Asuhan keperawatan pada bayi baru lahir normal

1. Pengkajian ibu identitas ibu nama ibu usia pekerjaan agama : ny. N : 20 tahun : ibu rumah tangga : islam

pendidikan : smp alamat : tumpak

tanggal pengkajian : 23 pebruari 2009 jam 16.30 wita 1. Pengkajian bayi A. Penampilan umum : Berat badan 3000 gr, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 34 cm, lingkar dada 32 cm. Denyut jantung bayi 120 x/mnt, frekuensi respirasi 42 x/mnt, suhu axilla 37,40c. B. Karakteristik umum : usia bayi : 1 jam postur : lengan, tungkai bawah dalam keadaan fleksi integumen : Warna umumnya merah muda, tidak tampak ikterik, tidak tampak adanya hiperpigmentasi, tidak ada edema, vernik kaseosa sedikit seperti keju dan tidak berbau, lanugo menipis, deskuamasi terdapat pada buku jari-jari. kepala : Bentuk kepala simetris atau tidak ada kelainan bentuk fontanel anterior teraba datar, bentuk seperti berlian, fontanel posterior berbentuk segitiga dan lebih kecil dari anterior, sutura teraba dan tidak menyatu. mata : Mata terbuka, kedua mata dan jarak masing-masing 1/3 jarak dari bagian luar kantus ke bagian kantus yang lain, bentuk simetris, terdapat refleks mengedip ada, kelopak mata terdapat edema ringan, tidak ada rabas, bola mata dapat bergerak bebas, ukuran pupil sama dan bereaksi terhadap cahaya.

hidung

: Bentuk simetris berada di garis tengah, tampak tidak ada tulang hidung, terdapat sedikit mukus tetapi tidak ada lendir yang keluar.g) telinga : letak telinga sesuai dengan garis sepanjang kantus luar dan kantus dalam mata, pinna fleksibel, berespon terhadap suara dengan memberikan rangsang suara yang keras bayi tampak terkejut (refleks startle), lubang telinga terbuka, tidak terdapat sekret.  mulut :

Bentuk bibir simetris, warna merah muda, palatum lunak dan keras utuh, terdapat refleks rooting, moro, sucking dan ekstruksi, gusi berwarna merah muda, lidah tidak menonjol.  wajah  leher  dada :

Bentuk simetris :

Pergerakan bebas, tidak terjadi webneck. :

Bentuk bulat, puting susu menonjol, letak simetris, bunyi jantung tidak terdapat murmur dan kecepatan jantung reguler, bunyi nafas bronkial jelas, rektraksi dada tampak teratur.  abdomen : Bentuk bulat, terdapat tali pusat tampak satu vena dua arteri, warna putih kebiruan, sedikit tampat perdarahan dari ujung puntung tali pusat, terdengar bising usus, mekonium keluar sudah keluar. Tampak pernafasan perut reguler.  genetalia : Klitoris edema, labia mayora metutupi labia minora, terdapat rabas mukoid, meatus urinarius terdapat di bawah klitoris. Tampak keluar urine berwarna jernih.

 ektremitas :  lengan : sikap fleksi, ukuran lengan simetris, pergerakan bebas, jumlah jari utuh, saat diberi rangsangan bayi dapat menggenggam (refleks menggenggam). Bayi di letakkan pada daerah datar kemudian diberi rangsangan dengan hentakan di sekitar bayi. Bayi menunjukkan respon mengembangkan jari-jarinya dengan sedikit tremor dan gerakan tangan memeluk kemudian kembali ke posisi fleksi.

dan saat ditengkurapkan bayi tampak bergrak maju  punggung utuh  anus : lubang anus terbuka. mekonium sudah keluar. tungkai dan kaki : panjang simetris.tumit sampai 45’ dari bidang datar Jumlah skor = 40. sikap fleksi. Usia kematangan bayi berdasarkan new ballard’s score Kematangan fisik : · kulit merah muda licin/halus tampak vena (nilai 1) · lanugo tampak menipis (nilai 2) · garis telapak tangan beberapa garis di 2/3 anterior (nilai 3) · payudara tampak areola muncul lebih jelas dengan tonjolan 3-4 mm (nilai 3) · telingan tampak bentuk lebih baik. gerakan bebas. terdapat refleks babinski. saat kaki bayi disentuhkan pada daerah datar kaki bayi tampak seperti akan melangkah (refleks melangkah). usia gestasi bayi adalah 40 minggu pengkajian menurut konsep adaptasi roy : pengkajian tahap i Roy menekankan pada perilaku klien saat dilakukan pengkajian yang terkait dengan tingkat adaptasi by ny m terhadap kehidupan di luar rahim asi fisiologi . mudah membalik (nilai 2) · genetalia perempuan tampak labia mayora sudah menutupi labia minora (nilai 4) Kematangan neuromuskuler · sikap · sudut siku : kedua bahu dan kedua kaki bengkok dan menutup ke arah badan : 0’ (nilai 4) : < 90’ (nilai 5) : siku tidak melewati midline (nilai 4) (nilai 4) (nilai 4) · kelenturan lengan : < 90’ (nilai 4) · sudut popliteal · tanda “scarf” · tumit ke telinga : lutut bengkok.refleks menggenggam (refleks plantar) .

Daya hisap kuat dan produksi asi ibu banyak. Suhu 36. Selanjutnya bayi terlelap. Tidak ada indikasi pemberian cairan tambahan melalui ivfd. Konsep diri belum bisa terkaji si peran belum dapat dikaji dependent (kemandirian) Setiap merasa lapar dan tidak nyaman karena bab/bak serta dalam kondisi tidak aman bayi menangis (total dependency) pengkajian tahap ii Stimulus fokal : total dependency dalam pemenuhan adl .5ºc. Refleks moro.  eliminasi Bab meconium ( +) . Saat ini klien tidak mengalami gangguan dalam termoregulasinya. saat bayi diletakkan di samping ibu bayi tampak berhenti menangis dan tenang. bak + 1 kali  cairan dan elektrolit Bayi hanya mengkonsumsi asi dari ibunya. plantar dan melangkah juga normal. aktivitas dan istirahat Segera setelah lahir bayi menangis kuat. Sianosis (-)  proteksi Orang tua dan anggota keluarga yang lain selalu melindungi dan memenuhi kebutuhan bayi.  nutrisi Bayi hanya mendapat asi dari ibunya.  pengaturan sistem endokrin  fungsi neurologis : refleks normal Segera setelah lahir bayi diberi rangsangan dengan menyentuh telapak tangan bayi dengan tangan perawat bayi langsung menggenggam. engaturan suhu Suhu tubuh bayi dalam batas normal.  oksigen Klien bernapas normal dengan frekuensi 40 kali/ mnt tanpa ada kesulitan.

pertukaran oksigen  adequate .pemeliharaan termoregulasi baik .adaptasi progresif terhadap kehidupan luar rahim ditandai dengan badan dan anggota badan berwarna merah muda. ballard score : 40 (sesuai uk) Intervensi keperawatan Diagnosa Tujuan dan kriteria keperawatan hasil Adaptasi  progresif Setelah diberikan terhadap tindakan kehidupan luar keperawatan. temp = 36. rr= 40x/mnt.transisi progresif  terhadap kehidupan di luar rahim Rencana intervensi Rasional letakkan bayi di  untuk perut ibu setelah memelihara kelahiran termoregulasi neonatus atur posisi neonatus agar  agar pertukaran pernapasan adequat oksigen adequat dan lakukan perawatan newborn bantu ibu dan bayi belajar menyusui sesegera mungkin(inisiasi  agar asupan dini bila nutrisi bayi memungkinka) adequat diskusikan teknik menyusui yang benar dengan ibu  sediakan pakaian bayi yang cukup hangat  untuk membantu  ajarkan ibu/pengasuh untuk bayi mempertahankan melakukan perawatan tali pusat suhu tubuh yang normal/mencegah terbuka hipotermi  jelaskan tentang prilaku bayi normal  untuk mencegah infeksi pada ibu dan . dengan kriteria : . interval teratur. hidrasi baik. tidak ada retraksi dada. kemampuan mencapai payudara ibu baik mengalami perkembangan menelan dan mengisap dengan baik.5 c.  rahim kesejahteraan neonatus /new born dapat dipertahankan.Stimulus kontekstual : bayi baru lahir/newborn Stimulus residual : - Diagnosa keperawatan : 1.asupan nutrisi adequat .

pengasuh  penyelarasan progresif antara bayi dengan ibu dan pengasuhnya .

cianosis (-)  inisiasi dini tidak dapat memungkinkan) dilakukan karena ibu tidak kooperatif / belum memperoleh informasi tentang proses inisiasi  menyediakan pakaian bayi dini/tidak disiapkan sejak anc.30 No dx Tindakan keperawatan Respon hasil Ttd  setelah bayi lahir dibawa ke Bayi tampak bersih. pengasuh:  ibu dan pengasuh mampu Menunjukkan beragam mengulang sebagian tingkatan tidur (30 mnt. tali ruang neonatus kemudian pusat dirawat dengan teknik perawatan tertutup dengan dilakukan perawatan : gaas betahadine memberishkan slim melakukan perawatan tali pusat tertutup dengan betahadine mengeringkan bayi mulai dari muka. kepala dan bagian tubuh nlainnya tanpa membersihkan verniks  mengatur posisi neonatus agar pernapasan adequat  membantu ibu dan bayi belajar menyusui sesegera  pernafasan adequat. rr= mungkin(inisiasi dini bila 40x/mnt.60 informasi yang sudah . yang cukup hangat  bayi menggunakan pakaian bayi yang hangat yang telah disiapkan oleh keluarga  mendiskusikan teknik menyusui yang benar dengan  ibu mengerti dan mampu melaksanakan edukasi ibu dalam proses menyusui  ibu tampak senang dan mulut bayi dapat menempel dengan benar di payudara ibu  menjelaskan tentang prilaku  ibu dan pengasuh tampak bayi normal pada ibu dan mengerti dan interest.Tabel tindakan keperawatan Hari/tanggal 23 pebruari 2009 Jam 16.

menunjukkan beberapa reflek (refleks rooting. setiap terbangun menangis dan terdiam setelah diberi asi O = . setelah itu baru reaktifitas ii). merawat tali pusat terbuka   ibu dan pengasuh tampak memberi reinforcement atas kemampuan ibu dan senang dan merasa dihargai pengasuh dalam menerima informasi dan edukasi persiapan planning discarger  Evaluasi keperawatan Dx i S = ibu dan pengasuh mengatakan kemampuan bayi menyusu baik. kemudian 2-4 /6 jam.mnt bayi banyak beraktifitas. sucking dan ekstruksi).pemeliharaan termoregulasi baik ( s= 37 c) .  meminta kepada ibu dan pengasuh untuk membangunkan bayi pada fase tidur.  memberi kie tentang perawatan bayi baru lahir dan informasi tentang kunjungan posyandu  meminta kepada ibu dan pengasuh mengulang informasi yang telah diberikan diberikan : 1 jam i bayi harus dibangunkan untuk diberi asi. bila tidur terlalu lama dibangunkan untuk diberi asi mampu menyebutkan langkah-langkah dalam perawatan bayi :memandikan.rr : 40x/mnt .

bayi mampu merespos suara ibu/pengasuh.. “m” Umur : 20 tahun Suku/bangsa : sasak/indonesia . menenangkan diri setelah refleks moro A = masalah teratasi: kesejahteraan neonatus tercapai p = lanjutkan ncp : pertahankan keadaan neonatus yang sejahtera terutama dengan kie perawatan bayi di rumah Tanggal 28 desember 2008 Pengkajian post partum pada ibu menggunakan konsep ”deficyt self care” 1) faktor personal Identitas pasien Nama pasien : ny.asi x/hari. kemampuan mengisap baik .

. Jenis makanan : nasi. Ibu mengatakan tidak pernah minum susu apapun atau sari buah karena tidak terbiasa. C. Cairan dan elektrolit Minum air putih 10 gls /hari. sesak (-). D. Nutrisi Frekwensi makan 3x/hari. Pola aktifitas dan latihan . . sianosis (-). A. . warnanya jernih dan tidak ada keluhan Bab (+) 1-2x/hari tidak ada konstipasi ataupun keluhan lainnya. Proteksi Klien mendapat dukungan penuh dari keluarganya terutama suami dan ibunya dalam bentuk ikut menjaga dan membantu merawat bayinya mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi klien dalam merawat bayinya. nafsu makan baik dan pantangan makanan karena indikasi medik dan budaya (-). Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 2) .Agama : islam Pendidikan Alamat : smp : menemeng : kawin bb : 39 kg Status perkawinan Tb : 150 cm Identitas suami Nama B. Sirkulasi dan oksigenasi Klien bernapas normal. Eliminasi Bak frekuensinya 6-9x/hari . Selama hamil klien melakukan anc selama 6x. Umur : tn. “z” : 25 tahun : sasak/indonesia : islam : sd : buruh : manemeng kebutuhan self care universal . Imunisasi tt 2x. tidak menggunakan alat bantu pernafasan. F. B. sayur. E. . lauk pauk.

4) penyimpangan kesehatan : Klien masih mengeluh nyeri pasca persalinan pada daerah perineum dan kadang-kadang mulas di sympisis. Klien jarang mengeluh dan berusaha mengatasi masalah sebatas kemampuannya. imunisasi dan pemantauan bb bayinya di posyandu terdekat. tidak merokok dan tidak mengkonsumsi obat-obat yang terlarang. Klien belum mengetahui cara yang tepat untuk menghilangkannya. Dari informasi yang diperoleh ibu hanya mengetahui kalau dirinya harus menjaga kondisi fisik dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat untuk persiapan persalinannya. Pada saat hamil kehidupan klien tidak banyak perubahan. Klien tetap melakukan aktifitas sehari-harinya secara mandiri. 5) masalah medikal dan perencanaan : . Ibu tidak mempunyai informasi lengkap tentang cara perawatan payudara ataupun senam nifas. Sumber pengetahuan yang berhubungan dengan kondisi klien Klien menyatakan belum menerima informasi tentang perawatan post partum dari bidan praktik atau petugas di posyandu pada saat ibu anc atau periksa hamil. Tapi bila bayinya tidur ibu berusaha untuk tidur dan istirahat. hanya meminta bantuan pada suami atau ibunya untuk pekerjaan fisik yang cukup berat karena takut akan berdampak buruk pada kehamilannya. 3) perkembangan kemandirian Klien dari kecil terbiasa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pola kehidupan sosial Ibu sering bersosialisasi bersama keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan mengikuti nilai dan budaya yang dianut dan diyakini oleh keluarganya dan masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-harinya.ibu biasa minum jamu tradisional. Lamanya tidur biasanya 5-6 jam/hari tapi sejak melahirkan pola tidur ibu menjadi tidak teratur karena harus menyusui bayinya. H. Klien hanya meminum obat yang diberikan rs dan jamu yang dibuat oleh ibunya untuk wanita ibu nifas.Kegiatan rutinnya saat ini hanya mengurus diri dan bayinya. merencanakan jenis kontrasepsi yang akan digunakan yaitu kb suntik 3 bulan. G.

keluhan tinitus (-) Palpasi : Tidak teraba benjolan pada kepala. flek tidak ada Bola mata simetris. n= 80x/menit. mengganti pakaian bayi. midriasis dengan respon cahaya.vital sign : td = 120/80 mmhg. Sedangkan untuk memandikan bayi masih harus dibantu oleh keluarga karena klien belum mempunyai pengalaman tapi klien mengatakan selanjutkan akan belajar dan berusaha melakukannya sendiri. tidak tampak adanya pelebaran daerah sinus. menyusui dan makan/minum masih dengan bantuan minimal.2 c. warna hitam. tidak tampak caries pada gigi ataupun perdarahan gusi Telinga tidak tampak adanya sekret yang berlebihan. s= 36. Hidung simetris. Leher Inspeksi Tidak tampak adanya hiperpigmentasi Palpasi . Pemeriksaan fisik Data umum : . tidak tampak sekret atau lendir yang berlebihan. oedema supra orbita tidak ditemukan. tidak tampak anemis atau ikterik. tidak ada ketombe ataupun warna kemerahan.Ibu tidak mengalami gangguan kesehatan/masalah patologis. Mukosa bibir lembab. rr= 20x/menit Head to toes : Kepala : Inspeksi : Rambut panjang sebahu. Ibu hanya memerlukan perawatan post partum 6) defisit self care Setelah hari i post partum klien mampu melakukan aktifity daily of life nya seperti memenuhi kebutuhan personal hiegene. Wajah : tampak adanya cloasma gravidarum .

putting tidak inverted. irama jantung teratur dan tidak ada gallop atau murmur Abdomen Inspeksi : Linea alba (+).Pelebaran vena jugularis tidak ditemukan Pembesaran kelenjar thyroid tidak ditemukan Nyeri tekan tidak ditemukan Dada Payudara Inspeksi : Bentuk simetris dan membesar.degan. tanda dimpling tidak ditemukan Palpasi : Colostrum : ada. pengeluaran pervagina adalah lochea rubra jumlah 100. montogemeri (+). asi (+) Auskultasi : vesikuler stridor - u-paru : jalan nafas bersih dan suara nafas /-. wh -/- tung : ibu tidak merasakan sakit dada atau deg. areola menghitam/hiperpigmentasi.150 cc (2-3x ganti pembalut). jahitan hd/hl : 4/4 dan simetris Inspeksi : . striae livida (+). linea nigra (+) Palpasi Involusi uteri : 2 jari bawah pusat Diastasis rectus abdominis : 3 jari Distensi (-) Auskultasi Bising usus (+) normal Genitalia : Inspeksi Tanda redda : Tanda kebiruan (+).

Anus Inspeksi Hemorhoid (-) Ektremitas Inspeksi : Tangan simetris dan tidak tampak adanya bengkak atau kemerahan Kaki simetris. dorsal pedis tidak ditemukan. homan sign tidak ditemukan. varises (-) Palpasi : Oedema pretibia. Potensial peningkatan pengetahuan perawatan post partum . crt < 2 dtk Rumusan diagnosa keperawatan : 1. lokorhea (+).Tanda caldwik (+). oedema (-). tidak tampak adanya bengkak atau kemerahan.

Tabel intervensi keperawatan Diagnosa Tujuan dan kriteria keperawatan hasil Potensial peningkatan pengetahuan perawatan post partum  Setelah diberikan tindakan keperawatan. dengan  kriteria : ibu mengerti dan mampu melakukan perawatan payudara ibu mengerti dan mampu melakukan senam nifas Rencana intervensi berikan wholly/totally compensatory nursing (keperawatan total): berikan partially/partially compensatory nursing (keperawatan sebagian berikan educativesupportive nursing (keperawatan mandiri) tergantung pada manifestasi klinik yang ditunjukkan klien. Rasional Ibu akan memperoleh informasi dan edukasi tentang perawatan post pertum serta terpenuhinya adl selama post partum Tabel tindakan keperawatan Hari/tanggal 28 desember 2008 Jam 08. klien memperoleh  informasi yang tepat dan benar serta dapat melakukan perawatan post partum.00 wita No dx  Tindakan keperawatan memberikan wholly/totally compensatory nursing (keperawatan total): mengukur vital sign memeriksa involusi uteri memeriksa perdarahan/lochea memeriksa produksi asi Respon hasil Ibu post partum hr ii Cut : baik Perdarahan (lochea) rubra 100-150cc/hari Tfut : 2 jari bawah pusat Vital sign : Td = 120/80 mmhg Ttd : - .

melakukan perawatan payudara dan perawatan perinium Evaluasi keperawatan post partum Dx i S = ibu mengerti dan menyatakan mau melakukan perawatan payudara ibu mengerti dan menyatakan mau melakukan senam nifas di hari berikutnya O = klien tanpa kooperatif dan antusias selama proses kie klien mampu mengikuti gerakan senam nifas hari i .N = 80x/menit S = 36.merawat bayi bayinya dengan bantuan minimal  berikan educative-supportive nursing (keperawatan mandiri) : Memberi kie tentang Klien tampak mengerti perawatan payudara dan senam nifas dengan memberi Ibu kooperatif melakukan leaflet dan informasi senam nifas hari ii tambahan secara lisan Membantu klien untuk Ibu menyatakan akan akan persiapan pulang berusaha melaksanakan senam nifas hari berikutnya di rumah.2 c Asi (+)  memberikan partially compensatory nursing (keperawatan sebagian) : Klien dapat merawat .

- klien mampu memenuhi adl A = transfer of knowladge melalui kie tercapai P = lanjutkan ncp dengan intervensi wellness nursing diagnosis - anjurkan ibu untuk memulai perawatan payudara dan proses menyusui yang benar anjurkan ibu untuk memulai senam nifas hari ii Diposkan oleh rony neuro di 06. i n t e r v e n s i A . d x 3 1 ) o b s e r v a s i t t v 2 ) a n j u r k a n .03 kirimkan ini lewat emailblogthis!berbagi ke twitterberbagi ke facebook Reaksi: Keperawatan maternitas 3 . d x 2 1 ) o b s e v a s i n t t v t i a p 4 j a m 2 ) g a n t i b a l u t a n l u k a d e n g a n m e n g g u n a k a n b e t h a d i n e d a n kassa streil3 ) l a k u k a n p e r a w a t a n l u k a d e n g a n m e n g g u n a k a n t e h n i k aseptik dan anti septik4 ) k a j i t a n d a t a n d a i n f e k s i 5) Kolaborasi tentang pemberian obat antibioticc . d x i 1 ) k a j i l o k a s i s i f a t d a n d u r a s i n y e r i 2 ) b a n t u k l i e n p a d s a p o s i s i y a n g n y a m a n 3 ) b e r i m o t i v a s i p a d a k l i e n u n t u k t a r i k n a f a s d a l a m j i k a t e r a s a sakit4 ) a n j u r k a n k l i e n m e l a k u k a n t e h n i k d i s t r a k s i s e p e r t i b a c a b u k u 5 ) k o l a b o r a s i d e n g a n t i m m e d i s t e n t a n g p e m b e r i a n a n a l g e t i k b .

p a t o f i s i o l o g i Placenta praevia lebih sering terjadi pada multi gravida dan pada umur ibu yangl a n j u t . Nasib janin sangat tergantungdaribanyaknya perdarahan dan tuanya kehamilan pada saat persalinan.plsenta letak rendah. p l a c e n t a praevia lateralis.b .c. k o n s e p d a s a r Implanntasi plasenta yang normal adalah: pada didinding depan atau dnding belakangrahim di daerah fundus uteri. dan secara garis besar dan secara garis besar terdiri atas dua bagian 1 .akan tetapi persalinan yang terpaksa diselesaikan dengan janin diselesaikandengan janin yang prematur tidak selalu dapat dihindarkan.a .setelah janin lahir seringkali terjadi perdarahan karena perlekatan placenta padadinding uterus dan ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan dari bekas insersio placenta atau karenap e r t u k a t a r a n s e r v i k s d a n s e g m e n b a w a h u t e r u s y a n g r a p u h s e r t a b a n y a k mengandung pembuluh darah yang b e s a r y a n g d a p a t t e r j a d i b i l a p e r s a l i n a n barlangsung pervagina. 3 . yaitu: adalah yang menutupi pembukaan jalan lahir 2 .plasenta marginalis.k l i e n u n t u k m e l a k u k a n m i r i n g k i r i d a n m i r i n g k a n a n 3 ) m o t i v a s i k l i e n d a l a m b e r m o b i l i s a s i 4 ) k a j i a k t i v i t a s k l i e n 5 ) l i b a t k a n k l g d a l a m a k t i v i t a s k l i e n Plasenta praevia A . p l a c e n t a p r a e v i a t o t a l i s . e t i o l o g i Placenta praevia dapat terjadi pada:a . d i p e r k i r a k a n t e r d a p a t d e f i s i e n s i e n d o m e t r i u m d a n d e s i d u a p a d a s e g m e n atas uterus sehingga placenta akan meluas untuk mendapatkan suplai darah. (hanifa 1989).b . k e a d a a n e n d o m e t r i u m y a n g b e l u m m a t a n g d a n p l a c e n t a l e b i h b e s a r d a n tipis. biasan ya perdarahan baru timbul setelah bulan ke tujuh yang bersifat Keperawatan maternitas Berulang-ulang.hal ini didapatkan pada multi para dengan jarak kehamilan yang pendek danendometrium hipoplastis yaitu kawin dan hamil pada usia . d e f i n i s i p l a s e n t a p r a e v i a Plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga dapatmenutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir. darah berwarna merah segar berbeda dengan darah yang disebabkanoleh solotio placenta yang berwarna kehitaman. Pada saat ini mulailah terjadiperdarahan. yaitu: sebagian permukaan tertutup ol eh j a r i n g a n placenta.untuk mengurangi angka kejadian tersebut maka dilakukan tindakan pembedahandinding perut dan dinding uterus. Dengan bertambah tuanya kehamilan segmen bawah rahim danpembukaan serviks tidak dapat diikuti oleh placenta yang terletak disitu tanpaterlepasnya sebagian placenta dari dinding uterus. yaitu: pinggir plasenta tetap pada pinggir pembukaand. y a i t u : s e l u r u h p e r m u k a a n t e r t u t u p o l e h j a r i n g a n placenta.plasenta praevia dapat diklasifikasikan berdasarkan atas terabanya jaringanplasenta melalui pembukaan jalan lahir. dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan berat janin diatas 500 gram.

pembedahan (sc) bertujuan mengangkat tempatnya sumber perdarahandengan demikian memberikan kesempatan pada uterus untuk berkontraksi serta menghindarkan perlukaan servix dan segmen bawah uterus yang rendah.riwayat kehamilan masa lalu c . d i m o b i l i s a s i j . f . d l u k a p o s t o p s s c g. a u s k u l t s a s i d e n y u t j a n t u n g janini.kaji masalah perinatal. peminum a l k o h o l f . d i a g n o s a k e p e r a w a t a n F . B.adanya tumor seperti myoma uteri dan polip endometrium. 4 . 5 .d invasi mo kedalam luka insisi pembedahanh. d a t a d e m o g r a f i b. k u r a n g pengetahuan tentang proses penyakit atau tindakan yang d i lakukan b.u l a n g kurattase. perdarahantimbul tanpa sebab apapun dan secara tibab-tiba bersifat berulang-ulang. misalnya letak lintang.d.d kelemahan fisiki . Selanjutnya terjadi kelainan letak. i n t e r v e n s i A . e n d o m e t r i u m b e r c a c a t k a r e n a b e k a s p e r s a l i n a n y a n g b e r u l a n g .resiko tinggi infeksi b. p e n g k a j i a n A . Asuhan keperawatan pada post sc1 . g a n g g u a n e l i m i n a s i f e c a l b .maka ada dua alternatif yang mungkin dapat dilakuakan pada pasien de nganplacenta praevia. k e a d a a n e m o s i e. g e j a l a Gejala yang terpenting adalah perdarahan tanpa rasa nyeri.intoleran aktivitas b. d x 1 1 ) k a j i l o k a s i s i f a t d a n d u r a s i n y e r i 2 ) b a n t u k l i e n p a d s a p o s i s i y a n g n y a m a n 3 ) b e r i m o t i v a s i p a d a k l i e n u n t u k t a r i k n a f a s d a l a m j i k a t e r a s a sakit4 ) a n j u r k a n k l i e n m e l a k u k a n t e h n i k d i s t r a k s i s e p e r t i b a c a b u k u 5 ) k o l a b o r a s i d e n g a n t i m . dan lebihbanyak dari sebelumnya. f r e k u e n s i k o i t u s d . manual placenta dan bekas operasi.kebiasaan merokok . k a d a kadang terjadi pada keadaan malnutrisi. p e n a t a l a k s a n a a n Apabila ada penilaian yang baik yaitu perdarahan sedikit belum inpartu kehamilanbelum cukup 37 minggu atau berat janin dibawah 2500 gram.d kurang informasi 3 . infeksi saluran kemih h .c . peningkatan td. yaitu:a.muda. g a n g g u a n r a s a n y a m a n : n y e r i b . Perdarahan dapatd i t u n d a d e n g a n i s t i r a h a t t o t a l . Keperawatan maternitas B. k a j i t i n g k a t k e n y a m a n a n g.perdarahan pervagina yang bertujuan agar bagian terbawah janin menekanplacenta dan bagian yang berdarah. Biasanya timbul padabulan ke tujuh dan kepala anak tinggi dimana kepala tidak dapat mendekati pintuatas panggul.kaji tanda-tanda infeksi pada daerah perineum 2 . m e m b e r i k a n o b a t s p a s m o l i t i k a p r o g e s t i n a t a u progesteron dan observasi secara teliti bila kehamilan tidak dapat dipertahankan.pada korpus lateum yang bereaksi lambat disebabkan endometrium belum siap menerima hasil konsepsi.e.

d x 2 1 ) o b s e v a s i n t t v t i a p 4 j a m 2 ) g a n t i b a l u t a n l u k a d e n g a n m e n g g u n a k a n b e t h a d i n e d a n k a s s a streil3 ) l a k u k a n p e r a w a t a n l u k a d e n g a n m e n g g u n a k a n t e h n i k a s e p t i k dan anti septik4 ) k a j i t a n d a .d. Riwayat terkena infeksi virus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Etiologi Penyebab langsung dari carsinoma reviks belum diketahui. beberapa faktor yangmenunjukkan hubungan kuat dengan carsinoma serviks adalah :a.z ) d a n h u m a n p a p i l o r m a v i r u s (terutama tipe hpv-16 dan hpv-18). C.e.tingginya paritas (multiple pregnancy) jarak persalinan yang pendek.sering berganti -ganti pasangan seksual.sosial ekonomi rendah.c o n t o h n y a : h e r p e s s i m p l e x ( t i p e z / h s v . . misalnya : hygiene seksual yang buruk.b.wanita dengan coitus pertama pada usia sangat muda kurang dari 16 tahun.m e d i s t e n t a n g p e m b e r i a n a n a l g e t i k b . d x 3 1 ) o b s e r v a s i t t v 2 ) a n j u r k a n k l i e n u n t u k m e l a k u k a n m i r i n g k i r i d a n miring kanan3 ) m o t i v a s i k l i e n d a l a m b e r m o b i l i s a s i 4 ) k a j i a k t i v i t a s k l i e n 5 ) l i b a t k a n k l g d a l a m a k t i v i t a s k l i e n Keperawatan maternitas Carsinoma serviks Konsep dasar Pengertian Carsinoma serviks adalah pertumbuhan sel yang abnormal yang bermetastasesecara cepat yang terjadi di daerah serviks atau leher rahim.t a n d a i n f e k s i 5 ) k o l a b o r a s i t e n t a n g p e m b e r i a n o b a t a n t i b i o t i k c .