P. 1
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi Di Puskesmas

Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi Di Puskesmas

|Views: 85|Likes:
Published by Yudiansyah

More info:

Published by: Yudiansyah on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi di Puskesmas Kamis, 26 Juli 2012 BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kehamilan adalah sejak dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) (Prawirohardjo, 2002: 89). Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin. Tenaga kesehatan harus dapat mengenal perubahan yang mungkin terjadi sehingga kelainan yang ada dapat dikenal lebih dini. Misalnya perubahan yang terjadi adalah edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan fisiologis. Namun bila disertai edema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah dicurigai adanya pre eklamsi. Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan fisiologis yaitu tanda Hartman yaitu akibat proses nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan permukaan perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan tapi dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektopik atau mola hidatidosa (Mansjor, dkk, 2001: 252). Kehamilan risiko tinggi (KRT) adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi (Manuaba, 1998). Menurut Rustam (1998) kehamilan risiko tinggi adalah beberapa situasi dan kondisi serta keadaan umum seorang selama masa kehamilan, persalinan, nifas akan memberikan ancaman pada kesehatan jiwa ibu maupun janin yang dikandungnya. Menurut survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 AKI di Indonesia berkisar 307/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35/1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi baru lahir (Neonatal) sekitar 20/1.000 kelahiran hidup (Depkes RI 2004). Pada laporan tahunan mencakup data Puskesmas, Puskesmas pembantu, BPS tahun 2010 untuk wilayah Kecamatan jumlah hamil dengan risiko tinggi baru 58 orang. Dari studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 13-15 Juni 2011 di puskesmas desa kecamatan , didapatkan 2 ibu yang berisiko tinggi melahirkan bayi yang berkelainan yaitu di desa semambung ibu melahirkan bayi dengan Hidrocepalus pada umur 40 hari meninggal dan di desa kedung pandan ibu melahirkan bayi dengan tanpa anus pada umur 6 hari meninggal yang di karenakan kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan resiko tinggi. Jumlah ibu hamil di Puskesmas tahun 2010 sebanyak 933 orang, yang tergolong risiko tinggi sebanyak 58 orang. Sedangkan yang tidak tergolong risiko tinggi sebanyak 875 orang. Mortalitas dan mordibitas pada wanita hamil adalah masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin sekitar 25-50 %. Kematian wanita subur usia disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin sebenarnya lebih dari 50% kematian di negara berkembang (Prawirohardjo, 2002: 3). Ibu hamil di negara-negara Afrika dan Asia selatan menghadapi risiko untuk mengalami kematian saat hamil dan melahirkan sekitar 200 kali lebih besar dibandingkan risiko yang dihadapi ibu di negara maju. Karena angka fertilitas di negara berkembang lebih tinggi maka

000 kelahiran hidup (Depkes. Tujuan Penelitian 1. Hanya sekitar 50% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan. 1998). sering dan banyak (Prawirohardjo. sehingga apabila terjadi resiko pada masa kehamilan tersebut dapat ditangani secara dini dan tepat oleh tenaga kesehatan. maka perlu dilakukan upaya optimal guna mencegah atau menurunkan frekuensi ibu hamil yang beresiko tinggi serta penanganannya perlu segera dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Dan ibu memiliki kesadaran untuk melakukan kunjungan antenatal untuk memeriksakan kehamilannya. C.rentang risiko di Afrika I diantara 6000. Sekitar 500. Apabila seorang ibu hamil memiliki pengetahuan yang lebih tentang resiko tinggi kehamilan maka kemungkinan besar ibu akan berpikir untuk menentukan sikap. tidak hanya kepada kalangan tenaga medis tetapi juga masyarakat Dari hasil survey di atas peneliti ingin mengetahui seberapa pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi.000 diantaranya akan meninggal akibat penyebab kehamilan. Menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas penyebab langsung kematian ibu di Indonesia seperti halnya di negara lain adalah perdarahan. infeksi dan eklampsia ke dalam perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian. Keadaan ibu sejak pra hamil dapat mempengaruhi terhadap kehamilannya. 1998). Untuk mengatasi masalah di atas perlu diadakan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi. Demikian tingginya resiko kehamilan pada ibu dapat mengancam keselamatan bahkan dapat terjadi hal yang paling buruk yaitu kematian ibu dan bayi. misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis. menghindari atau mengatasi masalah resiko kehamilan tersebut. tiap tahun terdapat dari 150 juta ibu hamil di negara berkembang. Tujuan Umum Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi Di Puskesmas Desa Kecamatan Kabupaten . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumusakan permasalahan p enelitian yaitu “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi Di Puskesmas Desa Kecamatan Kabupaten ”. Hal ini juga dimaksudkan untuk dapat membantu menurunkan angka kematian ibu yang cukup tinggi di Indonesia dan diharapkan pada tahun 2010 angka kematian ibu bisa menjadi 125 per 100. 2003: 6). dan 50 juta lainnya menderita karena kehamilannya mengalami komplikasi (Widyastuti.Peran serta UNICEF dan pemerintah Indonesia dalam pencegahan kehamilan resiko tinggi harus disosialisasi secara benar dan luas. Berdasarkan karakteristik ibu hamil diketahui bahwa faktor penting penyebab resiko tinggi pada kehamilan terjadi pada kelompok usia < 20 tahun dan usia >35 tahun (PPIBI-UNFPA. berperilaku untuk mencegah. Dengan demikian pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin untuk mendeteksi adanya tanda-tanda resiko tinggi menjadi sangat penting dalam usaha mewujudkan kehamilan dengan ibu dan bayi yang sehat (PPIBU-UNFPA. sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. kurang energi kronis (KEK) dan keadaan “4 terlalu “ muda / tua. 2003: 1). . 2004). untuk itu peneliti melakukan penelitian ini B. penyebab tak langsung kematian ibu ini antara lain adalah amenia.

khususnya pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi. 2.2. Bagi Profesi Diharapkan dapat memberikan masukan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil khususnya konseling tentang pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi. Manfaat Penelitian 1. 3. Bagi Peneliti Menambah wawasan baru tentang perawatan antenatal. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi. a) b) c) d) Tujuan Khusus Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kehamilan risiko tinggi. sehingga derajat kematian ibu dan bayi bias teratasi . D. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang cara menentukan kehamilan risiko tinggi. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang faktor kehamilan risiko tinggi. 4. Bagi Ibu Dan Masyarakat Sebagai informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kehamilan resiko tinggi. Bagi Instansi Pendidikan Sebagai bahan bacaan dan sebagai acuan dalam pembuatan penelitian adik kelas selanjutnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->