BAB I PENDAHULUAN

2

A

Latar Belakang Masalah Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Uemar mengatakan bahwa “Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses

peningkatan sumber daya manusia itu sendiri”. Salah satu strategi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan perkembangan abad 21, yang dikenal dengan era globalisasi, maka diperlukan profesionalisme di segala bidang termasuk dunia pendidikan. Permasalahan yang selalu mengemuka dalam dunia pendidikan adalah bagaimana suatu proses pembelajaran dirancang dan diturunkan dalam praktek. Baik buruknya kualitas pendidikan sangat berhubungan dengan kinerja guru dalam menjalankan profesinya sebagai pembelajar. Dalam ruang ini, seorang guru selalu ditantang untuk dapat menemukan format yang tepat dan memformulasikan dalam strategi yang taktis suatu rancangan pembelajaran yang mencerahkan (Parman, 2005 : 9).

Menurut Prayitno (1989:33) mengemukakan bahwa “hasil belajar merupakan segala sesuatu yang diperoleh/dikuasai atau merupakan hasil adanya suatu proses belajar mengajar”. Selain itu faktor penting dari keseluruhan proses pendidikan adalah hasil belajar. Di samping itu. Seseorang dikatakan berhasil dalam belajar apabila pada dirinya telah terjadi suatu perubahan tingkah laku dan perubahan itu terjadi karena adanya internalisasi nilai dalam diri seseorang melalui proses belajar. sehingga siswa dapat menggunakan dan mengingat lebih lama konsep-konsep tersebut sebagai suatu kompetensi yang berguna. . Dalam bidang pengajaran hasil belajar ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan peserta didik baik secara individu maupun kelompok. Konsekuensi logis dari tuntutan profesionalitas ini adalah kemampuan menemukan pendekatan dan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan kekhasan mata pelajaran tertentu. guru dituntut kemampuannya untuk berkomunikasi secara efektif dengan siswanya.3 Berangkat dari latar belakang tersebut. dapat di jelaskan bahwa hasil belajar adalah perolehan pengetahuan atau proses yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar. Berdasarkan pendapat di atas. secara mikro perlu ditemukan cara terbaik untuk menyampaikan konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu.

Menurut pengamatan sementara peneliti mengasumsikan bahwa rendahnya hasil belajar siswa SMA Pertiwi 1 Padang pada mata pelajaran sosiologi disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut : a b c d Kurangnya aktifitas tanya jawab siswa dalam proses pembelajaran. e Kecenderungan siswa memandang guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Kenyataan yang dijumpai di lapangan dalam mata pelajaran sosiologi menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang memiliki aktivitas dan kompetensi pembelajaran yang masih rendah. Apabila kenyataan ini dibiarkan terus berlanjut diperkirakan akan menimbulkan dampak yang kurang baik dalam proses belajar.. Penggunaan metode yang tidak bervariasi (cenderung menggunakan metode ceramah). Rendahnya motivasi belajar siswa. sehingga .4 Banyak metoda mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu contoh dapat dilihat dari hasil belajar ulangan harian yang dicapai oleh kelas XI IPS1 Semester 2 tahun ajaran 2012/2013 di SMA Pertiwi 1 Padang yang belum memuaskan sebagaimana yang diharapkan. Dengan metode ini siswa dapat menggali dan menemukan materi pokok yang akhirnya mereka senang karena materi yang didapat melalui pengalaman sendiri. diantaranya adalah metode snawball throwing dan kuiz. Kurangnya kemampuan siswa dalam menyampaikan ide atau gagasan.

3 4 Rendahnya motivasi belajar siswa. Berdasarkan pikiran di atas maka dipandang perlu untuk mengkaji lebih mendalam tentang kemampuan tanya jawab siswa dalam belajar dituangkan dengan judul “peningkatan motivasi belajar siswa melalui metode snowball throwing dalam pembelajaran sosiologi di kelas XI IS 1 SMA Pertiwi 1 Padang”.5 motivasi siswa akan terus menurun yang akhirnya hasil belajar yang semakin merosot. Kurangnya kemampuan siswa dalam menyampaikan ide atau gagasan. khususnya pada mata pelajaran sosiologi yaitu: 1 Kurang minat siswa dalam bertanya ataupun untuk merespon pertanyaan guru. 5 Kecenderungan siswa memandang guru sebagai satu-satunya sumber belajar 6 Rendahnya hasil belajar siswa . dan peningkatan sumber daya manusia yang diharapkan tidak tercapai. B Identifikasi Masalah Dari uraian latar belakang di atas jelas bahwa masalah yang dialami oleh siswa SMA Pertiwi 1 Padang. 2 Aktifitas tanya jawab siswa dalam proses pembelajaran yang rendah.

2 Tujuan praktis Penelitian ini diharapakan bisa memberikan sumbangan bagi seorang guru maupun mahasiswa untuk menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. diharapkan siswa mampu meningkatkan motivasi belajarnya dalam proses pembelajaran dan akan menunjang terhadap hasil belajar siswa nantinya.6 C Pemecahan masalah Dengan digunakannya metode snowball trhowing. D Rumusan Masalah Metode snowbaal throwing dan pemberian kuiz diakhir proses pebelajaran merupakan salah satu metode yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. yaitu berupa “Penelitian Tindakan Kelas (PTK)”. maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan metode snowball throwing dapat meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran sosiologi di kelas XI IPS 1 di SMA Pertiwi 1 Padang. E 1 Tujuan Penelitian Tujuan akademis Penelitian Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam rangka menyusun laporan praktek lapangan kependidikan. Berdasarkan latar belakang di atas penelitian di atas. F Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini diharapkan mendatangkan manfaat sebagai berikut: 1 Bagi Lembaga .

3 Bagi Siswa Sebagai tambahan ilmu mengenai metode dalam pendidikan. dalam kegiatan belajar mengajar guna mencapai terhadap berbagai tujuan yang diinginkan atau dalam menyelesaikan permasalahan. Untuk menambah wawasan keilmuan tentang metode .7 Sebagai penambah sumber keilmuan yang baru bagi lembaga. sehingga lembaga tersebut lebih sering resitasi kepada siswa sebagai upaya menuju terhadap demokratisasi pendidikan 2 Bagi Guru Sebagai alat tolak ukur bagi strategi yang telah disampaikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. sehingga mereka mengetahui bahwa dalam pendidikan mereka bukan hanya dijadikan sebagai obyek melainkan perlu dijadikan sebagai subyek. sehingga guru dapat tugas rumah kepada siswa. 4 1 Bagi Peneliti Sebagai suatu eksperimen yang dapat dijadikan salah satu acuan untuk melaksanakan penelitian selanjutnya 2 resitasi 3 Sebagai sumbangsi pemikiran dari peneliti yang merupakan wujud aktualisasi peran mahasiswa dalam pengabdiannya tahap lembaga pendidikan.

Prinsip pembelajaran dengan metode snowball throwing termuat di dalam prinsip pendekatan kooperatif yang didasarkan pada lima prinsip.8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A 1 Metode Snowball Throwing Pengertian Snowball Throwing Pembelajaran di kelas didominasi oleh pemahaman strukturalis/ objektif/behaviorisme yang bertujuan agar siswa dapat mengingat informasi lalu enjadi memorasi. yaitu prinsip . dalam hal ini peserta didik diberikan kebebasan untuk membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi arti pada pengetahuan yang dialaminya. Pembelajaran dengan metode snowball throwing tidak demikian.

2 Langkah-langkah penerapan model belajar snowball throwing Untuk penerapan model belajar snowball throwing dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a b Guru menyampaikan materi yang akan disajikan Guru membentuk kolompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. pembelajaran partisipatorik. mengajar reaktif (reactive teaching). strategi memperoleh dan pendalaman pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan tersebut. selalu bermula dari bertanya (questionaing) dari bertanya siswa dapat menggali informasi. Dalam metode pembelajaran snowball throwing. pengetahuan yang dimiliki seseorang. . belajar bersama (cooperative learning). mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui. menggunakan tiga penerapan pembelajaran antara lain pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas melalui pengalaman nyata (construktivism). pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri (inquiri).9 belajar siswa aktif (student active learning). Pembelajaran dengan metode snowball throwing. dan pembelajaran menyenangkan (joyfull learning).

Kelebihan dan kelemahan metode snowball throwing Kelebihan Metode Snowball Throwing Metode snowball throwing mempunyai beberapa kelebihan yaitu: 1 Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lainnya. .10 c Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompok masingmasing. d Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan di lempar dari satu siswa ke siswa selama lebih kurang 15 menit. e Setelah siswa mendapatkan satu bola / satu pertanyaan. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Evaluasi. Penutup. 2 Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berfikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lainnya. f g h 3 a Guru memberikan kesimpulan materi. siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.

6 7 Pembelajaran menjadi lebih efektif Ketiga aspek yaitu aspek kognitif. afektif dan psikomotor dapat tercapai. . 3 4 Kurang kerja sama kelompok. b Kelemahan Metode Snowball Throwing Disamping terdapat kelebihan juga terdapat kelemahan dari metode snowball throwing. Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktek. diantaranya adalah: 1 Sangat tergantung pada kemampuan siswa dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya sedikit. 2 Ketua kelompok yang tidak mampu menjelaskan dengan baik tentu menjadi penghambat bagi anggota lain untuk memahami materi sehingga diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk siswa mendiskusikan materi pelajaran. 4 5 Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.11 3 Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa. Memerlukan waktu panjang.

d Memisahkan group anak yang siring membuat gaduh dalam kelompok yang berbeda. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. e B Guru menambah pemberian kuis di akhir proses pembelajaran. . b Mengoptimalkan waktu dengan cara memberi batasan dalam pembuatan kelompok dan pembuatan pertanyaan. (Sardiman.12 5 6 Murid nakal cenderung berbuat onar. 1986:75). Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. c Guru ikut serta dalam pembuatan kelompok sehingga kegaduhan bisa diatasi. Kelemahan dalam penggunaan metode ini dapat tertutupi dengan cara: a Guru menerangkan terlebih dahulu materi yang akan didemonstrasikan secara singkat dan jelas serta aplikasinya. Kelas sering gaduh. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar dapat dicapai.

McClelland dan Atkinson dalam Sri Esti (1989: 161) mengemukakan bahwa motivasi yang paling penting untuk psikologis pendidikan adalah motivasi berprestasi. dengan kata lain bahwa dengan usaha yana tekun yang didasari odanya motivasi. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang melakukan sesuatu karena adanya motivasi. C Mata pelajaran sosiologi . akan dapat melahirkan prestasi yang baik. dimana seseorang cenderung untuk berjuang mencapai sukses atau memilih kegiatan yang berorientasi untuk tujuan sukses atau gagal. jadi sebagai penggerak motor yang melepas energi. motivasi yang lebih baik dalam belajar akan menunjukkkan hasil yang baik.13 Motivasi belajar sangat penting artinya untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar yang diharapkan. yakni kearah tujuan yang hendak dikehendaki. 3 menyeleksi perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. menurut Nasution (1982 : 77) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu : 1 Mendorong manusia untuk berbuat. 2 Menentukan arah perbuatan. Intensitas motivasi siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar siswa tersebut. sehingga motivasi siswa dalam belajar perlu dibangun.

14 Sosiologi merupakan salah satu mata pelajaran pokok pada program studi ilmu social yang objek kajiannya adalah masyarakat. Sosiologi sebagai disiplin ilmu sudah relative lama berkembang dilingkungan akademis. bahkan sudah menjadi salah satu mata pelajaran yang di UN-kan. Secara teoritik idealnya memiliki posisi yang strategis dalam membahas masalah social yang terjadi dalam masyarakat. Pembelajaran sosiologi diharapkan semakin tanggap dan peka terhadap perkembangan dimasyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis untuk menjawab tantangan dan masalah yang ada .

B Subjek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian tindakan ini adalah siswa kelas XI IS 1 SMA Pertiwi 1 Padang dengan jumlah siswa 40 orang.15 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei di ruang kelas XI IS 1 SMA Pertiwi 1 Padang. Penulis mengambil kelas XI IS 1 ini sebagai subjek dalam penelitian ini dengan alasan bahwa dengan hasil belajar siswa kelas XI IS 1 tergolong rendah atau banyak yang dibawah KKM sekolah. C Rancangan Penelitian Rancangan penelitian tindakan kelas terdiri atas 4 langkah yang dibuat dalam bentuk siklus seperti dibawah ini: .

16 1 Merencanakan (Plan) Merencanakan adalah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum melaksanakan proses belajar mengajar. Hal ini terdiri atas: a b Merencanakan materi yang diberikan. 2 Melakukan Tindakan (Action) Melakukan tindakan adalah segala tindakan yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung. d e Guru mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman. Hal ini meliputi: a Memantapkan materi. diberikan motivasi pentingnya mempelajari materi ini b Guru memberikan materi tentang masyarakat multikultural dengan metode snowball throwing c Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru memberikan kuis kepada siswa untuk menguji tingkat pemahaman siswa. jika ada yang belum paham dan memberikan penjelasan kembali jika diperlukan. Merencanakan masalah dalam praktek yang akan dikerjakan dan diselesaikan siswa di sekolah. .

Pengamatan dilakukan oleh peneliti sendiri selama proses pembelajaran berlangsung. Hal yang diamati adalah hal-hal yang menunjukan keaktifan siswa. Analisis dan refleksi merupakan salah satu langkah penting dalam penelitian. Siswa yang memberikan motifasi pada teman yang lainnya. 3 Pengamatan (Observasi). sehingga dapat dilihat perbedaan antara siswa yang memperoleh hasil belajar yang baik atau yang kurang baik. bentuk dan jenis penelitian yang mana secara khusus tergantung pada tujuan. Siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan temannya. Nasution (1986:15) menyatakan bahwa Teknik analisis data tergantung pada sifat. yaitu: a b c d 4 Siswa yang aktif dalam diskusi. Analisis dan refleksi. D Teknik Dan Analisis Data Teknik yang digunakan untuk analisis data pada penelitian ini adalah teknik deskriptif analitik dengan penjelasan sebagai berikut: . Siswa yang bisa menjawab pertanyaan temannya.17 f Guru memberikan gambaran topik yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Refleksi dilakukan untuk mengkaji hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Nilai yang diperoleh siswa diratarata untuk pemahaman materi oleh para siswa dalam pembelajaran materi masyarakat multikultural. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara : a b Menilai hasil kerja dengan cara memberi nilai sesuai dengan skor Menghitung rata-rata nilai tes setiap tahap dan tes akhir dengan menggunakan rumus rata-rata hitung. Nilai persentase dihitung dengan ketentuan sebagai berikut: NK NP = -----. 1992 : 70 ) .x 100% R Keterangan: NP = Nilai persentase NK = Nilai komulatif R = Jumlah responden 2 Hasil Belajar Data hasil belajar yang diambil adalah hasil belajar pada saat tes belajar akhir.18 1 Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes diolah dengan menggunakan deskripsi persentase. yaitu : = X ∑ fx ∑f Dimana : X = rata-rata hitung f = banyak siswa x = nilai perolehan (Sudjana.

5 2 Daya serap klasikal.5 (Depdikbud.19 c Menentukan tingkat penguasaan hasil belajar siswa Adapun pedoman untuk menentukan penguasaan / daya serap tersebut adalah : 1 Daya serap seseorang.5% siswa yang mencapai nilai > 6. Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 8. Seseorang siswa diketahui telah tercapai tuntas belajar jika ia telah mencapai nilai > 6. 1994 :39 ) .

Tanggal Rabu.20 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan dari Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan merupakan kegiatan pembelajaran yang termasuk dalam Semester II kelas XI IS 1 SMA Pertiwi 1 Padang Tahun Pelajaran 2012/2013. Tabel 1 : Jadwal Pelaksanaan Siklus I No Hari / Pertemuan . 24 Pertama April 2013 . Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan II siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang terdiri dari 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit. 1. 1 Silklus Siklus I dilakukan 3 kali pertemuan dengan hal-hal yang diamati adalah kegiatan pembelajaran yang mengunakan metode ceramah yang sesuai dengan RPP. Pokok Bahasan Perkembangan kelompok budaya di Indonesia.

21 . b Observasi Guru dan pengamat mengamati aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran dan mengamati pekerjaan siswa dalam mengerjakan latihan. Data dari siklus I dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2 : Hasil Pengamatan Terhadap Siswa Pertemuan Siklus 1 No Komponen Yang Diamati F % . . a Tindakan Tindakan yang dilakukan pada siklus I adalah hanya pengawasan dan menjalankan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang sudah ada dalam RPP dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dampak perkembangan masyarakat kota. Perkembangan masyarakat dalam berbagai aspek.

7 55. .2 3 Hasil nilai latihan siswa yang diatas KKM sekolah 4 Siswa yang membuat catatan pelajaran hari ini.8 25 21 65.22 A. Kegiatan Belajar 1 Siswa siswa yang memperhatikan materi yang disampaikan guru. hasil ini menggambarkan bahwa proses belajar mengajar yang dilalui siswa terasa membosankan. Ini dapat dilihat bahwa banyak siswa yang tidak paham dengan topik yang sedang mereka pelajari.3 % dari jumlah siswa. yang materi c Refleksi Dari hasil Observasi dapat dilihat bahwa hasil latihan siswa banyak yang dibawah kkm sekolah yaitu hanya 34. proses 3 7. 12 31. Ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang mengikuti pelajaran setiap pertemuan ada yang tidak masuk atau mereka keluar pada saat jam pelajaran berlangsung. 28 73.5 5 Siswa menanggapi pembelajaran.6 2 Siswa bertanya sebelum dimulai pembelajaran.

8 Mei 2013 Pokok Bahasan / Sub Pokok Bahasan a Masyarakat Multikultural 1 Keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia . Tabel 3 : Jadwal Pelaksanaan Siklus II No 1 Hari / Tanggal Rabu. Siklus II Silkus II juga dilakukan 1 kali pertemuan dengan hal-hal yang diamati adalah nilai siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dan pencapaian materi yang dicapai siswa dengan metode snowball throwing. . a Tindakan Untuk siklus ke II ini peneliti melakukan tindakan sesuai dengan langkahlangkah penerapan model belajar snowball throwing dapat yaitu sebagai berikut: a b Guru menyampaikan pengantar materi yang akan didiskusikan. Guru membentuk kolompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.23 2.

d Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan di lempar dari satu siswa ke siswa selama lebih kurang 15 menit. Observasi Guru dan pengamat bekerjasama melakukan observasi dalam mengamati hasil belajar yang diperoleh siswa. Komponen Yang Diamati Aktifitas Positif Siswa Dalam PBM Pertemuan I F % . siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Penutup. Evaluasi. f g h b Guru memberikan kesimpulan materi. Data dari siklus II dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4 : Hasil Pengamatan Terhadap Siswa No A. hasil belajar ini diperoleh dari latihan yang diberikan oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap topk pelajaran. e Setelah siswa mendapatkan satu bola / satu pertanyaan.24 c Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompok masingmasing. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.

1 Aktifitas negatif siswa dalam PBM 1 Siswa tidak hadir 2 3 4 5 6 7 8 Tidak mencatat Becanda Melamun Mengantuk Permisi keluar Tidak membawa buku penunjang Tidak mengerjakan kuiz 4 8 12 4 5 9 5 2 11.7 26.5 94.3 94. Siswa bertanya kepada guru dalam PBM Memperhatikan pelajaran guru menerangkan Serius mengerjakan kuiz Menjawab temannya Mencatat Menjawab pertanyaan guru Membawa buku penunjang pertanyaan yang diberikan 3 34 34 18 25 8 32 8. Dari penerapan metode snowball throwing ini dapat dilihat juga terjadi .7 15.2 11.7 23.8 C.25 1 2 3 4 5 6 7 B.7 5.7 23.4 15.4 94.9 65.4 52. Hasil nilai latihan siswa yang diatas KKM sekolah 31 91.5 35.17 c Refleksi Hasil dari observasi dapat digambarkan terjadi peningkatan pemahaman topik pelajaran.47%. Hasil itu dapat dilihat dari meningkatnya nilai siswa yang diatas KKM sekolah sebanyak 25.

Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menunjukkan bahwa penerapan metode snowball throwing dapat meningkatkan pemahaman materi dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. diperoleh bahwa terjadi perubahan hasil nilai siswa yang 91. . sehingga ini mempengaruhi nilai mereka yang berada diatas KKM sekolah. Dari hasil Pengamatan dan penilaian latihan yang diberikan. Dengan arti kata bahwa penerapan metode snowball throwing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.1 % sudah berada diatas KKM sekolah. Tiap-tiap siklus diadakan penilaian. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa pemahaman siswa dalam menyelesaikan topik pelajaran melalui mencari sendiri memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. B Pembahasan Dari penelitian tindakan yang dilakukan di Kelas XI IS 2 SMA Pertiwi 1 Padang yang pelaksanaannya dilakukan dalam II siklus.26 peningkatan keaktifan siswa karena setiap siswa dituntut untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh teman-temannya.

sebesar 2 Metode belajar snowball throwing juga berpengaruh kepada motivasi belajar siswa yang lebih meningkat ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai siswa yang diatas KKM sebanyak 25. B Saran Saran yang dapat peneliti sampaikan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi agar memperoleh hasil yang optimal adalah : 1 Guru diharapkan lebih memahami apa yang lebih dibutuhkan oleh siswa dalam belajar sehingga siswa tidak bosan dalam belajar . diketahui bahwa : 1 Penerapan metode belajar snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IS 1 SMA Pertiwi 1 Padang.47 %.27 BAB V PENUTUP A Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil belajar siswa setiap siklus.

.28 2 Guru dianjurkan lebih menambah wawasan karena dalam metode pembelajaran berbasis masalah guru harus menguasai masalah yang akan diberikan kepada siswa .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful