BIDANG yang TEGAK LURUS atau normal dengan sumbu propagasi. Sinar perpolarisasi bila sudut pantuk dan sudut bias membentuk sudut 90. Polarisasi Karena Pemantulan dan Pembiasan Berkas Sinar alami melalui suatu medium kaca. ke medium kaca (cermin datar). maka sinar yang dipantulkan sudah terpolarisasi. Polarisasi Karena Pemantulan Berkas sinar alami (sinar yang belum terpolarisasi) dijatuhkan dari medium udara. Dengan sudut datang i = 57o. seperti pada gambar berikut : Simbol Cahaya alami. yang bukan sinar terpolarisasi adalah gambar sbb: atau Cahaya terpolarisasi didapatkan dengan cara sbb : 1. seperti pada gambar berikut: 2.

Polarisator berfungsi untuk menghasilkan cahaya terpolarisasi. yaitu dalam bentuk getaran medan listrik dan magnetik yang saling tegak lurus. Gelombang cahaya yang bergetar dalam berbagai bidang getar disebut sebagai cahaya tak terpolarisasi. yaitu Polarisator dan Analisator. Konsep cahaya tak . Polarisasi karena penyerapan selektif.Dari peristiwa pemantulan dan pembiasan akan diperoleh Rumus Brewster. r = 90 -ip n2/n1 = sin ip/sin r = sin ip/sin (90-ip) = sin ip/cos ip = tg ip n2/n1 = tg ip 3. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik sehingga bergetar dalam berbagai bidang getar.1 Latar Belakang Jika kita mengamati gelombang transversal pada tali yang merambat. akan dapat teramati bahwa arah getarnya tidak hanya berlangsung kesatu bidang getar. seperti pada gambar berikut LIKE THIS: 1. sedangkan Analisator untuk mengetahui apakah cahaya sudah terpolarisasi atau belum. Polarisasi dengan penyerapan selektif diperoleh dengan memasang dua buah polaroid. Sbb : ip + r = 9o. kita akan melihat bahwa arah getar gelombang tersebut hanya berlangsung pada suatu bidang getar. Pada gelombang elektromagnetik.

dan aplikasi dari hukum Brewster dan hukum Malus. 2. bila gelmbang tersebut bergetar pada satu bidang getar (datar) yang disebut juga dengan bidang polarisasi.2. dan jika bidang getaran masuk membentuk sudut 450 kepada sumbu optik. Cahaya tak terpolarisasi dapat di ubah menjadi cahaya terpolarisasi melalui proses polarisasi. polarisasi tidak terjadi pada gelombang longitudinal. Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar. polarisasi tidak terjadi pada gelombang longitudinal. Gelombang yang hanya memiliki satu arah getar disebut gelombang terpolarisasi. efek polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. 1. maka kedua gelombang tersebut akan mempunyai amplitudo . Cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya dengan arah getar hanya pada satu bidang.2 Tujuan  Untuk mengetahui Jenis-Jenis polarisasi  Untuk mengetahui cara membuat sinar terpolarisasi  Untuk mengetahui aplikasi Hukum Brewster dan Hukum Malus BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. ruang lingkup pembahasannya dibatasi pada berbagai jenis polarisasi.1 Latar Belakang Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar. b) Polarisasi lingkaran ketika cahaya terpolarisasi bidang yang frekuensi sudutnya jatuh dalam arah normal sehingga sumbu optiknya sejajar dengan muka bidang. Untuk mengetahui lebih rinci mengenai polarisasi cahaya dan Atas dasar salah satu tuntutan dalam proses perkuliahan fisika dasar II. Efek polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. penulis menyusun makalah ini. Polarisasi linear disebut juga polarisasi bidang. 1. Ruang Lingkup Dalam penyusunan makalah ini. kedua gelombang yang muncul keluar akan terpolarisasi bidang dengan arah-arah polarisasi yang tegak lurus terhdap satu sama lain. bagaimana cara membuat sinar terpolarisasi.2 Jenis-jenis polarisasi a) Polarisasi linear suatu gelombang disebut terpolarisasi linear .terpolarisasi dapat di gambarkan separuhnya bergetar pada bidang horizontal dan separuhnya lagi bergetar dalam bidang vertikal.

2) Dalam penggunaannya. filter polarid disusun sedemikian rupa (biasanya dua filter) sehingga proses transmisi cahaya oleh kedua filter berbeda karena letak sumbu polarisasinya berbeda. cahaya yang muncul keluar tersebut dikatakan terplarisasi lingkaran (circularly polarized). dengan pesawat polarisasi mereka disudut kanan satu sama lain. Jadi polarisatr hanya akan menurunkan ½ intensitas cahaya datang.yang sama dan berbeda fasa sebesar 90 0 . Filter pertama disebut polarisator yang berfungsi mengubah cahaya tak terplarisasi menjadi cahaya terpolarisasi. cahaya pantul dan cahaya bias akan membentuk sudut 900 . Sebuah gelmbang terpolarisasi elipstik dapat diselesaikan dalam dua gelombang terpolarisasi secara linear. Sudut ini disebut sudut polarisasiatau sudut Brewster. c) polarisasi elips polarisasi ini sama seperti polarisasi lingkaran. besar sudut brewster dapat ditentukan dengan persamaan berikut. tan ƟB= n2 (1. gelombang terpolarisasi elipstik pemeran kiralitas. cahaya pantul tetap berbentuk cahaya tak terpolarisasi. Menurut Etienne Louis malus intensitas . jika cahaya datang dari udara menuju suatu bahan nonmetal dengan indeks bias . cahaya terpolarisasi sebagian.analisator ideal Metode ini menggunakan sebuah filter polaroid yang dibuat dari material khusus yang dapat meneruskan gelombang cahaya yang mempunyai arah getar sejajar sumbu polarisasinya dan menghalangi atau menyerap gelmbang dalam arah getar yang lain sehingga terbentuk cahaya terpolarisasi. Ketiga proses ini ditentukan leh sudut datang cahaya dan jenis permukaan pantul. Jika sudut datang searah dengan bidang pantul. Hasil percobaan menunjukkan bahwa cahaya pantul terpolarisasi sempurna jika sudut datang mengakibatkan sinar bias dengan sinar pantul saling tegak lurus (sudut polarisasi).1) n1 b) Polarisator. polarisasi elips adalah polarisasi dari radiasi elektromagnetik sedemikian rupa sehingga ujung medan listrik vektor menjelaskan elips dalam pesawat tetap berpotngan dan normal terhadap arah propagasi. tetapi dengan amplitud yang tidak terlalu besar. karena medan listrik dapat berputar searah jarum jam atau berlawanan sebagai merambat. I = ½ I0 (1. atau tetap dipantulkan sebagai cahaya tak terpolarisasi. ada suatu posisi sudut datang yang dapat menyebabkan cahaya pantul menjadi cahaya terpolarisasi seluruhnya. Filter kedua disebut analisator yang berfungsi mengatur intensitas cahaya terpolarisasi yang keluar. Pada tahun 1890 Malus menemukan bahwa cahaya dapat terpolarisasi sebagian atau seluruhnya oleh refleksi. Namun demikian. sebagian cahaya pantul berbentuk cahaya terpolarisasi. Sedangkan pada awal abad ke-19.3 Membuat sinar terpolarisasi a) Pantulan Cahaya terpolarisasi dapat diperoleh dari pembiasan dan pemantulan. Jika sudut datang antara 0 0900. David Brewster telah mengemukakan bahwa cahaya tak terpolarisasi dapat dipantulkan oleh suatu permukaan menjadi cahaya terpolarisasi. Jika cahaya datang dengan sudut brewster. Gelombang terpolarisasi elips:  Searah jarum jam dinamakan gelmbang tingkat ER(kanan)  Berlawanan jarum jam dinamakan gelombang tingkat EL (kiri) Didalam termdinamika. 2. Jika intensitas cahaya tak terpolarisasi adalah I 0 intensitas cahaya yang melewati filter polarid (I) dapat ditulis.

Selain energi listrik alat ini dipadamkan. I = I0 cos2 Ɵ (1. maka cahaya ini mempunyai medan listrik. . Angka atau huruf pada peraga dengan menyatakan daerahdaerah kristal cair. POLARISASI Polarisasi adalah suatu peristiwa perubahan arah getar gelombang pada cahaya yang acak menjadi satu arah getar. sedangkan gelombang longitudinal tidak mengalami gejala polarisasi. serta tegak lurus terhadap arah rambatan Gejala polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. Biasanya polarisator yang saling menyilang menghalangi semua cahaya yang melewatinya. E dan juga medan magnet. H yang keduanya saling beroscilasi dan saling tegak lurus satu sama lain. Ini mengubah posisi kristal cair tersebut sehingga kristal-kristal tidak lagi memutar cahaya. dari mulai jam digital. Namun. LCD digunakan dalam berbagai tampilan. diantar kedua filter itu terdapat lapisan kristal cair. dari sumber lain mengatakan bahwa polarisasi adalah peristiwa penyerapan arah bidang getar dari gelombang. Karena cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. kristalnya memutar sinar-sinar yang kuat dengan membentuk sudut 90 0. Sinar-sinar yang berputar itu kemudian dapat menembus filter (penyaring) bagian belakang. Fakta bahwa cahaya dapat mengalami polarisasi menunjukkan bahwa cahaya merupakan gelombang transversal. yaitu sinar biasa (tidak dibelokkan) dan sinar istimewa (dibelokkan) Fenomena ini pertama kali dicatat oleh erasmus Berthlinus pada tahun 1669) dan fenomena tersebut dinamakan pembiasan ganda (double refraction). cahaya yang melalui bahan ini akanmengalami pembiasan ganda. hingga layar televise. 2.3) c) Pembiasan ganda pada kristal kalsit Pada bahan-bahan kristal tertentu seperti kalsit dan kuarsa memiliki dua indeks bias sehingga kelajuan cahaya tidak sama untuk segala arah. layar kalkulator. berisi dua filter polarisasi yang saling menyilang dan didukung oelh sebuah cermin. Jadi. LCD dapat diartikan alat peraga kristal cair.4 Aplikasi Polarisasi dalam kehidupan Salah satu penerapan penting dari proses polarisasi adalah Liquid CrystalDsiplay (LCD).cahaya yang melewati dua polrisator sebanding dengan kuadrat sumbu polarisasi kedua polarisator tersebut. d) Keping ¼ gelombang Polarisasi pada bahan birefringent ini dibuat dengan ketebalan tertentu sehingga dapat mengubah jenis polarisasi sinar dari sinar terpolrisasi linear menjadi sinar terpolarisasi lingkaran maupun sebaliknya. Cahaya yang melewati kriatal kalsit akan terpecah menjadi dua buah berkas sinar. Polarisasi merupakan parameter penting yang menentukan kualitas gelombang elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi karena fasa berkas sinar O tertinggal 900 dari sinar E. Kemudian sinar-sinar itu dipantulkan oleh cermin sehingga peraga (layar) tampak putih.

sedangkan gelombang yang memilki satu arah getar disebut gelombang terpolarisasi. Suatu gelombang yang mempunyai banyak arah getar disebut gelombang tak terpolarisasi. Sinar alami seperti sinar Matahari pada umumnya adalah sinar yang tak terpolarisasi. maka tidak akan ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin II. bias kembar. Polarisasi karena Pemantulan dan Pembiasan Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan para ilmuwan Fisika menunjukkan bahwa polarisasi karena pemantulan dan pembiasan dapat terjadi apabila cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan saling tegak lurus atau membentuk sudut 90 o. . Sebaliknya jika tali digetarkan dengan arah tegak lurus celah maka gelombang pada tali tidak bisa melewati celah tersebut. pembiasan. maka sinar yang terpantul akan merupakan cahaya yang terpolarisasi. Polarisasi karena Pemantulan Cahaya yang datang ke cermin dengan sudut datang sebesar 57 o. antara lain karena peristiwa pemantulan. Apabila tali digetarkan searah dengan celah maka gelombang pada tali dapat melewati celah tersebut. gelombang cahaya mempunyai banyak arah getar. absorbsi selektif. sedangkan terpolarisasi atau tidak. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya peristiwa polarisasi. Cahaya dapat mengalami polarisasi dengan berbagai cara. 1. Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan cermin II saling tegak lurus. Polarisator akan menyebabkan sinar yang tak terpolarisasi menjadi sinar yang terpolarisasi. Cermin I disebut polarisator. dan hamburan. analisator akan menganalisis sinar tersebut merupakan sinar Polarisasi Gelombang Karena Pemantulan 2. Gejala polarisasi dapat digambarkan dengan gelombang yang terjadi pada tali yang dilewatkan pada celah. Cahaya yang berasal dari cermin I adalah Cahaya terpolarisasi akan dipantulkan ke cermin. sedangkan cermin II disebut analisator.Polarisasi Gelombang Pada umumnya.

Sudut datang sinar yang dapat menimbulkan cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan merupakan sinar yang terpolarisasi. misalnya pada kristal kalsit. Pada saat sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut 90 o) akan berlaku ketentuan bahwa : i + r = 90o atau r = 90o – i Dari hukum Snellius tentang pembiasan berlaku bahwa: Polarisasi karena Pemantulan dan Pembiasan 3.Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahaya yang terpolarisasi sempurna. yang memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini tidak terpolarisasi. Seberkas sinar yang telah melewati polaroid hanya akan memiliki satu bidang getar saja sehingga sinar yang telah melewati polaroid adalah sinar yang terpolarisasi. Polarisasi karena Bias Kembar (Pembiasan Ganda) 4. Sedangkan cahaya yang dibelokkan disebut cahaya istimewa karena tidak memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini adalah cahaya yang terpolarisasi. Sudut datang seperti ini dinamakan sudut polarisasi (ip) atau sudut Brewster. . sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian. Cahaya yang lurus disebut cahaya biasa. Polarisasi karena Absorbsi Selektif Polaroid adalah suatu bahan yang dapat menyerap arah bidang getar gelombang cahaya dan hanya melewatkan salah satu bidang getar. Polarisasi karena Bias Kembar (Pembiasan Ganda) Polarisasi karena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan yang mempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu.

Polarisasi karena Hamburan Polarisasi cahaya karena peristiwa hamburan dapat terjadi pada peristiwa terhamburnya cahaya matahari oleh partikel-partikel debu di atmosfer yang menyelubungi Bumi. misalnya larutan gula pasir. Hal itu disebabkan oleh warna cahaya biru dihamburkan paling efektif dibandingkan dengan cahaya-cahaya warna yang lainnya. maka arah polarisasinya dapat berputar. Polaroid banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemutaran Bidang Polarisasi . Polarisasi karena Absorbsi Selektif 5. Polarisasi karena Hamburan 6. Itulah sebabnya pada hari yang cerah langit kelihatan berwarna biru. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif. Cahaya matahari yang terhambur oleh partikel debu dapat terpolarisasi. Pemutaran Bidang Polarisasi Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yang diteruskan terpolarisasi. antara lain untuk pelindung pada kacamata dari sinar matahari (kacamata sun glasses) dan polaroid untuk kamera.Peristiwa polarisasi ini disebut polarisasi karena absorbsi selektif.