Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari

pelayanan keperawatan komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga , dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien. Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (WarholaC,1980). Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula, dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah. Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Adapun definisi perawatan kesehatan di rumah antara lain : 1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di mana pasien berada, atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan di rumah. 2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga, sebagai tindak lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas. 3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang keperawatan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau

direncanakan.memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. 1994). dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah : 1. Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat di institusi pelayanan kesehatan. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga. 2002). Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan di rumah. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan. Berdasarkan definisi di atas. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari pelayanan sosial yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan. Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit. 3. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasuskasus penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. 2. sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. 2. di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes. 2. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah: 1. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif lama. 3.1980 dalam Pengembangan Model Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang disusun oleh PPNI dan Depkes). dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) (warola. merasakan bahwa perawatan klien yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi manajemen. Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer. Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan.2 Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. 4. .

Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah Menurut Drs.spiritual ) secara mandiri. 2. 94/KEP/M. 2. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat.I Nyoman Cakra. 2.sosial. yaitu: a. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko. Biaya kesehatan akan lebih terkendali. Permenkes No. karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya. 9. A. PP No. 3. Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan. SH. 8. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif b. 23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. 3. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga. 2002). SK Menpan No. 2.Md. Kepmenkes No. 4. UU No.5 Ruang Lingkup Home Care Ruang Lingkup Home Care. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan 2. UU No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan 10. 3. Kepmenkes No. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas 7. Perawatan kesehatan di rumah bertujuan : 1. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. 5. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik . 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 5. (2006). 5.4.3 LandasanHukum 1.No. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia.Kep. c. Kepmenkes No.4 Tujuan Home Care Tujuan Umum : Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga Tujuan Khusus: 1. sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat 6. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah 4. PP No. UU Kes. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta 2. rehabilitasi atau perawatan paliatif.

3. b. k. 2. 4. 8. 6. c. Menyusun rencana pelayanan. Mengembankan kemampuan profesional. 5. F. Menggunakan kode etik keperawatan daam melaksanakan praktik keperawatan 2. d. kuratif. Klien dengan kondisi terminal. Pengelolaan home care dilaksanaka oleh perawat/ tim b. meliputi : 1. 4. c. Memantau kualitas pelayanan . f. 3. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan h. g. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim. Klien dengan gangguan oksigenasi. l. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi. Klien dengan diabetes. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik. Mengumpulan data secara sistematis. 5. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik 4. Klien dengan terapi cairan infus di rumah. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan. Menggunakan data hasil pengkajian dalam menetakan diagnosa keperawatan. Berpartisifasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care.6 Peran dan Fungsi Perawat Home Care 1. Klien dengan perlukaan kronis. Memberi pelayanan prepentif. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis. Pelayanan informasi dan rujukan 5. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus. Pendidikan. Klien dengan gangguan kesehatan mental. j. pelatihan dan penyuluhan kesehatan 6.dengan fungsi : a. Manajer kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan. 3. 9.Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah: 1. 7. Mengkoordinir aktifitas tim d. Prinsip Home Care a. Klien dengan kondisi usia lanjut. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen kasus. i. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan. Klien dengan HIV/AIDS. promotif dan rehabilitaif. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa keperawatan. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus yang di jumpai di komunitas. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga. Klien dengan post partum. 2. akurat dan komrehensif. Klien dengan penyakit gagal jantung. e.

i. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien. dan klien di rumah c. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya E. e. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan d. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care c. Menetapkan masalah c. Melaksanakan pengawasan. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi dan keuangan Home Care d. b. Melaksanakan pengawasan. keuangan Home Care e. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. Menyusun rencana keperawatan d. Melakukan perlakuan yang baik terhadap proses pelaksanaan Home Care c. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan. f. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan B. Melaksanakan pengawasan. j. Mendokumentasikan asuhan keperawatan. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care C. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan. pengendalian dan pembinaan pel. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. Ketua Pengelola a. Melibatkan keluarga dalam pelayanan h. Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan . pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana kep. pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pel. Melaksanakan pengawasan. Pelaksanan Pelayanan a. Melakukan tindakan perawatan e. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan kep. yang dilaksanakan oleh pelaksanan pel. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah D. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah b. Ketua Bidang Pelayanan a. e. Melakukan pengkajian komprehensif b. Penanggung Jawab Kasus/ Koordinator a. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap sumber daya manusia keperawatan d. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care b.2. Ketua Bidang Administrasi/Keuangan a. e. STANDAR URAIAN TUGAS DAN FUNGSI PENGELOLA HOME CARE A. d. dengan fungsi : a. Home Care. g. pengendalian proses adm.

Amputasi f. lansia. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal d. Sumber. berpedoman pada renpra.b. 4. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan. Kekerasan dalam rumah tangga. Psikiatri m. Melakukan pengkajian kebutuhan pasien. setiap selesai melaksanakan tugas F. Coma. Post partum dan masalah reproduksi l. 2. Kondii fisik b. Disfungsi kandung kemih i. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan c. a. Stroke e. Rehabilitasi medik j. Menyeleksi sumber. Luka kronish. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis sesuai kewenangannya b. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik c. Nutrisi melalui infuse k. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia b. gagal jantung. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan c. .sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat. Memeriksa.7 KEGIATAN HOME CARE A. Membuat rencana tindakan c. Membuat rencana kunjungan b. Ketergantungan obat g. Melakukan rujukan pasien 5. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. Pola prilaku pasien e. Melaksanakan tindakan-tindakan medik sesuai kewenangannyad. menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik 2. Melakukan seleksi kasus a.sumber yang tersedia di keluarga pasien 3. e. Melakukan koordinasi pelayanan a. asma berat d. Membuat perencanaan pelayanan a. Cidera tulang belakang cidera kepala c. balita. Konsulen a. Manajemen Kasus Home Care 1. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan d. ibu maternal ) b. Status sosial ekonomi d. Kondisi psikologis c. Diabetes mellitus. Resiko tinggi ( Bayi. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep.

hari f. Gangguan eleminasi d. Implementasi a. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga 2. Gangguan Nurisi e. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan b. Riwayat kesehatan b. Menyusun rencana secara komprehensif. Manajemen perawatan luka b. Diagnosa Keperawatan a. Mengevaluasi proses manajemen kasus d. Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se. Pencatanan dan Pelaporan home care Pencatatan Manajemen kasus a. Tindakan Kolaborasi 5. Menentukan tujuanc. Pengkajian keperawatan b. Evaluasi asuhan Alur Pelaporan . Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh. Spiritual d. Lembar pengobatan d. Perencanaan asuhan c. Pengkajian a.hari. Perawatan gangguan sistem pernafasan c. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim b. Tindakan time. Jadwal kunjungan c. Persetujuan pasien b. menolak ) c. Penghentian perawatan Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan a.a. Pelaksanaan pengobatan g. Evaluasi a. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur Asuhan keperawatan 1. Resiko c. Rujukan kasus f. Pemeriksaan fisik e. meninggal. rujuk. 4. Kegiatan rehabilitasi f. Penentuan prioritas masalah b. Potensial 3. Aktual b. Lingkungan sosial dan budaya c. Perencanaan keperawatana.

Jumlah pasien b. Jenis tenaga yang memberi pelayanan 2. Set pengambilan preparat 9. Tempat tidur khusus orang sakit 15.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP.8 TATALAKSANA HOME CARE A. Alat/ sarana a.SIK. Dinkes Prov d.SIPP b. Sterilisator 12. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien i. Depkes Materi laporan a. Pot/ urinal 13. Ketenagaan a. Set huknah 7. Prasyarat Penyelenggara Home Care 1. Set perawatan luka 4. Manajer kasus. Pemeriksaan fisik 3. Tiang infuse 14. Frekuensi kunjunagn tiap kasus d. Sederhana 10. Penyebab kematian h. Jenis penyakit c. Set emergency 5. Jumlah pasien yang dirujuk f. Alat kesehatan 1. Pelaksana pelayanan. Home Care b.a. Tas/ kit 2. dengan kualifikasi: • Minimal D. Jumlah pasien dapat pengobatan e. Perlengkapan oxygen . dengan kwalifikasi : • Minimal D.SIK. Set pemasangan selang lambung 6. Set infus/ injeksi 11.SIPP 2. Set pemeriksaan lab. Dinkes Kab.III • Pemegang sertifikat pelatihan home care • Pengalaman kerja minimal 3 tahun • Memiliki SIP. Set memandikan 8. Jumlah pasien yang meninggal g. Pengisap lender 16. c.

Set perawatan luka 8. Set suntik 7. Set pemasangan selang lambung 9. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja. Set huknah/ klisma 10.2006.2. Set formulir untuk asuhan keperawatan Bahan Habis Pakai Home Care 1.Kep. Set tempat tidur khusus orang sakit 2. Bilah kayu untuk mengambil preparat. 10. Set pemasangan selang catheter 11.Md. A. Plester/ pembalut 5. Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius. Kursi roda 18. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 4. SH. 12.3. kateter • Sarung tangan. Xyllo dan Deladryl 4.) Peralatan Home Care 1. Semprit dan jarum suntik dispossible ukuran. Set bab/ bak 6.. selang lambung. 6. Obat merchurochrom 70 % 8. Tongkat/ tripot 19. Set oksigen 4. 5. Dexametazon 3.11. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot 3. masker • Dll 2. Set preparat pemeriksaan laboratorium. Cairan infus . Perlak/ alat tenun b. 1. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 7. Set penghisap lender 5.9 STANDART ALAT HOME CARE (Drs. Kasa/ kapas steril 2. Adrenalin 2.20 Obat-obatan emergency 1.10.17. Resusisator untuk bayi 12. Alat habis pakai • Obat emergency • Perawatan luka • Suntik/ pengamian darah • Untuk infuse • Pemasagan selang lambung • Huknah. 9. Sabun/ deterjen. Kertas tissue 3.I Nyoman Cakra. urine.

Proses penghentian pelayanan home care.c. Mekanisma Pelayanan Home Care 1. Pelaksanaan • Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan. keluarga b. • Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat • Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien • Membuat rencana pelayanan • Lakukan perawatan langsung • Diskusikan kebutuhan rujukan. dengan melampirkan: • Rekomendasi PPNI • Ijin prakik perawat ( SP. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota. badan hukum lainnya ) b. SIPP ) • Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi • Ijin lokasi bangunan • Ijin lingkungan • Ijin usaha • Persyaratan tata ruang bangunan B. Home care menerima pasien dari rumah sakit. konsultasi dll • Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan • Dokumentasikan kegiatan c. puskesmas. SIK. Perijinan Home Care a. Berbadan hukum ( yayasan. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus c. sarana lain. Proses pelayanan home care a. Persiapan • Pastikan identitas pasien • Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien • Lengkap kartu identitas unit tempat kerja • Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah • Siapkan file asuhan keperawatan • Siapkan alat bantu media untuk pendidikan b. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus 2. Sarana lain • Alat dan media pendidikan kesehatan • Ruangan beserta perlengkapannya • Kendaraan • Alat komunikasi • Alat informasi/ dokumentasi 3. Monitoring dan evaluasi • Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal • Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan • Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan d. kolaborasi. dengan kreteria : . Proses penerimaan kasus a.

Prinsip penentuan tarip a. Kemandirian pasien/ keluarga . Pelayanan e. PEMANTAUAN. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi c. Dana transportasi untuk kunjungan pasien V. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien c. Sumber daya d. Manajerial c. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong d. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi c. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan b. Pemantauan Home Care a. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu e. Pembiayaan C.• Tercapai sesuai tujuan • Kondisi pasien stabil • Program rehabilitasi tercapai secara maximal • Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien • Pasien di rujuk• Pasien menolak pelayanan lanjutan • Pasien meninggal dunia C. Jenis pelayanan yang kena tarip a. Pembiayaan Home Care 1. Penilaian Home Care a. Aspek fisik b. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional 2. Aspek fisik b. Kelengkapan dokumen b. Sumber daya d. Pelayanane. Kepuasan pelanggan d. Pembinaan Home Care a. Pembiayaan B. Manajerial c. PEMBINAAN DAN PENILAIAN A. Jasa pelayanan tenaga kesehatan b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful