Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari

pelayanan keperawatan komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga , dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien. Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (WarholaC,1980). Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula, dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah. Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Adapun definisi perawatan kesehatan di rumah antara lain : 1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di mana pasien berada, atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan di rumah. 2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga, sebagai tindak lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas. 3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang keperawatan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau

di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes. Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan.memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. 2. Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional. merasakan bahwa perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi manajemen. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif lama. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC. sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. . dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) (warola.2 Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan. 1994). Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga. 2. Berdasarkan definisi di atas. direncanakan. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah: 1. Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit. 2002). 2. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasuskasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama.1980 dalam Pengembangan Model Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang disusun oleh PPNI dan Depkes). 3. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. 4. 3. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan.

Permenkes No.spiritual ) secara mandiri. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat 6. rehabilitasi atau perawatan paliatif. Kepmenkes No. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko. 9. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif b. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. 2. Kepmenkes No. (2006). 4. PP No. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik . 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. 2. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas 7. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta 2.sosial. 5. SH. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga. UU Kes. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat. SK Menpan No. karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan. UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. 2. 8. 2. PP No. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah Menurut Drs.4 Tujuan Home Care Tujuan Umum : Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga Tujuan Khusus: 1. Kepmenkes No.3 LandasanHukum 1.I Nyoman Cakra. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan 2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah 4. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. 94/KEP/M. 5. yaitu: a. 3. 2002). 3. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas. c. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 5. 3. Biaya kesehatan akan lebih terkendali. sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 10. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit.No.Kep.Md.5 Ruang Lingkup Home Care Ruang Lingkup Home Care. Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan. Perawatan kesehatan di rumah bertujuan : 1. UU No.4. A.

Klien dengan kondisi terminal. Mengumpulan data secara sistematis. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa keperawatan. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. 2. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan. b. k. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi. Klien dengan gangguan kesehatan mental. Memberi pelayanan prepentif. 3. Pelayanan informasi dan rujukan 5. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus. akurat dan komrehensif. i. 4. Menyusun rencana pelayanan. 7. j. Klien dengan perlukaan kronis. Klien dengan diabetes. Mengkoordinir aktifitas tim d. Pendidikan. Klien dengan post partum.3. f. d. c. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan.6 Peran dan Fungsi Perawat Home Care 1. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga. Berpartisifasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care. Klien dengan HIV/AIDS. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan h. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen kasus. Klien dengan kondisi usia lanjut. Pengelolaan home care dilaksanaka oleh perawat/ tim b. Klien dengan penyakit gagal jantung. 9. Menggunakan data hasil pengkajian dalam menetakan diagnosa keperawatan. pelatihan dan penyuluhan kesehatan 6. Menggunakan kode etik keperawatan daam melaksanakan praktik keperawatan 2. Prinsip Home Care a.dengan fungsi : a. c. 5. Mengembankan kemampuan profesional. Manajer kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan. F. Memantau kualitas pelayanan . meliputi : 1. Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim. 3. l. 5. 6. g. 4. 8. kuratif.Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah: 1. e. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus yang di jumpai di komunitas. Klien dengan gangguan oksigenasi. Klien dengan terapi cairan infus di rumah. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik 4. 2. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik. promotif dan rehabilitaif.

Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan kep. e. Ketua Bidang Administrasi/Keuangan a. pengendalian dan pembinaan pel. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan b. Ketua Pengelola a. Melakukan perlakuan yang baik terhadap proses pelaksanaan Home Care c. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan . Menetapkan masalah c. yang dilaksanakan oleh pelaksanan pel. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care C. pengendalian proses adm. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah D. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif. Melaksanakan pengawasan. Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. Penanggung Jawab Kasus/ Koordinator a. j. pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana kep. Ketua Bidang Pelayanan a. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care c. Home Care. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan d. dan klien di rumah c. e. Melaksanakan pengawasan. STANDAR URAIAN TUGAS DAN FUNGSI PENGELOLA HOME CARE A. Pelaksanan Pelayanan a. Melakukan pengkajian komprehensif b. Melaksanakan pengawasan. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap sumber daya manusia keperawatan d. Melibatkan keluarga dalam pelayanan h. f. d. dengan fungsi : a. Melakukan tindakan perawatan e. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya E. i. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah b. e. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi dan keuangan Home Care d. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan B. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien c. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care b. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan. pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pel. Melaksanakan pengawasan. Mendokumentasikan asuhan keperawatan.2. b. keuangan Home Care e. g. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. Menyusun rencana keperawatan d.

Melakukan pengkajian kebutuhan pasien.b. Resiko tinggi ( Bayi. 2. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia b. Sumber. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan c. Luka kronish. 4. setiap selesai melaksanakan tugas F. Kekerasan dalam rumah tangga. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis sesuai kewenangannya b. Melakukan koordinasi pelayanan a. Post partum dan masalah reproduksi l. Kondii fisik b. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan. asma berat d. Manajemen Kasus Home Care 1. Stroke e. Diabetes mellitus. Disfungsi kandung kemih i. Melaksanakan tindakan-tindakan medik sesuai kewenangannyad. Membuat perencanaan pelayanan a. Pola prilaku pasien e. gagal jantung. Amputasi f. Kondisi psikologis c. Status sosial ekonomi d. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan c. a. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal d. Coma. Membuat rencana kunjungan b. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan d. lansia. Cidera tulang belakang cidera kepala c. e. .sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat. menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik 2. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik c. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. Rehabilitasi medik j.sumber yang tersedia di keluarga pasien 3. Psikiatri m. Membuat rencana tindakan c. Melakukan seleksi kasus a. Konsulen a. berpedoman pada renpra. Ketergantungan obat g. Nutrisi melalui infuse k. ibu maternal ) b. Menyeleksi sumber. balita.7 KEGIATAN HOME CARE A. Melakukan rujukan pasien 5. Memeriksa.

4. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga 2. Lingkungan sosial dan budaya c. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan. Pemeriksaan fisik e. Spiritual d. Manajemen perawatan luka b. Resiko c.hari f. Menentukan tujuanc. Pengkajian keperawatan b. Penghentian perawatan Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan a. Kegiatan rehabilitasi f. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim b.hari. Perencanaan asuhan c. Evaluasi asuhan Alur Pelaporan . Perencanaan keperawatana. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur Asuhan keperawatan 1. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan b. Penentuan prioritas masalah b. Tindakan time. Diagnosa Keperawatan a. Gangguan eleminasi d. Evaluasi a. Pencatanan dan Pelaporan home care Pencatatan Manajemen kasus a. Mengevaluasi proses manajemen kasus d. menolak ) c. Pengkajian a. Rujukan kasus f. Gangguan Nurisi e. Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh. Potensial 3. Persetujuan pasien b. Aktual b. Pelaksanaan pengobatan g. Lembar pengobatan d. rujuk. Implementasi a. Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se. Riwayat kesehatan b. meninggal. Menyusun rencana secara komprehensif. Tindakan Kolaborasi 5. Perawatan gangguan sistem pernafasan c. Jadwal kunjungan c.a.

dengan kwalifikasi : • Minimal D.SIPP 2. dengan kualifikasi: • Minimal D.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. Depkes Materi laporan a. Pemeriksaan fisik 3. Set memandikan 8. Pelaksana pelayanan. Penyebab kematian h.SIK. Tempat tidur khusus orang sakit 15. Prasyarat Penyelenggara Home Care 1. Jumlah pasien dapat pengobatan e. Alat/ sarana a. Set huknah 7. Jenis penyakit c.8 TATALAKSANA HOME CARE A. Sederhana 10. Set perawatan luka 4. Set pengambilan preparat 9. Pengisap lender 16.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. Jumlah pasien b. Home Care b. Perlengkapan oxygen .SIK. Set pemasangan selang lambung 6. Sterilisator 12. Ketenagaan a. c. Alat kesehatan 1.a. Dinkes Kab.SIPP b. Jumlah pasien yang dirujuk f. Tas/ kit 2. Manajer kasus. Set emergency 5. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien i. Set infus/ injeksi 11. Jenis tenaga yang memberi pelayanan 2. Tiang infuse 14. Set pemeriksaan lab. Dinkes Prov d. Pot/ urinal 13. Jumlah pasien yang meninggal g. Frekuensi kunjunagn tiap kasus d.

masker • Dll 2. 5. A. Set preparat pemeriksaan laboratorium. Set pemasangan selang lambung 9. Set penghisap lender 5. Kertas tissue 3. 9. Semprit dan jarum suntik dispossible ukuran. SH. Adrenalin 2. Dexametazon 3.9 STANDART ALAT HOME CARE (Drs. 6.10.3. Bilah kayu untuk mengambil preparat.. selang lambung. Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja. kateter • Sarung tangan. urine. Set perawatan luka 8. 1.Kep. Set oksigen 4. Plester/ pembalut 5. Xyllo dan Deladryl 4.) Peralatan Home Care 1.11. Set huknah/ klisma 10. 12. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 4. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 7.2. Set tempat tidur khusus orang sakit 2. Set formulir untuk asuhan keperawatan Bahan Habis Pakai Home Care 1. Alat habis pakai • Obat emergency • Perawatan luka • Suntik/ pengamian darah • Untuk infuse • Pemasagan selang lambung • Huknah.17.Md.I Nyoman Cakra. Perlak/ alat tenun b. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot 3. Set suntik 7. Cairan infus . 10. Kursi roda 18. Tongkat/ tripot 19. Obat merchurochrom 70 % 8. Sabun/ deterjen. Kasa/ kapas steril 2. Set pemasangan selang catheter 11.2006. Set bab/ bak 6. Resusisator untuk bayi 12.20 Obat-obatan emergency 1.

Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus 2. badan hukum lainnya ) b. Proses pelayanan home care a. Mekanisma Pelayanan Home Care 1. Proses penghentian pelayanan home care. Home care menerima pasien dari rumah sakit. Persiapan • Pastikan identitas pasien • Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien • Lengkap kartu identitas unit tempat kerja • Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah • Siapkan file asuhan keperawatan • Siapkan alat bantu media untuk pendidikan b. dengan melampirkan: • Rekomendasi PPNI • Ijin prakik perawat ( SP. keluarga b. SIK. Proses penerimaan kasus a. Pelaksanaan • Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan. Monitoring dan evaluasi • Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal • Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan • Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan d. Berbadan hukum ( yayasan.c. dengan kreteria : . kolaborasi. puskesmas. Perijinan Home Care a. konsultasi dll • Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan • Dokumentasikan kegiatan c. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus c. • Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat • Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien • Membuat rencana pelayanan • Lakukan perawatan langsung • Diskusikan kebutuhan rujukan. sarana lain. Sarana lain • Alat dan media pendidikan kesehatan • Ruangan beserta perlengkapannya • Kendaraan • Alat komunikasi • Alat informasi/ dokumentasi 3. SIPP ) • Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi • Ijin lokasi bangunan • Ijin lingkungan • Ijin usaha • Persyaratan tata ruang bangunan B. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota.

Pembiayaan Home Care 1. Pemantauan Home Care a. Kepuasan pelanggan d. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi c. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi c. Dana transportasi untuk kunjungan pasien V. Aspek fisik b. Prinsip penentuan tarip a. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional 2. Jenis pelayanan yang kena tarip a. PEMBINAAN DAN PENILAIAN A. PEMANTAUAN. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu e. Pembiayaan C. Pelayanan e.• Tercapai sesuai tujuan • Kondisi pasien stabil • Program rehabilitasi tercapai secara maximal • Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien • Pasien di rujuk• Pasien menolak pelayanan lanjutan • Pasien meninggal dunia C. Jasa pelayanan tenaga kesehatan b. Aspek fisik b. Pembinaan Home Care a. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan b. Manajerial c. Manajerial c. Pembiayaan B. Penilaian Home Care a. Sumber daya d. Kemandirian pasien/ keluarga . Kelengkapan dokumen b. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong d. Pelayanane. Sumber daya d. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful