P. 1
Makalah Osteoatritis & Osteoporosis

Makalah Osteoatritis & Osteoporosis

|Views: 70|Likes:
pelajari yuk
pelajari yuk

More info:

Published by: Khristina 'dama-damay' on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang berada dalam taraf halusinasi menuju industrialisasi tentunya akan mempengaruhi peningkatan mobilisasi masyarakat /mobilitas masyarakat yang meningkat otomatisasi terjadi peningkatan penggunaan alat-alat transportasi /kendaraan bermotor khususnya bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Sehingga menambah “kesemrawutan” arus lalu lintas. Arus lalu lintas yang tidak teratur dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor. Kecelakaan tersebut sering kali menyebabkan cidera tulang atau disebut fraktur. Menurut Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Penanganan segera pada klien yang dicurigai terjadinya fraktur adalah dengan mengimobilisasi bagian fraktur. Penanganan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi umumnya oleh akibat tiga fraktur utama yaitu penekanan lokal, traksi yang berlebihan dan infeksi (Rasjad, 1998 : 363). Peran perawat pada kasus fraktur meliputi sebagai pemberi asuhan keperawatan langsung kepada klien yang mengalami fraktur, sebagai pendidik memberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah komplikasi, serta sebagai peneliti yaitu dimana perawat berupaya meneliti asuhan keperawatan kepada klien fraktur melalui metode ilmiah.
1

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana asuhan keperawatan fraktur tertutup Tibia Fibula 1/3 Distal Dextra diruang I Orthopedi Fatmawati B. TUJUAN • Tujuan Umum • Agar mahasiswa lebih memahami dan paham tentang penyakit Apendieksitis Tujuan Khusus Agar mahasiswa mengerti definisi penyakit Osteoporosis & Osteoatrtis Agar mahasiswa tahu tentang klasifikasi Osteoporosis & Osteoatrti Agar mahasiswa mengerti penyebab dari Osteoporosis & Osteoatrtis Agar mahasiswa mengetahui tanda dan gejala Osteoporosis & Osteoatrtis

2

BAB II ISI 1. DEFINISI OSTEOPOROSIS DAN OSTEORATHRITIS Pengertian Osteoporosis adalah pengeroposan tulang. Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam tulang. Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur. adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. ( wikipwdia.com) Pengertian Osteoarthritis dikenal juga sebagai artritis degeneratif, penyakit degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujungujung tulang penyusun sendi.( wikipedia.com) 2. ETIOLOGI Etiologi osteoporosis ( Faktor Resiko ) Family history Fair skin and hair Nothern European background Scoliosis Osteogenic imperfecta Early menopause Slender body build Excessive alkohol use Cigarette smoking Inactivity Malnutrition Low calcium intake Exercise-induced amenorrhea High-fiber diet
3

Genetik Faktor herediter juga berperan pada timbulnya osteoartritis.Kegemukan dan penyakit metabolik Berat badan yang berlebih ternyata dapat meningkatkan tekanan mekanik pada sendi penahan beban tubuh. .diabetes melitus dan hipertensi. .Jenis kelamin Pada orang tua yang berumur lebih dari 55 tahun. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan antara umur dengan penurunan kekuatan kolagen dan proteoglikan pada kartilago sendi. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan osteoartritis pada sendi yang menanggung beban. 4 . proteoglikan berperan dalam timbulnya kecenderungan familial pada osteoartritis. . diduga terdapat faktor lain (metabolik) yang berperan pada timbulnya kaitan tersebut antara lain penyakit jantung koroner. . Usia kurang dari 45 tahun Osteoarthritis lebih sering terjadi pada pria dari wanita. prevalensi terkenanya osteoartritis pada wanita lebih tinggi dari pria. Prevalensi. dan beratnya osteoartritis semakin meningkat dengan bertambahnya umur.High-phophate diet High-protein diet Etiologi Osteoarthritis .Suku bangsa Osteoartritis primer dapat menyerang semua ras meskipun terdapat perbedaan prevalensi pola terkenanya sendi pada osteoartritis. dan lebih sering menyebabkan osteoartritis lutut. faktor ketuaan adalah yang terkuat.Umur Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis. tetapi juga dengan osteoartritis sendi lain. Adanya mutasi dalam gen prokolagen atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan sendi seperti kolagen. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaaan pada frekuensi pada kelainan kongenital dan pertumbuhan.

hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut) 5 . TANDA DAN GEJALA - Manifestasi klinisOsteoporosis patah tulang punggung yang semakin membungkuk hilangnya tinggi badan nyeri punggung - Manifestasi klinis Osteoarthritis a. terutama pada waktu menopang berat badan. Gejala ini tidak menimbulkan rasa nyeri. tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu . namun bisa membaik bila diistirahat kan . nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama. pekerjaan dan olah raga Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian suatu sendi yang terus-menerus. 1. Bunyi pada setiap persendian(crepitus). b. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan . berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. c.misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari. Kesulitan menggunakan persendian e. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian d..Pada mulanya hanya terjadi pagi hari.Cedera sendi (trauma). Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian (Heberden’s dan Bouchard’s nodes) Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan. Demikian juga cedera sendi dan oleh raga yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan resiko osteoartritis yang lebih tinggi. Pada beberapa penderita .

tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal. menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam. 2. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid. barbiturat. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obatobatan.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid.Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin rusak. anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. KLASIFIKASI - Macam – macam Osteoporosis 1. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita). tulang mulai berubah bentuk dan meradang . 3. yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.Perubahan bentuk tulang. 2. Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda 6 . Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

Primer Penyebab tak diketahui. PENATALAKSANAAN - Penatalaksanaan Oateoporosis Untuk melihat tingkat kepadatan tulang dan mendeteksi Osteoporosis. bisa juga sendi lain seperti punggung dan jari-jari. dapat dilakukan: • mengukur kepadatan tulang menggunakan alat yang disebut Densitometer Xray Absorptiometry (DXA). Biasanya mengenai sendi lutut dan panggul. 7 . tidak diketahui penyebab secara pasti.yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal. Alat ini ada dua jenis yaitu SXA (Single X-ray Absorptiomety) dan DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry). 3. Sekunder Dialami sebelum usia 45 tahun. Dialami setelah usia 45 tahun. 2. akibat proses penuaan alami. dan dapat mengenai banyak sendi. akibat sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi. Penyebab lain adalah faktor genetik dan penyakit metabolik. penyebab trauma (instability) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar). menyerang perlahan tapi pasti. kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang - Macam-macam Osteoartritis 1.

untuk mendiagnosa 4 osteoporosis dan membuat keputusan langkah pengelolaan lanjut. dan non portable .• Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui aktivitas Remodelling tulang yaitu pemeriksaan CTx atau C-Telopeptide dan N-Mid Osteocalcin. 8 . terlebih bila pasien masih berusia muda. Sedang tepat karena dengan selisih waktu pengukuran yang relatif singkat ternyata mempunyai nilai yang sama. mendiagnose low bone mass/osteoporosis. Waspadai Osteoporosis sejak dini. Indikasi pemeriksaan Pada wanita dengan defisiensi estrogen. Bagi yang memiliki risiko tinggi. Osteoporosis memang tidak mematikan tetapi bila terjadi patah tulang. menentukan keputusan terapi Pada pasien hiperthiroidism primer asymptomatik. Bone mass density (BMD) dapat diukur secara akurat dan tepat. untuk memastikan perlu tidaknya pembedahan parathyroid. lakukan skrining dengan pemeriksaan kepadatan tulang. mahal. kualitas hidup bisa memburuk. dan menentukan respon terapi osteoporosis. untuk mengetahui remodelling tulang. menentukan resiko fraktur yang akan terjadi. Indikasi pemeriksaan bone mass sebagai berikut No 1 2 replacement estrogen. untuk mendiagnosa penurunan bone mass dan penyesuaian dosis. Dapat memeriksa semua tulang. Akurat karena dapat dinyatakan berapa banyak bone mass yang ada pada tulang. Pada pasien dengan pengobatan steroid jangka lama. 3 Pada pasien dengan osteopenia vertebra.DXA merupakan alat periksa yang efektif. untuk Pemeriksaan di atas mempunyai efek samping radiasi.

Pada stadium lanjut disertai dengan deviasi jari ke lateral. b. Foto konvensional lutut posisi AP Pada sebagian besar kasus radiografi pada sendi lutut yang terkena osteoartritis sudah cukup memberikan gambaran diagnostik. Foto Vertebra Servikal dan Torakal-Lumbal Tampak adanya penyempitan ruangan intervertebralis serta adanya osteofit.- Penatalaksanaan Osteoarthtritis Gambaran Radiologi : a.Meningkatnya gambaran taji (spur).Perubahan bentuk osteofit dari taji menjadi lingkaran atau hilangnya bagian penting dari tulang. . Nodus Heberden kadang-kandang tanpa rasa nyeri dan kekakuan sendi jari-jari tangan. marginal atau periostal. . .Kista tulang .Meningkatnya sclerosis pada tepi sendi disertai dengan hilangnya garis normal sendi. c. . sedangkan nodus Bouchard pada bagian proksimal sendi interfalangeal tangan wanita dengan osteoarthriis primer.Adanya tanda destruksi kartilago.Penyempitan celah sendi akibat hilangnya kartilago .Perubahan struktur anatomi sendi akibat hilangnya sebagian besar dari tulang rawan. Pemeriksaan Laboratorium : 9 . Kemudian diikuti oleh perubahan yang lambat pada tulang yaitu: . Foto sendi interfalangeal proksimal dan distal Tampak gambaran Nodus Heberden pada bagian dorsal sendi interfalangeal distal.Kecenderungan untuk mengadakan subluksasi.Osteofit pada pinggir sendi. .Peningkatan densitas (sclerosis) tulang subkondral. Gambaran radiologi sendi yang menyokong diagnosis OA adalah: . sentral. .

Perlindungan sendi Osteoartritis mungkin timbul atau diperkuat karena mekanisme tubuh yang kurang baik.a. 5. Dukungan psikososial Dukungan psikososial diperlukan pasien osteoartritis oleh karena sifatnya yang menahun dan ketidakmampuannya yang ditimbulkannya. Obat obatan Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik yang khas untuk osteoartritis. meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketidak mampuan. 4. dipihak lain dia ingin orang lain turut memikirkan penyakitnya. paha dan lutut. Beban pada lutut berlebihan karena kakai yang tertekuk (pronatio). Serum kolesterol sedikit meninggi c. Pemeriksaan faktor reumatoid negatif 1. Pasien osteoartritis sering kali keberatan untuk memakai alat-alat pembantu karena faktor-faktor psikologis. meskipun tak dapat memperbaiki atau menghentikan proses patologis osteoartritis. 2. Pemakaian tongkat. Persoalan Seksual Gangguan seksual dapat dijumpai pada pasien osteoartritis terutama pada tulang belakang. oleh karena patogenesisnya yang belum jelas. Obat-obat anti inflamasinon steroid bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis. Diet Diet untuk menurunkan berat badan pasien osteoartritis yang gemuk harus menjadi program utama pengobatan osteoartritis. Disatu pihak pasien ingin menyembunyikan ketidakmampuannya. Laju endap darah normal b. Penurunan berat badan seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan. 3. Perlu dihindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit. Sering kali diskusi karena ini harus dimulai dari dokter 10 . obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit. alat-alat listrik yang dapat memperingan kerja sendi juga perlu diperhatikan.

Tindakan yang dilakukan adalah osteotomy untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidaksesuaian. Operasi Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien osteoartritis dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyari yang menetap dan kelemahan fungsi. yang meliputi pemakaian panas dan dingin dan program latihan ynag tepat. debridement sendi untuk menghilangkan fragmen tulang rawan sendi. Program latihan bertujuan untuk memperbaiki gerak sendi dan memperkuat otot yang biasanya atropik pada sekitar sendi osteoartritis. PENGOBATAN - OSTEOARTHRITIS 11 .karena biasanya pasien enggan mengutarakannya. Latihan isometric lebih baik dari pada isotonic karena mengurangi tegangan pada sendi. Fisioterapi Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan osteoartritis. mandi paraffin dan mandi dari pancuran panas. bantalan elektrik. Oleh karena otot-otot periartikular memegang peran penting terhadap perlindungan rawan senadi dari beban. Berbagai sumber panas dapat dipakai seperti Hidrokolator. 6. inframerah. Atropi rawan sendi dan tulang yang timbul pada tungkai yang lumpuh timbul karena berkurangnya beban ke sendi oleh karena kontraksi otot. ultrasonic. pebersihan osteofit. Pada sendi yang masih aktif sebaiknya diberi dingin dan obat-obat gosok jangan dipakai sebelum pamanasan. Pemakaian panas yang sedang diberikan sebelum latihan untk mengurangi rasa nyeri dan kekakuan. maka penguatan otot-otot tersebut adalah penting. 7. 4.

Tindakan ini diperlukan pada keadaan : kehilangan kontrol kandung kencing dan fungsi usus. pembersihan osteofit. debrideman sendi.(1. Karena itu jika fungsi sendi menjadi 12 . dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi. dilakukan bila seluruh bagian sendi rusak. berhasil pada beberapa pasien. salisilat cream efektif pada beberapa penderita ostearthritis.6. Pemberian Obat-obatan Obat-obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas.8) Obat anti inflamasi non-steroid (misalnya aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan (sinovitis). Operasi Arthroplasty total merupakan perawatan yang pasti untuk kasus osteoartritis yang berat. artroplasti total. Diet untuk menurunkan berat badan pada pasien osteoarthritis yang gemuk harus menjadi program utama pengobatan osteoarthritis. serta mengurangi nyeri. Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi.a.Penanganan Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan. Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan. Penurunan berat badan seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan b. Sekitar 90% penderita osteoarthritis pada tulang belakang tidak memerlukan tindakan operasi. adanya nyeri yang menetap dengan gejala-gejala iritasi saraf. c. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain osteotomi. meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik. Obat peredam nyeri (misalnya acetaminofen) obat yang diperlukan. Tindakan Operasi Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien dengan osteoartritis dengan kerusakan sendi yang nyata. Prosedur ini sering dilakukan pada kaki dan artrodesis. Untuk topikal terapi dengan topikal NSAID. Maka tindakan yang dilakukan pada tulang belakang adalah dengan Laminektomi apabila ada herniasi diskus intervertebralis Arthroscopy secara minimal invasif untuk degenerasi kartilago yang berkembang atau hilangnya fragmen. Sedangkan asam salisilat harus diperhatikan efeknya terhadap saluran cerna. dilakukan pada orang muda pada sendi yang tidak stabil. Pemberian pengobatan lokal dengan injeksi intra-articular steroid. untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidak sesuaian).

PTH. dan interaksi sosial. Bentuk spesifik intervensi tergantung pada bone mass individual. dan bone dynamic. harus dicegah. Obat terapi yang tersedia sebagian besar dalam bentuk anti resorbsi dan diperuntukkan pada osteoporosis high turn over. Kedua menentukan apakah osteoporosis itu termasuk high atau low turn over. dan obat-obatan yang mengganggu motorik seperti transqualizer. Anamnesa. hypnotic agent. dan kalsitonin. Protokol penanganan osteoporosis oleh Lane (1999) Treatment Protocols For men and premenopausal women Physiologic calcium (see table Vitamin D ( 400 – 800 U/day ) Adequate nutrition 13 .terbatas. dan derivatnya. estrogen. Untuk memilih terapi yang tepat langkah pertama ialah menyingkirkan kausa osteoporosis sekunder. Bed rest berkepanjangan. faktor resiko yang ada. - OSTEOPOROSIS Pada pasien osteoporosis penanganan meliputi mempertahankan kualitas hidup. Macam obat anti resorbsi antara lain hormonal replacement (seperti tamoxifen. maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi. FDA ( Food and Drug Administration) tidak menganjurkan pemberian stimulator tulang seperti sodium fluorida. Pemberian obat-obatan dimulai setelah dibuktikan adanya bone loss. Kalsium dan vitamin D termasuk anti resorbsi lemah. penanganan nyeri. raloxifen). sedatif. isolasi diri. digunakan untuk menegakkan osteoporosis serta menyingkirkan penyebab lain bone loss. bisphosphonate. mobilisasi.pemeriksaan fisik dan penunjang.

cycle of 400 mg/day for 2 weeks. antiestrogen agent ). 10 mg/day if bone mass is 2. approved for paget disease and Ostyeolysis associated with malignancy. approved For paget disease Tamoxifen (Nolfadex. new fracture. under study 14 . 70 % as effective as estrogen. intravenous infusion).0 SDs below peak bone mass Calcitonin (Miacalcin). fluoride and calcium suplement ). used as a nutritional additive Slow-release sodium fluoride. strengthening.Exercise (impact exercise. Raloxifene (Evista). 24 mg of Elemental fluoride per day. an antiestrogen (SERM) approved for prevention Not approved by FDA (Experimental) Etidronate(Didronel).used In treatment of breast cancer Formative agents (experimental) Monofluorophosphate (monocal. and balance training ) For postmenopausal women * Antiresorptive agents Estrpogens (with progestin if uterus is intact ) Alendronate (Fosamax).. rest 11 weeks. bone pain Pamidronate (Aredia. 5 mg/day for mild to moderate bone difisiency. 200 U/day via nasal spray for mild bone loss .

000 Dietary 15 . Efek sampingnya kembung dan konstipasi. menurunnya resiko resiko batu ginjal sehingga merupakan pilihan pada pasien aklorhidria. dan tidak konstipasi.500 1. Kalsium karbonat membutuhkan asam untuk larut. National Institute of Health merekomendasikan intake kalsium perhariseperti pada tabel dibawah Pemberian kalsium tidak boleh melebihi 500 mg per kali pemberian. Infant Birth to 6 months 6 months to 1 year Children 1-5 years 5-10 years mg/day 400 600 800 800 1. Umumnya sediaan dalam bentuk kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Sumber makanan yang mengandung kalsium antara lain produk susu dan derivatnya.200 – 1.• Earlier intervention if the bone loss ratye is increased and / or there are independent risk factors 1. Recommended Daily Calcium Intake Age Range Recommended Dietary Allowance. Orang akhlorhidria tak dapat menyerap sediaan ini. mg/day 400 600 800 800 – 1. tidak membentuk gas.200 1.Kalsium Penambahan suplemen kalsium diperlukan bila kebutuhan kalsium sesuai umur harus dicapai. Kalsium sitrat akan larut saat tidak ada asam.200 NS Suggestes Intake.

000 1. Vitamin D Sangat penting untuk penyerapan kalsium.000 1. NS= not spesified Penyerapan kalsiun diperbesar dengan pemberian 400 – 800 unit vitamin D atau 0.200 NS NS 800 1. menunjukkan pemberian vitamin D dan kalsium menurunkan fraktur femur proksimal sebesar 25 %.500 1. Chapuy et al. Gallagher & Riggs menunjukkan penurunan bermakna insiden fraktur vertebra pada pemberian vitamin D dibanding 16 placebo.National Institute of Health . 2.200 – 1.500 *Abbreviations .25 mg calcitrol Menurut Lucas&Einhorn (1993) pemberian kalsium saja tidak akan melindungi wanita dari defisiensi estrogen.500 1.500 1. HRT= hormone replacement therapy.Adolescents and young adult NS ( 11 – 24 years ) Female athletes Eustrogenemic Hyperestrogenemic Adults Men (25-65 years) Women (25-50 years) Pregnant/ nursing mothers Postmenopausal women Receiving HRT Not reveiving HRT Over 65 years (both sexes) 800 800 1.500 1.

17 . 3.Sehingga tamoxifen tidak digunakan sebagai terapi osteoporosis. Sedang peneliti lain mengatakan resiko penyakit kardiovaskuler menurun pada pemakaian estrogen. Pada umur 30 – 40 tahun estrogen wanita mulai menurun namun belum menampakkan defisiensi. Saat menopause skeletal bone loss meningkat ( 8 % pada cancellous bone dan 0. Pada premenopause dan perimenopause pemakaian pil KB sangat efektis untuk mencegah osteoporosis. mual. Pada wanitra kurus. percutaneus. Waktu paruh vitamin D2. Efek samping yang dapat terjadi ialah terbentuknya batu ginjal. D3 ialah 2 bulan. sublingual. hiperkalsemia.mencegah alzheimer. dan D3 (calcitrol) ialah 4 jam. subcutaneus. Obat antiestrogen seperti tamoxifen yang lazim digunakan dalam terapi kanker payudara mempunyai efek mempertahankan dan meningkatkan bone mass sekitar 70 % dan meningkatkan cardiac lipid profile.merekomendasikan pemberian 400 – 800 unit vitamin D perhari khususnya pada orang dengan resiko osteoporosis . Namun akan meningkatkan endometriosis yang dapat dicegah dengan pemberian progestagen periodik. Cara pemberian per oral. juga menurunkan 50% penyakit koroner. Estrogen dapat menekan gejala menopause seperti hot flushing. Namun dapat meningkatkan resiko kanker kandungan dan efek withdrawlnya meningkatkan bone loss dan memperberat gejala menopause. Pemberian estrogen harus bersama kalsium . Pada wanita gemuk dosis diturunkan karena androgen akan mengkonversi zat estrogen like di jaringan lemak. 25HCC ialah beberapa hari. perokok estrogen akan terdegradasi. Penelitian menunjukkan pemberian estrogen perimenopause (fase penurunan cepat estrogen) akan menurunkan kecepatan bone loss khususnya trabekula vertebra. Estrogen Estrogen penting dalam pencegahan dan penanganan osteoporosis. atrofi genitourinaria. Sehingga terapi estrogen harus didampingi terapi anti resorbsi lain sebagai maintenance.Yang menjadi penting ialah peningkatan resiko kanker payudara sebesar 30 % pada lama pemakaian di atas 10 tahun.5 % pada cortical bone) dan akan menurun lagi pada 6 – 10 tahun postmenopause.625 mg/hari. Ketika terapi estrogen berhenti bone loss akan meningkat tajam sampai 7 tahun post penghentian estrogen. transdermal. Dosis estrogen 0. atau intravaginal.

efek analgesik (mekanismenya belum diketahui). FDA merekomendasikan dosis 100 IU per hari. Bhisphosphonate Merupakan analog pyrophosphonate. Dosis 400 mg per hari selama 2 minggu dengan interval istirahat 11 minggu. atau suppositoria rektal . FDA tidak merekomendasikan penggunaannya untuk osteoporosis. dan aktivitas osteoclast. migrasi. Generasi I ialah etidronate banyak digunakan pada paget disease dan efikasi yang tinggi pada osteoporosis. oesophgitis. tak dianjurkan pada wanita hamil karena belu ada penelitian keamanannya. 6. Calcitonin Merupakan hormon non gonadal non steroid. nyeri tulang pada terapi yang tanpa disertai kalsium. Generasi II dan III masih dalam uji klinis. sementara efek pada fraktur femur masih diperdebatkan. tapi untuk pengobatan paget disease. Karena bersifat hypocalcemic agent maka pemberiannya harus disertai kalsium .4. Human calcitonin tidak direkomendasikan untuk osteroporosis. Dan 5 mg/hari untuk minimal bone loss. Sedang pada low turn over osteoporosis terjadi 18 . Sehingga calcitonin diindikasikan untuk osteoporosis dengan nyeri . Pemberiannya peroral saat perut kosong. Berefek menurunkan aktivitas osteoclast . Efek sampingnya dispepsia. Cara pemberiannya subcutan. Telah terbukti menurunkan fraktur 50 %. diare. Alendronate menghambat resorbsi 1000 kali lebih besar dibanding pembentukan tulang sendiri. penempelan pada tulang. Sangat efektif mengobati high turn over osteoporosis. Half life alendronate 10 tahun. Mekanisme kerjanya ialah menghambat maturasi . Ada 3 generasi bisphosphonate. Mempunyai efek penurunan fraktur vertebrae sebesar 75 % . nasal spray. Penghentian alenndronate tak mempercepat bone loss seperti estrogen. Dosis yang direkomendasi FDA 10 mg/hari untuk BMD 2 SD dibawah rata-rata. 8. Bone Stimulating Agent Estrgen calcitonin dan bisphosphonate bekerja dengan mencegah resorbsi pada high turn over osteoporosis. 5.Calcitonin derivat kan salmon mempunyai potensi 40 – 50 kali dibanding human calcitonin.

vitamin D . Strengthening exercise. Imobilisasi lama memicu osteoporosis. Sel tulang peka lingkungan . Kortikosteroid Sudah terbukti bahwa kortikosteroid mengakibatkan osteoporosis. dimulai dari ringan dan dinaikkan bertahap. Sehingga dibutuhkan agent secara langsung menstimulasi fungsi osteoblast. Disarankan melatih otot trunkus dengan beban ringan. dan memicu hiperparathyroid sekunder. 19 . Bone mass erat hubungannya dengan muscle mass yang menempel. kalsium hanya mengurangi kecepatan bone loss. 8. Topical steroid dilaporkan tidak mempengaruhi tulang. angkat beban ringan dengan membungkuk. Suatu penelitian menyebut 7. Contoh jogging. Sedang latihan terlalu berat akan memicu kegagalan bone modelling. Dosis yang menginduksi bone loss belum jelas. Jenis dan durasi exercise tidak ditentukan. Balance training. PTH related peptide dan analognya. Osteoblast merespon rangsang dalam waktu 24 – 48 jam. menghambat resorbsi kalsium di intestinal dan tubulus proksimal ginjal. ada yang menyebut beberapa minggu. Pada menopause pemberian diet. jalan cepat. naik tangga. Mekanismenya menghambat fungsi osteoblast. Impact exercise . Contoh sit up. menyeimbangkan semua latihan. Bila ditambah exercise akan efektif mempertahankan dan meningkatkan bone mass.5 mg prednisolone per hari dalam waktu lama juga belum jelas. Cumming & Courtey menyarankan 3 hal dalam program latihan. 7.. mempengaruhi tulang di profunda otot. Agent yang masih dalam tahap eksperimental ialah fluorida. Pemberiannya tidak direkomendasikan FDA. bertujuan menstimulasi pembentukan osteoblast dan mencegah resorbsi.kegagalan pembentukan tulang oleh osteoblast. Latihan agak berat akan memacu remodelling tulang. Pada latihan ringan akan mempertahankann bone mass. Exercise Meski tidak termasuk modfalitas terapi medis namun sangat efektif dalam mencegah osteoporosis. PTH.

Dalam rentang waktu perubahan funsinya banyak penyakit yang muncul yang diderita oleh orang lanjut usia. LATAR BELAKANG Saat orang sudah lanjut usia maka semua organ-organ tubuh serta fungsinya mengalmi kemunduran. Pada orang usia lanjut usia banyak terserang osteoporosis dikarenakn banyak faktor-faktor dalam tubuh yang mempengaruhi kalsium mengalami kemunduran. Sedangkan untuk oateoarthristis untuk orang lanjut usia di karenakan adanya penurunan fungsi untuk mengahsilkan cairan sendi yang disebut sinovial. Seperti Osteoporosis dan Osteoarthritis. Oleh karena penyakit in sering muncul pada orang usia lanjut kami akan membahasnya dalam makalah ini.PENDAHULUAN 1. 20 .

Mahsiswa tahu tentang bagaiman mencegah dari penyakit ini PATOFISIOLOGI OSTEOARTHRITIS Pada osteoartritis terjadi perubahan-perubahan metabolisme tulang rawan sendi. Penurunan kekuatan dari tulang rawan disertai oleh perubahan yang tidak sesuai dari kolagen.2. MANFAAT 1. terbentuknya osteofit 5. Hal ini menyebabkan penurunan kadar proteoglikan. memberikan tekanan yang berlebihan pada serabut saraf dan tentu saja menimbulkan kerusakan mekanik. perubahan sifat-sifat kolagen dan berkurangnya kadar air tulang rawan sendi. Destruksi kartilago yang progresif 2. disertai penurunan sintesis proteoglikan dan kolagen. Perubahan tersebut berupa peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi. Hilangnya tulang rawan akan menyebabkan penyempitan rongga sendi. terbentuknya kista subartikular 3. Mahsiswa mengerrti dan tahu tentang osteoporosis dan osteoartritis 2. 3. Mahasiswa tahu bagaimana pelaksanaan penyakit ini. adanya fibrosis kapsul Perubahan dari proteoglikan menyebabkan tingginya resistensi dari tulang rawan untuk menahan kekuatan tekanan dari sendi dan pengaruh-pengaruh yang lain yang merupakan efek dari tekanan. Sklerosis yang mengelilingi tulang 4. Pada level teratas dari tempat degradasi kolagen. Melalui mikroskop terlihat permukaan tulang rawan mengalami fibrilasi dan berlapis-lapis.(7) Pada proses degenerasi dari kartilago artikular menghasilkan suatu subtansi atau zat yang dapat menimbulkan suatu reaksi inflamasi yang merangsang makrofag untuk menghasilkan IL-1 yang akan meningkatkan enzim proteolitik untuk degradasi matriks ekstraseluler Gambaran utama pada osteoarthritis adalah: 1. Kondrosit sendiri akan mengalami kerusakan. Selanjutnya akan terjadi perubahan komposisi molekuler dan matriks rawan sendi. Pada tepi sendi akan timbul respons terhadap tulang rawan yang rusak dengan pembentukan 21 . yang diikuti oleh kelainan fungsi matriks rawan sendi.

Kalsium terdapat dalam produk susu. Sehingga tulang subkondral merespon dengan meningkatkan selularitas dan invasi vaskular. salmon dan margarine. maka osteoartritis dapat dianggap sebagai kegagalan sendi yang progressif. Melihat adanya proses kerusakan dan proses perbaikan yang sekaligus terjadi. 22 . Pembentukan tulang baru (osteofit) dianggap suatu usaha untuk memperbaiki dan membentuk kembali persendian. Pada akhirnya rawan sendi menjadi aus. ikan tuna. Dengan menambah luas permukaan sendi yang dapat menerima beban. suplemen kalsium yang mengandung vitamin D akan lebih efektif mencegah osteoporosis dan mengurangi risiko patah tulang akibat osteoporosis. rusak dan menimbulkan gejala-gejala osteoartritis seperti nyeri sendi. tergantung usia seseorang. 2. 99% Kalsium berada dalam tulang dan gigi sedangkan 1%nya ada di dalam tubuh. Karenanya. Kebutuhan kalsium harian berkisar antara 1. Hilangnya tulang-tulang tersebut merupakan usaha untuk melindungi permukaan yang tidak terkena. NUTRISI TULANG Berikut daftar nutrisi agar Anda terbebas dari masalah tulang keropos: . akibatnya tulang menjadi tebal dan padat (eburnasi). Bila tubuh kekurangan kalsium. tubuh akan mengambilnya dari tulang dan bila terjadi terus menerus. Vitamin D merupakan regulator positif bagi metabolisme kalsium dan meningkatkan penyerapan kalsium sebanyak 2. Pada makanan. osteofit diharapkan dapat memperbaiki perubahan-perubahan awal tulang rawan sendi pada osteoartritis. kaku dan deformitas.Kalsium Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. rapuh.200 mg per hari. tulang dapat menjadi tipis. . vitamin D bisa Anda dapatkan di minyak ikan. dan mudah patah. Kebutuhan harian yang disarankan untuk vitamin D adalah 200 hingga 400 IU/hari. Adanya pengikisan yang progresif menyebabkan tulang dibawahnya juga ikut terlibat.000-1.osteofit.Vitamin D Berperan penting dalam mempertahankan massa tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih efektif. Namun ternyata peningkatan tekanan yang terjadi melebihi kekuatan biomekanik tulang.5 kali. Lesi akan meluas dari pinggir sendi sepanjang garis permukaan sendi. brokoli dan produk dari kacang kedelai.

pisang . Contoh makanan yang mengandung vitamin C : jeruk. Sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1000 mg per hari. .VitaminE Vitamin ini dapat meningkatkan asupan oksigen ke otot dengan meningkatkan sirkulasi dan kemampuan gerak otot. . tomat dan pisang ambon. Penyakit osteoporsis diakibatkan karena kekurang kalsium dalam tulang karena berbagai faktor.stwaberi. Contoh makanan yang mengandung vitamin E : kecambah. bunga matahari. Kolagen yang merupakan bahan baku untuk tulang juga membutuhkan vitamin C untuk pembentukannya. Dosis suplemen vitamin E : 400 IU/hari .Magnesium Untuk pertumbuhan otot dan tulang. jambu biji. mentega. Sedangkan untuk osteoartritis diakibatkan karena cairan pelumas sendi yang berkurang sehingga terjadi gesekan pada tulang yang berakibat pada nyeri klien. sebaiknya sejak kita masih muda kita sering berolahraga dan melatihsendi-sendi kita dan banyak mengonsumsi susu berkalsium. sayuran hijau.kacang-kacangan. Dapatkan pada bayam dan daging sapi. 23 . asparagus. Untuk itu pencegahan yang paling tepat untuk penyakit ini merupakan. gandum dan kerang laut. Terdapat pada kedelai. KESIMPULAN Oasteoporosis dan osteoartritis merupakan penyakit yang sering menderita orang usia lanjut..Zat besi Memiliki peranan dalam membantu transportasi oksigen ke sel darah yang dibutuhkan oleh enzim antioksidan untuk mengatasi kerusakan sendi.VitaminC Membantu pembentukan tulang dan tulang rawan sehingga terbentuk jaringan sendi yang sehat.

Jakarta R.com/2008/01/osteoarthritis. Jakarta. 2000. Boedhi Darmojo & Martono Hadi (1999).irwanashari.DAFTAR PUSTAKA • • • • http://carahidup. Balai Penerbit FK Universitas Indonesi • http://mukipartono. EGC.ac.id/2009/10/nutrisi-tepat-agar-tulang-kuat/ http://www.com/osteoartritis/ 24 . Rencana Asuhan Keperawatan.um.html Doenges E Marilynn. Geriatri Ilmu Kesehatan Usia Lanjut.

. Luna Maya ( 70 thn ) dirawat di RS karena mengeluh rasa nyeri di tulang pergelangan tangan dan kakinya terutama lutut. Dx. PENGKAJIAN RIWAYAT KEPERAWATAN MASA LALU • • Penyakit yang pernah diderita Ada alergi obat atau makanan RIWAYAT KEPERAWATAN MASA SEKARANG • Alasan masuk: Ny. Medis : osteoartitis dan osteoporosis. RR 18 x/menit. BB 75 Kg.. Hasil TTV: TD 120/80 mmHg. 25 .ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN OSTEOPOROSIS DAN OSTEOATRITIS KASUS Ny. Luna dirawat karena mengeluh nyeri di tulang pergelangan tangan dan kaki • Keluhan utama: nyeri di pergelangan tangan dan lutut PEMERIKSAAN FISIK • Keaadaan umum: tampak sakit. hasil X-Ray : penurunan kepadatan massa tulang. TB 160 cm. I.. nadi 100x/menit suhu 37 drjat C.

Pola aktivitas dan latihan • Apakah untuk melakukan kebutuhan sehari-hari klien perlu dibantu atau dilakukan secara mandiri? • Saat beraktivitas cepat lelah atau tidak? 5. Pola pemeliharaan kesehatan • Apakah klien tahu tentang penyebab. Pola nutrisi dan metabolik • • Klien makan habis berapa porsi? Apakah ada makanan pantangan? 3. Pola eliminasi • • Apakah klien bisa BAB dan BAK? Saat BAB/BAK sakit atau tidak? 4. tanda gejala.• • • TTV: TD 120/80 mmHg. cara pencegahan penyakit osteoartitis dan orteoporosis? 2. suhu 37 C. Pola tidur dan istirahat • • Apakah klien bisa tidur nyenyak? Apakah kalau malam hari sering terbangun? 26 . RR 18x/menit Pemeriksaan fisik muskuloskeletal: bentuk tubuh?cara berjalan? Bising usus PEMERIKSAAN PENUNGJANG Hasil X-Ray : penurunan kepadatan massa tulang POLA GORDON 1. Nadi 100x/menit.

6. perawat dan sesama ada kesulitan? Apakah selama sakit ada perubahan peran dalam keluarga? 8. Pola peran dan hubungan terhadap sesama • • Apakah hubungan klien dengan dokter. Pola persepsi sensori • • Klien mengeluh nyeri pada pergelangan tangan dan kaki Pengkajian nyeri PQRST DATA TAMBAHAN • • • Skala nyeri? Kuantitas nyeri? Wajah klien tampak meringis karena nyeri II. ANALISA DATA Data Problem Nyeri akut Etiologi Agen cidera fisik Ds: pasien mengeluh nyeri ditulang pergelangan tangan dan kaki terutama lutut DO: wajah klien tampak 27 . Pola koping dan stres • Cara klien menghadapi penyakit yang diderita sekarang 7.

INTERVENSI No Dp 1 Tgl/jam 2 Agustus 2010 Tujuan dan kriteria hasil Nyeri akut teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7x24 jam dengan kriteria hasil: 28 Intervensi 1. Adanya nyeri pada pergelangan tangan mempengaruhi . Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik ditandai dengan pasien mengeluh nyeri ditulang pergelangan tangan dan kaki terutama lutut. wajah klien tampak meringis III. Monitor TTV Rasional 1.meringis skala nyeri? Kuantitas nyeri? DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.

Bantu ADL klien bisa membantu memperlancar pembuluh darah 5. Adanya nyeri pada pergelangan tangan dan lutut klien menyulitkan klien untuk melakukan aktivitas 29 . Adanya kompres hangat 5. Adanya nyeri pada klien perlu adanya pemantauan untuk mengetahui keadaan klien 3. Teknik relaksasi mampu mengalihkan perhatian pasien sehingga 4. Monitor skala nyeri ( PQRST ) tanda-tanda vital pada pasien 2.1. Ajarkan teknik relaksasi 3. Berikan kompres hangat nyeri dapat berkurang 4. Nyeri klien dalam skala 13 2. Wajah klien tidak nampak meringis lagi 2.

Anjurkan klien untuk menggerakkan ektremitasnya namun tidak boleh melakukan gerakan memuntir 7. Koloaborasi diit tinggi protein dan tinggi kalsium analgetik mampu mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien 8. Pergerakan pada ektremitas yang sering dilakukan mampu mencegah adanya kekakuan otot kebutuhan ADL perlu dibantu 7. Adanya pemberian 8.sehingga 6. Nutrisi tulang seperti kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang 30 . Kolaborasi pemberian analgetik 6.

osteonectin (bone spesific protein).1. Proporsi osteoid terhadap tulang meningkat pada penyakit riketsia dan osteomalasia. Demineralisasi terjadi hanya dengan resorbsi seluruh matriks.. seperti proteoglikan. Matriks tersusun sebagian besar oleh kolagen type I dan sebagian kecil oleh protein non kolagen. ANATOMI DAN FISIOLOGI TULANG Anatomi Tulang Sebagian besar tulang berupa matriks kolagen yang diisi oleh mineral dan selsel tulang. Sel tulang terdiri 3 macam : 31 . osteocalsin (Gla protein) yang dihasilkan oleh osteoblast dan konsentrasinya dalam darah menjadi ukuran aktivitas osteoblast. Mineral tulang terutama berupa kalsium dan fosfat yang tersusun dalam bentuk hidroxyapatite Pada tulang mature proporsi kalsium dan fosfat adalah konstan dan molekulnya diikat oleh kolagen. Suatu matriks yang tak bermineral disebut osteoid yang normalnya sebagai lapisan tipis pada tempat pembentukan tulang baru.

Dengan meresorbsi matriks akan meninggalkan cekungan di permukaan tulang yang disebut Lakuna Howship. Membraneous ossification dengan osifikasi jaringan ikat seperti pembentukan tulang dari subperiosteal. dan cancellous bone yang tampak seperti spoon atau porous. Tulang imature disebut woven bone. Osteocyte sensitif terhadap stimulus mekanik dan meneruskan rangsang (tekanan dan regangan) ini kepada osteoblast 3. kaya alkaline phosphatase dan dapat merespon produksi maupun mineralisasi matriks. Osteocyte Osteocyte berada di lakunare . Osteoclast Osteoclast adalah mediator utama resorbsi tulang. Diduga di bawah pengaruh parathyroid hormon (PTH) berperan pada resorbsi tulang (osteocytic osteolysis) dan transportasi ion kalsium. Lamellar bone mempunyai 2 struktur yaitu cortical bone yang tampak padat. Fisiologi Tulang 1.Pada akhir siklus remodelling . Bone Remodelling Ada 2 jalan pembentukan tulang. dimana serabut kolagen tersusun paralel membentuk lamina dengan osteocyte diantaranya. atau masuk ke dalam matriks sebagai osteocyte 2. 1. fungsinya belum jelas. Osteoblast Osteoblast berhubungan dengan pembentukan tulang. seperti epifisial plate dan pada penyembuhan tulang. dibentuk oleh prekursor monosit di sumsum tulang dan bergerak ke permukaan tulang oleh stimulus kemotaksis. Endochondral ossification dengan osifikasi jaringan kartilago. osteoblast tetap berada di permukaan tulang baru. ditemukan pada stadium awal penyembuhan tulang.1. bersifat sementara sebelum diganti oleh tulang mature yang disebut lamellar bone . dimana serabut kolagennya tidak beraturan arahnya. 32 .

Penyusutan bone mass merupakan faktor yang sangat penting 33 . Remodelling berkaitan usia Remodelling berlangsung seumur hidup. Dengan ditandai peningkatan bone loss. dan pelebaran kavum medulare. Resorbsi dimulai saat osteoclast teraktivasi dan taksis ke permukaan tulang yang bermineral. penipisan trabekula . Matriks organik dan mineral diambil secara bersamaan. Pada trabekula akan terbentuk cekungan dan pada kortek akan membentuk liang seperti kerucut terpotong (cutting cone). ada beberapa penjelasan. Semasa tumbuh tulang akan meningkat baik bentuk maupun ukuran namun tetap ringan dan porous. Pada umur 20-40 tahun kanalis haversi dan ruang intertrabekuler telah tumbuh lengkap. pelebaran kanalis haversi.Tulang selalu mengalami 2 proses. Pada periode ini tiap individu mencapai peak bone mass. Pada pria kecepatan bone loss 0. keadaan ini disebut sebagai osteoporosis post menopause. 1. Hal ini disebabkan berhentinya pengaruh hormon gonadal yang juga terjadi pada wanita 5 tahun post oophorektomi. 1. Setelah 2-3 minggu resorbsi berhenti osteoclast tak tampak. 2. Berkaitan dengan menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya resiko fraktur . Penting ditegaskan bahwa meskipun bone mass (jumlah netto kuantitas tulang per unit volume ) menurun setelah umur pertengahan. Proses ini disebut remodelling atau turn over. resorbsi permukaan endoosteal. Pada umur di atas 70 tahun kecepatan bone loss pria dan wanita relatif sama. yaitu resorbsi dan pembentukan. Pada umur di atas 40 tahun secara lambat dan pasti terjadi bone loss . Proses yang terjadi adalah resorbsi berlebihan oleh osteoclast karena lepas kontrol hormonal. Fase ini disebut osteoporosis senile. Sekitar 1-2 minggu kemudian cekungan diliputi osteoblast dan 3 bulan kemudian telah terjadi pembentukan dan mineralisasi tulang. sedang pada wanita ada perbedaan antara saat menopause dan 5-10 tahun post menopause. korteks menebal sehingga tulang lebih berat dan kuat.3 % pertahun. bone density (kadar mineral ) variasinya sangat kecil bila dikaitkan umur. Proses yang terjadi adalah pengurangan aktivitas osteoblast. sehingga tulang menjadi lebih porous.

Kontrol kalsium lebih kritis dibanding fosfor.3 mmol/L.6 mmol/L. Konsentrasi kalsium dan fosfor ekstrasel tergantung absorbsi intestinal dan ekskresi ginjal.25-DHCC ). (b). Faktor sistemik tersebut adalah : (a). 3.5 – 10. Pada waktu post menopause. Bergesernya kompensasi dari absorsi intestinal. Penurunan aktivitas sel tulang pada umur tua membuat kecepatan remodelling lambat. dan bone remodelling diatur oleh hormon parathyroid. Regulasi Bone Remodelling dan Calcium Exchange Kalsium dan fosfor tulang sangat lambat perubahannya.9 – 1. Bila defisit kalsium bersifat persisten maka terjadi mobilisasi kalsium tulang dengan meningkatkan resorbsi tulang. ekskresi ginjal sangat efisien dan reabsorbsi 90 % di tubulus proksimal yang pengaturannya oleh hormon parathyroid. 3. ekskresi ginjal.DHCC. Parathyroid hormon (PTH) 34 . Regulasi pertukaran kalsium merupakan mata rantai yang tidak dapat dihindarkan pada pembentukan dan resorbsi tulang. Kondisi defisiensi kalsium ekstrasel yang persisten menggambarkan kondisi tulang. lubang/defek pada tulang tidak akan pernah diperbaiki sehingga hilangnya hubungan struktural ini akan menurunkan kekuatan 3.2 – 2. Kalsium dan Fosfat Kadar normal kalsium serum 2. ekskresi kalsium di tubulus renal. Ekskresi kalsium urine 2.dan 1. perubahan kadar kalsium ekstrasel dan tulang dikontrol oleh faktor lokal dan sistemik. Absorbsi di usus sebanding jumlah yang dimakan . Keseimbangan antara resorbsi kalsium. Absorbsi di intestinal ditingkatkan oleh 1.Sementara defisiensi fosfor hanya sedikit menurunkan kadar fosfat serum. Konsentrasi fosfat serum 0.25.0 mmol/24 jam.25-dihydrocholecalciferol ( 1.2.

dan intestinal .25-DHCC. tulang.Pada usus PTH secara tak langsung meningkatkan resorbsi kalsium dengan cara meningkatkan absorbsi vitamin D yang akan dikonversi menjadi metabolit aktif di ginjal.25-DHCC) yang merupakan metabolit yang sangat aktif.Fungsinya mempertahankan konsentrasi serum kalsium pada rentang yang sangat sempit.25-DHCC menstimulasi resorbsi oleh osteoclast dan peningkatan transport kalsium. PTH juga menstimulasi osteolysis oleh osteocyte. Begitu juga sebaliknya. Zat ini menstimulasi absorbsi kalsium di usus dan meningkatkan resorbsi tulang. Sekresinya distimulasi oleh kenaikan konsentrasi kalsium plasma di atas 2. Target organnya tubulus renal. dan secara tak langsung dari efek sinar ultraviolet pada sel prekursor di kulit. Juga secara tak langsung mempengaruhi pembentukan tulang karena dengan peningkatan absorbsi kalsium dan fosfat di usus akan meningkatkan mineralisasi osteoid.25 dihydrocholecalciferol(1. Di tulang 1. Secara langsung dari makanan. bekerja berlawanan dengan fungsi PTH.25 mmol/L. Produksi dan release distimulasi oleh naik turunnya kadar kalsium serum. Vitamin D Vitamin D3 ( Cholecalciferol ) diperoleh dari 2 sumber. akan diubah oleh hepar menjadi 25hydrocholcalciferol (25-HCC) yang merupakan metabolit aktif. (e) Hormon lain 35 . dan secara tidak langsung dengan mengaktifkan osteoblast untuk menyiapkan permukaan tulang yang akan diresorbsi dan memulai kemotaksis osteoclast. Pada tulang PTH meningkatkan aktivitas osteoclast. Peningkatan PTH dan fosfat plasma akan meningkatkan 1. Pada tubulus renal PTH merespon cepat penurunan kalsium plasma dengan meningkatkan resorbsi kalsium urine dan menghambat resorbsi fosfat urine. Hal ini terjadi khususnya ketika bone turn over begitu tinggi seperti pada paget disease. Oleh ginjal zat ini akan diubah menjadi 1. (c) Kalsitonin Disekresi oleh sel C kelenjar thyroid.Vitamin D3 sendiri tidak aktif. (d).

Oleh Brighton & Cluskey dapat mempengaruhi pembentukan dan resorbsi tulang. kelemahan muskuler dan imobilisasi anggota gerak dapat mengakibatkan osteoporosis. Pada berat badan menurun. multiple myeloma. Efek withdrawl hormon ini Kortikosteroid adrenal juga menyebabkan osteoporosis dengan meningkatkan resorbsi tulang .Estrogen menstimulasi absorbsi pengaruh kalsium dan melindungi tulang dari menyebabkan oeteoporosis. menghambat pembentukan tulang. Transforming growth factor dapat menstimulasi aktivasi osteoblast. prolonged bed rest. inaktivitas. Peningkatan temperatur dan oksigen meningkatkan pembentukan tulang. Thyroxin meningkatkan pembentukan dan resobsi tulang tetapi lebih dominan resorbsi sehingga hyperthyroid dihubungkan dengan besarnya pembongkaran tulang dan osteoporosis. Tekanan mekanik dibuktikan oleh Wolft (sebagai wolft law) berperan pada tulang. Keseimbangan asam basa mempengaruhi resorbsi tulang . Prinsip ini digunakan dalam terapi biphosphonate. Interleukin (IL-1) dan osteoclast activating factor (OAF). cytokines adalah faktor yang kuat pada resorbsi tulang. Faktor lokal antara lain somatomedin C (Insulin –like growth factor I ) dihasilkan oleh osteoblast akan meningkatkan proliferasi osteoblast. PTH. Peningkatan fosfat (pyrophosphate) menghambat resorbsi tulang. dan menginaktifkan sintesis kolagen. Pada asidosis kronik resorbsi meningkat dan akan menurun pada alkalosis . 36 . Zat ini diperkirakan berperan terjadinya osteoporosis pada inflamasi. dan tumor ganas lain. menurunkan absorbsi kalsium intestinal. Stimulasi elektrik terjadi pada bagian dimana terjadi kompresi akan bermuatan negatif dan bagian bertekanan rendah bermuatan positip.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->