Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari

pelayanan keperawatan komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga , dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien. Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (WarholaC,1980). Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula, dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah. Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Adapun definisi perawatan kesehatan di rumah antara lain : 1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di mana pasien berada, atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan di rumah. 2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga, sebagai tindak lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas. 3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang keperawatan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau

1980 dalam Pengembangan Model Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang disusun oleh PPNI dan Depkes). dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. 2. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasuskasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama. direncanakan. Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer. 1994). Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif lama. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes. merasakan bahwa perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi manajemen.2 Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. 2002). 2. dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) (warola. 2. . Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional. 3. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC. 4. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah: 1. Berdasarkan definisi di atas. 3.memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal.

Biaya kesehatan akan lebih terkendali. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah 4. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan 2. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas. 5. Kepmenkes No. Perawatan kesehatan di rumah bertujuan : 1. PP No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. 3. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 10. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta 2. A. PP No. UU No.No. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya. (2006). UU Kes. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. 2002). Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko. 8. UU No. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik .5 Ruang Lingkup Home Care Ruang Lingkup Home Care. Permenkes No. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat 6.sosial.4 Tujuan Home Care Tujuan Umum : Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga Tujuan Khusus: 1. 2. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 5. karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah Menurut Drs. 2. 2. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit. sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes.Kep. Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.I Nyoman Cakra.Md. 3. 5. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya.4. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas 7. 2. 4. 3. Kepmenkes No. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga.3 LandasanHukum 1. Kepmenkes No.spiritual ) secara mandiri. SK Menpan No. 94/KEP/M. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia. SH. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif b. yaitu: a. c. rehabilitasi atau perawatan paliatif. 9.

promotif dan rehabilitaif. Mengumpulan data secara sistematis. 7. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik. 3. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan h. 2. Pendidikan. l. Memantau kualitas pelayanan . Klien dengan gangguan oksigenasi. Klien dengan gangguan kesehatan mental. Pengelolaan home care dilaksanaka oleh perawat/ tim b. b. Menggunakan kode etik keperawatan daam melaksanakan praktik keperawatan 2. Klien dengan HIV/AIDS. Klien dengan diabetes. F. k. Menggunakan data hasil pengkajian dalam menetakan diagnosa keperawatan. d. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan. 4. 4. Klien dengan terapi cairan infus di rumah. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan. Mengembankan kemampuan profesional. 9. c. Manajer kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. Mengkoordinir aktifitas tim d. c. 5. akurat dan komrehensif. Memberi pelayanan prepentif. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik 4. Klien dengan perlukaan kronis. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi. 6. kuratif. Pelayanan informasi dan rujukan 5. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus yang di jumpai di komunitas. 2. Prinsip Home Care a. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga. 8.Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah: 1. Klien dengan penyakit gagal jantung. j. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa keperawatan.3.6 Peran dan Fungsi Perawat Home Care 1. 3. Berpartisifasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care. pelatihan dan penyuluhan kesehatan 6. Klien dengan kondisi terminal. i. meliputi : 1. Klien dengan kondisi usia lanjut. Menyusun rencana pelayanan. f. Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis.dengan fungsi : a. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim. Klien dengan post partum. e. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen kasus. g. 5.

Melakukan perlakuan yang baik terhadap proses pelaksanaan Home Care c. dan klien di rumah c. Melaksanakan pengawasan. Melakukan tindakan perawatan e. Pelaksanan Pelayanan a. j. Menyusun rencana keperawatan d. Ketua Bidang Pelayanan a. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap sumber daya manusia keperawatan d. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. Melaksanakan pengawasan. pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana kep. e. Mendokumentasikan asuhan keperawatan. pengendalian proses adm. keuangan Home Care e. pengendalian dan pembinaan pel. Ketua Bidang Administrasi/Keuangan a. Home Care. e. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah D. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah b. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care c.2. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. b. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan kep. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care C. Penanggung Jawab Kasus/ Koordinator a. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan d. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan b. Ketua Pengelola a. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan B. Melaksanakan pengawasan. yang dilaksanakan oleh pelaksanan pel. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien c. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan . f. Melibatkan keluarga dalam pelayanan h. dengan fungsi : a. Menetapkan masalah c. i. STANDAR URAIAN TUGAS DAN FUNGSI PENGELOLA HOME CARE A. Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. Melaksanakan pengawasan. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi dan keuangan Home Care d. pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pel. Melakukan pengkajian komprehensif b. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya E. d. g. e.

sumber yang tersedia di keluarga pasien 3. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal d. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan c. . Rehabilitasi medik j. Ketergantungan obat g.b. Status sosial ekonomi d. Stroke e. e. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep. Manajemen Kasus Home Care 1. Resiko tinggi ( Bayi. Luka kronish.sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat. Membuat rencana tindakan c. balita. Membuat perencanaan pelayanan a. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik c. Melaksanakan tindakan-tindakan medik sesuai kewenangannyad. ibu maternal ) b. Membuat rencana kunjungan b. berpedoman pada renpra. Amputasi f. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia b. Coma. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan d. Psikiatri m. Konsulen a. Disfungsi kandung kemih i. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. Post partum dan masalah reproduksi l. lansia. menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik 2. Sumber. Menyeleksi sumber. Nutrisi melalui infuse k. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan c. Kondisi psikologis c. asma berat d. Pola prilaku pasien e. Melakukan pengkajian kebutuhan pasien. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan. Melakukan rujukan pasien 5. a. 2. Kondii fisik b. 4. Kekerasan dalam rumah tangga. setiap selesai melaksanakan tugas F. Diabetes mellitus. gagal jantung.7 KEGIATAN HOME CARE A. Memeriksa. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis sesuai kewenangannya b. Cidera tulang belakang cidera kepala c. Melakukan seleksi kasus a. Melakukan koordinasi pelayanan a.

Evaluasi asuhan Alur Pelaporan . Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se. Persetujuan pasien b. Penghentian perawatan Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan a. Resiko c. Pemeriksaan fisik e. Pencatanan dan Pelaporan home care Pencatatan Manajemen kasus a. rujuk. menolak ) c. Menyusun rencana secara komprehensif. Perencanaan asuhan c. Tindakan time. Aktual b. Pengkajian keperawatan b. Kegiatan rehabilitasi f. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan b. Evaluasi a. Menentukan tujuanc. Perawatan gangguan sistem pernafasan c. Pengkajian a. Gangguan Nurisi e. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur Asuhan keperawatan 1. Riwayat kesehatan b. meninggal. Rujukan kasus f. Mengevaluasi proses manajemen kasus d. Diagnosa Keperawatan a.hari. Spiritual d.a. Lingkungan sosial dan budaya c. Pelaksanaan pengobatan g. Tindakan Kolaborasi 5. Gangguan eleminasi d. Lembar pengobatan d. Implementasi a. Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh. Penentuan prioritas masalah b. 4.hari f. Potensial 3. Perencanaan keperawatana. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim b. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga 2. Jadwal kunjungan c. Manajemen perawatan luka b.

SIK. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien i. Pemeriksaan fisik 3.SIK. Home Care b. Alat/ sarana a. Jumlah pasien b. Perlengkapan oxygen . Pot/ urinal 13. Set huknah 7. dengan kwalifikasi : • Minimal D.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. Pelaksana pelayanan. Set infus/ injeksi 11.SIPP 2. Jumlah pasien dapat pengobatan e. Set memandikan 8. c. Penyebab kematian h. Sterilisator 12. Set pemeriksaan lab.SIPP b. Tiang infuse 14. Set pengambilan preparat 9. Tas/ kit 2. Dinkes Kab. Jenis penyakit c. dengan kualifikasi: • Minimal D. Tempat tidur khusus orang sakit 15. Pengisap lender 16. Sederhana 10. Jenis tenaga yang memberi pelayanan 2. Jumlah pasien yang dirujuk f. Frekuensi kunjunagn tiap kasus d. Ketenagaan a. Dinkes Prov d. Set perawatan luka 4.a. Set pemasangan selang lambung 6. Prasyarat Penyelenggara Home Care 1. Depkes Materi laporan a. Jumlah pasien yang meninggal g. Manajer kasus. Set emergency 5.8 TATALAKSANA HOME CARE A.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. Alat kesehatan 1.

Tongkat/ tripot 19. Obat merchurochrom 70 % 8.2. selang lambung. Plester/ pembalut 5. Set pemasangan selang lambung 9. Adrenalin 2.10. 1. Perlak/ alat tenun b. Sabun/ deterjen. urine. Kursi roda 18. Set perawatan luka 8. A.Kep. kateter • Sarung tangan. Set penghisap lender 5. Set huknah/ klisma 10. 6. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 7. 9. Cairan infus .I Nyoman Cakra.3. masker • Dll 2. Dexametazon 3. Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius. Set tempat tidur khusus orang sakit 2.11. Set formulir untuk asuhan keperawatan Bahan Habis Pakai Home Care 1. Kasa/ kapas steril 2. Alat habis pakai • Obat emergency • Perawatan luka • Suntik/ pengamian darah • Untuk infuse • Pemasagan selang lambung • Huknah. Set oksigen 4. Set suntik 7. Set preparat pemeriksaan laboratorium.17. Bilah kayu untuk mengambil preparat. 5. Resusisator untuk bayi 12. SH.) Peralatan Home Care 1.20 Obat-obatan emergency 1. Semprit dan jarum suntik dispossible ukuran. Set bab/ bak 6. Xyllo dan Deladryl 4. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja. Set pemasangan selang catheter 11.9 STANDART ALAT HOME CARE (Drs.Md.2006. Kertas tissue 3. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 4. 12. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot 3. 10..

Proses penghentian pelayanan home care. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus 2. badan hukum lainnya ) b. Mekanisma Pelayanan Home Care 1. Home care menerima pasien dari rumah sakit. Persiapan • Pastikan identitas pasien • Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien • Lengkap kartu identitas unit tempat kerja • Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah • Siapkan file asuhan keperawatan • Siapkan alat bantu media untuk pendidikan b. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota. Pelaksanaan • Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan. dengan melampirkan: • Rekomendasi PPNI • Ijin prakik perawat ( SP. • Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat • Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien • Membuat rencana pelayanan • Lakukan perawatan langsung • Diskusikan kebutuhan rujukan. konsultasi dll • Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan • Dokumentasikan kegiatan c. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus c. Proses penerimaan kasus a. Monitoring dan evaluasi • Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal • Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan • Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan d. Berbadan hukum ( yayasan. Proses pelayanan home care a. SIK. SIPP ) • Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi • Ijin lokasi bangunan • Ijin lingkungan • Ijin usaha • Persyaratan tata ruang bangunan B.c. puskesmas. kolaborasi. Perijinan Home Care a. Sarana lain • Alat dan media pendidikan kesehatan • Ruangan beserta perlengkapannya • Kendaraan • Alat komunikasi • Alat informasi/ dokumentasi 3. sarana lain. keluarga b. dengan kreteria : .

Pelayanan e. Kemandirian pasien/ keluarga . Manajerial c. Sumber daya d. Kelengkapan dokumen b. Pembinaan Home Care a.• Tercapai sesuai tujuan • Kondisi pasien stabil • Program rehabilitasi tercapai secara maximal • Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien • Pasien di rujuk• Pasien menolak pelayanan lanjutan • Pasien meninggal dunia C. Sumber daya d. Prinsip penentuan tarip a. Jenis pelayanan yang kena tarip a. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional 2. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan b. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien c. Penilaian Home Care a. Pelayanane. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi c. Pembiayaan B. Pembiayaan Home Care 1. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu e. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong d. Aspek fisik b. Dana transportasi untuk kunjungan pasien V. Pembiayaan C. Pemantauan Home Care a. Aspek fisik b. Kepuasan pelanggan d. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi c. Manajerial c. Jasa pelayanan tenaga kesehatan b. PEMANTAUAN. PEMBINAAN DAN PENILAIAN A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful