Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari

pelayanan keperawatan komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga , dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien. Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (WarholaC,1980). Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula, dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah. Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Adapun definisi perawatan kesehatan di rumah antara lain : 1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di mana pasien berada, atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan di rumah. 2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga, sebagai tindak lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas. 3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang keperawatan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau

Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC. sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. . Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah: 1. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga. Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional.1980 dalam Pengembangan Model Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang disusun oleh PPNI dan Depkes). Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. 3. di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes. merasakan bahwa perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi manajemen. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) (warola. 2002). Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan. Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit. 2. 2. 3. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasuskasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama. 2.memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. direncanakan.2 Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif lama. 4. 1994). Berdasarkan definisi di atas. dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1.

UU No. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit.3 LandasanHukum 1. PP No. 5. sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 10. karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga.sosial.4. 5. UU No. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah Menurut Drs. 3. 8. 2. rehabilitasi atau perawatan paliatif. SK Menpan No. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 5. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia. 2. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko. 3. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan 2.Kep. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah 4. 2. c. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat 6. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas 7. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta 2. (2006). Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. yaitu: a. Biaya kesehatan akan lebih terkendali.4 Tujuan Home Care Tujuan Umum : Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga Tujuan Khusus: 1. 9. Perawatan kesehatan di rumah bertujuan : 1. 3.5 Ruang Lingkup Home Care Ruang Lingkup Home Care. 2. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya. A. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik .No. Kepmenkes No.Md. UU Kes. 2002). PP No. SH. 23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. Kepmenkes No. Permenkes No. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya. 94/KEP/M. 4. Kepmenkes No. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif b.I Nyoman Cakra.spiritual ) secara mandiri.

Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim. c. 3. Klien dengan gangguan kesehatan mental. b. Mengembankan kemampuan profesional. F. Berpartisifasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care. Menggunakan kode etik keperawatan daam melaksanakan praktik keperawatan 2. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus yang di jumpai di komunitas. c.3. promotif dan rehabilitaif.6 Peran dan Fungsi Perawat Home Care 1. Pelayanan informasi dan rujukan 5. Klien dengan kondisi terminal.Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah: 1. 7. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga. 2. Menggunakan data hasil pengkajian dalam menetakan diagnosa keperawatan. Pendidikan. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi. Klien dengan terapi cairan infus di rumah. kuratif. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan h. Mengkoordinir aktifitas tim d. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. k. Klien dengan perlukaan kronis. Klien dengan diabetes. 4. Klien dengan gangguan oksigenasi. 8. Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen kasus. g. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik 4. 2. Klien dengan HIV/AIDS. d. i. 5. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan. Klien dengan kondisi usia lanjut. pelatihan dan penyuluhan kesehatan 6. 3. 9. 4. 6. 5. akurat dan komrehensif. Menyusun rencana pelayanan. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan. e. l. Pengelolaan home care dilaksanaka oleh perawat/ tim b.dengan fungsi : a. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa keperawatan. j. f. meliputi : 1. Klien dengan post partum. Memantau kualitas pelayanan . Prinsip Home Care a. Klien dengan penyakit gagal jantung. Mengumpulan data secara sistematis. Memberi pelayanan prepentif. Manajer kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus.

e. Menetapkan masalah c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap sumber daya manusia keperawatan d. i. b. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care b. pengendalian dan pembinaan pel. e. Melaksanakan pengawasan. Mendokumentasikan asuhan keperawatan. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care c. dengan fungsi : a. Melaksanakan pengawasan. f. Ketua Pengelola a. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan d. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan . Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi dan keuangan Home Care d. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien c. Melakukan pengkajian komprehensif b. Melibatkan keluarga dalam pelayanan h. dan klien di rumah c. Melakukan tindakan perawatan e. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan kep. Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pel. Pelaksanan Pelayanan a. d. pengendalian proses adm. Melaksanakan pengawasan. Ketua Bidang Pelayanan a. Ketua Bidang Administrasi/Keuangan a. j. Melakukan perlakuan yang baik terhadap proses pelaksanaan Home Care c. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan B. keuangan Home Care e. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan.2. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah D. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah b. Melaksanakan pengawasan. Home Care. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien. STANDAR URAIAN TUGAS DAN FUNGSI PENGELOLA HOME CARE A. Menyusun rencana keperawatan d. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care C. e. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif. pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana kep. yang dilaksanakan oleh pelaksanan pel. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan b. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya E. Penanggung Jawab Kasus/ Koordinator a. g.

. Cidera tulang belakang cidera kepala c. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan d. Melakukan rujukan pasien 5. a. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep. Menyeleksi sumber. Melakukan pengkajian kebutuhan pasien. Membuat rencana tindakan c. setiap selesai melaksanakan tugas F. Psikiatri m. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan. Melakukan koordinasi pelayanan a. Luka kronish. Pola prilaku pasien e. Manajemen Kasus Home Care 1.sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik c. Diabetes mellitus. Kondii fisik b. Membuat rencana kunjungan b. Amputasi f. Resiko tinggi ( Bayi. Nutrisi melalui infuse k. Stroke e. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis sesuai kewenangannya b. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. Post partum dan masalah reproduksi l. Sumber. Coma. Rehabilitasi medik j. Konsulen a. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal d. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia b. balita. Kekerasan dalam rumah tangga. e. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan c. Kondisi psikologis c. ibu maternal ) b.sumber yang tersedia di keluarga pasien 3. 2. Ketergantungan obat g. lansia. berpedoman pada renpra. Status sosial ekonomi d. gagal jantung. asma berat d. Melakukan seleksi kasus a. Disfungsi kandung kemih i.7 KEGIATAN HOME CARE A. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan c. menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik 2. Melaksanakan tindakan-tindakan medik sesuai kewenangannyad. 4.b. Memeriksa. Membuat perencanaan pelayanan a.

Evaluasi asuhan Alur Pelaporan . Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga 2. Aktual b. Jadwal kunjungan c. Potensial 3. Penentuan prioritas masalah b. Perencanaan keperawatana. Tindakan Kolaborasi 5.hari f. Penghentian perawatan Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan a. Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim b. menolak ) c. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur Asuhan keperawatan 1. Tindakan time. Menyusun rencana secara komprehensif. Persetujuan pasien b. Menentukan tujuanc.a. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan. Gangguan Nurisi e. rujuk. Perawatan gangguan sistem pernafasan c. Gangguan eleminasi d. 4. Pengkajian a. Spiritual d. Evaluasi a. Pelaksanaan pengobatan g. Implementasi a. Lingkungan sosial dan budaya c. Lembar pengobatan d. Diagnosa Keperawatan a. Mengevaluasi proses manajemen kasus d. Resiko c. Rujukan kasus f. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan b. Manajemen perawatan luka b. Riwayat kesehatan b. Perencanaan asuhan c.hari. Pengkajian keperawatan b. Pencatanan dan Pelaporan home care Pencatatan Manajemen kasus a. Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se. meninggal. Pemeriksaan fisik e. Kegiatan rehabilitasi f.

Tiang infuse 14. Set infus/ injeksi 11. Sederhana 10.SIPP 2. Depkes Materi laporan a. c. dengan kwalifikasi : • Minimal D.SIK. Perlengkapan oxygen . Pengisap lender 16. Alat kesehatan 1. Set memandikan 8. Prasyarat Penyelenggara Home Care 1. Set pemeriksaan lab. Jenis penyakit c. Jumlah pasien yang meninggal g. Ketenagaan a. Jenis tenaga yang memberi pelayanan 2.a.SIPP b. Dinkes Kab. Home Care b. Jumlah pasien yang dirujuk f. Dinkes Prov d.SIK. Pelaksana pelayanan. Set perawatan luka 4. Tempat tidur khusus orang sakit 15.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP.8 TATALAKSANA HOME CARE A. Jumlah pasien dapat pengobatan e. Manajer kasus. Sterilisator 12.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. dengan kualifikasi: • Minimal D. Tas/ kit 2. Pot/ urinal 13. Frekuensi kunjunagn tiap kasus d. Alat/ sarana a. Set pemasangan selang lambung 6. Penyebab kematian h. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien i. Set emergency 5. Set pengambilan preparat 9. Set huknah 7. Pemeriksaan fisik 3. Jumlah pasien b.

10. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 7. 10. 6. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja. Resusisator untuk bayi 12. 1.3. Kasa/ kapas steril 2. kateter • Sarung tangan. 12. Set preparat pemeriksaan laboratorium. Set tempat tidur khusus orang sakit 2. Xyllo dan Deladryl 4. Set pemasangan selang lambung 9. masker • Dll 2. Plester/ pembalut 5. Semprit dan jarum suntik dispossible ukuran.2006. Kertas tissue 3. Set penghisap lender 5.17. Tongkat/ tripot 19.I Nyoman Cakra. Set formulir untuk asuhan keperawatan Bahan Habis Pakai Home Care 1.. SH. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 4. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot 3. Kursi roda 18. Set huknah/ klisma 10. Obat merchurochrom 70 % 8. selang lambung. Set suntik 7. Set pemasangan selang catheter 11.11. Bilah kayu untuk mengambil preparat. Adrenalin 2. Alat habis pakai • Obat emergency • Perawatan luka • Suntik/ pengamian darah • Untuk infuse • Pemasagan selang lambung • Huknah. urine. A. Set bab/ bak 6.) Peralatan Home Care 1. Dexametazon 3.20 Obat-obatan emergency 1. Perlak/ alat tenun b. 9.9 STANDART ALAT HOME CARE (Drs. Set perawatan luka 8. Cairan infus . Set oksigen 4. Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius. Sabun/ deterjen.2.Md. 5.Kep.

Sarana lain • Alat dan media pendidikan kesehatan • Ruangan beserta perlengkapannya • Kendaraan • Alat komunikasi • Alat informasi/ dokumentasi 3. dengan kreteria : . SIPP ) • Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi • Ijin lokasi bangunan • Ijin lingkungan • Ijin usaha • Persyaratan tata ruang bangunan B. kolaborasi. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus c. Proses pelayanan home care a. badan hukum lainnya ) b. dengan melampirkan: • Rekomendasi PPNI • Ijin prakik perawat ( SP. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus 2. Proses penerimaan kasus a. Monitoring dan evaluasi • Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal • Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan • Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan d. Berbadan hukum ( yayasan. Persiapan • Pastikan identitas pasien • Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien • Lengkap kartu identitas unit tempat kerja • Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah • Siapkan file asuhan keperawatan • Siapkan alat bantu media untuk pendidikan b. Pelaksanaan • Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan. • Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat • Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien • Membuat rencana pelayanan • Lakukan perawatan langsung • Diskusikan kebutuhan rujukan. Perijinan Home Care a. Mekanisma Pelayanan Home Care 1. keluarga b. puskesmas. konsultasi dll • Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan • Dokumentasikan kegiatan c. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota. Proses penghentian pelayanan home care.c. Home care menerima pasien dari rumah sakit. SIK. sarana lain.

Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong d.• Tercapai sesuai tujuan • Kondisi pasien stabil • Program rehabilitasi tercapai secara maximal • Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien • Pasien di rujuk• Pasien menolak pelayanan lanjutan • Pasien meninggal dunia C. Jenis pelayanan yang kena tarip a. Pembiayaan C. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan b. PEMANTAUAN. Pembiayaan B. Aspek fisik b. Kepuasan pelanggan d. Penilaian Home Care a. Sumber daya d. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional 2. Pemantauan Home Care a. Sumber daya d. Manajerial c. Manajerial c. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu e. Pelayanan e. Pembiayaan Home Care 1. Kemandirian pasien/ keluarga . PEMBINAAN DAN PENILAIAN A. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi c. Kelengkapan dokumen b. Aspek fisik b. Prinsip penentuan tarip a. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi c. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien c. Jasa pelayanan tenaga kesehatan b. Dana transportasi untuk kunjungan pasien V. Pembinaan Home Care a. Pelayanane.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.