Reduksi Garam Besi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Besi merupakan jenis logam yang kelimpahannya di alam nomor dua setelah aluminium. Logam besi mudah larut dalam asam-asam mineral encer. Dengan asam basa non oksidator akan larut menjadi ion besi (II) sedangkan jika udara atau digunakan asam-asam oksidator akan dihasilkan besi (III) (Besi, 2011). Besi (III) klorida biasa disebut ferri klorida, merupakan senyawaw kimia dengan skala industri, dengan rumus FeCl3. Warna besi (III) klorida kristal tergantung pada sudut pandang, jika terkena refleksi cahaya, kristal berwarna hijau gelap, tapi dengan transimsi kristal berwarna ungu-merah. Besi (III) klorida anhidrat bersifat higroskopis, membentuk hidrogen klorida terhidrasi di udara lembab. Senyawa ini jarang ditemui dalam bentuk alami. Ketika dilarutkan dalam air, besi (III) klorida mengalami hidrolisis dan melepaskan panas dengan reaksi eksotermik. Besi (III) klorida anhidrat adalah asam lewis yang cukup kuat digunakan sebagai katalis dalam sintesis senyawa organik (Besi, 2012). 1 dan

hal: 56). Pada pemanasan hingga fase gas terbentuk spesies dimetrik. Sebagai contoh. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari percobaan ini adalah bagaimana cara mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses reduksi garam besi (III) oksalat ? C. .Ion besi (III) berukuran relatif kecil dengan rapatan muatan 349 C mm-3 untuk low-spin dan 232 C mm-3 untuk high-spin. hingga mempunyai daya mempolarisasi yang cukup untuk menghasilkan ikatan berkarakter kovalen. ). 2 Berdasarkan penjabaran di atas maka untuk mengetahui secara mendalam tentang reduksi besi (III) oksalat maka dilakukanlah percobaan untuk membuktikan pengaruh cahaya terhadap garam besi (III) (Fe B. berupa padatan kovalen dengan struktur jaringan kovalen. besi(III) klorida berwarna merahhitam. 2003. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap garam besi (III) oksalat. Fe2Cl6 (Sugiyarto.

fosfida dan sulfida dari besi serta sedikit grafit. silisida. Zat zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi. Garam-garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida. Asam nitrat 1 + 1 atau asam nitrat pekat yang panas melarutkan besi dengan membentuk gas nitrogen oksida dan ion besi (III) Fe + HNO3 + 3H+ Fe3+ + NO + 2H2O. Dengan asam nitrat encer dingin terbentuk ion besi (II) dan ammonia 4Fe + 10H+ NO3. Asam nitrat pekat. Ion ion gabungan dan kompleks-kompleks sepit yang berwarna tua adalah juga umum. Jarang terdapat komersial yang murni. besi dapat dimagnitkan. maka merupakan zat pereduksi yang kuat. Ion besi (II) dapat mudah dioksidasikan menjadi besi (III). dimana dihasilkan garam garam besi (II) dan gas hydrogen. Zat zat pereduksi mengubah ion besi (III) menjadi besi (II) (Svehla. 1990. Garam garam besi (III) atau (feri) diturunkan dari besi (III) . lebih stabil dari pada garam besi (II). warna menjadi semakin kuat. Semakin kurang asam larutan itu. Titik lebur besi (Fe) yaitu . semakin nyatalah efek ini adalam suasana netral atau basa bahkan oksigen dari atmosfer akan mengoksidasikan ion besi (II). Biasanya besi mengandung sejumlah kecil karbida. maka larutan besi (II) harus sedikit asam bila ingin disimpan untuk waktu yang agak lama. Dalam larutannya terdapat kation-kation yang berwarna kuning mudah. dalam keadaan ini dia tidak bereaksi dengan asam nitrat encer dan tak pula mendesak tembaga dari larutan air suatu garam tembaga.4Fe2+ + NH4+ + 3H2O. membuat besi menjadi pasif . . menghasilkan ion-ion besi (III) dan belerang dioksida 3 2Fe + + 2Fe3+ + 3SO2 + 6H2O. Dalam larutan. Jika larutan mengandung klorida. garam-garam ini mengandung kation dan berwarna sedikit hijau. Asam klorida encer atau pekat (HCl) dan asam sulfat encer ( besi (Fe). Hal : 257). dingin. FeO.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Besi yang murni adalah logam berwarna putih perak yang kukuh dan liat. Fe + Fe + 2HCl + + + ) melarutkan Asam sulfat pekat yang panas.

korosi disebut perkaratan. Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi. [Fe2 (OH)6] . 2010. sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. secara elektrokimia dan ini hanya hadir karena hadirnya dioksigen. Korosi merupakan proses elektrokimia. Dengan menggunakan indikator dapat ditunjukkan adanya kenaikan pH disekitar permukaan besi yang berkarat. air dan suatu elektrolit. Dalam bahasa sehari-hari. bergantung pada berbagai faktor. Fe(OH)2 suatu hidroksida sejati dengan struktur Mg(OH)2 agak bersifat amfoter. Jika salah satu dari ketiga zat tersebut absen. Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode. Hal : 463). Hal : 289). Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. proses pengaratan akan terhambat (Sugiyarto. Pada peristiwa korosi. yang mudah teroksidasi oleh udara memberikan ferrioksida hidrat yang coklat merah. 2012).nH2O. 5 Penambahan kedalam larutan menghasilkan kidroksida hijau pucat. zat ini larut dalam NaOH pekat adari larutan ini dapat diperoleh Kristal Kristal biru (Cotton. misalnya zat pengotor atau perbedaan rapatan logam itu (Korosi. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Seperti Fe. logam mengalami oksidasi. suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.4 Oksidasi logam besi secara perlahan oleh dioksigen udara dikenal sebagai proses pengaratan. Proses pengaratan besi merupakan pembentukan oksida terhidrat Fe(OH)3 atau FeO(OH). di mana oksigen tereduks. di mana besi mengalami oksidasi. bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode. Pada korosi besi. 2009. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode. yaitu karat besi.

Larutan standar dengan kekuatan yang diketahui tepat dapat disiapkan dengan menimbang garam keringnya yang murni dan kelarutannya dalam volum air yang sesuai. massa jenis dan pH tergantung pada konsentrasi atau molaritas HCl dalam larutan asam tersebut. Karena itu. penyusun utama jenis batu ginjal yang sering ditemukan (Asam oksalat. kalium dikhromat berharga khusus dalam penetapan besi dalam bijih besi. Dia anionnya dikenal sebagai oksalat juga agen preduktor. Tak direduksi oleh Asam Klorida (HCl) dingin. Asam klorida sebagai campuran dua bahan antara HCl dan H 2O mempunyai titik didih konstan azeotrop pada 20. Bijih besi itu biasanya dilarutkan dalam Asam Klorida. dan dititrasi dengan larutan Dikhromat standar tersebut (Kalium Dikromat. Kalium Dikhromat (K2Cr2O7) digunakan hanya dalam larutan asam. asalkan konsentrasi asam itu tak melampaui 1 atau 2 molar. 6 Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus dengan nama sistematis asam etanadioat. dan direduksi dengan cepat pada temperatur biasa menjadi garam Kromium (III) yang hijau.2 % dan 108. HCl merupakan asam kuat dan merupaka komponen utama dalam asam lambung. Ciri ciri fisika asam klorida (HCl) sperti titik didih. Larutan-larutan Dikhromat juga kurang mudah direduksi oleh beban organik dibanding larutan-larutan Permanganat dan juga stabil terhadap cahaya.6 0C (Asam Klorida. Besi (III) direduksi menjadi Besi (II). tetapi ia mempunyai beberapa keuntungan yaitu dapat diperoleh murni. Banyak ion logam yang membentuk endapan tidak larut dengan asam okslaat contoh terbaik adalah kalsium oksalat (CaOOC-COOCa). stabil sampai titik leburnya dan karenanya merupakan suatu standar primer yang sangat baik. titik leleh. Kalium Dikhromat (K2Cr2O7) bukanlah zat pengoksidasi yang begitu kuat seperti Kalium Permanganat (KMnO4). Lebih jauh larutannya dalam air adalah stabil tanpa batas waktu jika dilindungi dengan memadai terhadap penguapan. Merupakan asam organik yang cukup kuat. 2012).Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). . Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam dikarboksilat paling sederhana ini biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. 2009). 2012).

f. Gunting . Waktu dan Tempat Hari /tanggal Pukul Tempat : Kamis/26 April 2012 : 13.BAB III METODE PRAKTIKUM A. h. Alat a. Stopwatch Kaca preparat Pengaduk Botol semprot Bulp 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 8 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah j.00 – 16. i. g. Pipet volume 5 mL e. Gelas kimia 250 mL c. Gelas kimia 1000 mL b. Gelas ukur 50 mL d.30 WITA : Laboratorium Kimia Anorganik Lantai I Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar B. Alat dan Bahan 1.

1 M ) )2P 0. Ion heksasiano ferrat ( e. . Kalium bikromat encer ( f. Diamonium fosfat (N d.03 M 0.2 0.k. Kertas kalkir g. Asam oksalat ( c. Asam klorida (HCl) d. 7 Pinset 1 buah 2. Menyimpan gelas piala di dalam kamar gelap. Aquadest ( O) 0. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari percobaan ini adalah : 1. 8 Bahan a. Besi (III) klorida ( e. Mencampurkan 20 mL larutan Besi (III) klorida ( M kedalam gelas piala 400 ml.2 M b. 3.1 M 0.2 M 0.2 M kedalam (III) klorida ( ) dan diamonium fosfat kemudian di aduk sampai reaksi sempurna. 2. Kertas saring h. Selotip C. Menambahkan 20 mL larutan asam oksalat ( ) dengan 4 mL diamonium fosfat 0.1 M ) 0.

Waktu penyinaran 5. Mengeluarkan kertas dan mencelupkan lagi dalam larutan bikromat ( 10. 9 . 7. 6. Mencatat hasil pengamatan. Masih dalam kamar gelap.03 M. ) 0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .1 M dan kemudian pencucian terakhir yaitu dengan aquadest.4. 11. Dibiarkan sekitar 15-30 menit. Setelah itu dikenakan sinar ultraviolet. Mencuci kertas dengan HCl 0. Mencelupkan kertas peka dalam larutan M dalam gelas piala. Kertas saring yang telah kering digunakan sebagai kertas peka. dan 30 menit. mengeluarkan kertas yang basah dan meletakkan satu persatu diatas kertas saring yang telah disediakan. 25. 9. Menyiapkan 4 lembar kertas saring berukuran 7x3 cm dan kemudian dicelupkan kedalam larutan pekat besi (III) oksalat ( 5. 8. 15. Menjepit kertas saring dengan kertas kalkir yang telah diukir dengan menggunakan kaca preparat dan merekatkan dengan selotip.

. 25 + 4. 2. 15.A. 5 15 3. 10 30 + 3. 25 dan 30 menit Hasil kalium hekasasianoferat (orange) jemuran biru dicelum aquades (bening) biru prusia dicelup dalam kalium dikromat (kuning) biru HCl (bening) biru 2. Hasil Larutan FeCl3 + diamonium fosfat larutan kuning keruh larutan biru dikeringkan ½ jam Larutan kuning + Asam oksalat Kertas saring + larutan biru (besi (III) oksalat) kertas putih Kertas putih + kertas kalkir + 2 keping kaca kertas putih disinari UV 5. Hasil Pengamatan 1. Tabel Pengamatan Larutan Asam oksalat berwarna = Bening (tidak berwarna) Hasil + + Larutan Besi (III) klorida berwarna = Orange No. Waktu penyinaran (menit) 1.

Pembuatan objek dilakukan di atas kertas kalkir dengan menggunakan tinta cina. Fungsi penambahan ini adalah untuk memperlambat reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ yang terjadi sangat cepat oleh pengaruh cahaya. Setelah itu. Setelah itu. kalium heksasianoferat pada pembilasan ini terbentuk warna biru yang menunjukkan besi (III) oksalat yang terserap dalam kertas peka telah tereduksi oleh cahaya menjadi besi (II) oksalat. Selanjutnya pemindahan dilakukan dengan meletakkan kertas kalkir di atas kertas peka lalu dijepit dengan dua lempeng kaca preparat lalu disinari dengan sinar ultraviolet agar perpindahan yang terjadi dapat berlangsung sempurna. b. Tinta cina digunakan karena mempunyai partikel yang sangat rapat sehingga pemindahan objek dengan bantuan cahaya mudah dilakukan. Larutan asam oksalat kemudian dicampur dengan larutan diamonium hidrofosfat dan disimpan dalam ruang gelap. d. 2FeCl(aq) + 3(NH4)PO4(aq) 2FeCl(aq)+ 3H2C2O4(aq) Fe2(PO4)3(aq) + 3H2C2O4(aq) 3Fe2++ 2K3[Fe(CN)6] Fe2(PO4)3(aq) + 6NH4Cl(aq) Fe2(C2O4)3(aq) + 6HCl(aq) Fe2(C2O4)3(aq) + 3H2PO4(aq) Fe3[Fe(CN)6]2 + 6K+ B. c. besi (III) yang akan direduksi berasal dari larutan FeCl3 (besi (III) klorida). larutan ditambahkan dengan besi (III) klorida. Pembahasan Pada percobaan ini. kertas peka dicelupkan ke dalam larutan ion heksasianoferrat (III). dengan hasil reaksi dengan ion heksasianoferat adalah besi (II) heksasianoferat yang .11 Reaksi Reaksi yang terjadi dalam percobaan ini adalah: a. Kemudian kertas saring dicelupkan dalam larutan tersebut sampai seluruh kertas terendam selama 30 menit kemudian kertas dikeluarkan dan ditempatkan diatas kertas saring.

Kesimpulan .berwarna biru. Kemudian dicuci lagi dengan HCl yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada kertas yang mengganggu proses percetakan dan yang terakhir aquadest yang berfungsi membentuk kompleks dengan besi (III) dengan molekul air sebagai ligannya. Perlakuan terakhir dengan melakukan pengeringan yang bertujuan agar hasil cetakan terlihat jelas. BAB V PENUTUP A. Kemudian kertas peka dicuci dengan kalium bikromat yang berfungsi untuk mengikat kotoran-kotoran dari ion heksasianoferrrat (III) dan juga mengikat kelebihan ion heksasianoferrrat (III) yang digunakan. kertas dikeringkan. Banyaknya ion Fe3+ yang tereduksi menjadi Fe2+ oleh pengaruh cahaya ditunjukkan oleh kepekatan biru pada kertas tersebut. Setelah itu.

Wikipedia. http://Id. Cotton. Org/ Diakses pada tanggal 28 April 2012 “ Besi” (III). Saran Saran dari percobaan ini adalah sebaiknya kertas peka yang akan digunakan dikeringkan semalaman. Org/ Diakses pada tanggal 28 April 2012 . Org/ Diakses pada tanggal 28 April 2012 “ Asam Oksalat”. Universitas Indonesia (UI-Press): Jakarta. B. Wikipedia. http://Id. Semakin lama waktu penyinaran semakin tidak jelas noda yang nampak pada kertas saring akibat garam besi (III) (Fe ) tereduksi.Kesimpulan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses reduksi garam besi (III) oksalat dilakukan dengan sinar ultraviolet. Wikipedia. http://Id. 13 DAFTAR PUSTAKA Albert. sehingga apabila kertas peka dalam keadaan kering tidak mempengaruhi penyinaran dan hasil cetakan dapat terlihat sempurna. Kimia Anorganik Dasar. 2009 “Asam Klorida .

Koordinator Asisten ( Wahyuni S. Chem-is-try. Com/ Diakses pada tanggal 28 April 2012 “Kalium Dikromat”.Si ) April 2012 . dkk.Si ) Asisten ( Wahyuni S. Graha Ilmu : Yogyakarta. 2010 Svehla. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Com/ Diakses pada tanggal 28 April 2012 Sugiyarto. http//Esdikimia. Kalman Media Pusaka: Jakarta. 1985 14 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap paktikum Kimia Anorganik dengan judul “ Reduksi Garam Besi (III) Oleh Cahaya” disusun oleh : Nama NIM : Abdul Rahman Arif : 60500110002 Kelompok : II (Dua) telah diperiksa dan dikonsultasikan oleh koordinator asisten/asisten dan dinyatakan diterima. http//www. Wordpress.“Besi”. Samata. Kimia Anorganik Logam.

T.Mengetahui Dosen Penanggung Jawab ( Syamsidar HS. M. S. Si ) NIP : 19760330 200912 2 002 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful